STUDY ACTION: PENINGKATAN LITERASI AKUNTANSI SISWA OTOMATISASI DAN TATA KELOLA PERKANTORAN Ade Nahdiatul Hasanah*. Tri Wahyuni Sukiyaningsih. Illa Lailatul Agnia. Irfan Rifal. Salsadilah Juwita. Siti Alivia Hasanah Abstrak Tantangan terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan maupun profesi menjadikan jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) SMKN 1 Waringinkurung mengembangkan keilmuan akuntansi sebagai pendamping kompetensi utamanya yakni administrasi perkantoran. Atas dasar manfaat bahwa mempelajari akuntansi dapat meningkatkan hasanah pengetahuan dan keilmuan keuangan pada salah satu aspek administrasi bisnis, maka lulusan OTKP mampu menggunakan akuntansi untuk kehidupan bisnis seharihari. Tujuan PkM ini untuk memberikan keilmuan melalui peningkatan literasi akuntansi bagi siswa OTKP secara menyeluruh. Metode PkM yang digunakan adalah studi aksi melalui pemberian materi penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang dan untuk mengetahui peningkatan pemahaman serta kemampuan dilakukan dengan mengumpulkan pernyataan pretest dan post-test serta penilain hasil laporan keuangan. Sebelum dilakukan pemberian materi, pretest menjelaskan sebanyak 11% dari 36 siswa dan siswi OTKP yang tidak cukup memahami. Berdasarkan hasil pretest tersebut maka dilakukan treatment peningkatan skill akuntansi melalui literasi dan penyusunan laporan keuangan. Dari kegiatan PkM tersebut berhasil meningkatkan pemahaman sebanyak 66% dari 36 siswa dan siswi OTKP setelah dilakukan literasi teori akuntansi dan praktis. Kata kunci: Literasi Akuntansi. Kompetensi Akuntansi. Siklus Akuntansi. Siswa Menengah Kejuruan Universitas Serang Raya Abstract *Corresponding author Ade Nahdiatul Hasanah Email : adenahdiatul88@gmail. The challenge of opening employment and professional opportunities has made the Office Automation and Management (OTKP) department of SMKN 1 Waringinkurung develop accounting knowledge as a companion to its main competency, namely office administration. Based on the benefit that studying accounting can increase financial knowledge and knowledge in one aspect of business administration. OTKP graduates are able to use accounting for everyday business life. The aim of this PkM is to provide knowledge through increasing accounting literacy for OTKP students. The PkM method used is through providing material for preparing financial reports for trading companies and to determine the increase in understanding and ability, this is done by collecting pre-test and post-test statements as well as assessing the results of financial reports. Before giving the material, the pretest explained that as many as 11% of the 36 OTKP students and girls did not understand enough. Based on the results of the pre-test, treatment was carried out to improve accounting skills through literacy and preparation of financial reports. The result was an increase in understanding of 66% from 36 OTKP students and girls after carrying out accounting theory and practical Keywords: Accounting Literacy. Accounting Competition. Accounting Cycle. Vocational Secondary Students A 2024 Penerbit PKN STAN Press. All rights reserved PENDAHULUAN Analisa dan Observasi SMK Negeri 1 Waringinkurung merupakan sekolah kejuruan yang mengedepankan keilmuan otomatisasi dan tata kelola perkantoran (OTKP). Berlokasi di antara kota pemerintahan dan kota industri, menjadikannya sekolah kejuruan yang diperlukan oleh terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan. Pada akhirnya pembelajaran di sekolah tersebut tertantang untuk meningkatkan kualitas nilai keilmuan dengan harapan lulusan SMK memiliki kecakapan sikap profesional (Suyatmini et al. , 2. Mata Pelajaran keuangan jurusan OTKP di SMK Negeri 1 Waringinkurung mengadaptasi sistem Akuntansi dibutuhkan seluruh bentuk organisasi dalam membantu keberlangsungan bisnis dan membuka peluang arah karir yang jelas. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 56 Namun sayangnya akuntansi yang seharusnya menjadi dasar penyusunan laporan keuangan secara menyeluruh mulai dari penjurnalan sampai dengan laporan keuangan, kurikulum SMKN ini dijadikan kedalam 2 . materi pada 2 . mata pelajaran berbeda sehingga penyusunan laporan keuangan tidak tersaji secara utuh. Mata pelajaran kewirausahaan terdiri atas materi penyusunan perubahan modal yang dimana menjadi salah satu laporan keuangan pada mata keuangan . Bagi kami . hal tersebut memberikan kekhawatiran karena akan membuat ruang bias keilmuan pada bidang keuangan dan bisnis. Jika pelaksanaan pelaporan keuangan dengan proses yang bias maka akan menghasilkan keputusan yang bias pula, sehingga penyebab yang akan diperoleh adalah tidak lengkapnya informasi yang diberikan suatu laporan keuangan, kompleksitas informasi, serta resiko ketidakpastian bisnis atau usaha (Sulistiawan, 2. Jika siswa-siswi menghadapi pekerjaan untuk penyelesaian pelaporan keuangan dengan ilmu yang bias maka akan berdampak pada peningkatan karirnya di bidang akuntan. Namun jika lulusan akan melanjutkan ke pendidikan tinggi membutuhkan peningkatan kemampuan keuangan yang up to date serta terstandarisasi (Indriastuti et al. , 2. Saat ini Indonesia memiliki data gap yang cukup jelas diterangkan oleh (Nurabiah et al. bahwa lulusan sekolah menengah sepanjang tahun 2020 dan 2021 masih menggandrungi jurusan akuntansi dan jurusan tersebut menjadi peringkat ketiga tertinggi peminat nasional, rata-rata lulusan per tahun sebanyak 35. 000 lulusan, namun hanya 805 yang melanjutkan ke jenjang profesi. Ini membuktikan masih sedikitnya kepercayaan diri lulusan akuntansi untuk bersaing, meningkatkan kompetensi dan berkarir dibidang akuntansi. (Association of Chartered Certified Accountants, 2. menjelaskan terdapat 5 . zona karir bagi seorang kompeten akuntan dalam ruang lingkup transformasi keahlian, revolusi pembelajaran dan adaptasi karir. Zona karir tersebut adalah advokat jaminan, transformasi bisnis, navigator data, digital playmaker dan pelopor keberlanjutan. Selaras dengan (Tutuko & Latif, 2. dimana terdapat beberapa keunggulan mempelajari keuangan . bagi siswa dan siswi SMK, antara lain sebagai bekal terjun di dunia kerja maupun usaha Perlu adanya studi aksi yang dilakukan pemerhati. (Moen & Norman, 2. menjelaskan program studi aksi (Study Actio. merupakan proses sistematis pengetahuan berharga dengan tujuan perbaikan berkelanjutan dengan menentukan masalah dan mendeskripsikan kemungkinan penyebab dan solusinya, menerapkan solusi serta melakukan evaluasi hasil. Studi aksi berupa peningkatan keilmuan akuntansi melalui literasi akuntansi bagi siswa dan siswi OTKP untuk meningkatkan jumlah lulusan dan profesi akuntan generasi Z. Survey aspirasi Gen Z yang dilandaskan oleh pandemic covid-19, dimana terganggunya gelombang ekonomi dan sosial yang mereka saksikan selama 24 bulan belakangan ini menimbulkan keresahan akan peluang kerja dan keamanan serta jaminan kesejahteraan (Association of Chartered Certified Accountants, 2. Ketidakamanan pekerjaan mungkin menjadi perhatian terbesar mereka, tetapi itu tidak berarti mereka berniat menerima begitu saja pekerjaan apapun untuk 'bermain aman'. Permasalahan Mitra Berdasarkan hasil wawancara dengan guru produktif (Ketua Jurusa. bahwasanya mata pelajaran keuangan yang dipelajari siswa dan siswi OTKP tidak berlandaskan standarisasi tertentu. Sehingga siswa dan siswi OTKP membutuhkan tambahan pembekalan materi akuntansi dasar secara menyeluruh . iklus akuntans. Pengaruh lainnya atas tidak diterapkan standarisasi tertentu pada mata pelajaran keuangan, berupa standar output yang belum sesuai. Dimana standard output menyajikan minimalnya 5 . laporan keuangan, yakni laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi keuangan, arus kas dan catatan atas laporan keuangan sebagai aturan minimal pada SAK EMKM (Salmiah et al. , 2. Namun yang terjadi adalah pada mata pelajaran keuangan hanya menghasilkan laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan saja. Sedangkan laporan perubahan modal masuk pada materi mata pelajaran Selain itu dilakukan pulsa sesi wawancara kepada siswa dan siswi OTKP, dimana dihasilkan penjelasan bahwa masih banyak siswa dan siswi yang kesulitan untuk menganalisa transaksi kedalam satuan akun yang sesuai dan selanjutnya dicatat dalam jurnal umum. Sulitnya menyusun posisi saldo normal dan menentukan jumlah nominal yang tepat pada penyusunan jurnal perusahaan dagang pula menambah pernyatan terbuka siswa dan siswi OTKP. Selanjutnya berdasarkan hasil observasi data berupa daftar mata pelajaran dan kurikulum di SMK Negeri 1 Waringinkurung menjelaskan bahwa mata pelajaran yang buat memang bukan untuk kompetensi utama jurusan, namun perlu diingat kembali bahwa dengan mempelajari akuntansi secara utuh dapat meningkatkan kedisiplinan dan A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 57 ketelitian (Sugiarto & Emanuella, 2. Maka dirasa perlu dilakukan pemaparan kepada siswa dan siswi OTKP secara praktis dimulai dari analisa transaksi sampai dengan penyajian laporan keuangan melalui program studi aksi. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan studi aksi peningkatan literasi akuntansi dilakukan melalui tahapan: Pra pelaksanaan melalui proses wawancara dan pelajaran keuangan melalui proses wawancara dengan ketua jurusan OTKP, wawancara dengan siswa dan siswi kelas 12 OTKP dan observasi data kurikulum OTKP. Proses wawancara dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Dosen-dosen terkait mata pelajaran keuangan dari guru mahasiswa-mahasiswa pengabdi mengumpulkan informasi terkait mata pelajaran keuangan dari siswa dan siswi 12 OTKP secara random. Dosen-dosen pengabdi mendeskripsikan kondisi mata pelajaran keuangan. Dosen-dosen pengabdi merangkum hasil Pelaksanaan pendampingan pembelajaran siklus akuntansi Proses pemaparan literasi akuntansi dilakukan dalam kurun waktu 1 hari selama waktu mata pelajaran keuangan berlangsung, hal tersebut dilakukan mengingat jadwal kesibukkan siswa kelas 12 yang sedang mempersiapkan uji kompetensi OTKP. Pemaparan literasi akuntansi melalui penerapan siklus akuntansi dimulai dari penjelasan mengenai akuntansi penyajian saldo normal akun sampai dengan proses akuntansi selama 1 . kali siklus. Sedangkan pendampingan pembelajaran siklus akuntansi dilakukan dengan bantuan modul yang sudah dibuat secara efisien dan efektif mengingat waktu pelaksanaan yang minim. Pendampingan pembelajaran siklus akuntansi melalui modul dijelaskan oleh dosen pengabdi secara bergantian, dan mahasiswa pengabdi membantu siswa dan siswi jika sekiranya ada yang tertinggal penjelasan. Evaluasi merupakan pengumpulan data agar mampu menilai efektivitas prestasi manusia yang kemudian dihasilkan suatu keputusan (Indriastuti et al. , 2. dilakukan ialah melalui pretest dan post-test. Pretest dilakukan sejenak sebelum diberlakukannya pemaparan dan pelatihan praktis untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman siswa dan siswi 12 OTKP terhadap hasil belajarnya di sekolah. Post-test dilaksanakan setelah dilakukannya proses pemaparan dasar akuntansi dan pelatihan praktis. Indikator adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa dan siswi OTKP akan dasar akuntansi berstandarisasi dan penyusunan laporan keuangan (Salmiah et al. , 2. Kedua tes tersebut menggunakan bentuk pernyataan . dengan isi dan bentuk pernyataan yang sama serta menggunakan ukuran skala likert 1 = Sangat tidak tahu/sangat tidak paham, 2 = Tidak tahu/tidak paham, 3 = Cukup tahu/cukup paham, 4 = Tahu/paham dan 5 = Sangat tahu/sangat paham. PEMBAHASAN Tujuan dan Sasaran Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melalui studi aksi ini tentunya untuk menghasilkan informasi permasalahan yang dihadapi siswa dan siswi OTKP dalam mempelajari mata pelajaran keuangan dan kemungkinan disebabkan juga oleh kurikulum yang belum memenuhi standar capaian pembelajaran sehingga solusi untuk memberikan arahan yang tepat adalah melalui literasi akuntansi (Tabel . Literasi akuntansi menjadi media menyeluruh dimulai dari input, proses dan output sistem akuntansi. Tujuannya jelas untuk memberikan pemaparan mengenai proses akuntansi secara utuh dan hasilnya akan meningkatkan pengetahuan keuangan. Tabel 1. Jadwal PkM di SMKN 1 Waringinkurung No Proses Tgl 1 Pra Pelaksanaan: 06 Nov Observasi Pra Pelaksanaan: Merangkum menyusun modul yang sesuai capaian pembelajaran Pelaksanaan: Pemaparan materi dan Pendampingan pembelajaran melalui modul easy Pelaksanaan: Penyusunan laporan PkM 6-7 Nov 8 Nov 23 Nov Ket Seluruh Tim PkM - Ade NH - Tri WS - Ila LA - Irfan R - Salsa J - Siti AH Tim Dosen PkM - Ade NH - Tri WS Seluruh Tim PkM - Ade NH - Tri WS - Ila LA - Irfan R - Salsa J - Siti AH Tim Dosen - Ade NH - Tri WS A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 58 Sasaran pada program pengabdian ini berupa: Penyampaian literasi akuntansi kepada siswa dan siswi OTKP SMK Negeri 1 Waringinkurung. Evaluasi SMKN Waringinkurung. Adanya modul ajar yang bisa dikembang bersama untuk kepentingan pembelajaran dan Penjelasan Pra Pelaksanaan Proses No 1 Observasi dan wawancara, dilakukan oleh seluruh tim di SMK Negeri 1 Waringinkurung Kabupaten Serang dengan Ibu Jeni. Pd selaku guru produktif . etua jurusa. OTKP (Gambar . Informasi wawancara terkait satuan kurikulum kejuruan OTKP pada mata pelajaran keuangan. OTKP kelas 12 dipilih menjadi sasaran PkM karena diharapkan selain dapat meningkatkan literasi akuntansi pada mata pelajaran keuangan, juga dapat membuka hasanah keilmuan bagi calon lulusan tersebut. Gambar 1. Proses observasi dan wawancara Pada proses wawancara, tim melihat unsur kurikulum dan komposisi capaian pembelajaran mata pelajaran keuangan, sebagian besar proses siklus akuntansi sudah sesuai pendidikan dan keilmuan, namun masih ada porsi penyajian laporan keuangan yang belum dimasukkan ke dalam satuan materi pelajaran pada mata pelajaran keuangan. Proses No 2 Merangkum hasil observasi dan wawancara, diperoleh informasi terkait pembelajaran mata pelajaran keuangan yang terdiri atas siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang serta basic finance berupa materi ajar pengendalian kas kecil. Maka langkah selanjutnya adalah memuat literasi akuntansi sebagai stimulus siklus akuntansi utuh mulai dari proses analisa transaksi, mencatat jurnal umum, input kedalam buku besar umum dan menyusun laporan keuangan berupa laba rugi, perubahan modal dan posisi keuangan perusahaan dagang . Muatan listerasi akuntansi berupa siklus akuntansi utuh tersusun dalam modul dengan judul Eassy Accounting. Modul https://docs. com/document/d/1doppQC1h TAbt228QWvKZlpmy5d2MzGUL/edit?usp=sharing&ou id=117458858785022113930&rtpof=true&sd=true Isi dari modul adalah: Daftar isi. Pendahuluan, menyajikan pengertian akuntansi, pengertian tersebut, bentuk dan jenis transaksi, jenis dan ragam akun/rekening serta posisi saldo normalnya dan gambar siklus akuntansi perusahaan dagang. Latihan kasus, terdiri atas informasi perusahaan, informasi keuangan pembentukan modal awal, chart of account (COA) dan catatan transaksi periode berjalan. Kertas kerja tahap pencatatan berupa jurnal Kertas kerja tahap pengelompokkan akun berupa buku besar umum. Kerta kerja tahap pengikhtisaran akun berupa neraca uji coba. Kertas kerja tahap pelaporan berupa laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan posisi keuangan. Modul dibuat dengan seksama menyesuaikan pendidikan dan keilmuan. Penjelasan Pelaksanaan Proses No 3 Penyampaian literasi akuntansi dijadwalkan sesuai jam yang diizinkan oleh pihak sekolah dan dilakukan dilingkungan sekolah. Kelas 12 OTKP berjumlah 36 siswa dan siswi dengan komposisi 2 siswa dan 34 siswi. Penyampaian literasi akuntansi, terdiri atas: Pembukaan, penyampaian maksud dan tujuan literasi akuntansi kepada siswa dan siswi oleh tim dosen PkM dan sekaligus kolektif data mahasiswa PkM. Penyampaian materi literasi akuntansi oleh tim dosen pengabdi dengan susunan materi sebagai berikut: Penjelasan transaksi kedalam tahap pencatatan berupa jurnal umum oleh ibu Ade NH (Gambar . Pendahuluan yang dipaparkan oleh ibu Ade NH berupa pertanyaan dengan solusi jawaban agar memudahkan siswa dan siswi dalam merepresentasikan dan implementasi hasil pemaparan tersebut, pertanyaan solutif (Wayne A Label, 2. Apa itu akuntansi? A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 59 . Siapa saja yang menggunakan informasi . Bagaimana proses dan bentuk penyajian laporan keuangan? . Bagaimana perbedaan entitas jasa, dagang dan manufaktur dalam sebuah informasi Gambar 2. Proses pemaparan pendahuluan Kemudian masuk pada penjelasan untuk menambah pengetahuan siswa dan siswi atas manfaat apa akuntansi bagi siswa non akuntansi (DYSON. Hal tersebut penting disampaikan agar kelak secara kompeten siswa dan siswi mampu mendeskripsikan informasi keuangan yang berkaitan antara administrasi dengan produksi maupun Tahapan pencatatan berupa jurnal umum yang dijelaskan ibu Ade NH, berdasarkan sistem perpetual dan dilakukan dengan seksama setiap adanya transaksi dan cara mengisi akun sesuai kondisi transaksi serta penjelasan perhitungan nominal yang tepat. Kesulitan siswa dan siswi saat memilih akun dan menempatkan saldo normal akun dijelaskan sederhana mungkin menggunakan Bahasa Indonesia. Adapun latihan kasus sebagai berikut: Toko Sembaka. (Nama Panggila. memulai usaha pada bulan Desember 2022. Berikut datadata usaha yang dibutuhkan: Nama Barang: Beras 5Kg Beras 25Kg Gas LPG 3Kg Air Mineral Galon 19Liter Harga Beli: Beras 5Kg @ Rp 70. 000 berjumlah 20 Sak Beras 25Kg @ Rp 220. 000 berjumlah 20 Sak Gas LPG 3Kg @ Rp 22. 000 berjumlah 20 Tabung Air Mineral Galon 19Liter @ Rp 19. Gallon Harga Jual: Beras 5Kg @ Rp 75. Beras 25Kg @ Rp 245. Gas LPG 3Kg @ Rp 25. Air Mineral Galon @ Rp 23. Harga sewa toko selama 1 Tahun (Desember 2022 s/d November 2. Rp 4. Nilai kendaraan (Motor baran. Rp 35. Kas ditangan Rp 2. Persediaan barang dagang Rp 15. Informasi keuangan sebagai berikut: Tabel 2. Informasi Keuangan Latihan Soal Toko Sembakoa Neraca Saldo Periode 1 Desember 2022 Kode Nama Debit Kredit Akun Akun 00111 Kas 00114 Sewa Dibayar Dimuka 00115 Persediaan Rp 00124 Kendaraan Rp 00311 Modal Usaha Total Rp 44. 000 Rp 44. Berikut catatan transaksi periode berjalan: Tanggal 1 Desember 2022 Menerima penjualan barang dagang sebagai berikut: Beras 5Kg 5 Sak @ Rp 75. Air Mineral 5 Gallon @ Rp 23. Tanggal 5 Desember 2022 Membayar kebersihan Rp 20. Tanggal 10 Desember 2022 Menerima penjualan barang dagang sebagai berikut: Gas LPG 5 Tabung @ Rp 25. Beras 25Kg 5 Sak @ Rp 245. Tanggal 15 Desember 2022 Membeli dagang berupa: Gas LPG 5 Tabung @ Rp 22. Air Mineral 5 Gallon @ Rp 19. Tanggal 20 Desember 2022 Membayar senilai Rp 19. Tanggal 22 Desember 2022 Membayar senilai Rp 8. Tanggal 25 Desember 2022 Pemilik Toko Sembako a. mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi sebanyak Rp 200. Tanggal 28 Desember 2022 Menerima penjualan barang dagang secara kredit sebagai Beras 5Kg 10 Sak @ Rp 75. Beras 25Kg 5 Sak @ Rp 245. Gak LPG 10 Tabung @ Rp 25. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 60 Air Mineral 10 Gallon @ Rp 23. Tanggal 31 Desember 2022 Menerima pelunasan tanggal 28 Desember 2022. Tanggal 31 Desember 2022 Mencatat pembayaran sewa toko untuk bulan Desember Penjelasan tahap pengelompokkan akun pengikhtisaran akun berupa neraca uji coba dan penyusunan laporan keuangan oleh ibu Tri WS (Gambar . Gambar 4. Pendampingan Siswi 12 OTKP dalam penyelesaian latihan kasus siklus akuntansi Gambar 3. Proses pemaparan tahap pengelompokkan akun Ae pelaporan Pemaparan yang diberikan oleh ibu Tri WS terkait input hasil jurnal umum kedalam buku besar dilakukan dengan memberikan contoh salah satu akun yakni kas, karena kas memiliki piutang usaha dan penjualan. Setelahnya seluruh siswa dan siswi diminta untuk memindahkan . data hasil jurnal umum lainnya kedalam buku besar umum dan menghasilkan total saldo normal masingmasing akun. Selain itu, saldo akun yang telah di total akan disajikan dalam satuan format neraca uji Dimana susunan akun dilakukan secara bersama-sama dengan siswa dan Lalu masing-masing kelompok akun seperti penjualan, harga pokok penjualan dan beban-beban usaha dipindahkan ke dalam penyajian laporan laba rugi. Lalu kelompok akun modal awal pengurang modal berupa prive dan penambah modal berupa laba yang dihasilkan laporan laba pada laporan perubahan modal. Terakhir kelompok akun aset, utang dan modal akhir disajikan dalam laporan posisi keuangan. Sejalannya penyampaian materi tersebut tim mahasiswa PkM ikut mendampingi siswa dan Penutup, kegiatan literasi akuntansi ini ditutup dengan ungkapan terimakasih kepada siswa dan siswi 12 OTKP atas partisipasinya selama kegiatan berlangsung, serta kolektif data pemahaman dan pengetahuan setelah penyampaian berupa post-test oleh tim mahasiswa pengabdi sebagai acuan evaluasi program kerja PkM (Gambar . Gambar 5. Foto bersama siswa dan siswi kelas 12 OTKP SMKN 1 Waringinkurung Penyampaian hasil kegiatan kepada perwakilan SMKN 1 Waringinkurung. Selesainya kegiatan pemaparan literasi akuntansi dibahas dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, hasilnya rata-rata pemahaman siswa dan siswi sebelum pemaparan sudah cukup baik. Ini berarti kurikulum yang dibentuk sudah cukup sesuai pada pola praktis, namun secara teori masih terdapat sedikit kurang pemahaman. Lalu tim sampaikan rata-rata pemahaman terkait teori dan praktis siklus akuntansi oleh siswa dan siswi mengalami peningkatan. Disisi teori siswa dan siswi paham bahwa literasi akuntansi bagi siswa non akuntan bermanfaat cukup besar walaupun bukan bidang kompetensi utama. Dan disisi praktis pada pola penyajian laporan keuangan. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 61 sebagian besar siswa dan siswi mampu menyusun dengan tepat masing-masing lingkup laporan keuangan. Berikut gambar 6 tim dan pihak SMKN 1 waringinkurung atas berakhirnya Pada pernyataan 2, sejauhmana 35 siswa dan siswi mengetahui tentang posisi saldo normal akun?. Terdapat 3% siswa dan siswi yang sangat tahu, 11% cukup tahu, 71% kurang tahu dan 14% sangat kurang tahu. Ini membuktikan pernyataan terbuka siswa sebelumnya yang mengatakan bahwa kesulitan untuk melakukan penjurnalan karena kurangnya pengetahuan saldo normal akun yang menjadi syarat proses atau tahap pencatatan kedalam jurnal umum. Tabel 3. Hasil kuesioner pretest Pernyataan % Hasil Pernyataan Gambar 6. Foto usai kegiatan PkM Proses No 4 Tim PkM melakukan penyusunan laporan PkM study action: peningkatan literasi akuntansi dengan siswa non akuntansi, walaupun ada banyak dokumentasi yang tidak sempat didokumentasikan karena kesibukan mitra. Namun laporan PkM sudah rampung 100% dibantu mahasiswa-mahasiswa Sebelum menutup program pendampingan tersebut, tim melakukan pengumpulan hasil kegiatan program berupa dokumentasi foto dan dokumen yang diperlihatkan mitra pada tim. Penjelasan Evaluasi Selanjutnya dalam mencapai evaluasi PkM maupun peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa dan siswi SMKN 1 Waringinkurung. Tim melakukan Metode evaluasi yang dipergunakan yakni melalui kolektif data berupa kuesioner pretest yang dilakukan sebelum kegiatan pemaparan literasi akuntansi (Tabel . , serta kuesioner post-test setelah pemaparan selesai (Tabel . Saat PkM berlangsung jumlah peserta sebanyak 35 siswa dan siswi, terdapat 2 siswa dan 32 siswi . siswi Sehingga rasio siswa jumlah siswa dan siswi peserta PkM sebanyak 6% dan rasio siswi terhadap jumlah siswa dan siswi peserta PkM sebanyak 94%. Penjelasan Hasil PreTest Berdasarkan pernyataan 1, sejauhmana 35 siswa dan siswi memahami pengertian akuntansi dan Terdapat 9% siswa dan siswi yang memahami, 11% yang cukup memahami dan 80% yang kurang paham. Ini menjelaskan bahwa secara teori siswa dan siswi belum memahami keterkaitan antara teori akuntansi dengan prakteknya. Saya sudah paham mengenai pengerti0 9 11 80 0 proses akuntansi Saya sudah tahu 11 71 14 saldo normal akunakun Saya sudah mampu jurnal 0 14 14 14 0 Saya sudah mampu buku 0 6 71 57 23 besar umum Saya sudah mampu neraca 0 0 29 43 29 Saya sudah mampu 31 54 9 mencari laba rugi Saya sudah mampu perubahan modal Saya sudah mampu posisi 0 0 17 46 37 Keterangan: = Sangat Paham/Tahu/Mampu = Paham/Tahu/Mampu = Cukup Paham/Tahu/Mampu = Kurang Paham/Tahun/Mampu = Sangat Kurang Paham/Tahu/Mampu Pada pernyataan 3, sejauhmana 35 siswa dan siswi mampu mencatat transaksi kedalam jurnal umum? Terdapat 14% siswa dan siswi yang mampu, 71% yang cukup mampu, 14% kurang mampu. Hal ini justru bertolak belakang dengan pernyataan 2, ada hal yang perlu digali kembali pada proses belajar mengajar sehingga siswa dan siswi berhasil pengetahuan mengenai saldo normal akun. Pada pernyataan 4, sejauhmana 35 siswa dan siswi mampu menginput buku besar umum?. Terdapat A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 62 6% siswa dan siswi yang mampu, 14% yang cukup mampu, 57% kurang mampu dan 23% sangat kurang mampu. Dari tahapan ini, siswa dan siswi kesulitan untuk menginput saldo setiap transaksi dengan tepat dan teliti serta cepat. Pada pernyataan 5, sejauh mana siswa dan siswi mampu menyusun neraca saldo atau neraca uji Terdapat 29% siswa dan siswi yang cukup mampu, 43% yang kurang mampu dan 29% yang sangat kurang mampu. Dalam hal tersebut selaras dengan kurangnya pengetahuan siswa dan siswi terhadap susunan kelompok akun dan saldo normal Pada pernyataan 6, sejauh mana siswa dan siswi mampu mencari laba rugi dan menyusunnya ke dalam sebuah laporan?. Terdapat 6% siswa dan siswi yang mampu, 31% yang cukup mampu, 54% kurang mampu dan 9% sangat kurang mampu. Kemudian pernyataan 7, sejauh mana siswa dan siswi mampu menyusun perubahan modal?. Terdapat 9% siswa dan siswi yang cukup mampu, 60% yang kurang mampu dan 31% sangat kurang Selanjutnya pernyataan 8, sejauh mana siswa dan siswi mampu menyusun posisi keuangan?. Terdapat 17% siswa dan siswi yang cukup mampu, 46% yang kurang mampu dan 37% sangat kurang Ini dapat dijelaskan bahwa siswa dan siswi belum terbiasa untuk memisahkan total saldo masing-masing akun pada neraca uji coba ke dalam sebuah laporan keuangan, dan terlebih lagi pernyataan siswa dan siswi akan materi perubahan modal dipelajari dimatapelajaran kewirausahaan. Penjelasan Hasil Post Test Berdasarkan pernyataan 1, sejauhmana 35 siswa pengertian akuntansi dan tahapan serta proses akuntansi secara keseluruhan?. Terdapat 3% siswa dan siswi yang sangat memahami, 66% yang memahami, 29% yang cukup paham dan 9% kurang paham. Pada pernyataan 2, sejauhmana 35 siswa dan siswi setelah pemaparan mengetahui tentang posisi saldo normal akun?. Terdapat 57% siswa dan siswi yang tahu, 34% cukup tahu dan 9% kurang tahu. Pada pernyataan 3, sejauhmana 35 siswa dan siswi setelah pemaparan mampu mencatat transaksi kedalam jurnal umum? Terdapat 17% siswa dan siswi yang sangat mampu, 49% yang mampu dan 34% cukup mampu. Pada pernyataan 4, sejauhmana 35 siswa dan siswi setelah pemaparan mampu menginput buku besar Terdapat 31% siswa dan siswi yang mampu, 60% yang cukup mampu dan 9% kurang mampu. Pada pernyataan 5, sejauh mana siswa dan siswi setelah pemaparan mampu menyusun neraca saldo atau neraca uji coba?. Terdapat 46% siswa dan siswi yang mampu, 31% yang cukup mampu dan 23% yang kurang mampu. Pada pernyataan 6, sejauh mana siswa dan siswi setelah pemaparan mampu mencari laba rugi dan menyusunnya ke dalam sebuah laporan?. Terdapat 3% siswa dan siswi yang mampu, 54% yang cukup mampu dan 43% kurang mampu. Kemudian pernyataan 7, sejauh mana siswa dan siswi mampu menyusun perubahan modal?. Terdapat 14% siswa dan siswi yang mampu, 46% yang cukup mampu, 31% yang kurang mampu dan 9% yang sangat kurang mampu. Selanjutnya pernyataan 8, sejauh mana siswa dan siswi mampu menyusun posisi Terdapat 31% siswa dan siswi yang mampu, 37% yang cukup mampu, 20% kurang mampu dan 11% yang sangat kurang mampu. Tabel 4. Hasil kuesioner post-test Pernyataan % Hasil Pernyataan Saya sudah paham pengertian, tahap 3 66 29 3 Saya sudah tahu 57 34 9 saldo normal akunakun Saya sudah mampu jurnal 17 49 34 0 Saya sudah mampu 31 60 9 besar umum Saya sudah mampu menyusun neraca 0 46 31 23 0 Saya sudah mampu 54 43 0 mencari laba rugi Saya sudah mampu 14 46 31 9 perubahan modal Saya sudah mampu 31 37 20 11 Keterangan: = Sangat Paham/Tahu/Mampu = Paham/Tahu/Mampu = Cukup Paham/Tahu/Mampu = Kurang Paham/Tahun/Mampu = Sangat Kurang Paham/Tahu/Mampu Untuk memperjelas progress kegiatan berdampak pada peningkatan literasi akuntansi siswa dan siswi. A 2024 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Hasanah, dkk. Jurnal Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan. Volume 6 Nomor 1. Bulan Maret Tahun 2024 : Halaman 63 maka perlu dilakukan perbandingan hasil pretest dan post-test. Tabel 5. Perbandingan Post Test dan Post-Test Pernyataan Naik Turun Naik Hasil Perbandingan Naik Naik Turun Naik Naik Turun Naik Turun Turun Naik Naik Turun49% Naik Naik Turun Turun Naik Turun Naik Naik Turun Naik Naik Turun Turun Turun Turun Turun Turun Turun Penjelasan Perbandingan PreTest dan Post-Test Pada pernyataan tingkat pemahaman 35 siswa dan siswi SMKN 1 Waringinkurung terhadap pengertian dan proses serta tahapan akuntansi mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan karena dijelaskan melalui teori berdasarkan asas manfaat laporan keuangan bagi pekerjaan dan usaha. Pernyataan 2 secara signifikan mengalami kenaikan walaupun sempat ada penurunan 3% atau setara dengan 1 siswa, namun 34 siswa lainnya sudah tahu kelompok akun dan jenis-jenis akun serta letak saldo Pernyataan 3 pula mengalami kenaikan yang stabil, dari tingkat pengetahuan akan akun maka otomatis 35 siswa dan siswi akan memahami cara menganalisa transaksi dan mencatatnya kedalam jurnal umum. Pernyataan 4 dimana catatan dalam jurnal setiap akun harus diinput pada kolom akun masing-masing, 35 siswa dan siswi mengalami peningkatan kemampuan input data buku besar. Pernyataan 5 secara signifikan 35 siswa dan siswi mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun neraca uji coba. Pernyataan 6 35 siswa dan siswi mengalami kenaikan yang minim akan kemampuan penyusunan laporan laba rugi berbasis perpetual. Pernyataan 7 secara signifikan 35 siswa dan siswi mengalami kenaikan akan kemampuan menyusun laporan perubahan modal. Dan pernyataan 8 menjelaskan meningkatnya kemampuan 35 siswa dan siswi dalam menyusun laporan posisi keuangan dan paham akan perbedaannya dengan neraca uji coba (Tabel . Manfaat Kegiatan Setelah peningkatan pengetahuan dasar akuntansi . dan pemahaman penyusunan laporan keuangan sesuai standar minimum. Sesuai dengan target hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pengertian, tahap serta proses akuntansi berdasarkan standar EMKM, peningkatan pengetahuan posisi saldo normal akun-akun perusahaan dagang, peningkatan kemampuan dalam mencatat jurnal umum, kemampuan input dan menghasilkan saldo buku besar, peningkatan kemampuan menyusun neraca saldo awal, meski mengalami penurunan kemampuan penyusunan laporan laba rugi dikarenakan adanya perbedaan bentuk laporan laba rugi perusahaan jasa maupun dagang secara aturan standar, namun pada penyusunan laporan perubahan modal siswa dan siswi justru mengalami peningkatan kemampuan, serta untuk pertama kalinya siswa dan siswi mampu mengikuti pengetahuan tambahan berupa laporan arus kas. Beberapa saran berkembang dan menjadi masukan bagi tim PkM. Selanjutnya dapat dilakukan pelatihan literasi keuangan sesuai SAK Indonesia pada pendidikan kejuruan menengah agar lulusan SMK mampu mengikuti pendidikan lanjut pada jurusan akuntansi di perguruan tinggi. Adanya kerjasama penyusunan buku-buku soal yang sesuai praktik lapangan antara dosen PkM dengan guru pengajar maupun dengan guru produktif. DAFTAR PUSTAKA