IMPLEMTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Akhmad Gafuri STIT Darul Ulum Kotabaru e-mail: akhmadgafuri72@gmail. ABSTRACT This study aims to examine the application of Pancasila values in daily activities. It employs a literature review method to analyze how Pancasila values are implemented in the daily lives of Indonesian society. This method involves collecting and analyzing relevant literature, including books, scholarly articles, and official documents from the past five years. The research focuses on understanding, teaching, and applying Pancasila values within social, economic, and cultural contexts, as well as the factors influencing their implementation. The analysis aims to provide a comprehensive understanding of the role of Pancasila and recommendations to strengthen its implementation in the future. The findings suggest that Pancasila, as the foundational ideology of Indonesia, serves to guide societal life with the noble values of each principle. In the era of globalization and technological advancement, the challenges to implementing Pancasila are increasing. Therefore, it is crucial for the younger generation, especially in elementary schools, to internalize Pancasila values. These values include belief in the Almighty God, respect for human rights, national unity, the Pancasila democratic system, and social justice. Pancasila education plays a vital role in shaping national character and guiding daily behavior. The implementation of these values in environmental management is highly relevant, encompassing environmental care, the right to a healthy environment, and partnerships between the community, business sector, and KEYWORD: Pancasila Values. Daily Life ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan seharihari masyarakat Indonesia. Metode ini melibatkan pengumpulan dan analisis literatur relevan, termasuk buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi dari lima tahun terakhir. Penelitian fokus pada pemahaman, pengajaran, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks sosial, ekonomi, dan budaya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya. Hasil analisis bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang peran Pancasila dan rekomendasi untuk memperkuat implementasinya di masa depan. Hasil analisis bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia berfungsi untuk membimbing kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai luhur dari setiap sila. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan terhadap penerapan Pancasila semakin besar. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda, khususnya di sekolah dasar, untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut meliputi keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penghargaan terhadap hak asasi manusia, persatuan bangsa, sistem demokrasi Pancasila, dan keadilan sosial. Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter bangsa dan mengarahkan perilaku sehari-hari. Implementasi nilai-nilai ini dalam pengelolaan lingkungan hidup sangat relevan, termasuk perawatan lingkungan, hak atas lingkungan sehat, dan kemitraan antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. KATA KUNCI Nilai-Nilai Pancasila. Kehidupan Sehari Hari INFO ARTIKEL CORRESPONDING AUTHOR Sejarah Artikel: Diterima: 10 Maret 2024 Direvisi: 17 Maret 2024 Disetujui: 24 Maret 2024 Akhamd Gafuri STIT Darul Ulum Kotabaru Kalimantan Selatan akhmadgafuri72@gmail. Vol. No. Maret 2024 IMPLEMTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Halaman | 26 PENDAHULUAN Pancasila sering dianggap sebagai sesuatu yang sakral, di mana setiap warga negara diharapkan untuk menghafal dan mematuhi semua isi yang terkandung di dalamnya. Namun, sebagian besar warga negara Indonesia hanya melihat Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi semata, tanpa memahami makna dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari (Erlina, 2. Padahal, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat berguna dan memiliki banyak manfaat jika diterapkan. Banyak penyimpangan atau kesalahan yang terjadi sebenarnya disebabkan oleh kurangnya pengamalan nilainilai Pancasila. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami Pancasila, tidak hanya dari segi pengetahuan, tetapi juga dalam mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter, yang bertujuan untuk mewujudkan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, sangat relevan dengan realitas yang berkembang saat ini di lembaga-lembaga pendidikan. Mengingat perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia saat ini, pendidikan karakter yang efektif harus mencakup tidak hanya aspek pengetahuan moral, tetapi juga kemampuan untuk merasakan dan menumbuhkan moralitas, serta menerapkan perilaku yang baik (Putri et al. , 2. Sebagai warga negara yang baik, kita harus memahami bahwa Pancasila adalah ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi seluruh masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara etimologis, kata "Pancasila" berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "panca" yang berarti "lima" dan "sila" yang berarti "dasar," sehingga Pancasila dapat diartikan sebagai "lima dasar. " Pancasila menjadi dasar pandangan hidup masyarakat Indonesia yang mencakup lima sila, yang isinya mencerminkan identitas bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh manusia Indonesia (Huda, 2. Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia tidak lepas dari peran penting tokohtokoh seperti Bung Karno. Soepomo. Moh. Yamin, dan para pendiri bangsa lainnya yang tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang mengadakan sidang pada 29 Mei Ae 1 Juni 1945 untuk menyiapkan dasar negara. Indonesia merupakan negara yang berdiri di atas keberagaman, dengan Pancasila sebagai landasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat. Alinea ini mengandung pernyataan yuridis tentang dasar negara dalam kalimat "Dengan Berdasarkan KepadaAy (Suryatni, 2. Sebagai bangsa, kita harus bersyukur atas karunia kemerdekaan dan Pancasila sebagai dasar negara, yang menunjukkan sikap positif terhadap pentingnya Pancasila serta menjelaskan tujuan dan fungsinya sebagai falsafah negara. Dalam perjalanan sejarah, nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup telah terwujud dalam kehidupan masyarakat bahkan sebelum Pancasila dirumuskan sebagai dasar negara dalam suatu sistem nilai. Nilai-nilai ini, seperti kepercayaan kepada Tuhan, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan solidaritas, sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara (Sulistya et al. , 2. Pancasila mengandung tiga nilai utama. Pertama adalah nilai dasar, yang mencakup cita-cita, ideide, konsep, dan tujuan yang telah ada sejak perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Nilai dasar ini bersifat hakiki dan tidak akan berubah seiring berjalannya waktu. Kedua adalah nilai instrumental, yang berhubungan dengan kebijakan, strategi, dan program yang lebih kontekstual, sesuai dengan kondisi dan kurun waktu tertentu. Nilai instrumental ini memaparkan cara untuk mencapai nilai Ketiga adalah nilai praksis, yang mencakup operasionalisasi, realitas, dan konkretisasi nilai dasar dan nilai instrumental dalam kehidupan sehari-hari, serta bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan perkembangan zaman (Ramdani et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilainilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari. METODE Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Metode ini Vol. No. Maret 2024 IMPLEMTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Halaman | 27 melibatkan pengumpulan, peninjauan, dan analisis kritis terhadap berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang terkait dengan Pancasila. Langkah pertama adalah mengidentifikasi dan mengumpulkan literatur yang berhubungan dengan topik penelitian, terutama sumber-sumber yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Setelah literatur terkumpul, peneliti melakukan analisis mendalam untuk memahami bagaimana nilainilai Pancasila dipahami, diajarkan, dan diterapkan dalam berbagai konteks sosial, ekonomi, dan Selain itu, peneliti juga meneliti faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis ini kemudian disintesis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari berbagai literatur serta membandingkan pandangan dan temuan dari sumber-sumber tersebut. Peneliti juga melakukan evaluasi kritis terhadap literatur yang telah dianalisis, dengan tujuan menilai kekuatan dan kelemahan implementasi nilai-nilai Pancasila serta mengidentifikasi peluang untuk penguatan implementasi di masa depan. Berdasarkan hasil analisis dan sintesis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran dan pengaruh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia, serta memberikan rekomendasi strategi untuk memperkuat implementasi nilai-nilai tersebut HASIL DAN PEMBAHASAN Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila Pancasila merupakan landasan tertinggi dalam tata kenegaraan Republik Indonesia, berfungsi sebagai ideologi yang membimbing kehidupan masyarakat dengan mengimplementasikan nilai-nilai luhur dari setiap sila. Dalam perkembangannya. Pancasila menghadapi berbagai tantangan akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era globalisasi. Kemajuan ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, budaya, politik, adat istiadat, dan dunia pendidikan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi eksistensi Pancasila di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, anakanak sekolah dasar, sebagai generasi penerus bangsa, perlu mampu menerapkan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mereka. Pendidikan menjadi sarana penting untuk membangun karakter bangsa yang berkualitas dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila secara efektif (Adha & Susanto, 2. Dalam Dictionary of Sociology, nilai didefinisikan sebagai kemampuan yang diyakini ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia, dan pada dasarnya nilai adalah sifat yang melekat pada objek, bukan objek itu sendiri (Ayu et al. , 2. Dengan kata lain, sesuatu dikatakan mengandung nilai jika terdapat sifat atau kualitas tertentu yang melekat pada objek tersebut (Dewantara et al. , 2. Oleh karena itu, sila-sila Pancasila pada hakikatnya merupakan nilai-nilai yang seharusnya melekat pada diri bangsa Indonesia sebagai suatu kesatuan. Pancasila, yang muncul dari kepribadian bangsa Indonesia, berfungsi untuk menyatukan berbagai keragaman di Indonesia, seperti perbedaan agama, adat istiadat, suku, pulau, dan warna kulit. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila mencerminkan jati diri bangsa Indonesia dan seharusnya menjadi bagian integral dari setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan lima sila yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Pancasila mencerminkan kepribadian bangsa yang mendasari kehidupan bermasyarakat dan bernegara (Utari et , 2. Penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan dasar-dasar filosofis yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan bahwa Indonesia mengakui dan mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta, sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dasar ini menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama atau kepercayaannya, yang mencerminkan pentingnya hidup damai, rukun, dan saling menghormati antar pemeluk agama di tengah keberagaman suku dan agama di Indonesia (Fahrizal, 2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab menekankan pentingnya internasionalisme dan peri kemanusiaan, yang mengakui hak-hak dasar manusia tanpa perbedaan, dan menentang penjajahan serta penindasan, sebagaimana terlihat dalam dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina (Yanuar et al. , 2. Sila Persatuan Indonesia menuntut setiap warga negara untuk memupuk persatuan tanpa membedakan suku, golongan, atau agama, dengan tujuan menciptakan persaudaraan yang kuat di antara bangsa-bangsa di dunia (Zai, 2. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Vol. No. Maret 2024 IMPLEMTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Halaman | 28 Permusyawaratan/Perwakilan mencerminkan bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi Pancasila, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat, yang diwujudkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah nasional (Alhafizh et al. , 2. Terakhir. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan pentingnya keadilan dalam semua aspek kehidupan, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur tanpa penindasan, sesuai dengan prinsip kesejahteraan yang tercantum dalam UUD 1945 (Muslimin, 2. Nilai-nilai Pancasila ini tidak hanya menjadi landasan ideologi bangsa, tetapi juga menjadi panduan dalam perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia, yang dapat diimplementasikan melalui pendidikan sebagai sarana pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa (Mahpudz, 2. Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari Di tengah arus globalisasi, implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan informasi. Generasi milenial, yang sangat dekat dengan teknologi, menggunakan perangkat digital dalam komunikasi dan interaksi sosial mereka, yang kemudian membentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan mereka. Pancasila, sebagai landasan ideologi bangsa Indonesia, menjadi alat pemersatu bagi bangsa yang beragam. Nilai-nilai Pancasila, yang meliputi Ketuhanan. Kemanusiaan. Persatuan. Kerakyatan, dan Keadilan, berfungsi sebagai pedoman dalam mengatur sikap dan perilaku sehari-hari masyarakat Indonesia. Untuk menjaga, merawat, dan mengamalkan nilai-nilai ini, pendidikan Pancasila menjadi sangat penting. Pendidikan Pancasila dapat menjadi sarana pembentukan karakter manusia Indonesia, mengingat bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan memiliki peran besar dalam perkembangan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat, dalam mencapai keberhasilan dan kemajuan (Asmaroini, 2. Nilai-nilai Pancasila, dari Sila I hingga Sila V, perlu diimplementasikan dalam setiap aktivitas pengelolaan lingkungan hidup. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung nilai religius yang mencakup keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu dengan sifat-sifat sempurna seperti Maha Kuasa. Maha Pengasih. Maha Adil, dan Maha Bijaksana. Contoh penerapannya termasuk merawat tumbuhan dan menjaga kebersihan lingkungan. Dalam Islam, hal ini diperkuat dengan ajaran bahwa Allah tidak menyukai kerusakan di bumi, tetapi lebih menyukai orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik (Anggraini et al. , 2. Lingkungan hidup Indonesia, sebagai anugerah Tuhan, harus dilestarikan dan dikembangkan untuk mendukung kualitas hidup dan keberlanjutan (Sulianti et al. , 2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mencakup nilai-nilai kemanusiaan yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia serta hak dan kewajiban asasinya. Penerapannya dapat dilihat dari kepedulian terhadap hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat, informasi lingkungan, dan partisipasi dalam pengelolaan lingkungan sesuai dengan hukum yang berlaku. Contoh praktis meliputi pengendalian polusi udara, pelestarian tumbuhan, dan gerakan penghijauan. Penjabaran nilai-nilai ini diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997, khususnya dalam Pasal 5, 6, dan 7, yang menegaskan hak setiap orang atas lingkungan yang baik, informasi lingkungan, dan peran dalam pengelolaan lingkungan (Damanhuri et al. , 2. Sila Persatuan Indonesia mencakup nilai persatuan bangsa yang harus diperhatikan dalam aspek seperti patriotisme, pengakuan terhadap keberagaman suku dan budaya, serta nasionalisme. Penerapannya meliputi inventarisasi dan pengembangan nilai tradisional dalam kebijakan dan pengendalian pembangunan lingkungan, serta penyuluhan tentang nilai-nilai tradisional dan agama untuk melindungi sumber daya dan lingkungan (Resmana & Dewi, 2. Dalam Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, terkandung nilai-nilai kerakyatan yang menekankan pada beberapa aspek penting. Pertama, penting untuk mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kedua, perlu ada kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Ketiga, harus terjalin kemitraan yang solid antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dalam upaya pelestarian daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (Aryani et al. , 2. Sementara itu. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung Vol. No. Maret 2024 IMPLEMTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Halaman | 29 nilai keadilan sosial yang penting diterapkan dalam ketentuan hukum terkait lingkungan hidup. Misalnya. Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) mencakup aspek pengelolaan lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya alam, yang menegaskan perlunya keadilan sosial dalam konteks lingkungan (Hariyanto, 2. KESIMPULAN Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia berfungsi untuk membimbing kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai luhur dari setiap sila. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan terhadap penerapan Pancasila semakin besar. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda, khususnya di sekolah dasar, untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut meliputi keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penghargaan terhadap hak asasi manusia, persatuan bangsa, sistem demokrasi Pancasila, dan keadilan sosial. Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter bangsa dan mengarahkan perilaku sehari-hari. Implementasi nilainilai ini dalam pengelolaan lingkungan hidup sangat relevan, termasuk perawatan lingkungan, hak atas lingkungan sehat, dan kemitraan antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. REFERENSI