E-ISSN: 2549-1776 P-ISSN: 2549-3124 Vol. No. February 2024, pp. DOI: 10. 22373/adabiya. Fenomena Korean Wave pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh Muhammad Yunus Ahmad1. Irwan2. Ruhamah3. Nurul Izatul Jannah4. Ida Hasanah5. Radja Fadlul Arabi6 1, 3, 4, 5, 6 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Universitas Serambi Mekkah Coresspondence Email: Muhammadyunusahmad08@gmail. Article Info Article history: Received: December 20, 2023 Accepted: January 27, 2023 Published: February 13, 2024 Keywords: Korean Wave. Influence. Student. Banda Aceh City. Kata Kunci: Korean Wave. Influence. Mahasiswa. Kota Banda Aceh. ABSTRACT This research discusses the phenomenon of the development of Korean culture among students in the city of Banda Aceh, and how students respond and view the phenomenon of Korean Wafe. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data collection method is through observation, interview, and The results of this study indicate that Korean Wave spreads through social media which is currently loved by many teenagers, many factors influence the interest in K-Wave such as fashion styles, music colors, beauty products, and others. The various impacts of K-Wave include increasing the enthusiasm for learning foreign languages, working hard, making money by selling merchandise, and others. as for the negative impacts, namely spending money to buy useless items, and excessive halu. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang fenomena perkembangan budaya Korea di kalangan mahasiswa di kota Banda Aceh, dan Bagaimana respon dan pandangan mahasiswa terhadap gejala Korean Wafe ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa bisa menerima, dan terpengaruh dengan budaya Korea. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Korean Wave menyebar melalui sosial media yang saat ini banyak digandrungi oleh remaja, banyaknya faktor yang mempengaruhi ketertarikan terhadap K-Wave seperti fashion style, warna musik, produk kecantikan, dan Dampak dari K-Wave yang beragam diantaranya adalah meningkatkan semangat belajar bahasa asing, kerja keras, menghasilkan uang dengan menjual merchandise, dan lainnya. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Korean Wave (K-Wav. atau disebut juga dengan Hallyu meupakan sebuah istilah pada budaya populer Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara, khususnya Indonesia (Arindanyts, 2. Budaya Korea Selatan ini menjual kebudayaan dengan memadukan kehidupan tradisional dan modern saat ini melalui media yaitu film, : https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh musik, gaya hidup, industri hiburan seperti Korean Drama dan kosmetik kecantikan yang mereka punya. Korean Wave bukan hanya sekedar perluasan industri negara saja, namun telah menjadi kekuatan tersendiri bagi Korea Selatan di bidang industri film. K-Pop, dan juga industri kosmetik. Di Indonesia, fenomena Hallyu atau "Gelombang Korea" diawali oleh penayangan serial drama Korea (K-Dram. di salah satu stasiun televisi. Pada awalnya. K-Drama ditayangkan di Indonesia pada akhir tahun 2000-an melalui stasiun televisi swasta. Drama Korea yang pertama kali ditayangkan di Indonesia adalah serial drama populer seperti "Winter Sonata" dan "Endless Love" yang meraih kesuksesan besar di negara tersebut. Ketika K-Drama mulai ditayangkan, minat masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea tumbuh dengan cepat. Drama Korea menarik perhatian penonton karena alur cerita yang menarik, akting yang baik, serta kehadiran aktor dan aktris yang tampan dan cantik. Hal ini membuat K-Drama menjadi tontonan menarik diminati oleh berbagai kalangan, termasuk perempuan dan remaja di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, popularitas K-Drama semakin berkembang pesat di Indonesia, dan fenomena Hallyu juga semakin meluas ke bidang-bidang lain seperti Korean Pop (K-Po. , fashion Korea, makanan Korea, dan kecantikan Korea. K-Pop menjadi sangat populer di kalangan anak muda di Indonesia, dengan banyaknya grup musik K-Pop yang memiliki penggemar fanatik di Indonesia. Pengaruh budaya Korea melalui K-Drama dan K-Pop telah menciptakan hubungan budaya yang erat antara Indonesia dan Korea Selatan. Para penggemar K-Drama dan K-Pop di Indonesia aktif dalam berpartisipasi dalam acara fan meeting, konser, dan berinteraksi dengan para idola Korea melalui media sosial. Penayangan K-Drama di televisi telah menjadi pintu masuk bagi budaya Korea ke masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu aspek penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Korea ke seluruh dunia (Catherine Valenciana, 2. Teknologi media memainkan peran penting dalam penyebaran budaya Korea Selatan, termasuk K-Drama. K-Pop, dan berbagai aspek budaya lainnya. Perkembangan dan kemajuan teknologi, terutama dalam bidang telekomunikasi, memberi dampak positif yang signifikan dalam memperluas jangkauan dan popularitas budaya Korea di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Masyarakat di semua kalangan dapat dengan mudah memperoleh informasi baik dari dalam negeri dan luar negeri, selain itu perkembangan dan kemajuan teknologi juga mempermudah dalam penyebaran budaya luar terhadap masyarakat Indonesia. Internet menjadi sarana utama bagi penyebaran budaya Korea. Platform streaming video seperti YouTube. Netflix. Viki, dan Viu memberikan akses mudah bagi penggemar di seluruh dunia untuk menonton K-Drama dan konten K-Pop secara legal dan cepat. Melalui Media sosial seperti Twitter. Instagram, dan TikTok memungkinkan para selebritas, artis, dan grup K-Pop dapat berinteraksi langsung dengan penggemar di seluruh dunia. Melalui media social juga para penggemar dapat berpartisipasi dalam tren dan acara spesial, serta berbagi dukungan dan cinta kepada idola mereka. Dengan kemajuan teknologi, batas-batas geografis semakin memudar, dan budaya Korea Selatan dapat dengan mudah diakses dan dinikmati oleh orang-orang di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi pertukaran budaya yang saling menguntungkan dan meningkatkan pemahaman lintas budaya antara Korea Selatan dan negara-negara lain. Melihat bagaimana budaya Korea Selatan yang berkembang dengan begitu pesat, hingga sampai ke Kota Banda Aceh dan juga sekitarnya, sehingga banyak diminati oleh semua kalangan baik itu remaja, anak-anak, dan juga orangtua. Dari fenomena di atas, penulis tertarik mencari jawaban tentang. Bagaimana mahasiswa ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 112 Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh mengenal Korean Wave, dan bagaimana bentuk pengaruh dari Korean Wave, serta bagaimana perspektif mahasiswa mengenai Korean Wave? Selanjutnya dalam Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan yang berjudul AuDampak Korean Wave (Hally. Bagi Budaya Indonesia Sebagai Dampak dari Globalisasi MediaAy yang ditulis oleh Winda Kustiawan. Erwan Efendi. Wahyu Candra. Putri Rahmadhani Zein (Winda Kustiawa. Jurnal ini membahas gelombang budaya Korea dalam proses asimilasi . embauran satu kebudayaan yang disertai dengan hilangnya satu kebudayan asl. pada budaya Indonesia terutama di kalangan remaja dan dewasa. Jenis-jenis kebudayaan Korea Selatan yang bertebaran di dunia maupun Indonesia, diantaranya musik Kpop (Korean Po. , kuliner Korea Selatan, fashion, dan bahasa Korea Selatan. Dampak positif yang dapat dilihat dari kebudayaan menabung, belajar membuka usaha, menambah pengalaman dan teman. Dampak negatif juga dapat dilihat dari hidup boros, menimbulkan fanwar, cenderung mencintai kebudayaan Korea Selatan dibandingkan kebudayaan sendiri. Ketiga dalam jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi yang berjudul AuPerkembangan Korean Culture di Kota Jambi Masa Reformasi . Ay yang diulis oleh Akil Al-Habro. Ali Nur Alfian. Reka Seprina (Al-Habro. Alfiana, & Seprina. Jurnal ini berhasil menunjukkan bahwa Korean Culture telah sukses berkembang di Jambi sejak masuknya Korean Wave ke Indonesia yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok negeri. Korean Wave dapat diterima oleh sebahagian besar masyarakat Jambi, seperti K-Drama, produk kecantikan Korea. K-pop. K-Food. K-Style, bahsa Korea, dan teknologi Korea. Keempat dalam artikel yang berjudul AuHallyu: Tren Budaya Populer Drama KoreaAy yang ditulis oleh Fazrian Noor Romadhon (Romadhon, 2. Artikel ini menunjukkan bahwa Drama Korea berhasil menjadi salah satu alternative media budaya popular yang ditentukan oleh jumlah penonton. Setiap penonton memiliki tujuan tersendiri ketika menonton drama Korea diantaranya mulai dari penasaran, mengikuti tren, hingga memperoleh pelajaran baru dari drama Korea yang bisa diambil ke dalam kehidupan seharihari. Demikian pula suatu budaya popular tidak hanya dipandang sebagai hal komersil, melainkan perubahan suatu individu . dari apa yang ditampilkan dalam drama Korea. Korean Wave merupakan gelombang Korea kedua untuk menyebut fenomena meledaknya popularitas produk Korea seperti K-pop. K-Food. K-Style dan K-Drama. Korean Wave yang penulis maksud disini adalah popularitas K-Wave yang terjadi di wilayah Banda Aceh yang di rasakan oleh mahasiswa. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu metode penelitian yang menghasilkan suatu data deskriptif dari sumber-sumber data dan perilaku yang diamati (Fadhallah, 2. Sumber data primer adalah sumber data yang utama yang penulis peroleh melalui sumber aslinya dengan cara observasi di lapangan dan hasil wawancara/kuisioner dengan responden. Sumber data sekunder merupakan data pendukung yang penulis peroleh dari jurnal dan artikel yang di akses secara online. Teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis participant observer, dimana penulis terlibat langsung di dalamnya dan penulis juga turun langsung ke lapangan guna melihat dan meninjau fenomena yang terjadi di lapangan. Wawancara dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh informasi, serta dengan kesediaan responden untuk menjawab setiap pertanyaan yang telah disediakan ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh oleh penulis. Pada penelitian ini, penulis menggunakan kuisioner sebagai alat wawancara dan penulis mewawancarai beberapa orang mahasiswa yang ada di lingkungan UIN ArRaniry Banda Aceh. Dokumentasi merupakan proses penulis dalam merekam, menulis, dan menyimpan data melalui gambar dengan media kamrea dan handphone. Dokumentasi berperan sebagai alat pelengkap dari hasil observasi dan wawancara, sehingga data-data akan Dalam setiap penelitian tentu saja membutuhkan rujukan terdahulu sebagai acuan untuk mengembangkan yang telah ada, dalam hal ini telah banyak artikel, jurnal yang membahas mengenai budaya Korean Wave. Seperti dalam skripsi yang ditulis oleh Aldis Peristiwi Dari dengan judul AuPersepsi Generasi Millenial Di Aceh Terhadap Pengaruh KWave Dalam Konteks Soft Diplomacy (Studi Kasus: Universitas Syiah Kuala Dan Universitas Islam Negeri Ar-Ranir. Ay (Pertiwis, 2. Dalam skripsinya Aldis mengungkapkan dipengaruhi oleh K-wave, banyak generasi milenial di Aceh yang mengubah pakaian dan gaya hidup agar sesuai dengan K-style. Tak heran, karena perubahan sosial di kalangan milenial Aceh saat ini, banyak milenial Aceh yang mencoba menyerap budaya Korea dan berimprovisasi menjadi bagian dari budaya Aceh sendiri sehingga memunculkan identitas baru di kalangan. HASIL DAN DISKUSI Perkembangan Korean Wave di Banda Aceh Korean Wave atau gelombang popularitas yang mengacu pada produk Korea yang Banyak inovasi-inovasi baru bagi industri kosmetik dan industri hiburan seperti musik, film, drama, animasi, dan games. Gelombang Korea yang terjadi di Indonesia berawal dari drama Korea, sejak saat itu Indonesia juga semakin akrab dengan berbagai hal yang berbau Korea. Perkembangan Budaya Korea tidak terlepas dari pengaruh dan adaptasi dari budaya internasional, termasuk budaya Barat, yang menghasilkan kreativitas dan inovasi dalam industri hiburan Korea. Keanekaragaman budaya Korea, budaya Korea memiliki sejarah yang kaya dan beragam dengan unsur-unsur tradisional yang khas. Namun, dengan pengaruh global, termasuk budaya Barat, budaya Korea mengalami evolusi dan transformasi sehingga menciptakan campuran budaya yang menarik dan populer. Identitas budaya Korea yang kuat, meskipun budaya Korea terpengaruh oleh budaya Barat dan Asia, negara ini telah berhasil mempertahankan identitas budaya yang kuat dan unik. Penggabungan elemen budaya dari berbagai sumber ini telah menciptakan "Korean Wave" atau Hallyu, yang mengglobal dan meningkatkan popularitas budaya Korea di seluruh dunia (Ardia, 2. Di Banda Aceh, perkembangan budaya Korea ini mulai masuk di lingkungan remaja melalui platform media sosial yaitu You Tube. Twitter. Face Book dan juga Instagram. Remaja wanita banyak menghabiskan waktunya di rumah dengan menonton . Drama Korea atau menonton siaran langsung boyband kesukaan mereka, seperti EXO. BTS. NCT dan lain sebagainya. Dalam penyebarannya, para remaja memperkenalkan langsung dan menunjukkan tentang K-Pop kepada orang lain. Sehingga timbul rasa penasaran tentang Korean Wave ini. Secara tidak langsung, menimbulkan daya tarik terhadap Budaya Korea ini (Hasil Observasi , 2. Remaja tertarik dengan perkembangan budaya Korea di Banda Aceh melalui Fashion Style. Banyak remaja wanita yang sering menggunakan pakain yang identik dengan budaya Korea. Seperti. Twins Blouse, straight jeans dengan bagian luar kemeja bewarna putih, dan masih banyak Fashion Style islami ala hijab kekinian yang sering digunakan remaja wanita di Kota Banda Aceh. Melihat bagaimana style korea dengan gaya yang super kekinian, ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 114 Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh otomatis akan membuat daya tarik tersendiri bagi kalangan remaja wanita di Kota Banda Aceh, sehingga para remaja wanita akan sedikit mencari tahu tentang Fashion Style korea Menurut hasil wawancara dengan Allya salah seorang mahasiswa di Banda Aceh, bahwa Korean Wave ini dapat memperluas wawasan mengenai negara lain yaitu Korea Selatan. Allya berpendapat bahwa kemajuan teknologi dan banyaknya penggemar grup musik asal negeri Ginseng tersebut di Indonesia yang memperluas penyebaran budaya Korea di Indonesia terkhusus di Banda Aceh (Fahria, 2. Pendapat Allya tentang Korean Wave dan penyebaran budaya Korea di Indonesia, khususnya di Banda Aceh, mencerminkan dampak positif yang telah dihasilkan oleh popularitas budaya Korea di dunia internasional. Beberapa poin penting yang dapat diambil dari pendapatnya adalah: Memperluas Wawasan: Korean Wave telah membuka akses bagi banyak orang di Indonesia, termasuk di Banda Aceh, untuk lebih memahami dan mengenal negara lain, yaitu Korea Selatan. Melalui K-Drama. K-Pop, dan konten budaya Korea lainnya, masyarakat Indonesia memiliki kesempatan untuk melihat dan memahami aspek-aspek budaya dan kehidupan di Korea Selatan. Kemajuan Teknologi: Kemajuan teknologi, terutama di bidang telekomunikasi dan internet, telah memainkan peran kunci dalam menyebarkan budaya Korea di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Akses mudah melalui platform streaming, media sosial, dan situs web telah memungkinkan penyebaran budaya Korea dengan cepat dan efektif. Banyaknya Penggemar K-Pop telah menjadi fenomena global yang luar biasa, dan Indonesia bukanlah pengecualian. Banyaknya penggemar K-Pop di Indonesia, termasuk di Banda Aceh, telah berkontribusi dalam meningkatkan popularitas budaya Korea dan menarik minat lebih banyak orang untuk mengenal aspek-aspek budaya negara tersebut. Pengaruh di Banda Aceh: Meskipun Banda Aceh merupakan wilayah yang jauh dari pusat budaya populer di Indonesia, seperti Jakarta atau Surabaya, pengaruh Korean Wave telah mencapai wilayah tersebut. Ini menunjukkan bahwa popularitas budaya Korea telah merambah ke berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan daya tarik universal dari KDrama dan K-Pop. Dalam kesimpulannya. Korean Wave telah memberikan kontribusi positif dalam memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia, termasuk di Banda Aceh, mengenai budaya Korea Selatan. Pengaruh teknologi dan antusiasme penggemar K-Pop telah mempercepat penyebaran budaya Korea di negara ini, dan fenomena ini terus berkembang pesat di masa kini. Selain itu, penyebaran budaya Korea saat ini sudah tidak asing lagi di jumpai, banyaknya orang-orang yang memiliki bisnis kuliner bernuansa Korea yang ada di pinggir Hal ini tentu saja salah satu dampak dari K-Food yang saat ini sangat banyak digemari oleh setiap kalangan terutama remaja dan orang dewasa. Tidak hanya itu, media sosial yang juga sangat berperan penting terhadap penyebaran budaya Korea di Banda Aceh. Media sosial mempermudah K-Wave berkontribusi besar terhadap industri global dan membawa kegembiraan bagi banyak orang di seluruh dunia (Mursyida, 2. Kegembiraan yang dirasakan oleh orang-orang dituangkan dalam berbagai ekspresi baik di sosial media maupun di kehidupan nyata. Terhadap Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketertarikan Seseorang Budaya Korea Pengaruh budaya Korea terhadap mahasiswa tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara berikut merupakan ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh beberapa faktor yang mempengaruhi ketertarikan sesorang terhadap budaya Korea, diantaranya pertama fashion style yang menarik dimana Korea Selatan dikenal dengan fashion style modern, stylish, dan unik. Mode pakaian Korea sering kali menggabungkan gaya yang santai namun tetap elegan. Banyak orang tertarik pada tren fashion Korea karena tampilannya yang menarik dan inovatif. Kedua, budaya yang beragam dan unik hal ini dikarenakan Korea Selatan memiliki budaya yang kaya dan beragam, yang mencakup tradisi, kepercayaan, bahasa, seni, dan banyak lagi. Budaya yang unik ini menarik minat orang untuk lebih memahami dan mengeksplorasi aspek-aspek budaya Korea. Ketiga, musik yang unik dan berbeda hal ini ditinjau dari K-Pop, musik pop Korea, telah menjadi fenomena global dengan ciri khas musik yang catchy, tarian yang energik, dan visual yang menarik. Gaya musik yang berbeda dan inovatif dari K-Pop telah menarik perhatian banyak orang dari berbagai negara. Keempat. Performa Live Musik yang spektakuler seperti pada konser K-Pop dan penampilan live musik dari artis Korea sering kali disajikan dengan produksi spektakuler, panggung yang megah, dan koreografi yang menakjubkan. Hal ini menciptakan pengalaman unik bagi para penonton dan meningkatkan daya tarik budaya Korea. Kelima, memiliki jenis-jenis makanan yang unik. Makanan Korea menawarkan beragam hidangan yang unik dengan citarasa yang khas, seperti kimchi, bulgogi, tteokbokki, dan banyak lagi. Keunikan kuliner Korea ini telah menjadi daya tarik bagi banyak orang yang ingin mencicipi makanan Korea atau korean food. Keenam, produk kosmetik yang menawarkan kecantikan. Industri kosmetik Korea telah menjadi terkenal dengan produk-produk berkualitas tinggi dan inovatif. Korean beauty (K-Beaut. menawarkan berbagai produk perawatan kulit dan makeup yang menarik minat banyak orang yang tertarik pada tren kecantikan Korea. Semua faktor ini telah berperan dalam meningkatkan ketertarikan orang terhadap budaya Korea dan telah menciptakan fenomena Korean Wave yang begitu kuat di berbagai belahan dunia. Daya tarik budaya Korea yang unik dan inovatif terus menarik perhatian dan menciptakan pengaruh yang positif dalam skala global (Risma, 2. Pengaruh Korean Wave Terhadap Mahasiswa di Banda Aceh Dengan adanya berbagai faktor penyebaran Korean Wave di Kota Banda Aceh, menimbulkan pengaruh besar terhadap pelajar dan mahasiswa yang sedikit lebih condong kepada musik K-Pop dibandingkan musik tanah air. Hal ini, membuat dampak negative dan juga positive kepada pelajar dan mahasiswa di Kota Banda Aceh saat ini: Adapun faktor positif Korean Wave di kalangan pelajar dan mahasiswa Kota Banda Aceh ada beberapa hal (Salsabila, 2. , diantaranya meningkatkan semangat belajar bahasa asing, budaya baru, dan toleransi, meningkatkan semangat bekerja dalam mencapai sesuatu, mengembangakan pola pikir yang baru, minat untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, sebagai sumber penghasilan . enjual merchandis. , memiliki jaringan pertemanan yang luas, menemukan hobi baru dengan menjadi penggemar k-pop, memberikan hiburan dari makna lagu-lagu yang disampaikan. Perkembangan Korean Wave di Indonesia khususnya di Aceh telah mempengaruhi dan menginspirasi generasi muda Indonesia dalam banyak hal, termasuk dalam gaya hidup, mode, musik, dan kecantikan. Beberapa dampak dari Korean Wave terhadap generasi muda Indonesia. Pertama, mode dan gaya hidup. Popularitas K-Drama dan K-Pop telah mempengaruhi tren mode dan gaya hidup di kalangan generasi muda. Banyak anak muda yang terinspirasi oleh gaya berpakaian aktor dan aktris Korea dalam drama, serta gaya para idol K-Pop. Mereka mulai mengadopsi gaya pakaian Korea yang modern, stylish, dan ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 116 Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh Kedua, musik dan tarian. Musik K-Pop yang energetik dan tarian yang koreografi yang menarik telah memengaruhi banyak remaja untuk meniru gerakan tarian dan menyanyikan lagu-lagu K-Pop. Banyak sekolah dan komunitas yang membentuk grup tari K-Pop atau mengadakan acara karaoke K-Pop. Ketiga, kecantikan dan kosmetik. Korean beauty (K-Beaut. telah menjadi tren besar di kalangan generasi muda Indonesia. Produk kosmetik Korea yang terkenal dengan inovasi dan kualitasnya telah digemari dan diikuti oleh banyak remaja untuk mencapai tampilan kecantikan ala Korea. Keempat, bahasa dan budaya Korea. Ketertarikan terhadap Korean Wave juga telah mendorong banyak orang untuk belajar bahasa Korea dan memahami lebih dalam tentang budaya Korea. Banyak remaja yang bersemangat untuk belajar bahasa Korea agar bisa lebih menghayati lirik lagu K-Pop atau memahami dialog dalam K-Drama. Kelima, aktivitas dan acara K-Pop. Popularitas Korean Wave telah mendorong semakin banyaknya konser K-Pop, fan meeting, dan acara-acara terkait K-Pop di Indonesia. Generasi muda sering berpartisipasi dalam acara ini sebagai penggemar setia atau bahkan sebagai anggota fanbase (Zahidi, 2. Perkembangan Korean Wave di Indonesia telah menciptakan hubungan yang kuat antara masyarakat Indonesia dan budaya Korea. Daya tarik dan inspirasi dari budaya Korea telah membuka peluang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi dan mengenal lebih dalam tentang budaya Korea, serta membawa suasana segar dalam gaya hidup dan tren mode di Indonesia. Ketika ada dampak positif, maka akan ada juga dampak negatif Korean Wave dikalangan mahasiswa di Kota Banda Aceh. Penulis sudah merangkum beberapa dampak negative K-Pop sebagai berikut: Membuang uang untuk hal yang sia-sia Terkadang, remaja yang menyukai K-Pop rela membuang uang mereka untuk figuran atau barang-barang yang tidak berguna untuk kepuasan pribadi mereka, tanpa memikirkan manfaat barang yang mereka beli itu tidak berguna. Penulis disini tidak mengatakan salah atas perbuatan yang mereka lakukan (Mufira, 2. Akan tetapi, uang yang mereka buang itu masih banyak hal lain yang diperlukan untuk kehidupannya. Namun, penting untuk diingatkan bahwa keuangan pribadi dan tanggung jawab keuangan tetap harus menjadi prioritas bagi siapa pun, termasuk para remaja penggemar KPop. Menghabiskan uang secara berlebihan untuk figuran atau merchandise yang tidak berguna dapat menyebabkan konsekuensi finansial yang merugikan, terutama jika uang tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan dasar atau tabungan masa depan. Sebagai penggemar, ada baiknya untuk mempertimbangkan keseimbangan antara mendukung idol favorit dan memastikan keuangan pribadi tetap terjaga dengan baik. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan termasuk: Buatlah anggaran, tetapkan batas maksimal untuk berapa banyak uang yang ingin dihabiskan untuk merchandise atau figurin K-Pop dalam jangka waktu tertentu. Pastikan anggaran tersebut realistis dan sesuai dengan kondisi keuangan. Prioritaskan kebutuhan, pastikan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, pendidikan, dan lainnya sebelum mengalokasikan uang untuk barang-barang non-esensial. Pahami nilai barang, sebelum membeli figurin atau merchandise, pertimbangkan apakah barang tersebut memiliki nilai sentimental atau kolektor yang tinggi. Jika tidak, pertimbangkan kembali apakah benar-benar membutuhkannya. Alternatif yang lebih terjangkau, pertimbangkan untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau, seperti merchandise yang lebih sederhana atau barang-barang yang tidak resmi, jika ingin memuaskan keinginan sebagai penggemar. Tabungkan uang, jika benar-benar ingin memiliki figurin atau barang tertentu, pertimbangkan untuk menabung uang dari waktu ke ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh waktu hingga memiliki cukup dana untuk membelinya tanpa mengorbankan keuangan Sikap bijaksana dalam mengelola keuangan pribadi akan membantu penggemar KPop atau siapa pun untuk tetap mendukung idol favorit mereka tanpa harus mengorbankan kebutuhan atau kestabilan finansial. Penting untuk menyadari bahwa menjadi penggemar KPop dan mengekspresikan dukungan tidak selalu harus bermuara pada pengeluaran uang yang besar. dukungan dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, termasuk mendengarkan musik mereka secara streaming, mendukung di media sosial, atau hadir di konser atau acara resmi ketika memungkinkan. Penting untuk menyadari dan menghadapi dampak negatif dari Korean Wave dengan Mahasiswa perlu menjaga keseimbangan antara minat mereka dalam budaya Korea dengan tanggung jawab akademik dan kesehatan mental. Selain itu, menghargai dan memahami budaya lokal juga penting dalam memperkaya identitas dan warisan budaya Fanatisme Menurut pandangan responden, selama menyukai K-Pop banyak orang dari fandom . elompok penggema. yang fanatik sehingga itu membuat kericuhan dan mengganggu ketenangan pribadi. Banyak yang mengagumi idola secara berlebihan dan turut ikut campur dalam ranah pribadinya, pada hal-hal tersebut bisa saja mengganggu idolnya tetapi ada sebagian oknum yang ketika idolnya melakukan kesalahan . dan di dasari oleh fakta, sebagian oknum tersebut tidak bisa menerima sehingga membuat mereka bisa playing victim, toxic, bahkan mereka bisa mengumbar data pribadi . al ini ada sebagian oknum dari fans-fans yang tidak terima apabila ada oknum yang mengganggu ranah idol dan fandomny. dan doxing. Mayoritas penggemar K-Pop adalah individu yang menghargai dan mendukung idol mereka dengan cara yang positif dan sehat. Namun, setiap komunitas besar akan memiliki sejumlah kecil oknum yang berperilaku tidak pantas atau bahkan melampaui batas. Penting bagi penggemar dan komunitas untuk bersama-sama menghadapi perilaku negatif ini dan mempromosikan lingkungan yang sehat dan menghargai batas-batas pribadi. Selain itu, pihak manajemen idol juga memiliki peran penting dalam melindungi privasi dan keselamatan idol mereka serta mengedukasi para penggemar tentang etika dan perilaku yang Halu yang berlebihan Kebanyakan remaja wanita di Kota Banda Aceh, sering membayangkan idol atau BIAS mereka sebagai pacar dan juga suami impiannya. Mereka rela mengadu argumen dan berebut kekasih khayalan mereka kepada sesama penggemar K-Pop, bahkan ada kasus yang sedang trending di Twitter, seorang penggemar K-Pop yang dituntut penggemar lain karena menghina idol mereka. Kasus di mana seorang penggemar K-Pop dituntut oleh penggemar lain karena menghina idol mereka juga mencerminkan betapa seriusnya beberapa penggemar dalam melindungi dan mempertahankan idol mereka. Penggemar yang menghina atau menyerang idol atau fandom lain dapat menyebabkan ketegangan dan konflik diantara penggemar, dan hal ini bisa menjadi perhatian serius bagi manajemen dan perusahaan yang mengelola grup idola tersebut. Dalam situasi seperti ini, penting bagi para penggemar dan komunitas untuk mengedepankan etika dan sikap yang baik, menghargai perasaan orang lain, dan menghindari perilaku yang merugikan dan memicu konflik. Semua orang berhak untuk memiliki pandangan dan kesukaan yang berbeda, dan menghargai keragaman ini penting ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 118 Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh dalam membangun lingkungan yang positif dan inklusif di dalam fandom K-Pop maupun komunitas penggemar lainnya. Budaya dan Masyarakat Budaya tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial dan masyarakat. Budaya mencakup nilai-nilai, norma, kepercayaan, serta cara hidup dan berinteraksi dengan orang lain yang menjadi bagian dari identitas suatu kelompok atau masyarakat. Budaya juga meliputi cara berpikir, berperilaku, serta berkomunikasi antara satu sama lain. Ketika membicarakan tentang sosial, hal itu berhubungan erat dengan bagaimana masyarakat membentuk dan memelihara pola hubungan antara individu-individu dan kelompok dalam lingkup sosial mereka. Budaya juga mempengaruhi pembentukan sistem moral dan aturan-aturan yang mengatur perilaku anggota masyarakat, sehingga dapat menjaga kohesi dan harmoni dalam kelompok tersebut. Dalam konteks ini, kepercayaan dan tujuan hidup masyarakat juga terkait dengan budaya yang diwariskan dan dihayati oleh anggota masyarakat. Kepercayaan bisa berupa agama, mitos, atau nilai-nilai yang diyakini sebagai panduan hidup. Tujuan hidup masyarakat akan tercermin dalam nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan orientasi mereka dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Budaya dan sosial saling berpengaruh dan saling melengkapi satu sama lain. Budaya membentuk struktur sosial dan masyarakat, sementara masyarakat menjaga keberlanjutan dan penyebaran budaya dari generasi ke generasi. Keduanya memiliki peran penting dalam membentuk identitas kolektif dan mempengaruhi pola perilaku serta cara berpikir anggota masyarakat (Syam, 2. Masyarakat Aceh dan budaya Korea memiliki perbedaan yang signifikan karena merupakan dua kelompok masyarakat yang berasal dari wilayah yang berbeda, dengan latar belakang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang unik. Oleh karena itu sebagai pemuda generasi bangsa untuk menyaring budaya-budaya luar yang dengan mudah diakses di sosial media. Hal ini dikarenakan sebagai pemilik budaya sudah seharusnya menjaga apa yang telah ada dan sudah sewajarnya untuk melestarikan budaya lokal. Penerimaan terhadap budaya luar tidak disalahkan, apabila tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang ada. Adopsi atau penerimaan elemen budaya dari luar tidak selalu buruk, karena interaksi budaya dapat memperkaya dan memperluas wawasan masyarakat. Pertukaran budaya dapat membawa manfaat seperti peningkatan dalam seni, musik, kuliner, teknologi, dan gagasan Namun, sangat penting untuk memastikan bahwa penerimaan terhadap budaya luar tidak mengakibatkan hilangnya atau dilupakan nilai-nilai budaya lokal yang sudah ada. Perspektif Mahasiswa Terhadap Budaya Korea di Aceh Berdasarkan hasil wawancara secara online dengan beberapa mahasiswa yang ada di Banda Aceh, penulis mengumpulkan beberapa perspektif dari kalangan mahasiswa. Diantaranya adalah sebagai berikut: Berdasarkan wawancara online dengan Rita Faradilla, ia mengatakan bahwa. AuMasuknya budaya Korea ke Aceh ini merupakan salah satu action yang sangat mudah ditiru oleh masyarakat Indonesia khususnya Aceh dimana budaya Korea tersebut dapat memberikan pengaruh negatif terhadap masyarakat kalangan Aceh karena budaya Korea yang dapat berupa fashion, karakter, maupun gaya hidup mereka sangat jauh berbeda dengan kehidupan kita sebagai umat muslim. Maka dari itu banyak muda-mudi Aceh terpengaruh dengan budaya Korea yang bagi mereka itu adalah sebuah trend. Ay (Faradilla, 2. Pendapat Rita Faradilla dalam hasil wawancara tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap pengaruh budaya Korea yang masuk ke Aceh dan dampaknya pada masyarakat, terutama bagi kalangan muda. Beberapa poin yang perlu diperhatikan dari pernyataannya ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh adalah kemudahan tertiru, pengaruh Korean Wave dan popularitas budaya Korea yang masuk ke Aceh memudahkan masyarakat untuk meniru berbagai aspek budaya Korea, termasuk fashion, karakter, dan gaya hidup. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan budaya dan mengubah pola hidup masyarakat di Aceh. Rita Faradilla menekankan bahwa pengaruh budaya Korea dapat memiliki dampak negatif pada masyarakat Aceh. Perbedaan antara budaya Korea dan budaya Aceh, terutama dalam konteks keagamaan dan nilai-nilai budaya, dapat menimbulkan konflik nilai dan pengaruh pada gaya hidup, perubahan gaya hidup yang terjadi akibat adopsi budaya Korea dapat membawa perubahan pada pola konsumsi, aktivitas sosial, dan pandangan terhadap hal-hal tertentu, ini bisa mempengaruhi nilai-nilai dan tradisi lokal yang ada di Aceh. Trend yang diikuti oleh muda-mudi Aceh. Rita Faradilla menunjukkan bahwa banyak kalangan muda-mudi Aceh yang terpengaruh oleh tren budaya Korea. Kecenderungan untuk mengikuti tren ini bisa menjadi sangat dominan di kalangan remaja dan mahasiswa, sehingga mempengaruhi perilaku dan pilihan mereka. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dengan Salsabila. Aukalau di lihat dari segi makan, fashion cukup positif, karena banyak dari kalangan remaja sekarang mengikuti, gaya atau ala" Korean, oleh karena itu dari sudut pandang ekonomi bisa sedikit membantu peningkatan ekonomi, dikarenakan, bisa merintis usaha seperti makanan,style ala" korea, yang mana sekarang banyak diminati masyarakat Aceh khusus dikalangan para remaja dan anak muda" (Salsabila, 2. Pendapat yang disampaikan oleh Salsabila, dalam menyoroti beberapa aspek positif dari pengaruh budaya Korea, terutama dalam hal makanan dan fashion, terutama bagi kalangan remaja di Aceh. Beberapa poin penting dari pernyataannya adalah pengaruh positif pada makanan dan fashion, pengaruh Korean Wave telah menciptakan minat yang besar di kalangan remaja terhadap makanan dan fashion ala Korea. Banyak remaja yang tertarik untuk mencoba makanan Korea dan mengadopsi gaya berpakaian ala Korea, yang dapat menciptakan keberagaman kuliner dan mode di Aceh. Peluang ekonomi, dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan dan fashion ala Korea, ini membuka peluang bagi kalangan muda, terutama remaja dan anak muda, untuk merintis usaha kuliner atau bisnis fashion dengan tema Korea, dapat memberikan kontribusi pada perekonomian lokal dan membuka lapangan kerja bagi mereka yang tertarik dalam bidang ini. Penyegaran dalam tren konsumsi, adopsi budaya Korea dalam makanan dan fashion membawa penyegaran dalam tren konsumsi di Aceh. Masyarakat dapat menikmati variasi kuliner dan pilihan fashion yang berbeda dari budaya lokal mereka, memberikan pengalaman yang berbeda dan menarik bagi para konsumen. Daya tarik untuk kalangan remaja dan anak muda, pengaruh budaya Korea yang positif ini khususnya menarik bagi kalangan remaja dan anak muda di Aceh. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap tren dan budaya asing, sehingga mempengaruhi minat mereka dalam mencoba dan mengadopsi elemen budaya Korea. Namun, perlu diingat bahwa mengikuti tren dan mengadopsi aspek budaya Korea, penting bagi kalangan remaja di Aceh untuk tetap mempertahankan identitas budaya sendiri dan menghargai nilai-nilai dan tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas. Dalam memanfaatkan peluang ekonomi juga harus mempertimbangkan bisnis yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang ada di lingkungannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Nabila Rahmah, ia mengatakan bahwa. Aukalau makanan Korea aku suka sih, karena makanan Korea itu unik kan. Tapi jangan lupa juga makanan-makanan Aceh gitu. Ay (Hairunnisa, 2. Pernyataan dari Nabila Rahmah dalam hasil wawancara menunjukkan kesadaran dan penghargaan yang positif terhadap budaya Korea dan makanan Korea, namun tetap ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index 120 Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh diimbangi dengan cinta dan kebanggaan terhadap makanan-makanan tradisional dari Aceh. Beberapa poin yang dapat ditarik dari pernyataannya adalah Nabila Rahmah menyatakan bahwa dia menyukai makanan Korea karena dianggap unik. Makanan Korea memang dikenal dengan variasi hidangan yang berbeda dan citarasa yang khas, yang menarik minat banyak orang dari berbagai negara. Meskipun ia menyukai makanan Korea. Nabila Rahmah tetap mengingatkan dirinya untuk tidak melupakan makanan-makanan tradisional dari Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa dia memiliki kesadaran dan penghargaan terhadap budaya dan warisan kuliner lokalnya. Pernyataan Nabila Rahmah juga mencerminkan rasa cinta dan kebanggaannya terhadap makanan-makanan khas Aceh. Penting untuk mempertahankan dan mempromosikan budaya lokal, termasuk kuliner, sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang berharga. Pendekatan Nabila Rahmah yang menghargai dan menyukai makanan Korea sambil tetap mencintai dan mengenali makanan tradisional Aceh adalah contoh yang baik tentang bagaimana masyarakat dapat memperkaya pengalaman kuliner mereka dengan menggali variasi makanan dari berbagai budaya, sambil tetap menjaga identitas dan keunikan budaya mereka sendiri. Hal ini juga mencerminkan bagaimana penerimaan dan penghargaan terhadap keberagaman budaya dapat menciptakan rasa saling menghargai dan menghormati Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa di Banda Aceh, terdapat perspektif yang berbeda mengenai pengaruh budaya Korea di kalangan muda Aceh. Rita Faradilla mengekspresikan kekhawatiran bahwa masuknya budaya Korea ke Aceh dapat memberikan pengaruh negatif terutama pada kalangan muda. Dia menyatakan bahwa banyak muda-mudi Aceh yang terpengaruh oleh tren budaya Korea, yang bagi mereka merupakan sebuah trend. Rita merasa bahwa perbedaan budaya Korea dengan budaya Aceh, terutama dalam konteks keagamaan dan nilai-nilai budaya, dapat menyebabkan konflik nilai dan Di sisi lain. Salsabila melihat adopsi budaya Korea dari sudut pandang ekonomi yang Dia mengatakan bahwa banyak kalangan remaja di Aceh yang mengikuti gaya atau ala Korean dalam makanan dan fashion, dan ini bisa membantu merintis usaha seperti makanan atau bisnis fashion dengan tema Korea, sehingga memberikan kontribusi pada perekonomian lokal. Nabila Rahmah, pada sisi lainnya, menunjukkan kesadaran dan penghargaan yang positif terhadap budaya Korea dan makanan Korea. Meskipun menyukai makanan Korea, ia juga mengingatkan pentingnya tidak melupakan makanan-makanan tradisional Aceh dan mempertahankan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang Pandangan yang berbeda ini mencerminkan kompleksitas dan keragaman pandangan di kalangan muda Aceh terhadap pengaruh budaya Korea. Penting untuk mengakui bahwa adopsi budaya asing dapat membawa dampak yang kompleks, baik positif maupun negatif, tergantung pada cara masyarakat merespons dan menghadapinya. Terbuka terhadap berbagai perspektif dan menghargai nilai-nilai budaya lokal dapat membantu menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati dalam menghadapi keberagaman budaya dan tren global. KESIMPULAN Korean Wave adalah sebuah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya Korea atau gelombang Korea secara global di berbagai negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia atau tau secara singkat terpusat pada perkembangan globalisasi budaya Korea. Di Banda Aceh, fenomena gelombang Korea melanda generasi muda umumnys melalui drama Korea atau ournal homepage: https://jurnal. ar-raniry. id/index. php/adabiya/index Fenomena Korean Wave Pada Kehidupan Mahasiswa di Kota Banda Aceh disebut K-Drama dan musik Pop Korea atau yang lebih dikenal dengan K-Pop. Dampak positif dari perkembangan K-Pop menjadi inspirasi fashion, inspirasi bekerja keras bagi kalangan mahasiswa di Banda Aceh, dampak negatifnya dapat menghabiskan uang, dan halusinasi berlebihan. Adanya perbedaan pandangan mencerminkan kompleksitas dan keragaman pandangan di kalangan muda Aceh terhadap pengaruh budaya Korea. Penting untuk mengakui bahwa adopsi budaya asing dapat membawa dampak yang kompleks, baik positif maupun negatif, tergantung pada cara masyarakat merespons dan menghadapinya. Terbuka terhadap berbagai perspektif dan menghargai nilai-nilai budaya lokal dapat membantu menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati dalam menghadapi keberagaman budaya dan tren global. REFERENCES