Jurnal Bindo Sastra 1 . : 79Ae86 ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Yanti Sariasih STKIP Nurul Huda Sukaraja OKU Timur yanti_sariasih@yahoo. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan kajian pragmatik. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja berusia 16 tahun berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap. Penelitian ini juga menggunakan teknik catat dan dibantu dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam. Hasil penelitian ini adalah . Tindak tutur asertif bentuk mengklaim, mengeluh, menyatakan, jenis tindak tutur direktif bentuk bertanya, memerintah, meminta, jenis tindak tutur ekspresif bentuk pujian, mengkritik, rasa senang, jenis tindak tutur deklarasi bentuk pernyataan benar, tidak setuju, dan setuju. Jenis tindak tutur komisif tidak ditemukan dalam penelitian ini, hal tersebut disebabkan oleh situasi tutur. Situasi tutur pada saat peristiwa tutur berlangsung tidak mendukung atau mendorong penutur untuk melakukan tindak tutur yang akan melibatkan dirinya pada beberapa tindakan akan datang, misalnya berjanji, bersumpah, dan memanjatkan . Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, selain adanya tindak tutur ilokusioner dalam penelitian ini juga ditemukan jenis tindak tutur yang lain. Jenis tindak tutur yang ditemukan, yaitu tindak tutur lokusioner, tindak tutur tidak literal, dan tindak tutur tidak langsung. Kata kunci: tindak tutur, bahasa komering, pragmatik. Abstract The purpose of this study is to describe the form and type of speech acts of ilokusi Komering village of Tanjung Baru District Tanjung Lubuk Ogan Komering Ilir Regency based on pragmatic study. The sample in this study is 16-year-old adolescents amounted to 30 people. Data collection techniques used by researchers in this study is a technique of free libat cakap. This research also uses the technique of record and assisted by advanced technique in the form of recording technique. The results of this study are . Aclaim speech acts claiming, complaining, declaring, the type of speech act directive form of asking, commanding, asking, the type of expressive speech acts form of praise, criticize, pleasure, the type of speech acts declaration form true statement, . And agree. The type of commissive speech act is not found in this study, it is caused by the speech situation. The speech situation at the time of the speech event does not support or encourage speakers to perform speech acts that will involve themselves on some upcoming action, such as promise, swear, and pray . Based on the analysis that has been done, in addition to the act of speech of ilokusioner in this research also found other type of speech act. Types of speech acts found, namely acts speech lokusioner, speech acts are not literal, and act of indirect Keywords: speech, komering, pragmatic. APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang pAeISSN : 2549-5305 eAeISSN: 2579-7379 Pendahuluan Bahasa mempunyai fungsi yang penting bagi manusia, terutama fungsi komunikatif (Tarigan, 2009:. Bahasa merupakan salah satu budaya manusia yang sangat tinggi nilainya karena dengan bahasa berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tanpa kehadiran bahasa, manusia tidak akan dapat saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Kerja sama antarmanusia juga hampir mustahil dilakukan dengan optimal bilamana bahasa tidak benar-benar hadir sebagai peranti komunikasi dan interaksi. Bahasa juga merupakan salah satu ciri yang membedakan manusia dengan makhluk sosial lain. Di dalam kehidupan bermasyarakat, sebenarnya manusia dapat menggunakan alat komunikasi lain selain merupakan alat komunikasi yang paling baik diantara alatAealat komunikasi lainnya. Apalagi bila dibandingkan dengan alat komunikasi yang digunakan makhluk sosial lain, yakni hewan. Bahasa dapat menimbulkan beberapa macam perbedaan antara pemakai bahasa, sesuai dengan kebudayaan dan daerah itu sendiri yang mempunyai ciri khas berbeda. Bahasa juga arah perilaku Bahasa daerah sebagai komponen keberdayaan bangsa Indonesia yang hidup dan terus berkembang. Bahasa daerah merupakan aset kebudayaan Indonesia yang harus dijaga. Fungsi dan kedudukan bahasa daerah sangat penting, sehingga di dalam UUD 1945, bab XV, pasal 36 berbunyi AuBahasa-bahasa daerah yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik akan dihormati dan dipelihara juga oleh negaraAy, karena bahasa itu merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup. Bahasa daerah penting pula untuk usaha dan program pengembangan, serta pembakuan bahasa Indonesia. Dalam perkembangan dan pembangunan ini, bahasa daerah sangat diperlukan untuk memperkaya bahasa Indonesia terutama dalam kosa kata. Bahasa daerah, termasuk juga bahasa Komering adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia. Bahasa daerah dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahasa nasional dan digunakan untuk kepentingan pembinaan bahasa Komering itu sendiri. Bahasa Komering adalah salah satu bahasa daerah yang terdapat di Indonesia juga merupakan pendukung keutuhan dan kesinambungan kehidupan kebudayaan Indonesia, oleh karena itu harus dilestarikan dan dijaga sebaikbaiknya agar tetap hidup dan berkembang. Perkembangan kehidupan dunia dan teknologi informasi yang semakin sarat dengan tuntutan dan tantangan globalisasi telah mengondisikan Yanti Sariasih. Analiis Tindak Tutur dan menempatkan bahasa asing pada posisi strategis, memungkinkannya memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa sekaligus Komering dengan mendesaknya dan Hal itu pada akhirnya juga membawa perubahan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa. Berbagai kata dan istilah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi biasanya tidak tersedia dalam kosakata bahasa daerah temasuk bahasa Komering. Hal itu merupakan salah satu sebab adanya anggapan bahwa bahasa asing diasosiasikan lebih maju atau modern. Bahasa asing telah posisi bahasa daerah di Indonesia. Bahasa daerah dianggap ketinggalan jaman bagi sebagian masyarakat. Masuknya budaya asing tidak lepas dari peran media massa sebagai sumber informasi masyarakat. Media massa yang di dalamnya terdapat kepentingan pengiklanan telah menjadi agen pembawa kebudayaan global. Terdapat kekurangan mengenai penggunaan bahasa Komering dalam masyarakat yang telah terpengaruh budaya Masyarakat, khususnya generasi muda jarang yang menggunakan bahasa Komering sebagai bahasa ibunya. Jarang juga dari mereka yang bisa berbahasa Komering, akibatnya penggunaan bahasa Komering sebagai bahasa percakapan sehari-hari . ahasa ib. menjadi kurang Apalagi digunakan dalam dunia kerja di dalamnya terdapat orang-orang yang tidak hanya berasal dari suku Komering saja, maka bahasa Indonesia menjadi pilihan untuk berkomunikasi agar berkomunikasi, meskipun demikian bahasa daerah harus tetap dilestarikan karena bahasa merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Pada suku Komering terdapat paling tidak dua ragam intonasi suara dalam Dialek suku Komering Marga Bengkulah akan terdengar cenderung berintonasi lebih datar, halus, dan tidak Bahasa Komering Ulu intonasinya lebih tegas, tinggi, dan Intonasi pengucapan dari penutur satu dengan yang lain bisa membedakan Jurnal Bindo Sastra 1 . : 79Ae86 maksud dari tuturan. Hal tersebut menyebabkan suatu tuturan memiliki atau menghasilkan beraneka ragam tindak tutur yang menarik untuk diteliti. Menurut Levinson . alam Rahardi, 2009:. AuPragmatik adalah studi bahasa yang mempelajari relasi bahasa dengan konteksnyaAy. Dengan kata lain, pragmatik merupakan telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta penyerasian kalimat-kalimat dan kontekskonteks secara tepat. Dalam sebuah ujaran untuk memahami makna yang dikehendaki penutur perlu memperhatikan konteks, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan Apabila konteks tidak dipahami, maka akan terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan komunikasi tidak berjalan dengan lancar. Parker . alam Rahardi, 2009:. AuPragmatik itu adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternalAy. Maksud hal tersebut adalah bagaimana sesungguhnya satuan lingual tertentu dapat digunakan dalam komunikasi yang sebenarnya. Pakar bahasa ini dengan tegas membedakan pragmatik dengan studi tata bahasa yang dianggapnya sebagai studi seluk-beluk bahasa secara internal, menurutnya studi tata bahasa itu tidak perlu dikaitkan dengan Berkenaan dengan hal itu, maka studi tata bahasa dianggap sebagai studi bahasa yang bebas konteks atau tidak terikat konteks, sebaliknya studi pemakaian tata bahasa dalam komunikasi sebenarnya mutlak dikaitkan dengan konteks situasi. Pragmatik maksud penutur dalam menuturkan satuan lingual tertentu pada sebuah praktik bahasa (Rahardi, 2009:. Pragmatik dapat dikatakan sejajar dengan semantik yang juga mengkaji perihal makna. Perbedaan antar keduanya adalah bahwa pragmatik pendengar, sedangkan semantik mengkaji makna kalimat. Semantik diatur oleh kaidah kebahasaan . ata bahas. , sedangkan pragmatik dikendalikan oleh prinsip Kajian makna dalam semantik lebih objektif daripada pragmatik karena hanya memperhatikan makna tersebut sesuai dengan makna yang terdapat dalam Kajian makna pragmatik dapat mengandung konteks atau memperhatikan konteks, dan setiap orang pasti mempunyai makna sendiri sesuai dengan konteks yang Berdasarkan beberapa pendapat di atas, secara garis besar definisi pragmatik tidak dapat lepas dari bahasa dan konteks. Dapat disimpulkan, bahwa pragmatik adalah salah satu cabang dari linguistik secara khusus mengkaji hubungan antara bahasa dan konteks yang mendasari penjelasan pengertian bahasa. Pengertian pemahaman disini menunjuk kepada fakta bahwa untuk mengerti suatu ungkapan ujaran diperlukan juga pengetahuan diluar makna kata dan hubungan tata bahasanya, yakni hubungannya dengan konteks Hal tersebut menyebabkan pendekatan pragmatik sangat relevan digunakan untuk mengungkap maknamakna tindak tutur yang berada dalam suatu konteks. Chaer dan Agustina . AuTindak tutur merupakan gejala individual, bersifat psikologis, dan kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentuAy. Tindak tutur merupakan hal penting dalam kajian Tindak tutur merupakan telaah mengenai bagaimana cara kita melakukan sesuatu dengan memanfaatkan kalimatkalimat (Tarigan, 2009:. Dalam menelaah tindak tutur kita harus menyadari betapa pentingnya konteks ucapan atau Teori tindak tutur adalah teori lebih cenderung meneliti makna dan maksud kalimat, bukan teori yang berusaha meneliti struktur kalimat (Aslinda dan Syafyahya, 2007:. Apabila seseorang ingin mengemukakan sesuatu kepada orang lain, apa yang ingin dikemukakannya itu adalah makna atau maksud kalimat. Dalam menuturkan kalimat, seseorang tidak semata-mata mengatakan sesuatu dengan mengucapkan kalimat itu. Ketika ia menindakkan sesuatu. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Septy Silvia Sari . dan Agus Setiaji . Septy Silvia Sari . dengan judul Analisis Tindak Tutur Penjual dan Pembeli di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Kajian Pragmati. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah . Bentuk tindak tutur yang ditemukan yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi . Jenis tindak tutur yang ditemukan adalah lokusi pernyataan, lokusi perintah, lokusi pertanyaan, asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Agus Setiaji . dengan judul Analisis Tindak Tutur Bahasa Jawa di Pasar Sampang Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah . Tindak tutur berdasarkan daya tutur yang dite mukan meliputi tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi . Tindak tutur ilokusi yang ditemukan meliputi tindak tutur melapor, tindak tutur mendesak, tindak tutur mengumumkan . Tindak tutur perloksi meliputi tindak tutur membujuk, tindak tutur menjengkelkan, dan tindak tutur menarik perhatian . Fungsi ilokusi yang ditemukan yaitu tindak tutur asertif, tindak tutur komisif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur ekspresif. Berdasarkan masalah, demi terwujudnya pembahasan secara terarah, maka dirumuskan masalah penelitian bagaimanakah bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan kajian pragmatik ? tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan kajian pragmatik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisis kualitatif fokusnya pada penunjukan makna, deskripsi, penjernihan, dan penempatan data pada konteksnya masing-masing, melukiskannya dalam bentuk kata-kata daripada dalam angka-angka (Mahsun, 2012:. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur masyarakat desa Tanjung Baru. Sumber data sekunder adalah data yang bersumber dari sumber-sumber bacaan berhubungan dengan permasalahan objek Yanti Sariasih. Analiis Tindak Tutur Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh warga masyarakat desa Tanjung Baru berusia 16 tahun berjumlah 30 orang. Jumlah laki-laki 15 orang dan jumlah perempuan 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap. Hasil dan Pembahasan Tindak . llocutionary ac. yaitu, tindak tutur yang didefinisikan sebagai sebuah tuturan selain menginformasikan sesuatu dapat juga digunakan untuk melakukan sesuatu. Tindak tutur ilokusioner ini merupakan tindak melakukan sesuatu dengan maksud dan fungsi tertentu dalam kegiatan bertutur Tindak ilokusioner berkaitan dengan nilai yang ada dalam proposisinya. Searle . alam Rahardi, 2009:. mengelompokkan tindak tutur berdasarkan maksud penutur ketika berbicara . menjadi lima jenis, yaitu tindak tutur asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklarasi. Tindak Tutur Asertif Tindak tutur asertif, yaitu tindak tutur berfungsi mengikat penutur pada diungkapkannya dalam tuturan itu. Bentuk tutur asertif dapat mencakup hal-hal seperti, . , . , membual . , mengeluh . , dan mengklaim . Di bawah ini dikemukakan bebrapa contoh tutuan dalam bahasa Komering. Pertama, tuturan Aulayon pok lampu titogak, pok tiang lampu sinahoAy . ukan, tempat lampu jalan, tempat tiang lampu it. , disampaikan penutur dengan maksud untuk menyatakan bahwa tidak benar sebuah mobil yang dimaksud oleh mitra tutur telah menabrak tiang listrik melainkan lampu jalan. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur asertif bentuk mengklaim, karena penutur mengatakan suatu fakta atau kebenaran. Kedua, tuturan Auhaos u nyakAy . aus sekali say. , maksud dari tuturan tersebut adalah penutur menyatakan bahwa dirinya sedang haus dan Jurnal Bindo Sastra 1 . : 79Ae86 ingin minum, karena melihat laki-laki yang sedang membawa botol air minum. Tuturan tersebut termasuk dalam tindak tutur asertif bentuk menyatakan, karena tuturan itu mengikat penutur pada kebenaran proposisi yang sedang diungkapkannya. Ketiga, tuturan Aulamonga ciramahAy . erlalu banyak cerama. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud untuk memberitahukan bahwa pemain sulap itu terlalu banyak bicara, sehingga penutur merasa bosan melihat atau menyaksikan pertunjukan sulapnya. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur asertif bentuk mengeluh, karena tuturan itu mengikat penutur pada kebenaran proposisi yang sedang diungkapkannya. Tindak Tutur Direktif Tindak tutur direktif, yaitu tindak tutur berfungsi untuk membuat pengaruh agar mitra tutur melakukan tindakantindakan yang dikehendaki penutur, seperti meminta, bertanya, memerintah, dan lainlain. Berikut ini adalah contoh tuturan dalam bahasa Komering. Tuturan Aumana?Ay . ana?), disampaikan penutur dengan maksud untuk menanyakan dimana mitra tutur melihat teman mereka. Tuturan itu termasuk dalam jenis tindak tutur direktif bentuk bertanya, karena selain menyatakan sesuatu juga berfungsi untuk membuat pengaruh agar mitra tutur melakukan tindakan yang Penutur mengekspresikan keinginan kepada mitra tutur, mitra tutur menjawab apa yang ditanya oleh penutur. Tuturan AuVi, pira langsak mu ?Ay (Vi, berapa dukumu ?), disampaikan penutur kepada mitra dengan maksud untuk bertanya berapakah jumlah duku yang telah dijual oleh mitra tutur kepada pembeli duku. Jenis tindak tutur tersebut termasuk dalam tindak tutur direktif bentuk bertanya, karena selain menyatakan sesuatu juga berfungsi membuat pengaruh pada mitra tutur untuk melakukan tindakan yang dikehendaki penutur yaitu tindakan bertanya. Tuturan AuMul sido liakpai !Ay (Mul itu lihat dulu !), disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud untuk pertunjukan sulap itu ada teman mereka. Tuturan itu termasuk dalam jenis tindak tutur direktif bentuk memerintah, karena selain menginformasikan juga mengandung tindakan menyuruh atau memerintah mitra tutur untuk melihat teman mereka. Tindak Tutur Komisif Tindak tutur komisif, yaitu tindak tutur yang berfungsi untuk mendorong pembicaraan melakukan sesuatu, seperti berjanji, bersumpah, dan memanjatkan . Di dalam penelitian ini dari hasil rekaman yang diperoleh peneliti, setelah dianalisis ternyata tidak ditemukan jenis tindak tutur komisif, karena dari semua hasil rekaman tidak terdapat tuturan berfungsi untuk mendorong pembicaraan melakukan sesuatu, seperti berjanji, bersumpah, dan memanjatkan . Tindak Tutur Ekspresif Tindak tutur ekspresif,tindak tutur yang berfungsi untuk mengekspresikan perasaan dan sikap. Tindak tutur ini berupa tindak meminta maaf, berterimakasih, menyampaikan ucapan selamat, memuji. Perasaan pengekspresian penutur untuk jenis situasi tertentu yang dapat berupa tindak . mengekspresikan rasa senang, karena bertemu dan melihat seseorang, tindak berterimakasih . mengekspresikan rasa syukur, karena telah menerima sesuatu. Tindak meminta maaf . mengekspresikan simpati, karena penutur telah melukai atau mengganggu mitra tutur. Tuturan Auholauna Hp mu anyar yakAy . agusnya Hpmu baru y. , disampaikan dengan maksud untuk memuji Hp yang dimiliki oleh mitra tutur. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur ekspresif mengekspresikan perasaan dan sikapnya bahwa dia menyukai Hp yang dimiliki oleh mitra tutur dengan pujian. Tuturan Auapia bak buoksa Rup, nipihdo liakpaina mimiranganAy . agaimana dengan rambutmu ini Rup, tipis ini lihatlah dulu piran. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud untuk mengejek rambut mitra tutur yang tipis dan berwarna kemerah-merahan. Tuturan termasuk dalam jenis tindak tutur ekspresif mengatakan sesuatu juga mempunyai maksud untuk mengkritik. Tuturan Aukuhujanan sikamna jona ya, nah ngaman dimusigid rik wali kelasku ratong tipopakAy . ehujanan kami itu tadi ya, nah berteduh di masjid dengan wali kelasku tiba-tiba ketem. , disampaikan penutur kepada mitra tutur untuk mengekspresikan rasa senang secara tidak sengaja bertemu dengan wali kelasnya saat berteduh di masjid karena kehujanan. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis mengekspresikan rasa senang. Tindak Tutur Deklarasi Tindak tutur deklarasi, yaitu tindak berfungsi untuk memantapkan sesuatu yang dinyatakan, antara lain dengan setuju, tidak setuju, benar-benar salah, dan Berikut ini hasil tuturan dalam bahasa Komering yang menunjukkan tindak tutur deklaratif. Tuturan AumAy . , maksudnya adalah penutur membenarkan pernyataan bahwa foto yang akan dicuci berada di folder image. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur deklarasi bentuk pernyataan benar, karena selain untuk mengatakan sesuatu tuturan itu juga memantapkan sesuatu yang dinyatakan. Tuturan Aune kanAy disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud untuk menyatakan bahwa dia tidak setuju jika teman mereka yang rumahnya jauh tidak perlu datang ke tempat itu, menurutnya hal wajar jika temannya berada disitu untuk menyaksikan pertunjukan Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur deklarasi bentuk pernyataan tidak setuju, karena selain untuk mengatakan sesuatu tuturan itu juga memantapkan sesuatu yang dinyatakan dengan tidak setuju. Tuturan AuTahu, batang langsak lamon bangat, marik wat pocongAy . atang duku banyak sekali, nanti ada pocon. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud menyatakan bahwa untuk sampai pada tempat pertunjukan sulap itu, teman mereka harus melalui pohon duku yang banyak dan jalan gelap, jadi penutur tidak setuju jika teman mereka datang ke Yanti Sariasih. Analiis Tindak Tutur tempat itu. Tuturan tersebut termasuk dalam tindak tutur deklarasi bentuk tidak setuju, karena selain untuk mengatakan sesuatu tuturan itu juga memantapkan sesuatu yang dinyatakan. Tuturan AumAy . , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud untuk memantapkan pernyataan setuju bahwa dia mau menemani mitra tutur untuk mencari jualan ikan. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur deklarasi bentuk setuju, karena selain untuk mengatakan sesuatu tuturan itu juga memantapkan sesuatu yang dinyatakan dengan setuju. Selain jenis tuturan yang telah dipaparkan sebelumnya, ternyata selain adanya tindak tutur ilokusioner juga terdapat tindak tutur lokusioner, tindak tutur tidak literal, dan tindak tutur tidak Tindak Tutur Lokusioner Tindak tutur lokusioner atau apa yang dikatakan . ocutionary ac. adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Misal, kakinya dua, pohon punya daun. Tindak tutur yang dilakukan oleh penutur mengatakan sesuatu . n act of saying Tindak tutur lokusioner ini disebut dengan istilah tindak bahasa preposisi, karena hanya berkaitan dengan Tuturan Ausikam mbija dijasa lamonna sikam liakAy . ami kemarin disini banyak sekali kami liha. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud menginformasikan kepada mitra tutur bahwa kemarin di kebun itu banyak sekali buah duku yang jatuh. Tuturan tersebut adalah termasuk jenis tindak tutur menginformasikan saja tentang kenyataan tanpa mengandung maksud atau tujuan. Tuturan Auna. Mat husin rik nggomannaAy . tu Mat husin dengan istriny. , disampaikan penutur kepada mitra tutur untuk menginformasikan kepada mitra tutur bahwa Mat husin dengan istrinya sedang lewat bermotor. Tuturan di atas adalah tindak tutur lokusioner, karena penutur hanya menginformasikan saja Jurnal Bindo Sastra 1 . : 79Ae86 tentang kenyataan tanpa mengandung maksud atau tujuan. Tuturan Auha disuahna lah bakas sinaho kurabaian yaAy . endak dibakarnya oleh laki-laki itu ketakutan di. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud seseorang yang ketakutan karena ingin dibakar oleh pemain sulap. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur lokusioner, karena hanya berfungsi untuk menginformasikan saja tanpa mengandung maksud atau tujuan. Tindak Tutur Tidak Literal Tindak tutur tidak literal adalah tindak tutur maksudnya tidak sama atau bahkan berlawanan dengan makna kata-kata yang menyusunnya. Contoh tuturan Ausolop holau putukAy . andal bagus putu. , maksud dari tuturan tersebut selain untuk menyatakan sesuatu juga berfungsi untuk mengejek atau menyindir sandal yang digunakan oleh temannya. Tuturan tersebut termasuk dalam tindak tutur tidak literal, karena ketika penutur menyampaikan tuturan itu bukan untuk menyatakan pujian melainkan mengejek atau menyindir mitra Tindak Tutur Tidak Langsung Tindak tutur tidak langsung adalah tindakan yang tidak dinyatakan langsung Untuk menyampaikan maksud memerintah orang bisa menggunakan kalimat berita atau bahkan menggunakan kalimat tanya. Berikut ini diberikan contoh tutuan tidak langsung dalam bahasa Komering. Tuturan Aukusikanmu wat mak ?Ay . orek apimu ada tidak ?), disampaikan kepada mitra tutur dengan maksud atau tujuan meminjam korek api. Jenis tuturan di atas termasuk dalam jenis tindak tutur tidak langsung, karena untuk menyampaikan memberikan atau meminjamkan korek api, penutur menggunakan kalimat tanya. Tuturan Ausa duitAy . ni uan. , tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur tidak langsung, karena penutur bukan hanya menginformasikan saja bahwa itu adalah uang, tetapi juga mengharapkan respon dari mitra tutur agar mengambil uang yang ditaruhnya di atas tangga, sebagai upah dari memetik duku. Tuturan Auliakpai na alangkok tihamparnana !Ay . ihatlah dulu itu alangkah dengan maksud agar mitra tutur segera mewadahi duku. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur tidak langsung, karena selain berfungsi memberitahukan bahwa banyak buah duku terhampar yang belum dimasukkan ke dalam peti juga berfungsi untuk mengekspresikan keinginan penutur kepada mitra tutur agar segera mewadahi duku tersebut ke dalam peti. Tuturan Aukok haga mulang idaAy . udah ingin pulang id. , disampaikan penutur kepada mitra tutur dengan maksud ingin mengajak temannya untuk pulang dari tempat pertunjukan sulap. Tuturan tersebut termasuk tindak tutur tidak langsung, karena dari sisi modusnya tuturan tersebut adalah kalimat berita, tetapi yang dimaksud oleh penutur yaitu mengajak atau memerintah temannya untuk pulang. Tuturan Auliakpai ina ri alangkok tihamparnanaAy . ihat dulu itu ri alangkah kepada mitra tutur dengan maksud memerintahkan kepada mitra tutur untuk mengumpuli buah duku yang terhampar. Tuturan tersebut termasuk dalam jenis tindak tutur tidak langsung, karena selain menginformasikan banyaknya buah duku yang terhampar juga bermaksud untuk memerintah mitra tutur mengumpuli atau mewadahi buah duku tersebut. Simpulan Berdasarkan hasil analisis tindak tutur bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir pada remaja usia 16 tahun, diketahui terdapat jenis tindak tutur Jenis tindak tutur ilokusioner yang ditemukan, yaitu tindak tutur asertif bentuk mengklaim, mengeluh, menyatakan, jenis tindak tutur direktif bentuk bertanya, memerintah, meminta, jenis tindak tutur ekspresif bentuk pujian, mengkritik, rasa senang, jenis tindak tutur deklarasi bentuk pernyataan benar, tidak setuju, dan setuju. Jenis tindak tutur komisif tidak ditemukan dalam penelitian ini, hal tersebut disebabkan oleh situasi tutur. Situasi tutur Yanti Sariasih. Analiis Tindak Tutur pada saat peristiwa tutur berlangsung tidak mendukung atau mendorong penutur untuk melakukan tindak tutur yang akan melibatkan dirinya pada beberapa tindakan akan datang, misalnya berjanji, bersumpah, dan memanjatkan . Lebih lanjut, selain adanya tindak tutur ilokusioner dalam penelitian ini juga ditemukan jenis tindak tutur yang lain. Jenis tindak tutur yang ditemukan, yaitu tindak tutur lokusioner, tindak tutur tidak literal, dan tindak tutur tidak langsung. Hasil analisis pada tindak tutur lokusioner menggunakan tindak tutur ini untuk menyatakan atau menginformasikan kepada mitra tutur tentang suatu kenyataan tanpa mengandung maksud atau tujuan. Dalam penelitian ini ditemukan tindak tutur tidak literal, penutur menggunakan tindak tutur tersebut pada saat mengejek atau menyindir mitra tutur. Untuk menyampaikan maksud menggunakan tindak tutur tidak langsung, yaitu dengan kalimat berita bahkan menggunakan kalimat tanya agar mitra tutur atau orang yang diperintah tidak merasa diperintah. Cilacap. Skripsi. Purworejo: Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Daftar Pustaka