Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Kualitas Informasi Pendidikan Dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Terhadap Kepuasan Guru Pada MTsN 7 Tulungagung Agus Sunarto MTsN 7 Tulungagung email: agussunarto060520@gmail. Abstract An educational institution is an institution that provides/organizes services in the form of education to students in order to improve the quality of life through education that is organized in a systematic and consistent manner. This study aims: . To analyze the influence of the quality of educational information partially on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. To analyze the influence of educational personnel service performance partially on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. To analyze the influence of the quality of educational information and the performance of educational staff services simultaneously on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. To analyze which of the variables of the quality of educational information and the performance of educational staff services have a dominant influence on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. This study uses a quantitative analysis method, namely the analysis of data that has been scored according to the measurement scale that has been determined using statistical formulas. The analysis used is for data in the form of numbers. While the quality test uses . Descriptive statistical analysis, . Classical assumption test. Multiple regression analysis . Hypothesis testing, and . Determination Coefficient Analysis (R. The results of the study indicate that: . The quality of educational information partially has a significant influence on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. The performance of educational staff services partially has a significant influence on teacher satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. The Quality of Educational Information and Performance of Educational Personnel Services simultaneously have a significant influence on Teacher Satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. The Performance of Educational Personnel Services has the most dominant influence on Teacher Satisfaction at MTsN 7 Tulungagung. Keywords: Quality of Educational Information. Performance of Educational Personnel Services. Teacher Satisfaction. Latar Belakang Teoritis Lembaga pendidikan merupakan suatu lembaga yang memberikan/ menyelenggarakan pelayanan berupa pendidikan kepada peserta didik dalam rangka menaikkan kualitas hidup melalui pendidikan yang diselenggarakan dengan cara yang sistematis dan konsisten. Menurut Nawawi, sekolah memiliki beberapa layanan pendidikan, diantaranya: layanan akademik/kurikulum dan pembelajaran, layanan peserta didik, layanan sarana dan prasarana, layanan pembiayaan, layanan pendidik dan tenaga kependidikan, dan layanan hubungan dengan masyarakat. Lembaga pendidikan diyakini mempunyai tugas yang sangat penting, yaitu menyiapkan sumber daya manusia agar mampu bertindak sebagai agen perubahan dan transformasi sosial menuju terwujudnya masyarakat yang positif serta lebih baik. Peserta didik sebagai pengguna jasa pendidikan tentu mengharapkan, bahwa sekolah yang dituju mampu memenuhi kebutuhannya dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Mungkin karena masalah rendahnya mutu SDM sudah sangat sering kita dengar, pemerintah kita biasa - biasa saja dan sama sekali tidak menanggapi serius persoalan ini. Dalam Undang-undang tentang guru dan dosen antara lain disebutkan bahwa guru dan dosen mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan yaitu sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, sehingga menjadi profesi yang Masalah rendahnya kualitas informasi pendidikan dalam setiap jenjang dan satuan pendidikan telah menjadi bahan perbincangan dalam berbagai kalangan. Salah satu faktor penyebabnya adalah kinerja layanan. Kinerja layanan adalah salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu hasil pendidikan dengan posisi strategis, maka setiap usaha peningkatan mutu 1 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 pendidikan perlu memberikan perhatian besar pada peningkatan kinerja layanan yang baik dari segi jumlah maupun mutunya, karena peran kinerja layanan adalah memberikan berbagai pelayanan yang berhubungan dengan sekolah sehingga mampu mengembangkan segala potensi dan kepribadian dari peserta didiknya terhadap kepuasan tenaga pendidiknya. Tenaga pendidik bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan, tetapi kepuasan tenaga pendidik memberikan andil sangat besar pada kualitas Pendidikan, majumundurnya suatu lembaga sangat dipengaruhi oleh kualitas nformasi pendidikan terhadap kepuasan tenaga pendidik yang ada di lembaga tersebut. Begitu juga dengan kinerja layanan tidak terlepas dari kepuasan tenaga pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut Iskandar et al. , mengemukakan bahwa: AuGuru di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi berbagai masalah, diantaranya: . adanya keberagaman kompetensi dari yang rendah sampai tinggi. pembinaan yang dilakukan belum mencerminkan kebutuhan, dan . kesejahteraan guru pada umumnya belum memadaiAy. 2 Hal-hal tersebut ternyata berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan dimaksud antara lain: . rendahnya mutu tamatan sebagai akibat rendahnya kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran yang diajarkan guru. kurang sempurnanya pembentukan karakter yang tercermin dalam sikap dan kecakapan hidup yang dimiliki setiap siswa, . rendahnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa terutama di tingkat dasar. kurang puasnya pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan terhadap kinerja dan pelayanan yang diberikan oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Tenaga pendidik merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan untuk terselenggaranya proses pendidikan, keberadaan tenaga pendidik merupakan pelaku utama sebagai fasilitator penyelenggara proses belajar siswa. Oleh karena itu kinerja guru berhubungan dengan program pendidikan nasional, terutama di penelitian ini adalah di MTsN 7 Tulungagung. Tidang hanya di sekolah lain, di MTsN 7 Tulungagung, tenaga pendidik sebagai faktor menentukan mutu Karena tenaga pendidik berhadapan langsung dengan para peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Di tangan tenaga pendidik mutu kepribadian mereka dibentuk. Karena itu, perlu sosok pendidik yang kompeten, tanggung jawab, terampil, dan berdedikasi tinggi. Profesi tenaga pendidik merupakan profesi yang banyak diperbincangkan, dijadikan bahan seminar ataupun diperdebatkan. Banyak hal positif dan negatif yang dikaitkan pada profesi mulia Terdapat pergeseran nilai di masyarakat tentang profesi tenaga pendidik. Pada zaman dulu tenaga pendidik dianggap profesi yang mulia, terhormat dan sulit diperoleh, terutama untuk rakyat biasa karena hanya orang dengan kemampuan berpikir tinggi yang dapat menjadi tenaga pendidik, tetapi saat ini menjadi dokter, insinyur, hakim, ekonom atau pekerjaan lain yang selevel dianggap lebih baik dan bergengsi dibanding menjadi seorang tenaga pendidik. Kualitas Informasi Pendidikan Menurut Deming . alam Abdillah & Suhada. tujuan kualitas yaitu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang sekarang dan di masa depan. 3 Scherkenbach . alam Abdillah & Suhada. mengatakan kualitas ditentukan oleh pelanggan, pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga yang menunjukkan nilai produk Sedangkan menurut Ferdian. Informasi merupakan suatu kumpulan data yang sudah diproses untuk memperoleh pengetahuan yang lebih berguna untuk mencapai suatu sasaran. Suatu informasi dapat dikatakan bernilai apabila informasi tersebut memberikan suatu manfaat yang lebih dibanding dengan kita hanya melihat data yang ada. 2 Dadang Iskandar & Narsim. Penelitian Tindakan Kelas dan Publikasinya, (Cilacap: Ihya Media, 2. , hal. 3 Ardhi Abdillah & Suhadak. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada 4 Ibid. Perusahaan Publik Pemenang Annual Report Award Periode 2010-2012 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. , (Malang: jurnal administrasi bisnis Universitas brawijaya, 2. Vol. 25 No. 5 Ferry Ferdian. Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web pada UD. Rukun Makmur, (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer Surabaya, 2. , hal. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Adapun pengertian-pengertian atau definisi pendidikan menurut pakar dibidangnya. Yunus . alam Husn. Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Jadi dari pengertian-pengertian di atas, maka yang dimaksud kualitas informasi Pendidikan yaitu sejauh mana informasi dapat secara konsisten memenuhi kebutuhan dan harapan semua pihak yang membutuhkan informasi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Menurut Kirom, kinerja pelayanan professional yang harus diberikan oleh para tenaga kerja dilapangan sebagai implementasi daripada program pengembangan SDM, merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen SDM, secara umum fungsi manajemen SDM mengatur proses sejak awal sampai akhir, yang terdiri dari: Perencanaan, penggerakan, control, rekrutmen, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, dan pemberhentian. Kinerja secara sederhana dapat disimpulkan sebagai suatu prestasi kerja atau hasil pelaksanaan kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi. Secara umum kinerja juga dapat digunakan untuk sebagian atau keseluruhan tindakan atau aktivitas dari suatu instansi/perusahaan pada suatu priode dengan refrensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu, dengan dasar efisiensi dan pertanggungjawaban. Kinerja merupakan bentuk penilaian tersendiri untuk mengukur tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang atau perusahaan dalam menjalankan program-program kerjanya. Jadi bila dapat dibandingkan disini bahwa kinerja disebutkan sebagai suatu standar pekerjaan yang membandingkan tindakan-tindakan khusus dengan sekumpulan kepercayaan, kebijaksanaan, aturan, kebiasaan serta hal-hal tidak berwujud lainnya, yang pada muaranya dapat disebut sebagai output atau hasil kerja seseorang atau suatu institusi. Kepuasan Guru Kepuasan dapat diartikan sebagai perasaan puas, rasa senang dan kelegaan seseorang dikarenakan mengkonsumsi suatu produk atau jasa untuk mendapatkan pelayanan suatu jasa. Kepuasan merupakan tingkatan di mana kinerja anggapan produk sesuai dengan ekspektasi pembeli. Menurut Kotler & Kevin. Jika kinerja produk tidak memenuhi ekspektasi, pelanggan kecewa. Jika kinerja produk sesuai dengan ekspektasi, pelanggan puas. 8 Jika kinerja melebihi ekspektasi, pelanggan sangat puas. Sedangkan tenaga pendidik berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidik merupakan profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. 10 Tenaga pendidik ialah seorang guru pada TK/RA. SD/MI. SMP/MTs. SMA/MA. SDLB/SMALB SKM/MAK, seorang tutor pada satuan pendidikan nonformal yaitu paket A setara SD, paket B setara SMP, paket C setara SMA, dan instruktur pada lembaga kursus dan pelatihan. Tlilar & Nugroho, menyatakan bahwa guru merupakan seorang profesional, bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa 6 Husni. Pengantar Hukum Ketenagakerjaan. Ed-Revisi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hal. Bahrul Kirom. Mengukur Kinerja & Kepuasan Konsumen: Servive Performance and Costumer Satisfacttion Measurement. Edisi Revisi, (Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2. , hal. 8 Phillip Kotler & Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran edisi 12 Jilid 1. & 2, (Jakarta: PT. Indeks, 2. , hal. 9 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 10 Ibid. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 yang tidak peduli dengan keuntungan finansial dari pekerjaannya. 11 Tenaga pendidik ialah anggota masyarakat yang bertugas membimbingg, mengajar, dan melatih peserta didik. Hipotesis Penelitian H_1 : Kualitas informasi pendidikan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan guru pada MTsN 7 Tulungagung. H_2 : Kinerja layanan tenaga kependidikan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan guru pada MTsN 7 Tulungagung. H_3 : Kualitas informasi pendidikan dan kinerja layanan tenaga kependidikan secara bersamasama berpengaruh terhadap kepuasan guru pada MTsN 7 Tulungagung. H_4 : Kualitas informasi pendidikan berpengaruh dominan terhadap kepuasan guru pada MTsN 7 Tulungagung. Metode Penelitian Desain Penelitian Desain Penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena langkah dalam melakukan penelitian mengacu kepada desain penelitian yang telah dibuat. Sugiyono, mengemukakan bahwa proses penelitian kuantitatif terdiri dari: sumber masalah, rumusan masalah, konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan, pengajuan hipotesis, metode penelitian, menyusun instrumen penelitian, serta kesimpulan. 12 Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Artinya, data yang dikumpulkan berupa data angka yang berasal dari pemberian kuesioner kepada guru yang berstatus ASN maupun guru yang berstatus Non ASN. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di MTsN 7 Tulungagung, dengan Desa Pulerejo. Kecamatan Ngantru. Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur, 66252. Waktu yang digunakan peneliti untuk penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal dikeluarkannya ijin penelitian dalam kurun waktu kurang lebih 2 . bulan, 1 bulan pengumpulan data dan 1 bulan pengolahan data yang meliputi penyajian dalam bentuk tesis dan proses bimbingan berlangsung. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Definisi Operasional A Kepuasan Guru (Y) Undang-Undang Republik Indonesia tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. A Kualitas Informasi Pendidik (X. Dewey . alam Husn. Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. 14 Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. A Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. Kirom, menyatakan kinerja pelayanan professional yang harus diberikan oleh para tenaga kerja dilapangan sebagai implementasi daripada program pengembangan SDM, merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen SDM, secara umum fungsi manajemen SDM mengatur proses R Tilaar & Riant Nugroho. Kebijakan Pendidikan (Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hal. 12 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alphabet, 2. , hal. 13 UU Nomor 20 tahun 2003 14 Husni, 2014. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 sejak awal sampai akhir, yang terdiri dari:15 Perencanaan, penggerakan, control, rekrutmen, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, dan pemberhentian. Pengukuran Variabel Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan skala likert. Menurut Sugiyono, skala likert digunakan untuk mengukur sikap pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam skala likert, maka variable yang diukur dapat dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono, populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 16 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh berjumlah 46 responden, yang terdiri dari guru ASN dan guru Non ASN yang ada pada MTsN 7 Tulungagung. Sesuai dengan populasi tersebut di atas, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik simple random sampling, menurut Sugiyono, simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel dari anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. 17 Oleh karena seluruh guru ASN dan guru Non ASN pada MTsN 7 Tulungagung yang berjumlah 46 responden, maka seluruh populasi tersebut akan dijadikan sampel dalam penelitian ini. Metode Pengumpulan Data Jenis Data A Data Primer Umar, data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperi hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuisioner yang dilakukan oleh A Data Sekunder Data sekunder menurut Umar, merupakan primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram. Teknik Pengumpulan Data A Metode Kuesioner (Angke. A Metode Wawancara . A Metode observasi A Metode literature Metode Analisis Data A Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menurut Sugiyono, merupakan statistic yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau melampirkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau A Uji Asumsi Klasik 15 Kirom, 2015. 16 Sugiyono, 2019 17 Ibid. 18 Husein Umar, 2019. Metode Riset Manajemen Perusahaan, (Jakarta: PT Gramedia, 2. , hal. 19 Ibid. 20 Sugiyono, 2019. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 - Uji Normalitas - Uji Multikolinearitas - Uji Heteroskedastisitas - Uji Autokorelasi Analisis Regresi Berganda Menurut Sunyoto . , analisis regresi berganda untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan dua atau lebih variable bebas (X1: Kualitas Informasi Pendidikan. X2: Kinerja Layanan Tenaga Kependidika. terhadap variabel terikat (Y: Kepuasan Gur. Pengujian Hipotesis - Uji Ae t - Uji-F Analisis Koefisien Determinasi (R. Analisis determinasi digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil Dan Pembahasan Tabel 1 : Analisis Regresi Pengaruh Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Terhadap Kepuasan Guru Variabel (Cons. Multiple R F-hitung F-tabel Prob Beta t-hitung t-tabel Prob. = 0. = 0. = 4. = 2. = 0. Sumber : Data primer diolah, 2024 Hasil Analisis Persamaan Regresi Berganda Berdasarkan hasil perhitungan terhadap data yang dikumpulkan diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = 29. 194 X1 0. 301 X2 Dari persamaan regresi diatas, diperoleh besarnya koefisien regresi variabel X1 = 0. yang mengandung arti bahwa apabila variabel X1 berubah satu satuan maka akan terdapat perubahan dalam variabel Y sebesar 0. 447 satuan atau 19. 4% dengan kata lain apabila terjadi peningkatan pada variabel X1 maka akan menyebabkan peningkatan variabel Y. Koefisien regersi variabel X2 = 0. 301 yang mengandung arti bahwa apabila variabel X2 berubah satu satuan maka akan terdapat perubahan dalam variabel Y sebesar 0. 301 satuan atau 1% dengan kata lain apabila terjadi peningkatan pada variabel X2 maka akan menyebabkan peningkatan variabel Y. Uji F (Simulta. Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara serentak semua variabel bebas (X1 dan X. terhadap variabel terikat (Y). Dari perhitungan pada tabel diatas diperoleh Fhitung = 4. dengan tingkat signifikan 0,000, yang lebih kecil dari 0,005. hal ini berarti model regresi bisa dipakai untuk memprediksi variabel Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kepuasan Guru dengan kata lain karena Fhitung lebih besar dari Ftabel maka disimpulkan bahwa Ho 21 Sunyoto Danang. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT Buku, 2. , hal. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 ditolak, sedangkan Ha diterima, yang berarti variabel bebas X1 dan X2, secara serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Uji t (Parsia. Uji t dilakukan untuk membuktikan dari ketiga variabel bebas yang terdiri dari Kualitas Informasi Pendidikan (X. dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. terhadap Kepuasan Guru (Y). Berdasarkan hasil uji-t, variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. secara statistik memberikan pengaruh perubahan yang signifikan terhadap Kepuasan Guru. Hal ini terbukti dari nilai t-hitung 1. 775 lebih besar daripada t-tabel pada df = 43. derajat signifikansi () = 0,05 yaitu 679 . 775 > 1. atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 adalah lebih kecil dari = 0,05. Nilai beta pada variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. adalah sebesar 0. Hal ini memberikan makna bahwa besarnya dominasi pengaruh secara parsial dari variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. adalah 21,3%. Variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. secara statistik memberikan pengaruh perubahan yang signifikan terhadap Kepuasan Tenaga Pendidik. Hal ini terbukti dari nilai t-hitung 793 lebih besar daripada t-tabel pada df = 43. derajat signifikansi () = 0,05 yaitu sebesar 1. 793 > 1. atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 adalah lebih kecil dari = 0,05. Nilai beta pada variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. adalah sebesar 0. Hal ini memberikan makna bahwa besarnya dominasi pengaruh secara parsial dari variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. Variabel Dominan Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. mempunyai pengaruh yang dominan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung, yaitu dengan nilai koefisien beta sebesar 0. 562 atau 56,2%. Koefisien Determinasi Diketahui nilai Adjusted R2 = 0. 683 atau 68. 3% nilai ini mengandung makna bahwa 68. variabel bebas yang terdiri dari Kualitas Informasi Pendidikan (X. dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. memberikan kontribusi besar 68. 3% terhadap perubahan variabel Kepuasan Guru (Y) sedangkan 31. 7% variabel Y dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Pembahasan A Kualitas Informasi Pendidikan Berpengaruh Terhadap Kepuasan Guru Secara Parsial. Signifikasi menunjukkan bahwa Kualitas Informasi Pendidikan memberikan pengaruh terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Berdasarkan hasil uji-t, variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. secara statistik memberikan pengaruh perubahan yang signifikan terhadap Kepuasan Guru. Hal ini terbukti dari nilai t-hitung 1. 775 lebih besar daripada t-tabel pada df = 43. derajat signifikansi () = 0,05 yaitu sebesar 1. 775 > 1. atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 adalah lebih kecil dari = 0,05. Nilai beta pada variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. adalah sebesar 0. Hal ini memberikan makna bahwa besarnya dominasi pengaruh secara parsial dari variabel Kualitas Informasi Pendidikan (X. adalah 21,3%. Secara empiris bahwa Kualitas Informasi Pendidikan yang baik akan berdampak pada Kepuasan Guru. Dengan kata lain Kualitas Informasi Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kehidupan masyarakat serta berperan untuk meningkatkan kualitas Dinas Pendidikan harus menjaga kualitas informasi pendidikan dengan melakukan pencatatan dan pelaporan secara manual dimana data tersebut disimpan dalam lembar kerja sebagai penyimpanan hasil dari pencapaian kualitas informasi pendidikan. Masalah utama kualitas informasi pendidikan di MTsN 7 Tulungagung adalah belum meratanya dalam pencapaian kualitas informasi pendidikan sehingga dilakukanlah pemetaan kualitas informasi pendidikan yang diperlukan untuk menggambarkan sebaran pencapaian kualitas informasi Pendidikan. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Dari kondisi empiris tersebut sejalan dengan pendapat Menurut Nabila & Listyorini, kualitas informasi adalah bentuk persepsi Informasi konsumen tentang kualitas informasi berbagai produk atau layanan yang pernah ada disiapkan oleh aplikasi atau situs web. 22 Lebih lanjut Horn . alam Ardhi & Suhada. berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari 23 Jadi Pendidikan adalah hak asasi manusia yang fundamental bagi setiap individu. Pendidikan dapat membantu seseorang mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas hidup, dan berpartisipasi secara aktif dalam masyarakat. Jadi kualitas informasi pendidikan dapat menjadi solusi untuk meratakan akses dan kualitas pendidikan. Kualitas informasi pendidikan dapat memberikan informasi yang akurat dan terkini tentang pendidikan, seperti informasi tentang sekolah, kurikulum, dan program bantuan pendidikan. Selain itu, kualitas informasi pendidikan juga dapat membantu meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran. Selain itu juga terdapat relevansi/sejalan dengan penelitian Nella Ardini dengan judul penelitian: Pengaruh Pelayanan Tenaga Pendidik dan Kualitas Fasilitas Pendidikan Terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara Dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Fasilitas Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Assalam Naga. Lebih lanjut penelitian Syefudin, dengan judul penelitian AuPengaruh Kualitas Layanan Akademik dan Kinerja Dosen Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) JakartaAy. 25 Hasil analisi menunjukkan bahwa Kualitas Layanan Akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tingg Sistem informasi pendidikan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan, seperti informasi tentang sekolah, kurikulum, dan biaya pendidikan. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Kualitas informasi pendidikan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan, seperti informasi tentang sekolah, kurikulum, dan biaya pendidikan. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Selain itu kualitas informasi pendidikan dapat digunakan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru. Hal ini dapat membantu meningkatkan kompetensi dan kualitas guru dalam memberikan pembelajaran. Dari uraian di atas uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial yang meliputi Kualitas Informasi Pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Berpengaruh Terhadap Kepuasan Guru Secara Parsial. Signifikasi menunjukkan bahwa Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan memberikan pengaruh terhadap Kepuasan Guru MTsN 7 Tulungagung. Berdasarkan hasil uji-t Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. secara statistik memberikan pengaruh perubahan yang signifikan terhadap Kepuasan Guru. Hal ini terbukti dari nilai t-hitung 2. 793 lebih besar daripada t-tabel pada df = 43. derajat signifikansi () = 0,05 yaitu sebesar 1. 793 > 1. atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 adalah lebih kecil dari = 0,05. Nilai beta pada variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. adalah sebesar 0. Hal ini memberikan makna bahwa besarnya 22 K. Nabila & Sari Listyorini. Dampak Kemudahan Penggunaan. Kualitas Informasi dan Persepsi Risiko Terhadap Keputusan Pembelian Online (Studi Pada Pengguna Situs Jual Beli Online Bukalapak Pada Mahasiswa FISIP Universitas Diponegor. , (Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 2. , hal. 23 Ardhi Abdillah & Suhadak. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Publik Pemenang Annual Report Award Periode 2010-2012 Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. , (Malang: jurnal administrasi bisnis Universitas brawijaya, 2. Vol. 25 No. 24 Nella Ardini, 2023. Pengaruh Pelayanan Tenaga Pendidik dan Kualitas Fasilitas Pendidikan Terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara Dalam Perspektif Ekonomi Syariah, (Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, 2. , hal. 25 Syefudin. Pengaruh Kualitas Layanan Akademik dan Kinerja Dosen Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, (Jakarta: Institut PTIQ, 2. , hal. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 dominasi pengaruh secara parsial dari variabel Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan (X. adalah Secara empiris bahwa peningkatan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan yang baik akan berdampak pada Kepuasan Guru. Dengan kata lain Keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang optimal tidak hanya menciptakan kepuasan bagi masyarakat, tetapi juga membangun citra positif institusi di mata publik. Terutama dalam hal ini MTsN 7 Tulungagung. Kinerja Layanan pada dasarnya adalah merupakan kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh oleh pihak sekolah kepada masyarakat dan pada hakekatnya tidak berwujud serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu, proses hasilnya mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik. Dari kondisi empiris tersebut sejalan dengan pendapat Menurut Kirom, kinerja pelayanan professional yang harus diberikan oleh para tenaga kerja dilapangan sebagai implementasi daripada program pengembangan SDM, merupakan bagian dari fungsi-fungsi manajemen SDM, secara umum fungsi manajemen SDM mengatur proses sejak awal sampai akhir, yang terdiri dari: Perencanaan, penggerakan, control, rekrutmen, pengembangan, kompensasi, pemeliharaan, dan 26 Pelayanan sebagai proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung, merupakan konsep yang senantiasa aktual dalam berbagai aspek kelembagaan. Bukan hanya pada organisasi bisnis, tetapi telah berkembang lebih luas pada tatanan organisasi Selain itu juga terdapat relevansi/sejalan dengan penelitian Lailatul Rozabiyah, dengan judul penelitian AuPengaruh Kualitas Informasi dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim MalangAy. 27 Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sekolah harus mampu menerapkan peran-perannya kepada masyarakat, agar masyarakat mendapat efek kepuasan atas pelayanan yang diberikan oleh sekolah, namun kurang maksimalnya tingkat kinerja pelayanan di sekolah merupakan hal yang perlu diperhatikan seperti dalam memberikan pembelajaran terhadap siswa-siswi tidak dilakukan secara maksimal, tenaga guru yang kurang memadai, media atau sumber referensi belajar siswa-siswi yang tidak mencukupi, minimnya empati sekolah terhadap siswa yang kurang mampu. Dari uraian di atas uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial yang meliputi Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Berpengaruh Terhadap Kepuasan Guru Secara Simultan. Signifikasi menunjukkan bahwa Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan memberikan pengaruh terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 1 Tulungagung. Berdasarkan uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara serentak semua variabel bebas (X1 dan X. terhadap variabel terikat (Y). Dari perhitungan pada tabel diatas diperoleh Fhitung = 4. 874 dengan tingkat signifikan 0,000, yang lebih kecil dari 0,005. hal ini berarti model regresi bisa dipakai untuk memprediksi variabel Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kepuasan Guru dengan kata lain karena Fhitung lebih besar dari Ftabel maka disimpulkan bahwa Ho ditolak, sedangkan Ha diterima, yang berarti variabel bebas X1 dan X2, secara serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y. Secara empiris bahwa Kepuasan Guru pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peningkatan kinerja perlu dilakukan dengan harapan tercapainya tujuan sesuai dengan misi Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu terdiri dari beberapa factor, yaitu . 26 Kirom, 2015. 27 Lailatul Rozabiyah. Pengaruh Kualitas Informasi dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, (Riau: Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin, 2. , hal. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Pekerjaan guru itu sendiri, . Imbalan yang diterima yang berbentuk material meliputi gaji dan berbentuk non-material meliputi kesempatan mendapatkan pendidikan, kenaikan pangkat, pujian, teguran, dan penghargaan, . Hubungan kerja sama antara kepala sekolah dengan guru, . Hubungan guru dengan sesama guru, . Lingkungan tempat kerja di sekolah, dan . Perlengkapan yang ada di sekolah. Dari kondisi empiris tersebut sejalan dengan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidik merupakan profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan 28 Lebih lanjut Tlilar & Nugroho, menyatakan bahwa guru merupakan seorang profesional, bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa yang tidak peduli dengan keuntungan finansial dari 29 Tenaga pendidik ialah anggota masyarakat yang bertugas membimbingg, mengajar, dan melatih peserta didik. Selain itu juga terdapat relevansi/sejalan dengan penelitian Nella Ardini dengan judul penelitian: Pengaruh Pelayanan Tenaga Pendidik dan Kualitas Fasilitas Pendidikan Terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara Dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelayanan tenaga pendidik dan kualitas fasilitas Pendidikan secara-bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Santri Pondok Pesantren Assalam Naga. Lebih lanjut penelitian Syefudin . , dengan judul penelitian AuPengaruh Kualitas Layanan Akademik dan Kinerja Dosen Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) JakartaAy. 31 Hasil analisis menunjukkan bahwa Kualitas Layanan Akademik dan Kinerja Dosen secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta. Salah satu sasaran penting dalam mengelola sumber daya manusia dalam suatu organisasi adalah terciptanya kepuasan kerja anggota organisasi yang bersangkutan yang lebih lanjut akan meningkatkan kinerja. Kepuasan tenaga pendidik mencerminkan perasaan seorang pendidik terhadap pekerjaannya. Ini nampak dalam sikap positip pendidik terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Manajemen harus senantiasa memonitor kepuasan kerja, karena hal itu mempengaruhi kinerja, tingkat absensi, perputaran tenaga kerja, semangat kerja, keluhan-keluhan, dan masalah-masalah sumber daya manusia vital lainnya. Dari uraian di atas uji hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan yang meliputi Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan Berpengaruh Dominan Terhadap Kepuasan Guru. Hasil analisis menunjukkan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan berpengaruh dominan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Ini dapat dilihat dari nilai koefisien beta 562 atau 56,2%. Hal ini menegaskan bahwa Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung sangat tergantung dengan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan yang ada. Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan yang baik akan mengarahkan para pegawai/staf/guru untuk bekerja dengan baik, tekun dan pantang menyerah. Sehingga dapat mengatasi berbagai permasalahan yang timbul dalam pekerjaan serta memberikan dampak pada semangat pegawai untuk bekerja lebih baik dalam Kesimpulan A Kualitas Informasi Pendidikan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. A Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. 28 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 29 Tlilar & Nugroho, 2012. 30 Ardini, 2023. 31 Syefudin, 2019. Hilirisasi (Journal Of Economic & Managemen. Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2025 Kualitas Informasi Pendidikan dan Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Kinerja Layanan Tenaga Kependidikan mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap Kepuasan Guru pada MTsN 7 Tulungagung. Daftar Pustaka