2021. : 33-41 E-ISSN 2722709X http://ojs. stikes-muhammadiyahku. id/index. php/herbapharma UJI STABILITAS HERBAL JELLY DRINK EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill. ) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wigh. Walp. Nisa Puspita Trisnasary . Ahmad Wildhan Wisnu Wardaya Program Studi Farmasi. STIKes Muhammadiyah Kuningan *E-mail : nisapt118@gmail. ABSTRAK Kandungan yang terdapat pada ekstrak biji alpukat dan daun salam adalah senyawa tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan alami yang dapat mengontrol dan menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan herbal jelly drink campuran ekstrak biji alpukat dan daun salam yang memiliki tekstur, konsistensi serta stabilitas yang baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental laboratorium, dibuat sediaan jelly drink dengan berbagai konsentrasi karagenan . ,20% . 0,30% . dan 0,40%). Parameter pengujian meliputi uji stabilitas pada suhu sejuk . -15AC), suhu kamar . -30AC), dan suhu panas . -45AC) selama 21 hari meliputi pengamatan sineresis, pH, dan organoleptik. Hasil menunjukkan konsentrasi karagenan 0,30% membentuk jelly dengan tekstur dan konsistensi Pada suhu sejuk, sineresis 2%, pH 6, dan organoleptik . arna coklat, tekstur kenyal, aroma kha. Pada suhu kamar sineresis 4%, pH 5, dan organoleptik . arna coklat gelap, tekstur sedikit cair, aroma tidak sedap menyenga. Pada suhu panas sineresis 8%, pH 6, dan organoleptik . arna coklat, tekstur sedikit kenyal, aroma tidak seda. Kesimpulan stabilitas paling baik disimpan pada suhu sejuk . -15AC) dengan tingkat sineresis 2%, pH 6, dan organoleptik meliputi warna coklat, tekstur kenyal dan aroma yang khas. Kata Kunci: Biji alpukat, daun salam, jelly drink, stabilitas. ABSTRACT The content contained in avocado seed extract and bay leaves are tannin compounds and flavonoids that are efficacious as natural antioxidants that can control and lower blood glucose This study aims to make herbal jelly drink preparations a mixture of avocado seed extract and bay leaves that have a good texture, consistency and stability. The method used is a laboratory experimental method, made jelly drink preparations with various concentrations of caragenan . 40%). Testing parameters include stability tests at cool temperatures . -15AC), room temperature . -30AC), and hot temperatures . -45AC) for 21 days including observation of syneresis, pH, and organoleptics. The results showed a karagenan concentration of 0. 30% forming a jelly with good texture and consistency. At cool temperatures, syneresis 2%, pH 6, and organoleptic . rown color, chewy texture, distinctive At room temperature syneresis 4%, pH 5, and organoleptic . ark brown color, slightly liquid texture, unpleasant aroma stingin. At hot temperatures syneresis 8%, pH 6, and organoleptic . rown color, slightly chewy texture, unpleasant arom. Stability is best kept at cool temperatures . -15AC) with syneresis rates of 2%, pH 6, and organoleptics covering brown color, chewy texture and distinctive scent. Keywords: Avocado seeds, bay leaf, jelly drink, stability. Farmasi 2021. : 33-41 PENDAHULUAN Biji alpukat (Persea americana Mill. ) yang hanya dianggap sebagai ampas, limbah atau bagian yang kurang berguna karena biji dari tanaman alpukat ini memiliki rasa yang Pemberian infusa biji alpukat 0,315 g/kg BB dapat menurukan kadar glukosa darah tikus wistar yang diberi beban glukosa 6,5 g/kg BB (Anggraeni, 2. Kandungan tanin pada biji alpukat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber antioksidan alami (Malangngi, 2. Selain biji alpukat, digunakan juga daun salam (Syzygium polyanthum (Wigh. Walp. yang biasanya digunakan sebagai bumbu masak. Dosis 1,36 mg/kg BB ekstrak air daun salam mempunyai efek penurunan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi dengan glukosa sebesar 5,582% (Musyrifah et al. , 2. Kandungan senyawa daun salam yaitu alkaloid dan saponin dapat menstimulasi sekresi insulin dari sel beta pankreas (Patel et al. , 2. Kandungan senyawa tanin dan flavonoid pada kedua tanaman tersebut terbukti bermanfaat untuk pengobatan diabetes, sehingga menjadi pertimbangan untuk menggabungkan keduanya. Pemilihan bentuk sediaan herbal jelly drink karena dapat menutupi rasa pahit pada biji alpukat dan rasa sepat pada daun salam serta saat ini banyak dikembangkan pangan atau minuman fungsional berbasis terapi . ood based therap. yang berasal dari tanaman herbal sehingga banyak disukai oleh masyarakat dari segala kalangan Jelly drink merupakan salah satu jenis pangan fungsional yang banyak digemari oleh masyarakat luas karena memiliki serat. Jelly drink mengandung serat yang diperoleh dari gelling agent . yang digunakan. Uji stabilitas dilakukan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas, dan kemurnian produk yang telah diluluskan dan beredar di pasaran, sehingga aman digunakan oleh konsumen (Rismana et al. , 2. Dengan adanya khasiat antara biji alpukat dan daun salam maka dibuatlah pengembangan formula menjadi sediaan herbal jelly drink campuran ekstrak biji alpukat dan daun salam dengan berbagai variasi karagenan dan dilakukan uji stabilitas meliputi sineresis, pH, dan lama penyimpanan di suhu sejuk . -15AC), suhu kamar . -30AC), dan suhu panas . 5AC). BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan yang digunakan diantaranya biji alpukat diperoleh dari penjual jus alpukat di daerah Kabupaten Kuningan, daun salam segar dari pekarangan rumah, sukralosa (Dipa Prasada Husad. , garam, potasium sitrat (Dipa Prasada Husad. , karagenan jenis kappa (Dipa Prasada Husad. , air, dan bahan-bahan untuk skrining fitokimia . erbuk Zn, amil alkohol, asam klorida 2N, perekasi mayer, pereaksi bouchardat, pereaksi dragendorf. FeCl3, gelatin 1%) Alat yang digunakannya yaitu timbangan analitik . , oven . , gelas ukur & gelas beaker . , pipet, blender . , waterbath, cawan porselin, ayakan, pisau, panci, penangas air, lemari pendingin . , inkubator dengan modifikasi, dan botol Jenis Penelitian Penelitian ini yaitu penelitian metode eksperimental laboratorium. Diformulasikan dalam bentuk sediaan herbal jelly drink ekstrak biji alpukat dan daun salam. Dilakukan evaluasi meliputi uji sineresis, pH, dan organoleptik sediaan dengan disimpan pada suhu berbeda sehingga dapat menghasilkan produk sediaan herbaljelly drinkyang memiliki khasiat untuk Farmasi 2021. : 33-41 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini bertempat di Laboratorium STIKes Muhammadiyah Kuningan, dilaksanakan pada bulan Maret - April 2021. Prosedur Penelitian Pembuatan Serbuk Simplisia Biji alpukat dari penjual jus yang merupakan limbah pedagang jus alpukat yang berjualan di Kuningan. Dilakukan determinasi di STIKes Muhammadiyah Kuningan. Biji buah alpukat yang telah matang sebanyak 6 kg dibersihkan, dicuci dengan air mengalir sampai bersih lalu ditiriskan. Biji alpukat dipotong kecil-kecil membujur dengan tebal sekitar 2 mm. Potongan biji alpukat dikeringkan dengan sinar matahari dan di oven pada suhu kurang lebih 50AC sampai kering. Lakukan sortasi kering. Simplisia diblender menjadi simplisia serbuk dan diayak menggunakan mesh 30 sehingga diperoleh serbuk. Simplisia disimpan dalam wadah tertutup rapat. Hitung hasil rendemen. Daun salam segar diperoleh dari pekarangan rumah. Dilakukan determinasi di STIKes Muhammadiyah Kuningan. Daun salam yang dipakai 4 helai setelah pucuk sebanyak 4 kg dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel . ortasi basa. lalu dicuci dengan air mengalir sampai bersih, kemudian ditiriskan. Daun salam yang telah bersih dan bebas air pencucian diangin - anginkan dilanjutkan pengeringan di dalam oven pada suhu 50AC sampai kering, lalu disortasi kembali dari kotoran yang mungkin tidak hilang saat Simplisia kering diblender hingga menjadi simplisia serbuk lalu diayak dengan ayakan mesh 30 lalu ditimbang untuk mendapatkan bobot akhir simplisia, disimpan dalam wadah yang kering dan bersih. Hitung hasil rendemen. Pembuatan Ekstrak Kental Biji Alpukat Sebanyak 1 kg serbuk simplisia biji alpukat dimasukkan kedalam bejana yang berisi 10 L air kemudian dipanaskan selama kurang lebih 45 menit atau sampai volume air 2,5 L. Lalu disaring dengan kain flanel untuk kemudian filtratnya dipisahkan . erlakuan pertam. Residu yang didapat kemudian ditambahkan lagi air sebanyak 10 L dan diperlakukan sama seperti perlakuan pertama sampai 4 kali perlakuan, maka didapatlah volume filtrat sebanyak 10 L dengan konsentrasi 30 g/L (Koffi et al. , 2. Filtrat cair kemudian dibuat ekstrak kental diatas waterbath sehingga didapat ekstrak kental. Hitung hasil rendemen. Pembuatan Ekstrak Kental Daun Salam Dibuat dengan menggunakan metode infus. Sebanyak 50 g serbuk simplisia daun salam dimasukkan ke dalam panci dengan air 200 mL, kemudian dipanaskan di atas penangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90AC sambil sesekali diaduk atau sampai air tersisa setengah bagian. Kemudian infus diserkai selagi panas melalui kain batis atau kain flanel, filtrat dimasukkan kedalam labu . erlakuan pertam. , residu daun salam ditambah lagi dengan 200 mL air, selanjutnya dilakukan proses yang sama seperti perlakuan awal (Musyrifah et al. , 2. Filtrat cair yang diperoleh dikentalkan diatas waterbath sehingga didapatkan ekstrak kental. Hitung hasil rendemen. Skrining Fitokimia Uji Flavonoid Sampel sebanyak 0,3 gram ekstrak dimasukkan kedalam tabung reaksi, tambahkan aquadest 2 mL, kemudian ditambahkan 2 mg serbuk Zn dan 1 mL asam klorida 2N. Dipanaskan diatas penangas air dan disaring. Kemudian filtrat ditambahkan 1 mL amil alkohol lalu dikocok kuat-kuat. Adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna merah, kuning, atau jingga yang dapat ditarik oleh amil alkohol (Fransworth, 1. Farmasi 2021. : 33-41 Uji Alkaloid Sampel sebanyak 0,3 gram ekstrak ditambahkan 5 mL asam klorida 2N dan dikocok sampai terbentuk dua lapisan. Lapisan asam . dengan menggunakan pipet dan dibagi menjadi 4 bagian dalam tabung reaksi (Fransworth, 1. C Tabung rekasi yang pertama digunakan sebagai blanko. C Tabung reaksi yang kedua ditambahkan 1-2 tetes pereaksi Mayer, adanya senyawa alkaloid ditandai dengan terbentuknya endapan putih. C Tabung reaksi yang ketiga ditambahkan 1-2 tetes dengan pereaksi Bouchardat, kemudian diamati ada atau tidaknya endapan. C Tabung reaksi yang keempat ditambahkan 1-2 tetes dengan pereaksi Dragendorf, diamati ada atau tidaknya endapan jingga (Fransworth, 1. Uji Tanin Uji skrining tanin dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu dengan FeCl3 dan gelatin Sampel sebanyak 0,3 gram ekstrak ditambah dengan 10 mL air suling, kemudian Filtrat diencerkan dengan air suling sampai tidak berwarna (Fransworth, 1. C Metode FeCl3 yaitu dengan diambil 2 mL filtrat lalu ditambahkan 3-4 tetes pereaksi FeCl3. Terbentuknya warna biru hitam menunjukkan adanya tanin dan polifenol C Metode gelatin yaitu dengan diambil 2 mL filtrat lalu ditambahkan 3-4 tetes larutan gelatin 1%. Adanya endapan putih menunjukkan terdapat tanin (Fransworth, 1. Uji Saponin Sampel sebanyak 0,3 gram ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan dengan 10 mL air dan panaskan. Setelah dingin tabung reaksi dikocok kuat selama beberapa menit. Pembentukkan busa sekurang-kurangnya setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit dan tidak hilang dengan penambahan beberapa tetes asam klorida 2N, menunjukkan adanya saponin (Fransworth, 1. Formulasi Tabel 1. Formulasi Pembuatan Herbal Jelly Drink Ekstrak Biji Alpukat Dan Daun Salam Bahan Formula 1 Formula 2 Formula 3 Ekstrak Biji Alpukat 32,50% 32,50% 32,50% Ekstrak Daun Salam 0,10% 0,10% 0,10% Sukralosa 13,00% 13,00% 13,00% Garam 0,10% 0,10% 0,10% Potasium Sitrat 0,15% 0,15% 0,15% Karagenan 0,20% 0,30% 0,40% Air 100 mL 100 mL 100 mL Setiap formula masing-masing dibuat @ 100 mL Pembuatan Sediaan Herbal Jelly Drink Ekstrak Biji Alpukat Dan Daun Salam Tahap awal pembuatan herbal jelly drink yaitu siapkan alat dan bahan. Dilakukan penimbangan bahan menurut formula yang sudah ditentukan yaitu sukralosa, kappa karagenan, potasium sitrat, dan garam. Pencampuran bahan sesuai dengan formula yang telah dirancang, dengan perbandingan konsentrasi karagenan berbeda-beda pada setiap perlakuan. Pembuatan larutan jelly dengan pencampuran semua bahan dan dipanaskan sampai A70AC sekitar 4-5 menit sambil terus diaduk. Kemudian dihilangkan uap panasnya dan dituang ke dalam botol ukuran 100 mL, lalu didiamkan hingga membentuk jelly. Farmasi 2021. : 33-41 Evaluasi Sediaan Uji stabilitas terhadap sediaan herbal jelly drink dilakukan agar dapat diketahui kualitasnya dengan disimpan pada suhu sejuk . -15AC), suhu kamar . -30AC), dan suhu panas . -45AC) sehingga dapat menghasilkan produk inovasi herbal dengan stabilitas yang baik, memiliki khasiat untuk kesehatan. Sineresis Menurut (Imeson, 1. dilakukan dengan memasukkan jelly drink ke dalam cup plastik dengan berat yang sama tiap perlakuan dan disimpan selama hari ke-1, 7, 14, dan 21 di penyimpanan suhu berbeda dengan mengambil air yang terpisah dari jelly drink kemudian ditimbang beratnya. Menghitung tingkat sineresis dengan rumus : Tingkat sineresis = (. erat awal . Ae . erat akhir . ) . erat awal . ) x 100% Keterangan : Berat awal : berat jelly drink dalam cup Berat akhir : berat jelly drink dalam cup setelah dilakukan pemisahan air yang terlepas dari sistem gel Pada penelitian ini menggunakan pH indikator universal. Analisis selama hari ke-1, 7, 14, dan 21 di penyimpanan suhu berbeda. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai kertas indikator dicelupkan kedalam larutan yang akan diukur pH nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang tersedia. Tiap warna mewakili nlai pH yang Catat angka pH yang sesuai (Santoso, 2. Organoleptik Parameter diuji terhadap warna, tekstur, dan aroma selama penyimpanan. Penyimpanan dilakukan selama 21 hari dengan rentang pengamatan setiap 3 hari. Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil pengujian sineresis dan pH kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel 2013 untuk mendapatkan rata-rata. Hasil dari pengamatan sineresis, pH, dan organoleptik sediaan pada suhu sejuk . -15AC), suhu kamar . -30AC), dan suhu panas . -45AC) selama penyimpanan data disajikan dalam bentuk tabel. Dianalisis secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Hasil determinasi yang dilakukan di STIKes Muhammadiyah Kuningan menunjukkan sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Determinasi Biji Alpukat Dan Daun Salam Nama Tanaman Jenis Suku Persea americana Mill. Biji Alpukat Lauraceae Syzygium polyanthum (Wigh. Walp. Daun Salam Myrtaceae Serbuk Simplisia Hasil rendemen serbuk simplisia biji alpukat dan daun salam yang diperoleh menunjukkan sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 3. Farmasi 2021. : 33-41 Tabel 3. Hasil Serbuk SimplisiaBiji Alpukat Dan Daun Salam Tanaman Biji Alpukat Daun Salam Berat Tanaman Segar Serbuk Diperoleh Rendemen % 33,33% 12,50% Ekstrak Kental Hasil ekstrak kental biji alpukat dan daun salam yang diperoleh dari ekstraksi dekoksi dan infus, dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Ekstrak Biji Alpukat Dan Daun Salam Hasil rendeman yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Ekstrak Kental Biji Alpukat Dan Daun Salam Tanaman Serbuk Ekstrak Diperoleh Rendemen % Biji Alpukat 38,20% Daun Salam 34,00% Skrining Fitokimia Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat dan daun salam mengandung adanya senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin sebagaimana pada Tabel 5. Tabel 5. Skrining Fitokimia Ekstrak Biji Alpukat Dan Daun Salam Golongan Senyawa Sampel Flavonoid Alkaloid Saponin Tanin Ekstrak Kental Biji Alpukat Ekstrak Kental Daun Salam Sediaan Herbal Jelly Drink Sediaan herbal jelly drink ekstrak biji alpukat dan daun salam dengan variasi karagenan (F1: 0,20% . F2: 0,30% . F3: 0,40%) dapat diformulasikan dengan baik. Jelly yang terbentuk mudah dihisap dengan bantuan sedotan. Hasil sediaan jelly drink dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Herbal Jelly Drink Ekstrak Biji Alpukat Dan Daun Salam Farmasi 2021. : 33-41 Evaluasi Sediaan Sineresis Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin semakin tinggi konsentrasi karagenan yang digunakan maka tingkat sineresis jelly drink ekstrak biji alpukat dan daun salam semakin rendah. Waktu penyimpanan yang semakin lama menyebabkan sineresis semakin tinggi. Rata-rata sineresis selama 21 hari pada suhu sejuk . -15AC) (F1: 4% . F2: 2% . F3: 1%), suhu kamar . -30AC) (F1: 6. 3% . F2: 4% . F3: 2%) dan suhu panas . 5AC) (F1: 9% . F2:8% . F3: 5%). Hasil pengamatan sineresis dapat dilihat sebagaimana pada Tabel 6. Hari Sampel Tabel 6. Evaluasi Sineresis Sedian Suhu Sejuk Suhu Kamar 2,5% 2,5% 7,5% 2,5% 7,5% 2,5% Suhu Panas 2,5% 12,5% 12,5% Hasil penelitian menunjukkan selama penyimpanan jelly drink mengalami penurunan Rata-rata pH selama 21 hari pada suhu sejuk . -15AC) (F1: 7 . F2: 6 . F3: . , suhu kamar . -30AC) (F1: 4 . F2: 5 . F3: . dan suhu panas . -45AC) (F1: 5 . F2:6 . F3: . Penurunan pH terjadi diduga karena adanya aktivitas mikroorganisme. Dapat dilihat pada Tabel 7. Hari Sampel Tabel 7. Evaluasi pH Sediaan Suhu Sejuk Suhu Kamar Suhu Panas Organoleptik Hasil penelitian pada pengamatan organoleptik menunjukkan adanya perubahan warna, tekstur, dan aroma terutama pada sediaan yang disimpan pada suhu kamar . - Farmasi 2021. : 33-41 30AC). Perubahan tersebut diduga karena adanya aktivitas mikroorganisme pada sediaan yang menjadi tempat tumbuhnya mikroorganisme. Sediaan jelly drink yang disimpan disuhu sejuk . -15AC) sangat stabil selama penyimpanan dalam waktu 21 hari memiliki warna (F1. F2. F3 : cokla. , tekstur (F1: sedikit F2: kenyal . F3: kenya. dan aroma (F1. F2. F3 : kha. Dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Evaluasi Organoleptik Sediaan Hari Ke- Sampel Suhu Sejuk Warna Tekstur Aroma Penyimpanan Organoleptik Suhu Kamar Warna Tekstur Aroma TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM TSM Warna Suhu Panas Tekstur Aroma Keterangan : Warna : CM : Coklat Muda. C : Coklat. CG : Coklat Gelap Tekstur : K : Kenyal. SK : Sedikit Kenyal. SC : Sedikit Cair Aroma : K : Khas. TS : Tidak Sedap. TSM : Tidak Sedap Menyengat SIMPULAN Ekstrak biji alpukat dan daun salam dapat diformulasikan dengan baik menjadi sediaan jelly drink dengan konsentrasi karagenan . ,20% . 0,30% . 0,40%). Sediaan dengan konsentrasi karagenan 0,30% terbentuk jelly yang memiliki tekstur dan konsistensi yang baik. Sediaan ini mempunyai stabilitas paling baik selama 21 hari yang disimpan pada suhu sejuk . AC) dengan tingkat sineresis 2%, pH 6, dan organoleptik meliputi warna coklat, tekstur kenyal, dan aroma yang khas. REFERENSI