Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH KOMPENSASI MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PT. DUTA MEGA PERKASA Oscarius Pape Oly1. Syahril Hasan2. Tutik Yuliani3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 pos-el: oscariuspape@gmail. com1, syahrilhasan2022@gmail. com2, tutik. yuliani@uniba-bpn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara langsung Variable kompensasi, motivasi dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Penelitian ini menggunakan sempel sebanyak 35 responden dengan metode pengumpulan data kuisioner dan alat analisis dibantu dengan SmartPLS. Hasil menunjukan bahwa . secara langsung Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. secara langsung Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. secara langsung Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Kata Kunci: Kompensasi. Motivasi. Lingkungan Keja. Semangat Kerja ABSTRACT This research aims to determine the direct influence of compensation variables, motivation and work environment on the work spirit of PT employees. Mega Perkasa Ambassador. This research used a sample of 35 respondents with a questionnaire data collection method and analysis tools assisted by SmartPLS. The results show that . Compensation directly has a positive and significant effect on the work spirit of PT employees. Mega Perkasa Ambassador. Motivation directly has a positive and significant effect on PT employee morale. Mega Perkasa Ambassador. The work environment directly has a positive and significant effect on the work spirit of PT Mega Perkasa Ambassador. Keywords: Compensation. Motivation. Work Environment. Work Spirit PENDAHULUAN Balikpapan, sebagai salah satu kota metropolitan di Kalimantan Timur, memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam sektor industri dan energi. Pertumbuhan pesat kota ini tidak lepas dari kontribusi signifikan sektor konstruksi, di mana usaha jasa kontraktor menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur yang mendukung kemajuan kota. Usaha jasa kontraktor di Balikpapan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung perkantoran dan hunian, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan raya, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Keberadaan kontraktor yang handal dan profesional menjadi kunci utama dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta daya saing kota Balikpapan di tingkat nasional maupun (Kontraktor Balikpapan. Besarnya potensi ini tidak disiasiakan oleh salah satu perusahan yang Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani JURNAL Edueco Universitas Balikpapan bergerak di bidang konstruksi yang ada di balikpapan yaitu PT. Duta Mega Perkasa. (Indokontraktor, 2. PT. Duta Mega Perkasa merupakan perusahaan konstruksi yang berbasis di kota Balikpapan. Berdiri sejak 2008. PT. Duta Mega Perkasa telah menjadi salah satu pemimpin di industri konstruksi dengan spesialisasi utama dalam pembangunan infrastruktur dan proyek komersial skala besar. PT. Duta Mega Perkasa melayani jasa konstruksi seperti: konstruksi gedung industri, konstruksi bangunan sipil jalan, konstruksi jaringan irigasi dan drainase, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini memiliki kantor yang berlokasi di Jl. Abdi Praja Utara No. Sepinggan. Kecamatan Balikpapan Selatan. Kota Balikpapan. Kalimantan Timur 76115. Dengan pesatnya perkembangan di era saat ini, dunia bisnis diharuskan memberikan strategi yang lebih unggul melalui sumber daya manusia mereka salah satunya dalam bisnis bidang jasa (Hasan, 2016. Savitri et al. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan individu produktif yang organisasi, baik yang berada di dalam sebuah institusi maupun perusahaan industri yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing yang telah sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan sebelum mulai Berdasarkan hasil observasi yang berkaitan dengan kondisi kompensasi, motivasi dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja di PT. Duta Mega Perkasa suda cukup baik di lihat dari kebutuhan fisiologis karyawan yang terpenuhi, kebutuhan aktualisasi, hubungan atasan dengan karyawan yang baik, hubungan rekan kerja setingkat yang terjalin balik, karyawan yang dispilin dan bertanggung Artinya semakin meningkat kondisi kompensasi, motivasi, dan lingkungan kerja maka semakin tinggi pula semangat kerja karyawan. Seorang karyawan yang memiliki semangat kerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. (Zakariya & Hidayati, 2. Semangat kerja merupakan kemauan dari setiap individu atau kelompok untuk saling bekerja sama dengan giat, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab dalam PT. Duta Mega Perkasa berupaya dalam meningkatkan semangat kerja karyawan agar dapat bersaing dan membantu mencapai tujuan perusahaan. Organisasi atau perusahaan sering lalai kompensasi kepada karyawan, hal sedemikian akan menimbulkan semangat kerja para karyawan akan menurun dan membuat aktivitas dalam organisasi tidak berjalan baik. (Adawiah et al. , 2. Kompensasi merupakan imbalan yang diterima oleh seorang karyawan atas jasa dari pekerjaannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini didukung oleh penelitian (Yulius Kristiadi Ndruru, 2. bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan. Hail ini menyatakan semakin baik pemberian kompensasi, maka semakin tinggi semangat kerja karyawan. Tetapi menurut (Syafrizal et al. , 2. yang menyatakan kompensasi tidak pengaruh terhadap variabel semangat kerja karyawan. Faktor lain yang mempengaruhi semangat kerja yaitu motivasi. (Pratiwi & Firgiyani, 2. Motivasi merupakan salah satu komponen penting dalam Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani JURNAL Edueco Universitas Balikpapan meraih keberhasilan suatu proses kerja, karena memuat unsur pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan sendiri maupun kelompok. Begitupun sebaliknya, bekerja dengan motivasi yang rendah akan memengaruhi semangat kerja karyawan yang dapat dilihat saat karyawan mudah menyerah dan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hasil penelitian yang di lakukan oleh (Anggrasenastri & Trarintya, 2023. Fattah & Hasan, 2. bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Hasil penelitian berbedah dilakukan oleh (Aviani et al. yang menyatakan Motivasi tidak semangat kerja karyawan. Faktor mempengaruhi semangat kerja karyawan yaitu lingkungan kerja. (Widayono, 2. Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan dan yang dapat mempengaruhi karyawan dalam menjalankan tugas-tugas yang Kondisi lingkungan kerja yang berada di PT. Duta Mega Perkasa terlihat sudah cukup baik terlihat dari kerja sama tim yang terjalin dengan baik, maupun hubungan atasan dengan karyawan yang saling menghargai satu dengan yang lain. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Andani et al. , 2. membuktikan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja karyawan. Hasil penelitian yang berbeda dilakukan oleh (Rozi, 2. yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh negatif terhadap semangat Akan tetapi terdapat beberapa kondisi dimana kebutuhan rama aman kurang memenuhi, dan kerja sama antar karyawan yang bukarang baik. Sehingga menarik untuk ditelitih lebih lanjut apakah kompensasi, motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap semanagt kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian (Sugiyono, 2022, p. Penelitian kuantitatif merupakan suatu metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk melakukan penelitian dengan populasi atau sampel Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pendekatan kuantitatif ini digunakan oleh peneliti untuk mengukur dan memberikan gambaran mengenai masalah yang diteliti yaitu Pengaruh Kompensasi. Motivasi. Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Duta Mega Perkasa. (Sugiyono, 2022, p. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Duta Mega Perkasa yang berjumlah 182 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive (Sugiyono, 2022, p. purposive sampling adalah salah satu Teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan peneliti sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan peneliti. Adapun kriteria yang digunakan yaitu karyawan DMP Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani office sebanyak 35 orang. Dalam menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan metode Parsial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi Smart-PLS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Validitas Konvergen (Convergent Validit. Convergent validity dari model pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item score atau component score dengan construct score yang dihitung dengan PLS. Ukuran refleksi individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang ingin diukur. Namun demikian untuk penelitian tahap pengukuran nilai loading 0,5 sampai 0,60 dianggap cukup. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Jika indikator loading bernilai > 0,6 maka nilai loading tersebut sudah memenuhi syarat dandapat dikatakan semua indicator bersifat valid (Ghozali. Validitas Diskriminan (Diskriminant Validit. Discriminant validity dari model pengukuran dengan refleksif indikator pengukuran dengan konstruk. Jika pengukuran lebih besar daripada ukuran konstruk lainnya, maka hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi ukuran pada blok mereka lebih baik daripada ukuran blok lainnya. Nilai crossloading untuk setiap variabel harus diatas 0,70. Tabel 2 Uji Validitas (X. (Y) X1. 0,789 0,149 0,376 0,454 Tabel 1 Nilai Outer Loading X1. 0,841 0,466 0,651 0,730 (X. X1. 0,892 0,216 0,497 0,511 (X. (X. (Y) (X. (X. X1. 0,789 X1. 0,882 0,353 0,390 0,674 X1. 0,841 X2. 0,450 0,377 0,857 0,665 X1. 0,892 X2. 0,594 0,390 0,855 0,741 X1. 0,882 X2. 0,438 0,161 0,827 0,518 0,857 X2. 0,416 0,064 0,752 0,489 X2. 0,855 X2. 0,464 0,278 0,866 0,574 X2. 0,827 X3. 0,256 0,884 0,277 0,505 X2. 0,752 X3. 0,416 0,916 0,312 0,633 X2. 0,866 X3. 0,287 0,811 0,258 0,522 X2. X3. 0,884 0,569 0,506 0,615 0,826 X3. 0,916 0,627 0,617 0,625 0,800 X3. 0,811 0,513 0,340 0,589 0,735 0,826 0,568 0,544 0,497 0,818 0,800 Sumber: Data Diolah SmartPLS . 0,735 0,818 Sumber: Data Diolah SmartPLS . Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Hasil dari table 2 dapat dilihat bahwa indicator konstruk mempunyai korelasi lebih tinggi dibandingkan dengan indicator lainnya sehingga bisa dikatakan Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani semua indicator pada pengujian validitas diskriminan sudah valid. Uji Reliabilitas Mengukur uji reliabilitas dapat cronbachAos alpha dan composite Composite reliability blok indikator yang mengukur suatu konstruk dapat dievaluasi dengan 2 . macam ukuran yaitu internal consistency dan cronbachAos alpha. Dalam pengukuran tersebut apabila nilai dicapai di atas 0,60 maka dapat dikatakan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi. Cronbach's Alpha merupakan uji reliabilitas yang memperkuat hasil dari composite reliability. Nilai cronbachAos alpha dikatakan reliabel jika nilainya di atas 0,60. Tabel 3 Uji Reabilitas Cronbach' s Alpha Composit Reliability Average Variance Extracte d (AVE) (X. 0,876 0,900 0,914 0,726 (X. 0,841 0,857 0,904 0,760 (X. 0,890 0,906 0,919 0,693 (Y) 0,807 0,813 0,873 0,633 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dapat digunakan untuk menguji hal ini. Nilai VIF >10 mengindikasikan terdapat Tabel 4 Uji Multikolonieritas (X. Uji Multikolonieritas Multikoleniaritas bertujuan menguji variabel manifest dalam blok apakah terdapat multikol antar variabel. Nilai variance inflation factor (VIF) Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 (X. (Y) (X. 1,586 (X. 1,188 (X. 1,526 (Y) Sumber: Data Diolah SmartPLS . Berdasarkan multikoleniaritas antar konstruk karena nilai VIF <10. Hasil Pengukuran Inner Model Inner model menggambarkan hubungan substantive theory. R-square (R. Nilai R-Square dapat dilihat dari variabel laten endogen, hasil R2 sebesar 0,67. 0,33. dan 0,19 untuk variabel laten endogen dalam model struktural mengindikasikan bahwa model "baik", "moderat", dan "lemah". Sumber: Data Diolah SmartPLS . Hasil dari tabel 3 menunjukkan bahwa nilai composite reliability sudah lebih besar dari 0,70 maka dapat dikatakan semua variable memiliki realitas yang baik. Serta nilai cronbachAos alpha sudah diatas 0,70 maka dapat dikatakan bahwa semua indicator sudah (X. Tabel 5 Nilai R-Square (Y) R Square R Square Adjusted 0,789 0,769 Sumber: Data Diolah SmartPLS . Hasil dari table 5 diatas menunjukkan bahwa nilai R-square sebesar 0,789 atau 78,9% dan nilai Adjusted R-square sebesar 0,769 atau 76,9%. Maka nilai Adjusted Rsquare tersebut menunjukkan bahwa variable semangat kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi, motivasi dan lingkungan kerja adalah sebesar 76,9%, sedangkan 23,1% dijelaskan oleh variable lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sehingga bisa Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani dikatakan bahwa R-square pada variable kepuasan kerja adalah baik. Effect Size (F. Nilai F2 sebesar 0,02. 0,15. dan 0,35 dapat diinterpretasikan apakah prediktor variabel laten mempunyai pengaruh yang lemah, medium, atau besar pada tingkat Hasil F2 dapat dijelaskan pada table 9 dibawah ini. Tabel 6 Nilai Effect Size (F. (X. (X. (X. (Y) Kompensasi (X. 0,346 Motivasi (X. 0,572 Lingkungan 0,532 Kerja (X. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Sumber: Data Diolah SmartPLS . Hasil dari table 7 diatas menunjukkan bahwa model belum memenuhi kriteria nilai SRMR <0,08 yaitu sebesar 0,106 sehingga model dianggap tidak baik. Sedangkan nilai NFI menunjukkan nilai 0,617 yang berarti nilai tersebut berada dibawah kriteria nilai NFI >0,90 atau dapat dikatakan bahwa model dianggap tidak baik. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat perhitungan path coefficient pada pengujian inner model. Nilai signifikansi p-value 0,05 . %) maka nilai tstatistik > nilai ttabel . Semangat kerja (Y) Sumber: Data Diolah SmartPLS . Hasil dari table 6 diatas menunjukkan bahwa variable kompensasi mempunyai pengaruh yang lemah pada semangat kerja dengan nilai F-square sebesar 0,346. Sedangkan variable motivasi dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang medium pada semangat kerja dengan nilai F-square sebesar 0,572 dan 0,532. Model FIT Model FIT dilihat pada nilai Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) yang baik harus dibawah 0,08. Begitu juga nilai Normal Fit Index (NFI) yang baik harus diatas 0,90. Hasil uji model FIT dapat dijelaskan pada table 10. Tabel 7 Nilai Model Fit SRMR Saturated Model 0,106 Estimated Model 0,106 d_ULS 1,533 1,533 1,086 1,086 182,164 182,164 0,617 0,617 Chi-Square NFI Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Tabel 8 Nilai Pengujian Path Coeffisients Kompens asi (X. -> Semangat Kerja (Y) Lingkung an Keja (X. Semangat Kerja (Y) Motivasi (X. Semangat Kerja (Y) Samp le Asli (O) Statistics (|O/STDE V|) Value 0,340 2,403 0,017 Diteri 0,378 3,155 0,002 Diteri 0,413 2,805 0,005 Diteri Hasil Sumber: Data Diolah SmartPLS . Berdasarkan menunjukkan bahwa semua hipotesis diterima karena nilai t statistic >1,96 dan p-value > 0,05. Pengaruh Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Duta Mega Perkasa Hipotesis pertama menguji apakah variabel kompensasi (X. berpengaruh terhadap variabel semangat kerja (Y). Hasil pengujian menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,017 atau lebih kecil dari 0,05. Serta memiliki nilai t-statistik Oscarius Pape Oly. Syahril Hasan. Tutik Yuliani sebesar 2,403 . statistik > t tabel 1,. Hal tersebut membuktikan bahwa variable kompensasi (X. mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel semangat kerja (Y) sehingga disimpulkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima. Pengaruh Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Duta Mega Perkasa Hipotesis kedua menguji apakah variabel motivasi (X. berpengaruh terhadap variabel semangat kerja (Y). Hasil pengujian menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,005 atau lebih kecil dari 0,05. Serta memiliki nilai t-statistik sebesar 2,805 . statistik > t tabel 1,. Hal tersebut membuktikan bahwa variable motivasi (X. mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel semangat kerja (Y) sehingga disimpulkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Duta Mega Perkasa Hipotesis ketiga menguji apakah (X. berpengaruh terhadap variabel semangat kerja (Y). Hasil pengujian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 atau lebih kecil dari 0,05. Serta memiliki nilai t-statistik sebesar 3,155 . statistik > t tabel 1,. Hal tersebut membuktikan bahwa variable lingkungan kerja (X. mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel semangat kerja (Y) sehingga disimpulkan bahwa hipotesis pertama dapat diterima. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh kompensasi, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Berdasarkan hasil pengujian, variabel kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Hal ini menunjukan bahwa pemberian kompensasi yang sesui dapat Berdasarkan hasil pengujian, variabel signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian motivasi yang tinggi maka berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan yang semakin meningkat. Berdasarkan hasil pengujian, variabel lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Duta Mega Perkasa. Hal ini menunjukkan sangat mungkin bahwa tingkat semangat kerja karyawan meningkat sebagai hasil dari lingkungan kerja yang baik. DAFTAR PUSTAKA