P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. AyAnalisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja pada PT. Unilever Indonesia. Tbk. Ay Elly Siti Nurliyah Jurusan Manajemen. STIE MBI. Jakarta Email elly. siti@stiembi. Abstraks Penelitian bertujuan untuk menilai kinerja perusahaan PT. Unilever Indonesia. Tbk. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio likuiditas dan rasio profitabilitas dari Laporan Keuangan Tahun 2018, 2019, dan 2020. Pada perhitungan rasio likuiditas, terdapat perhitungan current ratio, quick ratio dan cash ratio. Current ratio untuk tahun 2018, 2019, dan 2020 masing-masing sebesar 74%, 65% dan 66% Kemudian di 3 tahun yang sama, quick ratio masing-masing sebesar 50%, 47%, dan 48%. Pada perhitungan rasio profitabilitas, terdapat perhitungan NPM. ROA, dan ROE. NPM pada 3 tahun yang sama, masing-masing sebesar 9%, 17% dan 16%. Sedangkan untuk ROA masing-masing sebesar 18%, 34% dan 34%. ROE perusahaan di 3 tahun yang sama , besarannya masing-masing 49%. 134%, 143%. Dengan melihat hasil penghitungan rasio-rasio di atas, bisa dilihat bahwa kinerja keuangan PT. Unilever Indonesia. Tbk di tahun 2018, 2019, dan 2020 menunjukan peningkatan di nilai ROE, dan mengalami turun naik atau tetap di rasio-rasio lainnya. Apabila dilihat dari pedoman hasil perhitungan rasio, rasio likuiditas menunjukan hasil yang kurang baik, sedangkan rasio profitabilitas menunjukan hasil yang baik. Abstraction The study aims to assess the performance of the company PT. Unilever Indonesia. Tbk. The analysis is carried out by calculating the liquidity ratios and profitability ratios from the 2018 2019 and 2020 Financial Statements. In the calculation of the liquidity ratios, there are calculations of the current ratio, quick ratio and cash ratio. The current ratios for 2018, 2019, and 2020 are 74%, 65% and 66%, respectively. Then in the same 3 years, the quick ratios are 50%, 47%, and 48%, respectively. In the calculation of profitability ratios, there are calculations of NPM. ROA, and ROE. NPM in the same 3 years was 9%, 17% and 16%. Meanwhile. ROA is 18%, 34% and 34%, respectively. The company's ROE in the same 3 years is 49% each. 134%, 143%. By looking at the results of calculating the ratios above, it can be seen that the financial performance of PT. Unilever Indonesia. Tbk in 2018, 2019, and 2020 showed an increase in ROE, and fluctuated or remained in other ratios. If you look at the ratio calculation guidelines, the liquidity ratio shows unfavorable results, while the profitability ratio shows good results. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. BAB 1 PENDAHULUAN Tujuan perusahaan adalah mencapai kinerja yang Berbagai strategi dan upaya dilakukan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Laporan keuangan adalah laporan yang terstruktur dan mencerminkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Laporan keuangan merupakan laporan akuntansi yang yang disusun berdasarkan aktifitas Laporan ini juga merupakan sarana komunikasi antara pihak yang membutuhkan informasi keuangan dengan pihak perusahaan. Analisis dari laporan keuangan, bisa menjadi arah kebijakan perusahaan selanjutnya untuk melakukan stratgei perusahaan yang tepat. Salah satu cara analisis laporan keuangan adalah dengan melakukan analisis rasio. Analisis rasio keungan bisa dilakukan dengan melakukan perhitungan analisis rasio likuiditas dan Hasil analisis rasio-rasio di atas, bisa dipakai perusahaan untuk melihat perusahaan di masa yang akan datang. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul AyAnalisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja pada PT. Unilever Indonesia. TbkAy Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana kinerja PT. Unilever Indonesia. Tbk ditinjau dari laporan keuangan. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja PT. Unilever Indonesia. Tbk ditinjau dari laporan keuangan. Manfaat Penelitian Bagi Penulis, penelitian ini pemahaman tentang analisis laporan keuangan dan penilaian kinerja keuangan perusahaan. Bagi perusahaan, penelitan ini strategi perusahaan. Bagi Pihak lain, sebagai bahan informasi tambahan tentang kinerja perusahaan terkait. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 BAB II Landasan Teori 1 Deskripsi Teori 1 Pengertian Analisis Menurut Najmudin . Analisis adalah penguraian sejumlah unsur pokok dan penelaah setiap unsur dan hubungan antara unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman artia secara keseluruhan. 2 Pengertian Laporan Keungan Menurut Brigham dan Houston . laporan keungan adalah beberapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis di atasnya, tetapi penting juga untuk memikirkan aset-aset nyata yang berada dibalik angka tersebut. 3 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Menurut Najmudin . analisis laporan keungan adalah suatu proses penguraian data . yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponenkomponen tersendiri, menelaah setiap komponen, dan memelajari hubungan antara komponen tersebut dengan mengunakan teknik analisis tertentu agar diperoleh pemahaman yang tepat dan gambar yang komprehensif tentang informasi tersebut. Tujuan laporan keuangan Menurut Irham Fahmi . tujuan laporan keungan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang laporan kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam suatu moneter. Menurut Kasmir . , laporan keuangan bertujuan untuk: Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva . yang dimiliki perusahaan saat ini. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban serta modal yang dimiliki perusahaan. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Memberikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Keterbatasan laporan keuangan Menurut PAI (Prinsip Akuntansi Indonesi. sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah sebagai berikut: Laporan laporan atas kejadian yang telah Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimasukkan untuk memenuhi kebutuhan pihak Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan tafsiran dan sebagai Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Laporan dengan menggunakan istilahistilah teknis dan laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. Adanya sebagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam sumber-sumber kesuksesan antar perusahaan. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan Karakteristif kualitatif laporan keuangan ini meliputi: Dapat Dipahami Relevan Keandalan Dapat dibandingkan Jenis Laporan Keuangan Menurut Dwi Prastowo . dua jenis laporan keuangan yang umumnya dibuat oleh setiap perusahaan adalah neraca dan laporan keuangan. Neraca Laporan Laba-Rugi Laporan perubahan modal Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan 4 Pemakai Laporan keungan Ada beberapa pihak yang selama ini dianggap memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan, yaitu: Kreditur Investor Karyawan Bapepam Underwriter Konsumen Pemasok Pemerintah 5 Pengertian Kinerja Keuangan Prastowo yang dikutip oleh Praytino . menyebutkan unsur dari kinerja keuangan perusahaan sebagai berikut : Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan disajikan pada laporan keuangan yang disebut laporan laba rugi, penghasilan bersih seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran lainnya. Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih ini adalah penghasilan . dan beban . Menurut Munawir . 0: . , kinerja keuangan perusahaan merupakan satu diantara dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan analisis terhadap rasio keuangan perusahaan. Sedangkan menurut Subramanyam dan Wild . 0: . kinerja keuangan merupakan pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya yang menghasilkan laba yang lebih unggul dibandingkan arus kas untuk mengevaluasi kinerja keuangan. Pengakuan pendapatan memastikan bahwa semua pendapatan yang dihasilkan dalam suatu periode telah diakui. Pengaitan memastikan bahwa beban yang dicatat pada suatu periode hanya beban yang terkait dengan periode tersebut. 6 Tujuan Penilai Kinerja Sedangkan tujuan penilaian kinerja keuangan menurut Jumingan . 9: . , yaitu sebagai berikut: pengelolaan keuangan perusahaan terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal, dan profitabilitas yang dicapai dalam tahun berjalan maupun tahun perusahaan dalam mendayagunakan semua aset yang dimiliki dalam menghasilkan profit secara efisien. 7 Manfaat Penilaian Kinerja Keuangan Menurut Mulyadi . pengukuran kinerja keuangan dimanfaatkan oleh manajemen untuk: mengelola operasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara umum. mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan serta untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi progam pelatihan karyawan. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. 9 Analisis Rasio Likuiditas Terhadap Kinerja Perusahaan Rasio likuiditas merupakan rasio untuk PT. Unilever Indonesia. Tbk. dalam memenuhi kewajiban finansialnya . erupa utang dagan. yang segera dipenuhi, jika sudah jatuh tempo yang terdiri dari current ratio dan quick ratio. Current perbandingan antara aktiva lancar . urrent asset. dengan utang lancar . urrent liabilitie. Aktiva lancar yang dimaksud termasuk kas, piutang, surat berharga dan persediaan. Digunakan untuk mempersentasikan membayar kewajiban financial jangka Semakin tinggi current rasio ini berarti semakin besar kemampuan kewajiban financial jangka pendek. Berdasarkan standar rasio dalam Current Ratio yang bisa digunakan umumnya perbandingan Current Ratio yang dianggap likuid . adalah dua banding satu . atau > 200%. artinya aktiva lancar harus dua kali lipat dibandingkan dengan utang lancar yang harus dibayarkan. Quick ratio merupakan perbandingan antara aktiva lancar . urrent asset. dikurang persediaan . , yang sisanya dibagi dengan utang lancar . urrent liabilitie. Dimana aktiva lancar terdiri dari kas dan bank, piutang, dan persediaan barang Sedangkan hutang lancar hanya terdiri dari hutang dagang. Rasio kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan, 20 Analisis Rasio Profitabilitas Terhadap Kinerja Perusahaan Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan PT. Unilever Indonesia. Tbk dengan membandingkan antara tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu, yang terdiri dari Net Profit Margin (NPM). Return on Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM) menggambarkan besarnya laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan pada setiap penjualan yang dilakukan. Dimana laba bersih dibagi penjualan Rasio atau pedoman yang baik adalah > 5 %. Return On Asset (ROA) menggambarkan menghasilkan keuntungan dari setiap satu rupiah aset yang digunakan. Dimana laba bersih dibagi rata - rata total aktiva. Rata - rata total aktiva diperoleh dari total aktiva awal tahun ditambah total aktiva akhir tahun dibagi dua. Return On Asset bisa diperoleh dari Net Profit Margin dikalikan Asset Turn Over. Asset Turn Over adalah penjualan bersih dibagi rata - rata total aktiva. Return on Asset disebut juga Earning Power menurut sistem Du Point. Rasio atau pedoman yang baik adalah > 5 %. Return On Equity (ROE) berguna untuk mengetahui besarnya kembalian yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal dari pemilik. Dimana laba bersih dibagi rata - rata ekuitas. Rata rata ekuitas diperoleh dari ekuitas awal periode dari ekuitas awal periode ditambah akhir periode dibagi dua. Rasio atau pedoman yang baik adalah > 20 %. BAB i METODE PENELITIAN karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisir menjadi uang kas. Berdasarkan standar rasio dalam Quick ratio yang bisa digunakan umumnya perbandingan Quick ratio yang dianggap likuid . adalah satu banding satu . atau > 100 %. artinya semakin baik kondisi keuangan perusahaan karna perusahaan dapat terhindari dari kesulihatan untuk memnuhi seluruh kewajibannya dan terhindar dari kekurangan dana. Untuk nilai quick ratio relatif rendah dari standar maka perusahaan akan mengalami kesulitan liquiditas yang cukup besar. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah PT. Unilever Indonesia. Tbk yang merupakan perusahaan yang memproduksi barang Data yang diolah adalah Laporan Keungan PT. Unilever Indonesia. Tbk tahun 2018, 2019, dan 2020 yang diunduh dari website resmi perusahaan. Jenis dan Sumber Data Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, dimana penelitian ini akan mengambarkan fenomena atau karakteristik data yang sedang berlangsung pada saat penelitian ini dilakukan atau selama kurun waktu tertentu. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu data sekunder, di mana data sekunder merupakan data yang diperoleh P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. sudah dalam bentuk jadi tanpa diolah terlebih dahulu. Data yang digunakan adalah data deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data dan dilakukan dengan menggambarkan dan menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan kemudian diuraikan secara sistematis dan diambil suatu kesimpulan. Harahap . Quick ratio adalah rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansialnya atas aktiva yang paling likuid. Quick ratio dinyatakan dalam rumus sebagai Aktiva lancar- Persediaan Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan proses pengadaan data untuk keperluan Pengumpulan data adalah prosedur sistematika dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini Dokumentasi pengumpulan data dengan cara melihat dan menggunakan laporan-laporan dan catatan yang ada di perusahaan. Data yang dikumpulkan meliputi data tentang profil perusahaan dan laporan keuangan. Quick ratio = X 100% Hutang lancar Rasio Profitabilitas Menurut Hanafi dan Halim . 2:81-. rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Net Profit Margin Laba bersih Teknik Analisis Data Dalam melakukan analisis terhadap data yang telah dikumpulkan, menggunakan metode analisis kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka yang menunjukkan jumlah atau banyaknya sesuatu. Kemudian analisis deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data dan dilakukan dengan menggambarkan dan menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan kemudian diuraikan secara sistematis dan diambil suatu kesimpulan. Metode analisis deskriptif penelitian ini dengan menggunakan pengukuran rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Rasio Likuiditas Rasio hubungan antara penjualan dan beban pokok penjualan. Rasio ini juga mengukur kemampuan mengendalikan biaya persediaan atau biaya operasi barang maupun untuk meneruskan kenaikan harga lewat penjualan kepada Current ratio adalah rasio yang kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar Curent dinyatakan dalam rumus sebagai Aktiva lancar Current ratio = Hutang lancar X 100% Penjualan Return On Assets Laba bersih ROA = X 100% Total aktiva Return On Equity Laba bersih ROE = X 100% Modal sendiri BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Pada bab ini, akan menjelaskan hasil menggunakan metode analisis kuantitatif. Adapun data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan . eraca dan laporan laba rug. PT. Unilever Indonesia. Tbk dari tahun 2018 1 Rasio Likuiditas Tabel 4. Perhitungan Current Ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk Selama Tahun 2018-2020 Tahun X 100% Quick ratio NPM = Aktiva Lancar (R. Hutang Lancar (R. Current Ratio Dalam Jutaan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Berdasarkan perhitungan current ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk pada tahun 20182020, current ratio tertinggi adalah di tahun 2018, yaitu sebesar 75% dan terendah tahun 2019 yaitu 65% . Current Ratio yang dianggap likuid . adalah dua banding satu . atau > Semua hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa current ratio parusahan tahun 2018-2020 nilainya di bawah 200%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa posisi ratio kurang baik. Artinya perusahaan kurang dapat menggunakan asset lancarnya untuk membayar kewajiban lancarnya. Tabel 4. Perhitungan Quick Ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk Selama Tahun 2018-2020 Aktiva Lancar (R. Dalam Jutaan Persediaan (R. Hutang Lancar (R. Tahun Dari perhitungan quick ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk pada tahun 20182020, diketahui bahwa pada tahun 2018 kewajiban lancar atau hutang lancar yang dapat dibayarkan adalah sebesar 0. 50 kali lipat dari asset likuid yang dimiliki perusahaan. Pada tahun 2019 terjadi penurunan nilai rasio 47 kali , dan meningkat lagi di tahun 2020 yaitu sebesar 0. 48 kali. Hal tersebut dikarenakan peningkatan aktiva lancar jauh lebih besar dibandingkan dengan peningkatan persediaan dan hutang lancar. Quick ratio yang dianggap likuid . adalah satu banding satu . atau > 100 %. Quick ratio tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 nilainya di bawah 100%, sehingga dapat dikatakan bahwa di tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 perusahaan dianggap kurang mampu membayar hutang lancar yang harus dipenuhi di tahun tersebut. 2 Rasio Profitabilitas Laba Bersih (R. Dalam Jutaan Penjualan (R. Pada tahun 2018. NPM sabesar 9%, hal ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 9. Pada tahun 2019. NPM perusahaan mengalami kenaikan menjadi 17%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 17. Kemudian pada tahun 2020 nilai NPM perusahaan di angka 16%. Nilai ini menunjukan kemampuan modal sendiri menghasilkan laba, sebesar Rp 16. Ketika nilai NPM perusahaan semakin tinggi, maka semakin baik karena perusahaan dianggap memiliki kemampuan mendapatkan laba juga cukup tinggi. Demikian juga sebaliknya, ketika NPM semakin rendah, maka kemampuan perusahaan mendapatkan laba juga dianggap semakin rendah. Sedangkan rasio atau pedoman NPM yang baik adalah > 5 % dan NPM perusahaan di tahun 2018, 2019, 2020 Quick Ratio seluruhnya menunjukan angka di atas 5% sehingga NPM perusahaan bisa dikatakan baik di 3 tahun tersebut. Tabel 4. Perhitungan ROA PT. Unilever Indonesia. Tbk Selama Tahun 2018-2020 Tahun Laba Bersih (R. Total Aktiva (R. ROA Dalam Jutaan Pada tahun 2018. ROA perusahaan adalah Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 aset yang diinvestasikan perusahaan, akan menghasilkan Rp 18. Kemudian pada tahun 2019. ROA mengalami penurunan sebesar 16% dari tahun sebelumya, menjadi 34%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 aset yang diinvestasikan perusahaan, akan menghasilkan Rp 34. Pada tahun 2020. ROA perusahaan bernilai tetap, yaitu 34%. Nilai ini berarti untuk setiap rupiah asset yang diinvestasikan, menghasilkan Rp 34. Rasio atau pedoman yang baik adalah > 5 %, sehingga ROA tahun 2018, 2019, dan 2020 bisa dikatakan baik karena nilainya di atas 5 %. Tabel 4. Perhitungan ROE PT. Unilever Indonesia. Tbk Selama Tahun 2018-2020 Tabel 4. Perhitungan NPM PT. Unilever Indonesia. Tbk Selama Tahun 2018-2020 Tahun NPM Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Tahun Laba Bersih (R. Modal Sendiri (R. ROE Dalam Jutaan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pada tahun 2018. ROE perusahaan adalah Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 49. Kemudian pada tahun 2019. ROE mengalami kenaikan sebesar 85% dari tahun sebelumya, menjadi 134%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, akan menghasilkan Rp 134. Pada tahun 2020. ROE perusahaan kembali mengalami kenaikan sebesar 9%, menjadi Nilai ini berarti untuk setiap rupiah modal sendiri, menghasilkan Rp 143. Rasio atau pedoman yang baik adalah > 20 %, dan ROE perusahaan tahun 2018, 2019, dan 2020 lebih besar dari 20%. BAB V PENUTUP 1 Kesimpulan Dari hasil perhitungan rasio likuiditas dan profilabilitas PT. Unilever Indonesia. Tbk tahun 2018, 2019 dan 2020, dapat disimpulkan sebgaai berikut: Berdasarkan perhitungan current ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk pada tahun 2018-2020, current ratio tertinggi adalah di tahun 2018, yaitu sebesar 75% dan terendah tahun 2019 yaitu 65% . Semua hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa current ratio parusahan tahun 2018-2020 nilainya di bawah 200%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa posisi ratio kurang baik. Artinya perusahaan kurang dapat menggunakan asset lancarnya untuk membayar kewajiban lancarnya. Dari perhitungan quick ratio PT. Unilever Indonesia. Tbk pada tahun 2018-2020, diketahui bahwa pada tahun 2018 kewajiban lancar atau hutang lancar yang dapat dibayarkan adalah sebesar 50 kali lipat dari asset likuid yang dimiliki perusahaan. Pada tahun 2019 terjadi penurunan nilai rasio menjadi 47 kali , dan meningkat lagi di tahun 2020 yaitu sebesar 0. 48 kali. Hal tersebut dikarenakan peningkatan aktiva lancar jauh lebih besar dibandingkan dengan peningkatan persediaan dan hutang Quick ratio tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 nilainya di bawah 100%, sehingga dapat dikatakan bahwa di tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 perusahaan dianggap kurang mampu membayar hutang lancar yang harus dipenuhi di tahun tersebut. Pada tahun 2018. NPM sabesar 9%, hal ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 9. Pada tahun 2019. NPM perusahaan mengalami kenaikan menjadi 17%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 17. Kemudian pada tahun 2020 nilai NPM perusahaan di angka 16%. Nilai ini menunjukan kemampuan modal sendiri menghasilkan laba, sebesar Rp 16. NPM perusahaan di tahun 2018, 2019, 2020 seluruhnya menunjukan angka di atas 5% sehingga NPM perusahaan bisa dikatakan baik di 3 tahun tersebut. Pada tahun 2018. ROA perusahaan adalah Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 aset yang diinvestasikan perusahaan, akan menghasilkan Rp 18. Kemudian pada tahun 2019. ROA mengalami penurunan sebesar 16% dari tahun sebelumya, menjadi 34%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 aset yang menghasilkan Rp 34. Pada tahun 2020. ROA perusahaan bernilai tetap yaitu 34%. Nilai ini berarti untuk setiap rupiah asset yang diinvestasikan, menghasilkan Rp 34. ROA tahun 2018, 2019, dan 2020 bisa dikatakan baik karena nilainya di atas 5 %. Pada tahun 2018. ROE perusahaan adalah Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 49. Kemudian pada tahun 2019. ROE mengalami kenaikan sebesar 85% dari tahun sebelumya, menjadi 134%. Nilai ini bisa diartikan bahwa setiap Rp 1 modal sendiri, akan menghasilkan Rp 134. Pada tahun 2020. ROE perusahaan kembali mengalami kenaikan sebesar 9%, menjadi 143%. Nilai ini berarti untuk setiap rupiah modal sendiri, menghasilkan Rp 143. ROE perusahaan tahun 2018, 2019, dan 2020 dianggap baik karena lebih besar dari 20%. 2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat berikan adalah sebagai berikut : Hendaknya perusahaan meningkatkan current ratio, yaitu nilai aset lancarnya 2 : 1 . inimal ) dibanding kewajiban lancarnya. Hal ini berarti perusahaan harus meningkatkan kemampuan aset lancarnya untuk membayar kewajiban lancarnya. Hendaknya perusahaan meningkatkan quick ratio karena Quick ratio yang dianggap likuid . adalah satu banding satu . atau > 100 %. DAFTAR PUSTAKA