Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI MANFAAT AIR BAGI MANUSIA,HEWAN. DAN TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASEDLEARNING (PBL) DI KELAS V SD NEGERI NO. LOPIAN 1 KABUPATEN TAPANULI TENGAH Oleh: Seri Arita Ginting1*. Zulfadli2. Monica Theresia3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: Seriginting6@gmail. Received: 22 Juni 2022 Article history: Revised: 05 Oktober 2022 Accepted: 18 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstract Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa IPA Materi Manfaat Air Bagi Manusia. Hewan. Dan Tumbuhan Menggunakan Model Pembelajaran Problemn Based Learning (PBL) Di Kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Subjek penelitian siswa kelas Kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi guru. Berdasarkan hasil pengamatan observer guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I 70% observasi guru dan 53,57% Hasil belajar siswa. Pada siklus II meningkat 85,72% hasil belajar siswa dan 88% observasi guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir Siklus I mencapai 53,57% atau 15 orang siswa sudah mencapai KKM 46,42% siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 85,71% atau 24 orang siswa sudah mencapai KKM 14,28% atau 4 orang siswa belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 32,14%. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model Problemn Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa IPA Materi Manfaat Air Bagi Manusia. Hewan. Dan Tumbuhan di Kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Kata kunci: Hasil Belajar. Siswa. Model. Problemn Based Learning (PBL) PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan berkaitan erat dengan bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah dalam proses belajar mengajar, tujuan yang dicapai pasti hasil belajar. Hasil belajar memiliki kedudukan yang sangat penting karena keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar dilihat dari hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dari seseorang tidak memperolehnya secara instan tapi harus melalui proses belajar terlebih dahulu. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 19 November 2021 di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah, pada kelas V yang berjumlah 28 orang yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran siswa yang hanya mencapai nilai rata-rata 65 sedangkan dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPA itu sendiri 75. Dimana dari jumlah siswa sebanyak 28, yang memperoleh ketuntasan belajar sebesar 36 % atau 18 siswa yang belum tuntas ada sekitar 64%. Hasil belajar merupakan tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran Hasil belajar juga merupakan hasil yang telah dicapai seseorang setelah melalui proses pembelajaran dengan terlebih dahulu diberikan evaluasi setelah proses sekolah, dan lingkungan sosial Pada masalah tersebut jelas berakibat fatal terhadap ketuntasan belajar siswa dimana hanya 10 . %) siswa mencapai KKM dari 28 siswa. Memahami berbagai masalah yang muncul, maka peneliti menerapkan solusi pembelajaran yang mana diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL merupakan pengembangan kurikulum dan sistem pengajaran yang mengembangkan secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecah permasalahan sehari-hari yang tidak terstruktur dengan baik. Ada beberapa langkah-langkah pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) menurut Rusman . Orientasi siswa pada masalah Mengorganisasikan siswa untuk belajar Membimbing pengalaman individu/kelompok Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Namun didalam setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya seperti halnya yang diutarakan oleh Shoimin . kelebihan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai berikut: Peserta didik dilatih untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam keadaan Mempunyai kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh peserta didik. Hal ini mengurangi beban peserta didik dengan menghafal atau menyimpan informasi Terjadi aktivitas ilmiah pada peserta didik melalui kerja kelompok peserta didik terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan, baik dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi peserta didik memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya sendiri peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka kesulitan belajar peserta didik secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching. Dan Kelemahannya yaitu : Pembelajaran berbasis masalah (PBM) tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah, dan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman peserta didik yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas. Berdasarkan masalah di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji penelitian tentang Apakah pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL)dapat meningkatkan hasil Ipa materi manfaat air bagi manusia,hewan, dan tumbuhan di kelas V SD Negeri No. Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian yang digunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Arikunto . Aupenelitian tindakan kelas adalah penelitian yang memaparkan terjadinya sebabakibat dari perlakuan, dan memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, sekaligus memaparkan apa saja proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan Pada dasarnya penelitian tindakan kelas (PTK) melalui beberapa alur, secara umum mulai dari perencanaan, pelaksanaan. Observasi (Pengamata. , dan Refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran observasi dan soal Dengan berpedoman pada lembaran observasi observer mengamati apa yang terjadi selama proses pembelajaran ditandai dengan memberikan ceklis di kolom yang ada pada lembaran observasi guru. Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada butir penguasaan materi pembelajaran dari unsur siswa. Setelah penilaian terhadap siswa dengan kriteria penilaian yang telah disusun. Selanjutnya mencari nilai siswa dengan memasukkan hasil skor tersebut ke dalam rumus: ycN KB= ycNyc x 100% Keterangan: = Ketuntasan Belajar = Jumlah Skor Jawaban Benar =Jumlah Skor Total Tabel 1. Pedoman tingkat Penguasaan Interval Predikat Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I dilaksanakan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terdiri dari 2 pertemuan dimana setiap 1 pertemuan dilaksanakan dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Siklus I dilaksanakan pada tanggal 24 dan 25 Maret 2022 dengan materi siklus air di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembelajaran pada siklus I diuraikan kedalam 3 tahapan kegiatan yaitu mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat pembelajaran berlangsung ada observer untuk melihat apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan oleh peneliti yaitu . Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran . Melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran . Memberikan penjelasan terkait materi pembelajaran . Pembagian kelompok . Menjelaskan langkah Ae langkah model Problem Based Leearning (PBL) . Mengondisikan siswa . Menyimpulkan dan merefleksi pembelajaran . Mengadakan evaluasi. Pengamatan observasi guru pada siklus I diperoleh data yang tersaji pada tabel berikut ini : Berdasarkan lembar observasi guru didapatkan skor total guru pada tabel dibawah : Tabel 2. Hasil Observasi Guru Siklus I Hasil Jumlah Skor Rata-rata Persentase Skor Berdasarkan hasil tabel diatas skor total pendidik skor total 42. Persentase dari skor pendidik yaitu 70% dimana dalam kategori cukup(C). Tabel 3. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa siklus I Persentase Jumlah Ketuntasan Tingkat Ketuntasan Ou75 Tuntas 53,57% <75 Tidak Tuntas 46,43% Persentase Siswa Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui dari 28 jumlah peserta didik yang mengikuti test soal, maka terdapat 15 peserta didik atau 53. 57% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 13 peserta didik atau 46. 43% yang mendapat nilai belum tuntas, rata-rata nilai peserta didik yang diperoleh pada siklus I adalah 69. Juga dapat kita lihat dalam bentuk grafik dibawah Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus I 53,57% Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Gambar 1. Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II Setelah diadakan refleksi maka dilaksanakan siklus II. Adapun tahapan pada siklus II sama dengan siklus I yaitu terdiri dari: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Siklus II dilaksanakan pada tanggal 31 Maret dan 04 April 2022 dengan materi manfaat air bagi manusia,hewan, dan tumbuhan di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembelajaran pada siklus II diuraikan kedalam 3 tahapan kegiatan yaitu mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pengamatan keterampilan guru pada siklus II diperoleh data yang tersaji pada tabel berikut ini : Tabel 4. Hasil ObservasiGuru Siklus II Hasil Total Rataa-rata Persentase Skor Berdasarkan hasil tabel diatas skor total pendidik skor total 53. Persentase dari skor pendidik yaitu 88% dimana dalam kategori baik sekali (A). Tabel 5 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II Persentase Jumlah Ketuntasan Tingkat Ketuntasan Ou75 Tuntas 85,72% <75 Tidak Tuntas Jumlah Persentase Siswa Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel di atas diperoleh presentase ketuntasan sebesar 85,72% siswa yang tuntas 24 orang dinyatakan tuntas dan 4 orang atau 14,28% dinyatakan tidak tuntas. Terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Ipa materi manfaat air bagi manusia,hewan, dan tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkat hasil belajar peserta didik kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah selama proses Juga dapat kita lihat data dalam bentuk grafik dibwah ini: Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan kegiatan pembelajaran pada siklus II sudah peneliti ukur sejauh mana tingkatan kemampuan siswa dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 80, nilai maksimal yaitu 98, dan nilai minimal yaitu 24. Dapat digambarkan ketuntasan belajar siswa kelas IV SD Negeri 200118 Padang Sidempuan dapat dilihat dalam gambar 2 berikut : Ketuntasan Hasil Belajar Pada Siklus II 85,72% Jumlah 14,28% Tuntas Tidak Tuntas Gambar 2 Grafik Hasil Belajar Siswa Siklus II Pembahasan Jadi dapat disimpulkan bahwa pada siklus II penggunaan Model Problem Based Learning (PBL) sudah berjalan optimal dalam melibatkan siswa secara langsung dan siswa sudah mampu berfikir kritis terhadap suatu masalah. Peningkatan hasil belajar kognitif siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sudah berhasil. Ini dapat dibuktikan melalui upaya meningkatkan perolehan nilai siswa dibandingkan pada siklus I dengan rata-rata 69. Berdasarkan nilai dari siklus II menunjukkan upaya peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai hasil belajar Pada siklus II ini sudah mencapai ketuntasan 85,72% dengan nilai rata-rata 89,53. Dengan demikian pembelajaran materi manfaat air bagi manusia,hewan, dan tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) telah berhasil meningkat hasil belajar siswa. Tabel 6 Hasil Belajar Siklus I dan II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. N Ta o hap Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas Jum Jum Stu Sik Sik Siswa Tuntas 1 Studi Awal 2 Siklus I Jumlah Jumlah 5 10 53. 72% 4 46. 3 Siklus II Siswa Tidak Tuntas Gambar 3 Grafik Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II KESIMPULAN Dari data hasil belajar yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah 200118 . Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 53,57% meningkat menjadi 85,72% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 32. Peserta didik yang tidak tuntas pada siklus II akan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau sehingga diharapkan semua peserta didik dapat belajar tuntas. REFERENSI