Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 ANALISIS STRATEJIK REVITALISASI MANAJEMEN SUMBER DAYA LESTARI (STUDI PERANAN WANITA DI PESISIR KABUPATEN SIDOARJO) Titis Istiqomah* Program Studi Akuntansi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo *e-mail: pdklpi@gmail. Abstract Coastal women are still widely regarded as marginal figures within the scope of economic empowerment and the application of science and technology. The personal and psychological superiority of women as contributors who play a role in processing capture fisheries products is basically a real strength and opportunity in order to create processed products that are competitive and sustainable. The research objective was to find a strategy for implementing revitalization of sustainable resource management through increasing the role of coastal women. The research is descriptive. conducted in several capture fisheries centers in Sidoarjo Regency such as: Banjar Kemuning. Gisik Cemandi. Segoro Tambak. Bluru Kidul and Tanjung Sari during 2015. The method used is terrestrial survey combined with inventory activities, marine side interviews, home in near fishing ports interviews were assisted by a questionnaire that contained a list of indepth questions. The data is processed using fish bone diagram analysis which is given a weight based on the assumptions prepared using the Balance Score Cards method. The results of the subsequent analysis are compiled into several basic assumptions which are further analyzed using the SWOT matrix. The results of the study show that the principle of implementation of gender equality has been established in various coastal areas in East Java. The implementation of equality in various regions is only differentiated by the level of participation, where coastal women in Banjar Kemuning and Gisik Cemandi have a participation rate of up to 73. 2% and 69. While the participation rates in Segoro Tambak. Bluru Kidul and Tanjung Sari were 43. 6%, 61. 8% respectively. The level of women's contribution to the competitiveness of the products produced is measured by productivity, the sustainability of the processing business and the added value obtained shows that the average has reached more than The magnitude of the figure shows that the level of participation and contribution of coastal women still needs to be increased. Based on the results of the SWOT analysis, it was found that the strategy to implement the contribution of coastal women to create competitiveness of processed fishery products that need to be developed is to introduce continuous global market dynamics . , train / familiarize the application of quality systems in fish processing early . and provide a more innovative discourse on product diversification . Keywords: Gender Participation. Coastal Women. Processed Products. Capture Fisheries. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Abstrak Wanita pesisir masih banyak dianggap sebagai sosok marjinal dalam lingkup pemberdayaan ekonomi maupun penerapan ipteks. Keunggulan pribadi dan psikologis wanita sebagai sosok kontributor yang berperan mengolah hasil perikanan tangkap pada dasarnya merupakan kekuatan dan peluang yang nyata dalam rangka menciptakan produk olahan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk menemukan strategi implementasi revitalisasi manajemen sumber daya lestari melalui peningkatan peran wanita pesisir. Penelitian bersifat deskriptif. dilakukan di beberapa sentra perikanan tangkap di Kabupaten Sidoarjo seperti: Banjar Kemuning. Gisik Cemandi. Segoro Tambak. Bluru Kidul dan Tanjung Sari selama tahun 2015. Metode yang digunakan adalah survey terestris yang dipadu dengan kegiatan inventarisasi, marine side interview, home in near fishing port interview dibantu perangkat kuesioner yang memuat daftar pertanyaan mendalam . n depth intervie. Data diolah dengan menggunakan analisis fish bone diagram yang diberi bobot berdasarkan asumsi yang disusun mengadopsi metode Balance Score Cards. Hasil analisis selanjutnya dikompilasi menjadi beberapa asumsi dasar yang dianalisis lebih lanjut menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjalin prinsip implementatif kesetaraan gender di berbagai wilayah pesisir di Jawa Timur. Implementasi kesetaraan di berbagai daerah tersebut hanya dibedakan tingkat partisipasinya, dimana wanita pesisir di Banjar Kemuning dan Gisik Cemandi memiliki tingkat partisipasi hingga 73,2% dan 69,4%. Sedangkan tingkat partisipasi di Segoro Tambak. Bluru Kidul dan Tanjung Sari masing-masing 43,6%, 61,1% dan 57,8%. Tingkat kontribusi wanita terhadap daya saing produk yang dihasilkan diukur dengan produktivitas, keberlanjutan usaha pengolahan dan nilai tambah yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata sudah mencapai lebih dari 57%. Besaran angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan kontribusi wanita pesisir masih perlu terus Berdasarkan hasil analisis SWOT ditemukan bahwa strategi implementasi kontribusi wanita pesisir untuk menciptakan daya saing produk olahan hasil perikanan tangkap yang perlu dikembangkan adalah memperkenalkan dinamika pasar global terus menerus . , melatih/membiasakan penerapan sistem mutu dalam pengolahan ikan sejak dini . dan memberikan penguatan wacana diversifikasi produk yang lebih inovatif . Kata kunci: Partisipasi Gender. Wanita Pesisir. Produk Olahan. Perikanan Tangkap. PENDAHULUAN Wanita dianggap sebagai sosok marjinal dalam lingkup pemberdayaan ekonomi maupun penerapan ipteks. Banyak ragam jenis berbeda-beda dihasilkan dari berbagai sentra perikanan tangkap di Jawa Timur memberikan tantangan bagi wanita pesisir untuk memberdayakan dirinya dalam bentuk tangkap untuk menghasilkan produk olahan ikan yang bermutu dan berdaya Keunggulan pribadi dan psikologis wanita sebagai sosok kontributor yang hasil perikanan pada dasarnya merupakan kekuatan dan peluang yang nyata dalam rangka menciptakan produk olahan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Hubeis . dan Istiqomah . berpendapat Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 kesepakatan pandangan dari berbagai sudut masyarakat mengenai ekonomi, sosial, dan budaya sebagai insan yang juga memiliki kemampuan untuk berfikir produktif membantu Melalui teknik analisis Moser, maka peneliti dapat menilai, mengevaluasi, kebijakan teknis implementasi program yang lebih peka terhadap unsur kesetaraan Unsur kesetaraan gender meliputi perempuan seperti: kesetaraan, keadilan, anti kemiskinan, efisiensi, penguatan peran dan pemberdayaan. Selain itu, untusur gender juga mencakup unsur peran majemuk perempuan dalam hal kebutuhan yang bersifat praktis dan kebutuhan strategis bagi keluarganya (Handayani Sugiarti. Mengetahui wujud strategi implementasi dan wujud kontribusi wanita pesisir terhadap daya saing produk olahan hasil perikanan tangkap. Metode yang digunakan adalah survey terestris yang dipadu dengan interview, home in near fishing port interview dibantu perangkat kuesioner mendalam . n depth intervie. Survey inventarisasi bertujuan untuk mengetahui proporsi wanita pesisir yang sedang dalam usia produktif diilustrasikan dalam persentase, potensi hasil ikan tangkap di pelabuhan (TPI/PPI) setempat serta aktivitas umum yang dilakukan oleh wanita . erutama para keluarga nelaya. dalam rangka mengolah hasil tangkapan Marine side interview bertujuan untuk mengetahui tata letak kawasan pesisir setempat yang menjadi lokus penelitian terhadap potensi sumberdaya . hususnya para wanit. Home in near fishing port interview bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi rumah nelayan, tata ruang kampung nelayan dan aktivitas rumah tangga nelayan sehari-hari yang terkait dengan upaya pengembangan potensi diri wanita terhadap peranannya membantu mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bermutu serta bernilai ekonomi tinggi. Ketiga macam survey tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, sehingga diharapkan dapat memberikan pertimbangan secara holistik kepada kontribusi wanita pesisir terhadap daya saing produk hasil perikanan tangkap di masing-masing lokasi yang diteliti. Data diolah dengan menggunakan analisis fish bone diagram yang diberi bobot METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di beberapa sentra perikanan tangkap di Jawa Timur seperti: Banjar Kemuning-Kabupaten Lamongan. Gisik Cemandi-Kabupaten Sidoarjo. Segoro Tambak-Kota Probolinggo. Bluru KidulKabupaten Banyuwangi dan Tanjung Sari-Kabupaten Tulungagung bulan Juni s/d September tahun 2015. Kelima tempat penelitian menggambarkan kondisi umum sentra perikanan tangkap di Jawa Timur yang terletak di kawasan pantai Utara, pantai Timur dan pantai Selatan. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 mengadopsi metode Balance Score Cards. Hasil analisis selanjutnya dikompilasi menjadi beberapa asumsi dasar yang matriks SWOT. Strategi implementasi wujud kontribusi berikut skala prioritas implementasinya disajikan dalam bentuk matriks berdasarkan nilai bobot berbasis modifikasi Balanced Score Cards. Wanita pesisir di Gisik Cemandi banyak berprofesi sebagai pengupas dan pengolah kerang. Sebagian lain memiliki profesi sebagai penjemur ikan dan pedagang ikan basah. Belum terdapat usaha kecil berbasis wanita yang mengolah ikan dan kerang-kerangan di Gisik Cemandi yang mampu menembus pasar yang luas di luar Kabupaten Sidoarjo. Segoro Tambak menghasilkan jenis ikan demersal dan kerang-kerangan serta kepiting dan udang yang berasal dari perairan pesisir pantai yang berlumpur. Pangkalan pendaratan ikan di Segoro Tambak pada dasarnya terintegrasi dengan pangkalan bahan bakar minyak untuk nelayan. Sumberdaya ikan yang terdapat di Segoro Tambak tidak seluruhnya berasal dari perairan sekitarnya di sepanjang pantai yang membujur ke Utara menuju ke wilayah Kota Surabaya. Wanita pesisir di Segoro Tambak banyak terlibat dalam pemasaran ikan basah. terdapat beberapa pengusaha wanita memiliki jaringan pasar hingga keluar provinsi Jawa Timur. Bluru Kidul merupakan salah satu pusat pendaratan kerang-kerangan yang banyak dikenal oleh masyarakat di Sidoarjo. Ciri spesifik hasil perikanan tangkap di Bluru Kidul adalah jenis ikan yang cenderung sejenis . yang tertangkap pada satu musim ikan Jenis yang banyak ditemui adalah kerang dara (Tegilarca granos. , kerang bulu (Anadara specios. , kerang (Venerupis phillipinaru. dan simping kecil (Pectinidae sp. Pada puncak musim kerang seringkali terjadi kelimpahan produksi hasil tangkapan kerang yang menyebabkan harga kerang HASIL DAN DISKUSI Kompilasi hasil survey inventarisasi, marine side interview dan home in near Banjar Kemuning menghasilkan ikan tangkap bermacam-macam jenis, baik ikan pelagis, ikan demersal, maupun ikan Mayoritas wanita pesisir tinggal disekitar pangkalan pendaratan ikan di tepi sungai Banjar Kemuning umumnya mengolah ikan. Wujud ikan olahan umumnya adalah ikan asin, ikan kering, dan kerang-kerangan. Sebagian ikan dijual segar dengan penerapan sistim penanganan hasil perikanan yang baik. Produk olahan ikan hasil tangkapan di Banjar Kemuning memiliki daya saing yang kuat dipasaran. Produk ikan olahan dari Banjar Kemuning sudah dikenal luas memiliki jaminan keberlanjutan Wanita Banjar Kemuning rata-rata pekerjaan/aktivitas pendapatan keluarganya. Gisik Cemandi merupakan kawasan menghasilkan jenis ikan segar, ikan asin dan kerang-kerangan. Tangkapan kerang mengingat tata letak wilayah ini sangat Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 jatuh karena daya serap pasar masih sangat terbatas dan belum banyak diversifikasi olahannya. Wanita pesisir di Bluru Kidul banyak yang bekerja paruh waktu dan sistim borongan untuk mengupas kerang. Tanjung Sari banyak menghasilkan ikan tangkap jenis ikan pelagis kecil dan udang-udangan. Usaha perikanan di desa Tanjung Sari merupakan perpaduan antara usaha penangkapan ikan skala kecil dengan usaha budidaya tambak yang banyak menghasilkan rumput laut jenis Gracilarria sp. Peran wanita pesisir Tanjung Sari cukup besar dalam mengolah ikan maupun rumput laut menjadi produk makanan yang disukai oleh konnsumen di pasaran. Upaya wanita dalam keikutsertaannya mengolah ikan dan rumput laut merupakan tantangan besar bagi kaum wanita pesisir Tanjung Sari agar mampu dapat menghasilkan produk olahan yang lebih diversivikatif dan inovatif. Hasil olahan rumput laut sudah mampu dipasarkan dalam bentuk olahan yang cukup diversifikatif dan mampu menjangkau pasar yang luas. namun promosi dan konsistensi dalam mutu dan pembuatan produk masih Berdasarkan inventarisasi dan home side interview ditemukan bahwa terdapat 39 dari 53 responden wanita pesisir di Banjar Kemuning dibidang pengolahan ikan. Sedangkan di Gisik Cemandi terdapat 23 dari 33. Segoro Tambak terdapat 22 dari 50. Bluru Kidul terdapat 41 dari 66. serta di Tanjung Sari terdapat 29 dari 51. Wanita pesisir di Banjar Kemuning dan Gisik Cemandi prosentasenya yang memiliki keahlian mengolah ikan dan aktif menggunakan keahliannya tersebut untuk menghasilkan produk ikan olahan yang bermutu, berdaya saing dan berkelanjutan sehingga Berdasarkan cacah jiwa. maka wanita pesisir di Banjar Kemuning dan Bluru Kidul terdapat jumlah partisipan yang besar. Hal ini disebabkan Banjar Kemuning dan Bluru Kidul merupakan pusat konsentrasi nelayan serta memiliki pangkalan pendaratan ikan yang besar dan lengkap. Sedangkan di Gisik Cemandi partisipasi besar akan tetapi jumlah cacah jiwa wanita pesisir kurang dari 1/7 jumlah wanita pesisir di Banjar Kemuning dan Bluru Kidul. Hasil marine side interview yang dilakukan pada para wanita pesisir, masyarakat dan pemuka agama setempat menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan gender dalam membangun ekonomi keluarga nelayan melalui pengembangan usaha pengolahan ikan yang bermutu, berdaya saing dan berkelanjutan antara wanita . bu dan remaja putr. dengan kaum lelaki . yah dan remaja putr. telah berjalan sebagai wujud kearifan lokal. Fakta tersebut ditemukan di semua kawasan sekitar pangkalan perikanan ikan (PPI) di Sidoarjo yang disurvey sebagai wujud budaya kinerja masyarakat pesisir. Wanita pesisir merupakan tokoh kunci pengolahan ikan di berbagai kawasan di Sidoarjo. Yulisti dan Nasution . menyepakati bahwa aktivitas domestik pada keluarga nelayan lebih banyak dilakukan oleh istri dari pada suami. Wanita memiliki keterbatasan secara fisik Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 apabila terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi di sektor penangkapan ikan. namun dukungan aktivitasnya mampu memberikan tambahan pendapatan bagi Pengembangan pemanfaatan potensi sumber daya perairan pantai diarahkan masyarakat setempat sehingga dapat meningkkatan perekonomian, sekaligus meningkatkan peran serta partisipasi masyarakat (Darmanto dan Suning. Lebih Istiqomah menekankan bahwa peranan wanita di pesisir Kabupaten Sidoarjo sebagai istri nelayan, istri pendega tambak, dan istri pengolah ikan telah terbukti mampu menggerakkan perekonomian di pesisir memberikan nilai tambah pada sumber daya perikanan. Pernyataan tersebut Istiqomah . sebelumnya yang menyatakan tentang pentingnya peran wanita pesisir pekerjaan utama suaminya. Strategi wanita pesisir di kelima lokasi penelitian terhadap terciptanya produk olahan hasil ikan tangkap yang bermutu tinggi, berdaya saing dan berkelanjutan disusun secara sistematis dari berbagai lokasi survey dalam bentuk diagram tulang ikan sebagai berikut: Tabel 1. Diagram Fishbone Aktivitas wanita di berbagai wilayah pesisir di Sidoarjo memiliki rutinitas berbeda-beda dalam hal keikutsertaannya mengolah ikan hasul tangkapan. Hal ini penangkapan ikan yang berbeda-beda di berbagai pangkalan pendaratan ikan . ishing base. Jarak dari fishing based ke fishing ground ternyata merupakan pembeda dalam aktivitas rutin wanita Nelayan di Banjar Kemuning. Bluru Kidul dan Tanjung Sari sebagian besar melakukan kegiatan penangkapan ikan 1 Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 trip fishing yang berarti nelayan beserta kapal penangkap ikannya dapat berada di laut jangka pendek kurang dari satu hari. Sedangkan nelayan di Gisik Cemandi dan Segoro Tambak melakukan penangkapan ikan 1 day berangkat ke fishing ground yang agak lebih ke tengah laut dan pulang pergi pada hari yang sama. Tabel 2. Matriks SWOT-BSC Visi. Misi. Tujuan dan Sasaran Efek dari perbedaan 1 trip fishing dan 1 day fishing adalah jenis ikan yang tertangkap, jenis armada penangkap ikan, kuantitas hasil tangkapan, serta sifat mutu Hal menyebabkan aktivitas wanita pesisir dalam keikutsertaannya mengolah ikan berbagai keahlian yang berbeda-beda di Kabupaten Sidoarjo. Siswantoro, dkk. melaporkan bahwa kawasan pesisir Sidoarjo yang strategis di sisi Utara akan terkena dampak reklamasi seluas 6. 000 Ha 837 Ha mencakup desa Segoro Tambak. Banjar Kemuning dan Gisik Cemandi dan sisanya adalah reklamasi pengembangan fasilitas transportasi udara di Bandar Udara Juanda. Serabut tulang ikan yang berisi uraian selanjutnya merupakan asumsi dasar untuk menyusun analisis SWOT. Bobot pencapaian yang seharusnya dapat dicapai secara maksimal dibandingkan dengan fakta empiris yang ditemukan selama survey dilaksanakan (Balanced Score Card. untuk berbagai item pertanyaan. Berdasarkan analisis Fish Bone Diagram diatas dapat ditemukan wujud strategi kontribusi wanita pesisir melalui analisis SWOT berikut ini. Berdasarkan hasil akhir analisis SWOT diketahui bahwa terdapat 3 hal penting yang menjadi kunci keberhasilan Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 strategi implementasi kontribusi wanita pesisir di Jawa Timur dalam rangka menciptakan daya saing produk olahan hasil perikanan tangkap yang bermutu, berdaya saing dan berkelanjutan. Fokus pada pasar global, membiasakan dan melatih diri untuk menerapkan sistem mutu dalam pengolahan ikan sejak dini, dan memberikan penguatan wacana diversifikasi produk yang lebih inovatif sesuai dengan karakterisasi masingmasing pangkalan pendaratan ikan (PPI) merupakan kunci strategi implementasi. Lebih lanjut Perdanawati, dkk. mengingatkan bahwa program pelatihan pemberdayaan masyarakat di pesisir Sidoarjo perlu dilakukan secara merata dan benar-benar telah menjangkau fasilitasi bagi insan yang bersungguhsungguh untuk diberdayakan. Berdasarkan hasil analisis SWOT ditemukan bahwa secara kompilatif dari rumusan yang sama dalam matriks maka strategi implementasi kontribusi wanita pesisir untuk menciptakan daya saing produk olahan hasil perikanan tangkap yang perlu dikembangkan adalah: Memperkenalkan global terus menerus. Melatih/membiasakan sistem mutu dalam pengolahan ikan sejak dini. Memberikan inovatif antara lain melalui upaya berbasis karakteristik wilayah. DAFTAR PUSTAKA