Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 IMPLEMENTASI PIANIKA SEBAGAI ALAT BANTU UNTUK MEMAHAMI NOTASI MUSIK DASAR DI KELAS VII SMPN 01 KOTA KUPANG Ribka Angelina W. Braga1. Yohanis Devrienzen Amasanan2 Email: bragaangel551@gmail. com1 , opatdave@gmail. Universitas Katolik Widya Mandira ABSTRAK penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi penggunaan alat musik pianika sebagai alat bantu dalam memahami notasi musik dasar melalui penerapan model pembelajaran demonstrasi dengan metode drill pada kelas VII SMP N 1 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pianika secara efektif membantu peserta didik memahami konsep dasar musik, seperti nada, ritmr, tempo, dan tangga nada, melalui pemhalaman belajar langsung yang menyenangkan dan interaktif. Model pembelajaran demonstrasi mempermudah siswa dalam meniru dan mempraktikan teknik bermain pianika dengan benar, sedangkan metode drill berperan penting dalam melatih keterampilan siswa melalui latihan yang berulang yang sistematis. Aktivitas belajar siswa menunjukan peningkatan antusiasme, partisipasi aktif dan kepercayaan diri dalam bermain musik. Dengan demikian, kombinasi model demonstrasi dan metode drill terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan musikal siswa baik dari aspek kognitif, efektif, maupun Kata Kunci: Pianika. Pembelajaran Musik. Notasi Musik Dasar. Metode Drill. Model Demonstrasi. SMPN 1 Kota Kupang. ABSTRACT this study aims to describe the implementation of the pianica as a learning aid to help students understand basic musical notation through the application of the demonstration learning model combined with the drill method in seventh grade students of SMPN 1 Kota Kupang. The research employed a descriptive aqualitative approach, with data collected through observation and The findings reveal that the use of the pianica effectively assists students in comprehending fundamental musical concepts such as pitch, rhythm, and scales through engaging and interactive learning experiences. The demonstration model enables students to observe and imitate correct playing techiques, while the drill method strengthens their musical skills through structured and repetitive practice. students showed increased enthusiasm, active participation dan self confidence throughout the learning process. Overall, the combination of the demonstration model and the drill method proved effective in enhancing studentAos musical abilities across cognitive, affective and psychomotor domains. Keywords: Pianica. Music Learning. Basic Music Notation. Drill Method. Demonstration Model. SMPN 1 Kota Kupang. PENDAHULUAN Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata paedagogik yang berarti ilmu yang memberikan bimbingan pada anak (Yatimah, 2017, p. 1 Dalam Nugroho & Rifki, 2. Pendidikan adalah usaha terarah yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar berkembang dan meingkatkan mutu pembelajaran di setiap tingkat. Pendidikan juga merupakan salah satu proses kehidupan pada setiap orang dalam mengembangkan kedewasaan diri. Menurut Langeveld Pendidikan adalah arahan atau dukungan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaan dengan tujuannya agar anak memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalani dan menyelesaikan berbagai tugas kehidupannya secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain (Marcelindo & Syeilendra, 2. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan sejak jenjang dasar hingga perguruan tinggi dengan melaksanakan kegiatan bimbingan dan pengajaran yang berfokus pada pembentukan genersi yang siap menghadapi masa depan (Tawang, 2. Pendidikan seni disekolah merupakan pendidikan estetika yang bertujuan untuk memaksimalkan kepekaan rasa atau nilai estetis dalam diri siswa. Hal ini merupakan nilai esensial dari pembelajaran seni termasuk pembelajaran musik Pamadhi . 2: . menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan seni . adalah untuk mengoptimalkan fungsi rasa . dalam diri seroang individu. Namun demikian, fungsi rasa tersebut dapat tercapai jika aspek keterampilan telah tercapai dengan baik, sehingga kualitas dalam pembelajaran musik senantiasa membutuhkan peningkatan agar tujuan-tujuan tersebut tercapai secara optimal (Setiawan et al. , 2. Guru berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran, sehingga perlu menguasai materi dan memilih metode yang sesuai dengan karakter siswa. Pengelolaan kelas yang baik aka menciptakan interaksi belajar yang efektif dan membantu tercapainya tujuan Namun, kondisi yang ideal tidak selalu dapat dipertahankan(Anggara et al. Seni musik memiliki pengaruh yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Baik dalam hal spiritual maupun fisik. Musik sering kali menjadi cerminan perasaan dan emosi penciptannya, sehingga tidak dapat dipisahkan dari gejolak batin yang Bagi para menikmat musik. Setiap unsur seperti melodi, irama, timbre dan dinamika mampu membangkitkan beragam perasaan dan pengalaman emosional yang berbeda-beda (Saleh, 2. Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan mengasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musk, yang disebut sebagai alat musik. Pianika merupakan salah satu alat musik harmonika (Tawa, 2. Dalam mempelajari musik, siswa perlu memahami dasar-dasar seperti nada, ritme, melodi, dan harmoni. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teori musik dasar. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran sering kali lebih berfokus pada teori tanpa mengimbangi dengan kegiatan praktik secara Akibatnya, siswa jadi kurang termotivasi dan kesulitan untuk menghubungkan antara konsep teori yang di pelajari dengan penerapan dalam bermain musik . Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alat bantu pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dan praktik agar prorses belajar musik menjadi lebih mudah dipahami, menarik, dan interaktif. Salah satu alat yang cocok digunakan adalah pianika, karena selain bentuknya sederhana dan mudah dimainkan, alat ini juga memungkinkan siswa untuk langsung menerapkan teori musik yang telah dipelajari. Melalui kegiatan bermain pianika, siswa dapat belajar mengenali nada, tangga nada, dan ritme, sekaligus melatih mengkoordinasikan antara tiupan dan gerakan jari secara bersamaan Supaya proses pembelajaran menggunakan pianika berjalan lebih efektif, guru dapat menerapkan model pembelajaran demonstrasi. Model ini berfokus pada kegiatan memperlihatkan atau memperagakan suatu proses secara langsung kepada siswa. Dalam pembelajaran musik, guru bisa menunjukan cara memainkan pianika dengan benar, mulai dari cara memegang pianika dengan benar, teknik meniup, menekan tust, hingga memainkan tangga nada sesuai contoh. Setelah itu siswa mengikuti langkah-langkah yang sudah diperagakan dan mempraktikannya secara mandiri. Metode demonstrasi merupakan suatu cara mengajar dimana guru memperagakan secara langsung langkah-langkah atau proses dari suatu materi pembelajaran, baik melalui tindakan nyata maupun dengan bantuan media yang relevan. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk mengamati secara konkret bagaimana suatu konsep dan keterampilan diterapkan dalam praktik. Menurut Ghufron dan Risnawati . , setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yang menggambarkan cara khas seseorang dalam menerima, memproses dan memahami informasi. Mereka menemukan bahwa gaya belajar peserta didik terdiri dari beberapa kategori Setiap peserta didik memiliki cara belajar yang unik atau disebut dengan gaya belajarnya Gaya belajar seseorang dapat di identifikasi melalui instrument tertentu. Kesesuaian antara gaya mengajar guru dengan gaya belajar peserta didik dapat meningkatkan evektifitas proses pembelajaran. Berdasarkan pandangan tersebut, penggunaan metode demonstrasi dapat menjadi strategi yang efektif karena melibatkan unsur visual, audiotori dan kinestetik secara Dengan demikian, metode ini mampu menyesuaikan diri dengan beberapa berbagai gaya belajar sisws sekaligus membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung (Rofingah, 2. SMPN 1 Kota Kupang merupakan salah satu sekolah yang sudah menggunakan pianika dalam pembelajaran musik. Namun, masih perlu diteliti lebih jauh bagaimna penerapan atau implementasi pianika ini membantu siswa memahami musik dasar. Oleh karena itu penelitian tentang implementasi pianika sebagai alat bantu untuk memahami musik dasar di SMPN 1 Kota Kupang penting untuk dilakukan. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif karena penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci proses penerapan metode drill dalam implementasi alat musik pianika digunakan melalui model pembelajaran demonstrasi dalam membantu siswa memahami musik dasar di SMPN 01 Kota Kupang. Menurut sugiyono . , penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami fenomena secara holistik dengan menggambarkan fakta yang terjadi dilapangan secara alami. Dalam konteks ini, peneliti berperan langsung untuk memahami proses pembelajaran musik dengan penggunaan pianika sebagai media praktik. Metode drill merupakan metode latihan yang dilakukan dengan mengulang suatu gerakan secara terus menerus. Metode ini tergolong mudah di terapkan Karena memungkinkan perancangan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin Oleh karena itu metode drill sering digunakan oleh pendidikan atau pelatihan untuk mengembangkan keterampilan peserta didik. Dalam penerapannya siswa diberikan berbagai latihan berulang yang tersusun secara sistematis dan terarah (Utomo, 2. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan penerapan metode drill melalui pembelajaran demonstrasi, diharapkan pada siswa kelas VII SMPN 1 Kota Kupang dapat lebih mudah memahami konsep dasar musik secara praktis. Melalui latihan yang berulang dan terarah, siswa tidak hanya meningkatkan keterampilannya bermain pianika, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta apresiasi terhadap musik sebagai bagian yang penting dari pembelajaran seni budaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMPN 01 Kota Kupang dengan tujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran demonstrasi dengan metode drill dalam proses memahami notasi musik dasar menggunakan alat musik pianika. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII dan satu guru seni budaya. Penelitian berfokus pada tahapan pengenalan , demonstrasi, latihan . , serta evaluasi kemampuan siswa. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan observasi, ditemukan siswa menunjukan antusiasme dan berperan aktif selama proses belajar. Aktivitas siswa selama pembelajaraan dapat dijabarkan sebagai berikut: ( Gambar 1. Pengenalan notasi dasar ) Tahap Awal Pada pertemuan pertama, guru menjelaskan konsep notasi dasar, simbol musik dan fungsi alat musik pianika. Siswa terlihat memperhatikan dengan baik saat guru memperlihatkan bentuk notasi dasar dan suara yang dihasilkan dari masing-masing nada. Beberapa siswa juga memberikan pertanyaan tentang perbedaan beberpa nada tinggi dan Aktivitas seperti ini menunjukan bahwa adanya rasa keingintahuan siswa terhadap materi yang dipelajari. ( Gambar 2. guru mencontohkan teknik bermain pianik. Tahap Demonstrasi Pada tahap ini guru menggunakan model pembelajaran demonstrasi dan memperlihatkan dari cara memegang pianika dengan benar, meniup pianika dengan tekanan yang tepat, dan menekan tuts sesuai dengan notasi lagu sederhana. Siswa memperhatikan dan mengamati posisi jari dengan baik serta teknik pernapasan dengan benar yang digunakan. Setelah demonstrasi beberapa siswa diminta untuk mencoba dan meniru secara bergantian di depan kelas. Aktivitas ini mendorong siswa dapat belajar melalui pengamatan langsung . earning by observin. ( Gambar 3. latihan berulang untuk menguatkan dan meningkatkan pemahama. Tahap Drill Setelah melihat contoh dari guru, siswa melakukan latihan berulang secara individu dan kelompok. Guru memberikan tugas memainkan tangga nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do serta lagu sederhana seperti Twinkle Twinkle Little Star. Latihan dilakukan secara berulang-ulang hingga siswa terbiasa membaca notasi dan menekan tuts sesuai nada yang benar. ( Gambar 4. Bermain lagu sederhana oleh siswa ) Tahap Evaluasi dan Refleksi pembelajaran Pada akhir pertemuan, guru meminta beberapa siswa memainkan lagu pendek secara individu dan siswa lain diminta untuk menilai ketepatan nada dan irima. Aktivitas ini menumbuhkan sikap saling menghargai, percaya diri, serta kemampuan refleksi terhadap hasil belajar masing-masing. Berdasarkan evaluasi, sebagian besar siswa sudah mampu membaca dan memainkan notasi dasar dengan benar. Hanya beberapa siswa yang masih perlu pembimbing dalam menjaga tempo dan kestabilan pernapasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pianika melalui model pembelajaran demonstrasi dan metode drill mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami notasi musik dasar. Selain itu, kegiatan pembelajaran menjadi interaktif dan menyenangkan karena siswa tidak hanya mendengarkan teori tetapi juga langsung mempraktikannya melalui aktivitas musik. Pembahasan Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model pembelajaran demonstrasi efektif membantu peserta didik memahami konsep musik secara konkret. Dengan guru memberikan contoh langsung dengan cara memainkan nada- nada pada alat musik pianika, siswa memperoleh gambaran nyata mengenai hubungan antara simbol notasi dan bunyi nada yang Melalui proses pengamatan, siswa dengan belajar dengan lebih cepatdan mudah. Selanjutnya penerapan metode drill dan memberikan kesempatan untuk peserta didik untuk mengasah secara berulang-ulang. Latihan ini membantu siswa memperkuat daya ingat terhadap notasi, memperbaiki dan mengatur antara mata dan tangan, serta menigkatkan kepekaan terhadap irama. Dril juga menumbuhkan disiplin dan konsistensi karena siswa di tuntut unruk mencapai ketepatan nada dan tempo pada lagu. Aktivitas siswa selama pembelajaran menunjukan bahwa mereka tidak hanya menjadi penerima pasif, tetapi berperan aktif sebagai pelaku utama dalam proses belajar. Siswa memperhatikan demonstrasi guru, bertanya tentang kesulitan yang dihadapi, mencoba mempraktekan secara individual, dan berlatih bersama teman. Aktifitas seperti mendengar, meniru, berlatih, mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan menjadi bagian dari proses belajar yang bermakna. Perkembangan merupakan proses peningkatan kemampuan mengendalikan gerak tubuh yang melibatkan koordinasi antara syaraf dan otot (Aghnita,2017 dalam Dr. Bhavesh A. Prabhakar, 2. Dalam pembelajaran musik, terutama saat memainkan pianika, perkembangan pisikomotorik tampak ketika siswa mengkoordinasikan pernapasan, jari, dan pandangan untuk menghasilkan nada yang tepat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi pianika sebagai alat bantu untuk memahami notasi musik dasar di kelas VII SMPN 1 Kota Kupang malalui penerapan model pembelajaran demonstrasi dan metode drill, dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan pianika dalam pembelajaran musik terbukti efektif membantu siswa memahami konsep notasi dasar. Melalui kegiatan bermain langsung, siswa dapat mengenali nada, ritme, dan tangga nada dengan lebih mudah dan menyenangkan. Penerapan model pembelajaran demonstrasi mempermudah siswa dalam memahami langkah-langkah bermain pianika dengan benar, karena guru memberikan contoh nyata yang dapat diamati dan ditiru oleh siswa. Metode drill menudukung peningkatan keterampilan siswa melalui latihan berulang yang Dengan latihan ini, siswa mampu memperkuat kemampuan membaca notasi, menjaga tempo, serta melatih keseimbangan antara jari dan napas. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan barmakna karena siswa berperan aktif, saling memberi umpan balik, dan menunjukan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, kedisiplinan serta apresiasi siswa terhadap musik. Secara keseluruhan, kombinasi model pembelajaran demonstrasi dan metode drill dalam penggunaan pianika sebagai media belajar mampu meningkatkan kemampuan musikal siswa, baik dari aspek kognitif, efektif, maupun psikomotorik. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan temuan di lapangan, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: Bagi guru seni budaya, disarankan agar terus mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran musik dengan memanfaatkan alat musik sederhana seperti pianika. Guru juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa agar proses belajar lebih efektif. Bagi siswa, diharapkan agar lebih aktif berlatih secara mandiri di luar jam pelajaran untuk memperkuat keterampilan bermain pianika dan memperdalam pemahaman tentang notasi musik dasar Bagi sekolah, perlu memberikan dukungan berupa penyediaan sarana dan prasarana alat musik yang memadai serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi pengembangan minat dan bakat musik siswa. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dikambangkan lebih lanjut dengan meneliti pengaruh penggunaan alat musik pianika terhadap peningkatan musikalbsiswa pada aspek yang lebih luas, seperti kreativitas bermusik atau kemampuan DAFTAR PUSTAKA