PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DENGAN MEDIA ECOPRINT IMPROVING LEARNING ABILITY OF LIVING THINGS CLASSIFICATION USING ECOPRINT MEDIA Endah Setyorini SMP Negeri 1 Wuryantoro Email: endahsetyorini20@gmail. Diterima: 4 Februari 2021 Direvisi: 13 April 2021 Disetujui:18 Mei 2021 ABSTRAK Best practice ini dilatarbelakangi dari beberapa permasalahan yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar di kelas VIIB semester 1 tahun pelajaran 2019/ 2020 dengan materi klasifikasi makhluk hidup, yaitu: peserta didik merasa kesulitan dalam memahami materi klasifikasi makhluk hidup karena termasuk materi yang banyak hafalanya, hasil tes awal rendah, dan penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik kelas VIIB melalui pemanfaatan media ecoprint dengan penerapan model PjBL pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan best practice dengan subyek penelitian peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 1 Wuryantoro yang berjumlah 28 peserta didik, teknik pengumpulan datanya dengan observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Pemanfaatan media ecoprint dengan penerapan model PjBL pada materi klasifikasi makhluk hidup dapat meningkatkan kemampuan belajar peserta didik kelas VIIB, berdasarkan data yang diperoleh nilai rata-rata kelas peserta didik pada pretes sebesar 62,5 meningkat menjadi 83,6 pada postes, selain itu diperoleh nilai keterampilan untuk semua peserta didik diatas KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar 81,3. Kata kunci: Ecoprint. Klasifikasi Makhluk Hidup. Kemampuan Belajar ABSTRACT This best practice is based on the problems that occur in the teaching and learning activities in class VIIB on the first semester of the academic year 2019/2020 on living things classification material, the students found it difficult to understand the living things classification material because it has a lot of hard memorized materials, the low pretest results, and the using of unappropriate learning model. The goal of this study is to improve the VIIB students learning ability by applying ecoprint media in the PjBL model to the living things classification material. This study is a best practice with 28 students of class VIIB SMP Negeri 1 Wuryantoro, the data collection techniques is taken by observation, written test, interview, and documentation Applying ecoprint media in the PjBL model on the living things classification material can improve the learning ability of VIIB students, based on the data obtained which the class average score of the pre-test was 62. 5, increased to 83. 6 in the post-test, the students skill assessment is above the KKM with 3 of class average score. Keywords: Ecoprint. Classification of Living Things. Learning Ability PENDAHULUAN Menghadapi revolusi industri 4. 0 dan tuntutan abad ke-21, pendidikan di Indonesia melakukan perubahan yang signifikan. Keadaan ini mengakibatkan tugas guru menjadi lebih berat. Guru diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran yang dianjurkan oleh UNESCO, yaitu: learning to know . elajar untuk mengetahu. , learning to do . elajar untuk melakuka. , learning to live together . elajar untuk hidup bersam. , dan learning to be . elajar untuk menjadi atau mengembangkan dir. (Daryanto dan Karim. Selain itu, menurut Tim . 8: . pembelajaran pada abad ke-21 harus mencerminkan empat keterampilan yaitu, kemampuan berpikir kritis . ritical thinking skilI), kreativitas . , komunikasi . , . Menjawab tuntutan tersebut, guru harus memilih pendekatan atau model yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Pemilihan pendekatan yang tepat akan Peningkatan Kemampuan Belajar Klasifikasi. Endah Setyorini mampu meningkatkan keterampilan abad ke21 peserta didik. Materi klasifikasi makhluk hidup termasuk materi yang mempunyai cakupan konsep yang luas. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik di kelas VIIB mereka merasa kesulitan dalam memahami materi ini karena termasuk materi yang banyak hafalanya. Hasil tes awal di kelas VIIB juga menunjukan hasil yang rendah, yaitu dari 28 peserta didik hanya 12 peserta didik . ,9%) yang nilainya mencapai KKM dan 16 peserta didik . ,1%) nilai di bawah KKM. Hal ini menunjukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam konsep-konsep Penggunaan pembelajaran yang kurang tepat dalam penyampaian materi ini juga mempengaruhi rendahnya hasil tes awal. Keberhasilan sebuah pembelajaran selain dipengaruhi oleh pendekatan juga ditentukan oleh model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah PjBL. Project based learning (PjBL) ini melibatkan peserta didik secara aktif dalam merancang, membuat, dan menampilkan produk (Sani, 2015: . Penekanan model ini pada penguasaan konsep, fokus pada proses dan produk, dikerjakan secara kelompok, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik (Ngalimun, 2014: 195-196 dan Sani, 2015: Kegiatan belajar mengajar adalah proses komunikasi yang melibatkan tiga hal yaitu: guru sebagai pengirim pesan, peserta didik sebagai penerima, dan materi sebagai Penyampaian materi akan optimal jika disampaikan dengan media yang tepat. Media merupakan perantara, alat dan bahan serta hal-hal lain yang dapat membantu peserta didik dalam memperoleh pengetahuan (Sanjaya, 2014: . Media yang dipilih dalam penelitian ini adalah batik ecoprint. Ecoprint atau batik ecoprint merupakan cara mewarnai kain dengan menggunakan pewarna alam (Husna, 2016: . Media ecoprint dipilih karena menggunakan bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar dan sesuai dengan materi pembelajaran klasifikasi makhluk hidup. Ecoprint sangat ramah lingkungan karena menggunakan daun dan bunga sebagai bahannya. Selain itu ecoprint sendiri merupakan produk unggulan dari program adiwiyata di SMP Negeri 1 Wuryantoro. Keberhasilan sebuah pembelajaran dibuktikan dengan kemampuan belajar peserta Kemampuan belajar yang dimaksud meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Diharapkan, penerapan model PjBL melalui media ecoprint mampu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik serta mampu menjawab tantangan abad ke-21. LANDASAN TEORI Media Ecoprint Media merupakan alat penyampai pesan dari beberapa sumber saluran ke penerima pesan (Trianto, 2013: . Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ecoprint memindahkan bentuk daun dan bunga ke permukaan kain yang sudah diolah agar warna daun dan bunga tersebut mudah terserap (Irianingsih, 2018: . Menurut Saraswati dan Sulandjari . 8: . ecoprint adalah proses mentransfer atau memindahkan bentuk asli dari daun dan bunga ke kain yang sudah diolah agar didapatkan hasil maksimal. Tahap pembuatan ecoprint sebagai berikut: . perebusan dan perendaman kain dengan menggunakan air dan tawas. pencucian dan penjemuran kain. treatment pada daun dan bunga dengan merendam dalam air cuka. penyusunan letak daun dan bunga sesuai selera. daun dan bunga dipukul-pukul dengan menggunakan palu sampai menempel. kemudian kain digulung, diikat dengan kencang dan dikukus agar warna dasar materi keluar. perendaman dengan air tawas untuk mengunci warna daun dan bunga. pencucian dan penjemuran kain. Model Project Based Learning (PjBL) Menurut Ratumanan . Project based learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang memberdayakan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru berdasarkan pengalamannya ditugaskan guru. PjBL adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang bersifat antar disiplin ilmu . ntegrasi mata pelajara. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 dan berjangka panjang (Sani, 2015:. Pembelajaran ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menggali materi dengan berbagai cara sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan memotivasi peserta didik. PjBL memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas belajar saintifik berupa kegiatan: bertanya, melakukan pengamatan, melakukan penyelidikan, menalar, dan menjalin hubungan dengan orang lain (Sani, 2015:. Pembelajaran ini memiliki sintaks perancangan langkah-langkah penyelesaian, penyusunan jadwal, penyelesaian proyek, publikasi hasil, dan evaluasi (Ratumanan, 2015:271 dan Kemendikbud, 2017:. Keuntungan menggunakan model ini adalah meningkatkan motivasi peserta didik, menyelesaikan masalah, membuat peserta didik lebih aktif, meningkatkan kemampuan bekerja sama, mendorong peserta didik mempraktikan kemampuan berkomunikasi dan mengelola sumber daya, memberikan pengalama pada peserta didik dalam mengerjakan proyek, membuat suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran, dan memberi kesempatan peserta didik untuk berkembang sesuai kondisi dunia nyata (Sani, 2015: . Kemampuan Belajar Kemampuan peserta didik dalam belajar adalah kecakapan seorang peserta didik, yang dimiliki dari hasil apa yang telah dipelajari yang dapat ditunjukkan atau dilihat melalui hasil belajarnya (Syah, 1995: . Ada tiga . kemampuan peserta didik dalam belajar, yaitu ranah kognitif . , ranah afektif . , . Ranah kognitif meliputi: penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 202-. Contoh ranah kognitif adalah kemampuan peserta didik dalam menganalisis suatu masalah berdasarkan pemahaman yang Ranah afektif meliputi: sikap menerima, memberikan respons, nilai, organisasi, dan karakterisasi (Suprijono, 2010: . Contoh ranah afektif adalah peserta didik mampu menentukan sikap untuk menerima atau menolak suatu objek. Ranah psikomotor meliputi: gerak tubuh yang nonverbal, dan kemampuan berbicara (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 207-. Contoh ranah psikomotorik adalah peserta didik mampu berekspresi dengan baik. Setiap peserta didik dikatakan berhasil dalam belajar apabila memiliki kemampuan dalam belajar sebagaimana dikemukakan di Akan tetapi yang menjadi masalah adalah tidak semua peserta didik memiliki kemampuan yang sama. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam belajar, antara lain faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan Contoh faktor internal yang mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam belajar adalah kesehatan peserta didik dan intelegensinya. Contoh faktor eksternal yang mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam belajar adalah lingkungan METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini termasuk best practice yang di laksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September tahun 2019, dengan pelaksanaannya terdiri dari 2 pertemuan dan ditambah penugasan yang dilakukan di rumah oleh peserta didik Pelaksanaan pendekatan saintifik dengan model PjBL dan memanfaatkan media ecoprint. Subjek dan Objek Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Wuryantoro pada semester I tahun pelajaran 2019/ 2020. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIB sejumlah 28 yang terdiri dari 13 laki-laki dan 15 Objek penerapan model PjBL untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yaitu: observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Observasi mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dan Peningkatan Kemampuan Belajar Klasifikasi. Endah Setyorini nilai keterampilan. Tes digunakan untuk memperoleh nilai pengetahuan. Wawancara dilakukan pada peserta didik untuk memperoleh informasi secara langsung. Dokumentasi yang dikumpulkan berupa RPP, catatan lapangan, dan foto kegiatan. Teknik Analisis data Data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa hasil observasi dan kuantitatif diperoleh dari hasil tes. Data hasil observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dan keterampilan. Data hasil tes digunakan untuk penilaian pengetahuan. Data ini juga digunakan untuk mengetahui ketercapaian ketuntasan klasikal dengan KKM IPA sebesar Rumus nilai pengetahuan sebagai berikut. Nilai keterampilan diperoleh dari penilaian proyek. Instrumen penilaian proyek memuat 5 aspek yang dinilai, yaitu: kemampuan merencanakan . kor 0-. Kemampuan merancang konsep atau pola batik ecoprint . kor 0-. , kemampuan membuat batik ecoprint . kor 0-. Kemampuan menjelaskan hasil batik ecoprint melalui presentasi . kor 0-. , dan produk berupa batik ecoprint . kor 0-. Rumus nilai keterampilan sebagai berikut. Kriteria Nilai Keterampilan: Sangat Baik (A) : 91-100 Cukup (C) : 70-80 Baik (B) : 81-90 Kurang (D) : < 70 HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan program semester yang telah disusun di awal tahun ajaran baru 2019/ 2020, salah satu materi pokok kelas VII semester 1 kurikulum 2013 adalah tentang klasifikasi makhluk hidup. Kompetensi dasar Mengklasifikasi Makluk Hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. Kompetensi dasar untuk keterampilan adalah 2 Menyajikan pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati. Penulis adalah salah satu guru IPA kelas VII di SMP Negeri 1 Wuryantoro. Untuk memulai materi klasifikasi makhluk hidup, terlebih dahulu penulis mengadakan pretes yang tujuannya untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman peserta didik tentang materi klasifikasi makhluk hidup terutama pada sub Penulis melakukan pretes dengan memberikan 4 soal Pretes dilaksanakan selama 15 menit. Saat pelaksanaan pretes, peserta didik dilarang untuk membuka buku, berdiskusi dengan temannya, atau menanyakan bahkan memberikan jawaban kepada peserta didik yang lain. Berdasarkan hasil pretes disimpulkan bahwa nilai peserta didik sangat rendah, dari 28 peserta didik di kelas VIIB hanya 12 peserta didik atau 42,9% yang nilainya di atas atau sama dengan KKM sedangkan 16 peserta didik atau 57,1% nilainya di bawah KKM. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPA SMP Negeri 1 Wuryantoro tahun pelajaran 2019/ 2020 adalah 70. Ratarata nilai pada kegiatan pretes adalah 62,5 dengan nilai terendah adalah 40 dan nilai Deskripsi Kondisi Pada Saat Pemanfaatan Media Ecoprint Pembelajaran dengan media ecoprint dengan model PjBL dilaksanakan dalam 2 Pertemuan menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah dilaksanakan pretes. Setelah diadakan pretes. Jumlah peserta didik kelas VIIB berjumlah 28 orang, maka mereka dibagi menjadi 4 kelompok dengan masingmasing anggota kelompok 7 peserta didik. Pembentukan kelompok sudah dilaksanakan pada satu minggu sebelumnya karena berhubungan dengan persiapan alat dan Pembentukan kelompok didasarkan dari hasil nilai ulangan harian pada KD Hal ini dikandung maksud agar anak- anak yang mempunyai nilai tinggi tersebar dalam kelompok-kelompok tersebut. Peserta didik bergabung dengan kelompoknya untuk melaksanakan kegiatan PjBL menentukan proyek. Proyeknya membuat Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 batik ecoprint dengan menggunakan kain katun dengan bahan tumbuhan dan bunga yang ramah lingkungan. Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya. Tahap . kedua dalam PjBL langkah-langkah Peserta berkelompok merancang pembuatan batik Peserta didik menyusun konsep pembuatan batik ecoprint tersebut. Bahan diskusi dalam kelompok termasuk materi . aun, bunga atau batang/ rimpan. apa saja Guru memberitahukan bahwa kegiatan proyek tersebut akan dilaksanakan pertemuan kali ini Guru memerintahkan pada perwakilan kelompok untuk merebus kain yang akan digunakan membuat batik ecoprint dengan campuran air dan tawas . roses mordantin. Tahap ketiga adalah penyusunan Peserta didik dibimbing guru menyusun jadwal. Pertemuan pertama diakhiri sampai penyusunan jadwal. Berikut jadwal peserta didik untuk pelaksanaan proyek yang ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan 1 Peserta didik membuat konsep atau merancang pola batik Melaksanakan pembuatan batik Pertemuan 2 Peserta didik membuat batik Ecoprint merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bagian-bagian dari tanaman. Bagian-bagian tanaman yang digunakan adalah daun, bunga, atau batang. Bahan yang digunakan dalam membuat ecoprint adalah kain, bagian-bagian tanaman, tawas, dan cuka. Sebelum pelaksanaan penempelan bagian-bagian daun, peserta didik diberi tugas untuk menyiapkan kain dengan cara merebus kain menggunakan tawas, proses ini dinamakan mordanting atau pengolahan kain. Tujuannya agar pori-pori pada kain bisa terbuka dan menyerap warna selain itu juga untuk menghilangkan bahanbahan kimia yang masih menempel pada kain. Setelah itu, dilanjutkan proses kedua yaitu penempelan materi. Materi yang ditempelkan merupakan daun-daunan, bunga, atau batang . Daun yang bisa digunakan adalah daun jati, daun johar,daun ketepeng, dan daun Daun atau bunga . ditata di selembar kain. Sebelum di tata pada kain, materi tersebut direndam dalam air cuka selama 15 menit agar warna yang dimiliki oleh materi tersebut bisa muncul. Setelah ditempelkan, tidak lupa ditekan dengan menggunakan palu atau batu yang rata. Penekanan ini harus hatihati agar daun tidak hancur. Langkah selanjutnya, kain digulung kemudian diikat. Setelah selanjutnya berupa pengukusan. Setelah itu menggunakan air tawas. Setelah itu, jika ingin dilakukan pewarnaan, dilakukan teknik penguncian agar warna daunnya lebih Caranya dengan menggabungkan dengan kain yang memiliki warna yang diinginkan dan setelah itu dilakukan pengukusan lagi. Proses pewarnaan ini tetap menggunakan bahan-bahan alami. Seperti daun jati, daun teger, daun jalawe, daun mahoni, dan kulit manggis. Dari bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan warna-warna yang alami, sesuai dengan warna yang Pertemuan kedua, peserta didik melanjutkan tahap yang keempat dalam model PjBL yaitu penyelesaian proyek. Peserta didik menyelesaikan membuat batik ecoprint dengan didampingi guru. Tahap selanjutnya adalah publikasi hasil. Peserta didik memamerkan hasil sementara. Deskripsi Kondisi Setelah Pemanfaatan Media Ecoprint Setelah peserta didik dan guru menyimpulkan hasil pembelajaran secara bersama-sama, guru memberikan postes dengan soal yang sama persis dengan soal pretes, yaitu peserta didik diminta untuk mengerjakan 4 soal uraian. Waktu untuk mengerjakan sama dengan saat pretes yakni 15 menit dan peserta didik dilarang untuk membuka buku, berdiskusi dengan temannya, atau menanyakan bahkan memberikan jawaban kepada peserta didik yang lain. Hasil postes menunjukkan bahwa setelah menggunakan media ecoprint rata-rata nilai kelas meningkat menjadi sebesar 83,6. Peningkatan Kemampuan Belajar Klasifikasi. Endah Setyorini Peserta didik yang nilainya di atas KKM juga meningkat menjadi 25 peserta didik . ,3%). Hanya 3 peserta didik . ,7%) yang nilainya di bawah KKM. Selain nilai pengetahuan, penilaian juga dilakukan pada ranah keterampilan. Penilaian keterampilan berupa penilaian proyek. Ratarata nilai keterampilan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Nilai Keterampilan Berdasarkan Aspek yang Dinilai Aspek yang Dinilai Kemampuan merencanakan Kemampuan merancang konsep atau pola batik Kemampuan membuat batik ecoprint Kemampuan menjelaskan hasil batik ecoprint melalui Produk berupa batik Skor maksimum Nilai Kelompok pembelajaran dengan memanfaatkan media ecoprint pada materi klasifikasi makhluk hidup dengan sub materi klasifikasi Ecoprint merupakan teknik membatik dengan cara menempelkan bagianbagian tanaman pada kain. Ecoprint sendiri merupakan produk unggulan SMP Negeri 1 Wuryantoro menuju sekolah adiwiyata mandiri nasional. Berdasarkan data yang diperoleh setelah pemanfaatan media ecoprint pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas VIIB pada semester 1 tahun pelajaran 2019/ 2020 diperoleh informasi bahwa kemampuan belajar peserta didik mengalami peningkatan. Pembelajaran dengan membantu peserta didik mempelajari ciri-ciri dari masing-masing tanaman. Peserta didik mampu mengelompokkan tanaman ke dalam kelompok monokotil dan dikotil melalui pemilihan tanaman yang akan digunakan Grafik peningkatan tingkat ketuntasan pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan Tabel 2, nilai keterampilan peserta didik diperoleh dari penilaian secara Dari data yang diperoleh, mendapatkan nilai di atas KKM. Pembahasan Best practice ini dilatar belakangi dari beberapa permasalahan yang terjadi saat kegiatan belajar mengajar di kelas VIIB semester 1 tahun pelajaran 2019/ 2020. Peserta didik di kelas VIIB mereka merasa kesulitan dalam memahami materi klasifikasi makhluk hidup karena termasuk materi yang banyak hafalanya. Hasil tes awal di kelas VIIB juga menunjukan hasil yang rendah, yaitu dari 28 peserta didik hanya 12 peserta didik . ,9%) yang nilainya mencapai KKM dan 16 peserta didik . ,1%) nilai di bawah KKM. Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dalam penyampaian materi ini juga mempengaruhi rendahnya hasil tes awal. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta VIIB. Gambar 1. Grafik Peningkatan Ketuntasan Nilai Pretes dan Postes Berdasarkan Gambar disimpulkan bahwa pada postes peserta didik yang mencapai nilai di atas tuntas mengalami peningkatan, hal ini disebabkan karena pembelajaran dengan sub materi klasifikasi Rekap hasil pretes dan postes di kelas VIIB dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 Tabel 3. Rekap Hasil Pretes dan Postes di Kelas VIIB Hasil Rentang Nilai Predikat Pretes Postes < 70 Kurang 70 Ae 80 Cukup 81 Ae 90 Baik 91 Ae 100 Sangat Baik Jumlah peserta Jumlah nilai Rata-rata nilai Nilai maksimal Nilai minimal Tuntas . ,9%) . ,3%) Tidak tuntas . ,7%) 0,64 . Peningkatan Berdasarkan Tabel disimpulkan bahwa setelah menggunakan media ecoprint rata-rata nilai kelas meningkat dari 62,5 saat pretes menjadi sebesar 83,6 pada postes. Peserta didik yang nilainya di atas KKM juga meningkat dari 12 orang . ,9%) saat pretes menjadi 25 orang . ,3%) pada postes. Berdasarkan nilai pretes dan postes, setelah penggunaan media ecoprint ini membuat nilai peserta didik mengalami peningkatan nilai sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan media ecoprint mampu meningkatkan kemampuan belajar peserta Selain itu dengan menggunakan media ecoprint, diperoleh nilai keterampilan peserta didik di atas KKM, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 81,3. KESIMPULAN Simpulan Pemanfaatan media ecoprint pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas VIIB pada semester 1 tahun pelajaran 2019/ 2020 mampu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Berdasarkan data yang diperoleh nilai rata-rata kelas peserta didik pada pretes sebesar 62,5 meningkat menjadi 83,6 pada postes. Selain itu diperoleh nilai keterampilan di atas KKM dengan nilai ratarata kelas sebesar 81,3. Guru pembelajaran dengan materi klasifikasi makhluk hidup pada sub materi klasifikasi tumbuhan sebaiknya memanfaatkan media DAFTAR PUSTAKA