KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN BASIS SUMBER KARBOHIDRAT DAN PROTEIN DI SUMATERA SELATAN Leading Sector Of Agricultural Comodities As Source Of Carbohydrate And Protein In South Sumatera Yulia Sari1*. Jerry Antonio2. Merna Ayu Sulastri3. Khairul Fahmi Purba4. Azqia Wardani5. Rani Revina Putri6 Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya Program Studi Manajemen Agribisnis. Jurusan Rekayasa Teknologi dan Bisnis Pertanian. Politeknik Negeri Sriwijaya, *Corresponding Author: yuliasari@fp. Abstrak Pengembangan suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi komoditas pertanian unggulan di daerah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas pertanian basis unggulan, mengkaji laju pertumbuhan komoditas pertanian, serta menganalisis komoditas unggulan utama di masing-masing wilayah kabupeten dan kota yang ada di Sumatera Selatan. Analisis data penggunakan metode Location Quotinent (LQ). Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Hasil menunjukkan bahwa komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat di Sumatera Selatan terdiri dari padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar sedangkan kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, daging unggas, daging ruminasia dan hasil perikanan merupakan komoditas pertanian unggulan basis sumber protein. Laju pertumbuhan masing-masing komoditas beragam. Sektor unggulan untuk komoditas ubi jalar berada di Kabupaten/ Kota Lahat. Musi Rawas. Musi Rawas Utara. Pagar Alam, dan Lubuklinggau. Kemudian Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ilir. Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Timur merupakan pusat unggulan untuk komoditi padi. Selanjutnya. Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ulu. Lahat, dan Banyuasin unggul pada komoditi daging unggas. Sementara Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih menunjukkan keunggulan pada komoditi kacang hijau. Kondisi ini akan memicu terjadinya perdagangan antar wilayah yang akhirnya dapat menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan. Maka dari itu pemerintah perlu memfokuskan komoditas pertanian unggulan untuk pengembangan ekonomi wilayah. Kata Kunci: Location Quotinent (LQ). Model Rasio Pertumbuhan. Pengembangan Wilayah. Sumatera Selatan Abstract Regional development can be conducted by optimizing the potential of leading agricultural commodity in each region. This study aims to analyze the leading agricultural commodity, acquire the rate of agricultural commodity growth and analyze the main leading agricultural commodity in each regency and city of South Sumatra. Data analysis used methods of location quotient (LQ), growth ratio model and overlay. This study found that the carbohydrate based leading agricultural Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri commodities in South Sumatra are paddy, maize, cassava and sweet potato. At the same time, soybean, peanut, mung bean, egg, poultry, livestock and fishery product are the protein based leading agricultural commodities. The growth rate of each commodity was various. The leading sector for sweet potato located in Lahat. Musi Rawas. Musi Rawas Utara. Pagar Alam and Lubuklinggau. Furthermore. Ogan Komering Ilir. Muara Enim, and Ogan Komering Ulu Timur were leading centre for paddy. Then. Ogan Komering Ulu. Lahat, and Banyuasin lead for poultry. Moreover. Pali and Prabumulih represent the excellence of mung bean. This situation would encourage the interregional trade which will ultimately drive the economy of South Sumatra. Therefore, the government needs to focus on the leading agricultural commodities to regional economic development. Keywords: Growth Ratio Model. Location Quetinent (LQ). Regional Development. South Sumatera PENDAHULUAN Negeri Agraria menjadi salah satu julukan untuk Indonesia karena melimpahnya hasil produksi sektor pertanian yang dijadikan sebagai sumber mata pencaharian dan lapangan kerja di berbagai wilayah di Indonesia (Sitepu et al. , 2. Badan Pusat Statistik ([BPS], 2. menambahkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan satu dari tujuh belas sektor yang menjadi penggerak perekonomian berbagai wilayah di Indonesia. antara ketujuh belas sektor tersebut, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan sektor yang memiliki status sebagai leading sector atau sektor yang memiliki keunggulan komparatif sehingga dapat dijadikan prioritas pilihan untuk pembangunan suatu wilayah (Alwi et al. , 2023. Dewi & Yasa, 2018. Rosmeli, 2. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa sektor pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi (Nofitasari et al. , 2. mengurangi tingkat kemiskinan, dan menciptakan pemerataan pembangunan antar wilayah. Selain itu, adanya pengembangan berbasis potensi lokal menjadikan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagaimotor penggerak utama dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antar daerah serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global. Selain sebagai penggerak perekonomian, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki posisi penting untuk menjadi pendukung terciptanya kesejahteraan di masyarakat. Menganalisis sektor pertanian berbasis sumber karbohidrat dan protein sangat penting karena kedua kelompok pangan ini merupakan kebutuhan dasar utama yang menopang ketahanan pangan nasional dan kesehatan masyarakat. Komoditas pertanian subsektor pangan sumber karbohidrat dan protein yang terdiri dari padi, jagung, ubi kayu, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, daging unggas, daging ruminasia, dan perikanan, berperan vital dalam memenuhi gizi masyarakat dan menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Karbohidrat dan Protein merupakan sumber utama asupan sehari-hari masyrakat Kota Palembang, yang terdiri dari beras, daging sapi, ayam, ikan dan telur (Sulastri et al. , 2. Dengan menganalisis sektor ini, daerah seperti Sumatera Selatan dapat mengidentifikasi potensi produksi lokal, meningkatkan efisiensi budidaya, memperbaiki rantai pasok, dan mengurangi ketergantungan impor, sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan nilai tambah pertanian secara berkelanjutan. Sumatera Selatan memiliki potensi sektor pertanian yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara maksimal. Dengan kontribusi sektor pertanian mencapai lebih dari 21% terhadap PDRB dan dominasi komoditas strategis seperti karet, sawit, dan kopi, analisis sektor unggulan menjadi krusial Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri untuk menentukan arah pengembangan berbasis potensi lokal yang berdaya saing. Selain itu, sektor ini terbukti tahan terhadap krisis, seperti saat pandemi COVID-19, sehingga memperkuat argumentasi bahwa pertanian bukan hanya tulang punggung ekonomi daerah, tetapi juga pilar ketahanan ekonomi jangka panjang. Melalui penelitian yang mendalam. Sumatera Selatan dapat mengidentifikasi prioritas pembangunan, mengoptimalkan penggunaan lahan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperluas akses pasar nasional hingga internasional, yang pada akhirnya akan mempercepat transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan. Berbagai penelitian analisis komoditas unggulan telah dilakukan, dari hasil analisis dari 17 sektor yang ada di Indonesia diketahui bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan sektor basis unggulan di Provinsi Jawa Tengah (Azaki, 2. Provinsi Kalimantan Barat (Harjanti et al. , 2. , di Provinsi Jawa Barat (Kastaman et al. , 2. , di Kabupaten Karo (Malau et al. , 2. , serta Sausan et al. , . juga menganalisis wilayah kabupaten/ kota di Provinsi Yogyakarta yang memiliki spesialisasi pada sektor pertanian. Namun masih belum optimal penelitian yang menganalisis dengan detail komoditas unggulan yang menjadi bagian dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tersebut, terutama yang menjadi sumber karbohidrat dan protein yang menjadi sumber utama konsumsi masyarakat. Studi terkait pemilihan komoditi unggulan berbasis ketahanan pangan sangat diperlukan sebagai strategi pengembangan wilayah (Wijaya, 2. sehingga pemilihan basis sumber karbohidrat dan protein dalam riset ini diharapkan mampu berkontribusi pada ketahanan pangan. Oleh Sebab itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengisi kesenjangan penelitian yang mana pemilihan komoditi atau basis berkaitan dengan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas pertanian unggulan di Kabupaten/ Kota yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan dengan fokus pada komoditas sumber karbohidrat dan protein. mengetahui laju pertumbuhan komoditas unggulan tersebut. serta mengetahui leading sector di wilayah Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui data sekunder. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik berupa produksi masing-masing komoditas tahun 2018-2024. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengambil data Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari 14 Kabupaten atau Kota. Analisis data dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ). Model Rasio Pertumbuhan (MRP) dan Overlay. Metode Location Quotient (LQ) Metode analisis Location Quotient digunakan untuk menganalisis komoditas basis unggulan melalui perbandingan besarnya peran suatu komoditas di berbagai wilayah studi dalam peran komoditas pada tangkat wilayah yang lebih luas. Komoditas pertanian yang dianalisis menggunakan metode LQ adalah subsektor tanaman pangan sebagai sumber karbohidat dan protein yang terdiri dari padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, susu sapi, daging unggas, daging ruminansia dan Rumus Location Quetient ditujukan pada persamaam . ycUycnyc ycUycn LQij = ycU ycU A. yc A Keterangan LQij = Indeks pemusatan komoditas ke-j di Kota/ Kabupaten ke-I di Provinsi Sumatera Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Selatan = Produksi komoditas pertanian ke-j di Kota/ Kabupaten ke-I Provinsi Sumatera Selatan Xi = total produksi komoditas pertanian di Kota/ Kabupaten ke-i DI Provinsi Sumatera Selatan Xj = total aktivitas ke-j di semua wilayah XA = Derajat aktivitas total wilayah Xij Metode Model Rasio Pertumbuhan (MRP) Analisis ini bertujuan untuk melihat bagaimana laju pertumbuhan suatu komoditas dalam rentang waktu tertentu. Model MRP teridiri dari dua bagian yaitu Rasio Pertumbuhan Wilayah Referensi (RP. dan nilai Raiso Pertumbuhan Wilayah Studi (RP. (Dewi & Yasa. Rumus RPr dan RPs dapat dilihat pada persamaan . iycUycnycu/ycUycnycu . RPr = iycUycu/ ycUycu . iycUycnyc/ycUycnyc . RPs = iycUycnycu/ ycUycnycu . Keterangan iycUycnycu : Perubahan Produksi sektor i di wilayah referensi . Yin . : Produksi sektor i di wilayah referensi awal penelitian iycUycnycu : Perubahan Produksi sektor i di wilayah studi Yij . Yit . : Produksi sektor i di wilayah studi awal penelitian Metode Overlay Analisis overlay merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi sektor unggulan dalam suatu perekonomian, baik dari sisi kontribusi maupun pertumbuhan (Suhandi & Hakin, 2. Kriteria klasifikasi komoditas menggunakan hasil Analisis Location Quotient (LQ) dan analisis Growth Ratio Model (GRM/ MRP). HASIL DAN PEMBAHASAN Komoditas Pertanian Unggulan di Provinsi Sumatera Selatan Komoditas pertanian unggulan provinsi Sumatera Selatan merupakan komoditas yang memiliki nilai strategis berdasarkan pertimbangan kekampuan wilayah tersebut memproduksi suatu komoditas berdasarkan dukungan fisik seperti kondisi tanah, maupun sosial ekonomi dan kelembagaan di suatu wilayah. Pada penelitian ini, komoditas pertanian unggulan komparatif di Sumatera Selatan dianalisis berdasarkan potensi wilayah menurut Kota/ Kabupaten. Analisis potensi unggulan komoditas pertanian di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan bahwa subsektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang bervariasi antar Kabupaten/Kota. Hasil analisis Location Quotient (LQ) pada berbagai wilayah di Sumatera Selatan disajikan pada gambar 1. Komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat di Sumatera Selatan yang memiliki keunggulan komparatif . ilai LQ > . terdiri dari ubi jalar, ubi kayu, padi dan jagung. Komoditas pertanian unggulan sumber protein unggulan terdiri dari kedelai, kacang hijau, kacang tanah, daging ruminasia, telur unggas, daging unggas, dan hasil perikanan. Pada Hasil tersebut, ditemukan bahwa beberapa kabupaten/kota memiliki keunggulan yang sangat signifikan dalam komoditas spesifik. Nilai Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri LQ yang lebih dari satu mengindikasikan bahwa suatu wilayah memiliki keunggulan komparatif terhadap komoditas tertentu, yang berpotensi dikembangkan sebagai basis ekonomi lokal dan sebagai komoditas ekspor antarwilayah. Gambar 1. Peta Panas Komoditas Pertanian Unggulan di Provinsi Sumatera Selatan Komoditas Pertanian Unggulan sumber Karbohidrat di Sumatera Selatan Karbohidrat merupakan sumber energi bagi manusia. Berbagai wilayah Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan yang memiliki potensi komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat dapat dilihat pada Tabel 1. Padi merupakan sumber pangan pokok utama Masyarakat. Komoditas padi memiliki keunggulan komparatif di kabupaten Ogan Komering Ilir. Ogan Ilir. Banyuasin. Lahat. Musi Rawas Utara. Ogan Komering Ulu Timur. Muara Enim, serta Kota Palembang, dan Lubuk Linggau. LQ tertinggi yaitu Ogan Komering Ilir (LQ 1. , keunggulan tersebut diperoleh dari kontriusi produksinya paling besar di tingkat kabupaten dibandingkan dengan Provinsi atau daerah acuan. Adapun kabupaten lain seperti Ogran Komering Ulu. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Empat Lawang. Pali. Prabu Mulih, dan Pagar Alam tidak memiliki keunggulan komparatif padi karena produksinya lebih rendah (LQ < . dibandingkan daerah Provinsi/ rujukan. Wilayah Kabupaten/ Kota yang memiliki keunggulan komparatif akan mendistribusikan hasil produksinya ke wilayah yang tidak memiliki keunggulan komparatif, sehingga ketersediaan pangan dari padi atau beras di Provinsi Sumatera Selatan tetap terpenuhi. Penelitian ini sejalan dengan (Humaidi et al. , 2022. Marina et al. , 2. yang memberikan hasil bahwa suatu wilayah Kabupaten/ Kota dalam Provinsi yang sama memiliki keunggulan Padi namun di daerah lain tidak memiliki keunggulan komparatif. Jagung merupakan komoditas hasil pertanian sumber karbohidrat yang dapat dijadikan sebagai diversifikasi pangan pengganti beras (Nauly, 2. Provinsi Sumatera Selatan memiliki keunggulan komparatif jagung di wilayah Ogan Komering Ulu. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan, dan Empat lawang. Selain beras. Provinsi Sumatera Selatan memiliki produk pertanian unggulan berupa Jagung. Pelitian ini berbeda (Syahrial & Herman, 2. yang menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Barat hanya unggul di Komoditas Padi tapi tidak memiliki keunggulan di komoditas Jagung. Perbedaan hasil penelitian tersebut bisa disebabkan karena perbedaan karakteristik dan topografi Provinsi Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Sumatera Selatan dan Sumatera Barat sehingga Produksi Jagung di Sumatera Selatan lebih baik dari pada Sumatera Barat. Ubi kayu merupakan komoditas pertanian sumber karbohidrat, di Sumatera Selatan beberapa wilayah yang memiliki peran sebagai wilayah yang memiliki keunggulan komparatif pada Komoditas Ubi Kayu adalah Prabumulih. Muara Enim. Musi Rawas. Musi Banyuasin. Ogan Ilir. Pali. Musi Rawas Utara. Kota Palembang. Pagar Alam, dan Kota Lubuk Linggau. Wilayah yang memiliki nilai LQ ubi kayu paling besar yaitu Kabupaten Prabumulih dengan nilai 14,39. Komoditas ubi jalar memiliki keunggulan komparatif di Kabupaten Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Musi Banyuasin. Musi Rawas Utara. Kota Palembang. Kota Prabumulih. Pagar Alam, dan Kota Lubuk Linggau. Wilayah yang memiliki nilai LQ ubi jalar terbesar adalah Kabupaten Pagar Alam dengan nilai LQ 22,34. Penelitian ini sejalan dengan (Monsaputra, 2. yang menunjukkan bahwa beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat memiliki keunggulan komparatif komoditas Ubi Kayu dan Ubi Jalar. Tabel 1. Sebaran Wilayah Komoditas Pertanian Unggulan Sumber Karbohidrat di Sumatera Selatan Komoditas Kabupaten/ Kota berpotensi Padi Ogan Komering Ilir. Muara Enim. Lahat. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Timur. Ogan Ilir. Musi Rawas Utara. Palembang, dan Lubuk Linggau. Jagung Ogan Komering Ulu. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Empat Lawang. Ubi Kayu Muara Enim. Musi Rawas. Musi Bayuasin. Ogan Ilir. Pali. Musi Rawas Utara. Palembang. Prabumulih. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Ubi Jalar Muara Enim, lahat. Musi Rawas. Musi Banyuasin. Musi Rawas Utara. Palembang. Prabumulih. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Komoditas Pertanian Unggulan sumber Protein di Sumatera Selatan Berbagai komoditas yang mengandung protein dapat berasal dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggal, daging unggas, daging ruminasia dan hasil perikanan. Wilayah Kabupaten/ Kota di Sumatera Selatan yang memiliki potensi komoditas pertanian unggulan sumber protein dapat dilihat pada Tabel 2. Kedelai memiliki keunggulan komparatif di 7 kabupaten yang terdiri dari Ogan Komering Ulu. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Pali dan Lubuk Linggau. Wilayah yang memiliki keunggulan komparatif tertinggi untuk komoditas kedelai yaitu Kabupaten Pali dengan nilai LQ 31,51. Kacang Tanah unggul di wilayah Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Empat Lawang. Pali. Prabumulih. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Kacang tanah memiliki keunggulan komparatif tertinggi di Kabupaten Lahat dengan nilai LQ 20,86. Kacang hijau merupakan komoditas unggulan di wilayah Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Pali. Musi Rawas Utara. Prabumulih dan Lubuk Linggau. Kabupaten Lahat merupakan wilayah yang memiliki komparatif kacang hijau paling tinggi dengan nilai LQ 27,74. Telur Unggas unggul di wilayah Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Ogan Ilir. Empat Lawang. Pali. Musi Rawas Utara, dan Prabumulih. Lahat merupakan kabupaten yang memiliki keunggulan komparatif tertinggi dengan nilai LQ 5,37. Daging unggas unggul di wilayah Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Ilir. Pali. Musi Rawas Utara, dan Prabumulih. Kota Prabumulih Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri merupakan wilayah yang memiliki komparatif tertinggi untuk komoditas daging unggas dengan nilai LQ 4,09. Daging ruminansia memiliki keunggulan komparatif di wilayah Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Ogan Ilir. Empat Lawang. Pali. Musi Rawas Utara. Palembang. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Kota Prabumulih memiliki nilai keunggulan komparatif tertinggi untuk komoditas daging ruminasia yaitu LQ 10,85. Hasil perikanan unggul di wilayah Ogan Komering Ilir. Musi Rawas. Musi Banyuasin. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Timur dan Palembang. Kota Palembang dan Musi Banyuasin merupakan wilayah yang memiliki keunggulan komparatif terbesar untuk komoditas hasil perikanan dengan nilai LQ 1,08. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Banjar memiliki komoditas unggulan kedelai, kacang tanah kacang hijau, serta telur dan daging hasil peternakan (Fauzia et al. , 2. Kabupaten Majalengka memiliki komoditas unggulan dasar kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau (Marina et al. , 2. Kabupaten Tanah Datar memiliki komoditas unggulan kacang tanah (Nurmayenti et al. , 2. Provinsi Bengkulu memiliki komoditas unggulan daging ruminasia berupa sapi (Azis et al. , 2. Tabel 2. Sebaran Wilayah dengan Komoditas Pertanian Unggulan Sumber Protein di Sumatera Selatan Komoditas Kabupaten/ Kota berpotensi Kedelai Ogan Komering Ulu. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Pali dan Lubuk Linggau. Kacang Tanah Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Empat Lawang. Pali. Prabumulih. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau Kacang Hijau Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Pali. Musi Rawas Utara. Prabumulih dan Lubuk Linggau. Telur Unggas Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Ogan Ilir. Empat Lawang. Pali. Musi Rawas Utara, dan Prabumulih. Daging Unggas Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Ilir. Pali. Musi Rawas Utara, dan Prabumulih. Daging Ruminasia Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur. Ogan Ilir. Empat Lawang. Pali. Musi Rawas Utara. Palembang. Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Hasil Perikanan Ogan Komering Ilir. Musi Rawas. Musi Banyuasin. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Timur dan Palembang. Laju Pertumbuhan Produksi Komoditas Pertanian berbasis Sumber Karbohidrat Hasil uji nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Referensi (RP. Provinsi Sumatera Selatan dapat dilihat pada Tabel 3. Total produksi komoditas sumber karbohidrat Provinsi Sumatera Selatan dalam rentang 2018-2023 cenderung mengalami penurunan atau pertumbuhan yang negatif. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Rosmeli, 2. , yang menyatakan bahwa sektor pertanian di Provinsi Jambi memiliki nilai RPr negatif. Berdasarkan kriteria pertumbuhan, hasil analisis menggunakan MRP menunjukan bahwa diantara komoditas sumber karbohidrat, komoditas ubi jalar dan padi dapat menjadi sumber karbohidrat utama. Komoditas ubi jalar memiliki pertumbuhan positif yang tinggi sedangkan komoditas padi memiliki laju pertumbuhan negatif yang rendah. Namun laju pertumbuhan Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri negatif tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber karbohidrat. Komoditas ubi kayu dan jagung memiliki laju pertumbuhan negatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber karbohidrat. Khusus untuk komoditas jagung perlu menjadi perhatian sebab merupakan salah satu komoditas pangan strategis nasional. Tabel 3. Nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Referensi (RP. Per Komoditas Provinsi Sumatera Selatan Komoditas Sumber Karbohidrat RPr Riil Nominal Perubahan produksi komoditas dalam rentang tahun penelitian (OIEIR) Padi Ubi kayu Jagung Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 Perubahan total produksi seluruh komoditas dalam rentang tahun penelitian (OIER) Ubi jalar Hasil analisis MRP berdasarkan nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Studi (RP. penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4. Dari 17 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, 10 diantaranya menjadi daerah penghasil ubi jalar dengan pertumbuhan yang positif selama rentang tahun 2018-2023. Bahkan 7 kabupaten/kota memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber karbohidrat di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Dalam hal ini. Kabupaten Pagar Alam dan Lahat menjadi kabupaten yang memiliki pertumbuhan positif terbesar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Kabupaten Ogan Ilir menjadi kabupaten yang memiliki laju pertumbuhan negatif terbesar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Hanya ada 2 kabupaten yang menunjukan laju pertumbuhan yang positif untuk komoditas jagung, yaitu Empat Lawang dan Banyuasin. Berdasarkan kriteria pertumbuhan, hasil analisis menggunakan MRP menunjukan bahwa diantara komoditas sumber karbohidrat, komoditi ubi jalar dan padi dapat menjadi sumber karbohidrat utama. Sebab, kedua komoditi tersebut memiliki laju pertumbuhan positif yang tinggi . bi jala. dan laju pertumbuhan negatif yang rendah . Kondisi tersebut dapat memberikan jaminan ketersediaan sumber karbohidrat yang memadai. Tabel 4. Nilai RPs Per Kabupaten/Kota Per Komoditas No Komoditas Ubi jalar Padi Kabupaten/Kota nominal Kabupaten/Kota nominal Pertumbuhan Pertumbuhan Negatif Pertumbuhan Pertumbuhan Positif Positif Negatif Pagar Alam1. Empat Lawang1. Ogan Ogan Komering Muara Enim1. Lahat . Ogan Ilir . Komering Ulu Ilir . Ogan Musi Muratara4. Lubuk Komering Ulu Banyuasin2. Linggau . Musi Selatan . OKU Timur3 Rawas . Banyuasin Prabumulih Pali1. Ogan Ogan Ilir1. Musi Rawas Utara2. Lubuk Linggau Ogan Komering Komering Ulu Palembang3. Prabumulih4. Ulu Selatan2 . Muara Musi Banyuasin5 . Empat Enim3 . Pagar Lawang6. Musi Rawas7, alam . OKU Timur Banyuasin8 . Lahat9 Ogan Komering Ilir6. Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Ubi kayu Jagung Ogan Komering Ulu Timur1. Pagar alam2. Ogan Ilir3. Ogan Komering Ulu4 Empat Lawang Empat Lawang1. Palembang2. Musi Rawas1. Banyuasin3. Prabumulih4. Ogan Lahat2. Komering Ulu Selatan5,Muara Enim6. Lubuk Linggau7. Musi Rawas Utara8. Pali9 Palembang1. Ogan Ilir2. Pali3. Banyuasin Prabumulih4. Lubuk Linggau5. Lahat6. Muara Enim7. Musi Rawas Utara8. Ogan Komering Ilir9. Pagar Alam10. Musi Rawas11. Musi Banyuasin12. Ogan Komering Ulu Timur13 Ogan Komering Ilir1. Musi Banyuasin2. Ogan Komering Ulu1. Ogan Komering Ulu Selatan2 Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 Laju Pertumbuhan Produksi Komoditas Pertanian berbasis Sumber Protein Hasil perhitungan MRP dengan nilai RPr untuk komoditas sumber protein dapat dilihat pada Tabel 5. Dalam rentang tahun 2018-2023, ditingkat Provinsi Sumatera Selatan kondisi komoditas sumber protein serupa dengan komoditas sumber karbohidrat, yaitu didominasi oleh pertumbuhan yang negatif . enurunan produks. Hal ini menyebabkan pertumbuhan total untuk komoditas sumber protein berupa pertumbuhan yang negatif. Dari 7 komoditas sumber protein yang dianalisis, pertumbuhan yang positif hanya dimiliki oleh daging unggas dan kacang hijau. Daging unggas dalam penelitian ini mencakup daging ayam buras, ayam ras petelur dan itik. Daging ayam ras tidak dimasukan karena data tidak tersedia untuk tingkat kabupaten/kota. Tanda nominal pada perhitungan RPr yang Au Ay menunjukan komoditas daging unggas memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein. Sedangkan pada komoditas kacang hijau, meskipun menunjukan pertumbuhan yang positif tetapi laju pertumbuhan yang dimiliki lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber Tabel 5. Nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Referensi Per Komoditas Provinsi Sumatera Selatan Komoditas Sumber Protein Daging Unggas Kacang Hijau Daging ruminansia RPr Riil Nominal Perubahan produksi komoditas dalam rentang tahun (OIEIR) Hasil perikanan Kacang tanah Telur Unggas Kedelai Perubahan total produksi seluruh komoditas dalam rentang tahun penelitian (OIER) Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Hasil MRP komoditas basis protein berdasarkan nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Studi (RP. Sumatera Selatan dapat dilihat pada Tabel 6. Hasil menunjukkan terdapat 15 kabupaten/kota memiliki pertumbuhan yang positif untuk komoditas daging unggas dan 9 diantaranya memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein ditingkat provinsi. Dalam hal ini. Kota Palembang memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding kabupaten/kota lainnya. Selanjutnya, untuk komoditas kacang hijau, jumlah kabupaten/kota yang memiliki pertumbuhan yang positif dan negatif adalah sama, yaitu 7 kabupaten/kota. Kabupaten Pali menjadi kabupaten yang memiliki laju pertumbuhan positif tertinggi dibanding kabupaten/kota lainnya dan lebih tinggi daripada laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein di tingkat Komoditas daging ruminansia, mencakup daging sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda, dalam rentang tahun 2018-2023 mengalami pertumbuhan yang negatif. Namun, laju pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein ditingkat provinsi, bahkan lebih rendah dari laju pertumbuhan negatif beberapa komoditas sumber protein lainnya. Pada tingkat kabupaten/kota, sebanyak 12 kabupaten/kota memiliki pertumbuhan yang positif dan 5 kabupaten/kota dengan pertumbuhan yang negatif. Kedua laju pertumbuhan tersebut, baik positif dan negatif, lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein di tingkat Provinsi Sumatera Selatan memiliki hasil perikanan dalam jumlah yang relatif besar. Hasil perikanan yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup hasil budidaya dan penangkapan, baik di laut dan perairan darat. Namun dalam rentang tahun 2018-2023, hasil perikanan di Provinsi Sumatera Selatan menunjukan pertumbuhan yang negatif. Laju pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein ditingkat provinsi dan laju pertumbuhan untuk komoditas kacang tanah, telur unggas dan kedelai. Pada tingkat kabupaten/kota didominasi oleh pertumbuhan yang negatif dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari laju pertumbuhan total produksi komoditas sumber protein di tingkat provinsi. Berdasarkan hasil analisis MRP, komoditas daging unggas, kacang hijau, daging ruminansia dan hasil perikanan menjadi sumber protein yang dapat diandalkan di Provinsi Sumatera Selatan. Sebab komoditas-komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang positif . aging unggas, kacang hija. dan mengalami laju penurunan yang relatif lebih rendah . aging ruminansia, hasil perikana. dibandingkan dengan komoditas sumber protein Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Tabel 6. Nilai Rasio Pertumbuhan Wilayah Studi (RP. Per Kabupaten/Kota Per Komoditas No Komoditas Kabupaten/Kota nominal Pertumbuhan Positif Pertumbuhan Negatif Palembang1. Ogan Komering Ilir2. Ogan Komering Ulu Timur3. Empat Lawang4. Musi Banyuasin5. Pagar Alam6. Ogan Komering Ulu7. Banyuasin8. Lahat9 Pali1. Banyuasin2. Ogan Komering Ilir3. Ogan Komering Ulu Selatan3. Ogan Ilir3. Prabumulih3. Ogan Komering Ulu Timur4 Kabupaten/Kota nominal Pertumbuhan Pertumbuhan Positif Negatif Ogan Ilir1. Ogan Musi Rawas1. Komering Ulu Muara Enim2 Selatan . Musi Rawas Utara3. Lubuk Linggau4. Pali5. Prabumulih6 Daging Kacang Hijau Daging Ogan Komering ruminansia Ulu1. Muara Enim2. Empat Lawang3. Pagar Alam4. Lahat5. Ogan Komering Ilir6. Ogan Komering Ulu Selatan7. Musi Rawas8. Pali9. Prabumulih10. Lubuk Linggau11. Musi Banyuasin12 Hasil Pali1. Lahat2. Ogan perikanan Komering Ulu3. Muara Enim4 Palembang1. Ogan Komering Ulu Timur2. Banyuasin3. Ogan Ilir4. Musi Rawas Utara5 Pagar Alam1. Lubuk Linggau2. Musi Rawas Utara3. Musi Banyuasin4. Empat Lawang5. Banyuasin6 Ogan Komering Ulu Timur1 . Ogan Ilir2. Prabumulih . Musi Rawas4 Kacang Pagar Alam Telur Prabumulih1 ,Palembang2. Musi Rawas Utara3. Empat Lawang4. Ogan Komering Ulu Timur5. Ogan Ilir6. Ogan Komering Ilir7. Muara Enim8. Lahat9. Musi Banyuasin10 Muara Enim1. Ogan Ilir2. Musi Rawas3. Banyuasin4. Pali5. Musi Rawas Utara6. Ogan Komering Ulu Selatan7. Lubuk Linggau8. Lahat9 Ogan Komering Ulu1. Lubuk Linggau2. Musi Rawas3. Banyuasin4. Ogan Komering Ulu Selatan5. Pali6. Ogan Komering Ulu1. Musi Rawas Utara2. Lubuk Linggau3. Lahat4. Musi Banyuasin5. Musi Rawas6. Muara Enim7 Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Keterangan Empat Lawang. Pagar Alam. Palembang Kacang Hijau Ogan Komering Ulu Timur1. Ogan Komering Ilir2 Ogan Komering Ilir1. Palembang2. Ogan Komering Ulu Selatan3 Ogan Komering Ulu1. Musi Banyuasin2. Pagar Alam3. Empat Lawang4. Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Prabumulih5. Palembang6 Kedelai Banyuasin Ogan Komering Ulu1. Musi Banyuasin1. Ogan Komering Ulu Selatan1. Ogan Ilir1. Empat Lawang1. Musi Rawas Utara1. Palembang1. Pagar Alam1. Lubuk Linggau1. Musi Rawas2. Ogan Komering Ulu Timur3 Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 Muara Enim1. Pali2. Lahat3. Ogan Komering Ilir4 Leading Sector Komoditas sumber Karbohidrat di Sumatera Selatan Hasil analisis overlay dapat dilihat pada Tabel 7. Sebagai komoditas sumber karbohidrat yang potensial, ubi jalar mengalami pertumbuhan yang positif dengan kelajuan yang tinggi. Kabupaten/kota yang unggul untuk komoditas ubi jalar adalah Lahat. Musi Rawas. Musi Rawas Utara. Pagar Alam dan Lubuk Linggau. Kelima kabupaten/kota ini menunjukan nilai yang tinggi baik dari kriteria kontribusi dan pertumbuhan dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Kabupaten Muara Enim dan Musi Banyuasin diperlukan perhatian khusus berupa upaya peningkatan produksi karena komoditas ubi jalar di 2 kabupaten tersebut adalah komoditas basis namun sedang mengalami penurunan produksi. Komoditas ubi jalar pantas untuk diprioritaskan pengembangannya sebagai pendamping padi atau beras. Kabupaten Ogan Komering Ilir. Muara Enim dan Ogan Komering Ulu Timur memiliki kriteria kontribusi dan pertumbuhan yang positif, artinya komoditas padi menjadi komoditas basis dan tumbuh dengan kelajuan yang tinggi dalam rentang tahun 2018-2023. Ketiga kabupaten ini dapat menjadi prioritas utama dalam pengembangan komoditas padi guna menjaga ketahanan pangan terutama sumber karbohidrat. Kota Lubuk Linggau mengalami pertumbuhan yang positif tetapi relatif rendah sehingga berpotensi untuk dipacu Hal ini didukung oleh hasil analisis LQ yang menunjukan komoditas padi menjadi komoditas basis pada kota tersebut. Kondisi yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan negatif dengan kelajuan tinggi sedangkan komoditas tersebut menjadi komoditas basis. Ini terjadi pada Kabupaten Lahat. Banyuasin. Ogan Ilir. Palembang dan Musi Rawas Utara. Khusus untuk Kabupaten Banyuasin, pertumbuhan negatif akan memberikan dampak yang signifikan sebab menjadi penyumbang produksi padi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan (BPS, 2. Dalam rentang tahun 2018-2023, komoditas ubi kayu merupakan komoditas basis di Kabupaten Ogan Ilir dan Pagar Alam dengan pertumbuhan yang positif dan tinggi sehingga layak untuk diprioritaskan pengembangannya. Kabupaten Musi Rawas juga perlu diperhatikan sebab di wilayah tersebut ubi kayu menjadi komoditas basis yang memiliki pertumbuhan yang positif meskipun dengan laju pertumbuhan yang rendah. Jagung bukan merupakan komoditas basis untuk sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Selatan. Terdapat 4 kabupaten yang menjadi wilayah dimana jagung menjadi komoditas basis, salah satunya adalah Kabupaten Empat Lawang. Komoditas jagung mengalami pertumbuhan positif dengan kelajuan yang tinggi hanya di wilayah ini. Untuk Kabupaten Banyuasin, meskipun bukan merupakan komoditas basis, namun dalam rentang tahun 20182023 komoditas jagung mengalami pertumbuhan yang positif tetapi dengan laju yang Tabel 7. Hasil analisis overlay komoditas sumber karbohidrat setiap kabupaten/kota Ubi jalar Komoditas Padi RPs LQ RPs Musi Rawas Musi Banyuasin Banyuasin Ogan Komering Ulu Selatan Ogan Komering Ulu Timur Ogan Ilir Empat Lawang Pali Musi Rawas Utara Palembang Prabumulih Pagar Alam Lubuk Linggau Wilayah Ogan Komering Ulu Ogan Komering Ilir Muara Enim Lahat Ubi kayu Jagung RPs RPs Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 Leading Sector Komoditas sumber Protein di Sumatera Selatan Tabel 8 menyajikan hasil analisis overlay komoditas sumber protein setiap kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Selatan dalam rentang tahun 2018-2023. Secara keseluruhan, di Provinsi Sumatera Selatan produksi komoditas sumber protein yang berasal dari nabati seperti kelompok kacang-kacangan . acang tanah, kacang hijau dan kedela. lebih rendah dan sangat fluktuatif dibandingkan dengan komoditas sumber protein hewani . elur dan daging unggas, daging ruminansia dan hasil perikana. Ditinjau dari kriteria pertumbuhan, daging unggas dan kacang hijau mengalami pertumbuhan yang positif dengan laju yang tinggi untuk komoditas daging unggas dan sebaliknya pada komoditas kacang Berdasarkan hasil analisis overlay, daging unggas merupakan komoditas dominan di Kabupaten Ogan komering Ulu. Lahat dan Banyuasin. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan yang positif dengan laju yang tinggi serta menjadi komoditas basis pada kabupatenkabupaten tersebut. Daging unggas merupakan komoditas sumber protein hewani yang patut untuk diprioritaskan, sebab secara ekonomi daging unggas lebih murah dibanding harga daging ruminansia serta pengadaannya hanya memerlukan waktu yang relatif singkat. Ditinjau dari kontribusi dan pertumbuhan, komoditas kacang hijau hanya dominan di Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Banyuasin. Ogan Komering Ulu Selatan. Ogan Komering Ulu Timur dan Ogan Ilir, meskipun bukan komoditas basis tetapi menunjukan pertumbuhan yang positif dengan laju yang tinggi. Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri Diperlukan upaya untuk memacu perkembangan komoditas kacang hijau di kabupatenkabupaten tersebut sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam penyediaan sumber Komoditas daging ruminansia dan hasil perikanan mengalami pertumbuhan yang negatif tetapi dengan laju yang rendah. Daging ruminansia menjadi komoditas yang memiliki kontribusi yang besar pada di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Ogan Komering Ulu Selatan. Empat Lawang. Pali. Pagar Alam. Kota Prabumulih dan Kota Lubuk Linggau. Daging ruminansia menjadi komoditas yang berkontribusi besar pada penyediaan sumber protein serta memiliki pertumbuhan positif yang tinggi. Kabupaten/ kota tersebut perlu mendapatkan prioritas dalam pengembangan guna memenuhi pangan sumber protein di Provinsi Sumatera Selatan. Demikian juga dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Musi Rawas dan Musi Banyuasin, meskipun berkontribusi kecil tetapi menunjukan pertumbuhan yang positif dan tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Komoditas hasil perikanan, yang perlu menjadi perhatian adalah pengembangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Muara Enim. Lahat. Pali. Musi Rawas dan Ogan Komering Ulu Timur. Di kabupaten-kabupaten tersebut hasil perikanan tumbuh positif dalam rentang tahun 2018-2023. Tetapi pada Kabupaten Musi Rawas dan Ogan Komering Ulu Timur, pertumbuhan melaju rendah, padahal komoditas hasil perikanan berkontribusi besar pada penyediaan pangan sumber protein. Komoditas kacang tanah dan telur unggas merupakan komoditas basis pada mayoritas kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Selatan. Komoditas telur unggas mengalami penurunan pertumbuhan hampir diseluruh kabupaten/kota dalam rentang tahun 2018-2023. Terdapat 2 Kabupaten yang memiliki pertumbuhan positif yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur. Hal ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan komoditas daging unggas yang positif dalam rentang tahun yang sama. Komoditas telur unggas perlu mendapatkan perhatian sebab pemanfaatannya yang luas, baik untuk dikonsumsi langsung . auk pau. atau sebagai bahan baku dalam industri pangan olahan. Untuk komoditas kacang tanah, beberapa kabupaten/ kota seperti Kabupaten Musi Rawas. Ogan Komering Ulu Selatan. Pali dan Kota Lubuk Linggau menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan laju yang tinggi dan berkontribusi besar bagi penyediaan pangan sumber Untuk Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Banyuasin, komoditas kacang tanah sedang berkembang yang ditandai dengan pertumbuhan positif dengan laju yang tinggi. Tetapi belum bisa berkontribusi besar sehingga perlu dukungan dari para pengambil Sebagai salah satu komoditas strategis nasional, kedelai tidak menunjukan perkembangan yang baik khusus di Provinsi Sumatera Selatan. Pertumbuhan komoditas ini negatif hampir diseluruh kabupaten/ kota kecuali di Kabupaten Banyuasin. Penurunan terjadi dengan laju yang tinggi bahkan di beberapa kabupaten dimana kedelai menjadi komoditas Perlu dukungan sektor hilir untuk mendukung perkembangan komoditas kedelai, seperti peningkatan jumlah industri yang berbahan baku utama kedelai . ndustri kecap, tahu. Diharapkan dengan tersedianya industri-industri tersebut dapat memacu perkembangan komoditas kedelai di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil analisis overlay dapat diambil kesimpulan bahwa ditinjau dari kriteria pertumbuhan dan kontribusi, seluruh kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Selatan memiliki komoditas unggulan . masing-masing, baik untuk sumber karbohidrat ataupun protein. Tidak ada kabupaten/kota yang unggul di semua komoditas. Kondisi ini akan memicu terjadinya perdagangan antar wilayah yang akhirnya dapat mengembangkan Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri roda perekonomian. Tabel 8. Hasil analisis overlay komoditas sumber protein setiap kabupaten/kota Daging Unggas Komoditas Kab/ Kota Ogan Komering Ulu Ogan Komering Ilir Muara Enim Lahat Musi Rawas RPs GR* Kacang hijau Daging Ruminansia LQ RPs GR* LQ RPs GR* LQ Hasil RPs GR* LQ RPs Kacang GR* LQ Telur unggas Kedelai RPs GR* RPs GR* Musi Banyuasin Banyuasin Ogan Komering Ulu Selatan Ogan Komering Ulu Timur Ogan Ilir Empat Lawang Pali Musi Rawas Utara Palembang Prabumulih Pagar Alam Lubuk Linggau Sumber: Data sekunder. BPS Provinsi Sumatera Selatan, diolah, 2025 SIMPULAN Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Selatan masing-masing memiliki komoditas pertanian unggulan basis yang berbeda. Komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat di Sumatera Selatan terdiri dari padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar sedangkan komoditas pertanian unggulan basis sumber protein terdiri dari serta kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, daging unggas, daging ruminasia dan hasil perikanan. Setiap daerah kabupaten/ kota memiliki komoditas unggulan karbohidrat dan protein masing-masing sehingga dapat dijadikan andalan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan penggerak perekonomian wilayah tersebut. Pertumbuhan masing-masing komoditas di berbagai wilayah di Sumatera Selatan juga beragam. Berdasarkan kriteria pertumbuhan, hasil analisis menggunakan MRP menunjukan bahwa diantara komoditas sumber karbohidrat, komoditi ubi jalar dan padi dapat menjadi sumber karbohidrat utama. Sebab, kedua komoditi Jimanggis. Vol. No. Juni 2025 Komoditas Pertanian Unggulan Basis Sumber Karbohidrat Dan Protein Di Sumatera Selatan Yulia Sari. Jerry Antonio. Merna Ayu Sulastri. Khairul Fahmi Purba. Azqia Wardani. Rani Revina Putri tersebut memiliki laju pertumbuhan positif yang tinggi . bi jala. dan laju pertumbuhan negatif yang rendah . Kondisi tersebut dapat memberikan jaminan ketersediaan sumber karbohidrat yang memadai. Komoditas daging unggas, kacang hijau, daging ruminansia dan hasil perikanan menjadi sumber protein yang dapat diandalkan di Provinsi Sumatera Selatan. Sebab komoditas-komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang positif . aging unggas, kacang hija. dan mengalami laju penurunan yang relatif lebih rendah . aging ruminansia, hasil perikana. dibandingkan dengan komoditas sumber protein lainnya. Pemerintah kabupaten/ Kota Sumatera Selatan diharapkan dapat fokus melakukan pengembangan atau optimalisasi komoditas unggulan masing-masing daerah supaya daerah yang bersangkutan dapat memiliki kondisi pangan dan ekonomi yang lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA