Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PELATIHAN PEMBUATAN GEL LIDAH BUAYA (ALOE VERA) SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF UNTUK MENGATASI DERMATITIS AKIBAT BANJIR Yunita Rusidah1 . Shinta Dwi Kurnia1 *. Zaenal Fanani 2. Bintari Tri Sukoharjanti2 Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis. Universitas Muhammadiyah Kudus. Jl. Ganesha Raya No. Purwosari. Kudus. Jawa Tengah 59316. Indonesia Program Studi S1 Farmasi. Universitas Muhammadiyah Kudus. Jl. Ganesha Raya No. Purwosari. Kudus. Jawa Tengah 59316. Indonesia *shintadwi@umkudus. ABSTRAK Banjir melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Demak awal tahun 2024. Desa Kedungwaru Lor merupakan salah satu desa yang terdampak banjir. Wilayah Kecamatan Karanganyar Demak termasuk daerah yang mengalami genangan parah akibat robohnya enam tanggul sungai. Banjir merendam persawahan siap panen dan rumah-rumah warga dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Dengan melihat daerah terdampak banjir yang luas dan tidak segera surut maka resiko terjadinya gangguan kesehatan terutama pada kulit semakin besar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan gel lidah buaya yang diharapkan dapat membantu mengatasi dermatitis akibat sanitasi yang kurang baik saat bencana banjir. Pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Kudus bermaksud memberdayakan anggota Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor untuk memproduksi gel lidah buaya secara mandiri. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai manfaat dan cara pembuatan gel lidah buaya. Metode pelaksanaan dalam program pemberdayaan masyarakat ini antara lain sosialisasi dan pelatihan. Peserta sangat antusias dengan kegiatan sosialisasi dan optimis mampu memproduksi gel lidah buaya. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dan diikuti 37 orang anggota Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Selama kegiatan berlangsung warga sangat antusias, hal ini tampak pada keaktifan warga mengikuti kegiatan ini dan langsung mengaplikasikan gel lidah buaya pada kulit. Kata kunci: banjir. gel lidah buaya TRAINING ON MAKING ALOE VERA GEL AS AN ALTERNATIVE THERAPHY TO OVERCOME DERMATITIS DUE TO FLOODS ABSTRACT Floods hit almost all sub-districts in Demak Regency in early 2024. Kedungwaru Lor Village is one of the villages affectef by the flood. The Karanganyar Demak sub-district area is one of the areas that experienced severe puddle due to the collapse of six river embankments. The flood submerged rice fields ready for harvest and residentsAo houses to a height more than 3 meters. By looking at the area affected by flooding which is extennsive and does not recede immediately, the risk of health problems, especially on the This activity aims to provide socialization and training in making aloe vera gel which is expeced to help overcome dermatitis caused by poor sanitation during flood disaster. Community service at Muhammadiyah University of Kudus aims to empower Aisyiyah members of Kedungwaru Lor Village to produce aloe vera gel independently. The aim of carrying out this activity is to increase participantsAo knowledge and skill regarding the benefits and methods of making aloe vera gel. Implementation methods in this program include socialization and education. Participants were enthusiastic about this and optimistic being produce aloe vera gel. This activity was successfully caried out and war attendded by 37 Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Aisyiyash members from Kedungwaru Lor Village. During the activity the residents active participation and immediately applying aloe vera gel to their skin. Keywords: aloe vera gel. PENDAHULUAN Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang rawan banjir adalah Kabupaten Demak. Selain curah hujan tinggi, banjir di Kabupaten Demak terjadi karena adanya tanggul yang jebol. Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) melakukan upaya penutupan sejumlah tanggul yang jebol di 89 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Kejadian banjir terjadi 2 kali yaitu bulan Februari dan Maret (Sriyono et al. , 2. Dampak kesehatan yang sering terjadi pada warga yang terdampak banjir adalah penyakit dermatitis atau gatal-gatal kaki setelah beberapa hari terendam banjir, upaya yang dilakukan lebih memilih mengobati dengan bahan alami seperti lidah buaya. Studi pendahuluan didapatkan bahwa 2 dari 3 rumah di Desa Kedungwaru Lor mempunyai tanaman lidah buaya di pekarangan rumahnya. Tanaman lidah buaya termasuk famili Liliaceae yang tersebar di seluruh dunia dan mempunyai 350 jenis (Borneo Akcaya et al. , 2. Lidah buaya (Aloe ver. merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan rumit karena tanaman ini jenis CAM . rassulance acid metabolis. dengan sifat tahan kekeringan. Stomata atau mulut daun membuka pada kondisi gelap terutama malam hari, sehingga uap air dapat masuk (Marhaeni, 2. Lidah buaya (Aloe ver. memiliki ciri-ciri berdaun agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, dengan tepi bergerigi dan berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, mempunyai panjang pelepah daun 15-36 cm dengan lebar 2-6 cm. Tanaman lidah buaya (Aloe vera L. ) dapat digunakan untuk menyembuhkan luka bakar, menyuburkan rambut dan merawat kuli. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, lidah buaya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan, bahan baku obat dan kosmetik. Lidah buaya mengandung 95% air dan 5% sisanya berupa bahan aktif antara lain minyak esensial, asam amino, mineral, vitamin, enzim dan glikoprotein. Lidah buaya dapat menstimulasi pembentukan jaringan epidermis kulit dan membantu proses regenerasi sel kulit (Mardiana Mulia Ningsih & Ambarwati, 2. Ekstrak Aloe vera dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada konsentrasi 6,25%. Selain itu, gel lidah buaya pada konsentrasi 0,35% juga dapat menghambat pertumbuhan fungi Aspergillus niger. Aspergillus flavus, dan Penicillium digitarum (Wijaya & Masfufatun, 2. Gel lidah buaya diperoleh dari daun lidah buaya yang disayat. Lidah buaya mengandung salisilat yang dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, selain itu lignin pada gel mampu mempertahankan kelembaban kulit (Andriani et al. , 2. Proses inflamasi vena dihambat karena lidah buaya menghambat migrasi sel neutrofil polimorfonuklear ke jaringan vena yang meradang. Kandungan asam amino, glikoprotein dan aloe emodin dalam lidah buaya mempercepat perkembangan selsel baru dalam proses regenerasi epitel pembuluh darah (Mustaqim et al. , 2. Lidah buaya mempunyai aktivitas farmakologi seperti anti inflamasi, penyembuhan luka, antibakteri, anti jamur, antivirus, antioksidan, antikanker, antitumor, antikolesterol dan antiulcer (Kurnia & Ratnapuri, 2. Warga Desa Kedungwaru Lor menanam lidah buaya sebagai tanaman hias. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra berdasarkan hasil observasi dan diskusi antara lain : 1. Aspek produksi. Lidah buaya hanya diperuntukkan sebagai tanaman hias dan belum dimanfaatkan secara optimal. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Aspek manajemen. Mitra hanya mengetahui dan menjual lidah buaya sebagai tanaman hias. Lidah buaya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi gel. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan tim pengabdi adalah melalui wawancara terhadap dua orang anggota Nasyiatul Aisyiyah Karanganyar pasca mengalami banjir, didapatkan hasil bahwa dari segi kesehatan mereka menderita dermatitis atau gatal-gatal kaki setelah beberapa hari terendam banjir, masyarakat lebih memilih mengobati dengan bahan alami seperti lidah buaya dan minyak kelapa dan tidak datang ke fasilitas kesehatan. Hal ini dapat menunjukkan partisipan kurang memperhatikan kesehatan secara individu. Berdasarkan hal tersebut pengabdi berupaya memberikan alternatif untuk mengatasi hal tersebut yaitu melakukan pelatihan pembuatan gel lidah buaya yang dapat memberikan solusi untuk aspek kesehatan yaitu dapat mengurangi dampak dermatis pasca banjir dan menjadi solusi ekonomi yaitu produk gel lidah buaya tersebut dapat diproduksi dalam jumlah yang besar dan dapat dipasarkan sehingga dapat mendongkrak perekonomian warga. Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan agar warga masyarakat dapat memproduksi gel lidah buaya secara mandiri untuk mengatasi keluhan METODE Kegiatan pelatihan diberikan kepada 37 anggota Nasyiyatul Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak pada tanggal 14 Juli 2024. Lokasi pengabdian adalah Balai Desa Kedungwaru Lor. Rangkaian aktivitas meliputi: Langkah pertama adalah penentukan lokasi dan data tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan perwakilan Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor yang bertanggung jawab untuk menyiapkan jadwal Pengabdi mempersiapkan alat dan bahan serta packaging untuk mengemas produk hasil praktik bersama. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan manfaat lidah buaya, produk yang dapat dihasilkan dan cara pengolahan serta syarat pengolahan lidah buaya hingga menjadi produk dalam bentuk gel. Cara pemakaian dan penyimpanan produk agar tidak mengiritasi dan terkontaminasi. Selanjuntnya dilakukan demo pembuatan gel lidah buaya oleh dosen pemateri. Menjelaskan cara menghindari iritasi kulit akibat produk dengan memilih bahan baku yang baik dan tidak busuk serta penggunaan peralatan yang bersih dari kontaminasi. Langkah-langkah pembuatan gel lidah buaya dijelaskan kepada peserta. Peserta dipersilakan praktik mandiri secara langsung dilakukan dengan didampingi dosen dan mahasiswa. Setelah gel lidah buaya dengan konsistensi yang diinginkan sudah jadi, gel dipindahkan ke pot yang sudah diberi label produk agar lebih menarik dan memiliki nilai ekonomi. Evaluasi dilakukan dengan mengamati secara langsung respon peserta selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta dilihat dari aktivitas yang terjadi mulai peserta datang hingga acara selesai. Sikap peserta ketika materi disampaikan dan pertanyaan yang ditanyakan kepada pemateri ketika kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Lidah buaya (Aloe ver. merupakan tanaman yang banyak dijumpai di pekarangan warga Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Warga menjual lidah buaya sebagai tanaman hias karena belum sepenuhnya memahami manfaat dari penggunaan lidah Sosialisasi dan pelatihan dalam program pemberdayaan masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan wawasan warga mengenai manfaat lidah buaya dan cara mempersiapkan lidah buaya untuk digunakan sebagai produk perawatan kulit. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 1. Dosen menyampaikan materi (Sumber : Dokumen Pribad. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan pada tanggal 14 Juli 2024, materi pengenalan dari dosen pemateri meliputi pengenalan tanaman lidah buaya, manfaat, contoh cara pengolahan dan cara mengolah hingga menjadi produk siap saji (Gambar . Demonstrasi dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen (Gambar . Kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan gel lidah buaya secara mandiri oleh mitra (Nasyiyatul Aisyiya. yang didampingi dosen pemateri dan mahasiswa (Gambar . Alat dan bahan yang digunakan dalam praktik pembuatan gel lidah buaya antara lain : Tabel 1. Alat dan bahan pembuatan gel lidah buaya Alat Beaker glass Batang pengaduk Pot salep Hotplate Timbangan analitik Gelas piala Pengaduk gelas Gelas ukur Pisau Pipet tetes Blender Bahan Gel lidah buaya Carbopol Metil paraben Propil paraben TEA Aquadest Pewangi Gambar 2. Bahan tambahan pembuatan aloe vera gel (Sumber : Dokumen Pribad. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Formula yang dipergunakan dalam pembuatan gel lidah buaya adalah ekstrak lidah buaya 10 gram, carbopol 1 gram. TEA 0,5 gram, metil paraben 0,2 gram, propil paraben 0,05 gram dan aquadest 38,25 ml. Proses pembuatan gel lidah buaya diawali dengan menimbang ekstrak lidah buaya dari daun lidah buaya segar yang sudah dibersihkan sebanyak 10 gram kemudian dilarutkan dengan cara diblender. Selanjutnya melarutkan bahan-bahan lain dalam beaker glass terpisah dengan aquadest hingga larut. Setelah semua bahan larut, kemudian dicampurkan dan dihomogenkan hingga terbentuk konsentrasi gel yang diinginkan. Carbopol merupakan gelling agent yang tidak reaktif, tidak toksik dan stabil pada produk kosmetik. Kestabilan gel dapat berpengaruh terhadap khasiat gel lidah buaya yang menjadikan gel mudah melekat dan diaplikasikan pada kulit (Thomas et al. , 2. Bentuk gel dipilih karena tidak menyebabkan lengket, kekentalan gel tidak mengalami perubahan saat penyimpanan, lebih mudah terserap kulit, transparan, mudah dioleskan, dan melembabkan kulit (Hasanah et al. , 2. Penambahan metil paraben dan propil paraben pada aloe vera gel sebagai antimikroba, hal ini disebabkan komposisi gel yang tinggi kadar air sehingga memungkinkan kontaminasi mikroorganisme (Affandy et al. , 2. Gambar 3. Demonstrasi pembuatan gel lidah buaya (Sumber : Dokumen Pribad. Gambar 4. Praktik pembuatan gel lidah buaya (Sumber : Dokumen Pribad. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 4. Kemasan aloe vera gel (Sumber : Dokumen Pribad. Peserta dijelaskan bahwa pemakaian aloe vera gel diawali dengan patch test untuk mengetahui apakah peserta sensitif terhadap salah satu bahan pada aloe vera gel. Patch test dilakukan pada area kulit yang sensitif misalnya kulit lengan bagian dalam, belakang telinga atau lipatan siku (Nurmaida et al. , 2. Gambar 5. Foto bersama pengabdi dan peserta pelatihan (Sumber : Dokumen Pribad. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam memanfaatkan lidah buaya melalui pelatihan pembuatan gel lidah buaya di Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak terlaksana dengan lancar. Dari hasil evaluasi, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan gel lidah buaya sebagai terapi alternatif untuk mengatasi dermatitis. DAFTAR PUSTAKA