K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 PENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP TURNOVER INTENTIONS PADA KARYAWAN DIVISI FINANCE & ACCOUNTING PT. THAMRIN BROTHERS A. RIVAI PALEMBANG Owen Laurensius Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Akuntansi Universitas Katolik Musi Charitas Jl. Bangau No. 60 Palembang E-mail: owenlie1234@gmail. ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel employee engagement memiliki pengaruh terhadap turnover intention karyawan divisi Finance & Accounting pada perusahaan PT Thamrin Brothers Cabang Arivai. Populasinya adalah karyawan PT Thamrin Brothers Cabang Arivai, sedangkan sampelnya adalah karyawan divisi finance & accounting PT Thamrin Brothers Cabang Arivai dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel employee engagement terhadap turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel employee engagement berpengaruh negatif terhadap turnover intention. Kata Kunci: Employee Engagement. Turnover Intention. Finance ABSTRACT This study aims to determine whether the employee engagement variable has an influence on the turnover intention of employees of the Finance & Accounting division at PT Thamrin Brothers. Arivai Branch. The population is employees of PT Thamrin Brothers. Arivai Branch, while the sample is employees of the finance & accounting division of PT Thamrin Brothers. Arivai Branch. with a sample size of 31 respondents. The data analysis technique used is simple regression analysis to determine the effect of the employee engagement variable on turnover intention. The results showed that the employee engagement variable had a negative effect on turnover intention. Keywords: Employee Engagement. Turnover Intention. Finance. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya. SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H. (Human Resource. , yaitu H. Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekadar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan . andingkan dengan portfolio investas. dan juga bukan sebaliknya sebagai liability . eban,cos. Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. (Greer, 2006:. Pada era dunia yang serba tepat waktu, tentunya kita mengharapkan kesegaran dalam segala hal, tetapi ketika manajer ingin membuat budaya keterikatan pada tempat kerja, mereka bicara soal jangka panjang karena Employee Engagement bukan hal yang mudah untuk dibentuk layaknya membuat garis lurus (Jim Harter 2. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Engagement adalah bagian dari interaksi dan aksi dalam keseharian sebagai hasil dari interaksi dengan perusahaan, tanda tanda dari Engagement sedikit naik bahkan turun. Engagement telah menjadi fokus dari antusias yang besar (Welbourne, 2007:. Employee Engagement menjadi fokus utama yang telah meningkat dari segi akademik maupun industry. Rendahnya tingkat keterikatan karyawan . mployee engagemen. disadari dengan sangat cepat dimana dapat dilihat sebagai ancaman untuk pertumbuhan organisasi seiring dengan terbatasnya motivasi dan inovasi karyawan untuk bekerja lebih produktif (Saks, 2. Dalam organisasi, terdapat banyak cara untuk meningkakan hubungan karyawan dengan organisasi itu. Hubungan karyawan dan perusahaan dapat dikatakan penting dan kritis, dan bisa diumpamakan seperti pertukaran hubungan dimana karyawan memberikan apa yang diinginkan perusahaan dan perusahaan memberikan apa yang dibutuhkan karyawan. Bagaimanapun juga hubungan karyawan di dalam organisasi tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti budaya organisasi, dan kepuasan kerja, yang pada akhirnya akan berujung pada keputusan karyawan untuk meninggalkan atau tetap di perusahaan (Kwon dan Rupp, 2013:129-. Turnover karyawan lebih rentan terjadi di Negara berkembang seperti india yang 80% UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 karyawannya bertahan tidak lebih dari 5 tahun dan hanya sekitar 10 % yang bertahan diatas 10 tahun (Nair, 2. Maka dari itu ini merupakan sebuah tantangan manajemen perusahaan untuk mengerti hubungan dari penyebab penyebab yang dapat menimbulkan turnover. Pada divisi Finance dan Accounting berbeda dengan divisi lain seperti Marketing, dimana 2 divisi ini tidak diberikan reward kepada karyawan dan perusahaan tidak memperhatikan kesejahteraan karyawan di divisi ini. Karyawan pada bagian finance memiliki pekerjaan yang monoton dan memiliki hubungan dengan pekerjaan lain karena bagian keuangan perusahaan menjadi sumber dana pengeluaran dan pemasukan, hubungan yang terlihat lebih jelas pada divisi Accounting. Divisi Accounting merupakan divisi terakhir dalam mengerjakan setiap pekerjaan perusahaan, dimana setiap laporan laporan, arsip dari bagian keuangan akan diberikan di Accounting, tentunya divisi Accounting menerima pekerjaan yang sangat berat dan banyak sedangkan perusahaan tidak memberikan bayaran/ tunjangan yang setimpal hal ini membuat karyawan banyak yang berujung pada Divisi finance & accounting terkenal karena pekerjaannya yang terkait keuangan perusahaan yang terdiri dari menyiapkan dana untuk P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 diperlukan dalam aktivitas operasional dan pemasukan dana yang diterima. Pekerjaan ini tentunya memiliki resiko yang tinggi karena kaitannya dengan Divisi ini tidak diprioritaskan oleh petinggi perusahaan karena bagi mereka divisi ini tidaklah penting. Karyawan banyak menunjukkan sikap membangkang, bahkan lingkungan pekerjaan yang tidak nyaman pun membuat karyawan menjadi lebih Perusahaan memberikan fasilitas yang terbatas bagi divisi ini . Banyak staff divisi ini menunjukkan rasa protes terhadap atasannya karena pekerjaan yang menumpuk dan juga pihak perusahaan tidak memberikan apresiasi yang semestinya didapat oleh setiap staff seperti bonus, insentif ataupun kenaikan gaji, karena hal ini yang membuat divisi finance & accounting berbeda dengan divisi marketing yang menujukkan keterikatan yang lemah terhadap perusahaanya. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini Apakah Employee Engagement berpengaruh negatif terhadap Turnover Intentions pada karyawan divisi finance & accounting pada perusahaan PT Thamrin Brothers cabang A. Rivai? METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini pihak peneliti menggunakan data primer yang bersumber secara langsung dari PT UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Thamrin Brothers Cabang Arivai Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kausalitas untuk melihat apakah Employee Engagement berpengaruh terhadap Turnover Intentions. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan survey secara langsung ke tempat yang diteliti. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini adalah uji kelayakan instrument yang terdiri dari uji reliabilitas (Pearson Correlatio. dan uji validitas (CronbanchAos Alph. dengan menggunakan program SPSS, kemudian berlanjut pada uji kelayakan data dengan menggunakan uji Heteroskedastisitas dan uji normalitas. Dan untuk uji hipotesis yang digunakan adalah uji T, koefisien Determinasi dan Regresi Linier Sederhana. Jenis Penelitian Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada objek nyata, dimana peneliti merupakan instrument kunci, data yang dikumpulkan cenderung kualitatif dan hasil dari penelitian kualitatif bersifat untuk memahami hasil penelitian, memahami keunikan yang ada, melihat fenomena dan menemukan hipotesis (Sugiyono, 2017:. Ukuran Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 adalah karyawan PT Thamrin Brohers Cabang Arivai. Sedangkan sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sugiyono . menyatakan bahwa teknik sampel jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 Survei dengan datang ke tempat secara langsung, dimana survey (Sugiyono, 2017:. menyatakan bahwa Aypenelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar/kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasiAy. Instrumen yang digunakan adalah wawancara. (Ulfatin, 2. mengungkapkan bahwa instrument wawancara digunakan dalam penelitian kualitatif karena dapat mengungkap informasi lintas waktu, yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan Kuisioner merupakan pemberian angket yang berisi pertanyaan pertanyaan kepada karyawan. Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 (Iskandar, 2. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan yaitu dikumpulkan langsung oleh peneliti dimana disebut data primer (Sugiyonio, 2017: . Data primer dalam penelitian ini meliputi data data terkait employee engagement dan turnover intension. Dimana data primer pada penelitian ini dikumpulkan melalui kuisioner. Data Sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data, data sekunder memiliki sifat untuk mendukung data primer seperti literatur, jurnal dan buku buku yang berkaitan (Sugiyono, 2017:. Dimana data sekunder pada penelitian ini berupa data turnover karyawan dan data jumlah karyawan. Teknik Analisis Data Uji Validitas. Dengan menggunakan SPSS Pearson Correlation validitas dinyatakan valid Jika r hitung Ou r tabel . ji 2 sisi dengan sig. Menurut Sugiyono . bahwa valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Kemudian Uji Reliabilitas. Dengan menggunakan SPSS CronbanchAos Alpha reliabilitas dinyatakan reliabile Jika nilai CronbanchAos Alpha > 0,60. Arikunto . 6: . menyata- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 kan AuReliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baikAy. Uji Kelayakan Data Uji Asumsi Klasik. Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2016:. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah aplikasi SPSS dengan Uji Kolomogorov Smirnov yang dimana jika signifikansi di bawah 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan, dan jika signifikansi di atas 0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Uji Heteroskedastisitas. Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2016:. Dalam penelitian ini dilakukan denga Uji Glejser dengan meregresikan variabel-variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya (Gujarati, 2. Sebagai pengertian dasar, residual adalah selisih antara nilai observasi dengan nilai prediksi. dan absolut adalah nilai mutlaknya. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Teknik Pengujian Hipotesis Uji T Menurut Ghozali . 6:9. mengenai uji statistic t adalah sebegai berikut: Auuji statistik T atau uji signifikan parameter individual. Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Turnover Intentions. Variabel dependen adalah employee engagement. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka dapat dinyatakan jika nilai probabilitas signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara individual variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai profitabilitas signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak. Hal ini menjelaskan bahwa secara individual variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi sederhana digunakan untuk memprediksi variable terikat . bila variabel . Analisis hubungan fungsional atau sebab akibat . variabel bebas . terhadap variabel terikat . menurut Sunyoto . analisis regresi sederhana berguna untuk mengetahui besarnya penga610 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 ruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). rumus regresi sederhana adalah: Y=a bX e Dimana: Y : variabel terikat X : variabel bebas a : nilai konstanta y jika x = 0 b : angka koefisien regresi. Koefisien Determinasi Menurut Ghozali . mengenai koefisien determinasi (RA) adalah: AuKoefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan 1. Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variabel variabel dependen amat Ay Besarnya koefisien determinasi (RA) terbaik diantara 0 dan 1 atau diantara 0% sampai dengan Sebaliknya jika RA = 0, model tadi tidak menjelaskan sedikitpun pengaruh variasi variabel X terhadap Y. LANDASAN TEORI Turnover Intentions Turnover Intentions . iat kelua. dari karyawan adalah sikap dari karyawan yang sangat cenderung merujuk pada tindakan keluar dari perusahaan yang memiliki kecenderungan tinggi (Memon dkk, 2. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Turnover intention diartikan sebagai sebuah tindakan keluar secara sukarela yang berbeda dari perusahaan memperkerjakan karyawan dan mempromosikan karyawan, memutasi karyawan, atau cara lain perusahaan untuk memberikan posisi yang baik bagi karyawan. Biasanya ide ide diatas tidak termasuk dalam karyawan magang, dan relawan (Hom dkk, 2017: 530-545 Employee Engagement Menurut Nurofia . , employee engagement merupakan antusiasme karyawan dalam bekerja yang terjadi karena karyawan mengarahkan energinya untuk bekerja yang selaras dengan prioritas strategik perusahaan. Antusiasme ini terbentuk karena karyawan merasa engage . eel engage. sehingga berpotensi untuk menampilkan perilaku yang engaged. Perilaku yang engage membe- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 rikan dampak positif bagi organisasi yaitu peningkatan revenue. Menurut (Sandhya and Supley, 2. , employee engagement merupakan sikap positif maupun negatif terhadap pekerjaan, teman kantor, dan organisasi yang mempengaruhi kerelaan karyawan untuk belajar dan bekerja dengan performa terbaik. (Malik and Khalid, 2. mengamati bahwa keterikatan (Engagemen. lebih berhubungan dengan faktor psikologis dan niat keluar dari individu. (Caesens, dkk, 2. menyatakan bahwa karyawan yang lebih engaged akan cenderung bertahan di perusahaan. Jika seorang karyawan memiliki employee engagement yang tinggi maka karyawan tersebut memiliki rasa antusias, semangat, dan berkomitmen yang akan mengarahkan pada performa yang bagus dalam pekerjaanya (Schaufeli, dkk, 2003: Model Penelitian Employee Engagement (X) Indikator : Kekuatan Dedikasi Turnover Intentions (Y) Indikator: Mulai malas Peningkatan pelanggaran tata tertib kerja Peningkatan protes terhadap atasan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 pembenaran berkenlanjutan, dan proses berinovasi dalam perusahaan (Brocke,2. BPM muncul sebagai penggabungan dari pengaruh proses orientasi sampai ke peningkatan (Brocke, 2. Yamaha, biasanya divisi ini akan menerima rekapan hasil penjualan motor dari setiap main dealer Thamrin Brothers yang kemudian ini akan langsung diproses sampai faktur pajak kendaraan yang bersangkutan sesuai pasal pph yang berlaku yaitu sebesar 10% dan kemudian ini akan menjadi pelaporan realisasi untuk importir Yamaha. Divisi ini juga berhubungan dengan divisi marketing, promosi, yang biasanya event akan meminta realisasi hasil promosi yang ada untuk dijadikan laporan agar dana dapat dicairkan. Di AR juga ada divisi yang mengurus masalah penagihan keluar seperti leasing yang dimana dari penerimaan leasing akan dibukukan. Perumusan Hipotesis H1: Employee Engagement berpengaruh negatif terhadap Turnover Intention pada karyawan divisi finance & accounting pada PT Thamrin Brothers Arivai. Gambaran Umum Perusahaan C Sejarah Singkat CV. Thamrin Bersaudara pada mulanya merupakan sebuah toko yang bergerak dibidang penjualan sepeda dan sepeda motor berbagai merek, antara lain merek: Mitsubishi. Binter. Honda. Vespa. Yamaha dan sebagainya. Toko tersebut bernama "Toko Singasari", yang berdiri pada tahun 1965 dan berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 300-303 Palembang. Proses Bisnis Perusahaan Kontribusi awal untuk fakta dari Business Process Management ialah fokus terhadap mendesain ulang dari setiap proses proses, dari setiap survey yang dilakukan di era sekarang nyatanya membutuhkan pandangan yang lebih luas dari proses manajemen dalam organisasi. Sampai akhirnya. BPM digunakan sebagai aktivitas integrasi kemampuan perusahaan, yang mencakup strategi penjajaran, pengelolaan, metode, teknologi, budaya dan individu untuk menganalisis, mendesain, mengimplementasikan. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Sistem Pengelolaan Aktivitas perusahaan dapat dirancang dengan menggunakan sebuah sistem yang bernama corporate Sistem ini digunakan agar aktivitas yang dijalankan perusahaan dapat berjalan sesuai visi dan misi yang ditentukan perusahaan (Riska Franita, 2. Menurut Akh- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 mad Syakhroza . alam Riska Franita, 2. menyatakan bahwa corporate governance sebagai sebuah prosedur, aturan yang jelas antara pihak yang menentukan suatu keputusan dengan pihak yang melakukan pengawasan atas keputusan yang sudah ditentukan. Enterprise. Loan. General Affair dan lain sebagainya. PT Thamrin Brothers juga membuat website AuWorkshopAy dan AuScoringAy yang bertujuan untuk menginput data servis dari pihak counter dan untuk melihat data penjualan berdasarkan pembelian Seluruh data penjualan dan seluruh proses yang dijalankan setiap harinya sepenuhnya menggunakan sistem itu. Sistem Informasi Perusahaan PT Thamrin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang automotif roda dua yang memegang merk Yamaha, pada awal mulanya PT Thamrin Brothers belum menggunakan sistem dalam menjalani proses bisnis tetapi seiring majunya teknologi dan penjualan tepatnya pada tahun 2010 PT Thamrin Brothers mulai membuat dan mengembangkan sistem bernam AuThamrin Brothers SystemAy yang dimana terdapat menu pilihan untuk tiap divisi seperti Finance. Marketing. Bussiness Process Management. Vehicle Sales. C Aktivitas Perusahaan PT Thamrin Brothers merupakan perusahaan dealer motor, servis dan sparepart di kota Palembang. Seluruh aktvitas operasional perusahaan yang dimulai dari pencatatan kehadiran karyawan, penjualan, servis, keuangan, pemasaran, penagihan kredit dan lain sebagainya dilakukan dengan rutin dan secara hati hati setiap harinya. HASIL DAN PEMBAHASAN C Variabel Employee Engagament (X) Tabel 1 Hasil Statistik Dekskriptif Employee Engagement STS Jawaban Skor Rata Rata Variabel Skor Rata Ae Rata Variabel UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Sumber : data primer yang diolah. Variabel Turnover Intention (Y) Tabel 2 Hasil Statistik Deskriptif Turnover Intention Jawaban Variabel STS Skor Rata Ae Rata Skor Rata Ae Rata Variabel r-tabel 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Analisis Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel Employee Engagement (X) Indikator E10 E11 r-hitung 0,391 0,526 0,418 0,419 0,371 0,645 0,462 0,751 0,450 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 0,510 0,599 0,702 0,474 0,467 0,647 Turnover Intentions (Y) Berdasarkan tabel 3 hasil uji validitas di atas, item pernyataan variabel independen (Employee Engagemen. , variabel dependen (Turnover Itentio. 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 0,3009 VALID VALID VALID VALID VALID VALID memiliki r hitung yang lebih besar dari r tabel. Maka semua item pernyataan yang mewakili masing-masing variabel dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas ChonbachAos AlphaChonbachAos Alpha Standard Hitung Variabel Employee Engagement Turnover Intentions Berdasarkan tabel 4 hasil uji reliabilitas, nilai CronbachAos Alpha Employee Engagement 736 dimana lebih besar dari 0,6 sehingga dikatakan reliabel. Keterangan Reliabel Reliabel Turnover Intention bernilai 0. sehingga dikatakan reliabel. Yang artinya instrumen yang digunakan bisa digunakan sebagai alat pengumpulan C Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. Keterangan Normal Berdasarkan hasil dari tabel 5 di atas, hasil dari uji menggunakan SPSS Kolmogorov Smirnov menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 277, yang lebih besar dari 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa nilai sebaran data berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Tabel 6 Uji Heteroskedastisitas Nilai Sig. Variabel Employee Engagement Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa nilai signfikansi variabel Employee Engagement sebesar 0. dimana > 0. berdasarkan dek- Keterangan Bebas Heteroskedastisitas skripsi di atas maka, dapat disimpulkan pada model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Sederhana Tabel 7 Analisis Regresi Sederhana Model Unstandardized Coefficients (Constan. Std. Error Employee Engagement Adapun Analisis Regresi Sederhana dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: Y = 22. 516 - 0. 027 X e Dari persamaan diatas dapat dijelaskan Nilai konstanta sebesar 22. adalah jika Employee Engagement sama dengan nol maka Turnover Sig. Intention sebesar 22. Nilai koefisien regresi Employee Engagement menunjukkan angka 027 yang berarti koefisien regresi tersebut bernilai negatif sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh employee engagement terhadap turnover intentions adalah negatif. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Koefisien Determinasi Tabel 8 Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Berdasarkan tabel 8 dimana hasil yang didapat R Square yaitu semakin nilai R Square men- dekati 1 maka akan semakin maka akan semakin baik dalam baik suatu Pengujian Hipotesis Penelitian Uji pengaruh parsial . Tabel 9 Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Model Std. Error Sig. (Constan. Employee Engagement Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 9 yang tertera seperti di atas, dan pen-jelasan sebagai berikut: Pengaruh Employee Engagament terhadap Turnover Intentions Berdasarkan data di atas dapat dilihat hasil pengujian hipotesis untuk variabel Employee Engagement memiliki nilai signifikansi 012 yang lebih kecil dari 05, dan dengan nilai koefisien 0. 027 yang menyatakan bahwa employee engagement berpengaruh terhadap turnover intention. dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 1 (H. yang menyatakan AuEmployee Engagement berpengaruh negatif terhadap Turnover Intentions karyawan PT Thamrin Brothers cabang Arivai Palembang. Pembahasan Hasil Penelitian Untuk uji asumsi klasik, peneliti melakukan pengujian normalitas dan Heteroskedastisitas. Hasil yang didapatkan dari uji normalitas adalah data yang memiliki distri- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 busi normal karena nilai signifikansi > 0. 05 yaitu 0. selanjutnya pada pengujian Heteroskedastisitas nilai signifikansi untuk variabel Employee Engagement 836 > 0. 05 dan variabel Turnover Intention sebesar 0. berdasarkan hasil uji tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Setelah melakukan uji asumsi klasik, langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah melakukan analisis regresi sederhana. Kemudian uji t dilakukan untuk meguji apakah hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini, dimana variabel independen yang diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen secara parsial dan variabel moderasi yang duiji pengaruhnya terhadap variabel independen ke variabel dependen. Hasil yang diterima sebagai berikut: Employee Engagement terhadap Turnover Intentions Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian ini, maka peneliti dapat meyimpulkan beberapa implikasi yang harus menjadi perhatian perusahaan dalam membuat karyawan lebih terikat dengan pekerjaanya. Perusahaan dapat menciptakan sebuah kondisi dimana para karyawan karyawannya dapat P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 lebih menjadi bagian dari perusahaan seolah seperti karyawan menunjukkan rasa bahwa karyawan mencintai perusahaanya dengan sikap positif. Maka hal itu dapat diciptakan dengan pembentukan Engagement pada karyawan, perusahaan dapat menciptakan sebuah acara kebersamaan yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki rasa peduli terhadap karyawannya dan perusahaan sangat membutuhkan karyawannya. Employee engagement karyawan perlu ditingkatkan dengan cara perusahaan memenuhi kebutuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh karyawannya sehingga dapat menimbulkan sifat positif terhadap perusahaan tempat karyawannya Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap karyawan karyawan. Mengungkapkan bahwa mereka memiliki rasa semangat ketika bekerja karena pekerjaan yang dilaksanakan guna untuk memenuhi kebutuhan . encari uan. PENUTUP Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan maka terdapat kesimpulan yang tertera sebagai berikut :Variabel employee engagement yang telah diuji Hipotesis menunjukkan hasil dengan nilai signifikansi sebesar UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 012 yang lebih kecil dari 0. 05, dan dengan nilai koefisien B sebesar 0. 027 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. yang berbunyi Auemployee engagement berpengaruh negatif terhadap karyawan staff divisi Finance dan Accounting di PT Thamrin BrothersAy , diterima. Keterbatasan dan Saran Dalam penelitian ini, peneliti menemukan keterbatasan yang menjadi halangan untuk kelancaran pengumpulan data penelitian. Keterbatasan yang didapat antara lain: Karena dampak dari situasi saat ini yaitu Pandemik Covid-19 yang membuat semua masyarakat harus melaksanakan Physical Distancing maka kuisioner penelitian ini hanya dibagi dengan google form yang menjadi keterbatasan dalam perolehan data. Penelitian hanya dilakukan di satu divisi perusahaan Variabel pada penelitian kali ini hanya menggunakan employee sebagai variabel independen Berdasarkanketerbatasan yang tercantum, maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut : Kuisioner dapat disebarkan ke responden secara langsung Penelitian dapat dilakukan di P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 dealer otomotif otomotif kota lain di Indonesia, yang memiliki penduduk yang banyak Variabel yang digunakan sebaiknya ditambah DAFTAR PUSTAKA