ISSN: 2746-3656 Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Ira Rosmiati Raga1*. Mayun Erawati Nggaba2 Pendidikan Matematika. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Sumba Timur. Indonesia *Coresponding author: iraraga2@gmail. Diterima 15 Juli 2025, disetujui untuk publikasi 25 Oktober 2025 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa pada mata kuliah Kalkulus Integral di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dan melibatkan 38 mahasiswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui angket motivasi, minat, dan gaya belajar serta tes kemampuan pemahaman konsep matematis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS V31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar (Sig. , minat belajar (Sig. = 0,. , dan gaya belajar (Sig. = 0,. berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis, dengan kontribusi ketiganya sebesar 63%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami konsep matematika secara mendalam dan sistematis. Kata Kunci: Motivasi Belajar. Minat Belajar. Gaya Belajar. Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Citation : Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: 6. , 57 Ae 65. 24114/jfi. (Neldiana & Harisman, 2. Namun kenyataannya. Pendahuluan Pendidikan merupakan proses sadar dan masih banyak mahasiswa yang kesulitan dalam terencana untuk menciptakan pembelajaran yang memahami konsep dasar integral, terutama dalam mampu mengembangkan potensi individu agar menyelesaikan soal integral tak tentu, menggunakan substitusi, dan menerapkan konsep-konsep dengan keterampilan hidup (Julyanti, 2021. Rahman et al. benar (Purba, 2023. Utari & Utami, 2. Berdasarkan Dalam lingkup pendidikan tinggi, kurikulum hasil Evaluasi Tengah Semester (ETS) Kalkulus dikembangkan secara dinamis untuk menciptakan Integral, mahasiswa kesulitan dalam memahami pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada konsep dasar integral, khususnya dalam menentukan mahasiswa (Riyadi & Budiman, 2. Salah satu bentuk substitusi, menggunakan notasi matematis, disiplin ilmu yang penting dalam pendidikan adalah kesulitan dalam menyelesaikan soal integral. Selain itu. Matematika berperan penting dalam hasil wawancara terhadap mahasiswa menunjukkan membentuk pola pikir logis, sistematis, da kritis serta bahwa beberapa mahasiswa cenderung pasif dalam mendasari banyak bidang ilmu lainnya (Rahmah, pembelajaran, enggan bertanya saat tidak paham, serta Dalam program studi pendidikan matematika, tidak mempelajari kembali materi yang sudah Kalkulus Integral merupakan salah satu mata kuliah diajarkan, sehingga hasil belajar memperoleh nilai inti, yang membahas tentang konsep luas, volume, dan yang rendah. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam kemampuan pemahaman konsep matematis penyelesaian berbagai persoalan matematis lanjutan Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Motivasi, minat, dan gaya belajar, peran dan usaha sadar yang mengarahkan individu untuk dosen, dan strategi pembelajaran merupakan beberapa aktif dalam proses belajar guna mencapai tujuan faktor yang mempengaruhi kemampuan pemahaman Motivasi belajar berperan penting dalam (Nurhangesti. Ketika kesulitan belajar, mahasiswa dengan motivasi tinggi keterlibatan, serta mengarahkan perilaku belajar secara akan lebih tekun dan tidak mudah menyerah. Minat mandiri dan berkelanjutan. Aspek-aspek di dalamnya belajar merupakan keinginan untuk memperhatikan . dorongan internal yang menumbuhkan sesuatu hal yang menyebabkan individu merasa keinginan untuk belajar, . tujuan yang menjadi arah terdorong untuk melakukannya secara terus-menerus dari aktivitas belajar, dan . usaha sadar yang (Ndraha et al. , 2. Minat belajar yang tinggi terhadap matematika akan memicu keterlibatan aktif partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. dalam memahami materi integral. Individu dengan motivasi belajar tinggi Menurut Turmuzi et al. , gaya belajar umumnya menunjukkan ketekunan, keuletan dalam mencakup tiga jenis, yaitu visual yang menekankan menghadapi kesulitan, minat terhadap tantangan, kemandirian dalam belajar, orientasi pada tujuan masa pendengaran, dan kinestetik yang melibatkan aktivitas depan, serta kemampuan mempertahankan pendapat fisik atau sentuhan langsung dalam memahami dan menyelesaikan masalah secara konsisten (Murjani. Pengenalan dan penyesuaian gaya belajar Aspek motivasi belajar mencakup dorongan yang sesuai membuat mahasiswa lebih efektif dalam internal, tujuan yang ingin dicapai, dan usaha sadar. Penelitian tentang pengaruh motivasi, minat, yang masing-masing tercermin melalui indikator- dan gaya belajar terhadap pemahaman konsep indikator spesifik. Dorongan internal tampak dari matematis, khususnya pada mata kuliah Kalkulus keinginan kuat untuk berhasil dan kebutuhan dalam Integral di perguruan tinggi, masih jarang dilakukan. belajar sebagai pemicu utama munculnya motivasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis Tujuan yang ingin dicapai terlihat melalui adanya cita- hubungan ketiga faktor tersebut dengan kemampuan cita, harapan masa depan, serta penghargaan terhadap pemahaman konsep matematis mahasiswa pendidikan prestasi belajar yang berfungsi sebagai arah dan penguat semangat belajar. Sementara itu, aspek usaha pengembangan strategi pembelajaran yang lebih sadar diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam adaptif dan sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. kegiatan belajar yang menarik serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga individu mampu mempertahankan semangat dan konsistensi Motivasi Belajar Motivasi usaha sadar mencakup tekad, niat, dan usaha untuk mengarahkan dalam mencapai tujuan belajar. Dengan indikator-indikator perilaku individu dalam melakukan aktivitas untuk motivasi belajar dapat disimpulkan meliputi keinginan mencapai tujuan atau hasil tertentu (Akhsani et al. untuk berhasil, kebutuhan dalam belajar, cita-cita dan Yuniarti et al. , 2. Afrilia, dkk. , . harapan masa depan, penghargaan terhadap prestasi, keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar yang menarik, komponen yang esensial dalam pendidikan tinggi serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif, yang mendorong mahasiswa terlibat dan mandiri yang secara keseluruhan mencerminkan kekuatan dorongan internal, kejelasan tujuan, dan usaha sadar didefinisikan sebagai dorongan internal pada diri individu dalam mencapai keberhasilan belajar. (Joko et seseorang yang menimbulkan semangat belajar atau , 2. belajarAy. Aumotivasi Motivasi aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu (Yogi Fernando et al. , 2. Berdasarkan beberapa pendapat Minat belajar di atas, motivasi belajar dapat dikatakan sebagai Minat dorongan internal yang disertai dengan tekad, niat, memperhatikan suatu hal agar dapat memperoleh Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 wawasan yang lebih dalam (Ndraha et al. , 2. dan cenderung mengalami kesulitan jika disajikan Dengan kata lain, minat belajar merupakan perasan dalam bentuk tulisan atau gambar. Sementara itu, gaya yang timbul untuk memperhatikan suatu hal sehingga belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang Kawet. melibatkan aktivitas fisik langsung seperti praktik, mengungkapkan bahwa mahasiswa yang memiliki sentuhan, atau gerakan tubuh untuk memahami minat belajar yang tinggi cenderung kreatif, selalu informasi yang diperoleh (Nasution, 2022. Turmuzi et ingin tahu, giat belajar, memiliki keinginan yang tinggi, , 2. selalu berusaha memenuhi keinginan yang tinggi, berusaha memenuhi kebutuhannya, dan memiliki cita- Kemampuan pemahaman konsep matematis cita yang tinggi (Rezeki et al. , 2. Pemahaman Minat belajar memuat empat indikator, yaitu seseorang untuk mengerti sesuatu yang telah diketahui keterlibatan aktif (Liora et al. ,2024. Rezeki et al. , 2. menggambarkannya (Rahmawati & Isnarto, 2. Secara psikologis, minat banyak dipengaruhi oleh Pemahaman konsep merupakan sebuah pemahaman perasaan senang dan tidak senang terhadap sesuatu yang ditentukan pada tingkat hubungan antar gagasan, prosedur, atau fakta matematika yang psikologis individu. Minat belajar dapat dibangkitkan dipelajari dan dipahami secara menyeluruh yang menghubungkan dengan pengalaman yang relevan, sekumpulan objek (Wijaya et al. , 2. Dengan kata dan memberikan kesempatan untuk memperoleh hasil lain, pemahaman konsep merupakan kemampuan yang baik. seseorang dalam memaknai secara mendalam tentang apa yang telah dipelajari. Kemampuan pemahaman Gaya Belajar konsep matematis merupakan kemampuan untuk Gaya belajar merupakan suatu karakteristik memahami dan menginternalisasi ide-ide matematika (Handayani Noviana. Kemampuan memberi umpan balik, dan mencari informasi tertentu pemahaman konsep matematis dapat diartikkan (Ulfa, 2. Gaya belajar adalah cara seseorang dalam kemampuan seseorang mengerti dan memahami menerima, mengolah, dan menyimpan informasi (Muslimah et al. , 2. Dengan kata lain, gaya belajar merupakan karakteristik yang dimiliki individu untuk Indikator pemahaman konsep matematis belajar mencari, menerima, dan memahami suatu meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep, informasi yang diperoleh sehingga menciptakan belajar yang efektif. Setiap individu memiliki gaya merepresentasikan konsep dalam berbagai bentuk, belajar yang berbeda-beda. serta menggunakan dan menerapkan konsep atau Menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki . , gaya belajar dibagi menjadi gaya belajar visual. Gaya algoritma secara tepat dalam pemecahan masalah. (Kartika, 2018. Rahmawati & Isnarto, 2. merupakan gaya belajar yang menitikberatkan pada Metode Penelitian penglihatan, dimana individu lebih mudah memahami Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan informasi melalui gambar, video, diagaram, dan teks kuantitatif dan menggunakan desain asosiatif kausal Sebaliknya, individu dengan gaya belajar untuk mengkaji hubungan antara variabel-variabel. Kegiatan penelitian berlangsung di Universitas Kristen disampaikan hanya melalui suara atau gerakan. Gaya Wira Wacana Sumba pada tahun ajaran 2024/2025, belajar auditori menekankan pada pendengaran, tepatnya pada tanggal 20Ae27 Juni 2025 dengan subjek dimana informasi lebih mudah diserap melalui 38 mahasiswa Kalkulus Integral di prodi Pendidikan mendengarkan ceramah, diskusi, atau rekaman suara. Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Matematika. pemilihan sampel menggunakan teknik Variabel penelitian ini meliputi motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan pemahaman konsep matematis. Data Tabel 1. Motivasi Belajar Mahasiswa Kategori Motivasi Belajar Tinggi Sedang Rendah Total Frekuensi Persentase 73,7% 26,3% penelitian dikumpulkan melalui angket untuk ketiga variabel bebas, instrumen tes untuk pemahaman konsep matematis, kuesioner untuk data motivasi belajar, gaya belajar dan minat, sedangkan wawancara dan dokumentasi untuk data pendukung. Prosedur Langkah Tabel 2. Minat Belajar Mahasiswa Kategori Minat Belajar Tinggi Sedang Rendah Total Frekuensi Persentase Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa minat mengambil data awal, merumuskan masalah dan Matematika berada pada kategori yang tinggi yaitu kemudian divalidasi oleh dua validator yaitu dosen sebesar 71%, kategori sedang sebesar 29%, dan tidak Pendidikan Matematika Universitas Kristen Wira ada yang berada dalam kategori rendah atau 0%. Hal Wacana Sumba. Selanjutnya dilakukan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, mahasiswa dengan memberikan angket motivasi . , minat memiliki minat belajar yang tinggi, karena sebagian . , dan gaya belajar . , melakukan tes besar berada pada tingkat motivasi yang tinggi dan tertulis dalam bentuk esai, dan wawancara kepada tidak ada yang berada dalam kategori yang rendah, mahasiswa dengan pertanyaan yang disusun secara yang artinya mahasiswa memiliki ketertarikan dan perhatian yang cukup besar terhadap materi Kalkulus mahasiswa dikategorikan menjadi tinggi, sedang, dan Integral, yang secara umum dapat berdampak positif rendah berdasarkan hasil angket berskala Likert . terhadap keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Tingkat Pendidikan Data dianalisis menggunakan SPSS V31 melalui serangkaian uji statistik, meliputi uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisita. , analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis . ji-t, uji-F, dan koefisien determinasi/RA) untuk menjawab rumusan masalah dan menarik kesimpulan penelitian. Tabel 3. Gaya Belajar Mahasiswa Gaya Belajar Visual Auditori Kinestetik Total Hasil Penelitian Frekuensi Persentase 42,1% 7,9% Berdasarkan Tabel 3, diketahui bahwa 42,1% Deskripsi data motivasi belajar mahasiswa mahasiswa memiliki atau menggunakan gaya belajar ditampilkan pada tabel 1. Berdasarkan tersebut, visual, 50% mahasiswa menggunakan gaya belajar diketahui bahwa motivasi belajar mahasiswa program auditori, dan 7,9% mahasiswa menggunakan gaya studi Pendidikan Matematika berada pada kategori belajar kinestetik. Hal ini menunjukkan bahwa yang tinggi yaitu sebesar 73,7%, kategori sedang mayoritas mahasiswa Program Studi Pendidikan sebesar 26,3%, dan tidak ada yang berada dalam Matematika. FKIP menggunakan gaya belajar auditori, kategori rendah atau 0%. Hal ini menunjukkan bahwa dimana gaya belajar ini cenderung lebih mudah secara umum, mahasiswa memiliki motivasi belajar yang baik, karena sebagian besar berada pada tingkat penjelasan dosen, diskusi kelompok. Sementara itu, motivasi yang tinggi dan tidak ada yang berada dalam kategori yang rendah. mengandalkan informasi berbasis tampilan visual Adapun mahasiswa dengan gaya Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 belajar kinestetik lebih menyukai proses belajar yang Berdasarkan hasil Gambar 2, nilai Tolerance melibatkan aktivitas fisik atau praktik langsung, untuk ketiga variabel berada di atas 0,10 . otivasi namun dalam penelitian ini, jumlahnya relatif sedikit. belajar = 0,666. minat belajar = 0,626. gaya belajar = Gambar 1. menunjukkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov 0,. , dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) semuanya di bawah 10 . otivasi belajar = 1,502. kemampuan pemahaman konsep matematis dengan belajar = 1,596. gaya belajar = 1,. Hal ini jumlah responden (N) sebanyak 38 orang. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi Dengan normal atau tidak Ai yang menjadi salah satu syarat demikian, ketiga variabel bebas Ai motivasi belajar, utama dalam analisis regresi linear. minat belajar, dan gaya belajar Ai dapat digunakan secara bersamaan dalam analisis regresi karena masing-masing variabel memiliki kontribusi yang relatif independen dalam menjelaskan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa. Gambar 1. Uji Normalitas Berdasarkan gambar 1, nilai Asymp. Sig. adalah 0,060, dan nilai Monte Carlo Sig. Gambar 3. Uji Heteroskedastisitas taile. adalah 0,061. Karena kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa memenuhi asumsi normalitas, sehingga analisis statistik parametrik seperti uji regresi linear berganda dapat dilakukan secara valid. Gambar 4. Analisis Regresi Linear Berganda Gambar heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser ada tidaknya ketidaksamaan varians residual pada model regresi. Berdasarkan hasil uji, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) untuk masingmasing variabel bebas yaitu motivasi belajar sebesar Gambar 2. Uji Multikolinearitas Ganabar 0,077, minat belajar sebesar 0,753, dan gaya belajar sebesar 0,997, yang seluruhnya berada di atas batas multikolinearitas antara variabel bebas, yaitu motivasi signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model belajar, minat belajar, dan gaya belajar, terhadap regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas, variabel terikat kemampuan pemahaman konsep sehingga varians residual bersifat konstan pada setiap Uji ini bertujuan untuk memastikan bahwa tingkat prediksi. Dengan demikian, model regresi yang antar variabel bebas tidak terdapat hubungan linear digunakan memenuhi asumsi homoskedastisitas, dan yang tinggi sehingga tidak mengganggu validitas data dinyatakan layak untuk digunakan dalam analisis model regresi. Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. regresi berganda tanpa adanya gangguan akibat 0,05, yaitu motivasi belajar (Sig. = 0,. , minat belajar ketidaksamaan varians error. (Sig. = 0,. , dan gaya belajar (Sig. = 0,. , yang Gambar 4 menunjukkan hasil analisis regresi berarti ketiganya berpengaruh signifikan terhadap linear berganda yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis. Selain pengaruh motivasi belajar, minat belajar, dan gaya itu, hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep Tolerance masing-masing variabel lebih besar dari 0,10 matematis mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis, dan nilai VIF kurang dari 10 . ,502. 1,596. diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat . Y= Oe79,578 0,682X1 0,871X2 0,422X3 Berdasarkan . adanya hubungan positif antara motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa. Nilai konstanta sebesar Oe79,578 menunjukkan bahwa tanpa kontribusi dari ketiga variabel bebas, kemampuan gejala multikolinearitas antar variabel bebas dalam Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar secara parsial memberikan kontribusi positif dan konsep-konsep matematika secara mendalam dan sistematis. pemahaman konsep matematis mahasiswa berada pada tingkat dasar yang rendah. Setiap peningkatan satu satuan motivasi belajar akan meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis sebesar 0,682 satuan, peningkatan minat belajar satu satuan akan menaikkan kemampuan sebesar 0,871 satuan, dan peningkatan gaya belajar satu satuan akan memberikan tambahan sebesar 0,422 satuan. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar memiliki pengaruh paling besar, diikuti oleh motivasi belajar dan gaya Mahasiswa dengan motivasi tinggi cenderung lebih tekun dan fokus dalam mempelajari konsepkonsep matematika, sementara minat belajar yang kuat membuat mereka lebih aktif, antusias, dan mampu menerapkan konsep dengan baik. Gaya belajar yang sesuai juga membantu mahasiswa menyesuaikan cara pemahaman menjadi lebih efektif. Hasil uji t mendukung temuan ini dengan nilai signifikansi masing-masing variabel di bawah 0,05 . otivasi = 0,006. minat = 0,026. gaya belajar = 0,. , yang berarti kemampuan pemahaman konsep matematis. Dengan demikian, kombinasi motivasi, minat, dan gaya belajar yang optimal terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami konsep matematika secara mendalam, logis, dan Hasil uji parsial . menunjukkan bahwa ketiga variabel memiliki nilai signifikansi di bawah Gambar 5. Hasil Uji F Gambar 5 menunjukkan hasil uji F (ANOVA) yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas, yaitu motivasi belajar, minat belajar, dan gaya Berdasarkan Gambar 5, nilai F hitung sebesar 19,298 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar <0,001, yang berarti jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hasil digunakan layak dan signifikan secara simultan, sehingga ketiga variabel bebas secara bersama-sama konsep matematis. Hasil uji F di atas mengindikasikan bahwa kombinasi antara motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami konsep matematika. Artinya, ketika ketiga faktor ini berkembang secara bersamaanAimahasiswa memiliki motivasi tinggi, minat besar terhadap pembelajaran sesuaiAi kemampuan mereka dalam memahami konsepkonsep matematis akan meningkat secara signifikan. Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika 6. - 2025 Dengan demikian, model regresi yang diperoleh tidak Pembahasan hanya signifikan secara statistik, tetapi juga memiliki Penelitian ini meneliti pengaruh motivasi belajar, relevansi praktis dalam konteks pendidikan, karena minat belajar, dan gaya belajar terhadap kemampuan menegaskan pentingnya mengembangkan motivasi, pemahaman konsep matematis mahasiswa Program minat, dan gaya belajar yang tepat untuk memperkuat Studi Pendidikan Matematika FKIP dengan subjek 38 Hasil uji-t menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dengan nilai t hitung 2,928 > t tabel 1,689 dan Sig. 0,006 < 0,05, yang berarti semakin tinggi motivasi belajar, semakin tinggi pula kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep Hal ini karena motivasi mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan konsisten dalam Gambar 6. Koefisien Determinasi proses belajar. Uji-t pada variabel minat belajar juga Hasil uji koefisien determinasi (Gambar . yang menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai t bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi hitung 2,323 > t tabel 1,689 dan Sig. 0,026 < 0,05, yang variabel bebas Ai yaitu motivasi belajar, minat belajar, menandakan bahwa semakin besar minat belajar dan gaya belajar Ai terhadap kemampuan pemahaman mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan mereka konsep matematis mahasiswa. Nilai koefisien korelasi memahami konsep matematis. Mahasiswa yang (R) sebesar 0,794 menunjukkan adanya hubungan berminat tinggi cenderung lebih tekun, antusias, dan yang kuat dan positif antara ketiga variabel bebas termotivasi dalam mencari pemahaman mendalam dengan variabel terikat. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,630 menunjukkan Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa 63% variasi kemampuan pemahaman konsep yang menegaskan bahwa motivasi dan minat belajar matematis mahasiswa dapat dijelaskan oleh motivasi memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan belajar, minat belajar, dan gaya belajar secara simultan, pemahaman konsep matematika secara signifikan. Kalkulus Integral. sedangkan sisanya 37% dipengaruhi oleh faktor lain di Uji luar model penelitian, seperti strategi pembelajaran, lingkungan belajar, atau kemampuan awal mahasiswa. mahasiswa menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,145 > Nilai Adjusted (X. 0,597 t tabel 1,689 dengan nilai Sig. 0,039<0,05. Dengan mengindikasikan bahwa setelah disesuaikan dengan demikian. H1 diterima yang artinya gaya belajar jumlah variabel dan sampel, model regresi tetap berpengaruh dan signifikan terhadap kemampuan memiliki kekuatan penjelas yang tinggi, yakni sekitar pemahaman konsep matematis mahasiswa. Hal ini 59,7%. Artinya, model ini cukup efisien dan reliabel menunjukkan bahwa gaya belajar yang sesuai dengan dalam menjelaskan hubungan antara ketiga variabel bebas dengan kemampuan pemahaman konsep Secara interpretatif, hasil ini menegaskan memahami konsep-konsep matematis. Mahasiswa bahwa motivasi belajar, minat belajar, dan gaya belajar yang mengenali dan menerapkan gaya belajar yang berperan penting dan saling melengkapi dalam tepat cenderung lebih efektif dalam mengikuti pembelajaran dan mencapai hasil belajar yang optimal. terhadap materi matematika. Dengan kata lain. Hal ini selajan dengan penelitian yang dilakukan oleh semakin tinggi motivasi, semakin besar minat, dan Muhammad Turmuzi. Nani Kurniati. Syahrul Azmi semakin tepat gaya belajar mahasiswa, maka semakin . , bahwa gaya belajar yang sesuai dapat baik pula kemampuan mereka dalam memahami konsep-konsep matematis secara mendalam dan matematis mahasiswa. Square Raga. , & Nggaba. Pengaruh Motivasi. Minat. Dan Gaya Belajar Terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 2. Tahun: 2025 Doi. 24114/jfi. Berdasarkan uji F, ditunjukkan bahwa F hitung Fenty Zahara Nasution. Memahami Gaya 19,298 > F tabel 2,874 dan nilai Sig. < 0,05 maka dapat Belajar untuk meningkatkan Potensi Anak disimpulkan bahwa variabel motivasi belajar, minat Understanding Learning Styles to increase belajar, dan gaya belajar secara simultan berpengaruh ChildrenAos dan signifikan terhadap kemampuan pemahaman https://journal- konsep matematis mahasiswa. Hal ini menunjukkan id/index. php/jppmi/artic bahwa baik secara parsial maupun simultan, ketiga le/view/808/827 variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Potential. 10Ae23. Handayani. , & Noviana. Analisis Kemampuan Mahasiswa Pemahaman Matematis Menyelesaikan Soal Integral Tentu Berdasarkan Teori APOS. Penutup Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi 65Ae73. belajar, minat belajar, dan gaya belajar memiliki Joko. Nugraha. , & Restiawati. Pengaruh pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan Motivasi Belajar Dan Lingkungan Keluarga pemahaman konsep matematis mahasiswa Program Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa. Jurnal Pena Studi Pendidikan Matematika Universitas Kristen Wira Edukasi. Wacana Sumba pada mata kuliah Kalkulus Integral. https://doi. org/10. 54314/jpe. Mahasiswa dengan motivasi dan minat belajar yang Julyanti. Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil tinggi serta gaya belajar yang sesuai menunjukkan Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama. kemampuan pemahaman konsep matematis yang Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan motivasi (Jpm. , dan minat yang rendah. Secara simultan, ketiga https://doi. org/10. 36987/jpms. variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 63% Kartika. Analisis Kemampuan Pemahaman terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis. Konsep Matematis Peserta Didik Kelas VII sedangkan 37% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di SMP pada Materi Bentuk Aljabar. Jurnal luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa Pendidikan Tambusai, 2. , 777Ae785. motivasi, minat, dan gaya belajar berperan penting 10. , 7. , 7Ae11. Murjani. Teknologi. Motivasi Belajar Dan Pengembangannya Dalam Pendidikan Islam. matematika, sehingga dosen perlu mengembangkan Adiba: Journal of Education, 2. , 32Ae39. strategi pembelajaran yang mendorong motivasi Muslimah. Haeruddin. , & Fendiyanto. Pengaruh Gaya Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa menyesuaikan gaya belajar mahasiswa. Kelas Vi SMP Negeri 1 Kembang Janggut. Daftar Pustaka