194 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti1*. Dini Fitrianti2 Universitas Bina Insani. Jakarta. Indonesia Universitas Pamulang. Jakarta. Indonesia *nunuknovianti@binainsani. Abstract This study aims to determine the effect of Good Corporate Governance (GCG) and Corporate Social Responsibility (CSR) on profitability and company value as moderating variables in the IDX plastic manufacturing companies. The population in this study was obtained using the purposive sampling method for plastic manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019-2021 period and a sample of 5 research companies. The analytical method used is multiple linear regression analysis with the SPSS 26 (Statistical Product and Service Solutio. application tool. The results of the study show that Good Corporate Governance has no effect on profitability. Corporate Social Responsibility affects Company value is not able to moderate Good Corporate Governance on Company value is not able to moderate Corporate Social Responsibility on Keywords: good corporate governance. corporate social responsibility. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap profitability dan company value sebagai variabel moderasi di perusahaan manufaktur sektor plastik BEI. Populasi dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode puposive sampling pada perusahaan manufaktur sektor plastik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2021. Sampel penelitian 5 perusahaan dengan total pengamatan 15 perusahaan selama periode 2019 - 2021. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS 26 (Statistical Product and Service Solutio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap profitability. Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap profitability. Company value tidak mampu memoderasi Good Corporate Governance terhadap profitability. Company value tidak mampu memoderasi Corporate Social Responsibility terhadap profitability. Kata Kunci: good corporate governance. corporate social responsibility. company value PENDAHULUAN Dalam menilai kinerja sebuah perusahaan, para investor menjadikan profitability sebagai indikator yang penting. Hal ini dapat mengambarkan kemampuan dan kompetensi perusahaan menghasilkan keuntungan sekaligus meningkatkan pembagian ISSN 2775-9784 (Ceta. ISSN 2775-9792 (Onlin. Website:https://journal. id/index. php/jakpi/index JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 dividen yang akan dapat diterima oleh para investor atau pemegang sahan dalam menanamkan modalnya. Hermuningsih . menyebutkan bahwa profitability dapat merepresentasikan suatu perusahaan apakah mempunyai masa depan dalam menjalankan usahanya dalam meraih peluang dan keuntungan. Kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya akan semakin terjamin apabila semakin tinggi profitability yang diperoleh. Pelaksanaan tata kelola yang baik pada sebuah perusahaan diyakini dapat meningkatkan profitability suatu perusahaan. Daniri . mengatakan bahwa pengelolaan perusahaan untuk mendapatkan peningkatan keuntungan dan kelangsungan secara seimbang, dapat dicapai dengan menerapkan Corporate Governance. Good Corporate Governance (GCG) mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1998 disaat ekonomi mengalami krisis yang luar biasa bersamaan juga dengan krisis politik, hal ini yang mendorong perusahaan untuk bangkit kembali dan mereposisi tata kelola perusahaan menuju lebih baik. Untuk meningkatkan profitability perusahaan diperlukan implementasi tata kelola yang baik sehingga diperlukan pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) secara berkelanjutan. Good Corporate Governance (GCG) telah menjadi perhatian banyak eksekutif perusahaan dalam mengendalikan operasi sebuah Good Corporate Governance (GCG) merupakan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara investor, manajemen perusahaan, pihak kreditor, regulator, pegawai serta stakeholder baik internal maupun eksternal untuk menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang kepentingan. Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) yang baik bisa memberikan efek yang positif yang secara langsung dan dapat dilihat seperti meminimalkan penyalahgunaan wewenang, mengurangi biaya modal, meningkatkan transparansi, mengoptimalkan pengambilan keputusan serta memberikan keuntungan bagi investor dan meningkatkan nilai saham. Para pihak dalam suatu entitas perusahaan sebagai pelaksana operasi dan kepengurusan perusahaan disebut Dewan Direksi. Para pengawas dalam suatu perusahaan disebut Dewan komisaris sedangkan komisaris independen sebagai kekuatan penyeimbang dalam pengambilan keputusan dari dewan komisaris. Yang bertugas mengawasi jalannya perusahaan adalah komite audit. Untuk menentukan keberhasilan implementasi Good Corporate Governance (GCG) maka peranan dari dewan komisaris dan komisaris independen sangat penting dan diperlukan komitmen penuh (Effendi. Menurut Brigham . hasil akhir dari serangkaian kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan adalah profitability. Masalah profitability dinilai sesuatu yang penting bagi kelangsungan operasi dan pertumbuhan sebuah perusahaan. Beberapa indikator yang biasa dipakai dalam melihat kondisi profitability sebuah perusahaan, antara lain dengan menggunakan tingkat pengembalian atau keuntungan atas investasi pemegang saham yang sering disebut Return on Equity (ROE). Keberhasilan maupun kegagalan yang dilakukan pihak manajemen dalam memaksimalkan seluruh pontensi untuk mendapatkan tingkat hasil pengembalian investasi pemegang saham serta menekankan pada hasil pendapatan dari jumlah yang diinvestasikanoleh investor dapat ditunjukan oleh indikator ROE Sartono . Dipilihnya ROE sebagai variabel terikat bisa dilihat karena kemampuannya untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan. Penggunaan ROE dalam menghitung efektifitas PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 perusahaan dalam perolehan laba dengan penggunaan modal yang dimiliki sebuah Menurut Sartono . bahwa meningkatnya ROE suatu perusahaan apabila semakin besar penggunaan hutang dalam struktur modal, sedangkan Brigham . mengungkapkan bahwa kepemilikan hutang dalam jumlah kecil menunjukan bahwa perusahaan dapat memiliki tingkat pengembalian investasi atau biasa disebut Ketika menjalankan operasinya, perusahaan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat sekitar sebagai lingkungan eksternalnya. Tuntutan pemilik modal untuk mendapatkan keuntungan mengakibatkan pengunaan sumber daya alam dan sosial melebihi dari yang seharusnya menyebabkan kerusakan lingkungan. Dampak maupun pengaruh negatif yang diakibatkan oleh perusahaan dalam menjalankan produksinya semakin disadari oleh masyarakat sekitar, sehingga para pelaku bisnis manufaktur dan pemilik modal dituntut agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan akan tetapi mempunyai kontribusi pada lingkungan sekitar dalam pendistribusian pendanaan. Bentuk kontribusi positif dari perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurut Maqbool & Zameer . CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atas operasi bisnis yang dilakukan menurut konsep Triple Bottom Lines yaitu profit, people dan planet. Rasa peduli dunia usaha saat ini untuk mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk ikut mendanai kegiatan CSR secara berkelanjutan pada dasarnya dapat memberikan banyak manfaat bagi dunia usaha itu sendiri sehingga dapat meningkatkankesan yang baik terhadap nama perusahaan dimata masyarakat, investor, kreditor dan pemerintah. Penelitian Agustina . menunjukkan bahwa sebagai variabel moderating, presentase kepemilikan manajemen dan profitability mampu mempengaruhi hubungan CSR dengan company value. Dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa secara bersamaan prosentase kepemilikan manajemen. CSR, profitability serta interaksi antara prosentase kepemilikan manajemen dan CSR, serta interaksi antara profitability dan CSR berpengaruh signifikan terhadap company value. Penelitian Putra . memberikan data bahwa hasil penelitian menunjukkan pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap company value, namun GCG yang digunakan sebagai variabel pemoderasi justru memperlemah pengaruh pengungkapan CSR terhadap company Dalam perpektif moderasi, dampak sebuah variabel prediktor . pada variabel kriteria . bergantung pada tingkat variabel ketiga yang disebut Kesesuaian antara predictor dan moderator adalah sebagai yang menjadi dasar menspesifikasikan bahwa dampak variabel prediktor bervariasi berdasarkan tingkat moderator. Moderator dapat dilihat sebagai kategori seperti tahap siklus produk, tipe lingkungan, tipe organisasi atau secara karakteristik seperti tingkat usaha, tingkat intensitas kompetitif, hal ini akan dapat mempengaruhi arah atau kekuatan hubungan antara variabel prediktor dan variabel dependen. Isu masalah dan fokus yang ingin diutarakan penulis dalam penelitian ini adalah yang pertama untuk mengetahui pengaruh GCG terhadap profitability. Dari penelitian Rumapea . menyatakan bahwa GCG berpengaruh terhadap profitability. Fokus yang kedua yaitu untuk mengetahui pengaruh CSR terhadap profitability. Dari penelitian Effendi . menyatakan bahwa CSR berpengaruh terhadap profitability PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 Fokus yang ketiga adalah untuk mengetahui apakah company value dapat mempengaruhi hubungan antara GCG dan profitability. Dari penelitian Yuniasih . menyebutkan bahwa GCG dan company value memiliki hubungan terbalik. Berikutnya fokus keempat adalah apakah company value dapat mempengaruhi hubungan CSR dan profitability. Dari penelitian Sabatini . menyebutkan bahwa CSR berpengaruh negatif terhadap company value. Rerangka Model Penelitian Good Corporate Governance (GCG) Corporate Sosial Responsibility (CSR) X2 Profitability (ROE) Company value ( TobinAos Q) Gambar 1. Model Penelitian Sumber: Hasil Penelitian, 2022 KAJIAN PUSTAKA Hamdani . dalam sebuah buku berjudul GCG: Tinjauan Etika dalam Praktik Bisnis mendefinisikan corporate governance sebagai sistem ynag mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. Sedangkan Bringham . mendefiniskan tata kelola perusahaan sebagai seperangkat aturan dan prosedur yang menjamin manajer untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis nilai. Gamerschlag et al . mengungkapkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) merujuk pada kontribusi sukarela perusahaan untuk pembangunan berkelanjutan yang melampaui persyaratan hukum. Hanafi & Halim . menyatakan bahwa profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat penjualan aset dan modal saham pada suatu periode tertentu. Syahyunan . menyatakan bahwa company value merupakan hasil kerja manajemen dari beberapa dimensi diantaranya adalah arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan dan biaya modal perusahaan. METODOLOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri manufaktur sektor plastik yang terdaftar di BEI. Dipilihnya satu kelompok industri yaitu industri manufaktur sektor plastik dan kemasan sebagai populasi dimaksudkan untuk menghindari bias yang mungkin disebabkan oleh efek industri . ndustrial effec. Jumlah populasi adalah sebanyak 5 Perusahaan yang PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 dijadikan obyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan purposive sampling yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria perusahaan manufaktur sektor plastik dan kemasan yang dijadikan sampel diantaranya adalah semua perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri manufaktur sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut dari tahun 2019-2021. Perusahaan yang dijadikan sampel tidak mengalami delisting selama periode pengamatan untuk kepentingan penelitian ini dan memiliki data keuangan yang ada hubungannya dengan variabel penelitian ini secara lengkap. Tersedia laporan keuangan perusahaan secara lengkap yang disampaikan kepada publik selama tahun 2019-2021 melalui website id atau pada website pada masing-masing perusahaan. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan dua variabel independent, yang pertama yaitu Good Corporate Governance (GCG) diproyeksikan dengan kepemilikan manajerial dengan Kepemilikan Manajerial (KM) = % kepemilikan saham oleh manajer, direktur, komisaris Jumlah saham beredar Yang kedua adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR Indikator pengungkapan CSR adalah dengan cara melakukan perbandingan antara jumlah pengungkapan yang diharapkan. Pengungkapan CSR dalam penelitian ini adalah data yang diungkap oleh perusahaan kepada publik dalam kaitannya dengan aktifitas sosial yang terdiri dari 34 item lingkungan, 9 item ekonomi, 16 item ketenagakerjaan dann kenyaman bekerja, 12 item hak asasi manusia,9 item produk,dan 11 item keterlibatan Variabel pemoderasi dalam penelitian ini menggunakan pengukuran company value dengan TobinAos Q dengan rumus: Keterangan: EMV ( Nilai Pasar Ekuita. = P (Closing Pric. x Qshares (Jumlah saham yang D (Deb. = Nilai buku dari total hutang EBV = Nilai buku dari totalaktiva Dalam penelitian ini Variabel dependen adalahkinerja keuangan yang diproksikan dengan return on equity (ROE). Investor melihat ROE sebagai sebuah rasio fundamental yang sangat penting. Rumus ROE digambarkan sebagaimana dibawah ini: ROE = Metode Analisis Dalam penelitian ini akan mengunakan teknik analisis regresi linear berganda. Sebelum kegiatan analisis ini dilakukan, maka uji asumsi klasik akan dilakukan terlebih dahulu untuk menghasilkan nilai parameter model penduga yang sah. Nilai tersebut akanbisa terpenuhi apabila hasil uji asumsi klasik tersebut memenuhi asumsi normalitas, dan tidak terjadi heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas. PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov sebagai uji yang akan dipakai dalam melakukan analisa dengan cara menggunakan taraf signifikansi 0,05. Data akan dinyatakan normal bila signifikansi lebih besar dari 5% atau0,05. Menurut Ghozali . uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas data dapat ditentukan dengan melihat distribusi residual dan model regresi. Dalam penelitian ini metode heteroskedastisitas yang digunakan adalah uji Glejser. Berdasarkan uji Glejser jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi Heteroskedastisitas. Suatu model dikatakan tidak Heteroskedastisitas apabila signifikannya Ou 0,05 (Ghozali, 2. Dasar pengambilan keputusan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode uji Durbin-Watson (DW tes. dan uji Autokorelasi (Ghozali, 2. Uji multikolinieritas dalam penelitian ini menggunakan nilai tolerance dan lawannya atau VIF. Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen (Ghazali, 2. Jika terdapat korelasi antar variabel independen maka dapat dikatakan variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Penelitian ini akan menguji uji model persamaan regresi sebagai berikut. Model Regresi I : Y = 1X1 2X2 C Model Regresi II : Y = 1X1 2X2 3X1*Z 4X2*Z C Keterangan : : ROE : Konstanta 1, 2, 3, 4 : Koefisien Regresi : Variabel Kepemilikan Manajerial : Variabel Pengungkapan CSR : Error Penelitian ini melakukan uji R2 atau koefisien determinasi yang bermanfaat menjelaskan kemampuan model variasi yang terjadi dalam variabel dependen itu sendiri. Nilai koefisien determinasi adalah nol atau satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel- variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen sangat terbatas, digunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat bebas . Ae . , dimana n : jumlah pengamatan dan k : jumlah variabel. Ghozali . uji Fbertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas atau variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat atau variabel dependen. Pada Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (H. yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter sama dengan nol ( Ho = . Artinya suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Sedangkan hipotesis alternatifnya (HA) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol ( HA O 0 ). Artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian ini diterima apabila nilai dari Signifikansi statistik t < 0,05 (Ghozali, 2. PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 Dalam penelitian ini akan digunakan uji analisis regresi moderasi (Moderated Regression Analysi. MRA, hipotesis moderating diterima jika variabel moderasi company value mempunyai pengaruh signifikan terhadap ROE. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Proses Pengambilan Sampel Berdasarkan Purpose Sampling Populasi Sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di BEI Mempublikasikan laporan keuangan berturut-turut dari tahun 2019-2021 selama masa pengamatan Perusahaan tidak terdelisting dan memiliki variabel lengkap selama periode pengamatan digunakan sebagai Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Jumlah Dari proses pengambilan sampel berdasarkan kriteria purposive sampling diperoleh lima perusahaan yang menjadi sampel. Total jumlah pengamatan yang dilakukan selama periode penelitian 2019-2021 yaitu 15. Perusahaan yang masuk dalam sampel penelitian ini yaitu Asiaplast Industries (APLI). Lotte Chemical Titan (FPNI). Champion Pasific Indonesia (IGAR). Indopoly Swakarsa Industry (IPOL). Trias Sentosa (TRST). Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif GCG (KM) CSR ROE Valid N. Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Variabel prosentase GCG (KM) memiliki rentang nilai dari 0,49 hingga 0,96. Rata-rata prosentase GCG (KM) menunjukkan angka 0,7427 dan deviasi standar 0,18304. Variabel pengungkapan CSR yang memiliki rentang nilai dari 0,09 sampai dengan 0,19. Nilai rata-rata dari variabel CSR 0,1346 dan standar deviasi bernilai 0,03613. Variabel ROE memiliki rentang nilai dari -1,25 hingga 0,23. Nilai rata-rata ROE menunjukkan nilai -0,0434, sedangkan standar deviasi menunjukkan nilai 0,34752. Variabel company value memiliki rentang nilai dari 0,54 hingga 6,52. Nilai rata-rata 1,6595 dan deviasi standar 1,80559. Company value yang bernilai lebih dari 1 mempunyai arti bahwa perusahaan menghasilkan earning dengan tingkat return yang sesuai dengan harga perolehan aset-asetnya. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual (Model . Normal Mean ,0000000 Parameters Std. ,05846491 Deviation Most Extreme Absolute ,107 Differences Positive ,093 Negative -,107 Test Statistic ,107 Asymp. Sig. -taile. ,200c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Unstandardized Residual (Model . ,0000000 ,95591641 ,197 ,197 -,142 ,197 ,200c Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Pada pengujian normalitas menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas model 1 terlihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov 0,107 dan signifikan pada 0,200 hal ini berarti data residual terdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada persamaan model 2 terlihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov 0,197 dan signifikan pada 0,200 hal ini berarti data residual terdistribusi normal. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Change Statistics Adjusted Std. Error of R Square Sig. F DurbinModel R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Change Watson ,797a ,635 ,536 ,06596 ,635 6,391 ,009 1,918 Predictors: (Constan. GCG. CSR Dependent Variable: ROE ,739a ,547 ,446 1,05681 ,547 5,424 ,028 1,576 Predictors: (Constan. Ln_CV. Ln_CSR_CV. Ln_KM_CV Dependent Variable: Ln_ROE Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Pada model 1, uji DW sama dengan 1,918, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan signifikansi 0,05. Sedangkan sampel n berjumlah = 15, nilai dl = 1,158 dan du = 1,391. Sehingga nilai DW 1,391 < 1,918 < 2,609, maka kesimpulannya tidak terdapat autokorelasi. Output SPSS sebagaimana ditunjukan dalam tabel 5 besarnya nilai Adjusted R Square adalah 0,536. Nilai ini menunjukan besarnya peran atau kontribusi variabel independen GCG dan CSR sehingga dapat mampu menjelaskan variabel profitability (ROE) hanya sebesar 53,6%. Nilai Standard Error of the Estimate (SEE) yang kecil yaitu sebesar 0,06596, menjadikan model regresi ini sangat tepat digunakan dalam memprediksi variabel dependen. Hasil output dari uji statistik F yang ada dalam model 1, diperoleh nilai profitability (F hitun. sama dengan PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 6,391 serta signifikan pada 0,009. Sehingga ditarik kesimpulan disebutkan bahwa secara simultan nilai variabel independen mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependennya yaitu profitability (ROE). Pada model 2 uji DW sebesar 1,576, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan signifikansi 0,05. Untuk jumlah sampel n = 18, nilai dl = 1,046 dan du = 1,535. Oleh karena nilai DW 1,535 < 1,576 < 2,465, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi. Output SPSS menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,446, hal ini berarti hanya 44,6% variasi ROE yang dapat dijelaskan oleh variasi-variabel independen GCG. CSR dan Moderasi company value. Hasil output dari uji statistik F yang ada dalam model 2, nilai F hitung sebesar 5,424 dengan tingkat signifikansi 0,28. Karena profitability signifikansi >0,05 sehingga model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi profitability (ROE) atau dapat juga dinyatakan bahwa GCG. CSR dan Moderasi company value secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap profitability (ROE). Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas & Uji t (Persamaan Model . Unstandardized Coefficients Model (Constan. GCG CSR (Constan. ,140 -,118 -,857 ,140 Coefficientsa Standardize Coefficients Std. Error Beta ,109 ,101 ,366 ,109 (Constan. -2,134 1,068 Ln_CV ,105 ,030 Ln_KM_CV 1,637 ,912 Ln_CSR_CV ,461 ,698 ,211 Dependent Variable: Ln_ROE Sumber: Hasil Penelitian, 2022 Collinearity Statistics Toleranc VIF Sig. 1,292 ,222 -,225 -1,174 ,264 ,903 1,107 -,449 -2,339 ,038 ,901 1,109 1,292 ,222 Dependent Variable: ROE -1,998 ,077 ,708 3,522 ,005 ,493 2,028 ,574 1,795 ,106 ,493 2,028 ,660 ,526 ,493 2,028 Hasil uji multikolinearitas dari Output SPSS tabel di atas menunjukan bahwa semua variabel indepen bernilai VIF <10, ini berarti data terbebas dari multikolinearitas. Model 1 diatas menunjukkan ada variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitability (ROE) dan satu variabel berpengaruh secara siginifikan terhadap profitability (ROE). Koefisien parameter Ae0,118 diberikan oleh variabel GCG dengan tingkat signifikansi 0,264. Koefisien paramater -0,857 dengan tingkat signifikan 0,038 diberikan oleh variabel CSR. Model 2 diatas menunjukkan variabel moderasi company value yang dimasukan dalam model regresi dari ketiga variabel diatas, hasilnya signifikan terhadap LN ROE, mempunyai nilai t hitung 3,522, koefisien parameter 0,105 dengan probabilitas PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 signifikan 0,005 < 0,05. Akan tetapi variabel LN GCG memberikan koefisien parameter 1,637 dengan tingkat signifikansi 0,106, variabel LN CSR memberikan koefisien paramater 0,461 dengan tingkat signifikan 0,526. Kesimpulannya variabel moderasi company value merupakan variabel moderating. Model 2 menunjukkan H1 menguji pengaruh variabel GCG dan CSR terhadap ROE. Dari tabel 8 terlihat bahwa tingkat tidak signifikansi sebesar 0,222, karena tingkat signifikansi lebih dari 0,05 maka hipotesis pertama ditolak. Sedangakan H2 menguji pengaruh variabel company value yang diduga tidak mempengaruhi hubungan antara variabel GCG dan CSR. Sehingga hipotesis kedua ditolak. Pembahasan Fokus pertama dari hasil penelitaian diatas GCG tidak berpengaruh terhadap profitability karena nilai signifikansinya 0,264, seperti hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ulfa . Pengaruh tidak siginifikan terjadi karena manfaat yang dirasakan dari penerapan GCG bersifat jangka panjang, sedangkan nilai profitability merupakan ukuran kinerja yang sifatnya periodik sehingga pengaruhnya tidak dapat dilihat secara langsung. Menurut Effendi . semakin banyak jumlah kepemilikan manajerial maka akan mengalami kesulitan dalam menjalan perannya. Hal ini dapat dilihat buruk bagi investor yang terefleksi dalam profitability (ROE). Fokus kedua dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa CSR berpengaruh terhadap profitability karena nilai signifikansinya 0,038, seperti hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Effendi . Investor memiliki persepsi yang rendah terhadap pengungkapan CSR sebagai bagian dari promosi atau iklan dan menghindari untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan pada laporan tahunan sehingga memicu kualitas pengungkapan CSR yang dipertimbangkan oleh investor untuk menanamkan modal kepada perusahaan. Penelitian Yaparto . menyatakan bahwa pengungkapan CSR dalam laporan keuangan perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROE. Fokus ketiga dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa company value tidak mempengaruhi hubungan antara GCG dan profitability dengan nilai signifikan 0,106. Jika kepemilikan manajerial dari suatu perusahaan tidak cukup kuat atau rendah, maka kepemilikan manajerial tidak akan berpengaruh pada meningkatnya company value. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Melani . bahwa GCG tidak mampu memoderasi company value serta profitability. Penelitian oleh Ulfa . menyatakan bahwa tingkat kepemilikan manajerial tidak selalu berpengaruh terhadap company value ada hubungan negatif antara kepemilikan manajerial dan company value. Pada hipotesis sebelumnya hasil ini mungkin di sebabkan oleh kepemilikan manajerial yang tidak tepat sebagai proksi dari Good Corporate Governance. Fokus keempat dari hasil penelitian diatas bahwa company value tidak mempengaruhi hubungan antara CSR dan profitability dengan signifikan 0,526. , mendukung penelitian yang dilakukan Tambunan . Pengungkapan CSR seharusnya dapat menjadi pertimbangan investor sebelum berinvestasi pada sebuah perusahaan, karena didalamnya mengandung informasi sosial yang telah dilakukan perusahaan untuk merespon permasalahan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor atau PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILY DAN COMPANY VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERATING Nunuk Novianti. Dini Fitrianti JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 2. No. Desember 2022, p 194-205 pemegang saham tidak merespon atas pengungkapan CSR yang telah dilakukan oleh SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisa pembahasan dapat disimpulkan bahwa hipotesa 1 menyatakan bahwa GCG tidak berpengaruh terhadap profitability. Hipotesa 2 menyatakan bahwa CSR berpengaruh terhadap profitability. Company value tidak mempengaruhi hubungan antara GCG dan profitability, artinya hipotesa 3 yang menyatakan bahwa GCG tidak mampu memoderasi company value. Company value tidak mempengaruhi hubungan antara CSR dan profitability, artinya hipotesa 4 yang menyatakan bahwa CSR tidak mampu memoderasi company value. Jumlah sampel yang terbatas 5 perusahaan selama periode 2019-2021 membuat pengaruh GCG dan CSR terhadap ROE yang menunjukan arah negatif tentu belum dapat mewakili perusahaan-perusahaan pada sektor yang sama atau yang lain. Sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan periode waktu yang lebih panjang dan diharapkan mengunakan jumlah sampel perusahaan yang lebih banyak pada sektor yang lebih beragam. Disarankan juga untuk menambahkan variabel yang terkait dengan profitability perusahaan seperti leverage, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, komite audit. Saran bagi perusahaan sebaiknya mengevaluasi kinerjanya secara berkala agar dapat melaksanakan pengungkapan corporate sosial responsibility dengan lebih baik dan meningkatkan profitabilitynya. DAFTAR PUSTAKA