PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO Fifi Ratna Aminati1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang Email : pratajudin18@gmail. Iryani Yuni Yastutik2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang Email : pratajudin18@gmail. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia karena cukup berbahaya. World Health Organization (WHO) menyatakan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Menurut Riskesdas tahun 2018, estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia akibat hipertensi sebesar 63. 620 orang sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427. 218 kematian. Pengendalian dengan non- farmakologi salah satunya dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium contohnya semangka, tomat dan pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah . ampuran semangka pepaya dan tomat pepay. terhadap tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Control Group Design. Populasi adalah seluruh penderita hipertensi yang datanya didapat dari Puskesmas Tanggulangin mencakup klinik, posbindu, pustu masing-masing desa, pengambilan sampel dengan menggunakan metode random alokasi berjumlah 75 orang. Hasil pemberian intervensi jus buah terhadap penderita hipertensi mengalami perubahan penurunan tekanan darah. Kesimpulan gambaran tekanan darah pretest, posttest ke-1 dan posttest ke-2 mengalami perubahan pada masingmasing kelompok, ada perbedaan yang signifikan terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi jus buah . emangka pepaya dan tomat pepay. pada kelompok perlakuan dengan nilai p-value < 0,05, ada pengaruh terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi jus buah . emangka pepaya dan tomat pepay. dengan nilai pvalue < 0,05. Kata Kunci: Tekanan Darah. Hipertensi. Jus Buah. THE EFFECT OF FRUIT JUDGING ON BLOOD PRESSURE OF HYPERTENSION PATIENTS IN THE WORK AREA OF TANGGULANGIN PUBLIC HEALTH, SIDOARJO Hypertension is a non-communicable disease that is one of the leading causes of death worldwide because it is quite dangerous. The World Health Organization (WHO) states that the prevalence of hypertension globally is 22% of the total world population. According to Riskesdas 2018, the estimated number of hypertension cases in Indonesia due to hypertension is 63,309,620 people, while the death rate in Indonesia due to hypertension is 427,218 One of the non-pharmacological controls is consuming foods that contain potassium, for example watermelon, tomatoes and papaya. This study aims to determine the effect of ISSN 2502-1524 Page | 209 Fifi Ratna Aminati Dan Iryani Yuni Yastutik Pengaruh Pemberian Jus Buah Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo giving fruit juice . mixture of watermelon, papaya and papaya tomatoe. on the blood pressure of people with hypertension in the working area of the Tanggulangin Health Center. Sidoarjo Regency. The research design used in this study is the Control Group Design. The population was all patients with hypertension whose data were obtained from the Tanggulangin Health Center including clinics, posbindu, pustu in each village, sampling using the random allocation method amounted to 75 people. The result of giving fruit juice intervention to hypertension sufferers experienced a change in blood pressure reduction. conclusion, the picture of blood pressure pretest, 1st posttest and 2nd posttest changed in each group, there was a significant difference in blood pressure before and after the fruit juice intervention . atermelon papaya and papaya tomat. in the treatment group with a p value -value < 0. 05, there is an effect on blood pressure before and after the intervention of fruit juice . atermelon papaya and tomato papay. with p-value <0. Keywords: Blood Pressure. Hypertension. Fruit Juice. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian terbanyak di dunia. Organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) mengestimasikan saat ini prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Sejumlah penderita tersebut, hanya kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki (Kemenkes RI, 2. Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di seluruh dunia karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal yang mana penyebab kematian utama di dunia (WHO, 2. Kejadian hipertensi ini lebih tinggi terjadi pada penduduk di negara berkembang sebanyak 75% dibandingkan negara maju (Mills et al. , 2. Hal tersebut sesuai dengan data WHO, sekitar 972 orang atau 26,4% orang di seluruh dunia menderita hipertensi, angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari 972 juta penderita hipertensi 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang, termasuk Indonesia (Rachmayanti, 2. Menurut Riskesdas . berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia Ou 18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi di Kalimantan Selatan . ,1%), sedangkan terendah di Papua sebesar . ,2%). Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebesar 63. 620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia Hipertensi kelompok umur 31-44 tahun . ,6%), umur 45-54 tahun . ,3%), umur 55-64 tahun . ,2%). Penyakit dikendalikan dengan cara farmakologi dan non- farmakologi. Pengobatan secara farmakologi yaitu dengan menggunakan obat- obatan antihipertensi atau obat penurun tekanan darah. Obat-obat tersebut diantaranya jenis-jenis obat golongan diuretic, penghambat adrenergic. ACEinhibitor. ARB, antagonis kalsium, dan lain sebagainya (Suwanti & Nugraha. Pengobatan non-farmakologi yang mengkonsumsi bahan makanan dengan kandungan kalium dan memperbanyak asupan serat. Mekanisme serat untuk membantu menurunkan tekanan darah berkaitan dengan asam empedu. Serat Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman : 209-219 pangan mampu mengurangi kadar kolesterol yang bersirkulasi dalam plasma darah, sebab serat pangan bisa mengikat garam empedu, mencegah penyerapan meningkatkan pengeluaran asam empedu lewat feses, sehingga dapat meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam (Kholifah. Bintanah Handarsari, 2. Asupan serat diperoleh dengan mengkonsumsi buah dan sayur. Asupan serat dibutuhkan oleh tubuh sebesar 25 gram/hari (Persagi, 2. Dengan menyumbangkan sebanyak 2,5 gram serat atau Makanan dengan sumber kalium yang mempunyai potensi sangat baik untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, yaitu buah semangka (Citrullus lanatu. , papaya (Carica (Solanum lycopersicu. (Nurrofawansri et al. Buah mengandung lebih banyak kalium daripada semangka merah yaitu sebanyak 0,02454% di dalam semangka kuning dan 0,02093% di dalam semangka merah (Mulyati & Wardatun, 2. Buah pepaya masak memiliki kandungan kalium sebesar 257 mg setiap 100 gr (Gurnita. Wulandari & Widyawati, 2. Tomat mengandung 165 mg kalium dalam 100 gram berat bersih (Kemenkes RI. , 2. Selain mengandung flavonoid yang dapat menghambat aktivitas angiotensin I converting enzyme (ACE) yang berperan dalam pembentukan angiotensin II salah satu penyebab hipertensi (Setyawati. Maryati dan Septian, 2. Tomat mengandung likopen yang merupakan senyawa antioksidan yang mampu menghambat penyerapan oksigen reaktif terhadap endotel yang mengganggu dilatasi pembuluh darah, sehingga menyebabkan hipertensi (Nurrofawansri et , 2. Semangka pepaya dan tomat ISSN 2502-1524 merupakan tanaman yang sangat dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Selain rasanya yang enak dan segar, harganya juga terjangkau, dan mudah dicari. Akan tetapi, pemanfaatannya hanya masih Pengobatan hipertensi dengan buah mungkin banyak yang masih belum mengetahui khasiat buah-buahan untuk mengatasi hipertensi terutama buah semangka kuning, pepaya dan tomat. Untuk terutama penderita agar masyarakat dapat mengaplikasikannya dan juga memberikan terapi alternatif agar penderita tidak bergantung dengan obat-obatan farmakologi yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang METODE Penelitian ini menggunakan desain Pre Exsperimental Design dengan bentuk rancangan One Group Pretest-Postest. Dengan observasi dilakukan sebelum exsperimen (O. disebut pre-test, dan observasi sesudah exsperimen (O. disebut post-test (Hidayat, 2. Perlakuan yang diberikan yaitu memberikan Jus Bayam hijau sebanyak 250 ml atau setara 1 gelas yang diberikan per 2 hari sekali selama 30 Populasi dalam penelitian ini adalah semua seluruh penderita hipertensi yang tercatat melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas di wilayah kerja puskesmas tanggulangin kabupaten sidoarjo yaitu 319 Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara random sampling Dalam penelitian ini alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi. Untuk analisa data pmelitian dilakukan dengan Penelitian menggunakan uji Kruskal-wallis yang merupakan nonparametric test, karena data tidak berdistribusi normal dan yang dilihat Page | 211 Fifi Ratna Aminati Dan Iryani Yuni Yastutik Pengaruh Pemberian Jus Buah Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo adalah nilai p-value. HASIL Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Sebelum Sesudah Diberikan Intervensi (Jus Campuran Semangka Pepaya dan Jus Campuran Tomat Pepay. Perbedaan pemberian jus campuran semangka pepaya dan jus campuran tomat pepaya terhadap penderita hipertensi pada pasien dengan menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk karena saat uji normalitas data berjumlah < 50, diperoleh output test of normality pada lampiran tidak lebih dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa distribusi data tidak Sehingga dalam menganalisis data menggunakan uji non-parametrik yaitu dengan menggunakan uji Friedman untuk mengetahui adanya perbedaan tekanan darah masing-masing kelompok pretest, posttest 1 Kemudian, uji Kruskal-wallis untuk mengetahui adanya pengaruh tekanan darah pretest, posttest 1 dan 2. Tabel 1 Perbedaan hasil pemeriksaan tekanan darah masing-masing kelompok berdasarkan interval waktu Variabel Kelomp Kontrol 0,000 Kelomp Kelomp 0,000 0,000 Sistolok 0,000 0,000 0,000 Diastol Pada hasil pemeriksaan tekanan darah sistolik dan diastolik memiliki nilai p-value < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada menunjukkan perbedaan rata-rata tekanan darah pada penderita hipertensi pretest, posttest 1 dan 2. Tekanan darah sistolik posttest 1 memiliki nilai p-value < 0,05, yang berarti ada perbedaan tekanan darah pada masing-masing kelompok setelah diberikan intervensi hari ke-1. Tekanan darah diastolik pretest memiliki nilai p-value < 0,05, yang berarti ada perbedaan tekanan darah pada masing-masing kelompok sebelum diberikan Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi (Jus Campuran Semangka Pepaya dan Jus Campuran Tomat Pepay. Perbedaan pemberian jus campuran semangka pepaya dan jus campuran tomat pepaya terhadap penderita hipertensi pada pasien denganmenggunakan uji normalitas Shapiro-wilk karena saat uji normalitas data berjumlah < 50, diperoleh output test of normality pada lampiran tidak lebih dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa distribusi data tidak normal. Sehingga dalam menganalisis data menggunakan uji non-parametrik menggunakan uji Friedman untuk mengetahui adanya perbedaan tekanan darah masing-masing kelompok pretest, posttest 1 dan 2. Kemudian, uji Kruskalwallis untuk mengetahui adanya pengaruh tekanan darah pretest, posttest 1 dan 2. Menunjukkan rata-rata tekanan darah setelah pemberian jus buah semangka perbedaan tekanan darah masing-masing pretest, posttest ke-1dan posttest ke-2. pepaya dan tomat pepaya terhadap penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Air Bintunan Kabupaten Bengkulu Utara. Pengaruh pemberian jus buah terhadap tekanan darah sistolik ditunjukkan dengan nilai p-value < 0,05 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman : 209-219 pada perubahan 1, perubahan 2, dan Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus buah terhadap tekanan darah sistolik. Pengaruh pemberian jus buah terhadap tekanan darah diastolik ditunjukkan dengan nilai p-value < 0,05 pada perubahan 1 dan perubahan 2 yaitu hasil pemeriksaan pretest dengan posttest ke-1, dan pretest dengan posttest ke-2, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus buah terhadap tekanan darah diastolik. Tekanan darah diastolik pada perubahan 3 memiliki nilai p-value > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian jus buah terhadap tekanan darah diastolik antara - posttest ke-1 dan ke-2. PEMBAHASAN Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi Pemberian Jus Buah (Campuran Semangka Pepaya dan Tomat Pepay. Terhadap Penderita Hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Pada penelitian ini dilakukan pada 75 orang penderita hipertensi yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok intervensi A dan B masing-masing kelompok sebanyak 25 orang. Usia pasien dalam penelitian ini berkisar antara 30 sampai dengan 60 tahun, yaitu pada fase dewasa dan pra-lansia. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aristoteles, . yang menunjukkan adanya hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi. Tekanan darah orang dewasa akan meningkat seiring bertambahnya usia, hal tersebut terjadi karena fungsi organ tubuh manusia yang semakin melemah. Orang yang berusia di atas 40 tahun akan mengalami kondisi di mana dinding pembuluh darah kehilangan ISSN 2502-1524 Kondisi seperti itu meningkatkan tekanan darah karena darah terus mengalir tanpa adanya dilatasi pembuluh darah. Seiring bertambahnya usia, fungsi normal tubuh berubah. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jannah , . bahwa tekanan darah juga meningkat seiring bertambahnya usia. Zat kolagen menumpuk di lapisan otot, pembuluh darah setelah usia 40 tahun (Amanda & Martini,2. Berdasarkan jenis kelamin pasien pada penelitian ini diketahui sebagian besar adalah perempuan sebanyak 64 orang . ,3%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 orang . ,7%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Apriza, . yang memiliki hormon estrogen dan progesterone yang menjaga pembuluh darah tetap elastis, tetapi saat premenopause, tekanan darah akan meningkat yang disebabkan oleh pembuluh darah menjadi tidak elastis Sejalan pula dengan penelitian Choi , . bahwa disparitas jenis kelamin perempuan dalam status hipertensi lebih dominan daripada lakilaki. Wanita pre-menopause secara bertahap akan mulai kehilangan hormon estrogen yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Proses ini berlanjut saat kadar hormon estrogen berubah secara alami seiring bertambahnya usia pada wanita (Elfandari, 2. Perbedaan Pemberian Jus Buah (Campuran Semangka Pepaya dan Tomat Pepay. Terhadap Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Ada perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok Page | 213 Fifi Ratna Aminati Dan Iryani Yuni Yastutik Pengaruh Pemberian Jus Buah Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo kontrol dan kedua kelompok intervensi yang telah diberikan intervensi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Munir dan Muhajaroh, . tentang efek pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah dengan berat buah 100 gram semangka secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah. Pemberian jus pepaya terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi juga dibuktikan oleh hasil penelitian Adam dan Aswad, . yang diberikan selama 7 hari berturut-turut mampu menurunkan tekanan darah. Pada tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi yang kedua setelah diberikan intervensi berupa jus tomat pepaya dengan perbandingan berat buah tomat 97,5 gr dan pepaya 35 gr, dihaluskan menjadi 90 mL dikonsumsi selama 2 hari berturut-turut perubahan pada tekanan darah. Pemberian menggunakan jus tomat dibuktikan oleh Suwanti & Nugraha, . menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pemberian jus buah tomat terhadap tekanan darah pada lansia. Tidak adanya perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah disebabkan oleh asupan makanan, konsumsi obat anti hipertensi, dan pola istirahat yang kurang baik. Karena melakukan pemeriksaan tekanan darah dalam keadaan setelah beraktivitas baik ringan maupun sedang, peneliti melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan kunjungan rumah pada jam sore hari yaitu jam 16. 30 WIB, yang dimana masyarakat melakukan rumah, memasak dan merumput sehingga pasien kurang waktu istirahat. Faktor lain penyebab tekanan darah tinggi adalah adanya zat sisa yang beracun di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, hati mengeluarkan produk zat sisa dari usus dan kulit, dan ginjal melepaskan sisa metabolisme tubuh dari saluran kemih atau kandung Jika hati dan ginjal tidak metabolisme tubuh, racun akan menyebar ke aliran darah, dan jika darah mengandung racun yang tidak dikeluarkan akan menghambat sirkulasi darah dan akan meningkatkan tekanan darah (Chalik, 2. Kadar kalium darah yang rendah juga menjadi penyebab hipertensi karena efek panjang dari kekurangan kalium akibat asupan kalium yang rendah sehingga menyebabkan retensi natrium dengan merangsang aktivitas trasporter natrium di ginjal. Berikut adalah transporter yang berada di membrane lumen sel tubulus ginjal yaitu sodium-hydrogen exchanger tipe 3 (NHE-. , sodium-potassium chloride cotransporter 2 (NKCC. , sodium chloride cotransporter (NCC), dan epithelial sodium channel (EnaC) serta pompa Na/K ATP-ase di membran Seluruh transporter Na akan meningkatkan reabsorpsi dan retensi Na sehingga volume darah meningkat (Andriani. Pemberian jus semangka pepaya dan tomat pepaya pada penderita hipertensi yang dikonsumsi selama 2 hari berturut-turut memberikan perubahan terhadap tekanan darah sistolik dan Terjadinya tekanan darah pada pasien hal itu dikarenakan adanya kandungan kalium . yang terdapat pada jus buah campuran semangka pepaya sebanyak 409,1 mg dan 304,6 mg pada jus buah campuran tomat pepaya. Mekanisme kalium dalam mengontrol tekanan darah pada tubulus renal K ginjal di tubulus distal. Perubahan kalium serum dapat menyebabkan Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman : 209-219 vasodilatasi yang bergantung pada endotel dengan hiperpolarisasi sel otot polos endotel dan pembuluh darah. Kalium juga dapat menghambat Renin-Angiotensin System (RAS) sehingga terhadi penurunan sekresi penurunan reabsorbsi natrium dan air di ginjal (Staruschenko, 2. Flavonoid yang terkandung dalam semangka dapat menghambat aktivitas angiotensin I converting enzyme (ACE) pembentukan angiotensin II penyebab tekanan darah tinggi. Angiotensin II menyempitkan pembuluh darah, dan ACE inhibitor melebarkan pembuluh darah untuk memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke jantung, mengakibatkan penurunan tekanan darah (Sinurat & Simamora, 2. Pepaya memiliki enzim papain yang sangat aktif dan membantu dalam Tubuh mencerna protein mengeluarkan asam hidroklorat di Papain bekerja memecah protein menjadi arginin. Pembentukan hormon pertumbuhan manusia (HGH) (Kasumayanti, 2. Papain juga membantu memecah makanan yang mengandung protein hingga membentuk senyawa yang bersifat autountixicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi pencernaan yang tidak sempurna dan tidak bermanfaat bagi tubuh, seperti penumpukan lemak yang berlebihan dalam tubuh dikeluarkan dalam bentuk Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak Enzim papain yang ada ditemukan di pembuluh darah akan menempel di sepanjang pembuluh ISSN 2502-1524 darah penyebab arterosklerosis dan menetralkan tekanan darah (Adam & Aswad, 2. Magnesium adalah vasodilator yang mengatur tekanan darah dengan mengurangi kontraktilitas pembuluh Selain itu, magnesium dalam sel endotel manusia dapat merangsang Ketika magnesium meningkat maka dapat bertindak sebagai vasodilator. Di sisi lain, defisiensi magnesium dikaitkan dengan resistensi insulin, merangsang penyerapan glukosa dan meningkatkan Kurangnya terjadinya penyempita dinding arteri dan kapiler sehingga tekanan darah menjadi meningkat. Magnesium juga prostasiklin vasodilator dan NO dengan cara memodulasi reaktivitas dan pergerakan pembuluh darah (Batin , 2. Pengaruh Pemberian Jus Buah (Campuran Semangka Pepaya dan Tomat Pepay. Terhadap Penderita Hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Penurunan tekanan darah setelah diberikan intervensi jus buah semangka pepaya dan jus tomat pepaya, hal ini karena di dalam buah semangka, pepaya dan tomat merupakan buah yang kaya kalium. Kalium mampu menghambat sistem renin-angiotensin, mengurangi sekresi aldosteron, dan mengurangi reabsorpsi natrium dan air di tubulus ginjal. output urin meningkat, volume darah menurun, dan tekanan darah menurun. Selain itu, kalium juga menyebabkan pembuluh darah perifer melebar, menyebabkan penurunan resistensi perifer dan menurunkan tekanan darah. Semangka juga sangat bermanfaat sebagai penawar racun karena mengandung banyak air dan memiliki efek diuretik (Keswara dkk. Page | 215 Fifi Ratna Aminati Dan Iryani Yuni Yastutik Pengaruh Pemberian Jus Buah Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo Penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi disebabkan karena tingginya kandungan likopen pada semangka dan efek diuretik dari semangka kuning itu sendiri. Lycopene memiliki efek antioksidan dan diuretik memperlancar sirkulasi darah. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi (Sulung & Poluan, 2. Semangka adalah sumber alami terkaya L-citrulline, asam amino nonesensial yang bertanggung jawab atas efek hipotensi semangka. Citrulline akan diubah menjadi L-arginin, dan endotel nitric oxide synthase . NOS) mengubah L-arginin menjadi nitric oxide, yang menginduksi relaksasi otot polos pembuluh darah (Lum dkk. Berdasarkan dilakukan oleh Massa dkk. , . Larginin mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan amino ini, yang berfungsi sebagai subsatrat untuk prosuksi endotel dari vasodilator nitrat oksida. Di sisi lain, asupan harian 6 gram asam amino Lcitrulline/ L-arginine dari ekstrak meningkatkan fungsi arteri pada 9 menghasilkan tekanan darah aorta yang lebih rendah. Kandungan serat dalam buah semangka kuning, pepaya dan juga memperlancar aliran darah tersebar Serat mempunyai kaitan dengan asam empedu, serat pangan akan mengurangi mengikat garam empedu, dan dapat mencegah penyerapan kolesterol dalam usus sehingga darah yang pekat akan menjadi lebih encer dan tekanan perifernya kan menjadi lebih berkurang (Kholifah dkk. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Tekanan darah pretest pada masingmasing kelompok tidak ada perbedaan, pada posttest hari ke-1 masing-masing kelompok mengalami penurunan tekanan darah, dan posttest hari ke-2 kelompok intervensi jus semangka pepaya dan kelompok intervensi tomat pepaya kelompok kontrol mengalami kenaikan tekanan darah. Ada perbedaan yang signifikan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan intervensi jus buah . ampuran semangka pepaya dan tomat pepay. dengan nilai pvalue < 0,05. Ada pengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan intervensi jus buah . ampuran semangka pepaya dan tomat pepay. dengan nilai p-value < 0,05. Saran