Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024, pp. 049 Ae 054 PENYIMPANGAN PERILAKU REMAJA PRAKTEK KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RT V RW X KELURAHAN KORONG GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURANJI Ises Reni1. Nurleny2. Dedi Adha3. Mira Andhika4. Zulham Efendi5. Delvi Hamdayani6. Rachmadanur7. Febriyanti8. Yola Yolanda9. Farida Ariyani10 1,2,3,4,5,6,8,9Prodi SI Keperawatan Universitas MERCUBAKTIJAYA 7Poltekes Kemenkes Padang 10Prodi S1 Kebidanan Universitas MERCUBAKTIJAYA E-mail korespondensi: isesreni15@gmail. Abstrak Latar Belakang: Kenakalan remaja adalah tindak perbuatan yang dilakukan anak remaja dan perbuatan melawan hukum yang mana terdapat di dalamnya antisocial, antisusila serta melanggar norma agama, maka kalua dilanggar orang yang sudah menginjak dewasa akan menjadi tindak kejahatan. Beberapa hal yang harus selalu diingat dalam menghadapi remaja yaitu bahwa jiwa remaja adalah jiwa yang penuh gejolak dan lingkungan social juga di tandai dengan perubahan social yang cepat. Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terisap oleh orang-orang disekitarnya. Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia, masa ini meliputi perubahan biologi, perubahan psikologi dan perubahan social. Merokok sekarang ini sudah menjadi trend di kalangan pelajar laki-laki baik siswa SMP maupun SMA bahkan siswa SD pun sudah ada yang mencobanya. Ada beberapa siswa yang nekad melakukan merokok di sekolah sekalipun larangan merokok di sekolah. Metode: Diperlukan edukasi mengenai penyimpangan perilaku remaja di RT V RW X Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Hasil: Terlihat peningkatan pengetahuan remaja tentang penyimpangan perilaku remaja Kata Kunci: Kenakalan Remaja. Merokok Abstract: Background: Juvenile delinquency is an act committed by a teenager and an act against the law which includes anti-social, anti-moral and violating religious norms, so if it is violated by someone who has reached adulthood it will become a crime. Several things that must always be remembered when dealing with teenagers are that the teenage soul is a soul full of turmoil and the social environment is also marked by rapid social change. Smoking behavior is something that a person does in the form of burning and smoking and can produce smoke that can be inhaled by people around them. Adolescence is a period of human development, this period includes biological changes, psychological changes and social changes. Smoking has now become a trend among male students, both middle and high school students, and even elementary school students have tried it. There are some students who are determined to smoke at school even though smoking is prohibited at school. Method: Education is needed regarding deviant adolescent behavior in RT V RW Results: There was an increase in teenagers' knowledge about deviant teenage behavior Keywords: Juvenile Delinquency. Smoking Pendahuluan ISSN: 2797-3239 https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024 pp. 049 - 054 Kenakalan remaja adalah tingkah laku melawan norma yang diperbuat oleh anak yang belum dewasa. Misalnya pengrusakan, kenakalan, kejahatan, pengacuan dan lainlain. Menurut Zubaidah . , kenakalan remajas adalah perilaku jahat, atau kejahatan/kenalalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit . secara social pada anak-anak dan remaja disebabkan oleh satu bentuk pengabdian social, sehingga mereka itu mengembangkan bentuk tingkah laku yang menyimpang. Menurut Nurdin, 2. kenakalan remaja adalah segala tingkah laku yang menyimpang dari normanorma hukum pidana. Kenakalan remaja adalah tindakan oleh seseorang yang belum dewasa yang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itu sendiri jika perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugas hukum dia bisa dikenai tindak perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugas hukum ia bisa dikenai hukuman. Sedangkan menurut Delty Kainama, . kenakalan remaja adalah tindak perbuatan yang dilakukan anak remaja dan perbuatan melawan hukum yang mana terdapat didalamnya antisocial, antisusila serta melanggar norma agama, maka jiak dilanggar orang yang sudah menginjak dewasa akan menjadi tindak kejahatan. Beberapa hal yang harus selalu diingat dalam menghadapi remaja yaitu bahwa jiwa remaja adalah jiwa yang penuh gejolak dan lingkungan social juga ditandai dengan perubahan social yang cepat. Ada beberapa cara penanganan kenakalan remaja menurut para ahli yang dapat di lakukan baik oleh pihak sekolah maupun orang tua (Aqshalnawitri. , 2. Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terisap oleh orang-orang disekitarnya (Delty Kainama. , 2. Sedangkan menurut Andrayani, . merokok adalah perilaku yang komplek, karena merupakan hasil interkasi dari aspek kognitif, kondisi psikologis, dan keadaan fisiologis. Perilaku merokok adalah suatu aktivitas atau tindakan menghisap gulungan tembakau yang tergulung kertas yang telah dibakar dan menghembuskan keluar sehingga dapat menimbulkan asap yang dapat terisap oleh orang-orang disekitarnya serta dapat menimbulkan dampak buruk baik bagi perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologi, perubahan psikologi dan perubahan social. sebagain masyarakat dan budaya masa remaja pada umumnya di mulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Menurut Andrayani, . remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa peralihan yangsecara berangsurangsur mencapai kematangan seksual, mengalami perubahan jiwa dari jiwa kanakkanak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan menjadi relative mandiri. Remaja adalah anak berusia 13-25 tahun, dimana usia 13 tahun merupakan batas usia pubertas pada umumnya, yaitu ketika secara biologis sudah mengalami kematangan seksual dan usia 25 tahun adalah usia ketika mereka pada umumnya secara social dan psikologis mampu mandiri. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024 pp. 049 - 054 Merokok sekarang ini sudah menjadi trend di kalangan pelajar laki-laki baik siswa sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA), bahkan siswa sekolah dasar (SD) pun sudah ada yang mencobanya. Ada beberapa siswa yang nekad melakukan merokok di sekolah sekalipun larangan merokok di sekolah sudah dilakukan secara ketat. Dengan adanya beberapa siswa yang setiap harinya merokok di sekolah pada waktu istirahat pertama sambil makan diwarung dekat sekolah dan sebagian sembunyi duduk di salah satu warung tetangga sekolah. Para siswa ini sudah kecanduan sehingga tidak mampu menahan rasa ingin merokoknya. Hasil penelitian Zubaidah . menemukan ada nya hubungan yang kuat antara kenakalan remaja dengan kebiasaan mereka merokok dengan p value 0,001 . < 0,. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Salamor, . mengatakan bahwa kenakalan remaja yang terjadi pada anak sekolah dilatar belakangi oleh faktor internal maupun faktor eksternal, untuk itu diperlukan upaya penanggulangan yang baik serta kerja sama dari semua pihak baik orang tua, guru maupun masyarakat dilingkungan sekitar demi mengurangi terjadinya kenakalan remaja bagi anak. Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah remaja yang berada di RT V RW X Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji, terdapat 20 orang remaja. Rentang usia remaja pada wilayah ini bekisar antara 13-22 tahun. Dari fakta dan fenomen di atas, maka penulis memiliki solusi permasalahan adalah dengan memberikan edukasi tentang perilaku penyimpangan remaja. Metode Pelaksanaan Berdasarkan analisa situasi dan permasalahan mitra diatas, upaya yang akan dilakukan tim adalah edukasi perilaku penyimpangan remaja. Sasaran utama dari program ini adalah remaja itu sendiri. Untuk menjabarkan langkah kegiatan adalah sebagai berikut: Tabel 1. Solusi Permasalahan Mitra Kegiatan Tujuan Aktifitas Pretest menggali Edukasi Mengetahui pengetahuan C Ceramah penyimpangan remaja yang remaja tentang narkoba dan C Diskusi berisikan tentang narkoba, merokok sebelum diberikan C Tanya jawab merokok yang berkaitan edukasi tentang pengertian, jenis, gejala, faktor dan penyebab penyalahgunaan narkoba, dampak narkoba. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024 pp. 049 - 054 Post test menggali Edukasi penyimpangan remaja yang berisikan tentang narkoba, merokok yang berkaitan tentang pengertian, jenis, gejala, faktor dan penyebab penyalahgunaan narkoba, dampak narkoba. Mengetahui pengetahuan remaja tentang narkoba dan merokok setelah diberikan C Ceramah Diskusi Tanya jawab Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2024 di Mushala Nurul Jihad RT V RW X Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Kegiatan dimulai dengan pretest mengenai pengetahuan remaja mengenai Edukasi penyimpangan remaja yang berisikan tentang narkoba, merokok yang berkaitan tentang pengertian, jenis, gejala, faktor dan penyebab penyalahgunaan narkoba, dampak narkoba setelah dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang penyimpangan remaja, materi yang diberikan mengenai merokok dan narkoba. Tabel 2. Pengetahuan Remaja Sebelum Di Berikan Edukasi Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jumlah Frekuensi Persentase Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagai besar remaja . %) tidak paham mengenai penyimpangan perilaku remaja. Remaja yang memiliki pengetahuan yang tinggi senilai . %) dan yang memiliki pengetahuan sedang . %). Tabel 3. Pengetahuan Remaja Setelah Diberikan Edukasi Tingkat Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Jumlah Frekuensi Persentase Pada tabel di atas dapat dilihat setelah diberikan edukasi tentang penyimpangan perilaku remaja didapatkan hasil remaja yang memiliki pengetahun tinggi . %), remaja yang memiliki pengetahuan sedang . %) dan remaja yang masih memiliki pengetahuan rendah . %). Terlihat jelas bahwa edukasi atau pengetahuan yang diberikan kepada remaja akan mengubah cara pandang dan pola piker remaja mengenai dampak dari kenakalan remaja yang akan berdampak kepada kehidupan mereka ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2024 pp. 049 - 054 Diskusi Pada tabel 2 di atas terlihat peningkatan pengetahuan remaja mengenai peyimpangan perilaku remaja. Hal ini sesuai dengan penelitian Rezeki, . , yang mengatakan bahwa perlu adanya peningkatan pengetahuan untuk membentuk tatanan kehidupan yang seimbang hingga terciptanya keselarasan dalam peningkatan derajat kesehatan bagi manusia. Dalam kehidupan remaja perlu adanya pengontrolan pada remaja agar proses pertumbuhan pada anak remaja menjadi lebih baik serta dianjurkan untuk keluarga agar berperan aktif dalam menstimulasi dan memantau proses perkembangan anak remaja mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang menjelaskan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui penyuluhan yang dilakukan pada remaja. Pengetahuan dimiliki seseorang karena adanya pemberian informasi. Informasi merupakan sebuah pesan kepada sang pengirim kepada penerima, yang diperlukan dalam rangka menciptakan pemikiran, hal yang baru yang akan membuat remaja itu berkembang secara pola pikir dan cara pandang mereka terhadap masa depan (Tyoningsih et al. , 2. Pengetahuann tentang rokok adalah informasi yang dimiliki oleh seseorang tentang zat-zat yang dikandung oleh rokok, penyakit yang diakibatkan merokok dan pengetahuan umum seputar rokok yaitu seperti akibat rokok pada remaja serta perokom pasif, prevalensi jumlah perokok remaja di negara-negara berkembang, aturan periklanan rokok dan hari bebas rokok sedunia (Andrayani et al. , 2. Kesimpulan dan Saran Masa remaja sering dikenal dengan isitilah masa pemberontakan. Pada masamasa ini, seorang anak yang baru mengalami puberitas sering kali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah atau di lingkungan pertemanannya. Banyak anak remaja dan anak dibawah umur sudah mengenal rokok dan narkoba. Kegiatan edukasi kenakalan remaja ini berjalan dengan baik dan sesuais dengan rencana program yang telah dibuat. Hasil dari kegiatan program edukasi kenakalan remaja ini dapat dipahami oleh semua remaja yang ada. Ucapan Terima Kasih