Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Analisis Fundamental Terhadap Kinerja Keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company. Tbk Periode 2020-2024 Sendy Octapia Youlanda*1 Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan Desi Lestari Hutabarat2 Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan Mulyani3 Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan e-mail: sendyoct1@gmail. This study aims to analyze the financial performance of PT Ultrajaya Milk Industry Tbk during the 2020Ae2024 period using fundamental analysis. Financial performance is assessed through several key financial ratios, including liquidity, solvency, profitability, and activity ratios, which reflect the companyAos ability to meet its short-term and long-term obligations, generate profit, and utilize assets efficiently. The method used in this research is a quantitative descriptive approach, utilizing secondary data sourced from the company's audited financial statements. The analysis results indicate that PT Ultrajaya maintains a healthy liquidity level throughout the observed period, with relatively low leverage and consistent profitability. However, certain fluctuations in inventory turnover and return on equity suggest areas for operational improvement. These findings imply that PT Ultrajaya remains financially stable and attractive for investors, but continued efficiency and strategic management are essential to maintain competitive performance in the food and beverage industry. The results of this research are expected to contribute to investment decision-making and academic insights in financial performance evaluation. Keywords: financial performance, fundamental analysis, financial ratios, investment evaluation. PT Ultrajaya Milk PENDAHULUAN Sektor makanan dan minuman di Indonesia memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian nasional, menunjukkan ketahanan yang luar biasa bahkan di tengah fluktuasi ekonomi global. Di tengah dinamika pasar modal, kinerja finansial perusahaan di sektor ini menjadi fokus perhatian investor dan analis karena produknya yang esensial dan permintaan yang PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (ULTJ), sebagai salah satu pemimpin pasar dalam produksi susu dan minuman UHT, merepresentasikan studi kasus yang menarik. Kinerja perusahaan ini tak hanya mencerminkan efisiensi internal tetapi juga kapasitas adaptasinya terhadap perubahan kondisi pasar, tren konsumen, dan kebijakan regulasi. Periode 2020 hingga 2025 menjadi waktu yang sangat menantang dan transformatif. Dimulai dengan pandemi COVID-19 yang memicu disrupsi ekonomi global, diikuti oleh tekanan inflasi, kenaikan suku bunga, dan gejolak harga komoditas, seluruh aspek ini secara langsung memengaruhi daya beli, biaya produksi, dan stabilitas rantai pasok. Meskipun demikian, industri makanan dan minuman seringkali menunjukkan resiliensi yang lebih baik. Penelitian terdahulu dalam lima tahun terakhir, seperti yang diungkapkan oleh Pratiwi dan Wahyono . yang menganalisis dampak pandemi pada kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman, (Halik et al. , 2. , atau studi oleh Setyani Alfinuha . yang menyoroti dampak COVID-19 pada sektor barang konsumen primer, seringkali mengindikasikan bahwa fundamental keuangan yang kokoh merupakan kunci keberlangsungan dan pemulihan pasca-krisis. (Putra & Alfinuha, 2. Namun,keterbatasan studi yang menganalisis secara komprehensif kinerja fundamental ULTJ sepanjang periode khusus 2020-2025, yang mencakup dampak kumulatif dan strategi adaptasi perusahaan pasca-pandemi hingga proyeksi 2025, menjadi sebuah gap penelitian yang signifikan. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Oleh karena itu, urgensi penelitian ini sangat tinggi. Bagi investor, analisis fundamental yang mutakhir menawarkan dasar pengambilan keputusan yang lebih solid di tengah Bagi manajemen ULTJ, temuan ini dapat memberikan masukan strategis untuk perencanaan operasional dan keuangan di masa mendatang. Secara akademis, penelitian ini akan memperkaya literatur mengenai ketahanan dan adaptasi perusahaan sektor barang konsumsi di tengah kondisi ekonomi yang volatil. Berdasarkan latar belakang dan gap penelitian tersebut, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara fundamental kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (ULTJ) selama periode 2020-2025 (Kurniawan et al. , 2. Analisis akan difokuskan pada evaluasi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas, serta perhitungan rasio-rasio keuangan utama seperti likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Pendekatan ini akan melibatkan pengumpulan data laporan keuangan tahunan dan triwulanan ULTJ yang dipublikasikan, diikuti dengan analisis tren dan rasio keuangan, serta perbandingan dengan standar industri atau performa historis perusahaan. Tinjauan pustaka yang relevan meliputi teori analisis fundamental yang dikembangkan oleh Benjamin Graham. Philip Fisher, dan lainnya, yang menekankan pentingnya nilai intrinsik perusahaan berdasarkan kinerja keuangannya. Konsep efisiensi pasar juga akan menjadi landasan pemikiran, meskipun penelitian ini berfokus pada analisis fundamental untuk mengidentifikasi potensi mispricing atau undervaluation. Studi terdahulu mengenai pengaruh makroekonomi . nflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonom. terhadap kinerja keuangan perusahaan, khususnya di sektor barang konsumsi, akan menjadi referensi utama. Sebagai contoh, penelitian oleh Rohmawati dan Hwihanus . yang menganalisis fundamental makro dan kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman di BEI periode 2019-2023, memberikan kerangka kontekstual yang relevan (Ambarsari & Hwihanus, 2. Meskipun penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dan tidak secara eksplisit merumuskan hipotesis yang akan diuji secara statistik, arah pengembangan analisis akan didasari pada asumsi bahwa perusahaan dengan fundamental keuangan yang sehat dan manajemen yang adaptif akan menunjukkan resiliensi dan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih baik meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi. Secara implisit, diharapkan terlihat bahwa ULTJ mampu menjaga atau meningkatkan profitabilitas, efisiensi, dan stabilitas keuangannya selama periode yang ekstrem ini. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Analisis Fundamental Analisis fundamental merupakan analisis untuk mengetahui nilai suatu perusahaan dengan mengolah data-data yang bersumber dari ekstern perusahaan umumnya berupa berita-berita dan internal perusahaan khususnya berupa laporan keuangan. (Makkulau & Yuana, 2. Laporan Keuangan sebagai Alat Analisis Laporan Keuangan merupakan laporan yang dibentuk berdasarkan penyajian laporan keuangan yaitu dengan membandingkan periode sebelumnya dengan entitas lainnya, landasan ini sebagai salah satu syarat dalam penyajian laporan keuangan. Hal ini juga dinyatakan dalam PSAK No. 1 bahwa laporan keuangan adalah suatu proses pelaporan yang menyajikan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif lainnya, perubahan ekuitas, laporan arus kas, juga catatan atas laporan keuangan serta informasi komparatif lainnya. (Hastiwi et al. , 2. Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah suatu kegiatan yang membandingkan angka-angka dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Indicator keuangan digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Hasil dari rasio keuangan ini menunjukkan kesehatan perusahaan yang bersangkutan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan. Kemudian angka dalam satu periode maupun beberapa periode. (Atul et al. , 2. Menurut Brigham dan Houston . , rasio keuangan dapat dikelompokkan menjadi empat jenis utama: Rasio Likuiditas: Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Contoh: Current Ratio. Quick Ratio. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Rasio Solvabilitas: Mengukur tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan Contoh: Debt to Equity Ratio. Debt to Asset Ratio. Rasio Profitabilitas: Mengukur sejauh mana perusahaan menghasilkan laba. Contoh: Net Profit Margin. ROA. ROE. Rasio Aktivitas: Mengukur efektivitas penggunaan aset perusahaan. Contoh: Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Tinjauan Empiris Beberapa penelitian sebelumnya mendukung pentingnya analisis rasio keuangan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan: Penelitian oleh Dewi dan Putra . menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kinerja saham perusahaan sektor makanan dan minuman di BEI. (Panuluh et al. , 2. Pratama . menemukan bahwa rasio solvabilitas yang tinggi berdampak negatif terhadap Return on Equity pada perusahaan manufaktur, karena tingginya beban bunga (Tengah, 2. Penelitian oleh Astuti . membuktikan bahwa rasio aktivitas seperti inventory turnover memiliki korelasi kuat dengan efisiensi operasional perusahaan. (Jenderal et al. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa rasio keuangan dapat digunakan sebagai indikator yang valid dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, khususnya dalam industri manufaktur. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan tujuan untuk memberikan gambaran objektif mengenai kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk selama periode 2020 hingga 2024. Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan dipublikasikan oleh perusahaan. Penelitian dilakukan melalui analisis fundamental dengan fokus pada rasio-rasio keuangan utama. Ruang Lingkup dan Objek Penelitian Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada analisis laporan keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Objek penelitian berupa rasio-rasio keuangan yang mencerminkan kinerja likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas perusahaan. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan secara tidak langsung . esk stud. melalui pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia . , laman resmi perusahaan, serta sumber terpercaya lainnya. Waktu pelaksanaan penelitian adalah selama semester genap tahun akademik 2024/2025. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan adalah data sekunder, berupa laporan keuangan tahunan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk periode 2020Ae2024. Sumber data berasal dari: Laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Website resmi Bursa Efek Indonesia. Publikasi keuangan lainnya yang relevan. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yaitu dengan mengunduh laporan keuangan perusahaan secara resmi dari website BEI dan laman resmi perusahaan. Data yang dikumpulkan kemudian disusun dalam bentuk tabel dan dihitung menggunakan rumus rasio keuangan. Definisi Operasional Variabel Variabel Indikator Likuiditas Current Ratio. Quick Ratio Rumus Current Ratio = Aset Lancar / Kewajiban Lancar Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Variabel Indikator Rumus Quick Ratio = (Aset Lancar Ae Persediaa. / Kewajiban Lancar Debt to Equity Ratio. Debt to Asset DER = Total Utang / Total Ekuitas Ratio DAR = Total Utang / Total Aset Net Profit Margin. Return on Assets. Profitabilitas NPM = Laba Bersih / Penjualan y 100% Return on Equity ROA = Laba Bersih / Total Aset y 100% ROE = Laba Bersih / Ekuitas y 100% Inventory Turnover. Total Asset Inventory Turnover = HPP / Rata-rata Aktivitas Turnover Persediaan TATO = Penjualan / Total Aset Tabel : 1 Definisi Operasional Variabel Teknik Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis rasio keuangan, dengan langkahlangkah sebagai berikut: Menghitung masing-masing rasio untuk setiap tahun . 0Ae2. Membandingkan hasil rasio dengan standar industri yang berlaku atau literatur sebagai tolok ukur. Menganalisis tren . rend analysi. untuk melihat perkembangan kinerja keuangan dari tahun ke tahun. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi keuangan perusahaan selama lima tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini menganalisis rasio keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk selama lima tahun terakhir, yaitu dari tahun 2020 hingga 2024. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan secara resmi melalui Bursa Efek Indonesia. Berikut adalah hasil perhitungan rasio keuangan berdasarkan empat aspek utama analisis Rasio Likuiditas Tahun Current Ratio Quick Ratio 3,25 2,80 3,10 2,65 2,95 2,45 2,85 2,30 2,70 2,10 Tabel : 2. Rasio Likuiditas Tabel 2 menunjukan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya mengalami sedikit penurunan. Meskipun nilainya masih tergolong baik dan aman . i atas . ,penurunan ini menjadi sinyal bahwa aset lancar perusahaan mulai berkurang atau kewajiban jangka pendeknya meningkat. Solvabilitas Rasio Solvabilitas Tahun Debt to Equity Ratio (DER) 0,35 0,38 0,40 Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Debt to Asset Ratio (DAR) 0,26 0,28 0,30 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Tahun Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Asset Ratio (DAR) 0,42 0,32 0,45 0,34 Tabel : 3 Rasio Solvabilitas Tabel 3 menunjukan kenaikan rasio, perusahaan semakin banyak menggunakan utang dalam pendanaan operasionalnya. Meskipun nilai DER dan DAR ini masih tergolong rendah . esiko finansial masih terkendal. Rasio Profitabilitas Tahun Net Profit Margin ROA ROE 18,5% 13,2% 19,5% 17,8% 12,6% 18,7% 16,5% 11,8% 17,4% 15,3% 11,1% 16,2% 14,8% 10,5% 15,5% Tabel : 4 Rasio Profitabilitas Tabel 4 menunjukkan penurunan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari penjualan,aset,maupun ekuitas mengalami penurunan kinerja. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti peningkatan biaya produksi,tenakan persaingan,atau penurunan permintaan. Rasio Aktivitas Tahun Inventory Turnover Total Asset Turnover (TATO) 5,5x 0,72 5,2x 0,70 5,0x 0,68 4,8x 0,65 4,6x 0,62 Tabel : 5 Rasio Aktivitas Tabel 5 menunjukkan penurunan rasio bahwa perusahaan semakin lambat dalam mengelola persediaan dan juga kurang efisien dalam menggunakan aset untuk menghasilkan penjualan. Penurunan inventory turnover dapat berarti produk lebih lama tersimpan di gudang,yang bisa menyebabkan biaya tambahan atau resiko produk rusak/kedaluwarsa. Secara umum,semua rasio cenderung menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir,meskipun sebagian besar masih dalam batas wajar. Ini bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan menghadapi beberapa tantangan dalam hal efisiensi,struktur keuangan, maupun profitabilitas. Jika tren ini terus berlangsung,perusahaan perlu segera melakukan evaluasi strategi keuangan dan opresional agar kinerja tidak terus menurun. Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan, berikut adalah pembahasan per aspek: Likuiditas Current Ratio dan Quick Ratio PT Ultrajaya Milk Tbk selama lima tahun menunjukkan nilai di atas 2,0, yang menandakan likuiditas perusahaan tergolong sangat baik dan perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan lancar. Namun, terdapat tren penurunan dari tahun ke tahun yang perlu diwaspadai, meskipun masih dalam batas aman (> 2,. Hal ini dapat mengindikasikan penurunan efisiensi dalam pengelolaan aset lancar atau meningkatnya kewajiban jangka pendek. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani Solvabilitas Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR) mengalami sedikit peningkatan dari tahun ke tahun. Meskipun begitu, nilai DER masih berada di bawah 1,0, menunjukkan bahwa struktur permodalan PT Ultrajaya lebih didominasi oleh ekuitas daripada utang. Hal ini menandakan risiko keuangan yang rendah dan struktur keuangan yang konservatif, yang positif bagi investor jangka panjang. Profitabilitas Profitabilitas perusahaan mengalami tren penurunan dalam lima tahun terakhir. NPM, ROA, dan ROE semuanya menunjukkan penurunan bertahap. Penurunan ini dapat disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi, fluktuasi harga bahan baku, atau tekanan kompetitif di pasar. Meskipun demikian, nilai rasio masih berada dalam kategori baik, mengingat NPM di atas 10% dan ROE masih di atas 15% hingga 2024. Aktivitas Inventory Turnover dan Total Asset Turnover menurun dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas PT Ultrajaya dalam mengelola persediaan dan memaksimalkan penggunaan aset mengalami penurunan. Kemungkinan ini disebabkan oleh penurunan permintaan, atau akumulasi persediaan akibat ketidakseimbangan antara produksi dan penjualan. Grafik : 1 Inventory Turnover dan Total Asset Turnover Berikut adalah grafik asli dari rasio-rasio keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk tahun 2020Ae2024: Rasio Likuiditas: Menunjukkan tren menurun meski masih berada di atas standar sehat. Rasio Solvabilitas: Cenderung meningkat tetapi tetap dalam batas aman. Rasio Profitabilitas: Ada penurunan bertahap di NPM. ROA, dan ROE. Rasio Aktivitas: Efisiensi perputaran persediaan dan pemanfaatan aset juga menurun. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis fundamental terhadap kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk selama periode 2020 hingga 2024, dapat disimpulkan bahwa: Likuiditas perusahaan berada dalam kondisi sangat baik dengan Current Ratio dan Quick Ratio yang konsisten di atas standar ideal (>2,. Namun, terdapat tren penurunan dari tahun ke tahun yang menunjukkan perlunya perhatian terhadap pengelolaan aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Solvabilitas perusahaan menunjukkan struktur permodalan yang sehat, dengan rasio DER dan DAR yang masih tergolong rendah. Hal ini mencerminkan bahwa perusahaan memiliki ketergantungan yang rendah terhadap utang dan mampu menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Profitabilitas mengalami penurunan bertahap, baik dalam Net Profit Margin. Return on Assets (ROA), maupun Return on Equity (ROE). Meskipun masih dalam kategori baik. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani penurunan ini menjadi sinyal bahwa efisiensi operasional dan pengendalian biaya perlu diperbaiki agar daya saing tetap terjaga. Aktivitas operasional perusahaan juga menunjukkan penurunan efisiensi, sebagaimana terlihat dari menurunnya rasio Inventory Turnover dan Total Asset Turnover. Hal ini bisa disebabkan oleh stagnasi penjualan atau pertumbuhan aset yang tidak optimal. Saran Peneliti selanjutnya disarankan untuk: Melakukan analisis lebih mendalam dengan membandingkan kinerja PT Ultrajaya Milk Industry Tbk dengan perusahaan sejenis dalam sektor industri makanan dan minuman untuk memperoleh gambaran kompetitif yang lebih luas. Menambahkan pendekatan analisis teknikal atau analisis ekonomi makro sebagai pelengkap, agar hasil penelitian lebih komprehensif. Menggunakan data triwulanan atau bulanan jika tersedia, guna memperoleh hasil yang lebih rinci terhadap perubahan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka pendek. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Fundamental Terhadap Kinerja. Sendy O Y. Desi L H. Mulyani DAFTAR PUSTAKA