SOSIALISASI MASYARAKAT PESISIR TENTANG PENTINGNYA KONSUMSI IKAN SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) DI LOMBOK TIMUR. NUSA TENGGARA BARAT Laily Fitriani Mulyani. Muhammad Sumsanto. Thoy Batun Citra Rahmadani. Wastu Ayu Diamahesa. Rangga Idris Affandi. Damai Diniariwisan Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Email Korespondensi: lailyfitriani@unram. Keyword : Abstrak: MPASI. Ikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Gizi, masyarakat pesisir di Lombok Timur tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai Sosialisasi. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dalam upaya pencegahan stunting. Masyarakat Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi pengolahan ikan menjadi Pesisir. MPASI, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan ibu hamil, ibu Lombok menyusui, keluarga dengan anak usia 6-24 bulan, dan kader posyandu. Hasil Timur, kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang Stunting gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, manfaat ikan, dan cara pengolahan ikan untuk MPASI . < 0,. Hasil FGD juga mengindikasikan perubahan sikap dan perilaku positif terhadap konsumsi ikan sebagai MPASI, seperti peningkatan kesadaran, kepercayaan diri, dan adopsi resep-resep baru. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan antara lain dukungan tokoh masyarakat dan kader posyandu, partisipasi aktif peserta, dan materi yang relevan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan ekonomi dan mitos yang salah tentang ikan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa sosialisasi dan demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat ikan sebagai MPASI. Disarankan adanya program berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas ikan, diversifikasi produk olahan ikan, dan pendidikan gizi, serta pelibatan aktif stakeholder dan pengembangan media informasi. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Mulyani. Sumsanto. Rahmadhani. Diamahesa. Affandi. Diniariwisan. Sosialisasi Masyarakat Pesisir Tentang Pentingnya Konsumsi Ikan Sebagai Makanan Pendamping Asi (MPASI) Di Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 5. , 62-70. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. PENDAHULUAN Gizi yang optimal pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak konsepsi hingga anak berusia dua tahun, merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal (UNICEF, 2. Periode ini adalah masa kritis di mana kekurangan gizi dapat menyebabkan dampak yang ireversibel, seperti stunting, gangguan perkembangan kognitif, dan peningkatan risiko penyakit kronis di kemudian hari (Black et al. , 2. Salah satu upaya untuk memastikan kecukupan gizi pada periode ini adalah melalui pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang adekuat dan bergizi seimbang, mulai usia 6 bulan (WHO, 2. Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5%, meskipun telah terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (Kemenkes RI. Lombok Timur, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga menghadapi tantangan yang sama. Data dari Dinas Kesehatan Lombok Timur menunjukkan bahwa prevalensi stunting di wilayah ini masih berada di atas rata-rata nasional (Dinkes Lombok Timur. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Lombok Timur antara lain adalah kurangnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan praktik pemberian makan yang tidak tepat (Bappeda Lombok Timur, 2. Ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya akan asam amino esensial, asam lemak omega-3, vitamin . eperti vitamin D dan B. , dan mineral . eperti zat besi, yodium, dan seleniu. yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak (FAO, 2. Asam lemak omega-3, khususnya DHA . ocosahexaenoic aci. , berperan penting dalam perkembangan otak dan fungsi kognitif anak (Guesnet & Brenna, 2. Zat besi dan yodium juga esensial untuk mencegah anemia defisiensi besi dan gangguan perkembangan mental akibat kekurangan yodium (WHO, 2. Oleh karena itu, ikan merupakan pilihan yang sangat baik sebagai salah satu komponen MPASI. Meskipun Lombok Timur merupakan wilayah pesisir yang kaya akan sumber daya perikanan, konsumsi ikan di kalangan masyarakat, terutama sebagai MPASI, masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh tim pengabdi, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi kondisi ini, antara lain: . kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat ikan sebagai MPASI, . adanya mitos-mitos yang salah tentang pemberian ikan pada bayi dan anak-anak, . keterbatasan ekonomi yang mempengaruhi akses terhadap ikan berkualitas, dan . kurangnya variasi dalam pengolahan ikan sehingga anak-anak kurang tertarik (Data Tim Pengabdi. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi dari Universitas Mataram berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir Lombok Timur tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai MPASI. Kegiatan ini meliputi sosialisasi tentang manfaat gizi ikan, demonstrasi pengolahan ikan menjadi menu MPASI yang praktis dan menarik, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menggali informasi lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam peningkatan konsumsi ikan sebagai MPASI di wilayah ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pesisir Lombok Timur dapat memperoleh informasi yang akurat dan keterampilan yang memadai untuk memberikan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. MPASI yang bergizi seimbang, termasuk ikan, kepada anak-anak mereka, sehingga dapat berkontribusi pada upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur. Tujuan Kegiatan Memberikan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai kandungan gizi ikan . rotein, asam lemak omega-3, vitamin, minera. dan manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi dan anak-anak. Mengoreksi mitos-mitos yang salah dan kekhawatiran yang tidak berdasar terkait pemberian ikan sebagai MPASI. Meningkatkan pemahaman tentang jenis-jenis ikan lokal yang aman dan bergizi untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan masyarakat sasaran secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan pendampingan. Lokasi dan Waktu Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki tingkat konsumsi ikan sebagai MPASI yang rendah dan prevalensi stunting yang relatif tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2025, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 2 hari. Sasaran Sasaran dari kegiatan ini adalah: Ibu hamil dan ibu menyusui: 20 orang. Keluarga yang memiliki anak usia 6-24 bulan: 15 keluarga. Kader posyandu: 5 orang. Tokoh masyarakat: 3 orang. Total peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 55 orang. Tahapan Kegiatan Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: Tahap Persiapan: Koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan kader posyandu untuk mendapatkan dukungan dan izin pelaksanaan kegiatan. Penyusunan materi sosialisasi dan demonstrasi yang relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat sasaran. Penyiapan alat dan bahan untuk demonstrasi pengolahan ikan menjadi MPASI. Penyusunan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Penyusunan panduan diskusi kelompok terfokus (FGD). Tahap Pelaksanaan: Sosialisasi: Penyampaian materi tentang: Pentingnya gizi pada 1000 HPK dan dampaknya pada tumbuh kembang anak. Manfaat ikan sebagai sumber protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang penting untuk MPASI. Jenis-jenis ikan lokal yang aman dan bergizi untuk dikonsumsi sebagai MPASI. Cara memilih, menyimpan, dan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. mengolah ikan yang benar dan aman. Pentingnya pemberian MPASI yang bervariasi dan bergizi Demonstrasi: Memperagakan cara mengolah ikan menjadi berbagai menu MPASI yang sederhana, praktis, bergizi, menarik, dan disukai anak-anak. Contoh menu yang didemonstrasikan antara lain: bubur ikan, tim ikan, sup ikan, nugget ikan, dan bakso ikan. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba langsung mengolah ikan menjadi MPASI di bawah bimbingan tim pengabdi. Diskusi Kelompok Terfokus (FGD): Melakukan diskusi interaktif dengan peserta untuk menggali informasi tentang: Kebiasaan makan dan pemberian MPASI di keluarga. Pengetahuan dan pemahaman tentang gizi dan manfaat ikan sebagai MPASI. Tantangan dan hambatan dalam memberikan ikan sebagai MPASI. Harapan dan saran untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai MPASI. Tahap Evaluasi: Pengisian pre-test dan post-test oleh peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan tentang gizi. MPASI, dan manfaat ikan. Observasi partisipasi dan keaktifan peserta selama kegiatan sosialisasi dan demonstrasi. Pengumpulan data dari hasil FGD untuk menganalisis persepsi, sikap, dan praktik masyarakat terkait konsumsi ikan sebagai MPASI. Penyebaran kuesioner survei kepuasan peserta untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap kegiatan pengabdian. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi: Pre-test dan Post-test: Kuesioner dengan pertanyaan pilihan ganda dan esai untuk mengukur pengetahuan peserta tentang gizi. MPASI, dan manfaat ikan. Lembar Observasi: Digunakan untuk mencatat partisipasi dan keaktifan peserta selama kegiatan sosialisasi dan demonstrasi. Panduan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD): Berisi daftar pertanyaan terbuka untuk memandu diskusi dan menggali informasi dari peserta. Kuesioner Survei Kepuasan Peserta: Berisi pertanyaan tertutup dan terbuka untuk mengukur tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pengabdian. Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dari pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Data kualitatif dari hasil FGD dan survei kepuasan peserta dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan tren yang Tim Pelaksana Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari 7 orang, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dari Universitas Mataram. Tim pelaksana memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang gizi, kesehatan masyarakat, perikanan, dan pemberdayaan HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil dari kegiatan sosialisasi dan demonstrasi MPASI berbasis ikan, serta analisis dan interpretasi terhadap hasil tersebut. Data yang disajikan meliputi karakteristik peserta, peningkatan pengetahuan peserta, perubahan sikap dan perilaku, serta faktor pendukung dan penghambat. Karakteristik Peserta Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. Tabel 1 menyajikan karakteristik peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan demonstrasi MPASI berbasis ikan. Karakteristik Kategori Jumlah . Persentase (%) Usia . >35 Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Pendidikan Terakhir Pekerjaan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. Karakteristik Kategori Jumlah . Persentase (%) Ibu Rumah Tangga Nelayan Petani Pedagang Lainnya <6 bulan 6-12 bulan 13-24 bulan Jumlah Anak Usia Anak Terkecil Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. Berdasarkan Tabel 1, mayoritas peserta berusia antara 26-30 tahun . 50%), dengan tingkat pendidikan terakhir didominasi oleh SMA . 50%). Sebagian besar peserta berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga . 00%) dan memiliki 2 anak . 00%). Karakteristik ini penting untuk dipertimbangkan dalam merancang strategi komunikasi dan penyampaian materi yang efektif. Peningkatan Pengetahuan Peserta Tabel 2 menyajikan hasil analisis pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta tentang gizi. MPASI, dan manfaat ikan. Aspek Pengetahuan Skor Rata-rata Skor Rata-rata Peningkatan Pre-test Post-test Skor P-value Gizi pada 1000 HPK Manfaat Ikan Pengolahan Ikan MPASI Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta tentang gizi pada 1000 HPK, manfaat ikan, dan pengolahan ikan untuk MPASI setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan demonstrasi . < 0,. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat sasaran. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh [Sitasi Penelitian Lai. yang menunjukkan bahwa intervensi edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan. Perubahan Sikap dan Perilaku Data dari hasil FGD menunjukkan adanya perubahan sikap dan perilaku peserta terhadap konsumsi ikan sebagai MPASI. Beberapa tema yang muncul dari hasil FGD antara lain: Peningkatan Kesadaran: Peserta menyadari pentingnya memberikan ikan sebagai MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Perubahan Persepsi: Peserta tidak lagi khawatir tentang mitos-mitos yang salah tentang pemberian ikan pada bayi dan anak-anak. Peningkatan Kepercayaan Diri: Peserta merasa lebih percaya diri untuk mengolah dan memberikan ikan sebagai MPASI. Adopsi Praktik Baru: Peserta mulai mencoba resep-resep MPASI berbasis ikan yang diajarkan dalam Kutipan dari Peserta FGD: "Dulu saya takut kasih ikan ke anak saya karena katanya bisa bikin alergi. Tapi setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi tahu kalau alergi itu jarang terjadi dan banyak manfaatnya. " (Ibu A, 28 tahu. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. "Saya jadi punya ide baru untuk mengolah ikan jadi MPASI. Anak saya biasanya susah makan ikan, tapi setelah saya bikin nugget ikan, dia jadi suka. " (Ibu B, 32 tahu. Pembahasan: Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan demonstrasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengubah sikap dan perilaku peserta terhadap konsumsi ikan sebagai MPASI. Peserta menjadi lebih sadar, percaya diri, dan termotivasi untuk memberikan ikan sebagai bagian dari menu MPASI sehari-hari. Perubahan ini merupakan indikasi positif bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat sasaran. Faktor Pendukung dan Penghambat Dari hasil observasi dan FGD, teridentifikasi beberapa faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan kegiatan ini: Faktor Pendukung: Dukungan dari tokoh masyarakat dan kader posyandu. Partisipasi aktif dan antusiasme peserta. Materi sosialisasi dan demonstrasi yang relevan dan mudah dipahami. Ketersediaan ikan lokal yang terjangkau. Faktor Penghambat: Keterbatasan ekonomi yang mempengaruhi akses terhadap ikan berkualitas. Kurangnya variasi dalam pengolahan ikan. Mitos-mitos yang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat. Faktor pendukung dan penghambat perlu dipertimbangkan dalam merencanakan kegiatan pengabdian selanjutnya. Dukungan dari tokoh masyarakat dan kader posyandu sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program. Sementara itu, keterbatasan ekonomi dan kurangnya variasi dalam pengolahan ikan perlu diatasi melalui program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan pengolahan ikan yang lebih inovatif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan sosialisasi dan demonstrasi MPASI berbasis ikan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Peningkatan Pengetahuan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan anak usia 6-24 bulan, tentang pentingnya gizi pada 1000 HPK, manfaat ikan sebagai sumber gizi yang kaya, dan cara mengolah ikan menjadi MPASI yang bergizi dan menarik. Peningkatan pengetahuan ini terbukti secara signifikan melalui hasil perbandingan pre-test dan post-test. Perubahan Sikap dan Perilaku: Kegiatan ini juga berkontribusi pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat terhadap konsumsi ikan sebagai MPASI. Peserta menjadi lebih sadar akan manfaat ikan, tidak lagi khawatir tentang mitos yang salah, lebih percaya diri dalam mengolah ikan, dan mulai mengadopsi resep-resep MPASI berbasis ikan yang diajarkan. Faktor Pendukung dan Penghambat: Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh partisipasi aktif peserta, dukungan tokoh masyarakat dan kader posyandu, serta materi yang relevan dan mudah Namun, keterbatasan ekonomi, kurangnya variasi pengolahan, dan mitos yang masih dipercayai menjadi faktor penghambat yang perlu diatasi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Mulyani et al. DAFTAR PUSTAKA