Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani Jamur Tiram AuKRAJATANIAy Desa Kraja. Weru. Sukoharjo Dessy Ade Pratiwi1*. Soepatini2. Anisa Ur Rahma3. Eqwar Saputra4. Kharisma Dinda Amalia5. Mahabil Mardya Ramadhan6 1,3,5,6Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia 2Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia 4Fakultas Teknik dan Sains. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy di Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo, melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan sarana produksi, ketergantungan terhadap pembelian baglog dari pihak luar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui penyediaan mesin mixer bahan, mesin press baglog, dan mesin sterilisasi, disertai pelatihan teknis pembuatan baglog serta pendampingan pemasaran berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan seluruh anggota kelompok Krajatani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu memproduksi baglog jamur tiram secara mandiri dan menghasilkan panen dengan kualitas yang baik. Pada aspek pemasaran, pendampingan digital marketing meningkatkan pemahaman peserta terhadap strategi pemasaran daring, yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test, serta terbentuknya akun toko online pada platform e-commerce. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi, literasi digital, dan kemandirian usaha kelompok mitra, sehingga berpotensi mendukung pengembangan usaha jamur tiram yang berkelanjutan berbasis potensi lokal. Submit: 10 September 2025 Revisi: 16 Desember 2025 Diterima: 18 Desember 2025 Publikasi: 26 Desember 2025 Periode Terbit: Desember 2025 Kata Kunci: digital marketing, jamur tiram, mesin baglog, pemberdayaan kelompok tani, teknologi tepat guna Correspondent Author: Dessy Ade Pratiwi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: dap815@ums. Pendahuluan Desa Krajan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo. Provinsi Jawa Tengah, dengan luas wilayah sekitar A335 hektare sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Secara demografis, mayoritas Desa Krajan pencaharian sebagai petani dan ibu rumah masyarakat yang relatif masih rendah. Kondisi keterbatasan akses masyarakat terhadap inovasi teknologi, pengelolaan usaha produktif, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Oleh karena itu. Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. masyarakat yang terarah dan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kemandirian ekonomi desa. Secara geografis, wilayah Desa Krajan berada pada kawasan pedesaan dengan karakteristik lahan pertanian yang cukup luas serta kondisi lingkungan yang mendukung kegiatan pertanian dan usaha berbasis agrokomoditas lokal. Letak dan cakupan wilayah Desa Krajan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Desa Krajan. Weru. Sukoharjo Desa Krajan memiliki beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN). Salah mengembangkan usaha produktif berbasis Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy. Kelompok ini berlokasi di Dukuh Jasem. Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo, dan secara resmi berdiri pada tanggal 7 Oktober 2019. Pembentukan kelompok ini diawali oleh inisiatif Bapak Dedik Santoso sebagai pelopor budidaya jamur tiram di desa Seiring meningkatnya permintaan Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 pasar terhadap jamur tiram, kegiatan budidaya kemudian melibatkan masyarakat sekitar, khususnya warga yang belum memiliki pekerjaan tetap namun memiliki motivasi kuat untuk bekerja sama dalam mengembangkan usaha bersama. Pembentukan Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat kelembagaan petani jamur tiram di Desa Krajan. Dalam praktiknya, membudidayakan satu jenis jamur, yaitu jamur tiram putih (Pleurotus ostreatu. Pemilihan jamur tiram putih didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain kemudahan dalam proses budidaya, perawatan yang relatif sederhana, waktu panen yang singkat, serta tingkat penerimaan konsumen yang tinggi karena cita rasa yang baik dan harga yang relatif Selain itu, budidaya jamur tiram bersifat fleksibel karena dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak bergantung pada musim, dapat dijalankan dalam skala rumah tangga hingga skala menengah, serta tidak membutuhkan biaya pakan, obat-obatan, maupun pupuk tambahan (Zulfarina et al. Jamur tiram memiliki prospek permintaan pasar yang terus meningkat. Produk jamur tiram dapat dipasarkan dalam bentuk segar maupun diolah menjadi berbagai produk pangan olahan, seperti nugget, abon, dan keripik (Susi. Rizal, and Mutryarny dikembangkan menjadi bahan tepung Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 (Yuliani. Maryanto, and Nurhayati 2. Selain bernilai ekonomi, jamur tiram juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, meliputi protein, karbohidrat, asam amino esensial, vitamin B kompleks (B1. B2. B3. B5. , vitamin C, serta mineral seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, sulfur, dan zinc. Jamur tiram juga mengandung serat kasar, thiamin, dan riboflavin, serta senyawa beta-glucan yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun tubuh (Gusmalawati et al. Beberapa penelitian melaporkan bahwa jamur tiram bermanfaat dalam membantu pengobatan penyakit diabetes, tumor, kanker, jantung, hipertensi, anemia, dan influenza (Achmad et al. Selain sebagai bahan pangan, jamur tiram juga telah diproduksi secara komersial sebagai bahan suplemen dan nutriceutical (Synytsya et al. , serta memiliki potensi sebagai agen lignolitik yang dapat dimanfaatkan dalam biokonservasi dan biodegradasi lingkungan (Patel. Naraian, and Singh 2012. Wang et al. Meskipun memiliki potensi yang besar, usaha budidaya jamur tiram yang dijalankan oleh Kelompok AuKRAJATANIAy masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek produksi dan Proses budidaya yang dilakukan masih menggunakan peralatan sederhana dan belum didukung oleh teknologi produksi yang memadai. Idealnya, kegiatan beberapa peralatan utama, seperti mesin pengaduk bahan, mesin press baglog, alat sterilisasi untuk pembuatan bibit jamur, ruang inkubasi untuk pertumbuhan miselium, serta kubung atau rumah jamur. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Namun demikian, hingga saat ini kelompok pembudidaya hanya memiliki kubung sebagai fasilitas utama, sedangkan peralatan produksi lainnya belum tersedia (Gambar Gambar 2. Kubung atau Kendang Jamur Tiram Selain keterbatasan sarana produksi, kelompok pembudidaya AuKRAJATANIAy juga menghadapi permasalahan dalam aspek Selama ini, baglog jamur masih dibeli dari pihak luar dengan harga yang relatif tinggi, sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi. Di sisi lain, jaringan pemasaran hasil panen jamur tiram masih terbatas dan belum dikelola secara optimal, baik melalui pemasaran langsung maupun pemanfaatan media digital. Kondisi tersebut menyebabkan potensi peningkatan pendapatan kelompok belum dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi, khususnya dalam penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas pemasaran. Pendampingan yang Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. kemampuan kelompok dalam memproduksi baglog secara mandiri melalui penyediaan mesin mixer bahan, mesin press baglog, dan mesin sterilisasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemasaran produk melalui pelatihan digital marketing. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menerapkan teknologi produksi berupa mesin mixer bahan, mesin press baglog, dan mesin sterilisasi, serta memberikan pelatihan meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya jual produk Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy di Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok mitra mampu meningkatkan kemandirian usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha budidaya jamur tiram secara berkelanjutan. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Agustus 2025 dan bertempat di Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah. Lokasi kegiatan difokuskan pada area kelompok pembudidaya jamur tiram AuKRAJATANIAy, termasuk rumah jamur . dan lingkungan sekitar yang digunakan sebagai tempat pelatihan dan Subjek dan Sasaran Kegiatan Sasaran kegiatan pengabdian ini Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy yang berjumlah 15 orang. Seluruh anggota kelompok dilibatkan sebagai peserta aktif pendampingan, baik pada aspek produksi maupun pemasaran, guna memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan dapat diterapkan secara merata di dalam Penyediaan Teknologi Tepat Guna Sebagai kemandirian produksi dan efisiensi usaha, kegiatan pengabdian ini menyediakan beberapa peralatan teknologi tepat guna untuk pembuatan baglog jamur tiram. Peralatan yang disediakan meliputi mesin pengaduk bahan . , mesin press baglog, dan mesin sterilisasi. Penyediaan alat ini bertujuan untuk mendukung proses produksi baglog secara mandiri, sehingga kelompok mitra tidak lagi bergantung pada pemasok eksternal dengan harga yang relatif tinggi. Bentuk dan jenis peralatan teknologi tepat guna yang digunakan dalam kegiatan ini ditunjukkan pada Gambar 4. Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. Metode Pelaksanaan Metode dirancang dalam bentuk pendampingan terpadu yang meliputi penyediaan teknologi tepat guna (TTG), pelatihan teknis produksi, serta pendampingan pemasaran digital. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, di mana mitra terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi permasalahan hingga implementasi solusi yang ditawarkan. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Gambar 4. Mesin Mixer, . Mesin Steamer (Sterilisas. , . Mesin Press Baglog Selain penyediaan alat, dilakukan pula pendampingan dalam penggunaan dan perawatan peralatan tersebut agar dapat Pendekatan ini sejalan dengan konsep penerapan teknologi tepat guna yang menekankan pada kesesuaian teknologi dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi masyarakat sasaran. dan tahapan penggunaannya dalam proses produksi baglog jamur tiram. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas dua tahapan utama, yaitu kegiatan produksi dan kegiatan pemasaran digital. Alur pelaksanaan kegiatan secara umum ditunjukkan pada Gambar 3. Alat dan Bahan Pembuatan Baglog Dalam kegiatan pelatihan pembuatan baglog jamur tiram, digunakan beberapa alat dan bahan utama sebagai berikut. Alat . Mesin pengaduk bahan . Mesin press baglog Mesin sterilisasi . Timbangan Bahan: Serbuk gergaji Bekatul Dolomit atau kapur Air secukupnya Alat dan bahan tersebut diperkenalkan kepada peserta sebagai bagian dari pelatihan teknis, disertai penjelasan fungsi Gambar 3. Diagram Alir Proses Pengabdian Masyarakat Tahap awal kegiatan dimulai dengan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya jamur tiram AuKRAJATANIAy. Hasil Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. menunjukkan bahwa meskipun kelompok telah melakukan kegiatan budidaya jamur tiram, mereka masih bergantung pada pembelian baglog dari pihak lain dengan harga yang relatif mahal. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya kemandirian produksi melalui pengadaan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pembuatan baglog secara mandiri. Tahap selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan teknis pembuatan baglog jamur tiram. Kegiatan ini meliputi praktik pencampuran bahan, pengisian dan pengepresan baglog, proses sterilisasi, hingga tahapan inkubasi dan pemeliharaan jamur sampai masa panen. Pendampingan dilakukan secara langsung agar peserta memperoleh keterampilan praktis dan mampu menerapkan proses produksi secara mandiri setelah kegiatan pengabdian Selain aspek produksi, kegiatan pendampingan pada aspek pemasaran Pada tahap awal pemasaran, peserta diberikan pelatihan pengelolaan keuangan pemasukan dan pengeluaran usaha. Selanjutnya, dilakukan pendampingan pemasaran digital melalui pemanfaatan e-commerce komunikasi digital, seperti Shopee dan WhatsApp Business, dengan tujuan memperluas jangkauan pemasaran produk jamur tiram segar dan baglog. Pendekatan pemasaran digital ini mengacu pada praktik pengembangan usaha berbasis teknologi informasi yang telah diterapkan dalam kegiatan pengabdian sebelumnya (Intan Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Destyanawati and Soepatini 2023. Saputra. Setyawan, and Soepatini 2. Untuk pemahaman peserta terhadap materi pemasaran digital, dilakukan pengukuran melalui pre-test dan post-test sebelum dan setelah pemberian materi. Pengukuran ini digunakan sebagai alat evaluasi kegiatan pengabdian untuk menilai efektivitas pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan, bukan sebagai desain penelitian Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Digitalisasi Marketing Kegiatan merupakan salah satu fokus utama dalam program pengabdian kepada masyarakat Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy di Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk keterampilan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk jamur tiram segar dan baglog, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2025 dan diikuti oleh 10 orang anggota kelompok Krajatani dengan rentang usia antara 30Ae50 Untuk pemahaman awal peserta terkait pemasaran pelaksanaan pre-test. Pre-test ini berfungsi sebagai alat evaluasi awal dalam konteks pengabdian, guna memetakan kebutuhan pendampingan dan menyesuaikan materi pelatihan yang akan diberikan. Proses Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 pelaksanaan pre-test oleh kelompok Krajatani ditunjukkan pada Gambar 4. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. (Sulistyanto et al. , 2. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara pengambilan foto produk yang menarik, penulisan deskripsi produk yang informatif, pembuatan tagline sebagai identitas usaha, serta pentingnya testimoni pelanggan dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Proses pemaparan materi pelatihan digital marketing ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 4. Kelompok Krajatani melakukan Pretest Pre-test yang diberikan terdiri atas enam butir pertanyaan yang berkaitan dengan konsep dasar digital marketing, pemanfaatan platform pemasaran digital, serta pemahaman umum mengenai strategi promosi produk secara daring. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata peserta hanya mampu menjawab 3Ae4 soal dengan Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat pemahaman awal kelompok Krajatani terhadap digital marketing masih tergolong rendah hingga sedang. Kondisi tersebut sejalan dengan latar belakang peserta yang sebagian besar belum terbiasa menggunakan teknologi digital secara optimal dalam kegiatan pemasaran usaha (Adhantoro et al. , 2. Berdasarkan hasil pre-test tersebut, materi pelatihan digital marketing disusun disesuaikan dengan jenis usaha jamur tiram yang dijalankan oleh kelompok mitra. Materi pelatihan mencakup pemilihan aplikasi penjualan yang sesuai dan efektif untuk produk jamur tiram segar maupun baglog, strategi pengemasan dan penentuan harga, serta teknik promosi digital Gambar 5. Pemaparan materi Setelah marketing, peserta diberikan post-test sebagai alat evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Post-test diberikan dengan jumlah dan tingkat kesulitan soal yang setara dengan pre-test, sehingga dapat menggambarkan perubahan pemahaman peserta secara lebih objektif (Ishartono et al. , 2. Hasil pengukuran tingkat pemahaman peserta terhadap materi digital marketing disajikan dalam bentuk diagram pada Gambar 6. Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Berdasarkan hasil post-test, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta dibandingkan dengan hasil pre-test. Ratarata peserta mampu menjawab sebagian besar soal dengan benar, yang menunjukkan bahwa materi pelatihan dapat dipahami dengan baik oleh kelompok Krajatani. Rincian hasil post-test berupa rata-rata jawaban peserta untuk setiap soal disajikan pada Tabel 1. Jumlah orang menjawab Pemahaman Pelatihan Digitalisasi Marketing Pre-test Soal 1 Soal 2 Soal 3 Post-test Soal 4 Soal 5 Soal 6 Gambar 6. Diagram Pemahaman Pelatihan Digital Marketing Tabel 1. Soal dan Rata Ae Rata Jawaban Soal Rata Ae rata Jawaban Saluran digital yang cocok untuk menjual jamur Whatsapp Business tiram segar ke tetangga atau teman dekat Mengapa foto produk dengan cahaya alami lebih Hasil foto Lebih jelas dan terang disarankan dibandingkan lampu? Sebutkan minimal 3 hal yang perlu ditampilkan di Nama, foto dan harga produk katalog Whatsapp Business? Jika menjual baglog diluar kota, saluran apa yang Market (Shopee paling tepat digunakan? Tokopedi. Buat caption singkat untuk mempromosikan jamur Jamur Tiram fresh baru petik hari ini!!! Silakan hubungi kami Sebutkan Langkah untuk Menanyakan pelanggan bagaimana jamurnya hari ini? menggunakan digital marketing Jawaban dari pelanggan di screen shot dan di posting ke Whatsapp Peningkatan hasil post-test ini pendampingan digital marketing yang dilakukan dalam program pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital mitra. Evaluasi melalui pretest dan post-test dalam kegiatan ini digunakan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi program pengabdian, bukan sebagai desain penelitian kuantitatif, sehingga hasil yang diperoleh dimaknai sebagai indikator keberhasilan kegiatan pelatihan dan pendampingan (Andyani et al. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan digital marketing, kelompok Krajatani juga Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 pengelolaan akun toko online pada platform e-commerce Shopee. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mitra dalam mengelola pemasaran produk secara daring, mulai dari pembuatan akun, pengunggahan produk, penulisan deskripsi, hingga pengelolaan komunikasi dengan calon pembeli. Akun toko online yang telah dibuat oleh kelompok Krajatani ditunjukkan pada Gambar 7. Gambar 7. Akun Toko Online Melalui pemanfaatan platform ecommerce tersebut, kelompok Krajatani diharapkan dapat menjangkau konsumen dari berbagai wilayah, tidak hanya terbatas pada pasar lokal. Selain itu, pemasaran digital juga memberikan peluang bagi profesionalisme usaha dan daya saing produk jamur tiram yang dihasilkan (Rakhmadi et al. , 2. Secara keseluruhan, hasil kegiatan digitalisasi marketing dalam program pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang terstruktur dan aplikatif mampu meningkatkan pemahaman memanfaatkan teknologi digital untuk e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. pengembangan usaha secara berkelanjutan (Adhantoro et al. , 2. Produksi Kegiatan pada aspek produksi difokuskan pada peningkatan kapasitas dan Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy dalam memproduksi baglog jamur tiram secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang telah diberikan. Pada tahap awal, para anggota kelompok mekanisme kerja mesin-mesin produksi, meliputi mesin mixer bahan, mesin press baglog, dan mesin sterilisasi. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara langsung dan dibantu oleh komunitas jamur Sukoharjo, yang telah berpengalaman dalam produksi baglog dan budidaya jamur tiram skala usaha. Tahapan produksi diawali dengan persiapan bahan baku untuk pembuatan baglog jamur tiram. Pada kegiatan pelatihan ini digunakan bahan berupa serbuk gergaji campur sebanyak 75 kg sebagai media utama, bekatul sebesar 10% dari berat serbuk gergaji, dolomit atau kapur sebesar 2,5% dari berat serbuk gergaji, serta air secukupnya untuk mencapai tingkat kelembapan yang sesuai. Pemilihan komposisi bahan tersebut mengacu pada praktik umum budidaya jamur tiram yang telah terbukti mendukung pertumbuhan miselium secara optimal. Setelah seluruh bahan disiapkan, menggunakan mesin mixer agar seluruh bahan tercampur secara homogen. Proses pencampuran bahan dengan mesin mixer Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. ditunjukkan pada Gambar 7. Penggunaan mesin mixer dalam kegiatan ini memberikan kemudahan bagi peserta karena mampu mempercepat proses pencampuran dan menghasilkan media tanam yang lebih merata dibandingkan pencampuran manual. Setelah proses pencampuran selesai, bahan didiamkan selama 1Ae2 malam untuk memberikan waktu fermentasi awal sebelum dilakukan proses pengemasan. Gambar 7. Pencampuran bahan dengan mesin Tahap selanjutnya adalah proses pengemasan media tanam ke dalam plastik baglog menggunakan mesin press baglog. Proses ini bertujuan untuk membentuk baglog dengan ukuran dan kepadatan yang pertumbuhan miselium yang optimal. Penggunaan mesin press baglog oleh peserta ditunjukkan pada Gambar 8. Setelah baglog terbentuk, dilakukan proses sterilisasi dengan cara pengukusan atau steaming selama 4Ae5 jam pada suhu sekitar 100AC. Proses sterilisasi ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme kontaminan yang dapat menghambat pertumbuhan jamur tiram. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Gambar 8. Pengunaan Mesin Press Baglog Setelah proses sterilisasi selesai, baglog didiamkan hingga suhu turun dan menyesuaikan dengan suhu ruangan. Tahap berikutnya adalah proses inokulasi atau pemberian bibit jamur tiram ke dalam memperhatikan kebersihan dan sanitasi untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Baglog yang telah diinokulasi kemudian disimpan di ruang inkubasi selama kurang lebih dua minggu hingga miselium mulai tumbuh dan merambat di dalam media Setelah pertumbuhan miselium mencapai sekitar 20%, baglog dipindahkan ke kumbung atau rumah jamur untuk proses Berdasarkan praktik budidaya yang diterapkan, jamur tiram dapat mulai dipanen setelah sekitar 1,5 bulan sejak (Ubaidillah Fibriasari. Baharuddin, and Ramadani 2021. Rosmiah et al. Selama proses produksi berlangsung, kelompok Krajatani berhasil memproduksi sebanyak 150 baglog. Rata-rata hasil panen yang diperoleh dari satu baglog memiliki bobot sekitar 800 gram. Hasil panen jamur tiram yang dihasilkan ditunjukkan pada Gambar 9. Capaian ini menunjukkan bahwa proses produksi yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 tahapan yang direncanakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Gambar 9. Hasil Jamur Tiram Keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari pencampuran bahan hingga proses inkubasi dan pemeliharaan, memberikan kontribusi positif terhadap kualitas baglog dan tingkat keberhasilan panen. Hal ini sejalan dengan temuan Atikah et al. yang menyatakan bahwa keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan produksi dapat meningkatkan pemahaman teknis dan hasil Dibandingkan dengan pelatihan yang bersifat demonstratif semata, pendekatan partisipatif yang diterapkan pada kelompok Krajatani terbukti lebih efektif dalam mentransfer keterampilan dan menumbuhkan kepercayaan diri peserta untuk mengelola proses produksi secara mandiri. Dari perspektif pendidikan masyarakat, model pendampingan ini relevan dengan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. , di mana peserta belajar melalui praktik langsung, refleksi atas hasil kegiatan, serta pemecahan masalah yang dihadapi di lapangan (Hanifah et al. , 2024. Priandani et al. Dengan demikian, kegiatan pengabdian pada aspek produksi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas dan kemandirian produksi baglog jamur tiram, tetapi juga e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. nonformal yang mendorong pengembangan kompetensi teknis, sikap profesional, dan literasi kewirausahaan bagi anggota Kelompok Krajatani (Prayitno et al. , 2. Simpulan Kegiatan masyarakat yang dilaksanakan pada Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram AuKRAJATANIAy di Desa Krajan. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo, telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kapasitas produksi dan kemampuan pemasaran kelompok melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan digital marketing. Program ini dirancang berdasarkan permasalahan nyata yang dihadapi mitra, khususnya ketergantungan keterbatasan sarana produksi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Pada aspek produksi, penyediaan mesin mixer bahan, mesin press baglog, dan mesin sterilisasi yang disertai dengan kelompok dalam memproduksi baglog jamur tiram secara mandiri. Proses memungkinkan peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari sterilisasi, inokulasi, hingga proses inkubasi dan panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok Krajatani mampu menghasilkan baglog dan panen jamur tiram Penerapan Teknologi Produksi dan Pemasaran Digital pada Kelompok Tani JamurA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pengabdian ini. Pada aspek pemasaran, kegiatan digitalisasi marketing memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dan praktik pemasaran digital. Pendampingan dalam pembuatan akun toko online pada platform e-commerce serta pemanfaatan media komunikasi digital memberikan peluang bagi kelompok Krajatani untuk meningkatkan daya saing produk jamur tiram segar maupun baglog. Evaluasi ini digunakan sebagai alat monitoring dan refleksi kegiatan pengabdian, bukan sebagai pendekatan penelitian eksperimental. Secara pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha jamur tiram, tetapi juga memperkuat kemandirian kelompok, menumbuhkan kepercayaan diri, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mitra. Pendekatan pendampingan terpadu yang mengombinasikan aspek teknis produksi dan pemasaran digital terbukti relevan dan aplikatif dalam mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi pada kelompok usaha sejenis di wilayah lain. Persantunan Ucapan terima kasih ditujukan kepada Kemdiktisaintek melalui Program DPPM Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Desember 2025 Skema Pemberdayaan Kepada Masyarakat tahun 2025 dengan nomer kontrak 14/A. 3-i/LPMPP/V/2025 Daftar Pustaka