Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025. Hal 17-25 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Analisa Kuat Tekan Paving Block Dengan Pemanfaatan Limbah Abu Sekam Padi Joel Gabriel Sianipar. A Suryanti Suraja Pulungan. A Nurhsana Siregar. A Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan 2, 3 Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan Email : joelgabrielsianipar22@gmail. Abstrak : Paving block merupakan komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Dalam penelitian ini seperti penambahan limbah abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen bertujuan agar kuat tekan bertambah dari sebuah paving block dan untuk melihat perbandingan nilai kuat tekan sebelum dan setelah penambahan abu sekam padi. Dimana pada campuran ini mempunyai persentase campuran sebesar 10%, 20% dan 30% pada berat semen Penelitian dilakukan di laboratorium beton dengan menggunakan metode experimen teknik sipil fakultas teknik universitas graha nusantara padangsidimpuan. Adapun Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block dianalisis menggunakan regresi linear dengan nilai interval koefisien korelasi R = 0,9947 yang menunjukan bahwa pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block tingkat hubungannya sangat kuat. Dimana nilai kuat tekan yang dihasilkan dari paving block normal dari umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari secara berturut-turut yaitu 10,89 MPa, 12,74 MPa, dan 14,50 MPa untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 10% adalah 9,28 MPa, 10,17 MPa, dan 11,80 MPa untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 20% adalah 6,42 MPa, 7,72 MPa, dan 9,30 MPa. Sedangkan untuk kuat tekan penambahan abu sekam padi variasi 30% adalah 4,28 MPa, 5,43 MPa, dan 6,08 MPa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil kuat tekan penggunaan abu sekam padi pengganti sebagian semen pada campuran paving block memenuhi klasifikasi kelas . utu D) dapat digunakan untuk taman. Kata kunci : kuat tekan, limbah abu sekam padi, paving block. PENDAHULUAN Semakin tingginya pembangunan zaman sekarang membuat tingkat penggunaan paving block semakin banyak dan sumber daya yang terbatas, hal ini menyebabkan kebutuhan bahan campuran paving block juga ikut meningkat seperti semen dan pasir. Salah satu inovasi tersebut adalah pemanfaatan limbah. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan adalah dengan memanfaatkan limbah abu sekam padi yang disekitar yang bisa dijadikan sebagai bahan substitusi semen. Abu sekam padi merupakan limbah hasil pembakaran kulit padi atau sekam padi yang sudah menjadi abu. Untuk Produksi abu sekam padi terbilang cukup banyak karena mayoritas makluk hidup di dunia ini mengkonsumsi olahan dari padi yaitu beras, yang menjadi bahan pakan pokok Saat ini banyak penelitian tentang paving block yang dapat meningkatkan kinerja beton dengan menggunakan bahan tambahan ataupun bahan pengganti baik itu sebagai pengganti semen dan pasir Paving block merupakan campuran semen, agregat halus dan air, yang dicetak dan dipadatkan dalam wadah cetakan. Yang sering digunakan sebagai perkerasan tanah. waktu kewaktu. Kebutuhan bahan bangunan semakin meningkat, paving block adalah bahan bangunan yang sering dimanfaatkan. Dari sekian banyak kegunaannya paving block biasa digunakan untuk penutup jalan taman, lahan parkir, pejalan kaki dan tergantung kebutuhan TINJAUAN PUSTAKA Sekam padi merupakan buangan dari padi Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8 . April 2025. Hal 17-25 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . yaitu kulitnya yang kemudian mnjadi Vol 8 . April 2025. Hal 21-29 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. yang dapat dengan mudah dicari dan ditemukan disetiap daerah di indonesia khusunya di tempat penggilingan padi hasil penggilingan tersebut yang tidak digunakan lagi oleh masyarakat. Limbah ini memiliki Adapun untuk bentuk dan dimensi paving block rata-rata berbentuk segi empat . , segi enam . , dan lain sebagainya dengan ketebalan yang bervariasi menurut permintaan konsumen maupun perkembangan permintaan pasar maka bentuk dan variasi unsur kimia salah satunya adalah silika yang cukup banyak yaitu sebesar 93% silika yang hampir setara dengan microsilica yang dibuat oleh pabrik. paving blockmulai dikembangkan dan Berikut adalah bentuk-bentuk paving block yang sering di produksi dan dipasarkan dapat dilihat pada Gambar dibawah Gambar 1 Dimensi dan bentuk-bentukpaving block Adapun Syarat mutu paving block dalam SNI-03-0691-1996adapun 3 syarat mutu paving blockadalah sebagai berikut: Sifat tampak Permukaan paving block harus rata, tidak terdapat retak-retak dan cacat, bagian sudut dan rusuknya tidak mudah dirapuhkan dengan kekuatan jari tangan. Ukuran Paving block harus mempunyai ukuran tebal nominal minimum 60 mm dengan toleransi A 8 %. Sifat fisika Paving block harus mempunyai sifatsifat fisik seperti pada tabel 2. 1 dibawah Tabel 1 Sifat-sifat fisik paving block (SNI 03-0691-1. Kuat Tekan (MP. Mutu Rata-rata Min Ketahanan aus . m/meni. Rata-rata Maks. 0,090 0,103 0,130 0,149 0,160 0,184 0,219 0,251 Penyerapan air rata-rata maks. Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. METODE PENELITIAN Untuk Penelitian ini, metode yang digunakan berupa metode eksperimen yang Laboratorium, dengan menghasilkan data Bahan yang digunakan dalam eksperimen ini menggunakan limbah abu sekam padi, bertujuan untuk mengetahu perbandingan hasil dan mengetahui pengaruh akibat penambahan campuran satu sama lain. Pelaksanaan pembuatan benda uji, perawatan dan pengujian bertempat di Laboratorium Beton. Program Study Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Untuk waktu pelaksanaan penelitian ini membutuhkan kisaran 2 bulan yaitu dimulai pada tanggal 15 juni dari pemeriksaan alat- alat, bahan dan tanggal 18 juni sampai 26 julidimulai lah perendaman berdasarkan umur perendaman yang sudah ditetapkan yaitu umur 7,14 dan 28 hari dan kemudian di uji kuat tekan benda uji menggunakan alat kuat tekan. Adapun pelaksanaan penelitian melalui beberapa tahap yaitu : Vol 8 . April 2025. Hal 21-29 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . pembuatan benda uji berdasarkan persentase yang sudah ditetapkan Perendaman benda uji sesuai umur perendaman yang sudah ditetapkan umur 7, 14, 28 hari. Pengujian kuat tekan paving block menggunakan alat press kuat tekan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian analisa kuat tekan paving block dengan pemanfaatan limbah abu sekam padi sebagai berikut : Data primer Data primer adalah berupa data yang diperoleh dari eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Beton Fakultas Teknik Kampus i Universitas Garaha Nusantara Padangsidimpuan. Data primer dibuat sebagai acuan sumber data dalam hasil penelitian ini. Data sekunder Data sekunder merupakan data yang tidak didapat secara individu maupunwawancara. Maka data ini digunakan sebagai pendukung dalam menyusun hasil penelitian, yang termasuk dalam data sekunder antara lain data sensus yang dikumpulkan pemerintas seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Artikel. Buku Teknologi, jurnal ilmiah serta beberapa data pendukung seperti internet dan kumpulan Vol 8 . April 2025. Hal 21-29 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat agregat halus itu sendiri. seperti pada Tabel 2 sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan Analisa Data Pengujian Agregat Halus Kadar lumpur adalah tingkat lumpur yang terkandung dalam sebuah agregat . Tabel 2. Pengujian kadar lumpur agregat halus Pengujian Satuan Sampel Tinggi Pasir Tebal Lumpur Kadar Lumpur 3,26 Tabel 3. Pengujian perbandingan gradasi agregat halus Presentase Berat Butir yang Lolos Saringan Ukuran Saringan . Zona I Zona II 4,75 Zona i Zona IV Hasil uji agregat 2,36 1,18 0,59 0,30 0,15 0,40 Hasil Dan Anlisa Pengujian Paving Block Normal Dari hasil perhitungankuat tekan paving block normal menunjukkan bahwa nilai kuat tekan paving block normal rata-rata mengalami peningkatan pada umur 7 hari adalah 10,89 MPa, pada umur 14 hari rata-rata nilai kuat tekan 12,74 MPa, dan untuk umur 28 hari juga mengalami peningkatan lagi kuat tekan dengan rata-rata sebesar 14,50 MPa. Tabel 4. Nilai kuat tekan paving block dan nilai kuat tekan rata-rata normal Kode benda uji PV N Umur Massa Luas . mA) Gaya (N) 3,875 Kuat Kuat Gambar 1. Block tekan normal dengan variasi Rata-rata (N/mmA) (N/mmA) 12,32 Vol 8 . April 2025. Hal 21-29 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. 10%, 20%, dan 30%. campuran variasi 20% abu sekam padi memiliki kuat tekan sebesar 9,30 MPa dan dibandingkan dengan paving block yang mengunakan campuran variasi 30% abu sekam padi memiliki kuat tekan sebesar 6,08 MPa dan untuk paving block normal meghasilkan kuat tekan rata- rata yang lebih besar lagi yaitu 14,50 MPa dibandingkan dengan kuat tekan rata-rata paving block yang menggunakan campuran abu sekam padi sebagai bahan pengganti semen dengan variasi 10%, 20%, dan 30%. Menurut Gambar 1 Grafik diatas dapat dilihat bahwa mutu kuat tekan paving block dari umur 7 hari ke 14 hari sampai umur 28 hari meningkat dengan cukup signifikan. Dan dilihat pada grafik tersebut jelas bahwa paving block pada umur 28 hari yang menggunakan campuran variasi 10% abu sekam padi memiliki kuat tekan rata-rata sebesar yaitu 11,80 MPa. dengan paving block yang mengunakan Nilai Kuat Tekan (N/mmA) Nilai Kuat Tekan Rata-rata (N/mmA) 7,31 6,61 5,02 4,47 6,42 1,61 variasi 10% variasi 20% variasi 30% 2,57 Umur . Nilai Kuat Tekan (N/mmA) Gambar 2. Grafik perbandingan nilai kuat tekan paving block variasi 10%, 20% dan 30% dengan kuat tekan paving block normal 2,57 MPa variasi 20% sebesar 5,02 MPa dan Adapun perbandingan untuk nilai kuat tekan sebelum dan setelah penambahan abu untuk variasi 30% sebesar 7,31 MPa. Dan sekam padi variasi 10%, 20%, dan 30% maka untuk paving block normal 28 hari dengan paving block variasi 10 % yaitu umur 28 hari didapatkan nilai perbandingannya untuk paving block normal 7 hari dengan paving sebesar 2,7 MPa variasi 20% sebesar 5,2 MPa dan untuk variasi 30% sebesar 6,42 MPa. block variasi 10 % yaitu umur 7 hari sebesar 1,61 MPa variasi 20% sebesar 4,47 MPa dan Hasil pengujian kuat tekan ini dapat untuk variasi 30% sebesar 6,61 MPa, untuk disimpulkan bahwa pembuatan paving block dengan penambahan limbah abu sekam padi paving block normal 14 hari dengan paving block variasi 10% umur 14 hari yaitu sebesar variasi 10%, 20% dan 30% memenuhi klasifikasi kelas mutu D Untuk taman. 11,8 tekan rata-rata y = -0,286x 14,78 RA = 0,9947 6,08 persentase komposisi abu sekam padi Vol 8 . April 2025. Hal 21-29 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. Gambar 4. Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block Dengan menggunakan analisis regresi linear dengan nilai interval koefisien korelasi R = 0,9947 yang menunjukan bahwa pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block tingkat hubungannya sangat Artinya penurunan yang besar terhadap kuat tekan paving block. Hal ini sejalan khatulistinani . yang menyatakan bahwa persentase diatas 10% penambahan abu sekam padi terjadinya penurunan kuat tekan paving block penurunan ini disebabkan kandungan silika yang semakin tinggi pada persentase 20% dan 30%. Menyebabkan penurunan kuat tekan paving block dibandingkan 10% campuran abu sekam padi pada paving block. KESIMPULAN Dari hasil analisis dan pembahasan yang sudah dilakukan, maka dapat dibuat beberapa kesimpulan yaitu : Adapun nilai kuat tekan paving block normal dan paving block dengan yang divariasikan penambahan abu sekam padi Untuk nilai kuat tekan paving block sebelum penambahan abu sekam padi untuk umur 7 hari didapatkan nilai sebesar 10,89 MPa, untuk umur 14 hari sebesar 12,74 MPa, dan untuk 28 hari sebesar 14,50 MPa. Untuk nilai kuat tekan paving block setelah penambahan abu sekam padi dengan variasi 10% untuk umur 7 hari didapatkan nilai sebesar 9,28 MPa, umur 14 hari sebesar 10,17 MPa, dan umur 28 hari sebesar 11,80 MPa. untuk variasi 20% untuk umur 7 hari didapatkan nilai sebesar 6,42 MPa, umur 14 hari sebesar 7,72 MPa, dan umur 28 hari didapatkan nilai sebesar 9,30 MPa. dan untuk variasi 30% untuk umur 7 hari didapatkan nilai sebesar 4,28 MPa, umur 14 hari sebesar 5,43 MPa, dan umur 28 hari didapatkan nilai sebesar 6,08 MPa. Adapun perbandingan untuk nilai kuat tekan sebelum dan setelah penambahan abu sekam padi variasi 10%, 20%, dan 30% maka didapatkan nilai perbandingannya untuk paving block normal 7 hari sebesar 10,89 MPa dengan paving block variasi 10 % yaitu umur 7 hari sebesar 1,61 MPa variasi 20% sebesar 4,47 MPa dan untuk variasi 30% sebesar 6,61 MPa, untuk paving block normal 14 hari sebesar 12,74 MPa dengan paving block variasi 10% umur 14 hari yaitu sebesar 2,57 MPa variasi 20% sebesar 5,02 MPa dan untuk variasi 30% sebesar 7,31 MPa. Dan untuk paving block normal 28 hari sebesar 14,5 MPa dengan paving block variasi 10 % yaitu umur 28 hari sebesar 2,7 MPa variasi 20% sebesar 5,2 MPa dan untuk variasi 30% sebesar 6,42 MPa. Hasil pengujian kuat tekan ini dapat paving block dengan penambahan limbah abu sekam padi variasi 10%, 20% dan 30% memenuhi klasifikasi kelas mutu D untuk taman. Adapun Pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan paving Semakin besar persentase abu sekam padi pada campuran paving block maka kuat tekan paving block menurun cukup drastis. Dengan menggunakan analisis regresi linear dengan nilai interval koefisien korelasi R = 0,9947 yang menunjukan bahwa pengaruh abu sekam padi terhadap kuat tekan paving block tingkat hubungan sangat kuat. Saran Adapun saran yang ingin penulis sampaikan agar penelitian yang telah diselesaikan ini mampu untuk dikembangkan menjadi lebih luas dan sempurna lagi yaitu sebagai berikut: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penambahan campuran atau persentase abu sekam padi yang akan digunakan adalah abu sekam padi yang berwarna putih ke abu-abuan dan mengganti jenis sekam padi menjadi sekam padi pulut untuk melihat daya rekat atau daya serap air dalam proses Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI: https://doi. org/10. 64168/statika. pembuatan hingga dalam pengujian kuat tekan paving block. DAFTAR PUSTAKA