Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2025. Vol. 10 No. 1 Hal 1 - 20 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola NILAI-NILAI PEMBELAJARAN KEBERMAKNAAN HIDUP BAGI PENYANDANG DISABILITAS NON GENETIK DI KOTA PALOPO. INDONESIA 1Yudistira Yusuf, 2Muhammad Irham Zainuri, 3Abdul Kadir Universitas Muhammadiyah Palopo E-mail: abdulkadir@umpalopo. Abstract This research aims to explore and understand the value of meaningful life for people with nongenetic disabilities in Palopo City through a qualitative phenomenological approach. Using data triangulation methods, this research combines in-depth interviews, observation, documentation and document analysis to gain a comprehensive understanding of the life experiences of the informants. A total of four informants consisting of various backgrounds and types of non-genetic disabilities participated in this research. The criteria for determining informants include people with non-genetic disabilities, men and women, ages 35-64 years. The research results show that the value of meaningful life for people with non-genetic disabilities is influenced by factors such as positive self-acceptance, sources of motivational support, social roles, positive activities, independent roles, and inspirational figures. Apart from that, the cause of disability, recovery period, access to mobility, and positive meaningfulness of life play an important role in building the informant's sense of meaningfulness in life. This study provides in-depth insight into the complexity of the meaning of life for people with non-genetic disabilities in Palopo City, and suggests the importance of adequate social support and accessibility for them. This research also highlights the need for a holistic approach in addressing issues related to non-genetic disabilities, including community-based interventions and inclusive policies to improve their overall well-being. Keywords: The value of the meaning of life, people withn on-genetic disabilities Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami nilai kebermaknaan hidup bagi penyandang disabilitas non genetik di Kota Palopo. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dalam pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan Analisis data menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan metode dalam penelitian yang melibatkan beberapa sumber data, teknik analisis, atau pendekatan teoritis untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Terdapat empat informan terdiri dari berbagai latar belakang dan jenis disabilitas non genetik yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kriteria penentuan informan meliputi : . penyandang disabilitas non genetic, . laki_laki dan Perempuan, . memiliki nilai kebermaknaan hidup. Adapun temuan penelitian menemukan : . Proses kebermaknaan hidup yaitu penyebab kedisabilitasan, masa pemulihan, dan akses mobilitas. nilai kebermaknaan hidup yang positif berperan penting dalam membangun nilai kebermaknaan hidup informan. faktor-faktor seperti penerimaan diri dan makna hidup yang positif, sumber dukungan motivasi, peran kemandirian, kegiatan positif, dan figur inspirasi. Studi ini memberikan wawasan mendalam mengenai kompleksitas kebermaknaan hidup bagi penyandang disabilitas non genetik di Kota Palopo, serta menyarankan pentingnya dukungan sosial dan aksesibilitas yang memadai bagi mereka. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam menangani isu-isu terkait Vol 10. No. April 2025 2 | Yudistira Yusuf dkk. disabilitas non genetik, termasuk intervensi yang berbasis komunitas dan kebijakan inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Kata Kunci,: Nilai kebermaknaan hidup. Penyandang disabilitas non genetik PENDAHULUAN Penyandang disabilitas menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhannya dengan cara terbaik, baik sosial, psikologis, kognitif, atau fisik. Ada tiga jenis disabilitas: mental, intelektual, dan fisik. 1 Ketika seseorang dilahirkan dengan disabilitas, hal ini dapat disebabkan oleh genetik orang tuanya atau efek obat yang dikonsumsi ibu selama kehamilannya. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kecelakaan, penyakit kronis, atau bencana alam yang mengubah kondisi dan fungsi fisik seseorang. 2 Disabilitas non genetik merupakan kapasitas penyandang disabilitas non-genetik untuk mengatasi hambatan dan permasalahan yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. 3 Berbagai faktor, termasuk penyakit, kecelakaan, dan situasi lingkungan, dapat menyebabkan subjek menjadi disabilitas non-genetik. Mempertahankan diri dan memulihkan diri dari stres, kesulitan, atau cedera dikenal sebagai resiliensi. Kemampuan untuk bangkit kembali dari keterpurukan dengan melakukan hal-hal positif, mengambil inspirasi dari masa lalu, berpegang teguh pada harapan masa depan, menjaga sikap positif dalam hidup, dan menyadari bahwa setiap individu berbeda dan istimewa. Baik individu maupun lingkungan tempat tinggalnya merupakan komponen ketahanan. Tentu saja, mengintegrasikan penyandang disabilitas ke dalam masyarakat luas merupakan sebuah tantangan. Karena jelas menyulitkan penyandang disabilitas, menurut pendapat masyarakat luas. Keyakinan yang dianut masyarakat bahwa penyandang disabilitas tidak berdaya membuat mereka 1 Saidah Saidah and Riska Anggraini. AuPeran KPUD Dalam Pemenuhan Hak Pilih Bagi Penyandang Disabilitas Pada Pemilu 2019 Di Kota Parepare (Analisis Siyasyah Syaria. ,Ay Datuk Sulaiman Law Review (DaLRe. 34Ae42, https://doi. org/10. 24256/dalrev. Jatmiko Andi. AuIr - Perpustakaan Universitas Airlangga,Ay Perpustakaan Universitas Airlangga, no. Dm . : 1Ae8. 3 Nokuthula Tinta and Unathi Kolanisi. AuOvercoming Barriers for People with Disabilities Participating in Income-Generating Activities: A Proposed Development Framework,Ay African Journal Disability . 1Ae10, https://doi. org/10. 4102/ajod. Nurwahyudi Nurwahyudi. AuRESILIENSI PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENGHADAPI STIGMA DAN DISKRIMINASI,Ay https://w. org/paper/d4e278b62b49137ee5d68398d9e13abb222743e 5 Festa Yumpi Rahmanawati. AuResiliensi Keluarga Muslim Dengan Program Pasca Sarjana,Ay 2022. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . merasa rendah diri dan bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, faktor sosial dan lingkunganlah yang menyebabkan individu menderita. Diantara berbagai jenisnya adalah Kelumpuhan, dan kehilangan anggota tubuh karena amputasi. 7 Diatur dalam UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yaitu Seseorang yang memiliki disabilitas fisik, mental, intelektual, atau sensorik jangka panjang dan mungkin menghadapi hambatan untuk terlibat secara penuh dan efektif dalam aktivitas berbasis lingkungan berdasarkan persamaan hak dianggap sebagai penyandang Peneliti9 Firdaus . Membahas tentang Hubungan pemahaman diri dan dukungan keluarga dengan kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non bawaan di Yogyakarta, hasilnya semakin tinggi pemahaman diri dan dukungan keluarga maka semakin tinggi kebermaknaan hidupnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pemahaman diri dan dukungan keluarga dengan kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non bawaan di Yogyakarta. Penelitian10 Adhi . dalam penelitiannya Penyandang disabilitas di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jimbaran Bali cenderung menarik diri dari lingkungannya karena tidak memiliki kebermaknaan hidup. Dalam permasalahan penelitiannya menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan Quasi Experiment. Adapun dari11 Chan . berdasarkan hasil pengolahan distribusi frekuensi, diketahui bahwa atlet disabilitas cenderung memiliki tipe makna hidup dengan derajat Nila Nandita Sari. AuEksklusi Sosial Penyandang Disabilitas Terhadap Mata Pencaharian Di Kecamatan Wlingi (Studi Kasus Pada Penyandang Disabilitas Di Kecamatan Wling. ,Ay Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) 2, no. 972Ae82, https://doi. org/10. 17977/um063v2i10p972-982. 7 Junyi Wang. AuPhantom Limbs and Mirror Therapy: Brain Plasticity and Future Treatment for Brain Disorders and Injuries,Ay Frontiers in Medical Science Research 3, no. : 15Ae22, https://doi. org/10. 25236/fmsr. Andi. AuPerlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Dikaitkan Dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,Ay SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I . https://doi. org/10. 15408/sjsbs. 9 Geffarina Firdaus. AuHubungan Pemahaman Diri Dan Dukungan Keluarga Dengan Kebermaknaan Hidup Penyandang Disabilitas Non Bawaan Di Yogyakarta,Ay 2018, https://doi. org/https://w. org/paper/5ce208db1e373f87a8ff2f3daf88c 10 Adhi. AuKebermaknaan Hidup Tunadaksa Di Ypac Jimbaran Bali,Ay 2019, https://doi. org/10. 36002/SNTS. V0I0. 11 Rosyeni Chan. AuSumber Makna Hidup Dan Makna Hidup Pada Atlet Penyandang Disabilitas Di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung,Ay 2015, https://doi. org/https://w. org/paper/3901203fb142069f22101e2721a Vol 10. No. April 2025 4 | Yudistira Yusuf dkk. meaningfulness dan crisis of meaning yang sama-sama rendah . xistentially indifferen. dan derajat yang sama-sama tinggi . Mayoritas atlet disabilitas belum mampu menangkap nilai-nilai kebermaknaan dari pengalaman hidup mereka ataupun belum secara global mengevaluasi pengalaman hidupnya lebih konsisten ke arah positif bermakna. Dari ketiga peneliti terdahulu sama-sama menggunakan metode kuantitatif. Penyandang disabilitas non genetik menghadapi begitu banyak kendala dalam upaya mempertahankan hidupnya kedepan dalam kondisi yang memiliki keterbatasan kemampuan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini yang menyebabkan kesenjangan atau masalah sosial. Seseorang yang menyandang disabilitas akibat kecelakaan akan menjadi tidak stabil secara emosi dan mudah menyalahkan orang lain maupun dirinya sendiri atas perubahan yang terjadi pada dirinya. 13 Selain itu, penyandang disabilitas akibat kecelakaan biasanya gelisah, melankolis, cepat kehilangan semangat, gugup, tegang, tersinggung, takut, atau sensitif. mereka merasa tidak berdaya, suka berteriak, menarik diri dari masyarakat, dan menghindari menghadapi masalah, betapapun seriusnya. Upaya bunuh diri yang dilakukan oleh mereka yang berada dalam situasi ini sangatlah mudah. Ketidakstabilan emosi seperti ini dapat menurunkan kemampuan individu dalam menyelesaikan permasalahan atau kondisi yang sedang dihadapinya dan menandakan seseorang penyandang disabilitas akibat kecelakaan memiliki ketahanan yang kurang optimal karena pernah merasa dalam kondisi fisik yang normal dan dapat menjalankan semua aktivitas tanpa kesulitan apa pun. 15 Orang dengan kesulitan non-genetik merasa sulit menerima perubahan kondisi atau keadaan yang tiba-tiba. Individu kesulitan menerima keadaan yang berubah karena mereka mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri. Lebih jauh lagi, perubahan keadaan menyebabkan individu mempunyai tantangan dalam menjalankan fungsi sosial seperti bersosialisasi, bersekolah, dan bekerja. Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas fisik, kepercayaan diri, dan harga diri penyandang disabilitas saat 12 Tinta. AuBarriers Experienced by People with Disabilities Participating in Income- Generating Activities. A Case of a Sheltered Workshop in Bloemfontein. South Africa,Ay African Journal of Disability 9 . : 1Ae9, https://doi. org/10. 4102/ajod. 13 Siti Bunga Nurjanah. AuPemberdayaan Penyandang Disabilitas Pada Bidang Wirausaha Sosial Melalui Warung Miebowl Di Kota Tangerang,Ay Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) 90Ae96, https://doi. org/10. 55606/jpkmi. Silva. AuImplicayyAes Biopsicossociais Em Vytimas de Acidente de Trynsito Que Cursaram Com Deficiyncia Adquirida,Ay Enfermerya Actual En Costa Rica 2118, no. https://doi. org/10. 15517/revenf. 15 Wirmando. AuEfektivitas Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Resiliensi Korban Bencana Alam Yang Mengalami Kecacatan Fisik,Ay Jurnal Kesehatan Komunitas 8, no. 562Ae68, https://doi. org/http://jurnal. id/index. php/keskom/article/view/102. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . berinteraksi dengan orang lain. 16 Penyandang disabilitas masih dipandang sebagai beban di masyarakat, dianggap aib bagi keluarga dan dipinggirkan dalam pergaulan dan masyarakat. Kenyataannya, tidak jarang orang tua dan keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas disembunyikan, dibuang, dan dipasung. 17 Kemampuan untuk memulihkan diri dari tekanan mental sangat penting agar individu dapat terus menikmati hidupnya di masa depan. Individu dengan berbagai penyakit fisik harus mampu menerima dan mencoba cara-cara baru dalam melakukan berbagai aktivitas agar tetap aktif, produktif, dan meningkatkan potensi dirinya dalam beraktivitas sehari-hari. 18 Dari beberapa penelitian di atas mengungkapkan diantaranya kasus yang dialami gelisah, melankolis, kehilangan semangat hidup, kurang percaya diri, takut, sensitive, overwhelmed, merasa terisolasi dari Masyarakat dan bunuh diri. Hasil observasi awal dalam penelitian ini adalah peneliti mendapatkan bahwa semua informan sudah mulai memahami nilai kebermaknaan hidup pada diri mereka, sudah mulai beraktivitas seperti pada umumnya, sudah bisa menemukan skill dan mampu menghasilkan dari keahlian tersebut dan tidak bisa dipungkiri karena akibat kecelakaan dan menjadi penyandang disabilitas non genetik mereka juga sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan kepercayaan dari berbagai aspek kehidupan karena mereka dipandang sebelah mata karena keadaan fisik yang telah berubah. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut: . Bagaimana proses kebermaknaan hidup sebagai disabilitas non genetik . Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non genetik di kota Palopo. Adapun novelty yang ingin di tawarkan dalam penelitian ini untuk menggali nilai kebermaknaan hidup bagi penyandang disabilitas non genetik agar mampu berproses dalam menjalanin keberlangsungan hidup. 16 Schoemaker. AuSelf-Management Support for Young People Living with Fluctuating Chronic Diseases,Ay Archives of Disease in Childhood 107, no. : 658Ae59, https://doi. org/10. 1136/archdischild-2021-323118. 17 D Ramadhanti and M Taufik. AuResiliensi Pada Penyandang Disabilitas Fisik Pasca Kecelakaan,Ay https://doi. org/https://w. org/paper/09028232898e6a43667bf4cf406 Faulia Silatu Rachmawati. AuKompeten Dalam Menjalani Perubahan: Resiliensi Penyandang Disabilitas Non Bawaan Ditinjau Dari Regulasi Emosi Dan Pemaafan,Ay 2019, https://doi. org/https://w. org/paper/3429885e891eead2324231a8a0d 19 Allan. AuAnxiety Sensitivity and Intolerance of Uncertainty: Transdiagnostic Risk Factors for Anxiety as Targets to Reduce Risk of Suicide,Ay Current Psychiatry Reports 25, no. : 139Ae47, https://doi. org/10. 1007/s11920-023-01413-z. Vol 10. No. April 2025 6 | Yudistira Yusuf dkk. METODE Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang digunakan untuk memahami suatu pengalaman menarik dilingkungan sekitar yang dialami oleh individu berdasarkan sudut pandang yang bersangkutan secara mendalam. Kualitatif merupakan sebuah metodelogi penelitian untuk memahami pengalaman individu berdasarkan perilaku yang dimunculkan serta aktivitas mental yang mendasarinya dengan sudut pandang informan penelitian. Alasan peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah karena peneliti ingin lebih memudahkan dan memfokuskan pertanyaan yang akan diutarakan sesuai dengan latar belakang masalah penelitian secara rinci untuk menggali data sebanyak-banyaknya. penelitian kualitatif cenderung mengumpulkan data di lapangan di lokasi di mana partisipan mengalami isu masalah yang akan di Lokasi penelitian di kota Palopo. Adapun jumlah informan sebanyak 4 Kriteria penentuan informan meliputi : . penyandang disabilitas non genetik, . laki_laki dan Perempuan, . memiliki nilai kebermaknaan Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan Analisis data menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan metode dalam penelitian yang melibatkan beberapa sumber data, teknik analisis, atau pendekatan teoritis untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil Berikut data demografi informan: Table 2. 1 Data Demofrafi Informan Jenis Jenis Informan Kelamin Disabilitas Pendidikan Wilayah Netra Palopo Tuna Daksa Palopo Tuna Daksa SMA Palopo Tuna Daksa SMA Palopo Keterangan : DH merupakan seorang penyandang disabilitas non genetik Netral karena sakit sejak 2008 sampai sekarang, jadi ia menjadi disabilitas non genetik sudah 16 tahun. MN merupakan seorang penyandang disabilitas non genetik fisik pada kaki karena amputasi disebabkan karena kecelakaan kerja sejak tahun 2001 sampai sekarang, jadi dia menjadi seorang disabilitas non genetik sudah 23 tahun. RM merupakan seorang penyandang disabilitas non genetik fisik pada kaki akibat keseleo saat berjalan kaki di kebun sejak tahun 2009 sampai sekarang. Jadi dia menjadi seorang penyandang disabilitas non genetik sudah 15 tahun. PO merupakan seorang penyandang disabilitas non genetik fisik pada kaki karena amputasi akibat kecelakaan kerja saat membawa alat berat sejak tahun 1995 sampai sekarang. Jadi ia menjadi seorang penyandang disabilitas non genetik sudah 29 Tahun Lamanya. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . PEMBAHASAN RUMUSAN MASALAH PERTAMA Teori makna hidup yang dikemukakan oleh Viktor Frankl, dikenal sebagai Logoterapi, menekankan bahwa pencarian makna hidup adalah motivasi utama manusia. Frankl percaya bahwa bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun, individu masih memiliki kebebasan untuk memilih sikap mereka terhadap keadaan tersebut dan menemukan makna di Menurut Frankl, makna hidup dapat ditemukan melalui berbagai cara, seperti melalui pencapaian dan pekerjaan yang berarti, pengalaman cinta dan hubungan dengan orang lain, atau melalui cara menghadapi penderitaan dengan keberanian dan ketabahan. Bagi Frankl, makna hidup bukanlah sesuatu yang diberikan atau ditemukan secara pasif, tetapi sesuatu yang harus dicari dan ditemukan oleh setiap individu melalui pengalaman dan pilihan hidup mereka sendiri. Kebermaknaan hidup dapat dicapai melalui nilai kreatif, pengalaman, dan sikap. Frankl juga menekankan bahwa setiap individu mempunyai keinginan untuk mencapai kehidupan yang bermakna dalam setiap keadaan, termasuk dalam Penderitaan, dan bahwa hidup secara bermakna merupakan motivasi utama setiap orang. Tabel 3. 1 Proses kebermaknaan hidup sebagai disabilitas non genetik Tema Hasil Pembahasan Jawaban dari ke-4 Informan Keterangan Penyebab Disabilitas Kecelakaan Kerja dan Sakit Informan DH. MN. RM. PO Masa Pemulihan Satu sampai sepuluh tahun Informan DH. MN. RM. PO Akses Mobilitas Tidak memiliki hambatan Informan DH. MN. RM. PO pada aktivitas keseharian, tetapi hanya terletak pada . Penyebab Disabilitas Informan pada penelitian ini menjadi disabilitas non genetik dikarenakan kecelakaan kerja dan sakit berikut kutipan wawancara. AuAwalnya to sakit mata biasa nak. Tapi orang pintar-pintar bilang ini kiriman sihir/guna-guna. pada akhirnya lama berobat sampai berapa kali operasi, 2009 operasi terakhir mataku divonis awalnya katarak menjadi glaukoma yang pada saat itu ndak ada Pi pengobatan khususnya glaukoma. Ay (DH, 15-. Victor Frankl. ManAos https://doi. org/10. 1007/978-3-030-83063-2_7. Search Meaning. Vol 10. No. April 2025 8 | Yudistira Yusuf dkk. AuWaktu itu masih kerja di tambang saya kecelakaan kerja pada tahun 2001 ya sekitar 23 tahun yang lalu yang mengharuskan kaki ku harus di amputasi. (MN, 16-. AuDulu waktu saya masih di tenggara bekerja sebagai honorer 2009 kejadiannya di kebun saya keseleo injak lubang nah disitulah awal mula saya menjadi seorang disabilitas non genetik sampai-sampai kaki saya lubang dan harus merasakan tiga kali operasi waktu itu. Ay (RM, 15-. AuSejak tahun 1995 Waktu itu saya di Kalimantan merantau ke Sulawesi Selatan kerja di seko bawa alat berat tiba-tiba saat penurunan barang alat beratnya terbalik terus kaki saya tertindis. Ay (PO, 14-. Disabilitas non genetik yang disebabkan oleh kecelakaan dan penyakit sering kali menjadi titik balik yang mendalam dalam kehidupan seseorang. Kecelakaan serius, seperti kecelakaan lalu lintas atau cedera kerja, serta penyakit kronis seperti stroke atau diabetes, dapat mengakibatkan perubahan permanen pada kemampuan fisik atau mental. 21 Namun, bagi banyak individu, pengalaman ini juga menjadi momen kebangkitan dari Proses adaptasi terhadap kondisi baru, meskipun sulit, dapat membuka jalan bagi pencarian makna hidup yang lebih dalam. Banyak orang menemukan bahwa melalui perjuangan ini, mereka mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan, menemukan kekuatan batin yang sebelumnya tidak disadari, dan membangun kembali kehidupan mereka dengan tujuan yang lebih jelas dan bermakna. 22 Ketidakmampuan fisik yang diakibatkan oleh disabilitas sering kali menjadi dorongan untuk mengembangkan kemampuan lain, memperdalam hubungan dengan orang lain, dan mengejar tujuan hidup yang lebih altruistik. Dengan demikian, disabilitas bukan hanya tantangan, tetapi juga kesempatan untuk transformasi dan pertumbuhan pribadi yang . Masa Pemulihan 21 Norlinah Mohamed Ibrahim. AuHistorical and More Common Nongenetic Movement Disorders From Asia,Ay Journal of Movement Disorders 16, no. : 248Ae60, https://doi. org/10. 14802/jmd. 22 Levon Sargsyan. AuStudy of Adaptation of Displaced People To the New Conditions of Life Activity,Ay Main Issues Of Pedagogy And Psychology 22, no. : 28Ae34, https://doi. org/10. 24234/miopap. 23 Wina Al Syifa and Ella Nurlaella Hadi. AuDeterminants of Quality of Life on Persons with Physical Disability: Literature Review,Ay Journal of Social Research 2, no. : 1786Ae 95, https://doi. org/10. 55324/josr. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . Masa Pemulihan pada informan disabilitas non genetik bervariasi ada yang cepat 1 tahun bahkan adapula yang sangat lama sampai 10 tahun seperti pada kutipan wawancara berikut ini. AuKalau masalah itu mungkin saya sudah menerima diri saya dengan keadaan seperti ini sudah lama cuman mungkin orang mengatakan saya belum bisa menerima diri saya karena sebelum bisa bersosialisasi tidak mau diajak keluar jalan-jalan ke sana kemari bersama anak-anak Karena saya belum Pede dilihat oleh banyak orang dengan keadaan seperti ini saya masih malu untuk keluar di gandeng anak atau sebagainya itu kayak masih malu untuk itu. Ay (DH, 54-. AuKurang lebih 10 tahun baru bisa Ka terima kenyataan bahwa saya seorang disabilitas. Ay (MN, 35-. AuKurang lebih 3 sampai 5 tahun saya baru bisa Bangkit dari Ay (RM, 40-. AuKurang lebih 1 tahun. Ay (PO, . Melalui proses ini, banyak yang menemukan kekuatan baru dalam diri pada Masa pemulihan bagi penyandang disabilitas non-genetik yang diakibatkan oleh kecelakaan atau penyakit merupakan fase yang penuh tantangan, namun juga dapat menjadi momentum kebangkitan dari Pada periode ini, dukungan fisik dan emosional sangat penting untuk membantu individu tersebut kembali berfungsi secara optimal. Pemulihan tidak hanya melibatkan rehabilitasi fisik, tetapi juga penyesuaian psikologis yang mendalam, di mana mereka harus menerima keadaan baru dan menemukan makna dalam situasi yang berubah. 24 Mereka, serta memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai titik balik untuk menjalani hidup yang lebih bermakna. Proses ini juga sering kali menjadi pendorong untuk mencapai tujuan hidup baru dan membangun kembali rasa percaya Dengan dukungan yang tepat, baik dari keluarga, masyarakat, maupun tenaga kesehatan, individu-individu ini dapat mengatasi keterbatasan mereka dan menemukan cara baru untuk berkontribusi kepada masyarakat, sehingga menciptakan kehidupan yang penuh makna. Akses Mobilitas 24 Ruud T. Roodbeen. AuExperiences of Recovery and Posthospital Care Needs of Working-Age Adults after Physical Trauma: A Qualitative Focus Group Study,Ay BMJ Open 12, 4 . : 1Ae11, https://doi. org/10. 1136/bmjopen-2021-053330. 25 Adeline Herdianto and Zahrasari Lukita Dewi. AuDinamika Meaning Making Process Pada Emerging Adults Dengan Riwayat Adverse Childhood Experiences Dan Non-Suicidal Self-Injury,Ay Suksma: Jurnal Psikologi Universitas Sanata Dharma, https://doi. org/10. 24071/suksma. Vol 10. No. April 2025 10 | Yudistira Yusuf dkk. Begitu banyak hambatan yang dirasakan disabilitas non genetik salah satunya pada akses mobilitas yang ada pada kutipan wawancara berikut. AuMungkin hambatan yang saya alami itu pada akses ya saya jadi tidak bisa kemana-mana hanya bisa di rumah. Ay (DH, 93-. AuHambatannya pada akses sih mobilitas yang sangat susah. Ay (MN, 5. AuAwal-awal itu hambatan saya pada akses karena kondisi kaki yang masih sangat sulit untuk digerakkan harus menggunakan tongkat jadi susah untuk kemana-mana untuk bisa bangkit mencari pekerjaan untuk bisa mandiri seperti dulu. Ay (RM, 69-. AuHambatan yang saya alami itu terdapat pada aksesibilitas susah untuk ke mana-mana karena sudah tidak bisa saya mengendarai kendaraan. (PO, 55-. Penyandang disabilitas non-genetik yang terjadi akibat kecelakaan atau penyakit sering kali menghadapi tantangan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait akses akomodasi yang memadai. Akomodasi ini meliputi fasilitas fisik seperti aksesibilitas bangunan, transportasi umum, serta bantuan medis dan rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. 26 Namun, lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan fisik, proses memperoleh akses ini juga sering kali menjadi momentum penting dalam perjalanan pemulihan psikologis dan emosional penyandang disabilitas. Dengan dukungan yang tepat, individu dapat mengatasi keterpurukan yang disebabkan oleh perubahan drastis dalam hidup mereka dan menemukan makna baru dalam kehidupan. Proses ini memungkinkan mereka untuk membangun kembali identitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan berkontribusi positif pada masyarakat, sehingga hidup mereka menjadi lebih bermakna dan berdaya guna. PEMBAHASAN RUMUSAN MASALAH KEDUA Tabel 3. 2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non genetik 26 Adam Crowe. Specialist Disability Accommodation in the Social Housing Sector: Policy and Practice. AHURI Final Report, 2024, https://doi. org/10. 18408/ahuri8129801. 27 Jylia Pereira. AuTransnational Legal Frameworks and Context of Employment and Intellectual Disability,Ay No Barriers: Strategies and Best Practices for the Employment of Individuals Intellectual Disability, 9Ae35, https://doi. org/10. 24140/nobarriers. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . Tema Hasil Pembahasan Jawaban dari ke-4 Informan Keterangan Penerimaan Diri dan makna Positif Menerima keadaan fisik. Informan DH. MN. RM. PO semangat untuk bangkit. Berguna dan bermanfaat untuk orang lain, bersyukur dan yakin akan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Sang Pencipta. Sumber Dukungan Motivasi Orang tua, anak, keluarga. Informan DH. MN. RM. PO teman-teman lingkungan sosial Peran Kemandirian Melalui rasa kemandirian Informan DH. MN. RM. PO Kegiatan Positif Banyak melakukan Ibadah. Informan DH. MN. RM. PO bersosial media Figur Inspirasi Anak dan teman-teman Informan DH. MN. RM. PO penyandang disabilitas . Penerimaan Diri dan makna hidup yang Positif Masing-masing informan telah memiliki penerimaan diri dan makna hidup yang positif, dibuktikan dengan mampu menerima keadaan fisik, semangat untuk bangkit, berguna dan bermanfaat untuk orang lain, bersyukur dan yakin akan ketentuan takdir yang telah ditetapkan sang Berikut kutipan wawancara. AuYa banyak-banyak berpikir positif melakukan hal-hal yang positif seperti menyibukkan diri beribadah melakukan hal yang saya suka seperti mengelola usaha menjaga anak dan cucu. Ay (DH, 279-. AuSaya melihat bahwa Kenapa banyak teman disabilitas yang lebih susah keadaannya daripada saya terus mereka bisa bangkit bisa sukses tapi saya tidak bisa. Saya merasa Saya harus bangkit Saya harus bisa menjalani kehidupan saya untuk melanjutkan hidup saya Walaupun dalam keadaan seperti ini. Ay (MN, 62-. Sehingga dapat disimpulkan mereka telah memiliki makna hidup dan bisa menerima keadaan fisiknya. Seperti pada penelitian. 28 Makna hidup berasal 28 Malgorzata. AuDisability as a Challenge,Ay Biografistyka Pedagogiczna 5, no. 105Ae24, https://doi. org/10. 36578/bp. Vol 10. No. April 2025 12 | Yudistira Yusuf dkk. dari beberapa kebutuhan dan dari beberapa pengalaman hidup yang Mengenai tentang makna hidup terkadang berjuang untuk menemukan makna dan tujuan hidup, menuntun seorang penyandang disabilitas fisik non genetik untuk mendekati hidup dengan semangat hidup, jauh dari perasaan hampa dan sabar menjalani hidup, dan kekuatan untuk menjalani kehidupan sehari-hari untuk memberi makna pada kehidupannya dalam tujuan yang ingin dicapai sehingga semua aktivitas menjadi lebih 29 Pengalaman disabilitas tidak selalu memunculkan hal-hal negatif. Aspek-aspek seperti kualitas hidup, kepuasan, dan kesejahteraan secara keseluruhan memiliki potensi untuk membentuk penerimaan diri yang positif, penuh harapan, dan optimis, keterampilan mengatasi masalah yang sehat, ketahanan yang kuat, penentuan nasib sendiri, kemampuan beradaptasi yang kuat, dan kemandirian. Sumber Dukungan Motivasi Motivasi sangat berperan penting bagi penyandang disabilitas non genetik untuk bisa bangkit melanjutkan kehidupannya seperti pada kutipan wawancara berikut. AuAlhamdulillah tanpa saya butuhkan dan tanpa secari saya sudah dapatkan kembali lagi ya hanya dari anak-anak dan cucu saya. Ay (DH, 227-. AuSangat mensupport orang tua saudara-saudara lingkungan tetangga beserta teman-teman disabilitas yang ada di Kota Palopo semuanya Sangat mendorong saya untuk bangkit Mereka bilang hidup masih panjang tidak boleh berlarut-larut dalam meratapi nasib yang saya alami sekarang. Ay (RM, 45-. Berbagai sumber dukungan motivasi dapat berperan sebagai katalisator dalam proses kebangkitan dari keterpurukan. 31 Dukungan dari keluarga, teman, serta komunitas sekitar memberikan rasa aman dan penerimaan, yang penting untuk membangun kembali rasa percaya diri dan harga diri. Muhimmatul Hasanah. AuKebermaknaan Hidup Pada Ibu Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus,Ay Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 18, no. : 22Ae31, https://doi. org/10. 55352/uq. 30 Venkatesan. AuPositivity and Disability: A Descriptive Narrative Review,Ay Innovare Journal of Education 11, no. : 1Ae4, https://doi. org/10. 22159/ijoe. 31 Abdul Kadir. Muhammad Haekal, and Muh Akbar. AuDynamics of Family Caregivers in Caring for People with Disabilities Congenital : A Systematic Literature Review ( SLR )Ay 1, 1 . : 428Ae33. 32 S Suarja et al. AuMelaksanakan Bimbingan Kepribadian Dengan Kegiatan Layanan Konseling Kelompok Dan Konseling Keluarga Terhadap Klien Balai Pemasyarakatan Kelas II A,Ay Takris: Journal of A 1, no. : 41Ae48, https://doi. org/https://ejournal. com/index. php/TKR/article/view/14https://ejournal. com/index. php/TKR/article/download/14/6. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . Selain itu, akses terhadap layanan rehabilitasi dan konseling psikologis dapat membantu individu untuk menerima kondisi baru mereka dan mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan situasi mereka saat 33 Faktor-faktor ini tidak hanya membantu penyandang disabilitas dalam menghadapi kenyataan hidup yang baru, tetapi juga mendorong mereka untuk menemukan makna dalam kehidupan, yang pada akhirnya memperkuat semangat untuk menjalani hidup dengan penuh harapan dan . Peran Kemandirian Kemandirian menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non genetik seperti pada kutipan wawancara berikut ini. AuRasa kemandirian itulah yang membuat saya terdorong untuk bangkit untuk bisa berjuang agar saya bisa melanjutkan hidup saya agar menjadi lebih baik lagi. Ay (MN, 171-. Kemandirian bagi penyandang disabilitas non genetik memiliki peran krusial dalam proses kebangkitan dari keterpurukan serta penciptaan hidup yang bermakna. Dengan mengembangkan kemandirian, individu dengan disabilitas dapat membangun rasa percaya diri dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Proses ini seringkali melibatkan penyesuaian diri, pengembangan keterampilan, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Kemandirian ini menjadi fondasi bagi individu untuk mencapai tujuan hidupnya, mengembangkan potensi diri, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Ketika penyandang disabilitas berhasil mencapai kemandirian, mereka tidak hanya mengubah persepsi diri mereka sendiri tetapi juga menginspirasi orang lain, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik atau mental bukanlah halangan untuk hidup bermakna dan produktif. Penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan rasa kebermaknaan bagi penyandang disabilitas, yang pada akhirnya dapat mempercepat proses pemulihan dari 33 Sargsyan. AuStudy of Adaptation of Displaced People To the New Conditions of Life Activity. Ay 34 anna Ziotek. AuRole of Psychological and Pedagogical Support in the Life of People With Disabilities?,Ay Journal of Vasyl Stefanyk Precarpathian National University 7, no. : 93Ae101, https://doi. org/10. 15330/jpnu. 35 Natalie Christensen. AuDisability and Self: Critical Factors in Positive Adjustment After the Onset of Disability in Emerging Adulthood,Ay Columbia Social Work Review 21, no. : 101Ae18, https://doi. org/10. 52214/cswr. 36 Rina Puspita Sari Rina. AuPEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS BERBASIS KERAJINAN TANGAN,Ay Edu Consilium: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pendidikan Islam null . : null, https://doi. org/10. 19105/ec. Vol 10. No. April 2025 14 | Yudistira Yusuf dkk. Kegiatan Positif Menyibukkan diri dengan melakukan kegiatan yang positif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup penyandang disabilitas non genetik seperti pada kutipan wawancara berikut ini. AuBanyak-banyak Berserah diri kepada Allah lebih banyak melakukan ibadah wajib dan sunnah dzikir untuk menenangkan hati dan pikiran saya terus bersenda gurau bersama anak dan cucu dan saya suka menonton walaupun dengan keadaan saya yang 90% tidak bisa melihat tapi saya suka menonton dengan cara mendengar alur ceritanya saja. (DH, 173-. AuSaya banyak-banyak mencari hal-hal positif saya aktif di sosial media mencari referensi untuk saya menjalani hidup lebih baik ke depannya mengikuti pelatihan yang bisa menunjang terampilan ku. Ay (RM, 133. Penyandang disabilitas non-genetik seringkali menghadapi tantangan besar dalam hidup mereka, namun banyak dari mereka berhasil menemukan jalan untuk bangkit melalui berbagai kegiatan positif. Kegiatan seperti pelatihan keterampilan, pendidikan inklusif, dan partisipasi dalam komunitas sosial membantu mereka untuk mengembangkan potensi diri dan merasa Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka. 37 Proses kebangkitan ini memberikan makna baru dalam hidup mereka, karena mereka tidak lagi terfokus pada keterbatasan fisik tetapi lebih pada kemampuan dan kontribusi yang bisa mereka berikan kepada masyarakat. Studi menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan yang bermakna dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup penyandang disabilitas, membantu mereka untuk hidup lebih mandiri dan terpenuhi secara emosional. Figur Inspirasi Figur inspirasi merupakan sosok yang mampu menebar dan memberikan pengaruh positif kepada penyandang disabilitas non genetik seperti pada kutipan wawancara berikut ini. Adyle Ebrahim. AuTraversing Disability: Building Social Capital through Skill Development Employment,Ay Disabilities . 439Ae50, https://doi. org/10. 3390/disabilities2030031. Zwierzchowska. AuForced Sedentariness and Sports Activity as Factors Differentiating Anthropometric Characteristics. Indices, and Body Composition in People Disabilities,Ay Biology . 1Ae10, https://doi. org/10. 3390/biology11060906. Kelola: Journal of Islamic Education Management Nilai-Nilai Pembelajaran . AuAda yaitu anak saya sendiri yang sangat luar biasa Walaupun dia disabilitas fisik tapi semangat nya sangat luar biasa untuk bisa sukses Mandiri dan menggapai cita-citanya. Ay (DH, 289-. AuTeman-teman yang ada di dalam organisasi perkumpulan penyandang disabilitas Indonesia Kota Palopo. Ay (MN, 192-. AuInspirasi saya yaitu teman-teman disabilitas yang memiliki semangat yang luar biasa untuk bangkit untuk maju untuk sukses. Ay (RM, 212-. AuTeman-teman organisasi disabilitas menjadi semangat saya karena mereka semangat walau dengan berbagai jenis disabilitasnya. Ay (PO, 164-. Figur inspiratif di kalangan penyandang disabilitas non genetik sering kali menjadi teladan dalam menghadapi tantangan hidup. 39 Kehilangan kemampuan fisik atau sensorik bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan yang penuh makna. Proses kebangkitan dari keterpurukan ini adalah bukti bahwa dengan ketekunan, dukungan sosial, dan penerimaan diri, seseorang dapat menemukan arti hidup yang Pengalaman ini menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk mencapai keberhasilan, melainkan bisa menjadi sumber kekuatan yang memotivasi individu untuk meraih impian dan memberikan kontribusi yang berarti bagi Masyarakat. PENUTUP Penelitian ini mengungkapkan bahwa kebermaknaan hidup bagi penyandang disabilitas non genetik di Kota Palopo sangat dipengaruhi oleh . Proses kebermaknaan hidup yaitu penyebab kedisabilitasan, masa pemulihan, dan akses mobilitas. nilai kebermaknaan hidup yang positif berperan penting dalam membangun nilai kebermaknaan hidup informan. faktor-faktor seperti penerimaan diri dan makna hidup yang positif, sumber dukungan motivasi, peran kemandirian, kegiatan positif, dan figur Penemuan ini menekankan pentingnya penerimaan diri dan kemampuan mengatasi stigma sosial bagi penyandang disabilitas, yang merupakan kunci dalam mencapai hidup bermakna. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan dalam masyarakat, seperti melalui pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial, dapat meningkatkan rasa Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas, inklusi sosial, dan dukungan psikososial. Studi ini menekankan pendekatan holistik dalam mendukung penyandang disabilitas 39 Rose Elmido. AuFacing the Challenge: Exposing Teachers With Disabilities Who Teach the Filipino Subject,Ay International Journal of Research Publications 102, no. 121Ae35, https://doi. org/10. 47119/ijrp1001021620223272. 40 Malgorzata. AuDisability as a Challenge. Ay Vol 10. No. April 2025 16 | Yudistira Yusuf dkk. non genetik untuk mencapai dan mempertahankan nilai kebermaknaan Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan penggunaan metode penelitian yang berbeda, yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam serta memungkinkan adanya pemberian treatment langsung kepada informan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih komprehensif dan aplikatif dalam konteks intervensi untuk meningkatkan kebermaknaan hidup bagi penyandang disabilitas non genetik. UCAPAN TERIMAKASIH Dengan penuh rasa syukur dan tulus dari hati, saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua suami dan keluarga besar atas kasih sayang, doa, dan dukungan yang tiada henti selama perjalanan hidup dan studi saya baik secara moral maupun emosional sehingga saya mampu menyelesaikan penelitian sekaligus menuntaskan perjalanan panjang perkuliahan ini. Terima kasih pula kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi yang tak ternilai, yang dengan kesabaran, ilmu, dan bimbingan luar biasa telah membantu saya menyusun jurnal penelitian ini hingga selesa, serta sahabat saya yang selalu ada sebagai penyemangat di setiap langkah, yang telah menjadi rekan seperjuangan sejak awal perjalanan, berbagi suka dan duka, mendampingi saya dalam setiap jatuh dan bangkit, terima kasih atas semangat dan kenangan indah yang tidak Kalian semua adalah pilar kekuatan yang membawa saya sampai pada titik ini, dan tanpa kehadiran serta peran kalian, mimpi saya tidak akan menjadi nyata. Semoga kebaikan kalian semua senantiasa dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA