IJCCS. Vol. No. July x, pp. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 Perbaikan Kualitas Proses Produksi Mesin Sealing Pada Produk Jelly Menggunakan Six Sigma 1,2,3 Solihin1. Sanusi 2. Murwan Wiyantoro 3 Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Bhyangkara Jakarta Raya e-mail : *1solihin@dsn. arfl8@gmail. com 3murwan@dsn. Abstrak Six Sigma merupakan suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan untuk setiap transaksi produk barang dan jasa. Six Sigma adalah suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan mutu atau kualitas DMAIC yang merupakan terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. PT. XYZ Bekasi adalah salah satu perusahaan industri pangan yang memproduksi nata de coco. Pengendalian kualitas terhadap proses produksi mini jelly diharapkan dapat menekan terjadinya cacat produksi dalam pembuatan mini jelly ketika dibuat dari raw material hingga menjadi produk mini jelly. Mini jelly merupakan makanan setengah padat dengan berbahan dasar buah-buahan dan gula dengan kandungan total padatan minimal 65%. Komposisi bahan baku pada mini jelly adalah 55% gula dengan 45% buah-buahan. Permasalahan penelitian ini berdasarkan dari hasil cacat proses produksi selama periode Bulan Juli 2020 Ae Bulan Desember 2020 sebesar 409. dengan presentase 0,20% yang melebihi standar yaitu sebesar 0,1%. Nilai DPMO sebelum proses perbaikan sebesar 202. 959 dengan nilai sigma sebesar 2,33. Hasil dari penelitian ini adalah cacat proses produksi sebesar 20. Nilai DPMO sebesar 581 dengan Nilai sigma 4,7. Kata kunciAi Six Sigma. DPMO. Produksi. Cacat Abstract Six Sigma is a vision of quality improvement towards the target of 3. 4 failures per million opportunities for every product and service transaction. Six Sigma is a method or technique of controlling and improving the quality or quality of DMAIC which is a new breakthrough in the field of quality management. PT. XYZ Bekasi is one of the food industry companies that produces nata de coco. Quality control of the mini jelly production process is expected to reduce the occurrence of production defects in making mini jelly when it is made from raw material to become a mini jelly product. Mini jelly is a semi-solid food made from fruits and sugar with a total solid content of at least 65%. The composition of the raw material in mini jelly is 55% sugar with 45% fruits. The problem of this research is based on the results of defects in the production process during the period July 2020 - December 2020 amounting to 409,520 with a percentage of 0. 20% which exceeds the standard of 0. The DPMO value before the improvement process was 202,959 with a sigma value of 2. The results of this study are 20,100 production process defects. DPMO value of 581 with a sigma value of 4. KeywordsAiMSix Sigma. DPMO. Production,Defect. Received June 1st,2012. Revised June 25th, 2012. Accepted July 10th, 2012 Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 PENDAHULUAN XYZ Bekasi adalah salah satu perusahaan industri pangan yang memproduksi nata de Pengendalian kualitas terhadap proses produksi mini jelly diharapkan dapat menekan terjadinya cacat produksi dalam pembuatan mini jelly ketika dibuat dari raw material hingga menjadi produk mini jelly. Kegiatan produksi mini jelly membutuhkan banyak komponenkomponen, mesin-mesin, serta SDM yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi mini jelly. Dalam melakukan proses produksi mini jelly . PT. XYZ Bekasi mendapatkan terjadi cacat produksi yang cukup tinggi, sehingga membuat produk menjadi cacat produk yang tidak dapat di perbaiki. Tabel 1. 1 dilampirkan data produksi dengan data hasil proses produksi dan cacat proses produksi selama 6 bulan. Data diambil mulai dari bulan Juli 2020 sampai dengan Desember 2020. Tabel 1. 1 Laporan Jumlah Produksi Dan Cacat Produksi Selama 6 Bulan Periode Hasil Proses Produksi Jenis Cacat Mini Jelly Presentasi Cacat Lid Lid Sealing Miring Miring 0,21 0,04 Juli 0,19 0,05 Agustus 0,22 0,05 September 30. 0,20 0,04 Oktober 0,20 0,04 November 36. 0,19 0,03 Desember 39. 0,20 0,04 TOTAL Standard Presentasi Cacat Sealing Berdasarkan Tabel 1. 1 dengan adanya cacat proses sealing sebesar 0,20% melebihi standar yang ditetapkan oleh Departemen Produksi sebesar 0,1% maka berdampak terhadap kerugian yang dialami oleh perusahaan. Berdasarkan pada Tabel 1. 2 kerugian yang dialami oleh perusahaan selama 6 bulan adalah sebesar Rp. Dengan demikian pada paper ini membaha tentang perbaikan cacat proses sealing dalam proses produksi mini dengan Menggunakan Metode Six Sigma. METODE PENELITIAN 1 metodologi Six Sigma. Pengendalian kualitas produk memungkinkan perusahaan untuk menghemat biaya produksi yang muncul dari adanya produk cacat selama proses produksi berlangsung. Penelitian ini penerapan pengendalian kualitas yang digunakan adalah pengendalian kualita metode Six Sigma. Six Sigma merupakan sebuah alat pengendalian kualitas penting bagi manajemen produksi untuk menjaga, memperbaiki, dan mempertahankan kualitas dari suatu produk Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 terutama untuk mencapai target peningkatan kualitas menuju zero defect. Analisis hasil penelitian menggunakan metode six sigma yang menggunakan tapahan DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve, and Contro. pada Departemen Produksi dengan produk mini jelly adalah sebagai berikut : 1 Tahap Define Tahap Define adalah tahap penentuan masalah dan target yang akandi capai. Data yang ada di dalam tahap ini adalah: Mengidentifikasi Critical to Quality (CTQ) dari produk mini jelly. Membuat tabel Project Charter. Tahap Measure Tahap Measure adalah tahap pengukuran kemampuan proses produksi sebelum adanya proses perbaikan. Tujuan adalah untuk mengukur tingkat proses produksi pada kondisi sebelum adanya proses perbaikan proses produksi. Tahapan Measure adalah sebagai berikut: Menguji Keseragaman Data Metode yang digunakan untuk menguji keseragaman data dengan menggunakan peta kendali P. Langkah-langkah dalam membuat peta kendali P adalah sebagai berikut: Pengambilan Data Data yang diambil adalah data jumlah hasil proses produksi dalamwaktu periode Menghitung Porporsi Kecacatan Rumus mencari persentase kecacatan adalah Keterangan: P : Porporsi Kecacatan np : Produk cacat tiap periode n : Jumlah produksi tiap periode Menghitung Standar Deviasi (A) IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page . Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 Menghitung batas gari tengah atau rata-rata kecacatan CL = Eu np Eun Keterangan: CL : Rata-rata kecacatan Eu np : Jumlah total produk cacat Eu n : Jumlah total produk yang diperiksa Menentukan batas kendali atas dan batas kendali bawah Batas kendali atas atau Upper Control Limit (UCL) dan batas kendali bawah atau Lower Control Limit (LCL) dapat dihitung denganmenggunakan rumus: UCL = 3 SP. Rata-rataLCL = - 3 SP. Ratarata Menguji Kemampuan Proses ( Process Capabilit. Kemampuan proses diukur dengan menguku dengan nilai sigma yang ditentukan oleh tingkat kecacatan produk per sejuta peluang (DPMO). DPMO adalah jumlah cacat dalam satu juta peluang ketiks suatu produk dapat mengandung lebih dari satu cacat. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai DPMO untuk mengetahui seberapa besar cacat yang terjadi dari satu juta kemungkinan yang ada, dan dilakukan pengkonversian nilai DPMO ke nilai sigma untuk mengetahui tingkat berapa proses terebut berada. DPO atau peluang pada penelitian ini adalah 1 karena setiap kali proses mengalami cacat maka hasil produk mengalami cacat prosess produksi. Rumus yang digunakan dalam DPMO adalah: Rumus untuk menghitung Nilai Sigma dengan menggunakan bantuan ms. excel yaitu =NORMSINV (. 0000-DPMO)/100. ) 1,5. 3 Tahap Analyze Tahap Analyze adalah tahap menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan proses produksi mini jelly tidak mencapai target yang diharapkan. Tujuannya adalah untuk mengetahui cacat proses produksi yang paling berpengaruh dalam proses produksi mini jelly. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 Tahap Improve Tahap Improve adalah tahapan perbaikan dari hasil tahap analyze. Pada tahap ini membuat usulan perbaikan proses produksi berdasarkan hasil daritahap analyze. Tahap Control Tujuan tahap control adalah untuk memastikan kondisi perbaikan pengendalian proses produksi mini jelly berjalan secara terus menerus. Tahapan Control adalah sebagai berikut: Standarisasi dengan SOP. Membuat Peta Kendali P untuk mengetahui apakah perbaikan berhasildilaksanakan atau tidak. Menghitung Nilai DPMO dan Nilai Sigma setelah proses p e rbaikan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tahap Define Define merupakan tahap pendefinisan masalah dalam produk akhir penelitian ini yaitu produk mini jelly, pada tahap ini masalah yang menyebabkan produk mini jelly cacat produksi didefinisikan penyebab masalahnya, langkah-langkah yang dilakukan adalah: Mengidentifikasi Critical to Quality (CTQ) Critical to Quality merupakan salah satu konsep yang menggunakan suatu pengukuran produk atau proses, yang mana produk tersebut harus memiliki standar atau batasan spesifikasi yang sesuai dengan kepuasan pelanggan untuk mencapai sebuah good quality. Adapun karakteristik yang sesuai dengan keinginan pelanggan dapat dilihat pada Tabel 3. dan table Tabel 3. 1 CTQ Produk Mini Jelly Item to Inspect Standart CTQ Seal kuat dan bagus dapat dilihat secara visualdengan mata, ketika cup mini jelly ditekan seal Sealing tidak mengalami kerusakan. Kondisi lid mini jelly sesuai dengan kondisi Lid Miring dengan cup mini jelly artinya lid mini jelly tidakboleh melebihi pinggiran dari cup mini jelly. IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 Tabel 3. 2 Data CTQ Produk Mini Jelly Bulan Juli-Desember 2020 Item to Inspect Sealing Lid Miring Actual Cacat Ditemukan produk yang cacat ebih dari 1500 pc. Ditemukan mengalami lid miring dibawah standart . -500 Pc. Standart CTQ Maksimal cacat proses Maksimal cacat lid Jumlah Cacat (Pc. Membuat Tabel Project Charter Project Charter mendefinisikan ruang lingkup, tujuan, hasil dan pendekatan keseluruhan untuk pekerjaan yang harus diselesaikan. Project Charter dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 3 Project Charter Judul Penelitian Pernyataan Penelitian Masalah Penelitian Proses Area atau Departemen Usulan Perbaikan Proses Produksi Mini Jelly Di Departemen Produksi Dengan Menggunakan Metode Six Sigma. Karena peningkatan proses produksi meningkat akibat cacat produksehingga mengurangi keuntungan. Cacat proses sealing pada proses produksi mini jelly selama periode Juli 2020 sampai Desember 2020 sebesar 0,20% yang melebihi standar yang telah ditetapkan yaitu sebesar 0,1%. Cacat proses produksi mini jelly:Proses Sealing Semua proses produksi mini jelly Pengurangan Biaya Produksi Keuntungan Penelitian Berdasarkan Tabel 4. 6 Project Charter diketahui bahwa pada proses produksi mini jelly terjadi cacat proses sealing dengan presentase sebesar 0,20% sedangkan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Produksi sebesar 0,1%. Untuk mengetahui nilai DPMO dan nilai sigma dari presentase cacat proses sealing dan standar yang ditetapkan Departemen Produksi dapat dilihat pada Tabel 3. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 Tabel 3. 4 Nilai DPMO dan Nilai Sigma Presentase Cacat Nilai DPMO Nilai Sigma Keterangan 0,20% 2,33 Cacat Proses Sealiing Periode Bulan Juli 2020 Bulan Desember 2020 4,57 Standar Cacat Proses Sealing Pada Proses Produksi Mini Jelly 0,1% 2 Tahap Measure Tahap Measure adalah tahap pengukuran kemampuan proses produksi sebelum adanya proses perbaikan. Tujuan adalah untuk mengukur tingkat proses produksi pada kondisi sebelum adanya proses perbaikan proses produksi. 1 Menguji Keseragaman Data P-CHART CACAT PROSES SEALING PERIODE JULI Ae DESEMBER 2020 0,003 0,002 0,001 JULI AGU STUS SEPTEMBER OKT OBER NOV EMBER DESEMB ER UCL LCL Gambar 3. 1 P-Chart Cacat Proses Sealing Berdasarkan Gambar 3. 1 dapat diketahui bahwa ada 3 titik sebaran data yang berada diluar batas kendali bawah sebesar 0,0019 dan ada 2 titik sebaran data yang berada diluar batas kendali atas yaitu sebesar 0,0020. Hasil pengolahan ini menunjukkan bahwa proses produksi mini jelly masih belum stabil atau masih banyak menimbulkan cacat proses produksi dan perlu adanya tindakan perbaikan dalam proses produksi mini jelly untuk mengurangi cacat proses IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 2 Menghitung Kemampuan Proses (DPMO) dan Nilai Sigma Tabel 3. 5 Hasil Perhitungan DPMO Dan Nilai Sigma Periode 2020 Cacat Proses Sealing Hasil Proses Produksi Juli Agustus September Oktober November Desember TOTAL RATA-RATA DPMO Nilai Sigma 2,29 2,38 2,27 2,33 2,36 2,37 2,33 Berdasarkan Tabel 3. 5 di atas, pada bagian proses produksi mini jelly memiliki kemempuan prose dengan nilai DPMO sebesar 202. 959 sama dengan nilai sigma rata-rata sebesar 2,33. Kondisi tersebut masih jauh dari nilai sigma yang diharapkan yaitu 4. 3 Tahap Analyze Tahap analyze merupakan tahapan yang ketiga dalam proses pengendalian kualitas metode six sigma. Tujuan dari tahap ini yaitu menganalisa penyebab- penyebab utama yang mengakibatkan masalah pada proses produksi mini jelly di Departemen Produksi. Pada tahap ini menentukan mengetahui cacat dominan dalam proses produksi mini jelly, serta melakukan identifikasi penyebab-penyebab kecacatan dengan menggunakan diagram sebab akibat atau fish 1 Menentukan Cacat Dominan Diagram pareto akan menampilkan permasalahan yang ada untuk menentukan proritas penyelesaian masalah dalam penelitian ini. Urutab-urutan untuk melakukan perbaikan dalam mengatasi masalah yang ada dapat dilakukan dengan memulai pada masalah yang paling dominan yang diperlukan. Tabel 3. 6 Data Cacat Mini Jelly Selama 6 Bulan Periode 2020 Juli Agustus September Oktober November Desember TOTAL Jenis Cacat Mini Jelly Sealing Lid Miring Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 Berdasarkan dari Tabel 3. 6 di atas cacat Sealing merupakan cacat proses produksi mini jelly yang paling dominan dalam menghasilkan cacat proses produksi mini jelly. 2 Mencari akar penyebab Cacat Dominan Berdasarkan hasil penentuan cacat dominan yaitu cacat maka cacat proses sealing ini menjadi prioritas untuk dilakukannya proses perbaikan. Untuk mengetahui hasil analisis menggunakan fish bone dapat dilihat pada Gambar 3. 2 yaitu Diagram Fish Bone. Man Power Method Belum Terampil Kelelaha Tidak Mengikuti SOP Targe Operator Baru Kurang Pelatihan Tidak Disiplin Kurang Pelatihan Cacat Proses Sealing Seal kurang Suhu Panas Settingan Kurang Tepat Sensor Kurang Perawatan Kurang Pengecekan Lingkungan Kerja Machin Gambar 3. 2 Diagram Fish Bone Cacat Proses Sealing Tabel 3. 7 Analisa Akar Penyebab Cacat Sealing Faktor Penyebab Akar Masalah Kurang disiplinnya operator saat mengoperasikan, karena kurangnya pengawasan kepala shift. Faktor Man Power (Manusi. Operator baru (Tidak terampi. Operator kelelahan Seal yang kurang kuat disebabkan sensor suhu mengalami error atau rusak karena kurangnya perawatan terhadap mesin. 2 Faktor Machine (Mesi. Seal mesin belum berada pada angka standar 138,5AC - 145AC karena sensor error 3 Faktor Method (Metod. SOP tidak mudah difahami (Tidak jela. 4 Faktor Lingkungan Kerja Suhu ruangan kerja yang sangat panas sehingga mengganggu konsentrasi dalam mengoperasikan mesin. 4 Tahap Improve Tahap ini merupakan sebuah tahap perencanaan tindakan untuk melaksanakan rencana peningkatan kualitas dengan menggunakan metode six sigma. Adapun usulan perbaikan yang IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 diajukan pada jenis cacat proses sealing berdasarkan tahap Analyze sebelumnya dengan menggunakan tool fishbone untuk mengurangi cacat proses produksi mini jelly. Perbaikan perbaikan proses dapat dilihat pada Tabel 3. No. Tabel 3. 8 Tindakan Perbaikan Penyebab Perbaikan Kurang Pelatihan Mengadakan training tentang pemaham SOP Kurang Pengawasan Menambah jumlah pengawas Kelelahan Dilakukan senam relaksasi saat 5 menit disaat puncak kelelahan Melakukan pengentrolan suhu sealing sebelum kegiatan proses produksi Seal kurang kuat dilakukan untuk memastikan suhu mesin untuk melakukan proses sealing berada pada suhu yang optimal. Melakukan pengecekan sebelum dan sesudah proses berlangsung untuk Sensor Error mengkontrol kondisi dari sesnsor sealing dengan membuat form check sheet. SOP kurang Perbaikan SOP dengan gambar sehingga mudah difahami. Penambahan blower angin untuk mengatur suhu ruangan proses produksi menjadi lebih terjaga dan Melakukan Suhu Panas pembersihan dan pengecekan setiap minggu untuk menjaga kondisi dari blower angin tetap terjaga. Faktor Man Power Machine Method Lingkungan 5 Tahap Control Tahap control merupakan tahap terakhir dalam peningkatan kualitas berdasarkan six Pada tahap control dilakukan standardisasi proses dan monitoring proses untuk memastikan apakah hasil perbaikan mempunyai efek yang signifikan atau tidak. Hasil monitoring perbaikan menunjukan proses lebih stabil sesuai dengan data pengendalian pada Gambar 3. 3 Grafik Peta Kendali P setelah Perbaikan Periode 30 Hari Cacat Proses Sealing Hasil Proses Produksi DPMO Nilai Sigma 28-Mei-21 29-Mei-21 30-Mei-21 01-Jun-21 02-Jun-21 03-Jun-21 648,09 637,92 615,99 596,30 588,72 538,04 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520 04-Jun-21 559,85 05-Jun-21 603,06 06-Jun-21 531,63 07-Jun-21 590,84 08-Jun-21 584,34 09-Jun-21 579,82 10-Jun-21 533,43 11-Jun-21 532,86 12-Jun-21 520,48 13-Jun-21 563,18 14-Jun-21 578,37 15-Jun-21 569,99 16-Jun-21 557,69 17-Jun-21 522,39 18-Jun-21 577,70 19-Jun-21 569,72 20-Jun-21 590,27 21-Jun-21 619,66 22-Jun-21 619,34 23-Jun-21 567,72 24-Jun-21 581,48 25-Jun-21 635,01 26-Jun-21 631,45 27-Jun-21 577,52 TOTAL RATA-RATA Berdasarkan data monitoring proses produksi yang dilaksanakan dari tanggal 28 Mei sampai tangga 27 Juni 2020 menujukan peningkatan level sigma dari 2,33 menjadi 4,7 lebih tinggi dari target yang telah ditentukan yaitu 4,57. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data , analisa dan pembahasan, maka kesimpulanmdalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode six sigma dapat diketahui bahwa kualitas proses sealing pada proses produksi mini jelly kurang baik karena selama periode Bulan Juli sampai Bulan Desember 2020 menghasilkan jumlah cacat sebesar 409. 520 dengan presentase sebesar 0,20% dengan nilai sigma sebesar 2,33. Hal ini menunjukkan bahwa Departemen Produksi belum mampu untuk mengendalikan proses produksi agar produk tidak mengalami cacat diatas standar yaitu 0,1%. Berdasarkan hasil Analisa dengan menggunakan metodolodi DMAIC ditarik kesimpulan bahwa faktor mesin menjadi salah satu penyebab cacat proses sealing pada proses produksi mini jelly. Setelah dilakukannya perbaikan proses produksi mini IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 jelly dapat dilihat bahwa cacat proses sealing selama periode 30 hari sebesar 20. 100 dengan presentase sebesar 0,058% dan mendapatkan nilai sigma sebesar 4,7 SARAN Analisa pada penelitian ini menggunakan metode cause and effect analisis dengan tool fishbone diagram dan brainstorming yang bersifat kualitatif. Sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan metode statistic rancangan percobaan atau design of experiment terutama untuk menganalisa suhu yang optimal untuk melakukan proses sealing. DAFTAR PUSTAKA