GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED PADA PEMBELAJARAN IPA TERHADAP LITERASI LINGKUNGAN SISWA DI SEKOLAH DASAR Yulia Fitriani1. Endang M. Kurnianti2. Uswatun Hasanah3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Jakarta123 Email: fyulia801@gmail. com1, emkurnianti@unj. uswatunhasanah@unj. Abstract Saat ini, lingkungan menjadi masalah internasional yang banyak diperbincangkan dan diperdebatkan. Anak-anak di Sekolah Dasar memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang rendah. Penelitian ini mengkaji literatur tentang model pembelajaran terpadu tipe connected yang terkait dengan pembelajaran IPA dan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian literatur. Salah satu hasil penelitian yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana literasi lingkungan diterapkan untuk siswa di sekolah dasar. Sumber data penelitian adalah artikel jurnal nasional dari 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh artikel sesuai dengan judul. Untuk meningkatkan literasi lingkungan di sekolah dasar, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, menurut review artikel yang telah dilakukan. Cara-cara ini termasuk menggunakan media pembelajaran yang menarik, melaksanakan program adiwiyata, dan memberikan pengalaman langsung yang dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas. Data yang diperoleh dari hasil validasi artikel yang sudah dianalisis menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu tipe connected terkait dapat meningkatkan literasi Kata-kata kunci: Keywords: Literasi Lingkungan. Pembelajaran Terpadu Tipe Connected. Peduli Lingkungan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Pendahuluan Kemampuan menginterpretasikan lingkungannya dikenal sebagai Literasi Lingkungan. Sebagai hasil dari pemahaman dan interpretasi ini, ia dapat membuat keputusan tentang langkah apa yang harus diambil untuk melestarikan, memulihkan, dan memperbaiki kondisi Literasi lingkungan sangat erat kaitannya dengan pembelajaran sains. Literasi lingkungan berperan penting bagi siswa dalam meningkatkan penguasaan materi IPA. Dalam pelajaran IPA yang biasa digunakan guru, mereka tetap fokus pada dimensi isi dan cenderung mengabaikan dimensi proses dan konteks IPA sehingga melemahkan kemampuan siswa. menerapkan konsep-konsep ilmiah sehingga kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas lemah dan siswa juga tidak mampu menjaga lingkungan dengan baik. (Kusumaningrum, 2. Kerusakan lingkungan saat ini telah menjadi masalah yang banyak dibicarakan dan dibahas di seluruh dunia. Faktor manusia adalah salah satu penyebab masalah literasi lingkungan. Kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan masih tergolong rendah. Rendahnya literasi lingkungan juga terjadi pada anak sekolah dasar (Dian Pratiwi & Komala, 2. Penyebabnya adalah siswa kurang menjaga lingkungannya, misalnya dengan membuang sampah sembarangan, menancapkan tembok sekolah, merusak tanaman, tidak menjaga kebersihan kamar mandi, dan lain-lain, tanpa memikirkan dampak baiknya bagi diri sendiri dan lingkungannya. Diperlukan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya lingkungan serta perubahan sikap dan perilaku untuk menjaga lingkungan dalam diri seseorang, disebut juga dengan literasi ekologi. Penyampaian informasi lingkungan dilakukan melalui pendidikan dan etika lingkungan (Riyanto et al. , 2020. Suryani & Dafit, 2. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Selain itu, pendidikan lingkungan masih menghadapi banyak Ini termasuk keterbatasan alat peraga, materi yang bertentangan dengan kurikulum, keterbatasan lingkungan dan sumber pengajaran yang relevan, struktur pengajaran yang tidak terorganisir, dan kesalahan konseptual mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran (Santoso et al. , 2. Kemampuan kognitif yang rendah juga menjadi penyebab siswa kurang belajar. Siswa jarang berinteraksi langsung dengan permasalahan lingkungan sekitar. Sukses dalam dunia pendidikan memerlukan pemahaman yang baik tentang model pembelajaran. Model pembelajaran terpadu adalah salah satu model yang dapat membantu proses pembelajaran menjadi Pembelajaran terpadu adalah strategi pendidikan yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif (M. Raynaldi Rosyidi Zamil & Putrie Syifa Udyaningsih, 2. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang lingkungan mereka adalah salah satu cara untuk mengatasi kekurangan pendidikan Untuk memperkenalkan literasi lingkungan ke dalam pendidikan anak sekolah dasar, perlu dikembangkan metode pengajaran yang ideal sesuai dengan kebutuhan anak untuk mengenal dunia di sekitarnya. Oleh karena itu, sekolah harus menawarkan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mendorong siswa untuk berperilaku berwawasan lingkungan. Pembelajaran juga harus memberi siswa kesempatan untuk mengamati alam, mempraktekkan, dan menguji soal-soal pendidikan lingkungan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang lingkungan mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru dapat mengajar menggunakan pengetahuan siswa untuk menyoroti masalah Pembelajaran terpadu dapat dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pemecahan masalah Untuk semua jenjang pendidikan, model pembelajaran . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani terpadu disarankan sebagai model penerapan kurikulum. Pembelajaran terpadu mempunyai peran penting dalam mengatur bagaimana seorang guru harus mendidik siswanya dengan model, metode, dan strategi pendekatan apa yang harus digunakan dalam Pembelajaran terpadu ini tentunya bermanfaat bagi pembelajaran siswa sekarang ini. Keterpaduan di dalam konsep pembelajarannya membuat siswa tidak hanya sekedar belajar seperti membaca lalu mengerjakan tugas. Tetapi guru memberi siswa kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Mengembangkan perilaku berwawasan lingkungan melalui praktik pembelajaran yang efektif. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas, melihat alam, mempraktekkan, dan menguji soal-soal pendidikan lingkungan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang lingkungan. Dalam buku Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Fogarty berpendapat bahwa pemisahan antar konsep menjadi tidak jelas karena model pembelajaran terpadu menggabungkan banyak konsep IPA yang relevan ke dalam satu paket pembelajaran. Model connected memiliki karakteristik model pembelajaran terpadu ini. Pembelajaran terpadu adalah jenis pelajaran yang memungkinkan siswa mengambil bagian aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari materi, dan menentukan ide. Pembelajaran terpadu menggabungkan berbagai subjek dalam satu pelajaran (Avanti et al. Bean menyatakan dalam buku Pembelajaran Terpadu bahwa pembelajaran terpadu adalah metode yang membantu anak-anak meningkatkan kemampuan mereka untuk membentuk pengetahuan berdasarkan interaksi mereka dengan lingkungan mereka dan pengalaman hidup mereka sendiri. Siswa mendapatkan pengalaman langsung yang membantu mereka mendapatkan pemahaman materi yang lebih dalam. Dengan cara ini, siswa dilatih untuk menemukan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani konsep yang berbeda secara mandiri. Teori ini dipelajari secara menyeluruh . , signifikan, asli dan aktif. Pembelajaran terpadu mempengaruhi fakta bahwa anak-anak menerima kelengkapan dan integritas informasi, serta pandangan konsensual tentang kehidupan (Astiti et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan seberapa besar pengaruh kepribadian terhadap keinginan siswa untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka karena fakta bahwa literasi lingkungan sangat penting untuk setiap orang agar kehidupan di alam dapat mengalami keberlanjutan. Penulis melakukan penelitian literatur tentang literasi lingkungan siswa sekolah dasar berdasarkan masalah di atas. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian literatur. Dalam penelitian ini, jenis model yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis studi Data penelitian dikumpulkan melalui penelitian literatur yang relevan tentang analisis model pembelajaran terpadu tipe connected yang terkait dengan pembelajaran IPA terhadap literasi lingkungan siswa sekolah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperluas pemahaman peneliti tentang topik penelitian, membantu mereka dalam membangun masalah penelitian, dan membantu dalam menentukan teori dan metodologi penelitian yang tepat. Selain itu, diharapkan pembaca memiliki motivasi tambahan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara melakukan penelitian menggunakan berbagai pendekatan dan gagasan serta menerapkan kajian pustaka secara efektif dan benar dalam penelitian mereka, yang pada gilirannya akan menghasilkan karya tulis yang Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan pemahaman bahwa pengetahuan terus meningkat . , bahwa topik penelitian, komunitas, dan topik penelitian ini sebelumnya telah disentuh oleh peneliti lain, dan peneliti dapat belajar dari apa yang dilakukan oleh peneliti . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Penelitian ini menggunakan metode analisis data interaktif model yang ditemukan dalam buku oleh Miles and Hiberman (Sugiyono, 2. Menurut Miles and Hiberman, analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus dan interaktif. Pengumpulan, pengurangan, penyampaian, penarikan kesimpulan, dan pemeriksaan keabsahan adalah langkah-langkah dalam analisis data model interaktif ini. Antara tahun 2018 sampai 2023. Peneliti melakukan penelusuran artikel-artikel yang merupakan hasil dari penelitian dengan kata kunci AuLiterasi LingkunganAy. AuPeduli LingkunganAy. AyPembelajaran IPA TerpaduAy antara tahun 2018-2023 melalui https://scholar. Setelah menyaring semua artikel yang diterima sesuai dengan kriteria inklusi, hasilnya adalah 10 artikel yang dievaluasi. Dengan menelaah penelitian orang lain, kita dapat memilih apakah akan meniru, mereplikasi, atau mengkritik penelitian tertentu. Hasil dan Pembahasan Proses sadar untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan dikenal sebagai literasi lingkungan. Selain itu, sikap sadar ini berarti literasi lingkungan, yang berarti tidak hanya memahami tentang lingkungan tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Keterampilan literasi lingkungan sangat penting bagi siswa karena mereka adalah bagian dari masyarakat dan generasi penerus yang akan mengubah Agar menjadi karakter yang kuat, literasi lingkungan harus ditanamkan sejak dini, dimulai sejak anak sekolah dasar. (Kusumaningrum. Tabel 1. Kajian Literatur Nama Penulis Tahun Judul Nama Jurnal Vol Terbit Wahyu Prihanta. MENANAMKAN Nuras : Jurnal Vol. No. Elly Purwanti. LITERASI Pengabdian 1. Oktober Muizzudin, dan LINGKUNGAN Kepada Hal. Eko Cahyono PADA PESERTA Masyarakat GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani DIDIK SEKOLAH DASAR MELALUI SPESIFIC PROGRAM : ECOMAPPING Nofriza Efendi. STUDI JuDha_PGSD: Volume 1 Nelvianti. Refli LITERATUR Jurnal No 2 Ae Surya Barkara LITERASI SAINS Dharma DI SEKOLAH PGSD DASAR Mila Dwi Pengembangan Experiment: Volume 2 Agustina. Video Journal of No. Muhammad Nur Pembelajaran Science 2022 . - Hudha. Farida (Animas. Education Nur Kemala Lingkungan untuk Pengembangan Jurnal Volume 2 Daniel Dike. Literasi Abdidas Nomor 2 Lusila Parida Lingkungan untuk Tahun Membangun Sekolah Sehat dan Halaman Hijau di SD Negeri 223 - 230 Meningkatkan Literasi Lingkungan Siswa Tentang Topik Hemat Energi Agusta Kurniati, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani 01 Kenukut Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Badarudin Peningkatan Sikap Jurnal Volum 3 Peduli Pendidikan Nomor 2 Lingkungan dan Dasar Prestasi Belajar Indonesia September IPA menggunakan Page Model Problem 50 Ae 56 Based Learning Berbasis Literasi pada Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku di Kelas IV MI Muhammadiyah Kramat Nina Suryani. Febrina Dafit Diana Kusumaningrum Implementasi Jurnal Ilmiah Volume 5 Program Pendidikan Nomor 3. Adiwiyata di SDN Dan 2022, pp 65 Pekanbaru Pembelajaran LITERASI Indonesian Volume LINGKUNGAN Journal DALAM Natural of 01. Nomor KURIKULUM 2013 Science . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan pp: 57-64 ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani DAN Education PEMBELAJARAN (IJNSE) IPA DI SD Yuni Riyanto. Penanganan Pengabdian 4 . , 42- Muhamad Tegar Masalah Masyarakat Pratama. Lingkungan di SD MIPA dan Elisabet Griapon Negeri Pendidikan Caturtunggal 7 MIPA Handling Environmental Problems in Caturtunggal 7 Elementary School I Putu Oktap Penumbuhan JURNAL Volume 5 Indrawan. Agil Literasi ILMIAH Nomor 1 Lepiyanto. Ni Lingkungan di PENDIDIKA 2022, pp Wayan Mega Sekolah Dasar N PROFESI Juniari. I GURU Nyoman Intaran. Anak Agung Istri Raka Sri Maharani Analisis Jurnal Vol. 6 No. Widiawati . Rika Penerapan PANCAR Fathul Barkah Pendidikan Pendidik dan Yulistina Lingkungan Anak Cerdas Nur DS dan Pintar GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Hidup di Sekolah Dasar Ada beberapa cara untuk meningkatkan literasi lingkungan di sekolah dasar, menurut review artikel yang telah dilakukan, di antaranya: Penelitian (Prihanta et al. , 2. menemukan bahwa kegiatan pembelajaran lingkungan untuk anak-anak sejak usia dasar harus direncanakan, dan dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan pola pikir anak-anak usia perkembangan mereka. Kegiatan ini harus dikembangkan secara kreatif dengan mempertimbangkan karakteristik anak dan lingkungan pendidikan anak. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang lingkungan melalui penerapan praktik perilaku ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan di sekolah dan komunitas sekitarnya, termasuk mempersiapkan peserta didik untuk memahami masalah lingkungan. Pelaksanaan kegiatannya berupa audit lingkungan sekolah, melalui aktifitas eco-mapping lingkungan sekolah. Aksi pengenalan lingkungan termasuk pergi ke sekolah dengan sepeda, menghemat air dan listrik, dan memilah sampah sesuai jenisnya. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan lingkungan yang perlu diadakan tindak lanjut dari permasalahan yang ada. Hal ini sesuai dengan hasil yang dibuat oleh (Dwi Agustina et al. menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman siswa mengenai Hal ini menunjukkan bahwa banyak siswa masih mengabaikan lingkungan mereka. Banyak dari mereka membiarkan air mengalir bahkan jika mereka tidak digunakan, lampu tetap menyala selama proses pembelajaran, dan tidak mematikan kipas angin saat pulang sekolah. Perilaku ini menunjukkan boros energi. Untuk mengatasi rendahnya literasi lingkungan, guru dapat berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan fasilitas pendukung pembelajaran, seperti media, agar siswa dapat menyerap . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani bahan dan pengetahuan yang telah diberikan guru, terutama bahan yang dapat meningkatkan literasi lingkungan mereka. Hasil penelitian (Kurniati et al. , 2. menjelaskan bahwa kemampuan seseorang untuk memahami, menafsirkan, dan bertindak secara sadar untuk mempertahankan keseimbangan lingkungannya dikenal sebagai literasi lingkungan. Memiliki sikap melek lingkungan juga berarti memiliki pengetahuan tentang lingkungan dan tanggap terhadap Melalui pelaksanaan proyek yang berbasis pemanfaatan lingkungan sekolah, pengabdian ini bertujuan untuk menawarkan metode pembelajaran di luar kelas yang berbeda. Untuk mendukung program pembelajaran dengan pendekatan literasi lingkungan, penelitian ini melakukan penghijauan, seperti membangun taman baca dan menanam Ini juga sesuai dengan penelitian yang didapat oleh (Efendi & Surya Barkara, n. ) bahwa sejalan dengan empat pilar pendidikan universal UNESCO: pembelajaran untuk mengetahui, pembelajaran untuk melakukan, pembelajaran untuk menjadi, dan pembelajaran untuk hidup, penerapan literasi sains di sekolah dasar sejalan. Penekanan pada pembelajaran interdisipliner . eknologi, lingkungan, sains, dan masyaraka. diharapkan di sekolah dasar. Pengalaman pembelajaran ini lebih berfokus pada belajar untuk menerapkan konsep IPA dalam desain karya. Tidak ada batasan pada metode dan pendekatan pembelajaran. Ini berarti bahwa selama tujuan utama literasi sains tetap tercapai, guru dapat menggunakan metode apa pun yang mereka suka. Penguasaan sikap ilmiah dan keterampilan proses sains adalah hasil pembelajaran interaksi guru-siswa. Dimungkinkan untuk mengatakan bahwa prosedur pengajarannya berfokus pada penggunaan sains dan pengalaman langsung. Hasil penelitian (Badarudin, 2. menunjukkan bahwa . siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis literasi dan non-literasi menunjukkan sikap peduli lingkungan yang lebih besar. Rerata peningkatan untuk model PBL berbasis literasi adalah 7,73, sedangkan untuk model PBL non-literasi adalah 4,06. Prestasi belajar IPA siswa yang memperoleh . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani pembelajaran dengan model PBL berbasis literasi dan non-literasi meningkat, dengan rata-rata peningkatan 22,81 persen, sedangkan untuk model PBL tingkat literasi rendah adalah 13,51. Setiap tahapan PBL berbasis literasi dapat membantu siswa kelas IV SD/MI meningkatkan kepedulian mereka lingkungan dan meningkatkan prestasi belajar IPA. Hasil penelitian (Suryani & Dafit, 2. menunjukkan bahwa banyak kerusakan lingkungan terus terjadi karena guru sekolah tidak peduli dengan lingkungan dan siswa tidak tahu bagaimana menjadi peduli dengan lingkungan di sekolah Adiwiyata. Sekolah harus menerapkan pengelolaan sarana dan prasarana, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipasi, dan kebijakan berwawasan lingkungan. Pendidikan Adiwiyata di SDN 65 Pekanbaru didistribusikan melalui sosialisasi kepada kepala sekolah, guru kelas, dan ketua tim Adiwiyata. Penelitian (Kusumaningrum, 2. menemukan bahwa pendidikan karakter sejak dini sangat penting untuk menanamkan kemampuan literasi lingkungan ini dalam karakter anak-anak. Ini karena pendidikan karakter akan ditanamkan dalam jangka panjang. Pengetahuan tentang lingkungan, kemampuan kognitif, perspektif, dan perilaku adalah empat elemen yang diperlukan untuk menilai literasi lingkungan seseorang. Selain itu, analisis literatur yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa literasi lingkungan dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran kurikulum 2013, terutama ketika mengajarkan IPA di Sekolah Dasar. Hasil penelitian (Riyanto et al. , 2. menunjukkan bahwa banyak masalah lingkungan yang sering dikeluhkan di sekolah. Ini termasuk pemilahan sampah yang tidak tepat, kebiasaan siswa membuang sampah sembarangan, tata parkir yang tidak rapi, dan kurangnya kesadaran siswa tentang kebersihan kamar mandi. meningkatkan pengetahuan tentang pemilahan dan pengolahan sampah, . menanam tanaman di lahan kosong, . membangun kebun vertical, . mendorong penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan menyediakan perlengkapan seperti sabun dan lap, dan . memberikan slogan yang mendorong membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan cuci tangan pakai sabun. Analisis dan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani evaluasi dilakukan setelah tindakan dilakukan. Hasilnya adalah bahwa aka nada pekerjaan dan gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat jika masalah lingkungan ditangani dengan benar. Ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Indrawan et al. , 2. yang menyatakan bahwa berbagai pihak harus berkomitmen dan membantu siswa SD untuk mengembangkan dan meningkatkan literasi lingkungan. Sangat penting bahwa kepala sekolah, guru, orang tua, masyarakat sekitar, dan pihak-pihak terkait lainnya berkomitmen dan mendukung peningkatan literasi lingkungan. Menurut penelitian ini, berbagai program untuk meningkatkan literasi lingkungan termasuk kegiatan lingkungan, program lingkungan, empowerment sampah, pertanian, dan pembelajaran di luar ruangan (ODL). Keterbatasan waktu, kekurangan sarana dan prasarana, ketidaksiapsiagaan civitas sekolah, dan variasi dalam pemahaman siswa tentang manfaat literasi lingkungan adalah beberapa kendala yang menghalangi siswa untuk meningkatkan literasi lingkungan mereka. Cara untuk menangani masalah ini adalah dengan memanfaatkan waktu luang siswa, upaya kreatif guru dengan alat dan bahan lingkungan sekitar, bekerja sama dengan buku hijau, dan bekerja sama dengan semua orang yang terlibat dalam program, terutama sukarelawan. Menurut hasil penelitian (Widiawati. Barkah. , & DS. ) Pendidikan Lingkungan Hidup adalah program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan anak atau peserta didik untuk memahami, menyadar, bersikap, dan berperilaku secara rasional serta mengambil tanggung jawab atas bagaimana berbagai aspek kehidupan manusia dipengaruhi oleh hubungan timbal balik antara penduduk dan lingkungan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup diterapkan di Sekolah Dasar Negeri Kiara i, meskipun tidak ada mata pelajaran khusus tentang subjek tersebut. Dalam proses pembelajaran, guru mengenalkan dan menjelaskan kepada siswa tentang lingkungan yang sehat, yang kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, seperti piket kelas, jumAoat bersih, dan menanam pohon di taman sekolah. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu jenis ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Teori-teori yang mendukung dan temuan penelitian sebelumnya mendukung temuan ini. Siswa harus dikenalkan dengan lingkungan mereka melalui pengamatan masalah-permasalahan yang mengganggu lingkungan mereka dan tindakan yang dapat menguntungkan lingkungan (Santoso et al. , 2021. Siswa juga diberikan informasi melalui video pembelajaran untuk materi IPA yang tidak dapat dipelajari secara langsung di lapangan. Pengamatan langsung dengan lingkungan memungkinkan siswa untuk menemukan pertanyaan, melakukan percobaan, dan membuat kesimpulan berdasarkan pengalaman Di lingkungan mereka, siswa dapat belajar secara nyata . dan menerapkan apa yang diajarkan dalam buku ajar atau teks. Oleh karena itu, untuk meningkatkan literasi lingkungan, model pembelajaran terpadu tipe terhubung ini dapat digunakan. Karena siswa dapat menghubungkan ide dengan ide dan materi. Kesimpulan Berdasarkan review dari beberapa artikel, ada beberapa cara untuk mengoptimalkan atau meningkatkan literasi lingkungan di sekolah. Beberapa di antaranya adalah penataan kurikulum, penerapan pembelajaran langsung yang didukung oleh berbagai metode variatif dan yang dapat dilakukan dalam dan di luar ruang kelas, melihat masalah yang mengganggu lingkungan sekolah, dan Oleh karena itu, model pembelajaran terpadu tipe terhubung ini ideal untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang lingkungan di sekolah dasar. Ucapan Terimakasih Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dra. Endang M. Kurnianti. Ed dan Ibu Dr. Uswatun Hasanah. Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Publikasi Ilmiah dan Kolokium, yang sudah banyak membimbing dan senantiasa memberikan ilmu untuk kami semua, sehingga kami dapat menghasilkan karya ilmiah ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED Yulia Fitriani Daftar Pustaka