Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated Learning Pada Anak Usia Dini Fitria Maharani Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP. Universitas Veteran Bangun Nusatara, fitriamaharani1994@gmail. Warih Anggi Pratiwi Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP. Universitas Veteran Bangun Nusatara Ika Aprilia Kusumastuti Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP. Universitas Veteran Bangun Nusatara Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flipbook interaktif guna meningkatkan kemampuan self-regulated learning (SRL) pada anak usia dini. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada dalam kategori AibaikAn dan Aisangat baikAn, yang mengindikasikan dampak positif dari penggunaan media tersebut. Validasi ahli dan penilaian guru menunjukkan bahwa flipbook interaktif layak, praktis, dan mudah digunakan dalam Media ini juga mendukung prinsip Zona Perkembangan Proksimal dari Vygotsky, dengan memberikan scaffolding yang tepat. Flipbook terbukti mampu mengembangkan kemampuan pengendalian diri pada anak dengan proses belajar yang menyenangkan. Kata Kunci: Flipbook. Self-regulated learning. Anak Usia Dini belajarnya sendiri, termasuk dalam merancang strategi belajar, memantau perkembangan, serta menilai hasil yang telah dicapai. (Febriyanti & Imami, 2. (Salsabila et al. , 2. Pada konteks ini. SRL berkaitan erat dengan kemampuan anak dalam menetapkan tujuan belajar sederhana, berfokus pada tugas, dan menunjukkan ketekunan saat menghadapi Menurut Kristiyani, . penguasaan SRL pada anak usia dini menjadi indikator penting dalam kesiapan sekolah, serta menjadi prediktor kesuksesan akademik dan non-akademik di masa mendatang. Kemampuan ini tidak serta-merta muncul secara alami, tetapi perlu dibentuk melalui pengalaman belajar yang bermakna dan lingkungan yang mendukung. Namun, dalam praktik penyelenggaraan pendidikan di tingkat PAUD, pengembangan aspek Self-Regulated Learning (SRL) belum menjadi fokus utama. Proses pembelajaran masih banyak didominasi oleh pendekatan yang berpusat pada guru, di mana guru menjadi sumber utama informasi dan anak-anak lebih berperan sebagai penerima pasif. (Maharani et PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran penting dalam membangun dasar perkembangan anak secara menyeluruh. Pada tahap usia dini, anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dalam berbagai aspek, seperti fisik, motorik, kognitif, sosial, dan emosional. Pendidikan pada fase ini tidak hanya berfungsi sebagai awal pengenalan terhadap dunia pembelajaran, tetapi juga menjadi fondasi utama untuk mengembangkan kemampuan dasar yang akan mendukung proses belajar di jenjang pendidikan (Nurachadijat & Selvia, 2. Salah satu keterampilan esensial yang perlu dikembangkan sejak dini, namun seringkali luput dari perhatian dalam praktik pendidikan konvensional, adalah self-regulated learning (SRL) atau kemampuan mengendalikan Self-regulated kemampuan seseorang untuk secara aktif Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 , 2. Kegiatan belajar yang monoton dan minim interaksi sering kali tidak memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk mengembangkan inisiatif belajar, berpikir reflektif, maupun mengevaluasi hasil belajarnya sendiri (Halamury et al. , 2. (Simatupang, 2. Akibatnya, anak-anak tidak mendapatkan stimulasi yang optimal dalam membangun kemandirian dan tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri (Supriatna, 2. (Asrafil et al. , 2. Upaya dalam rangka menjawab tantangan pembelajaran yang mampu mengakomodasi prinsip-prinsip pembelajaran yang aktif, konstruktif, dan berbasis pada pengembangan potensi anak (Virmayanti et al. , 2. Salah satu media yang dinilai efektif untuk mendukung pengembangan SRL pada anak usia dini adalah flipbook interaktif (Hasanah et al. Flipbook interaktif merupakan media menampilkan halaman-halaman sekuensial layaknya buku konvensional, namun diperkaya dengan elemen visual, suara, animasi, dan interaktivitas (Rahayu et al. , 2. (Guntur & Setyaningrum, 2. Penggunaan media ini mendorong anak-anak untuk aktif terlibat dalam mengeksplorasi materi pembelajaran, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. sedemikian rupa sehingga memberi anak kebebasan dalam menentukan urutan membaca, memantau pencapaian mereka sendiri. Dengan pendekatan ini, media flipbook berpotensi pengembangan kemampuan SRL secara (Anwar et al. , 2. (Haslinda et al. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media interaktif memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar anak (Melati et al. , 2. (Utomo, 2. Flipbook interaktif juga mendorong anak-anak untuk lebih reflektif terhadap pengalaman Kemampuan menetapkan tujuan . oal settin. , memonitor langkah-langkah menyesuaikan strategi belajar merupakan komponen utama dari SRL yang dapat diasah melalui media yang tepat. Lebih jauh lagi, pendekatan ini selaras Vygotsky pentingnya peran lingkungan sosial dan alat bantu dalam mendukung perkembangan kognitif anak (Yuliarsih et al. , 2. Pada teori mengenai Zona Proximal Development (ZPD). Vygotsky menekankan bahwa anak dapat mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi ketika dibantu oleh orang dewasa atau alat yang mendukung, seperti media pembelajaran interaktif (Fathoni, 2. Bahasa dan media visual berfungsi sebagai scaffolding yang memungkinkan anak memahami konsep abstrak secara konkret dan aplikatif (Gandana et , 2. Flipbook interaktif tidak hanya menjadi alat bantu belajar, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan untuk mengoptimalkan potensi perkembangan anak dalam ZPD Penelitian ini memusatkan perhatian pada pengembangan flipbook interaktif sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menarik dan sesuai dengan karakter anak usia dini, tetapi juga disusun secara sistematis untuk mendorong perkembangan aspek kognitif dan afektif yang berkontribusi pada kemampuan Self-Regulated Learning (SRL). Melalui penggunaan media ini, diharapkan anak-anak dapat belajar menjadi lebih reflektif, mandiri, dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka sendiri, sehingga tumbuh menjadi pembelajar aktif dan tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti flipbook interaktif, lembaga pendidikan dapat menerapkan pendekatan pedagogis yang selaras dengan Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini tuntutan zaman sekaligus menjawab tantangan dalam peningkatan mutu pembelajaran sejak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki peran penting dalam menawarkan solusi inovatif yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan jangka panjang, terutama dalam menanamkan karakter pembelajar mandiri pada anak-anak usia dini. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Research and Development (R&D), dengan menggunakan desain ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. (Branch, 2. Pendekatan menghasilkan produk yang teruji dan dapat langsung diterapkan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Analisis (Analysi. : Tahap pertama adalah menganalisis kebutuhan anak-anak usia dini terkait dengan self-regulated learning. Hal ini mencakup pemahaman tentang tantangan yang dihadapi anak dalam keterampilan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk mendukung SRL. Desain (Desig. : Berdasarkan hasil perancangan konsep flipbook interaktif yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pada tahap ini, desain elemen-elemen interaktif, seperti gambar, animasi, suara, dan cara anak berinteraksi dengan materi, akan ditentukan. Pengembangan (Developmen. : Pada tahap ini, flipbook interaktif yang telah dirancang Prototipe ini diuji coba dalam skala kecil untuk melihat efektivitasnya mengendalikan diri anak. Implementasi (Implementatio. : Setelah pengembangan, flipbook interaktif diuji coba dalam lingkungan pembelajaran yang lebih besar, dalam penelitian ini implementasi dilakukan di 3 TK di Sukoharjo dengan total siswa adalah 60 Implementasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana produk dapat diterima dan digunakan oleh guru maupun anakanak, serta memiliki dampak terhadap selfregulated learning mereka. Evaluasi (Evaluatio. : Tahap terakhir adalah evaluasi terhadap seluruh proses pengembangan dan implementasi flipbook Evaluasi ini menilai sejauh mana meningkatkan self-regulated learning pada anak usia dini. Tahapan-tahapan tersebut ditunjukkan pada Gambar 1, yang menggambarkan alur pengembangan R&D berdasarkan model ADDIE. Gambar 1. Prosedur Pengembangan Dalam proses validasi kelayakan media flipbook digital, pengumpulan data dilakukan melalui angket yang kemudian dievaluasi secara menyeluruh menggunakan sistem penskoran berdasarkan instrumen penelitian yang telah disusun secara khusus. Instrumen ini diisi oleh sejumlah ahli kompeten yang meliputi validator ahli media, ahli bahasa, serta praktisi pendidikan yang memiliki Selanjutnya. Tabel 1 secara jelas menyajikan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 kategori penilaian yang digunakan sebagai acuan dalam proses validasi, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur mengenai kualitas media flipbook digital Pencapaian nilai . Keterangan Tidak Tidak Boleh digunakan Valid Boleh digunakan Sangat Sangat baik untuk (Akbar, 2013, p. Data terkait kepraktisan produk yang dikembangkan meliputi hasil penilaian dari dosen, guru, serta hasil observasi selama pelaksanaan pembelajaran menggunakan produk Secara umum, analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan produk, kemudian menghitung rata-rata skor yang diperoleh. Setelah itu, rata-rata skor tersebut diubah menjadi data kualitatif sesuai dengan kriteria yang tercantum pada Tabel 3. Tabel 1. Kategori Penilaian Validasi Ahli dan Praktisi Skor 5 Kate Sangat La Cukup Tidak Sangat gori Layak yak Layak Layak Tidak Layak Setelah dilakukan analisis, hasil dari data media flipbook digital akan dihitung dengan Validasi ahli = Hasil analisis data yang diperoleh dari angket para ahli dan guru terkait media flipbook digital diukur menggunakan skala Likert, sebagaimana Tabel 2. Kriteria Validasi Ahli dan Pengguna Nilai Interval Kategori Tidak Kurang Cukup Tabel 3. Kriteria Penilaian Kepraktisan Produk Kriteria Sangat mudah dilaksanakan Mudah dilaksanakan Cukup mudah dilaksanakan Kurang mudah dilaksanakan Sulit dilaksanakan (Azwar, 2016, p. Keterangan: Banyaknya item penilaian kepraktisan modul = Rata-rata aktual pembelajaran berdasarkan penilaian dosen dan = Rata-rata ideal guru yaitu 13 item, sehingga diperoleh kriteria i = Standar deviasi ideal kepraktisan seperti pada Tabel 4 berikut. Nilai Tabel 4. Kriteria Kepraktisan Berdasarkan Penilaian Guru Interval Kriteria 54,6 < M O 65 Sangat mudah dilaksanakan 44,2 < M O 54,6 Mudah dilaksanakan 33,8 < M O 44,2 Cukup mudah dilaksanakan 23,4 < M O 33,8 Kurang mudah dilaksanakan 13 < M O 23,4 Sulit dilaksanakan Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini Dalam teknik pengukuran kefektifan learning siswa, yang dihitung menggunakan media flipbook digital, data diperoleh melalui rumus berikut: angket yang dinilai menggunakan penskoran instrumen penelitian. Instrumen ini diisi oleh guru sebagai observer yang bertugas mengamati dan menilai kemampuan self-regulated learning Selanjutnya dirujuk pada kriteria Tingkat keefektifan pada table 5: siswa di tiga sekolah yang menjadi lokasi Di bawah ini disajikan tabel penilaian hasil observasi terhadap self-regulated Tabel . 5 Kriteria Tingkat keefektifan Kriteria Tingkat Keefektifan Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang (Akbar, 2013, p. tingginya ketergantungan pada guru, kurangnya inisiatif dalam menyelesaikan tugas, serta minimnya penerapan strategi belajar mandiri. Kedua, media pembelajaran yang selama ini digunakan di sekolah masih bersifat konvensional dan kurang menarik baik secara visual maupun interaktif, sehingga kurang mampu memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif anak. Ketiga, guru menghadapi kendala dalam pemanfaatan media digital inovatif, baik ketersediaan media yang belum sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Oleh sebab itu, temuan pada tahap analisis ini memberikan gambaran jelas bahwa dibutuhkan media pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi dengan tampilan visual yang menarik, tetapi juga mampu mendorong anak belajar secara mandiri dengan pendekatan yang relevan dengan dunia dan gaya belajar mereka. Flipbook interaktif dianggap sebagai solusi yang potensial untuk mengatasi tantangan tersebut, karena mampu mengintegrasikan unsur gambar, cerita, suara, dan interaktivitas perkembangan anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dalam proses pengembangan media pembelajaran dengan menggunakan model ADDIE, tahap awal yang sangat penting adalah tahap analisis. Pada fase ini, peneliti menjalankan dua pendekatan utama, yakni kajian pustaka dan observasi langsung di Kajian pustaka bertujuan untuk mengenali konsep-konsep dasar mengenai selfregulated learning (SRL), karakteristik anak usia dini, serta peran media interaktif dalam mendukung perkembangan kemandirian belajar pada anak tersebut. Sementara itu, observasi langsung dilakukan di beberapa Taman KanakKanak di Kabupaten Sukoharjo guna memperoleh gambaran nyata tentang kondisi pembelajaran saat ini, terutama terkait perilaku belajar anak dan sejauh mana mereka menunjukkan tanda-tanda belajar mandiri. Dari hasil analisis ini, teridentifikasi beberapa masalah utama yang menjadi dasar penting dalam Pertama, banyak anak yang belum self-regulated learning secara optimal, ditandai dengan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 Tahap ke-dua pengembangan ADDIE adalah tahap desain, yang berfokus pada perencanaan struktur dan elemen-elemen yang akan digunakan dalam pengembangan media Flipbook interaktif. Pada tahap ini, peneliti mulai merancang konsep awal Flipbook dengan pendekatan yang melibatkan partisipasi langsung dari anak-anak usia dini sebagai subjek utama. Kegiatan desain awal diawali dengan mengajak anak-anak dari sekolah sampel untuk menggambar bentuk manusia di atas kertas sesuai dengan imajinasi dan kreativitas mereka. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan materi visual yang akan digunakan dalam Flipbook, tetapi juga untuk mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses penciptaan media pembelajaran yang dekat dengan dunia mereka. Setelah proses menggambar selesai, anak-anak kemudian diminta untuk mewarnai gambar yang telah mereka buat. Pewarnaan ini menambah sentuhan personal pada gambar dan mencerminkan ekspresi individual masingmasing anak. Seluruh hasil karya anak kemudian dipindai . menggunakan perangkat digital untuk mengubahnya menjadi format digital yang dapat diproses lebih lanjut. Proses ini merupakan tahap penting dalam menjembatani hasil karya manual anak-anak menuju bentuk media digital yang lebih Selanjutnya, gambar-gambar digital tersebut dianimasikan menggunakan platform berbasis web bernama sketch. Platform ini memungkinkan gambar-gambar statis diubah menjadi ilustrasi bergerak yang interaktif dan menarik bagi anak-anak. Proses animasi ini menjadi titik awal dalam membangun keterlibatan visual yang lebih kuat pada Flipbook, karena anak-anak dapat melihat hasil gambar mereka "hidup" dan bergerak, yang tentu saja meningkatkan daya tarik dan rasa kepemilikan mereka terhadap media Gambar 1 menggambarkan salah satu anak dengan sangat bersemangat mengambar animasi yang akan dimasukan dalam metademolab, yang nantinya akan menjadi gambar di flipbook . Setelah animasi selesai dibuat, peneliti melanjutkan pengembangan Flipbook secara Proses ini mencakup beberapa langkah penting, yaitu perancangan tata letak buku, pemilihan warna dan font yang sesuai untuk anak usia dini, serta penyusunan alur cerita yang akan digunakan dalam Flipbook. Alur cerita dirancang untuk selaras dengan tujuan regulated learning (SRL) pada anak-anak, dengan menyisipkan pesan-pesan edukatif dan narasi yang merangsang refleksi serta inisiatif Setiap halaman dirancang agar memiliki elemen interaktif yang tidak hanya kemandirian belajar, seperti pilihan aktivitas, pertanyaan reflektif, dan elemen visual yang dapat disentuh atau digerakkan. Gambar 1. Siswa menggambar Tahap ke-tiga adalah pengembangan . Setelah flipbook selesai dibuat, dilakukan proses validasi oleh validator yang merupakan ahli di bidangnya. Tiga validator dipilih berdasarkan keahlian di ranah media, bahasa, dan praktisi . Tabel 6 menunjukkan hasil validasi yang diberikan oleh ketiga ahli tersebut. Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini Tabel 6. hasil validasi Validator Kritria Tingkat Ahli media Valid Ahli bahasa Sangat valid Parktisi Sangat valid (Gur. penerimaan dan penggunaan produk oleh anakanak, serta untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kemampuan self-regulated learning Gambar 2 menunjukkan hasil flipbook yang dikembangkan bersama dengan gambar anaimasi yang di buat oleh anak-anak. Berdasarkan data pada Tabel 6, validator dari bidang media memberikan skor 85, yang masuk dalam kategori valid. Ini menunjukkan bahwa dari segi tampilan, kelengkapan media, serta kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, flipbook dianggap layak pembelajaran anak usia dini. Validator dari bidang bahasa memberikan skor 90, termasuk dalam kategori sangat valid. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan bahasa dalam flipbookAimeliputi struktur kalimat, pilihan kosa kata, dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan anakAisudah memenuhi standar kebahasaan yang baik dan tepat untuk anak usia dini. Selain itu, praktisi . sebagai pengguna langsung juga memberikan skor 90 dengan kategori sangat valid. Penilaian ini mencerminkan bahwa secara praktis, flipbook sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik anak di tingkat Taman Kanak-kanak. Secara keseluruhan, hasil validasi memperlihatkan bahwa produk flipbook interaktif yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan dari aspek media, bahasa, dan penerapan praktis. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk melanjutkan ke tahap implementasi dalam skala pembelajaran yang lebih luas. Tahap ke-empat adalah implementasi . Setelah tahap pengembangan selesai, flipbook interaktif diuji coba dalam lingkungan pembelajaran yang lebih luas. Implementasi ini bertujuan untuk mengamati Gambar 2. Design Flipbook Tahap ke-lima . Tahap ini merupakan proses akhir dalam pengembangan dan implementasi flipbook interaktif. Evaluasi dilakukan untuk self-regulated learning pada anak usia dini, serta untuk mengukur tingkat kepraktisan penggunaannya oleh guru di dalam kelas. Tabel 7 memberikan gambaran hasil uji kepriktisan oleh guru Tabel 7. Kriteria Kepraktisan Berdasarkan Penilaian paktisi (Gur. Penilai Interval Kriteria Skor Guru I Sangat baik Guru II Baik Guru i Cukup Berdasarkan hasil penilaian guru terhadap kepraktisan media flipbook interaktif yang ditampilkan dalam Tabel 7, diketahui bahwa dua dari tiga guru memberikan penilaian dengan kategori Aisangat baikAn . , sedangkan satu guru memberikan penilaian dalam kategori AibaikAn . Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, flipbook interaktif dinilai praktis dan mudah digunakan dalam proses pembelajaran oleh para pendidik di tingkat taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 Tabel 8. Kriteria Tingkat Keefektifan Interval Nilai Frekuensi Tingkat Keefektifan Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Tabel 8 menunjukkan distribusi tingkat keefektifan penggunaan flipbook berdasarkan hasil implementasi. Dari total peserta, sebanyak 10 anak . ,7%) berada pada kategori Aisangat baikAn . ilai rata-rata lebih dari 80%), 33 anak . %) berada pada kategori AibaikAn . ilai antara 6080%), dan 17 anak . ,3%) berada pada kategori AicukupAn . ilai antara 4060%). Tidak terdapat peserta yang berada pada kategori AikurangAn maupun Aisangat kurangAn. Hasil ini mengindikasikan bahwa mayoritas peserta didik berada pada tingkat keefektifan yang baik, yang berarti bahwa flipbook interaktif memberikan dampak positif dalam self-regulated learning anak-anak usia dini. Dari aspek kepraktisan, umpan balik dari para guru juga menguatkan bahwa flipbook interaktif layak digunakan di kelas. Dua dari tiga guru menilai media ini Aisangat baikAn dan satu guru menilai AibaikAn. Penilaian ini menunjukkan bahwa flipbook mudah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran harian dan dapat mendukung strategi pengajaran yang berpusat pada anak. Selain itu, validasi dari ahli media dan ahli bahasa masing-masing menghasilkan skor 85 dan 90, yang berada pada kategori valid dan sangat valid. Kriteria ini mengacu pada standar pengembangan media menurut Guntur . yang menekankan pentingnya kesesuaian antara konten, tampilan visual, dan kebermanfaatan pedagogis. Pengembangan flipbook interaktif ini juga didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif dan kemandirian belajar. Menurut teori Vygotsky, pembelajaran yang efektif terjadi ketika anak dibimbing dalam zona perkembangan proksimal (ZPD), yaitu jarak antara apa yang dapat dilakukan anak sendiri dan apa yang dapat mereka capai dengan bantuan(Azizah & Purwaningrum. Flipbook interaktif berfungsi sebagai scaffolding yang memungkinkan anak bergerak secara bertahap menuju kemandirian belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Bodrova dan Leong . , yang menyatakan bahwa media pembelajaran visual yang didesain dengan tepat dapat membantu anak membangun kontrol internal melalui interaksi berstruktur dan reflektif terhadap materi. Salah satu elemen dalam flipbook yang memberikan dampak signifikan terhadap SRL adalah aktivitas menggambar. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengekspresikan Pembahasan Berdasarkan hasil uji keefektifan yang telah dilakukan, distribusi tingkat keberhasilan peserta didik dalam menggunakan flipbook interaktif menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 16,7% peserta mencapai kategori Aisangat baikAn, 55% berada pada kategori AibaikAn, dan 28,3% dalam kategori AicukupAn. Tidak terdapat peserta didik yang berada dalam kategori AikurangAn atau Aisangat kurangAn. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan flipbook interaktif secara umum memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan self-regulated learning (SRL) pada anak usia dini. Hasil ini sejalan dengan temuan Andriyani . yang menyatakan bahwa media pembelajaran yang interaktif dan memungkinkan anak untuk mengatur proses belajar mereka sendiri secara signifikan meningkatkan kemampuan SRL sejak usia dini. Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini kreativitas mereka, tetapi juga melibatkan diri dalam proses kognitif yang kompleks, seperti menetapkan tujuan, memonitor kemajuan, dan melakukan refleksi. Ini sesuai dengan pandangan Kristiyani . bahwa strategi SRL pada anak usia dini dapat dikembangkan melalui aktivitas pemantauan, dan evaluasi. Kegiatan menggambar yang terstruktur dalam flipbook memungkinkan anak-anak menerapkan proses metakognitif, yang penting dalam pengembangan kemampuan belajar sepanjang hayat . ifelong learning skill. Lebih lanjut, flipbook interaktif tidak hanya mengajarkan isi pelajaran, tetapi juga nilai-nilai belajar mandiri yang penting, seperti pengaturan waktu, inisiatif belajar, dan refleksi diri. Ketika anak-anak belajar untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mereka mengembangkan kompetensi yang sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Penelitian oleh Febriyanti & Imami, . menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan SRL yang baik cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi dan mampu beradaptasi dalam berbagai konteks pembelajaran. Pentingnya penggunaan media interaktif seperti flipbook juga terletak pada kemampuannya untuk memberikan pengalaman belajar yang Anak usia dini cenderung belajar lebih efektif melalui kombinasi visual, audio, dan aktivitas motorik, dan flipbook yang dirancang dengan baik dapat mengintegrasikan elemenelemen ini secara harmonis. Dalam konteks ini. Guntur . dalam teori multimedia learningnya menjelaskan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disampaikan melalui berbagai saluran . erbal dan visua. secara bersamaan, karena hal ini dapat meningkatkan Dengan demikian, flipbook tidak hanya mendukung SRL, tetapi juga memperkuat proses internalisasi pengetahuan melalui stimulasi Di samping itu, penggunaan flipbook memberikan fleksibilitas bagi guru untuk perkembangan dan minat anak. Guru dapat memanfaatkan fitur interaktif dalam flipbook untuk menciptakan pembelajaran yang bersifat differentiated instruction, yang memperhitungkan perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan kecepatan belajar anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Budianto . yang menekankan pentingnya diferensiasi dalam pendidikan anak usia dini guna memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang optimal. Selain itu, flipbook interaktif juga membuka ruang bagi keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran anak. Karena flipbook dapat diakses secara digital di rumah, orang tua memiliki kesempatan untuk mendampingi anak belajar dan mendukung penerapan strategi SRL di luar lingkungan sekolah. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan flipbook interaktif kemampuan self-regulated learning (SRL) pada anak usia dini. Media ini tidak hanya menarik perhatian anak-anak melalui elemen visual dan interaktif, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih keterampilan pengendalian diri, seperti meregulasi perilakuperilaku positif seperti bersabar dalam antrian maupun mudah memberi maaf kepada teman. Distribusi tingkat efektivitas menunjukkan bahwa mayoritas anak berada pada kategori baik dan sangat baik, tanpa adanya peserta yang menunjukkan hasil kurang memuaskan, yang semakin memperkuat temuan bahwa flipbook interaktif mampu mendukung perkembangan SRL secara positif. Validasi dari ahli media dan bahasa menunjukkan bahwa flipbook interaktif layak Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 digunakan dari segi tampilan, kelengkapan isi, serta kesesuaian dengan tujuan pembelajaran anak usia dini. Penilaian guru terhadap kepraktisan media ini juga sangat positif, pembelajaran di lingkungan taman kanakkanak. Dikaitkan dengan teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal, penggunaan flipbook interaktif menyediakan scaffolding yang efektif, membantu anak-anak berpindah dari ketergantungan kepada kemandirian dalam belajar. Selain itu, keterlibatan anak dalam kegiatan menggambar melalui media ini memperkuat perkembangan SRL, karena anak didorong untuk lebih reflektif, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya Oleh karena itu, flipbook interaktif bukan hanya alat bantu pembelajaran yang inovatif, melainkan juga merupakan sarana kemandirian belajar yang akan bermanfaat sepanjang hayat. Keempat, penting untuk mengeksplorasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam memanfaatkan flipbook di rumah sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam membentuk SRL anak secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA Akbar. Instrument Perangkat Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya. Andriyani. Muhaimin. , & Syaiful. The Pengaruh Model Self Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika, 11. , 54Ae64. Anwar. Pajarianto. Herlina. Raharjo, . Fajriyah. Astuti. Hardiansyah. , & Suseni. Pengembangan Media Pembelajaran AuTelaah Perspektif Pada Era Society 5. Ay Tohar Media. Asrafil. Guntur. ikhsan sahal, & Wicaksono, . Optimization of Worked Example-Problem Solving Pair to Increase Learning Independence and Reduce Cognitive Load. Indonesian Journal of Mathematics Education, 4. , 53Ae65. https://doi. org/10. 31002/ijome. Azizah. , & Purwaningrum. Penerapan Teori Vygotsky Pada Matematika Materi Geometri. Jurnal Riset Pembelajaran Matematika, 3(Apri. , 19Ae26. Azwar. Metode Penelitian. Pustaka Belajar. Branch. Instructional design: the ADDIE approach. New York. Springer Science Business Media. Budianto. Pentingnya pendidikan inklusif: Menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua siswa. Jurnal Kajian Pendidikan Dan Psikologi, 1. , 12Ae19. Saran Pertama perlu dilakukan pengembangan materi flipbook yang lebih beragam, tidak hanya terbatas pada aktivitas menggambar, tetapi juga melibatkan permainan edukatif, eksperimen sederhana, atau aktivitas literasi awal yang dapat memperluas pengaruhnya terhadap berbagai aspek perkembangan anak. Kedua, longitudinal untuk menilai dampak flipbook terhadap SRL dalam jangka panjang, guna keterampilan yang ditanamkan. Ketiga, penelitian perlu diperluas pada berbagai konteks pendidikan, termasuk di lingkungan dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda dan pada anak dengan kebutuhan khusus, agar dapat memastikan inklusivitas dan adaptabilitas media. Fitria Maharani. Warih ANggi Pratiwi. Ika Aprillia Kusumastuti. Pengembangan Flipbook Interaktif Untuk Meningkatkan Self-Regulated learning Pada Anak Usia Dini Study of TeachersAo and Early Childhood ChildrenAos Experiences in Learning through the Joyful Learning Approach at PAUD Hatuhuran. Kairatu District. West Seram Regency. Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, 5. , 302Ae310. Hasanah. Supeno. , & Wahyuni. Pengembangan e-modul berbasis flip pdf professional untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA. Tarbiyah Wa TaAolim: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 10. , 44Ae58. Haslinda. Nurmalasari. Mulyani. & Aeni. Pengembangan Flipbook AiAyo SambungAn Mengenalkan Huruf Hijaiyah Bersambung pada Pembelajaran PAI Kelas 2 SD. ISLAMIKA, 6. , 795Ae809. Kristiyani. Self-regulated learning: Konsep, implikasi dan tantangannya bagi siswa di Indonesia. Sanata Dharma University Press. Maharani. Fauziah. , & Guntur. Penggunaan contoh dalam PYTHAGORAS : Jurnal Pendidikan Matematika, 16. , 151Ae162. https://doi. org/https://doi. org/10. 37279 PE Melati. Fayola. Hita. Saputra. Zamzami. , & Ninasari. Pemanfaatan animasi sebagai media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan motivasi belajar. Journal on Education, 6. , 732Ae741. Nurachadijat. , & Selvia. Peran Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam Implementasi Kurikulum dan Metode Belajar pada Anak Usia Dini. Jurnal Inovasi. Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 3. , 57Ae66. Fathoni. Mengintegrasikan Konsep Vygotsky dalam Pendidikan Islam: Upaya Orang Tua dalam Memaksimalkan Potensi Anak. Muaddib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 31Ae38. Febriyanti. , & Imami. Analisis self-regulated pembelajaran matematika pada siswa SMP. Jurnal Ilmiah Soulmath: Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika, 9. , 1Ae Gandana. Aprily. Loita. Fauzi. Arifah. , & Arosyidah. Peran Media Digital dalam Bingkai Etnopedagogik Upaya Optimalisasi Pencapaian Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini Masa Depan. Jurnal Elementaria Edukasia, 6. , 2117Ae Guntur. , & Setyaningrum. The Effectiveness of Augmented Reality in Learning Vector to Improve Students Ao Spatial and Problem-Solving Skills. International Journal of Interactive Mobile Technologies (IJIM), 15. , 159Ae173. https://doi. org/https://doi. org/10. 3991/ijim. Guntur. Setyaningrum. Retnawati, , & Marsigit. Assessing the Potential of Augmented Reality in Education. The 11th International Conference on E-Education. E-Business. E-Management and E-Learning (IC4E 2. --EI Scopus, 93Ae97. https://doi. org/10. 1145/3377571. Guntur. Setyaningrum. Retnawati, . Marsigit. Saragih. , & Noordin. Developing augmented reality in mathematics learning: The challenges and strategies. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 6. , 211Ae221. https://doi. org/10. 21831/jrpm. Halamury. Muliyani. Kakiay. , & Kainama. Phenomenological Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 256 - 267 Rahayu. Pramadi. Maspupah. , & Agustina. Penerapan Media Pembelajaran Flipbook Interaktif untuk Memingkatkan Hasil Belajar Siswa. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, 2. , 105Ae114. Salsabila. Aprilia. , & Wahyuningtyas, . Prokrastinasi Akademik Pada Generasi Strawberry: Pendekatan Solutif Melalui Self EDUCOUNS GUIDANCE: Journal of Educational and Counseling Guidance, 1. , 21Ae28. Simatupang. Strategi Belajar Mengajar Abad KeAa21. Pustaka Media