183 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Peran Kebijakan Pemerintah dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Desa Wisata Silowo Merakurak di Tuban Jawa Timur Moh. Irfan Nur Rizki. Widyawati . Kristyan Dwijosusilo . Ika Devy Pramudiana . Fakultas Ilmu Administrasi Negara. Universitas Dr. Soetomo Surabaya )email: irfan87@gmail. )email: widyawati@unitomo. )email: kristyan. dwijo@unitomo. )email: ika. devy@unitomo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata Silowo Merakurak di Tuban. Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada desa wisata Silowo Merakurak. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife, yang menekankan pada elemen-elemen seperti sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan sebagai indikator utama dalam pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penyediaan sumber daya seperti pelatihan keterampilan, akses ke pendidikan, dan perbaikan infrastruktur telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, dengan sekitar 75% masyarakat mengalami peningkatan keterampilan dan akses ekonomi. Namun, masih ada tantangan dalam distribusi kesempatan yang adil, terutama bagi warga di daerah terpencil, serta keterbatasan fasilitas pendukung yang mempengaruhi kenyamanan wisatawan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah memperluas akses pelatihan, memperbaiki infrastruktur dasar, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, agar desa wisata Silowo Merakurak dapat berkembang menjadi desa wisata yang berkelanjutan dan inklusif. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat. Desa Wisata. Kebijakan Pemerintah ABSTRACT This study aims to analyze the role of government policies in community empowerment through the management of Silowo Merakurak tourist village in Tuban. East Java. The research method used is qualitative with a case study Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X approach on the Silowo Merakurak tourist village. This study uses the community empowerment theory by Jim Ife, which emphasizes elements such as resources, opportunities, knowledge, and skills as key indicators in empowerment. The results of the study show that government policies in providing resources such as skill training, access to education, and infrastructure improvement have had a positive impact on increasing the community's capacity, with around 75% of the community experiencing improved skills and access to economic opportunities. However, there are still challenges in the equitable distribution of opportunities, especially for residents in remote areas, as well as the lack of supporting facilities that affect the comfort of tourists. Based on these findings, it is recommended that the government expand access to training, improve basic infrastructure, and encourage active community participation in the decision-making process so that Silowo Merakurak tourist village can develop into a sustainable and inclusive tourist destination. Keywords: Community Empowerment. Tourist Village. Government Policies PENDAHULUAN Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian negara. Sektor ini berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan berperan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, yang tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung dalam sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga mempengaruhi sektor-sektor lain seperti pertanian, kerajinan, dan transportasi lokal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor pariwisata berkontribusi sekitar 5-6% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2019. Menurut (Gual, 2. Pariwisata juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata, melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah (UKM). Oleh karena itu, pengembangan pariwisata dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam program pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia telah merancang berbagai kebijakan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, termasuk pengembangan desa wisata sebagai alternatif destinasi wisata yang berkelanjutan (Utami dkk. , 2. Program desa wisata bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui penyediaan akses pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pemberian fasilitas yang mendukung perkembangan pariwisata berbasis lingkungan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Suprapto dkk. , 2. pengembangan desa wisata terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mengurangi kemiskinan. Salah satu provinsi Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X yang memiliki potensi besar dalam pengembangan desa wisata adalah Jawa Timur, dengan berbagai destinasi wisata alam yang menarik. Di wilayah Tuban, misalnya, terdapat potensi wisata alam yang luar biasa, seperti wisata ekowisata Silowo Merakurak, yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dalam setiap aktivitas wisata. Tuban, dengan pesona alam dan kekayaan budaya yang dimilikinya, menjadi salah satu daerah yang memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pariwisata di Jawa Timur. Desa wisata merupakan konsep yang mengintegrasikan potensi wisata dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Dewi dkk. , 2. desa wisata tidak hanya berfokus pada daya tarik alam, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelestarian budaya dan lingkungan. Desa wisata menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi lokal karena dapat menciptakan peluang baru bagi masyarakat dalam bidang pariwisata, mulai dari peran sebagai pemandu wisata hingga pengelola usaha lokal, seperti homestay dan produk kerajinan. Konsep desa wisata ini mendukung konservasi alam, di mana wisatawan dapat menikmati keindahan alam secara langsung tanpa merusak ekosistem yang ada, sehingga menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tuban, memiliki peran dalam mengembangkan desa wisata Silowo Merakurak melalui kebijakan yang mendukung pemberdayaan masyarakat setempat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Tuban, pemerintah daerah telah berupaya mendorong pengembangan Silowo Merakurak sebagai destinasi wisata dengan menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung, seperti akses jalan yang lebih baik dan penyediaan infrastruktur pendukung lainnya. Selain itu, kebijakan pemerintah juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan wisata yang dikelola oleh masyarakat lokal, baik dalam hal keterampilan pemandu wisata maupun penyediaan akomodasi yang ramah lingkungan. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah daerah bertujuan untuk memaksimalkan potensi wisata di daerah ini, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam. Program pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata menjadi fokus utama dalam kebijakan pengembangan desa wisata Silowo Merakurak. Kebijakan ini mencakup pelatihan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola potensi wisata yang ada. Pada penelitian (Arcana dkk. , 2. pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam sektor pariwisata, yang Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X dapat mendongkrak daya saing desa wisata. Selain itu, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem wisata yang Kolaborasi ini memungkinkan terciptanya investasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, baik dalam penyediaan infrastruktur yang lebih baik maupun dalam pemasaran destinasi wisata yang lebih luas. Sebagai contoh, beberapa sektor swasta yang terlibat dalam pengembangan Silowo Merakurak turut berperan dalam promosi dan pengelolaan destinasi wisata, yang membantu meningkatkan jumlah pengunjung dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Desa Wisata Silowo Merakurak di Tuban memiliki keunikan dan daya tarik yang luar biasa, terutama dengan potensi alamnya yang mempesona. Salah satu daya tarik utama dari Silowo Merakurak adalah ekowisata, yang menawarkan pemandangan alam yang menyerupai hutan Amazon, lengkap dengan kekayaan flora dan fauna yang jarang ditemui di tempat lain. Selain itu, desa ini juga kaya akan budaya lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi daya tarik wisata, seperti seni dan tradisi masyarakat setempat. Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Kompas . , potensi alam Silowo Merakurak sangat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis alam dan budaya. Hal ini menjadikan Silowo Merakurak sebagai salah satu destinasi wisata yang menjanjikan di Jawa Timur, dengan prospek yang besar dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Proses terbentuknya Silowo Merakurak sebagai desa wisata diawali dengan upaya pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam mengoptimalkan potensi alam dan budaya yang ada. Pada penelitian yang dilakukan oleh Tuban Kab . , tercatat bahwa pengembangan fasilitas dan infrastruktur dasar, seperti jalan, penginapan, dan sarana transportasi, telah dilakukan secara bertahap untuk mendukung kelancaran sektor pariwisata. Seiring dengan berkembangnya destinasi wisata ini, dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat setempat juga cukup signifikan. Peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya peluang kerja baru di sektor pariwisata, serta akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang lebih baik di bidang pariwisata menjadi beberapa hasil positif yang dihasilkan dari pengembangan desa wisata Silowo Merakurak. Sebagai contoh, banyak masyarakat lokal yang kini terlibat dalam kegiatan seperti menjadi pemandu wisata, pengelola homestay, atau penyedia kuliner lokal, yang semuanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup (Wisnumurti dkk. , 2. Meskipun Silowo Merakurak telah menunjukkan perkembangan pesat sebagai desa wisata, tantangan terbesar yang dihadapi masih berkaitan dengan Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X pengembangan infrastruktur dasar, terutama di sektor transportasi dan aksesibilitas. Akses menuju destinasi ini masih terbatas, dengan jalan yang kadang sulit diakses selama musim hujan, yang menjadi kendala bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat ini secara lancar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Tuban . , peningkatan infrastruktur seperti jalan raya, fasilitas transportasi, dan konektivitas digital menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang lebih optimal. Menurut (Amir dkk. , 2. pengelolaan sumber daya alam juga menjadi tantangan penting, karena kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama harus dijaga dengan hati-hati. Pembangunan yang tidak terkelola dengan baik berpotensi merusak ekosistem, sehingga mengurangi daya tarik wisata yang ada. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang bijaksana dalam mengatur pembangunan dan menjaga keseimbangan antara kemajuan sektor pariwisata dan pelestarian alam. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Asmoro dkk. , 2. ditemukan bahwa meskipun masyarakat telah terlibat dalam sektor pariwisata, masih banyak yang memerlukan pelatihan lebih lanjut mengenai pengelolaan destinasi wisata, pemasaran, dan layanan profesional di sektor pariwisata. Tanpa pelatihan yang memadai, kualitas layanan yang diberikan bisa jadi tidak memenuhi standar yang diharapkan oleh wisatawan, yang dapat mempengaruhi reputasi dan keberlanjutan desa wisata itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk mengkaji lebih dalam tentang peran kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat lokal untuk mengelola pariwisata dengan cara yang lebih berkelanjutan dan profesional. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kebijakan yang dapat memperkuat sektor pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, serta membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat dalam mendukung pengembangan desa wisata Silowo Merakurak. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat adalah proses yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan komunitas dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, serta mengambil keputusan yang dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupannya (Wahyuningsih & Pradana, 2. Menurut Jim Ife dalam bukunya Community Development. Creating Community Alternatives - Vision. Analysis, and Practice . , pemberdayaan masyarakat berarti memberikan akses kepada Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X sumber daya, peluang, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk membantu individu meningkatkan kemampuan dalam menentukan arah kehidupan mereka dan berpartisipasi dalam perubahan sosial di komunitas mereka. Sumber Daya Memberikan sumber daya kepada masyarakat berarti menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini bisa meliputi bantuan materi seperti makanan, alat, serta akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. Dengan sumber daya yang cukup, masyarakat memiliki dasar yang kuat untuk membawa perubahan positif dan berkelanjutan dalam kehidupan mereka. Kesempatan Kesempatan dalam konteks pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan memberikan akses yang adil dan setara bagi setiap individu untuk terlibat dalam proses pembangunan. Ini mengharuskan penghapusan hambatan sosial, ekonomi, atau politik yang menghalangi sebagian orang atau kelompok untuk memperoleh manfaat yang sama. Dengan menyediakan kesempatan, masyarakat diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Pengetahuan Pengetahuan adalah komponen penting dalam pemberdayaan karena hal ini meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap masalah yang Memberikan pengetahuan berarti membekali masyarakat dengan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. Ini dapat dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan, atau kampanye informasi untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam isu-isu yang relevan. Keterampilan Pengembangan keterampilan dalam pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan individu dalam berbagai bidang, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan efektif dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan keterampilan ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti keterampilan teknis, kepemimpinan, manajemen, serta keterampilan sosial. Dengan keterampilan yang baik, masyarakat menjadi lebih mampu untuk menyelesaikan masalah, meningkatkan kesejahteraan, serta berkontribusi lebih besar terhadap kemajuan komunitas dan keberlanjutan inovasi tersebut. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Teori Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developmen. Teori Pembangunan Berkelanjutan yang dikenal sebagai Triple Bottom Line (TBL), diperkenalkan oleh John Elkington pada tahun 1994 pada peneitian (Ira & Muhamad, 2. Konsep ini menawarkan pendekatan holistik terhadap pembangunan dengan menekankan tiga pilar utama: People (Sosia. Planet (Lingkunga. , dan Profit (Ekonom. Elkington menyarankan bahwa keberlanjutan dalam pembangunan pariwisata tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Teori ini sangat relevan dalam pengembangan desa wisata karena mencakup kebutuhan untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana, mengoptimalkan dampak sosial yang positif, dan memastikan bahwa pariwisata memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa merusak People (Sosia. : Aspek ini menyoroti tanggung jawab organisasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan karyawan. Organisasi yang menerapkan TBL berupaya memastikan praktik bisnis yang adil dan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan, termasuk memberikan kondisi kerja yang layak, mendukung pengembangan komunitas lokal, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar. Planet (Lingkunga. : Dimensi ini berkaitan dengan dampak lingkungan dari aktivitas bisnis. Organisasi yang berkomitmen pada TBL berusaha meminimalkan jejak ekologis mereka dengan mengadopsi praktik ramah lingkungan, seperti pengurangan emisi, pengelolaan limbah yang efektif, dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Profit (Ekonom. : Pilar ini menekankan pentingnya keberlanjutan finansial. Organisasi harus mencapai profitabilitas yang memungkinkan mereka untuk terus beroperasi dan berinvestasi dalam inisiatif sosial dan lingkungan. Namun, dalam kerangka TBL, profit tidak hanya dilihat dari segi keuntungan finansial semata, tetapi juga mencakup nilai ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengintegrasikan ketiga pilar ini. TBL mendorong organisasi untuk tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari operasi mereka. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi dicapai tanpa mengorbankan kesejahteraan sosial dan kesehatan planet. Penerapan konsep TBL telah terbukti meningkatkan reputasi perusahaan, menarik investor yang peduli Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X pada keberlanjutan, dan menciptakan hubungan yang lebih baik dengan komunitas Namun, penting untuk diingat bahwa keberhasilan implementasi TBL memerlukan komitmen jangka panjang dan strategi yang terintegrasi antara aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa wisata di Silowo Merakurak. Tuban. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali pandangan, pengalaman, dan keterlibatan masyarakat serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi dampak sosial ekonomi dan keberlanjutan pengelolaan desa wisata. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi peran kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan desa wisata Silowo Merakurak, dengan menggunakan teori pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife sebagai kerangka analisis. Penelitian ini mengkaji proses pemberdayaan yang meliputi penyediaan sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan kepada masyarakat lokal, serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga menilai bagaimana kebijakan pemerintah mendukung atau menghambat partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Silowo Merakurak. Kecamatan Merakurak. Kabupaten Tuban. Jawa Timur. Pemilihan lokasi didasarkan pada status desa tersebut sebagai desa wisata yang sedang berkembang dan memiliki potensi alam serta budaya yang signifikan. Desa ini dikenal dengan keindahan alamnya yang mirip dengan hutan Amazon dan kekayaan budaya lokal yang dapat dijadikan daya tarik wisata. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan desa wisata dan dukungan kebijakan pemerintah setempat menjadikan desa ini sebagai lokasi yang ideal untuk mengevaluasi efektivitas pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan Masyarakat Pada penelitian ini, peneliti menganalisis peran kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata di Silowo Merakurak. Tuban, dengan menggunakan teori pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife. Dalam penelitian ini, elemen pemberdayaan tersebut dianalisis melalui indikator kebijakan pemerintah yang mendukung partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan desa wisata. Aspek-aspek tersebut dianalisis melalui indikator yang telah dirancang oleh peneliti sebagai berikut: Sumber Daya Sumber daya merupakan segala bentuk bantuan atau dukungan yang diberikan kepada individu dan komunitas untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Sumber daya ini bisa berupa bantuan materi, seperti akses terhadap kebutuhan dasar . isalnya pangan, peralatan, layanan kesehatan, dan pendidika. , maupun akses terhadap peluang dan sarana yang dapat mendukung proses pembangunan komunitas secara berkelanjutan. Pemberdayaan melalui penyediaan sumber daya bertujuan untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi masyarakat agar mereka dapat mengelola potensi yang dimiliki dan berpartisipasi dalam keputusan yang memengaruhi kehidupan, serta mengoptimalkan kesempatan untuk berkembang. Dalam pengembangan desa wisata Silowo Merakurak di Tuban, sumber daya berperan dalam pemberdayaan masyarakat setempat. Kebijakan pemerintah yang menyediakan sumber daya yang memadai baik itu berupa bantuan infrastruktur, pelatihan keterampilan, maupun akses ke pendidikan dan kesehatan menjadi kunci dalam membangun kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi desa wisata Sumber daya yang cukup memungkinkan masyarakat untuk memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan kegiatan pariwisata, baik dari segi pengelolaan fasilitas wisata, penyediaan layanan, hingga pengelolaan ekonomi desa. Kebijakan pemerintah yang mendukung pengalokasian sumber daya ini, seperti pembentukan program bantuan dana desa wisata, alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur, dan insentif bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan wisata, tidak hanya membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka, tetapi juga memfasilitasi mereka untuk terlibat lebih aktif dalam pengelolaan desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Penyediaan sumber daya di desa wisata Silowo Merakurak harus mencakup lebih dari sekadar bantuan material. Ini juga melibatkan penyediaan sumber daya pengetahuan dan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelatihan Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X terkait pariwisata, seperti pelatihan pemandu wisata, pengelolaan homestay, serta keterampilan pemasaran produk lokal. Kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan keterampilan masyarakat serta memfasilitasi akses ke pengetahuan dan teknologi terkait sektor pariwisata, melalui lembaga pelatihan atau kolaborasi dengan universitas dan institusi pelatihan, akan memungkinkan masyarakat untuk berkembang secara ekonomi dan sosial. Dengan adanya kebijakan yang tepat untuk mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya ini, seperti pembiayaan pelatihan melalui APBD atau kerjasama dengan sektor swasta. Silowo Merakurak dapat berkembang menjadi desa wisata yang berkelanjutan, dengan masyarakat yang memiliki kapasitas untuk mengelola potensi wisata secara mandiri dan bermanfaat jangka panjang. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban, menyatakan bahwa: "Saya rasa, pengembangan desa wisata Silowo Merakurak sangat potensial, terutama dengan adanya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Salah satu hal yang paling terlihat adalah penyediaan sumber daya seperti infrastruktur dasar yang terus kami tingkatkan, seperti akses jalan yang lebih baik dan fasilitas umum yang mendukung. Tentunya, tanpa sumber daya seperti ini, masyarakat setempat akan kesulitan untuk mengelola desa wisata mereka dengan baik. Kami juga memberikan pelatihan kepada warga setempat agar mereka lebih siap mengelola homestay dan menjadi pemandu wisata yang profesional. Pemberdayaan melalui penyediaan sumber daya seperti ini akan memastikan bahwa desa wisata ini berkembang secara Menurut Pendapat Pak Hermawan Selaku Pengunjung Wisata Menyatakan Bahwa: "Saya sangat menikmati kunjungan ke Silowo Merakurak, tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut oleh pemerintah: meskipun pemandangan dan suasana di sini luar biasa, saya merasa fasilitas pendukung seperti tempat parkir dan toilet umum masih terbatas. Hal ini tentunya berkaitan dengan sumber daya yang disediakan oleh pemerintah. Kalau saja lebih banyak perhatian diberikan untuk memperbaiki infrastruktur dasar dan layanan seperti ini, saya rasa desa wisata ini bisa menjadi lebih menarik bagi wisatawan, terutama yang membawa keluarga. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Sumber daya yang cukup dalam hal fasilitas ini akan menjadi sangat mendukung pengalaman wisata yang lebih nyaman dan menyenangkan. Gambar 1. Desa Wisata Silowo Merakurak Tuban Berdasarkan wawancara dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban, beliau menyatakan bahwa pengembangan desa wisata Silowo Merakurak sangat potensial dengan dukungan kebijakan pemerintah, terutama dalam penyediaan sumber daya seperti infrastruktur dan pelatihan kepada masyarakat. Namun, menurut pendapat Pak Hermawan, selaku pengunjung wisata, meskipun pemandangan dan suasana desa wisata ini luar biasa, masih ada beberapa kekurangan dalam hal fasilitas pendukung seperti tempat parkir dan toilet umum. Untuk itu, perlu adanya perhatian lebih pada peningkatan fasilitas dasar agar pengunjung merasa nyaman, terutama bagi wisatawan keluarga. Dapat dilihat bahwa kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan dan distribusi sumber daya yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan desa wisata ini. Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat di Silowo Merakurak telah berjalan dengan baik, dengan dampak positif Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X yang terlihat dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelatihan dan pengelolaan homestay. Untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi, disarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan fasilitas pendukung dan infrastruktur dasar, yang diperkirakan dapat meningkatkan pengalaman wisata hingga 30% lebih baik, sekaligus memperkuat daya tarik desa wisata bagi lebih banyak pengunjung. Kesempatan Kesempatan dalam teori pemberdayaan masyarakat merupakan pemberian akses yang adil dan setara bagi semua individu dalam proses pembangunan, yang menghapus hambatan sosial, ekonomi, atau politik yang menghalangi sebagian orang atau kelompok untuk mendapatkan manfaat yang sama. Dalam pemberdayaan masyarakat, kesempatan menjadi aspek kunci yang memungkinkan setiap individu untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka, serta memberikan mereka ruang untuk berkembang dan berinovasi. Hal ini memungkinkan terciptanya kondisi yang lebih setara dan inklusif dalam sebuah komunitas, di mana semua anggota masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang ada. Dalam penelitian ini, kesempatan menjadi indikator dalam menilai peran kebijakan pemerintah dalam pengembangan desa wisata Silowo Merakurak. Kebijakan pemerintah yang menyediakan kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan desa wisata berfungsi untuk membuka ruang bagi masyarakat lokal dalam mengambil keputusan yang dapat mempengaruhi hasil pembangunan desa wisata tersebut. Pemerintah daerah melalui berbagai program pelatihan, pemberian akses terhadap modal usaha, serta penghapusan hambatan bagi kelompok-kelompok marginal, seperti subsidi untuk pengelolaan homestay dan fasilitas wisata, berusaha memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu untuk berkontribusi dalam pengembangan desa wisata. Kebijakan pemerintah dalam hal ini juga mencakup penyediaan akses ke informasi, pembukaan peluang kerja, dan pemberian insentif bagi usaha mikro dan kecil yang dijalankan oleh masyarakat lokal, yang semakin memperluas kesempatan masyarakat untuk terlibat dan berkembang dalam sektor pariwisata. Pentingnya kesempatan ini juga tercermin dalam dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah terhadap masyarakat Silowo Merakurak. Dengan adanya kebijakan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam sektor pariwisata, mereka mendapatkan peluang untuk memperbaiki taraf hidup melalui pengelolaan homestay, jasa pemandu wisata, dan usaha lokal lainnya. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Selain itu, kebijakan yang mendukung distribusi peluang usaha melalui skema pinjaman mikro dan pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan dalam pengelolaan usaha, memungkinkan masyarakat untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar pariwisata yang terus berkembang. Oleh karena itu, kesempatan yang diberikan oleh pemerintah sangat berperan dalam menciptakan desa wisata yang inklusif, di mana masyarakat lokal tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga aktor utama yang menentukan arah pembangunan tersebut. Menurut Kepala Desa Silowo Merakurak, menyatakan bahwa: "Saya sangat mendukung pengembangan desa wisata ini, dan saya melihat bahwa kebijakan pemerintah telah memberikan banyak kesempatan bagi masyarakat kami. Sebelumnya, banyak warga yang kurang tahu bagaimana caranya terlibat dalam sektor pariwisata, tetapi berkat pelatihan yang disediakan pemerintah, mereka sekarang bisa mengelola bisnis apapun yang bisa menjadi income pada perekonomian warga. Kami juga diberi kesempatan untuk ikut dalam perencanaan dan pengelolaan desa wisata ini, yang memberi kami rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberhasilan program ini. Meski begitu, masih ada beberapa warga yang belum sepenuhnya mendapatkan akses ke kesempatan ini, terutama yang tinggal di daerah terpencil. Pemerintah perlu lebih memastikan bahwa kesempatan ini dapat dirasakan oleh semua warga tanpa terkecuali. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Silowo Merakurak, beliau menyatakan bahwa kebijakan pemerintah telah memberikan banyak kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan desa wisata, seperti melalui pelatihan dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengelolaan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan distribusi kesempatan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Dapat dilihat bahwa kebijakan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses pelatihan dan menjadi bagian dalam proses pengelolaan desa wisata sudah memberikan dampak positif yang signifikan. Kesempatan yang diberikan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat ini dapat dianggap berhasil mencapai sekitar 75%, dengan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan keterampilan masyarakat. Meskipun masih terdapat tantangan dalam memastikan distribusi kesempatan yang adil, terutama di daerah yang lebih terpencil. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah lebih Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X memperhatikan penyebaran informasi, pelatihan, dan dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar kesempatan ini dapat dirasakan oleh semua warga tanpa terkecuali, sehingga pemberdayaan masyarakat di Silowo Merakurak dapat berkembang lebih merata dan berkelanjutan. Pengetahuan Pengetahuan dalam pemberdayaan masyarakat mengacu pada upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran individu dan komunitas terhadap masalah yang dihadapi serta solusi yang dapat diterapkan. Pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat membantu mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan bijaksana, yang dapat memperkuat kapasitas dalam mengelola sumber daya dan mengatasi tantangan yang ada. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat juga berarti membekali dengan informasi yang relevan, yang dapat membantu mereka terlibat lebih aktif dalam pembangunan dan perubahan sosial di komunitas mereka. Dalam konteks desa wisata Silowo Merakurak, pengetahuan menjadi elemen penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan pemerintah. Pemerintah, melalui berbagai program, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat lokal, seperti pelatihan pemandu wisata, manajemen homestay, dan keterampilan pemasaran untuk produk lokal. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai industri pariwisata dan cara mengelola desa wisata dengan cara yang berkelanjutan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung pembukaan akses bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan secara gratis atau dengan biaya rendah, serta pemberian sertifikasi yang diakui, juga memberikan jaminan bahwa masyarakat memiliki keahlian yang sah dalam mengelola sektor pariwisata. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola potensi wisata yang ada, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya setempat sebagai daya tarik utama. Pemerintah juga memfasilitasi penyebaran informasi melalui penyuluhan atau workshop terkait pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk wisata. Pemberdayaan melalui pengetahuan ini membawa dampak positif bagi masyarakat Silowo Merakurak. Dengan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat tidak hanya lebih siap dalam mengelola desa wisata, tetapi juga lebih mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam sektor pariwisata. Kebijakan pemerintah yang menyediakan akses kepada pengetahuan dan pelatihan ini juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola ekonomi Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X lokal dan memperbaiki kualitas hidup. Kebijakan yang mendorong peningkatan pengetahuan masyarakat, seperti program pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang oleh pemerintah daerah atau bekerja sama dengan lembaga pendidikan, akan memfasilitasi masyarakat dalam mengelola desa wisata secara efektif. Untuk mencapai hasil yang lebih maksimal, perlu ada keberlanjutan dalam penyediaan pengetahuan yang up-to-date, serta perluasan cakupan pelatihan agar lebih banyak anggota masyarakat yang dapat mengakses kesempatan ini. Menurut Pemandu Wisata Silowo Merakurak, menyatakan bahwa: "Saya sudah mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan itu sangat membantu kami memahami lebih banyak tentang cara mengelola wisata dengan lebih profesional. Sebelumnya, kami hanya tahu sedikit tentang bagaimana cara mengelola desa wisata ini dengan baik. Setelah mengikuti pelatihan, kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara menjadi pemandu yang baik, serta bagaimana mempromosikan desa wisata kami agar lebih menarik bagi pengunjung. Ini jelas meningkatkan rasa percaya diri kami dalam menjalankan bisnis ini. Menurut Pendapat Camat Kecamatan Merakurak Menyatakan Bahwa: "Pemerintah daerah sudah banyak memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengelolaan desa wisata, namun masih ada tantangan. Kami sering mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang bagaimana mengelola UMKM, homestay, kebersihan, dan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung. Namun, tidak semua warga bisa hadir karena keterbatasan waktu dan informasi yang tidak merata. Untuk itu, kami perlu lebih proaktif dalam menyediakan akses pelatihan agar pengetahuan ini bisa lebih merata. Berdasarkan wawancara dengan Pemandu Wisata Silowo Merakurak, beliau menyatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah telah sangat membantu mereka dalam memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan desa wisata yang lebih profesional. Hal ini turut meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalankan bisnis pariwisata. Di sisi lain, menurut Camat Kecamatan Merakurak, meskipun pemerintah sudah memberikan banyak pengetahuan mengenai pengelolaan UMKM dan homestay, masih terdapat tantangan dalam meratakan akses pelatihan kepada seluruh warga, terutama yang tinggal jauh dari pusat desa. Dapat dilihat bahwa pengetahuan yang diberikan pemerintah telah mencapai sekitar Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X 80% dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola desa wisata dan UMKM. Dampak positif dari pemberdayaan masyarakat ini sangat terasa, terutama dalam peningkatan keterampilan manajerial dan promosi wisata yang lebih efektif. Kekurangannya adalah masih adanya kesenjangan akses pelatihan, yang perlu diatasi dengan memperluas distribusi informasi dan memberikan akses lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai rekomendasi, pemerintah perlu memfasilitasi pelatihan secara lebih inklusif dan menggunakan berbagai saluran komunikasi, seperti platform online dan kunjungan langsung, untuk menjangkau lebih banyak warga, agar pengetahuan dapat tersebar secara merata di seluruh desa. Keterampilan Keterampilan dalam pemberdayaan masyarakat merupakan kemampuan individu untuk mengelola berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui pengetahuan dan latihan praktis. Keterampilan ini meliputi kemampuan teknis, kepemimpinan, manajerial, dan sosial yang diperlukan untuk mengelola sumber daya, berinteraksi dengan orang lain, serta membuat keputusan yang tepat dan efektif. Pemberdayaan melalui pengembangan keterampilan bertujuan untuk menjadikan masyarakat lebih mandiri dan mampu mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun Keterampilan yang baik membantu individu dalam menyelesaikan masalah, menghadapi tantangan, serta berinovasi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks desa wisata Silowo Merakurak, keterampilan menjadi indikator penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan pemerintah. Pemerintah memberikan pelatihan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis terkait dengan pariwisata, tetapi juga keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang mendukung pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan. Kebijakan pemerintah dalam menyediakan pelatihan berfokus pada keterampilan yang relevan dengan kebutuhan sektor pariwisata, seperti pengelolaan homestay, pelayanan wisatawan, serta pemasaran produk lokal. Selain itu, kebijakan yang mendukung peningkatan keterampilan juga mencakup subsidi atau insentif bagi warga yang mengikuti pelatihan keterampilan yang mendukung pengelolaan wisata, seperti pelatihan pemandu wisata profesional atau pengelolaan acara. Program-program pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan desa wisata, dari sisi operasional hingga strategi pemasaran dan pengembangan usaha lokal. Melalui peningkatan keterampilan, masyarakat menjadi lebih siap untuk mengelola potensi desa wisata dengan lebih efektif. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi Pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan ini memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Silowo Merakurak, terutama dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk mengelola desa wisata secara lebih profesional. Kebijakan pemerintah yang mendukung program pelatihan ini, seperti melalui kerjasama dengan lembaga pelatihan profesional atau universitas terkemuka, telah meningkatkan kualitas manajemen desa wisata dan keberhasilan dalam pengelolaan usaha lokal. Dampaknya terlihat dalam kemampuan masyarakat untuk mengidentifikasi peluang usaha baru, mengatasi tantangan yang muncul, serta menyelesaikan masalah dalam proses pembangunan desa wisata. Masyarakat yang terlatih juga menjadi lebih proaktif dalam berinovasi dan menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik bagi pengunjung. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menyediakan fasilitas pelatihan dan workshop secara gratis atau dengan biaya terjangkau sangat membantu dalam meningkatkan inklusivitas program ini. Agar hasil yang dicapai lebih optimal, perlu adanya lebih banyak pelatihan dan kursus yang mengarah pada pengembangan keterampilan khusus yang berhubungan dengan tren pariwisata terkini, seperti digital marketing untuk produk wisata atau pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan. Kebijakan pemerintah yang mendukung pengadaan pelatihan berbasis teknologi dan inovasi ini akan sangat membantu dalam mengimbangi perkembangan industri pariwisata. Selain itu, pemberian fasilitas yang mendukung seperti tempat pelatihan yang memadai dan akses yang lebih mudah ke pelatihan ini bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah yang lebih terpencil, perlu menjadi fokus Menurut Pengelola UMKM Desa Wisata Silowo Merakurak, menyatakan bahwa: "Pelatihan yang kami terima dari pemerintah sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan kami, terutama dalam mengelola usaha kecil yang berhubungan dengan pariwisata. Sebelumnya, kami hanya tahu sedikit tentang cara mengelola produk lokal dan memasarkan produk kami. Setelah mendapatkan pelatihan tentang manajemen usaha dan pemasaran, saya merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan dan mengelola usaha saya dengan lebih baik. Kami bisa lebih percaya diri dalam menyajikan produk yang menarik bagi wisatawan, dan tentunya ini mendukung pengembangan desa wisata kami. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Gambar 2. Suasana Penunjung di Desa Wisata Silowo Merakurak Tuban Berdasarkan wawancara dengan Pengelola UMKM Desa Wisata Silowo Merakurak, menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan oleh pemerintah telah sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan, khususnya dalam manajemen usaha dan pemasaran produk lokal yang terkait dengan pariwisata. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk terus memperluas cakupan pelatihan tersebut agar dapat mencakup lebih banyak pelaku usaha lokal. Dapat dilihat bahwa keterampilan masyarakat dalam mengelola dan memasarkan produk lokal telah mengalami peningkatan yang signifikan, dengan sekitar 75% pelaku usaha merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan usahanya. Pemerintah diharapkan dapat terus mendukung pengembangan keterampilan ini dengan menyediakan lebih banyak peluang pelatihan dan memperluas akses bagi masyarakat, sehingga mereka dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di sektor pariwisata. Tantangan dan Hambatan dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengembangan Desa Wisata Silowo Merakurak di Tuban Jawa Timur Berikut adalah tiga tantangan dan hambatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan Desa Wisata Silowo Merakurak di Tuban. Jawa Timur yakni: Keterbatasan Akses Pelatihan dan Pengetahuan yang Merata Meskipun pemerintah sudah melaksanakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola desa wisata, namun masih terdapat ketimpangan dalam akses terhadap pelatihan tersebut. Tidak semua Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah terpencil, dapat mengikuti pelatihan yang diadakan karena keterbatasan waktu, transportasi, atau informasi yang tidak Hal ini menjadi hambatan dalam pemberdayaan, karena pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut belum bisa dinikmati secara merata oleh seluruh anggota masyarakat, yang berpotensi menghambat keberhasilan dan pengembangan desa wisata secara keseluruhan. Kurangnya Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung yang Memadai Salah satu tantangan besar yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata Silowo Merakurak adalah keterbatasan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung, seperti jalan yang rusak, parkir yang terbatas, dan fasilitas umum yang tidak cukup untuk menampung jumlah wisatawan yang semakin meningkat. Meskipun ada kebijakan pemerintah yang berfokus pada pengembangan infrastruktur, masih terdapat banyak kekurangan yang perlu diperbaiki agar pengelolaan desa wisata dapat berjalan lebih efektif dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi Keterbatasan Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan Walaupun kebijakan pemerintah memberi kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam perencanaan dan pengelolaan desa wisata, kenyataannya masih ada beberapa lapisan masyarakat yang merasa kurang diberdayakan dalam proses pengambilan keputusan. Banyak warga merasa bahwa keputusan-keputusan penting terkait pengembangan desa wisata lebih banyak ditentukan oleh pihak tertentu tanpa melibatkan masyarakat secara luas. Hal ini menghambat rasa memiliki dan keterlibatan aktif masyarakat dalam keberlanjutan proyek desa wisata, yang pada akhirnya mempengaruhi efektivitas program pemberdayaan masyarakat itu sendiri. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata Silowo Merakurak di Tuban telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Kebijakan yang mendukung penyediaan sumber daya seperti infrastruktur dasar, pelatihan keterampilan, dan akses pendidikan telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola desa wisata secara mandiri. Penambahan fasilitas dasar, seperti tempat parkir dan toilet umum, yang diusulkan pengunjung Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X diperkirakan dapat meningkatkan pengalaman wisata hingga 30%. Dampak pemberdayaan ini tercermin dalam partisipasi aktif masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan homestay, pemandu wisata, dan usaha mikro, yang dapat meningkatkan pendapatan dan keterampilan masyarakat. Pemberdayaan ini berhasil mencapai sekitar 75% dalam meningkatkan keterampilan dan akses Tantangan terbesar yang dihadapi adalah distribusi kesempatan dan pengetahuan yang adil, terutama di daerah terpencil. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dalam memastikan manfaat kebijakan ini dapat dirasakan merata melalui perluasan akses pelatihan dan informasi, baik melalui platform online, kunjungan langsung, atau kerjasama dengan lembaga pendidikan lokal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur dasar seperti jalan, fasilitas parkir, dan toilet umum untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan kelancaran operasional desa wisata. Peningkatan fasilitas ini akan memperkuat daya tarik desa wisata dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Selain itu, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting untuk menciptakan rasa memiliki yang kuat dan meningkatkan keberlanjutan program pemberdayaan. Dengan fokus pada distribusi kesempatan yang adil, peningkatan infrastruktur, dan partisipasi masyarakat, desa wisata Silowo Merakurak memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi desa wisata yang berkelanjutan dan inklusif, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian lokal dan kualitas hidup DAFTAR PUSTAKA