Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PENGEMBANGAN KERJA PEGAWAI CREDIT UNION BIMA CABANG SUNGAI DURIAN SINTANG Petrus Atong Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia. Email: atong. petrus@gmail. Abstract: Work development for employees of Bina Masyarakat Credit Union branch Sungai Durian Sintang is carried out to know, understand, study and develop aspects of employee empowerment, work rewards, work compensation and employee work ethic. The research method is descriptive qualitative, the research subjects consist of branch managers and staff employees. The research instrument consists of interviews, documentation and observation. Data analysis is qualitative analysis. The results of the research concluded that empowerment, rewards and compensation had been carried out in accordance with the provisions of management policy patterns and personnel regulations, then regarding work ethic information was obtained that employee work results were in accordance with standard provisions for welfare acceptance. The research results also found that there are other aspects that also determine employee work development, namely those relating to employee work discipline. The suggestions made so that employee work development can be better are seen as needing to be further supported by work enthusiasm and increased employee discipline at work. Keywords: Development. Work. Employee. Abstrak: Pengembangan kerja pegawai Credit Union Bina Masyarakat cabang Sungai Durian Sintang, dilakukan untuk mengetahui, memahami, mengkaji dan mengembangkan aspek pemberdayaan pegawai, penghargaan kerja, kompensasi kerja dan etos kerja pegawai. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif, subyek penelitian terdiri dari manajer pimpinan cabang dan staf pegawai. Instrumen penelitian terdiri dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data bersifat analisis kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberdayaan, penghargaan dan kompensasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan pola kebijakan pengurus dan peraturan kepegawaian, kemudian mengenai etos kerja diperoleh informasi bahwa hasil kerja pegawai sudah sesuai dengan ketentuan standar penerimaan kesejahteraan. Hasil penelitian ditemukan pula ada aspek lain yang turut menentukan pengembangan kerja pegawai yaitu yang berkenaan dengan disiplin kerja pegawai. Saran yang disampaikan agar pengembangan kerja pegawai dapat lebih baik dipandang perlu didukung lagi semangat kerja dan peningkatan disiplin pegawai dalam bekerja. Kata Kunci: Pengembangan. Kerja. Pegawai. PENDAHULUAN Kondisi masa sekarang dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan media membangun kesadaran bersama bahwa semua aktivitas menuntut kerja lebih baik dan pelayanan kepentingan serba cepat, murah, sederhana, realistis dan rasional. Adapun tuntutan gencar yang dilakukan masyarakat adalah tersedianya pola pelayanan kepentingan mereka yang disesuaikan dengan kondisi globaliasi yang FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 serba cepat serta pola pelayanan yang terus berubah, demikian juga tuntutan anggota terhadap keberadaan lembaga keuangan swadaya masyarakat seperti credit union bina masyarakat. Oleh karena itu, tuntutan itu merupakan kondisi perubahan yang keinginan menuntut kondisi demikian sebagai kondisi dan suasana yang wajar dan harus direspon oleh credit union bina masyarakat (CU BIMA) dengan baik dan Perubahan besar untuk kemajuan sebagai lembaga keuangan swadaya masyarakat yang tidak mungkin dapat dilakukan secara wajar tanpa didukung pegawai yang proaktif dan berdidikasi dalam pengembangan organisasi. Pegawai yang memiliki komitmen peningkatan prestasi kerja adalah pegawai yang selalu pengembangan diri secara sungguhsungguh dan maksimal. Upaya pegawai dalam pengembangan diri selalu akan ditampilkan dengan berusaha menciptakan prestasi kerja yang lebih baik dengan didukung pola bepikir dan bertindak yang Upaya meningkatkan prestasi kerja secara umum akan selalu tersedia reputasi, kompetensi dan integritas sebagai asset dan kapabilitas lembaga dalam merespon perubahan yang sehat, kuat dan maju. Kondisi pegawai dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan credit union bina masyarakat dapat menjadi pemegang peranan penting dalam membangun serta dalam mencegah perubahan sikap dan perilaku yang mengupayakan peningkatan prestasi kerja pegawai dalam pelayanan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 prima atau meningkatkan kepercayaan pelayanan kepada anggota. Pelayanan lembaga yang lebih sehat,kuat dan maju untuk kepentingan anggota credit union dapat melalui dukungan kegiatan usaha antara lain pengembangan kerja pegawai dalam Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan tahunan rapat anggota dan kebijakan pengurus credit union bina Kebijakan pengembangan kerja pegawai antara lain dikembangkan melalui aspek pemberdayaan pegawai, pegawai dan melhat indikator etoas kerja Penerapan pengembangan kerja pegawai menjadi sesuatu yang sangat penting, mengingat pegawai sebagai faktor pendukung dalam kemajuan lembaga serta pegawai sebagai aset yang harus mendapat perhatian dari perencanaan sampai dengan pengawasan kegiatan kerja lembaga. Pegawai sebagai sumber tenaga kerja yang sekaligus sebagai personalia dalam aktivitas administrasi yang menentukan Menurut Widjaja . menyatakan kepegawaian merupakan segi yang berkenaan dengan sumber tenaga kerja yang harus ada pada setiap usaha Pengembangan kerja pegawai sepatutnya dilakukan secara menyeluruh dalam meningkatkan pelayanan anggota pada semua tingkatan unit kerja credit union bina masyarakat. Dengan demikian lembaga credit union bina masyarakat harus mengupayakan agar setiap pegawai yang ada diminta untuk menunjukan kerja yang baik dalam rangka memberikan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 pelayanan yangprima kepada anggotanya. Pelayanan yang lebih baik dan lebih maju diharapkan dapat mengurangi keluhan dan hambatan pelayanan yang tidak menguntungkan lembaga credit union bina masyarakat. Apabila timbul gejala yang tidak baik atau tidak menguntungkan bagi pengembangan credit union bina masyarakat dalam pelayanan yang ditujukan kepada anggota dan pihak lain yang yang mempunyai kepentingan yang lain tidak maksimal, maka selaku pegawai, maka pegawai itu diharapkan dapat mengambil langkah perbaikan yang tetap dalam upaya mewujudkan kerja yang baik dalam pelaksanaan aktivitas pelayanan. Ketersediaan jumlah pegawai credit union bina masyarakat cabang sungai durian sintang sekarang berjumlah 9 . Pegawai 9 orang ini wajib melayani anggota sebanyak kurang lebih 900 orang sesuai dengan rapat anggota tahun buku 2023. Jika jumlah pegawai sebanyak 9 orang dengan melayani 900 orang maka rasio beban pelayanan perorangan adalah 1 berbanding 212 orang yang dilayani. Ketentuan rasio ini terjadi kelebihan 12 orang dari standar yang ditetapkan. Dampak dari rasio dengan jumlah yang dilayani ini, tentulah menuntut pengembangan kerja pegawai yang lebih baik dan berusaha bertindak secara Usaha pengembangan kerja pegawai ini dipandang perlu disertai aspek-aspek pemberdayaan,penghargaan,kompensasi dan etos kerja. P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Masalah dalam penelitian yang dikaji pengembangan kerja pegawai yang berkaitan dengan aspek pemberdayaan kerja,penentuan kompensasi kerja dan etos Pemecahan diharapkan bahwa pengembangan kerja pegawai akan berhasil dengan baik apabila memperhatikan aspek pemberdayaan kerja, kompensasi dan etos kerja pegawai. Tujuan penelitian yang dilakukan ini berusaha mengetahui, memahami, menganalisis pengembangan kerja pegawai credit union bina masyarakat cabang sungai durian melalui kajian pada aspek pemberdayaan, penghargaan,kompensasi dan etos kerja pegawai. Pengembangan dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan kerjanya. Menurut Nawawi . menyatakan bahwa untuk menilai kerja sebagai kinerja pegawai merupakan salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia. Agar capai kerja dapat dipantau secara maksimal, maka proses capaian kerja sebagai pengembangan kerja dapat ditentukan melalui proses penetapan penilaian kinerja. Oleh Dessler . menyebutkan pengembangan kerja sebagai proses penilaian kerja yang dihasilkan dapat dilakukan melalui standar kerja, penilaian hubungan standar kerja serta penilaian umpan balik kepada pegawai akan hasil Sasaran pengembangan kerja pegawai sebagaimana menurut Dessler . bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui keterampilan dan kemampuan pegawai FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 serta untuk mengetahui kekuatan dan masing-masing sehingga dapat memacu perkembangan pegawai bekerja kearah berikutnya. Pemahaman akan kekuatan dan kelemahan masing-masing pegawai akan lebih memudahkan dalam pengembangan kerja yang ditindak lanjut sebagai proses pemberdayaan maksimal dari diri pribadi Pemberdayaan maksimal dalam diri pegawai dalam bekerja merupakan pengembangan potensi yang pegawai yang Mengetahui kondisi dari bidang personalia, khususnya pengembangan kerja pada tindakan dalam bekerja dapat mengetahui berbagai kekuatan dan kelemahan, yang selanjutnya untuk seleraskan sebagai tindakan yang mampu membangun kekuatan mengejar peluang memperbaiki berbagai kelemahan. Pengembangan sebagai peningkatan norma kerja yang lebih baik dalam organisasi, oleh Syamsudin . alam DPN 2. menyatakan antara lain diperlukan pemahaman pengembangan kerja pegawai dari wajud norma kerja yang mendorong pegawai bekerja keras yang didahului dengan penjelasan peran dan tanggungjawab yang harus dilakukan kepada setiap pegawai sebagai upaya membangun karir yang ditempuh oleh pegawai. Pengembangan kerja pegawai sebagai wujud dari tindakan nilai dan norma bekerja, oleh Robbins . pengembangan nilai-nilai organisasi. Sementara Kretner P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 menyatakan bahwa nilai atau norma kerja sebagai budaya kerja yang mampu membangun perilaku pegawai dalam bekerja selalu kerja keras,jujur,sikap hatihati,mau ambil resiko dan memilihara standar yang tinggi. Kemampuan pegawai dalam pengembangan diri tidak terlepas dari kemampuan pegawai memahami potensi yang dia miliki dalam bekerja. Wujud kemampuan mengembangkan diri lebih lanjut sebagai proses kemampuan dalam memberdayakan diri menuju kemandirian dalam bekerja dan berkarir. Dalam pegawai dipandang perlu memperhatikan pemberdayaan pegawai dalam bekerja. Pemberdayaan pegawai dalam bekerja merupakan bagian dari usaha membangun keberadaan dan peran organisasi dalam peningkatan potensi kemandirian dan kreatifitas pegawai yang bersangkutan. Oleh Syamsudin . alam DPN 2. pegawai mengandung dua kecenderungan yaitu pertama pemberian daya kekuatan, daya kekuasaan serta daya kemampuan dan yang kedua berkaitan dengan pemberian stimulasi atau dorongan agar orang lain mempunyai keberdayaan. Pemberdayaan secara umum dapat juga dinyatakan sebagai upaya meningkatan harkat dan martabat pegawai dengan membangkitkan kesadaran akan potensi Pemberdayaan pegawai dalam bekerja menurut Robins . dikatakan bahwa pemberdayaan adalah suatu kondisi yang memungkinkan orang merasa FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 mampu, memiliki daya untuk berinisiatif dan mampu melaksanakan tugas serta memberikan kekuatan bagi motivasi diri dalam berbuat. Sementara itu Kretner kekuasaan yang adil sehingga dipandang seseorang untuk bekerja secara optimal. Pemberian pemberdayan kepada pegawai dalam bekerja adalah untuk mencapai tujuan suatu organisasi yang dilakukan melalui pemberian wewenang, pemberian tanggungjawab, pemberian informasi, pemberian keleluasaan untuk berinisiatif, pemberian daya bertindak, pemberian pemberian daya menerima berbagai resiko Dengan demikian pemberian pemberdayaan pegawai oleh lembaga kepada pegawai dalam bekerja sebagai proses yang mampu mewujudkan percepatan perubahan yang lebih baik dan maju secara realitis dan rasional. Untuk Pengembangan diperlukan juga perhatian terhadap pemberian penghargaan pegawai dalam Pemberian . dapat diberikan kepada setiap pegawai yang mampu melaksanakan pekerjaan secara baik dan luar biasa, atau kepada pegawai yang secara nyata mampu melaksanakan pengembangan kerja secara maksimal atau pegawai yang nyata melaksanakan prestasi kerja yang luar Tujuan pemberian penghargaan ini agar pegawai yang telah melaksanakan pekerjaan dengan baik mendapatkan pengakuan dari lembaga atau organisasi P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tempat pegawai bekerja dan bagi pegawai yang lain agar mendapatkan motivasi untuk bekerja dengan baik. Syamsudin . alam DPN 2. menyatakan Reward diberikan atas dasar prestasi kerjas sehingga bukan merupakan hak pegawai yang bisa menerimanya meskipun tidak memiliki prestasi. Kemudian menurut Gibson . alam DPN 2. pemberian reward yang memada akan memotivasi pegawai lain untuk berbuat serupa dan menjadi sarana kompetisi sehat diantara pegawai, tanpa dilandasi oleh perasaan dan sikap asal Bapak senang. Sementara itu menurut Yulk . menyatakan reward adalah sebuah kategori perilaku yang menyangkut pemberian manfaat yang berwujud kepada keberhasilannya signifikan dan bantuan yang bermanfaat. Kerr . alam Yulk 1. menyatakan bahwa pemberian penghargaan bertindak sebagai suatu fungsi menjernihkan dengan menunjukan prioritas relative diantara berbagai aspek kinerja. kemudian lebih lanjut Yulk . menyatakan sasaran dari memberi penghargaan adalah untuk meningkatan usaha bawahan dalam pelaksanaan tugasnya. Dengan demikian bahwa pemberian penghargaan sebagai salah satu usaha memberikan semangat atau dorongan kepada pegawai agar selalu berusaha dalam pengembangan kerjanya menjadi lebih baik dan meningkat. Menurut Yulk dan Tracey . meningkatkan motivasi dan kepuasaan para bawahan, meskipun hasilnya tidak Pada FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 kepada pegawai yang berprestasi dalam bekerja atau kepada pegawai yang mampu melaksanakan pengembangan kerja secara baik, sehingga umpan balik dari pegawai yang mendapat penghargaan itu akan membangun perilaku yang mampu atau dapat meningkatkan kepuasan kerja, disiplin kerja, kemampuan kerja serta membangun tata laksana kerja oleh pegawai secara maksimal. Dengan demikian bentuk implikasi dari pemberian penghargaan kerja,maka akan terwujudnya kemampuan pengembangan kerja pegawai yang lebih terarah serta akan berhasil membangun kerja pegawai yang semakin baik dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diemban kepada pegawai yang Dalam diperhatikan aspek pemberian kompensasi. Menurut McClelland ( dalam Winardi 2. dalam pemberian kompensasi berupa gajih/upah, sebagai sesuatu yang penting dan sebagai suatu sumber umpan balik kinerja untuk kelompok pegawai yang berprestasi tinggi. Oleh Winardi . menyatakan agar supaya upah/gaji berhasil sebagai suatu yang bersifat motivasional, bagi pihak penerima, sehingga pemberian kompensasi harus diberikan berdasarkan timbulnya perilaku kerja dan pemberian kompensasi berlaku secara adil. Winardi . menyatakan juga bahwa gaji/upah merupakan upaya untuk mengaitkan gaji/upah dengan kinerja yang Agar dapat dilaksanakan dengan baik, maka sistem gaji/upah antara P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 dicampuradukkannya aspek-aspek prestasi kenaikan dalam gaji dengan penyesuaian gaji/upah karena meningkatnya biaya Sistem pemberian gaji/upah dengan proses pengembangan kerja pegawai adalah dengan pemberian kompensasi yang optimal atau yang sesuai akan menyebabkan muncul pengembangan kerja pegawai yang meningkat secara baik, akan timbul perilaku kerja pegawai yang bagus, akan meningkat pelayanan kepada anggota serta akan muncul kepercayaan pegawai dengan pemberian kompensasi yang tinggi atau besar tentu pula wajib menunjukan pengembangan kerja pegawai yang lebih maksimal. Pengembangan dipandang penting memperhitungkan etos kerja pegawai. Etos kerja pegawai menurut Widjaja . menyatakan pembangunan pegawai diarahkan untuk menciptakan pegawai yang lebih baik, efesien-efektif, bersih dan berwibawa serta mampu melaksanakan seluruh tugas dan fungsi lembaga secara baik. Faktor tenaga kerja merupakan faktor kunci dalam organisasi, sebab kesalahan dan kekeliruan yang terjadi dapat menyebabkan hambatan yang serius, bahkan dapat menyebabkan kegagalan secara total pada setiap Oleh karena itu dibutuhkan pembinaan karier para pegawai, agar dapat mmberikan kepuasan kerja pada setiap individu pegawai yang pada akhirnya mampu meningkatkan pengembangan diri pegawai dalam bekerja serta mampu membangun kerja organisasi semakin baik dan maju. Etos kerja dapat dipandang sebagai titik awal pengembangan kerja dari pribadi pegawai sebagai kelanjutan membangun FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 karier yang dimulai dari diri sendiri Setiap orang beetanggungjawab atas pengembangan atau kemajuan karier diri sendiri. Pengembangan kemajuan diri perlu didukung oleh komitmen pribadi dalam memandang tanggungjawab tugas dan fungsi dalam bekerja. Kemajuan etos kerja pegawai sangat menentukan pada pengembangan kerja pegawai yang Sehingga semakin berprestasi maka karier akan cepat naik, karena prestasi kerja selalu didasari oleh etos kerja yang baik pengembangan karier kerja yang baik pula. Kecenderungan bertanggungjawab itu merupakan modal yang sangat menentukan etos kerja yang tinggi, karena dengan adanya dorongan untuk selalu bertanggungjawab terhadap kerja dan tercapainya tujuan organisasi, akan membangun pengembangan kerja pegawai dalam mencurahkan segenap potensi yang dimiliki untuk meraih apa yang diinginkan. METODE PENELITIAN Jenis Subyek penelitian terdiri atas Pimpinan dan Staf Credit Union Bina Masyarakat Sintang. Teknik pengumpulan data berpedoman pada wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan pegawai yang dilakukan dalam rangka memotivasi para pegawai untuk melaksanakan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tugas, dengan membagi tugas pegawai sesesuai dengan bidang. Hal lain yang pegawai adalah dengan memberikan kesempatan para pegawai mendapatkan kesempatan studi lanjut sesuai dengan minat yang dikaitan dengan keperluan pengembangan lembaga. Pemberdayaan pegawai disediakan pula bagi semua pegawai untuk terus berkarier dan diharapkan dapat menjadi motivasi yang dapat mendorong pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Wujud pegawai adalah diberikan kesempatan untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang credit union baik dilakukan dengan pendekatan langsung maupun melalui media penunjang lainnya, seperti wawancara melalui radio republik Indonesia sintang tentang manfaat credit union pada anggota Pemberdayaan pegawai dalam kerja juga dilakukan dalam bentuk anggota yang kredit macet atau melaksanan tagihan kredit kelapangan menanggung resiko kegiatan lapangan. Pemberdayaan pegawai juga dilakukan dalam pelayanan pemberian kredit anggota, pelayanan pelaksanaan melaksanakan pengawasan terhadap FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Maksud pegawai yang diharapkan bahwa hasil memberikan pembinaan dan pelayanan akan menunjukan hasil yang maksimal. Pola pemberdayaan pegawai secara terus menerus dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan yang semakin baik untuk masa yang akan datang. Tujuan pemberdayaan pegawai juga diarahkan untuk membangun budaya kerja lembaga credit union yang semakin sehat, kuat, besar dan maju. Dengan terbangunnya budaya kerja pegawai pada satuan kerja diupayakan terciptnya budaya kerja yang baik, sehat, efesien, efektif dalam rangka melakukan tugas pembinaan kepada anggota dan tugas pelayanan kepada kepentingan anggota dan masyarakat. Bentuk diberikan kepada pegawai sebagai pengurus credit union bina masayarakat, diberikan kepada pegawai berupa pemberian beasiswa untuk mengikuti studi lanjut berupa program pendidikan berkualifikasi untuk jenjangan strata satu (S. dan jenjang strata dua (S. serta tambahan insentif kesejahteraan intern Kebijakan penghargaan oleh lembaga sebagai potensi pegawai kearah maksimal dalam mengemban tugas dan fungsi lembaga secara umum. Sasaran lain pemberian P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 memotivasi pegawai dalam bekerja. Kebijakan lembaga dalam pemberian penghargaan ini dianggap sudah sangat sesuai dengan harapan pegawai, dimana dampak pemberian penghargaan telah tertunjang pula hasil kerja yang ditampilkan oleh para pegawai dalam pengembangan dirinya bekerja serta kepada lembaga credit union bina sehat,kuat,besar dan maju. Pemberian merupakan imbal balik yang diberikan lembaga setelah pegawai melaksanakan Dalam pengembangan kerja pegawai pemerian kompensasi pada umumnya adalah pemberian gaji yang diterima oleh pegawai ditentukan dengan golongan dan beban kerja tambahan yang Pemberian kompensasi saat ini dianggap belum sesuai dengan dengan perkembangan tinggi harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu pemberian kompensasi seperti yang telah diatur dalam peraturan kepegawaian credit union bina masyarakat selalu ditinjau oleh pengurus antara tiga sampai lima kebutuhan biaya hidup yang relative selalu meningkat. Solusi terhadap dianggap masih rendahnya gaji, dari lembaga menetapkan adanya kebijakan mekanisme pemberian setiap akhir Oleh pegawai pemberian kesejahteraan itu dianggap sangat FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 membantu dalam pengembangan kerja Pengembangan kerja pegawai dari aspek etos kerja diketahui bahwa etos kerja sebagai budaya kerja telah menjadi suatu perhatian yang sangat penting dalam memahami individu atau kelompok dalam bekerja melalui waktu yang cukup lama. Etos kerja sebagai proses integrasi dari suatu perilaku individu yang mencakup pikiran,ucapan Etos kerja para pegawai credit union bina masyarakat sudah berkembang maju credit union bina masyarat serta semakin dipercayanya lembaga ini oleh berbagai kalangan masyarakat yang menjadi anggota. Etos kerja pegawai sudah tampak melalui kerja produktif, kerja kooperatif, kerja melayani dan sikap selalu memberikan pelayanan informasi yang baik kepada kepentingan anggota. Dengan demikian etos kerja pegawai secara keseluruhan yang baik ini kontribusi positif bagi para pegawai dalam pengembangan kerja untuk kesehatan, kekuatan dan kemajuan lembaga credit union bina masyarakat. Dalam penerapan etos kerja, oleh lembaga melalui kebijakan pengurus memberikan arahan, pedoman serta tauladan yang bagi bagi para pegawai tentang etos kerja, hal lain yang rutin dilakukan adalah selalu berdoa sebelum memulai kerja dan berdoa setelah selesai Dengan demikian proses komunikasi sesama rekan kerja dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 manusia dengan yang maha kuasa selalu menjadi pedoman kekayaan kesehatan jasmani dan rohani dalam bekerja. KESIMPULAN DAN SARAN Pengembangan kerja pegawai credit union bina masyarakat telah pemberdayaan pegawai, pemberian kompensasi yang dianggap sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan pegawai serta telah pula didukung etos kerja pegawai secara baik, produktif dan Saran yang disampaikan adalah dipandang perlu mempertahankan pola kebijakan pengembangan kerja pegawai yang telah ada, kemudian yang studi pendidikan strata dua sesuai dengan pengembangan potensi produk credit union bina masyarakat. DAFTAR PUSTAKA