JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DIKABUPATEN MERANGIN Iwan Eka Putra . Universitas Muhammadiyah Jambi . Iwanekaputra888@gmail. Yolanda Sari . Universitas Muhammadiyah Jambi . Yolandasari2711@gmail. Etik Winarni . Universitas Muhammadiyah Jambi . Etikwinarni88@gmail. Abd. Halim . Universitas Muhammadiyah Jambi . ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis penngaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah di Badan Pusat Statistika Kabupaten Merangin. Data yang peneliti kumpulkan meliputi data sekunder yang kemudian akan diolah, dianalisis, dan diproses lebih lanjut berdasarkan teori-teori. Alat analisis penelitian ini menggunakan rumus regresi linear berganda. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji F digunakan untuk untuk mengetahui apakah variabel-variabel independent secarabersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependent. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 ( = 5%). Untuk menguji pengaruh antara variabel bebas . ariabel independe. yaitu Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita terhadap variabel terikat . ariabel dependen. yaitu Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin secara simultan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Hasil Uji Tstatistik merupakan pengujian secara parsial yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing koofesien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependent dengan menganggap variabel lainnya konstan. Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,038 dimana nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05 atau nilai t hitung 2,393 lebih besar dari t tabel 1,833, artinya Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Merangin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,278 dimana nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05 atau nilai t hitung -1,148 lebih kecil dari t tabel 1,859, artinya Ho diterima dan H1 ditolak, artinya Pendapatan Perkapita di Kabupaten Merangin tidak berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Pendapatan Perkapita terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin tahun 2010-2022 tidak benar dan tidak terbukti. Hasil Koefisien Determinasi (R. Model summary diketahui nilai R Square sebesar 0,624 Nilai tersebut menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap Jumlah Penduduk Miskin secara simultan . sebesar 62,4 persen dan 37,6 persen sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Kata kunci : Indek Pembangunan Manusia. Pendapatan Perkapita,Jumlah penduduk miskin UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 35 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 PENDAHULUAN Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar secara umum meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertahanan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan atau hak berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik. Banyak dampak negatif yang disebabkan oleh kemiskinan, selain timbulnya banyak masalah-masalah sosial, kemiskinan juga memperngaruhi pembangunan ekonomi suatu negara. Kemiskinan yang tinggi akan menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pembangunan ekonomi menajdi lebih besar, secara tidak langsung akan menghambat pembangunan ekonomi. Keadaan miskin tidak dikehendaki oleh manusia atau masyarakat, sebab dalam keadaan miskin mereka berarti serba kekurangan, tidak mampu mewujudkan berbagai kebutuhan utamanya dalam segi material, akibatnya orang miskin kesulitan memenuhi asupan gizinya, memperoleh pendidikan, modal kerja, dan sejumlah kebutuhan lainnya. Akibat lain yang disebabkan oleh kemiskinan adalah kurangnya moralitas, rendahnya harga diri dan kurangnya kesadaran agama. Faktor lain yang sangat nyata tentang kemiskinan dapat dilihat dari banyaknya warga masyarakat yang kekurangan makan dan minum, tidak memiliki tenpat tinggal yang layak, bahkan digusur dari pemukimannya, ribuan pekerja berunjuk rasa memprotes ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). (Akhram Willy, 2. Menurut John Friedmann mendefinisikan kemiskinan sebagai perbedaan peluang yang terdapat ketidaksamaan untuk mengakumulasi asas kekuasaan sosial. Kekuasaan sosial yang dimaksud adalah berupa . modal produktif berupa asset yang dimiliki seperti tanah, rumah, kesehatan dan peralatan. sumber keuangan seperti pendapatan maupun akses kredit. organisasi sosial dan politik untuk mencapai kepentingan bersama. jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang-barang, keterampilan yang memadai, akses pendidikan dan Kemiskikan terjadi karena tidak adanya pemasukkan atau pendapatan seseorang, tidak adanya asset produktif yang dimiliki seperti sawah dan rumah, rendahnya tingkat pendidikan seseorang yang berdampak pada kurang mapannya pekerjaan karena dalam mencari pekerjaan membutuhkan tingkat pendidikan yang tidak rendah. (John Friedman dalam ML Hakim, 2. Penyebab kemiskinan adalah lingkaran kemiskinan yang tidak berujung pangkal. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 36 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (IPM) menyebabkan rendahnya produktivitas kerja. Rendahnya produktivitas berakibat rendahnya pendapatan yang diterima. Rendahnya pendapatan akan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi, sehingga akumulasi modal rendah dan berdampak pada terbatasnya lapangan kerja dan berarti meningkatnya jumlah Jumlah pengangguran yang semakin meningkat menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk miskin. Kualitas sumber daya manusia juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya penduduk miskin. Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari indeks kualitas hidup/indeks pembangunan manusia. Rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) akan berakibat pada rendahnya produktivitas kerja dari penduduk. Produktivitas yang rendah berakibat pada rendahnya perolehan pendapatan perkapita, sehingga dengan rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya jumlah penduduk miskin. Pendapatan Perkapita merupakan nilai PDRB dibagi dengan jumlah penduduk. Pendapatan Perkapita sering digunakan sebagai indikator pembangunan. Indikator paling sering dijadikan tolak ukur dalam melihat kemiskinan adalah pendapatan per kapita masyarakat. Masyarakat dengan pendapatan per kapitanya yang tinggi lebih mudah aksesnya dalam segala hal, misalnya keinginan memiliki harta, tidak ada keterbatasan dalam hal mengkonsumsi dan lainnya sebagainya, akan tetapi jika pendapatan perkapita masyarakat rendah maka akses pun menjadi terhambat seperti keterbatasan dalam memiliki harta, jumlah konsumsi yang rendah, pendidikan, kesehatan juga kurang terjamin sehingga akan susah menciptakan kesejahteraan masyarakat. (Fatimah, 2. Hal ini berarti juga semakin tinggi Pendapatan Perkapita semakin sejahtera penduduk suatu wilayah. Dari uraian latar belakang di atas, penulis penelitian berjudul AuAnalisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten MeranginAy. METODOLOGI Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut sugiyono . , sumber sekunder merupakan sumber yang secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia di buku-buku, majalah, jurnal, dan sumber lainnya yang secara tidak langsung berhubungan dengan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah di Badan Pusat Statistika Kabupaten Merangin tahun 2010-2023. Data yang peneliti kumpulkan meliputi data sekunder yang kemudian akan diolah, dianalisis, dan diproses lebih lanjut berdasarkan teori-teori. Alat analisis penelitian ini menggunakan rumus regresi linear UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 37 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Perhitungannya dengan rumus sebagai berikut : Y= 0 1X1 2X2 e Dimana : = Jumlah Penduduk Miskin = Konstanta 1, 2 = Koefisien = Indeks Pembangunan Manusia = Pendapatan Perkapita = Standar Error Pengujian Hipotesis: Uji-F Statistik ini dirumuskan untuk mengetahui signifikansi statistik koefisien regresi secara bersama-sama jika F hitung > tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dan jika F hitung < F tabel, maka tidak cukup untuk menolak yang dalam penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% atau = 5% . dengan ketentuan Ho dan Ha sebagai berikut: Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikanantara variabel bebas terhadap variabel terikat Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat Uji-t Statistik ini dimaksudkan untuk mengetahui signifikan statistik koefesien regresi secara parsial/individu dengan membandingkan nilai t- hitung dengan t-tabelnya. Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dan jika t hitung < t tabel. Maka tidak cukup alasan untuk menolak Ho dalam penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% atau = 5% dengan uji dua sisi. Dengan menguji ini dimaksudkan variabel-variabel independen secara persial dapat menjelaskan variabel dependen. Dengan ketentuan Ho dan Ha sebagai berikut : Ho : Secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat terhadap variable dependen Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (R. ini mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Koefisien ini nilainya antara nol . sampai dengan satu . Semakin besar nilai koefisien tersebut maka variabel-variabel bebas lebih mampu menjelaskan variabel-variabel terikatnya. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 38 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 HASIL Berdasarkan hasil regresi yang dilakukan dengan menggunakan SPSS. 20, maka hasil regresi Tabel 1 Hasil Regresi Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita terhadap Jumlah Penduduk Miskin Mod el Unstandardized Standardized Coefficients Coefficents Sig. 1(Constan. X1 IPM X2 Pendapatan perkapita Std. Error Beta - 1. Y= PendudukMiskin Sumber : Data Diolah, 2023 Y = 108368,513 2289,025X1 - 0,562 X2 e Berdasarkan hasil persamaan regresi linear, selanjutnya dilakukan analisis ekonomi. Dalam persamaan regresi linear berganda tersebut diperoleh atau didapat hasil konstanta yaitu 108368,513. Hal ini bahwa jika Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita di Kabupaten Merangin tidak mengalami perubahan, maka Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin selama periode 2010-2023 adalah sebesar 108368,513 jiwa. Selanjutnya. Nilai koefisien Indeks Pembangunan Manusia adalah 2289,025 Artinya selama periode 2010-2023 dengan asumsi variabel lain konstan, bila terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 1 persen maka Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin bertambah sebesar 2289,025 jiwa. Nilai untuk koefisien Pendapatan Perkapita adalah -0,562 Artinya selama periode 2010-2022 dengan asumsi variabel lain konstan, bila terjadi peningkatan pendapatan perkapita sebesar 1 persen maka Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin menurun sebesar 0,562 Hasil Hipotesis: Uji F digunakan untuk untuk mengetahui apakah variabel-variabel independent secarabersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependent. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 ( = 5%). Untuk menguji pengaruh antara variabel bebas . ariabel independe. yaitu Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita terhadap variabel terikat . ariabel dependen. yaitu Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin secara simultan digunakan alat uji F statistik UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 39 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 yang dapat dilihat pada hasil output program SPSS 20 pada tabel ANNOVA sebagai Tabel 2 Hasil Uji F Statistik ANOVA. Model 1 Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. a Predictors: (Constan. X2pendapatanperkapita. X1 IPM b Dependent Variable: Ypendudukmiskin Sumber : Data Diolah, 2023 Berdasarkan hasil regresi diketahui atau diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,008 dimana nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05. Artinya Ho ditolak dan H1 diterima, hal ini dapat diartikan bahwa variabel bebas (Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapit. secara bersama-sama . berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Jumlah Penduduk Miski. di Kabupaten Merangin. Uji T-Hitung Uji T statistik merupakan pengujian secara parsial yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing koofesien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependent dengan menganggap variabel lainnya konstan. Untuk melihat hasil setiap variabel terikat secara parsial yang diuji dengan uji-t secara rinci koefisien regresi pada setiap variabel dapat dilihat sebagai berikut Tabel 3 Hasil Uji T Unstandardized Standardized Coefficients Coefficents Model 1(Constan. X1 IPM X2 Pendapatan perkapita Std. Error Beta Sig. - 1. Sumber: Data diolah, 2023 - Variabel Indeks Pembangunan Manusia Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,038 dimana nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05 atau nilai t hitung 2,393 lebih besar dari t tabel 1,833, artinya Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Indeks Pembangunan Manusia di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 40 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Kabupaten Merangin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. - Variabel Pendapatan Perkapita Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,278 dimana nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05 atau nilai t hitung -1,148 lebih kecil dari t tabel 1,859, artinya Ho diterima dan H1 ditolak, artinya Pendapatan Perkapita di Kabupaten Merangin tidak berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Pendapatan Perkapita terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin tahun 2010-2023 tidak benar dan tidak terbukti. Analisis koefisiensi determinasi (R. digunakan untuk melihat beberapa besar variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat yang dinyatakan dalam persentase. Seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut : Tabel 4 koefisiensi determinasi (R. Sumber : Data Diolah, 2023 Model summary diketahui nilai R Square sebesar 0,624 Nilai tersebut menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap Jumlah Penduduk Miskin secara simultan . sebesar 62,4 persen dan 37,6 persen sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya dapat dismpulkan sebagai berikut : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji F digunakan untuk untuk mengetahui apakah variabelvariabel independent secarabersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependent. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 ( = 5%). Untuk menguji pengaruh antara variabel bebas . ariabel independe. yaitu Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita terhadap variabel terikat . ariabel dependen. yaitu Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin secara simultan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Halaman 41 dari 102 JURNAL DEVELOPMENT VOL 12 NO 1 JUNI 2024VOL. 5 NO. 2 DESEMBER pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Merangin. Hasil Uji T statistik merupakan pengujian secara parsial yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing koofesien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependent dengan menganggap variabel lainnya konstan - Variabel Indeks Pembangunan Manusia Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,038 dimana nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari 0,05 atau nilai t hitung 2,393 lebih besar dari t tabel 1,833, artinya Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Merangin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Indeks Pembangunan Manusia terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. - Variabel Pendapatan Perkapita Dari hasil pengujian diperoleh nilai probabilitasnya sebesar 0,278 dimana nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05 atau nilai t hitung -1,148 lebih kecil dari t tabel 1,859, artinya Ho diterima dan H1 ditolak, artinya Pendapatan Perkapita di Kabupaten Merangin tidak berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan pengaruh Pendapatan Perkapita terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Merangin tahun 2010-2022 tidak benar dan tidak terbukti. - Hasil Koefisien Determinasi (R. Model summary diketahui nilai R Square sebesar 0,624 Nilai tersebut menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap Jumlah Penduduk Miskin secara simultan . sebesar 62,4 persen dan 37,6 persen sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. REFERENSI