Sosialisasi Edukasi Produk Halal Bagi Siswa SMKN 3 Seluma Bengkulu Neri Susanti . Wagini . Ermi Wijaya . Nia Indriasari . Zelinda Prasetya . 1,2,3,4,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 nearrysanti@gmail. com ,2 wagini@unived. id ,3 Indriasari_Nia@yahoo. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Socialization. Education. Halal Products. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Negara Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia, ini mempengaruhi kultur dan pola konsumsi masyarakat terhadap produk halal yang mengalami peningkatan. Berkembangnya industri di berbagai bidang menuntut untuk lebih waspada terhadap status kehalalan produk. Remaja sebagai salah satu sasaran produk-produk baru harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengenali kehalalan produk yang akan dibelinya Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengenal produk halal, memberikan kesadaran akan pentingnya produk halal yang dikonsumsi sehari-hari sejak remaja, serta memberikan edukasi agar siswa dan siswi pentingnya memilih dengan lebih teliti pada produk yang halal untuk memberikan jaminan ketenangan, keamanan dan kesehatan bagi manusia dari awal . Kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan metode sosialisasi dan edukasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan kesadaran siswa dan siswi sejak sekolah, sehingga jika pada kemudian hari berada di lingkungan yang terdapat berbagai macam produk halal maupun yang tidak jelas kehalalannya, akan memiliki kesadaran tersendiri sehingga dapat memilih mana yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi. Selain itu, peserta telah memahami lebih dalam akan pentingnya label halal. Dengan demikian, kepercayaan konsumen dan minat beli konsumen, khususnya di SMK 3 Seluma Bengkulu, diharapkan dapat meningkat dengan adanya label halal. Kata kunci: edukasi, produk halal. ABSTRACT Indonesia has the largest Muslim population in the world, which significantly influences the culture and consumption patterns of its people, especially regarding the increasing demand for halal products. The development of various industries requires heightened awareness of the halal status of products. Teenagers, as one of the primary targets of new products, must have adequate knowledge to recognize whether the products they intend to purchase are halal. This community service aims to provide knowledge about the importance of recognizing halal products, raise awareness among youth about the necessity of consuming halal products in daily life from an early age, and educate students on the importance of carefully selecting halal This is to ensure peace of mind, safety, and health for individuals from an early stage. The community service activities were carried out through socialization and educational methods. The results of this community service indicate an increase in studentsAo awareness from school age, so that when they are later exposed to environments with various products Ai both halal and those with unclear halal status Ai they will have the awareness to choose what is appropriate and inappropriate to consume. In addition, participants gained a deeper understanding of the importance of halal labeling. Consequently, consumer trust and purchasing interest Ai particularly among students of SMK 3 Seluma. Bengkulu Ai are expected to increase due to the presence of halal labels. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Kondisi ini menjadikan isu kehalalan produk sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak hanya sebagai kewajiban agama tetapi juga sebagai jaminan kualitas, kebersihan, dan keamanan produk. Seiring dengan pesatnya perkembangan industri makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan, masyarakat dituntut untuk lebih selektif dalam memilih produk yang dikonsumsi, khususnya yang memiliki label halal resmi dari otoritas berwenang seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh gaya hidup modern dan tren konsumsi yang berkembang cepat, termasuk dalam memilih produk tanpa mempertimbangkan aspek Minimnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi produk halal menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pendidikan dan sosialisasi tentang produk halal sejak usia remaja sangat diperlukan guna membentuk pola konsumsi yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMKN 3 Seluma. Bengkulu, dengan tujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya memahami, memilih, dan mengkonsumsi produk halal dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, diharapkan siswa dapat menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap kehalalan produk yang mereka gunakan atau konsumsi. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi akademik dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ekosistem produk halal nasional. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 219 Ae 224 | 219 Halal merupakan aturan Islam yang harus menjadi kriteria pertimbangan bagi muslim dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi dan digunakannya tingkat pendidikan. Perkembangan industri dan gaya hidup masyarakat telah mengubah pilihan makanan/bahan makanan yang serba cepat, mudah dan berbasis teknologi. Pengetahuan produk halal harus ditanamkan sejak dini, agar anak-anak atau remaja dapat memilah makanan yang baik dan dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan kekhawatiran dalam kesehatannya. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumatera. Universitas Dehasen Bengkulu ikut berkontribusi meningkatkan dan memperbaiki kesadaran masyarakat akan pentingnya mengetahui produk berlogo halal. Kegiatan pengabdian tersebut merupakan bentuk terwujudnya tri dharma perguruan tinggi. Cara memilih bahan makanan dari segi kebutuhan yang harus dimiliki juga berkembang dengan baik. Begitu mudahnya manusia mendapatkan barang konsumsi, hanya dengan gadget di tangan maka datang lah apa yang ia inginkan makanan halal (Dinar Standard, 2. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran produk-produk baru tersebut adalah remaja. Hal ini dikarenakan remaja cenderung berperilaku konsumtif yang didorong oleh beberapa faktor. Remaja ingin dianggap keberadaannya dan diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha diterima dalam lingkungan tersebut. Kebutuhan untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain yang sebaya, menyebabkan remaja untuk mengikuti berbagai atribut yang sedang popular (Lestarina et al. , 2. tanpa mempertimbangkan aspek kehalalan produk yang dibelinya. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada siswa-siswi SMKN 3 Seluma. Bengkulu. Tahapan kegiatan meliputi: Persiapan Tim pelaksana menyusun materi sosialisasi yang mencakup pengertian produk halal, pentingnya label halal, serta cara mengenali produk halal di pasaran. Selain itu, dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Metode ini dipilih agar siswa lebih aktif terlibat dan mudah memahami materi yang Evaluasi Untuk mengukur pemahaman peserta, dilakukan pre-test dan post-test singkat mengenai materi yang telah disampaikan. Selain itu, dilakukan observasi terhadap antusiasme dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berlangsung dalam waktu satu hari dan diikuti oleh siswa dari berbagai jurusan di SMKN 3 Seluma. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, agar siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga dapat berdiskusi dan bertanya secara langsung. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan metode pada SMKN 3 Seluma Bengkulu. Setelah melakukan pengamatan selanjutnya dilakukan proses perizinan untuk melakukan penyuluhan atau sosialisasi pembelajaran bagi seluruh siswa dan siswi SMKN 3 Seluma Bengkulu . Setelah mendapatkan perizinan pada tanggal yang ditentukan, dilakukan sosialisasi edukasi pada tanggal dan waktu yang ditentukan. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah AuSosialisasi Edukasi Produk Halal di SMKN 3 BengkuluAy dengan tujuan memberikan edukasi agar siswa dan siswi SMKN 3 mengetahui pentingnya memilih dengan lebih teliti pada produk yang halal untuk dikonsumsi agar menjaga kesehatan diri lebih awal. Tahap yang dilakukan dalam pengabdian ini dijelaskan melalui diagram alur proses seperti terlihat pada HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMKN 3 Seluma Bengkulu ini tanggal 10 Februari 2025. Di mana dalam pengabdian ini memiliki beberapa program kerja dan di antaranya adalah memberikan sosialisasi edukasi pada masyarakat sekitar khususnya di SMKN 3 Seluma dengan tujuan memberikan pengetahuan akan pentingnya memahami produk yang halal yang akan dikonsumsi. PeningkatanPemahaman Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan, terjadi peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep produk halal. Sebelum kegiatan, sebagian besar siswa belum memahami perbedaan antara produk halal dan non-halal, serta pentingnya label halal. Setelah kegiatan, lebih dari 80% siswa menunjukkan peningkatan skor pada post-test dan mampu menjelaskan ciri-ciri produk halal dan pentingnya logo halal MUI. 220 | Neri Susanti. Wagini. Ermi Wijaya. Nia Indriasari. Zelinda Prasetya. Sosialisasi Edukasi Produk HalalA Partisipasi Aktif Selama sesi diskusi, siswa menunjukkan ketertarikan terhadap topik dengan mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait produk makanan dan kosmetik yang biasa mereka gunakan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan relevan dengan kehidupan Kesadaran Konsumtif Positif Dari hasil wawancara singkat pasca kegiatan, beberapa siswa menyatakan bahwa setelah kegiatan ini mereka akan lebih memperhatikan label halal saat membeli Kesadaran untuk menjadi konsumen yang cerdas mulai terbentuk sejak usia sekolah. Pembahasan Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang produk halal sejak usia remaja sangat efektif dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan konsumsi yang lebih baik. Dengan pendekatan yang sederhana dan komunikatif, siswa dapat menerima informasi dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan akan peningkatan edukasi halal di lingkungan sekolah. Sebagian siswa sebelumnya mengira bahwa semua produk di pasaran otomatis halal karena dijual secara bebas. Hal ini menunjukkan perlunya peran aktif dari berbagai pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan lembaga pemerintah, untuk terus memberikan edukasi halal secara berkelanjutan. Kegiatan edukasi produk halal yang dilakukan di SMKN 3 Seluma Bengkulu berhasil menarik perhatian siswa dan memberikan dampak positif terhadap pemahaman mereka mengenai pentingnya memilih produk yang halal. Edukasi dilakukan melalui presentasi, diskusi interaktif, dan kuis singkat . re-test dan post-tes. untuk mengukur perubahan pemahaman siswa. Tabel 1 Hasil Pre-Test dan Post-Test Aspek yang Dinilai Sebelum Kegiatan (PreTes. Setelah Kegiatan (PostTes. Mengetahui arti produk halal Mengenali logo halal resmi Menyadari pentingnya label halal Kebiasaan memeriksa label halal sebelum Keterangan: Persentase menunjukkan jumlah siswa dari total peserta yang menjawab dengan benar atau menunjukkan pemahaman yang sesuai. Tabel di atas menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait produk halal setelah dilakukan sosialisasi. Misalnya, sebelum kegiatan hanya 35% siswa yang mampu mengenali logo halal resmi (MUI), namun setelah kegiatan, angka tersebut meningkat menjadi 85%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang bersifat langsung dan interaktif sangat efektif untuk menanamkan pengetahuan dasar mengenai halal kepada siswa. Selain peningkatan skor, kegiatan juga diwarnai dengan partisipasi aktif siswa selama sesi diskusi. Banyak dari mereka menanyakan tentang produk-produk yang mereka konsumsi sehari-hari, seperti jajanan kemasan, minuman ringan, hingga kosmetik. Ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan keseharian mereka. Siswa juga mulai menunjukkan kesadaran untuk lebih selektif dalam memilih produk. Dalam wawancara informal setelah kegiatan, beberapa siswa menyatakan bahwa mereka akan mulai memeriksa label halal setiap kali membeli makanan atau Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal tentang pentingnya produk halal di kalangan remaja, yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab di masa depan. Gambar 1. Persiapan Pelaksanaan Sosiaisasi Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 219 Ae 224 | 221 Gambar 2 &3 Evaluasi oleh Tim Pengabdian Hanya sebagian besar siswa dan siswi belum memahami poin-poin yang akan dibahas pada sosialisasi yang akan dilaksanakan. Maka dari itu sosialisasi ini dilakukan di waktu yang tepat dalam memberikan edukasi terhadap siswa dan siswi SMKN 3 Seluma dengan tujuan memberikan kesadaran akan pentingnya produk halal yang dikonsumsi sehari-hari sejak remaja. Hal ini didukung dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 26 Tahun 2019 pada pasal 27 yang menyatakan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Daftar produk yang wajib bersertifikat halal, berupa produk . akanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi-biologirekayasa genetik, dan barang gunaan yang dipaka. dan jasa . enyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian erkembangnya industri di berbagai bidang menuntut untuk lebih waspada terhadap status kehalalan produk. Remaja sebagai salah satu sasaran produk-produk baru harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengenali kehalalan produk yang akan dibelinya Secara biologis, makanan yang dikonsumsi manusia akan diubah menjadi energi. Namun, dalam Islam, makanan juga memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang. Dampak dari makanan yang dikonsumsi manusia antara lain memengaruhi pertumbuhan fisik dan kecerdasan akal, memengaruhi sifat dan perilaku, memengaruhi perkembangan generasi berikutnya, serta berdampak pada keselamatan di akhirat. Makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang akan memengaruhi dan menentukan nasibnya di dunia akhirat. Jika makanan dan minuman yang dikonsumsi halal dan baik, maka dengan izin Allah, ia akan selamat dan masuk surga. Sebaliknya, jika makanan dan minuman tersebut haram atau diperoleh dengan cara haram, maka orang tersebut akan menerima siksaan di neraka (Adiba dkk. , 2. Maka dari itu, pentingnya mengetahui makanan dan minuman yang baik dikonsumsi bagi tubuh, dan cara yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengetahui logo halal pada kemasan makanan ataukanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang akan memengaruhi dan menentukan nasibnya di dunia akhirat. Jika makanan dan minuman yang dikonsumsi halal dan baik, maka dengan izin Allah, ia akan selamat dan masuk surga. Sebaliknya, jika makanan dan minuman tersebut haram atau diperoleh dengan cara haram, maka orang tersebut akan menerima siksaan di neraka (Adiba dkk. , 2. Maka dari itu, pentingnya mengetahui makanan dan minuman yang baik dikonsumsi bagi tubuh, dan cara yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengetahui logo halal pada kemasan makanan atau minuman yang ada di sekitar. Ada dua jenis logo halal yang perlu diketahui yakni logo halal yang resmi dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan logo halal yang dibuat sendiri oleh pelaku usaha atau tidak resmi. Yang pertama label logo halal resmi yang dikeluarkan oleh BPJPH yaitu merupakan pencantuman tulisan atau pernyataan halal pada k emasan produk untuk menunjukkan bahwa produk yang dimaksud berstatus produk halal. Untuk dapat mencantumkan label halal pada kemasan sendiri harus memiliki sertifikat halal terlebih dahulu. Tujuan label halal untuk membedakan antara produk halal dan tidak halal. Dengan adanya logo halal dari MUI yang dicantumkan pada sebuah kemasan, maka sudah dapat dipastikan produk tersebut halal dan aman dari unsur ketidakhalalan (IHATEC, 2. BPJPH Kementerian Agama menetapkan label logo halal yang berlaku secara nasional. Penetapan label halal tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal (Kemenag, 2. Contoh logo halal terbaru yang ditetapkan yaitu pada gambar. Kemudian yang kedua ada logo halal yang dibuat oleh pelaku usaha sendiri atau tidak resmi dikeluarkan oleh BPJPH. Pelaku usaha yang tidak taat pada aturan, memberikan logo halal pada produknya dengan cara ilegal tanpa mendaftarkan produknya menjadi produk halal terlebih dahulu. Hal tersebut akan menimbulkan kekhawatiran terhadap bahan-bahan yang digunakan pada produk tersebut apakah sesuai dengan syariat Islam maupun aturan yang ada. Contoh logo halal yang tidak memenuhi 222 | Neri Susanti. Wagini. Ermi Wijaya. Nia Indriasari. Zelinda Prasetya. Sosialisasi Edukasi Produk HalalA standar aturan yaitu pada Gambar 5. Selain memberikan edukasi tentang logo halal, siswa dan siswi MTs Nurul Falah juga belajar tentang pemenuhan hak konsumen pada produk yang terjamin kehalalannya sebagaimana konsumen mendapat perlindungan hukum atas hak yang seharusnya diperoleh pada produk yang dibeli. Pada Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan konsumen disebutkan hak yang seharusnya diperoleh oleh konsumen adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa, serta beberapa manfaat dalam mengonsumsi produk halal antara lain (Fakultas Agama Islam UMSU, 2. Membawa ketenangan hidup dalam kegiatan sehari-hari. Dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Mendapat perlindungan dari Allah SWT. Mendapatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Tecermin kepribadian yang jujur dalam hidupnya dan sikap apa adanya. Rezeki yang diperolehnya membawa berkah dunia akhirat. Hasil Aktivitas Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal . si tanggal kegiata. di aula SMKN 3 Seluma Bengkulu. Kegiatan diikuti oleh A60 siswa dari berbagai jurusan, dengan didampingi oleh beberapa guru pembina. Berikut hasil dari rangkaian aktivitas yang telah dilaksanakan: Pembukaan dan Sambutan Acara dimulai dengan sambutan dari pihak sekolah serta perwakilan tim pelaksana pengabdian masyarakat. Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini karena dinilai sesuai dengan kebutuhan pembinaan karakter dan pengetahuan siswa. Penyampaian Materi Edukasi Halal Materi yang disampaikan meliputi: A Pengertian produk halal dan haram. A Pentingnya sertifikasi halal dari MUI/BPJPH. A Cara mengenali label halal resmi. A Dampak konsumsi produk tidak halal terhadap aspek keagamaan dan kesehatan. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi dan contoh produk langsung. Diskusi dan Tanya Jawab Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, seperti: A AuApakah semua produk lokal sudah pasti halal?Ay A AuBagaimana jika produk tidak memiliki label halal tapi dijual bebas?Ay Diskusi ini membuktikan bahwa kegiatan ini membangkitkan rasa ingin tahu dan kesadaran siswa. Pre-Test dan Post-Test. Dilakukan tes singkat sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman sebesar rata-rata 40%. Sesi Refleksi dan Penutupan Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan penyampaian pesan moral agar siswa mulai menerapkan kebiasaan memeriksa label halal sebelum membeli produk. Seluruh peserta juga diberikan sertifikat partisipasi. Dokumentasi Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video sebagai laporan kegiatan dan arsip institusi. Penyelesaian Masalah Permasalahan utama yang dihadapi sebelum pelaksanaan kegiatan adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya memilih produk halal, baik dari sisi agama, kesehatan, maupun hukum. Banyak siswa belum mengetahui bagaimana cara mengenali produk halal secara tepat, serta belum terbiasa memeriksa label halal saat membeli produk, khususnya makanan, minuman, dan kosmetik. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan sosialisasi edukatif secara langsung, dengan strategi sebagai berikut: Penyampaian Materi yang Sederhana dan Relevan Materi disusun secara sistematis dan mudah dipahami oleh siswa, disesuaikan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penggunaan contoh produk yang familiar membantu siswa memahami konsep halal dengan lebih konkret. Interaksi dan Diskusi Aktif Dengan membuka sesi tanya jawab dan diskusi kelompok kecil, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan bertanya langsung, sehingga mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 219 Ae 224 | 223 Evaluasi Pemahaman (Pre-Test dan Post-Tes. Untuk memastikan pemahaman siswa, dilakukan tes singkat sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti sosialisasi. Motivasi dan Ajakan untuk Membiasakan Diri Memeriksa Produk Di akhir kegiatan, siswa diberikan motivasi untuk mulai membiasakan diri menjadi konsumen yang cermat dan bertanggung jawab, dengan selalu memeriksa label halal pada produk yang akan dikonsumsi. Melalui pendekatan ini, permasalahan dapat diatasi secara efektif. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan baru, tetapi juga mulai menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya memilih produk Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi edukatif terhadap rendahnya kesadaran halal di kalangan remaja. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi mengenai produk halal kepada siswa SMKN 3 Seluma Bengkulu memberikan hasil yang positif. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilih dan mengkonsumsi produk halal dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari peningkatan skor pemahaman siswa setelah kegiatan berlangsung, serta tingginya partisipasi dan antusiasme selama kegiatan. Remaja sebagai konsumen muda perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar memiliki kesadaran dalam memilih produk secara lebih teliti, khususnya dalam memastikan kehalalan produk. Dengan meningkatnya kesadaran sejak dini, diharapkan siswa dapat menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran edukatif dari lembaga pendidikan dalam mendukung program halal nasional. Untuk keberlanjutan dampak kegiatan, disarankan agar sekolah dapat mengintegrasikan edukasi halal dalam kegiatan pembelajaran atau keagamaan secara rutin. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian masyaraat fakultas ekonomi Dehasen Bengkulu mengucapkan terima kasih kepada bapak Kepala Sekolah SMKN 3 Seluma Bengkulu yang telah mengijinkan dan mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA