p-ISSN: 2502-1621 e-ISSN: 2656-1611 Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya Vol. No. Mei 2025 Hal: 23 - 28 Analisis Penyebab Menurunya Kinerja Intercooler pada Mesin Induk KM Bintan Utama Fathul Bari Program Studi D4 Teknologi Oprasional Kapal Fakultas Fokasi Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya Email korespondensi: fathulbari826@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kinerja intercooler pada mesin induk KM Bintan Utama, serta dampaknya terhadap performa mesin dan upaya perbaikan yang perlu dilakukan. Berdasarkan analisis, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan kinerja intercooler, yaitu kotornya kisi-kisi udara pada intercooler, kurangnya perawatan rutin, serta tersumbatnya saringan pipa air laut. Penurunan kinerja intercooler ini berdampak signifikan terhadap mesin induk, seperti meningkatnya temperatur mesin yang dapat menyebabkan kerusakan komponen vital. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa upaya perlu dilakukan, antara lain membersihkan kisi - kisi udara intercooler secara berkala dan memastikan perawatan dilakukan sesuai dengan manual yang direkomendasikan. Implementasi perawatan yang baik akan membantu menjaga performa mesin induk dan memperpanjang umur intercooler serta komponen lainnya. Kata kunci : intercooler, mesin induk, perawatan. PENDAHULUAN Kapal laut merupakan alat pengangkutan yang berkapasitas besar dan sangat efisien digunakan untuk memperlancar perekonomian rakyat antar pulau ataupun antar Negara. Dalam memperlancar pengoperasian kapal sangat diperlukan suatu cara perawatan pesawat Ae pesawat yang berada di kapal terutama pesawat mesin induk atau mesin penggerak utama kapal. Pada umumnya kapal Ae Kapal menggunakan tenaga mesin diesel sebagai tenaga penggerak Disini para perwira mesin atau masini ditiuntut harus mengetahui serta memahami batapa pentingnya melakukan perawatan yang terencana terhadap peralatan / pesawat yang berkaitan dengan mesin induk. Karena mengingat kerja dari suatu motor diesel pada suatu saat dapat terjadi gangguan yang bisa mempengaruhi kelancaran operasi kapal. Maka dari itu perawatan harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan sehingga mendapatkan kinerja mesin selalu dalam keadaan baik. Kinerja intercooler yang optimal dan efektif akan memberi manfaat yang besar bagi mesin induk Hal ini pernah terjadi ketika peneliti mengikuti praktek laut di kapal KM BINTAN UTAMA saat itu kapal berlayar dari Makassar menuju Maluku yang beroperasi dengan Fathul Bari et al. Ae Analisis Penyebab Menurunya Kinerja Intercooler Pada Mesin Induk KM Bintan Utama keadaan normal, namun tiba-tiba suhu udara bilas . caving ai. menurun, yang sebelumnya 10mpa menjadi 0. 02mpa yang diikuti naiknya suhu air pendingin yang normalnya 350(AC) naik menjadi 400(AC), dengan ditandai keluarnya air dari intercooler. Dengan indikator ini perlu dilakukan pemeriksaan terhadap tekanan air laut pendingin yang masuk di intercooler. Pada intercooler terjadi proses perpindahan panas, antara suhu dingin dari air laut yang masuk dan keluar pada intercooler yang normal, dengan suhu panas dari udara yang dari keadaan seperti ini akan menyebabkan pembakaran tidak berlangsung sempurna dan temperatur gas buang meningkat, dengan melihat fakta tersebut diatas maka peneliti bermotifasi untuk memiih judul "Analisis Penyebab Menurunnya Kinerja Intercooler Pada Mesin Induk Km Bintan Utama". TINJAUAN PUSTAKA Review pertama yang relevan dengan penelitian ini yakni berjudul Ay Pengaruh kebocoran intercooler main engine terhadap performa permesinan bantu pada sistem pendinginan tertutupAy penelitian Memberikan penjelasan mengenai Bagaimana pengaruhnya kebocoran intercooler main engine terhadap performa permesinan bantu pada sistem pendinginan tertutup. Tujuan penelitian tersebut adalah Mengetahui faktor dan dampak penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah menurunnya kinerja intercooler. Penelitian yang digunakan metode Deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwasannya Penyebab utama menurunnya performa intercooler adalah kotornya kisi-kisi udara pada intercooler, banyaknya kotoran yang mengendap pada pipapipa kondensor dan kurangnya supply air laut untuk proses pendinginan. Jumlah kotoran kerak di sisi saluran masuk Terjadinya kebocoran pipa air tawar. Review kedua yang relevan dengan penelitian ini yakni berjudul AuAnalisis menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di mv. Icon bravoAy ahmad et al. , . Pada penelitian ini penulis menyebutkan Faktor penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di mv. Icon Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menurunnya kinerja inercooler adalah kotornya kisi-kisi udara pada intercooler, banyaknya kotoran yang mengendap pada pipa-pipa kondensor dan kurangnya supply air laut untuk proses pendinginan dan Dampak yang muncul akibat menurunnya intercooler pada mesin induk KM Camara Nusantara 6 adalah temperatur udara bilas meningkat dan rendahnya tekanan yang di hasilkan dan kotornya ruang udara bilas. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif teknik analisis kuantitatif dan menggunakan diagram fishbone yaitu upaya yang dilakukan dengan cara mengorganisasikan data dan dikelolah,menyintesikannya, mencari dan menemukan pola menemukan dan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain Metode deskriptif juga ingin mempelajari normanorma standar-standar, penelitian deskriptif ini disebut juga survey normative (Abib, 2. Dalam metode deskriptif dapat ditelitimasalah normative bersama-sama dengan masalah status dan perbandinganperbandingan antar fenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskriptif. Perspektif waktu yang dijangkau dalam penelitian deskriptif, merupakan waktu sekarang, atau sekurangkurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan reponden. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Masalah kapal berlayar dari Makassar menuju Maluku suhu atau temperature dengan keadaan normal, namun tiba-tiba suhu udara bilas . caving ai. Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya | 10. : 23-28 | Mei 2025 menurun, yang sebelumnya 80 bar menjadi 20 bar yang diikuti naiknya suhu air pendingin, dengan ditandai keluarnya air dari intercooler Dengan indikator ini perlu dilakukan pemeriksaan terhadap tekanan air laut pendingin yang masuk di intercooler. Terjadinya tersumbatnya sisi udara intercooler pada mesin induk di atas kapal KM Bintan Utama Berdasarkan hasil penulisan selama mengadakan praktek laut (Pral. pada saat pelayaran dari makassar menuju maluku petugas jaga di jam jaga 08:0012:00 melakukan pengecekan mesin induk, terlihat di pressure gaugesea watercooler bertekanan rendah dan temperature gas buang meningkat dari 320 menjadi 390 karena peningkatan yang sangat drastic petugas jaga lapor ke perwira jaga Setibanya di maluku mulai kerja jam 08:00 pagi, dimulai dengan mengecek karet impeller pompa air laut pendingin main engine setelah dilakukan pengecekan ternyata terdapat beberapa sirip karet impeller yang patah dan hilang kemungkinan masuk kedalam pipa pendingin, setelah itu kita ganti karet impeller dengan yang baru, selesai ganti karet impeller kita buka intercooler dan pipa pendingin, ternyata serpihan karet impeller terbawa dan berhenti di intercooler yang menyebabkan tersumbatnya impeller, intercoller juga sangat kotor sehingga pendingin gas buang kurang maksimal, setelah itu kita lakukan sogok intercooler bagian pipa air laut keluar. Tabel 1 : Suhu Gas Mesin Induk Suhu buang Suhu Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. Silinder no. SPESIFIKASI POMPA HIGH TEMPERATURE Nama : Fresh water cooler (High Merk Jumlah Type : KOATSU KOGYA : 2 unit : CU 55 SPESIFIKASI MESIN INDUK Merk : Hansin diesel Power 1800 PS Engine model : 6 EL 30 Penyajian Data Peningkatan suhu gasbuang Pada saat terjadi kerusakan di kapal KM Bintan Uama, setelah melakukan beberapa pengecekan dari awal hingga akhir. Penulis mendapatkan beberapa data yang akan disajikan antara lain: Engine nomor: EL 30-10 Total weight : 24. PEMBAHASAN Hasil gangguan pada intercooler, suhu gas buang mesin induk menjadi tinggi, yang menyebabkan kerusakan komponen dan pemakaian bahan bakar menjadi lebih tinggi, upaya yang dilakulkan adalah membersihkan kisi kisi intercooler dan cooler agar melsin dapat di opelrsikan kelmbali delngan baik. Belrikult pelnelliti suldah menyimpulkan penyebab. Dampak dan Upaya untuk mengatasi Fathul Bari et al. Ae Analisis Penyebab Menurunya Kinerja Intercooler Pada Mesin Induk KM Bintan Utama penurunan kinerja intercooler di mesin induk KM. Bintan Utama Penyebab penurunan kinerja intercooler Kotornya kisi-kisi udara pada intercooler. Kurangnya perawatan pada intercooler Intercooler menurunkan suhu udara dari kompresor turbo sebelum masuk ke intake. Suhu udara yang dimampatkan kompresor turbo ini cenderung panas akibat tekanan udara yang tinggi sehingga perlu di turunkan oleh intercooler. Agar pendingin udara yang dimampatkan maksimal, maka intercooler dilengkapi dengan kisi-kisi udara. Udara akan mengalir melawati kisi-kisi sehingga suhu udara yang ada di dalam intercooler bisa turun. Salah satu masalah pada intercooler adalah rusaknya kisi- kisi tersebut. kisi- kisi intercooler yang rusak dapat berpengaruh pada tenaga mesin kapal. Menyebabkan Kerusakan pada Komponn Mesin Induk Suhu yang meningkat di dalam mesin dan gas buang dapat menyebabkan keausan atau kerusakan pada berbagai komponen mesin. Piston, ring piston, katup, dan turbocharger dapat mengalami kerusakan akibat beban panas yang berlebihan. Gasket dan seal juga dapat mengalami keretakan atau kebocoran karena suhu tinggi yang konstan. Pada mesin intercooler, perawatan bertujuan untuk memadatkan jumlah udara yang di Melakukan Perawatan Berkala: Perawatan berkala mencegah masalah kecil menjadi besar. Dengan memeriksa dan merawat intercooler secara rutin. Anda dapat mendeteksi dan mengatasi masalah sejak dini, seperti kerusakan atau penumpukan kotoran. Ini memastikan bahwa intercooler dan sistem pendinginan tetap dalam kondisi baik, mengurangi risiko kerusakan dan memastikan performa mesin Membersihkan pipa-pipa pendingin intercooler. hasilkan oleh turbocharger. pengadaan dan penggunaan alat keselamatan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) 2010 (Mashartanto et al. Upaya Yang Dilakukan Untuk Mencegah Penurunan Kinerja Membersihkan Kisi-Kisi Udara Intrcooler Intercooler Pada Mesin Induk Di KM Bintan Utama Kisi-kisi yang kotor menghambat aliran udara, mengurangi efisiensi pendinginan intercooler. Membersihkannya memastikan aliran udara tetap lancar, sehingga intercooler dapat mendinginkan udara dengan efektif. Tanpa pembersihan, performa intercooler dapat menurun, mempengaruhi suhu mesin dan efisiensi kesluruhan. Pembersihan Cooler (Intercoole. Kotoran dan endapan yang menumpuk di intercooler dapat mengurangi kemampuannya untuk mendinginkan udara dengan optimal. Pembersihan kotoran ini, memastikan intercooler bekerja pada kapasitas maksimal. Hal ini penting untuk menjaga suhu udara masuk tetap rendah, yang berkontribusi pada efisiensi pembakaran dan performa mesin yang optimal disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan ABK mesin terlalu menyepelekan dampak yang akan terjadi, faktor metode PMS yang tidak berjalan dengan semestinya juga dapat berpengaruh pada mesin, dari mesinnya sendiri yaitu turbocharge tetap dipakai meskipun melewati jam kerja dan pompa pendingin air tawar mengalami penurunan tekanan yang dimana membuat mesin itu mengalami overheating. Dari data data diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa permasalahan yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor yaitu dari faktor manusia yang dimana Jurnal 7 Samudra Politeknik Pelayaran Surabaya | X. : xx-xx | Bulan 20xx Tabel 2 Tabel Nilai Resiko Tabel Risk Priority Number (RPN) Keterangan Chief Masinis 1 Enginner Masinis 2 Masinis 3 Oiler /E) /E) /E) Metode Mesin Material Lingkungan Manusia Tabel diatas merupakan data data resiko yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan,penulis juga mencantumkan nilai atau angka yang dimana berfungsi untuk mengetahui apakah data yang diambil dapat menimbulkan kerusakan yang sangat signifikan bagi mesin, yang dimana seperti tabel diatas setiap ABK mesin memberi nilai terhadap metode yang telah diambil, seperti KKM memberi nilai paling tinggi yaitu 9 untuk material dan manusia, begitu pula dengan penilaian dari para masinis memberi nilai tertinggi yaitu 9 untuk bagian material dan untuk oiler penilaian paling tertinggi yaitu 8,5 untuk material. Penulis dapat menyimpulkan bahwa nilai yang 54 Gambar 3. Grafik Gas Suhu Gas Buang Dari grafik diatas yang dimana berfungsi grafik tersebut sebagai perbedaan yang dimana suhu gas buang sebelum dan sesudah intercooler dibersihkan rata rata sekitar 310A - 330A( berwarna bir. dan yang dimana Kisi kisi pada intercooler kotor menyebabkan tersumbatnya intercooler sehingga pendinginan udara tidak maksimal dan menyebabkan naiknya suhu gas buang mesin induk setelah dilakukan perbaikan darurat penulis mengecek suhu gas buang yang dimana pasca intercooler dibersihkan yaitu suhu gas buang berkisar 360A - 400A . erwarna mera. Meskipun tindakan yang diambil adalah tindakan darurat tindakan tersebut sangat berefektif bagi kelancaran main engine. KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi pustaka yang peneliti lakukan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui AuAnalisis Penyebab Menurunnya Kinerja Intercooler Pada Mesin Induk Km Bintan UtamaAy. Sebagai bagian akhir dari skripsi ini, penulis memberikan kesimpulan dan saran adalah sebagai berikut : Faktor penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di KM Bintan Utama adalah terdapatnya kotornya kisi-kisi udara pada intercooler, kurangnya perawatan pada intercooler, buntunya pipa-pipa air laut intercooler. Dampak yang ditimbulkan dari faktor yang menjadi penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di KM Bintan Utama adalah temperature udara bilas meningkat dan rendahnya tekanan yang dihasilkan dan kotornya ruang udara bilas karena bila udara kotor masuk ke ruang udara bilas terus menerus tanpa lorong udara bilas tersebut kotor. Upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk di KM BIntan UtamaAy. yaitu melakukan perawatan pembersihan terhadap kisi-kisi intercooler, membersihkan pipa- pipa pendingin intercooler, dan melaukkan perawatan serta pembersihan ruang. Fathul Bari et al. Ae Analisis Penyebab Menurunya Kinerja Intercooler Pada Mesin Induk KM Binta Utama DAFTAR PUSTAKA