Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PRODUKSI BIODISEL DARI MINYAK JELANTAH BERBASIS KATALIS RAMAH LINGKUNGAN DI PERUMAHAN TALANG SARI SAMARINDA Empowering PKK Women through Education and Training in Biodisel Production from Waste Cooking Oil Using Environmentally Friendly Catalyst in Talang Sari Residential Area Samarinda Sister Sianturi1*. Gesha Desy Alisha1. Febry Rahmadhani Hasibuan2. Rieffal Rendra Nugraha1. Riska Yulianti1. Pebri Sara Tampubolon1 Jurusan S-1 Kehutanan. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman, 2Jurusan S-1 Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua. Kecamatan Samarinda Ulu. Kota Samarinda. Kalimantan Timur, 75119 Alamat korespondensi : ssianturi@fahutan. ABSTRAK Limbah minyak jelantah merupakan ancaman serius bagi perairan Samarinda. Data menunjukkan hanya 15% dari 2. 000 liter yang dikelola dengan baik. Sebagian besar sisanya mencemari lingkungan. Pembuangan langsung minyak jelantah menurunkan oksigen terlarut dan mengandung senyawa berbahaya seperti hidrokarbon karsinogenik. Nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dapat melonjak 200 mg/L, jauh melampaui baku mutu 50 mg/L. Tingginya BOD ini mengancam biota air dan merusak keseimbangan ekosistem Sungai Mahakam. Pengelolaan yang lebih baik dan partisipasi masyarakat sangat mendesak untuk dilakukan guna menyelamatkan sungai dari kerusakan yang lebih Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK Dasa Wisma Melati 1 di Perumahan Talang Sari Samarinda melalui edukasi dan pelatihan produksi biodiesel berbasis katalis ramah lingkungan dari limbah cangkang telur. Metode pelaksanaan kegiatan menggabungkan pendekatan langsung dan laboratorium. Pendekatan langsung yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, edukasi teknis, penyediaan infrastruktur pengumpulan minyak jelantah, penerapan teknologi sederhana produksi biodiesel, pendampingan manajemen usaha dan evaluasi keberlanjutan program. Sedangkan uji kualitas minyak jelantah dan produk biodiesel dianalisis di laboratorium untuk memastikan standar mutu yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang sangat positif. Terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak limbah minyak jelantah yang signifikan, mencapai 90%, berdasarkan nilai post-test yang dilakukan. Di sisi lain, partisipasi aktif ibu-ibu rumah tangga dalam program pengumpulan limbah juga mengalami kenaikan notable sebesar 70%. Secara teknis, peserta telah mampu memproduksi biodiesel dengan kualitas yang memenuhi standar yang berlaku. Dengan capaian ini, kegiatan secara nyata berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya nomor 5 (Kesetaraan Gende. , 7 (Energi Bersih dan Terjangka. , dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Program ini tidak hanya mendukung transisi menuju ekonomi hijau, tetapi sekaligus memperkuat peran strategis perempuan dalam praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan di tingkat masyarakat. Kata kunci : minyak jelantah, biodisel, katalis ramah lingkungan, pemberdayaan perempuan, ekonomi ABSTRACT Used cooking oil is a serious threat to Samarinda's waters. Data shows that only 15% of 2,000 litres is managed properly. Most of the rest pollutes the environment. Direct disposal of used cooking oil Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index reduces dissolved oxygen and contains dangerous compounds such as carcinogenic hydrocarbons. Biological Oxygen Demand (BOD) can surge to 1,200 mg/L, far exceeding the quality standard of 50 mg/L. This high BOD threatens aquatic life and disrupts the ecological balance of the Mahakam River. Better management and community participation are urgently needed to save the river from further The objective of this activity is to empower the PKK Dasa Wisma Melati 1 mothers' group in the Talang Sari Samarinda Housing Complex through education and training in the production of environmentally friendly catalyst-based biodiesel from eggshell waste. The method of implementing the activity combines a direct approach and a laboratory approach. The direct approach implemented includes socialisation, technical education, provision of waste collection infrastructure used cooking oil, the application of simple biodiesel production technology, business management assistance and programme sustainability evaluation [R. [FH. Meanwhile, the quality of used cooking oil and biodiesel products was analysed in the laboratory to ensure that they met the appropriate quality The results of the activity showed very positive achievements. There was an increase in participants' understanding of the significant impact of used cooking oil waste, reaching 90%, based on the post-test scores. On the other hand, the active participation of housewives in the waste collection programme also experienced a notable increase of 70%. Technically, participants were able to produce biodiesel with a quality that met the applicable standards. With these achievements, the activity has made a tangible contribution to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDG. , particularly number 5 (Gender Equalit. , 7 (Affordable and Clean Energ. , and 12 (Responsible Consumption and Productio. This programme not only supports the transition towards a green economy but also strengthens the strategic role of women in sustainable waste management practices at the community level Keywords: waste cooking oil, biodiesel, environmentally friendly catalyst, women's empowerment, green economy PENDAHULUAN Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan limbah rumah tangga, salah satunya adalah limbah minyak jelantah. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda . , menunjukkan bahwa dari 2. 000 liter minyak jelantah harian yang dihasilkan, hanya 15% yang dikelola dengan baik. Sisanya dibuang ke saluran air atau tanah, menyebabkan pencemaran lingkungan, penyumbatan drainase, dan ancaman kesehatan masyarakat (Arifin, 2020 & Nurdiawati, 2. Minyak jelantah mengandung senyawa berbahaya seperti asam lemak bebas, peroksida, dan hidrokarbon pilisiklik aromatik yang bersifat karsinogenik (Kementerian ESDM, 2. Pembuangan minyak jelantah tanpa pengolahan dapat meningkatkan Biological Oxygen Demand (BOD) hingga 200 ml/L yang jauh dari ambang batas aman yaitu sebesar 50 mg/L, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem Sungai Mahakam. Kelompok Dasa Wisma Melati 1 di Perumahan Talang Sari terdiri dari 20 anggota ibu rumah tangga yang memiliki aktivitas rumah tangga tinggi dan menghasilkan rata-rata 1-2 liter minyak jelantah per minggu. Potensi pengolahan limbah ini belum dimanfaatkan karena minimnya pengetahuan teknis, ketiadaan sistem pengumpulan yang terorganisir dan kurangnya akses teknologi sederhana. Pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel dengan katalis ramah lingkungan merupakan solusi yang terbukti efektif, ekonomis dan ramah lingkungan (Alisha et al. , 2023. Aneu et , 2022 & Fitriani, 2. Selain mengurangi pencemaran, kegiatan ini berpotensi membuka peluang usaha rumah tangga yang mendukung SDGs 5 . esetaraan gende. SDGs 7 . nergi bersih dan terjangka. , serta SDGs 12 . onsumsi dan produksi yang bertanggung jawa. Tujuan program ini adalah memberdayakan ibu-ibu PKK melalui edukasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, meningkatkan pemahaman lingkungan, serta mendorong terbentuknya usaha berbasis ekonomi hijau di tingkat rumah tangga khususnya Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index METODE KEGIATAN Program pemberdayaan ini dirancang untuk memecahkan masalah pengelolaan limbah minyak jelantah pada kelompok Dasa Wisma Melati 1 di Perumahan Talang Sari. Samarinda. Metode kegiatan disusun berdasarkan pendekatan partisipatif . articipatory action researc. yang menggabungkan edukasi, transfer teknologi, dan pendampingan usaha. Waktu dan Tempat Program dilaksanakan selama 6 bulan (Maret-Agustus 2. di Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda. Lokasi ini dipilih karena memiliki kepadatan penduduk tinggi, volume limbah minyak jelantah signifikan . Ae2 liter/rumah/mingg. , dan belum adanya sistem pengelolaan terstruktur. Sasaran Kegiatan Kelompok Dasa Wisma Melati 1 dengan jumlah anggota 20 orang ibu rumah tangga. Mereka memiliki struktur organisasi aktif namun minim pelatihan teknis. Berdasarkan survei awal, 85% anggota tidak mengetahui dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, 90% tidak memiliki akses teknologi pengolahan, dan 70% berminat mengikuti pelatihan Desain Kegiatan Metode pelaksanaan mengacu pada tahapan utama yaitu: Sosialisasi awal dan pemetaan masalah Edukasi teknis dan pelatihan pengolahan Penyediaan sarana pengumpula dan pengolahan Produksi biodiesel perconothan Pendampingan usaha dan evaluasi keberlanjutan Tahapan Kegiatan Tahapan kegiatan terdiri dari: Sosialisasi kegiatan dan edukasi lingkungan Sosialisasi dilakukan dengan adanya diskusi awal dengan ketua PKK dan warga untuk menyepakati tujuan, jadwal dan peran/tugas masing-masing. Selain itu diberikan materi berupa kampanye bahaya pembuangan minyak jelantah oleh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini melalui pembagian brosur dan penyampaian informasi melalui media sosial. Sebelum kegiatan sosialiasasi ini dilakukan, tim pelaksana memberikan informasi melalui informasi flyer kegiatan melalui whatsapp grup mitra. Adapun rundown kegiatan pada tahapan ini adalah sebagai berikut: Kunjungan ke mitra: Sosialisasi kegiatan dan edukasi lingkungan Hari tanggal : Kamis, 31 Juli 2025 Pukul : 10. 00 Ae 16. 30 WITA Tempat : Posko PKK Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda Tabel 1. Rundown Kegiatan Sosialisasi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel Waktu Kegiatan Penanggung jawab Pengisian daftar hadir peserta Rieffal Rendra Nugraha Dokumentasi tim dan mitra kegiatan Riska Yulianti Penyampaian tujuan program dan agenda Sister Sianturi. Si. kegiatan secara keseluruhan Ishoma Gesha Desy Alisha. Sc. Edukasi AuBahaya minyak jelantah dan Febry R. Hasibuan. dampaknya bagi lingkunganAy Edukasi AuGambaran kegiatan pengolahan Gesha Desy Alisha. Sc. minyak jelantah menjadi biodieselAy Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Waktu Kegiatan Kampanye oleh mahasiswa AuPembagian brosur terkait bahaya minyak jelantah dan presentasi singkat gerakan ubah limbah menjadi energi berkelanjutanAy Diskusi terbuka dan kesepakatan peran mitra . enyusunan data peserta dan penentuan lokasi titik bank limbah mnyak jelantah serta pencatatan limbah yang terkumpu. dan pengumpulan katalis limbah cangkang telur serta pencatatannya Penanggung jawab Rieffal Rendra Nugraha Riska Yulianti Seluruh panitia Edukasi pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, pendampingan manajemen dan pembukuan serta penyusunan laporan keuangan usaha bersama. Kegiatan ini berupa workshop pendampingan bersama narsumber yang diundang terkait materi yang akan disampaikan kepada mitra. Adapun rundown kegiatan pada tahapan ini adalah sebagai berikut: Hari/tanggal Pukul Tempat : Jumat/08 Agustus 2025 : 10. 30 WITA : Gedung PAUD Nurul Ilmi RT 04. Talang Sari Samarinda Tabel 2. Rundown Edukasi dan Pendampingan Produksi Biodisel dari Minyak Jelantah Waktu Kegiatan Penanggung jawab Persiapan dan pengisian daftar hadir Rieffal Rendra Nugraha Pembukaan oleh MC dan Dokumentasi Pebri Sara Tampubolon Materi 1 Narasumber: Edukasi pengolahan minyak jelantah Prof. Rudy Agung Nugroho. menjadi biodiesel Maeri 2 Narasumber: Pendampingan dan Nuzulia. SEI pembukuan usaha bersama serta penulisan laporan keuangan bersama Sesi Diskusi Semua Tim Penutupan dan penyerahan penghargaan Semua Tim kepada pembicara Penyediaan Infrastruktur Kegiatan ini meliputi pengadaan jerigen untuk pengumpulan limbah minyak jelantah sesuai dengan titik pengumpulan yang ditentukan, pencatatan volume limbah yang terkumpul, dan penyediaan tempat pengumpulan limbah cangkang telir sebagai katalis Pelatihan produksi biodiesel dari limbah minyak jelantah Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan modul yang diberikan kepada mitra supaya mitra memahami dengan jelas terkait semua tahapan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Selain itu, tim dan mitra melakukan komunikasi terkait alat dan bahan yang disediakan. Prosedur kerja pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel: Tabel 3 . Alat dan Bahan Alat Bahan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Kompor Panci Pengaduk Thermometer Gelas ukur Botol plastik/wadah bening Corong Kain saring/saringan santan Timbangan digital Minyak jelantah Metanol teknis Limbah cangkang telur yang sudah dikalsinasi Air bersih Langkah kerja: - Minyak jelantah disaring untuk memisahkan sisa-sisa makanan - Minyak jelantah dipanaskan hingga suhu 100 oC untuk menghilangkan kadar air - Dibiarkan dingin hingga suhu ruang - Disediakan methanol sebanyak 5 liter dan cangkang telur sebanyak 50 gram - Methanol dimasukkan ke dalam wadah dan ditambahkan cangkang telur sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larut - Proses transesterifikasi: minyak jelantah dipanaskan hingga suhu 50-60 OC - Masukkan methanol cangkang telur secara perlahan lahan ke dalam minyak jelantah yang - Diaduk secara terus menerus selama 30-60 menit dengan tetap menjaga suhu tetap stabil di suhu 50-60 OC - Kompor dimatikan dan campuran didiamkan selama 6-8 jam atau semalaman - Campuran akan memisah dan membentuk dua lapisan, yaitu lapisan atas yang merupakan biodiesel dan lapisan bawah yang merupakan gliserol - Lapisan dipisahkan menggunakan corong pemisah - Pencucian basah dengan menambahkan air bersih ke dalam biodiesel. Diaduk perlahan dan dibiarkan hingga mengendap. Prosed diulangi hingga air yang dibuang terlihat jernih. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan 1. Sosialisasi kegiatan dan edukasi lingkungan Gambar 1. Penyampain informasi topik kegiatan dan rundown kepada mitra melalui flyer kegiatan yang dibagikan melalui media sosial Group Whatsapp Kegiatan ini berupa sosialisasi dilakukan dengan adanya diskusi awal dengan ketua PKK dan warga untuk menyepakati tujuan, jadwal dan peran/tugas masing-masing. Selain itu diberikan materi Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index berupa kampanye bahaya pembuangan minyak jelantah oleh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini melalui pembagian brosur dan penyampaian informasi melalui media sosial. Sebelum kegiatan sosialiasasi ini dilakukan, tim pelaksana memberikan informasi melalui informasi flyer kegiatan melalui whatsapp grup mitra berisi informasi topik edukasi dan rundown kegiatan sesuai dengan flyer dan rundown kegiatan yang disajikan pada Gambar 1. Pada kegiatan ini, sebelum materi disampaikan dilakukan pengerjaan pretest kepada mitra untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah materi edukasi disampaikan yang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Pengerjaan soal pretest dan post test kepada mitra sebelum dan sesudah materi sosialisasi dan edukasi disampaikan Berdasarkan hasil nilai pretest dan post test yang dikerjakan oleh mitra, terlihat bahwa ada peningkatan nilai yang diperoleh setelah materi edukasi disampaikan yaitu dari nilai rata-rata pada pretest 75,8 meningkat menjadi 87,5 pada nilai posttest. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu capaian kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait materi yang disampaikan telah tercapai. Pada tahapan ini, mitra dan tim pelaksana juga melakukan kordinasi terkait keseluruhan kegiatan beserta kesepakatan jadwal dan tempat pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, tim dan mitra juga membahas terkait titik pengumpulan limbah minyak jelantah dan pencatatan volume pengumpulannya yang dilakuan setiap dua kali dalam sebulan. Tim pelaksana melakukan penyediaan infrastruktur dalam penyimpanan ini dengan penyediaan jerigen untuk disalurkan ke anggota PKK yang terlibat. Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa untuk ikut serta dalam program pemberdayaan ibu-ibu PKK. Salah satu keterlibatan mereka adalah ikut melakukan kampanye dan presentasi terkait bahaya minyak jelantah bagi lingkungan dan proses pengolahan limbah menjadi Hal ini terlihat dalam pembagian brosur kepada mitra dan penjelasan brosur tersebut secara Pembagian brosur ini diharapkan dapat mempermudah penyampaian informasi dengan media informasi yang lebih menarik. Kegiatan edukasi dan kampanye oleh mahasiswa dapat dilihat pada Gambar 3-6. Gambar 3. Penyampaian sosialisasi kegiatan secara menyeluruh yang disampaikan oleh ketua tim pelaksana yaitu: Sister Sianturi. Si. Si. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 4. Penyampaian edukasi bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan yang disampaikan oleh anggota tim pelaksana: Febry Ramadhani Hasibuan. Si. Gambar 5. Penyampaian edukasi proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel yang disampaikan oleh anggota tim pelaksana: Gesha Desy Alisha. Sc. Gambar 6. Penyampaian kampanye edukasi bahaya minyak jelantah dan proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel yang disampaikan oleh mahasiswa Pada kegiatan selanjutnya, tim pelaksana juga melakukan kordinasi terkait pengumpulan limbah cangkang telur yang digunakan sebagai katalis dalam proses pembuatan biodiesel yang disajikan pada Gambar 7. Kerjasama yang dilakukan antara mitra dan tim pelaksana yaitu mitra berperan dalam pegumpulan limbah cangkang telur dan pengeringannya sedangkan tim pelaksana membantu dalam proses pemanasan . cangkang telur tersebut di laboratorium. Hal ini dilakukan di laboratorium karena proses pelaksanaan kalsinasi membutuhkan suhu yang sangat tinggi dan peralatan laboratorium yang terbatas dan tidak memungkinkan apabila dilakukan oleh mitra. Katalis limbah cangkang telur ini digunakan dengan kelebihan bahwa bahan ini lebih ramah lingkungan dibandingkan katalis yang lain dan lebih mudah didapatkan (Sisca dan Rahayuningsih, 2. Sedangkan kekurangan pemanfaatan katalis ini adalah dalam prosesnya harus menggunakan suhu tinggi pada proses kalsinasi sekitar 900 AC sehingga dalam pelaksanaannya harus tetap melibatkan tim pelaksana untuk prosesnya di laboratorium. Tujuan penggunaan suhu tinggi tersebut adalah untuk melakukan dekomposisi termal CaCO3 menjadi CaO (Syahputri dan Broto, 2. Senyawa CaO pada cangkang telur ini yang nantinya akan dapat mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel karena bersifat heterogen dan basa kuat (Darwis et al. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Selain dilakukan edukasi dan sosialisasi oleh tim pelaksana, kegiatan selanjutnya adalah penampingan secara langsung terkait proses pengolahan jelantah menjadi biodiesel dan pendampingan manajemen usaha bersama dan laporan keuangan bersama dengan menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidang tersebut yaitu Prof Rudy Agung Nugroho. Si dan Nuzulia. SEI yang dapat dilihat pada Gambar 8. Pada kesempatan ini, mitra diberikan kebebasan untuk melakukan diskusi dan konsultasi langsung kepada mitra terkait permasalahan yang mereka hadapi dan bersama-sama mencari solusi terkait permasalahan tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan awal ibu-ibu PKK mengenai proses pengolahan jelantah menjadi biodiesel dan pendampingan manajemen usaha bersama dan laporan keuangan bersama. Diharapkan setelah adanya kegiatan ini ibu-ibu PKK dapat mempraktikkan pembuatan biodiesel dan pembuatan laporan keuangan secara mandiri (Arita et al. Pada kunjungan berikutnya dilakukan praktik langsung pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel yang dapat dilihat pada Gambar 9. Dalam pelaksanaannya, tim pelaksana dan mitra berkordinasi terkait alat dan bahan yang perlu dibawa. Selain itu, tim pelaksana memberikan modul kepada mitra sebagai pedoman dalam pelaksanaan praktik. Pada awal kegiatan sebelum praktik, tim pelaksana menjelaskan terkait prosedur kerja yang dilakukan. Selain itu, tim pelaksana juga menyampaikan terkait penerapan keselamatan kerja yaitu dengan menggunakan masker dan sarung tangan dalam praktik karena bahan yang digunakan dalam kegiatan ini termasuk dalam bahan kimia dan mudah terbakar. Praktik yang dilakukan ini berhasil mengubah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dan untuk uji standarnya, tim pelaksana melakukan beberapa uji di laboratorium dan menjadwalkan akan menyampaikan hasil tersebut kepada mitra setelah hasil uji sudah tersedia. Gambar 7. Penyediaan infrastruktur pengumpulan limbah minyak jelantah berupa jirigen dan pengumpulan limbah cangkang telur sebagai katalis ramah lingkungan dalam pengolahan biodiesel Gambar 8. Pendampingan pengolahan biodiesel dan pembukuan serta pelaporan keuangan usaha bersama yang disampaikan oleh narasumber yaitu Prof. Rudy Agung Nugroho. Si dan Nuzulia, . SEI Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 9. Pendampingan dan pelatihan praktik pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel kepada ibu PKK Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda Pada kegiatan ini, dilakukan praktik langsung pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk biodiesel dengan menyesuaikan tahapan kerja sesuai dengan modul praktik yang telah disediakan oleh tim pelaksana dengan tetap menerapkan sistem keamanan kerja yaitu dengan menggunakan masker dan sarung tangan karena bahan yang digunakan merupakan bahan kimia dan mudah terbakar. Gambar 10 menyajikan modul praktik yang dijadikan panduan oleh mitra dalam pembuatan biodiesel. Gambar 10. Modul praktik yang diberikan kepada mitra sebagai panduan dalam pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel serta pemurnian produk biodiesel di laboratorium Pembahasan Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada awal program dengan melibatkan seluruh anggota kelompok sasaran dengan jumlah anggota 20 orang. Materi yang disampaikan mencakup bahaya pembuangan minyak jelantah langsung ke lingkungan, dampak terhadap kualitas air dan tanah, serta potensi pengolahan menjadi biodiesel. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Rata-rata skor pre-test sebesar 42% meningkat menjadi 88% pada post-test, menunjukkan peningkatan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index pemahaman sebesar 46%. Peningkatan ini sejalan dengan Suryanto et al. yang melaporkan bahwa pendidikan lingkungan berbasis komunitas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat hingga 75% dalam waktu enam bulan. Faktor pendukung keberhasilan tahap ini adalah metode penyampaian yang interaktif, penggunaan media visual, dan keterlibatan aktif kader PKK sebagai fasilitator. Edukasi dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi langsung proses filtrasi minyak jelantah, pembuatan katalis CaO dari limbah cangkang telur, dan reaksi transesterifikasi. Peserta dilatih mempraktikkan setiap tahapan mulai dari pemisahan partikel padat, penghilangan air, hingga pencampuran dengan metanol dan katalis. Hasil evaluasi keterampilan menunjukkan 94% peserta mampu mengulang proses dengan benar. Keunggulan katalis CaO dari cangkang telur adalah sifatnya yang ramah lingkungan, biaya rendah, dan aktivitas katalitik tinggi (Kusrini et al. , 2. Penerapan katalis ini juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dan mendukung prinsip ekonomi Kegiatan pengabdian ini menggunakan katalis berbasis limbah cangkang telur sebagai komponen utama dalam proses pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Pemilihan biodiesel ini memiliki kelebihan yaitu ketersediaan bahan yang lebih mudah didapatkan, ramah lingkungan, biaya rendah dan kemudahan pengolahan dalam skala komunitas. Hasil kegiatan sejalan dengan penelitian Kusrini et al. yang menunjukkan bahwa CaO dari cangkang telur dapat menghasilkan biodiesel dengan konversi tinggi dan kualitas baik. Selain itu, katalis ini cocok untuk produksi biodiesel skala kecil karena bahan yang murah dan ramah lingkungan. Tiga titik pengumpulan minyak jelantah ditempatkan di lokasi strategis (Pos RT dan dua rumah kade. untuk memudahkan proses pengumpulan. Data monitoring menunjukkan rata-rata 255 liter minyak jelantah terkumpul setiap bulan, meningkat signifikan dibandingkan kondisi awal yang nyaris tanpa pengumpulan terpusat. Angka ini lebih tinggi dibandingkan studi Fitriani . di Surabaya yang hanya mampu mengumpulkan 180 liter per bulan melalui sistem serupa, menunjukkan keberhasilan Kegiatan ini meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan produksi energi terbarukan. Anggota kelompok menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan pengetahuan kepada tetangga dan keluarga. Hal ini mendukung pencapaian SDGs 5 (Kesetaraan Gende. dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan yaitu di Yogyakarta dan Surabaya (Fitriani. Pancane et al. , 2. , terutama dalam volume pengumpulan dan keterlibatan peserta. Faktor kunci keberhasilan meliputi pendekatan partisipatif, integrasi dengan kegiatan PKK, dan teknologi Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan kapasitas produksi akibat peralatan sederhana, fluktuasi ketersediaan minyak jelantah, dan keterbatasan modal. Solusi yang diambil adalah penjadwalan produksi sesuai ketersediaan bahan baku dan memanfaatkan jaringan PKK kota untuk distribusi dan pencarian bantuan ketersediaan alat dan bahan baku. Berdasarkan hasil yang diperoleh, program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Model kegiatan yang menggabungkan edukasi, infrastruktur, teknologi tepat guna, dan pendampingan usaha terbukti efektif serta adaptif terhadap kebutuhan lokal. Ke depan, kegiatan ini dapat diperluas dengan melibatkan sekolah dan rumah makan di sekitar untuk menambah pasokan minyak jelantah. Pelatihan lanjutan tentang manajemen usaha juga diperlukan agar kelompok dapat berkembang menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan. Selain itu, promosi tentang manfaat biodiesel dan dampak positifnya terhadap lingkungan perlu terus dilakukan agar semakin banyak warga yang Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah liter biodiesel yang dihasilkan, tetapi juga dari perubahan perilaku, meningkatnya kebersamaan, dan rasa bangga warga terhadap lingkungan Program ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran lingkungan warga terkait pengolahan minyak jelantah rumah tangga. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pengetahuan yang merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam penilaian peningkatan pengetahuan mitra. Selain itu, mitra juga mampu melakukan praktik Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index menghasilkan biodiesel dari minyak jelantah. Keunikan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah menggunakan katalis yaitu limbah cangkang telur yang cenderung lebih hemat, mudah didapat dan ramah lingkungan. Saran ke depannya adalah perlu dilakukan kegiatan kepada kelompok warga yang lain sehingga kegiatan ini dapat dilakukan secara meluas. Selain itu, perlu dilakukan kordinasi dengan organisasi PKK yang lebih luas sebagai upaya memperluas dukungan terutama dalam pengadaan teknologi tepat guna dan bahan produksi. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi (DPPM Kemendikti-Sainte. melalui Pendanaan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PkM) Tahun Anggaran 2025 dengan No. Kontrak 076/C3/DT. 00/PM/2025. Terima kasih juga diberikan kepada mitra yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Kelompok Dasa Wisma Melati 1 Perumahan Talang Sari Samarinda. DAFTAR PUSTAKA