Jurnal Akuntansi dan Manajemen Journal homepage: https://journal. org/index. php/jam DOI: 10. 36406/jam. Research Paper Pengaruh online marketing, content creator dan produk bundling terhadap minat beli produk Somethinc Putri Nazilatul Fadhliyah . Rizky Eka Febriansah* , & Misti Hariasih Article Information: Received 11/20/2025 Revised 1/10/2026 Accepted 1/21/2026 Online First 1/22/2026 Corresponding author: Email: rizkyfebrianzah@umsida. Fakultas Bisnis. Hukum dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Jawa Timur. Indonesia Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol 23. No. 1, 85-98 Abstract This study aims to analyze how online marketing, content creators, and Product Bundling affect Purchase Intention for Somethinc skincare The approach applied is a descriptive quantitative method using purposive sampling and involving 100 respondents who are users of Somethinc products. Data were collected through a Likert scalebased questionnaire distributed via social media. Data analysis was conducted using the Partial Least Square (PLS) method through SmartPLS 3. 0 software. The study found that Online marketing and Product Bundling have a positive and significant effect on Purchase Intention, while Content creators do not show a significant effect. These results confirm that effective digital marketing strategies and proper product bundling can drive consumer purchase intention, whereas the content produced by creators has not yet been able to exert a strong direct impact. This study is expected to serve as a reference for developing marketing strategies for beauty products in the digital era, particularly regarding the behavior of young Keywords: Online marketing. Content creator. Bundling Product. Interested in Buying Author. Detail Fakultas Bisnis. Hukum dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Jawa Timur. Indonesia Fakultas Bisnis. Hukum dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Jawa Timur. Indonesia Fakultas Bisnis. Hukum dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Jawa Timur. Indonesia @2026 The Author. Published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia jakarta. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. The terms on which this article has been published allow the posting of the Accepted Manuscript in a repository by the author. or with their consent. DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. Abstrak Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis bagaimana online marketing, content creator, serta produk bundling memengaruhi Minat Beli pada produk skincare Somethinc. Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan 100 responden pengguna produk Somethinc. Pengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner berbasis Skala Likert yang dibagikan menggunakan media sosial. Analisis data dilakukan metode Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 3. Penelitian membuktikan bahwa online marketing dan produk bundling mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli, sedangkan content creator tidak menunjukkan pengaruh Hasil tersebut menegaskan bahwa strategi pemasaran digital serta penerapan bundling produk yang tepat dapat mendorong minat beli konsumen dan konten yang dihasilkan kreator belum mampu memberikan dampak langsung yang kuat. Penelitian ini memiliki harapan dapat menjadi acuan dalam menyusun strategi pemasaran produk kecantikan di era digital, khususnya terkait perilaku konsumen dari kalangan muda. Kata Kunci: Online marketing. Content creator. Produk bundling. Minat Beli Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental praktik pemasaran dari pendekatan konvensional menuju pemasaran berbasis platform daring dan media sosial. Online marketing memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen secara lebih luas, cepat, dan interaktif dibandingkan media tradisional (Kotler & Amstrong, 2. Transformasi ini semakin relevan dalam industri kecantikan, di mana perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh informasi digital, ulasan produk, serta konten visual yang beredar di media sosial. Persaingan antar merek skincare, baik lokal maupun internasional, semakin intensif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit dan sense of beauty (Satriatama et al. , 2. Salah satu merek lokal yang berhasil memanfaatkan ekosistem digital secara optimal adalah Somethinc. Merek ini mengintegrasikan berbagai strategi pemasaran modern, antara lain pemasaran daring melalui media sosial dan e-commerce, kolaborasi dengan content creator, serta penerapan strategi Produk bundling untuk meningkatkan daya tarik dan nilai persepsi produk di mata konsumen (Sulindra et al. , 2. Generasi muda sebagai segmen pasar utama cenderung menjadikan rekomendasi influencer dan kemudahan akses digital sebagai referensi utama dalam menentukan minat beli (Aprelyani et al. , 2. Dengan demikian, peran Online marketing, content creator, dan strategi bundling menjadi semakin strategis dalam membentuk preferensi dan keputusan pembelian konsumen. Beberapa penelitian sebelumnya seperti Mahendra . Sari et al. , dan Arohman & Wibawanto. hanya memfokuskan pada satu variabel utama, sementara studi lain seperti Toruan et al. Maulida et al. , dan Siregar et al. menunjukkan hasil yang beragam dengan pendekatan yang berbeda. Kondisi ini menunjukkan masih terbatasnya penelitian yang mengintegrasikan Online marketing, content creator, dan Produk bundling secara simultan dalam satu model penelitian, khususnya dalam konteks industri skincare lokal Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis secara bersamaan pengaruh Online marketing, content creator, dan Produk bundling terhadap minat beli konsumen produk Somethinc. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan literatur pemasaran digital dan perilaku konsumen di industri kecantikan. Secara praktis, hasil Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Selain berorientasi pada peningkatan minat beli, strategi pemasaran dalam industri skincare juga perlu selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya Tujuan 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Produk kecantikan yang dikonsumsi masyarakat perlu diproduksi dengan memperhatikan aspek keselamatan konsumen, kualitas produk, kesejahteraan pekerja, serta dampak sosial dan lingkungan, guna mencegah risiko negatif jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Online marketing, content creator, dan Produk bundling terhadap minat beli konsumen pada produk skincare Somethinc. Kajian Literatur dan Hipotesis Minat Beli Minat beli merupakan respon psikologis yang muncul ketika konsumen merasakan ketertarikan terhadap suatu produk sehingga mendorong munculnya keinginan untuk membeli dan memiliki produk tersebut (Nabillah et al. , 2. Minat beli mencerminkan kecenderungan perilaku konsumen yang dapat berkembang dari sekadar ketertarikan hingga pada tahap pengambilan keputusan pembelian (Az-Zahra et al. , 2. Minat beli dapat diidentifikasi melalui empat dimensi utama, yaitu minat transaksional . einginan untuk membel. , minat referensial . einginan merekomendasikan kepada orang lai. , minat preferensial . emiliki preferensi terhadap merek tertent. , dan minat eksploratif . einginan mencari informasi lebih lanjut mengenai produ. (Faradiba & Annas, 2. Keempat indikator ini menggambarkan intensitas dan arah kecenderungan konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Online marketing Online marketing merupakan aktivitas promosi dan pemasaran produk atau jasa yang dilakukan melalui media berbasis internet, seperti website, blog, media sosial, dan platform e-commerce, guna menjangkau konsumen secara lebih luas dan efisien (Asharani, 2. Strategi ini memungkinkan perusahaan membangun komunikasi dua arah dengan konsumen serta memfasilitasi proses transaksi tanpa batasan ruang dan waktu. Content creator Content creator adalah individu yang memproduksi dan membagikan konten dalam berbagai bentuk seperti teks, gambar, video, dan audio melalui platform digital untuk tujuan informasi, hiburan, maupun promosi (Hamas, 2021. Kusuma & Prabayanti, 2. Dalam pemasaran modern, content creator berperan sebagai opinion leader yang dapat memengaruhi persepsi dan kepercayaan audiens terhadap suatu merek. Produk bundling Produk bundling merupakan strategi pemasaran yang mengombinasikan dua atau lebih produk ke dalam satu paket penawaran dengan harga relatif lebih rendah dibandingkan jika dibeli secara terpisah. Strategi ini bertujuan meningkatkan nilai persepsi dan kepraktisan bagi konsumen (Sari, 2. Online marketing terhadap Minat Beli Menurut Nugeraha & Subagja . , online marketing merupakan bentuk pemasaran digital yang bersifat interaktif dan memungkinkan terjadinya hubungan langsung antara penjual dan konsumen melalui media daring. Aktivitas ini mencakup berbagai upaya promosi produk atau DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. jasa secara online sehingga proses transaksi dapat dilakukan tanpa pertemuan fisik antara penjual dan pembeli (Lailia & Andriani, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa online marketing berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Mahendra . membuktikan bahwa pemasaran online memiliki pengaruh positif terhadap minat beli konsumen. Temuan serupa juga dikemukakan oleh Fuadi et al. yang menyatakan bahwa pemasaran online dan offline secara simultan memengaruhi minat beli. Selain itu. Kurniawan . menegaskan bahwa online marketing merupakan variabel yang signifikan dalam meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap Namun, hasil berbeda ditemukan oleh Toruan et al. yang menunjukkan bahwa pengaruh online marketing terhadap minat beli tidak selalu signifikan dan sangat bergantung pada konteks industri serta karakteristik konsumen. Perbedaan temuan ini mengindikasikan pentingnya pengujian empiris lebih lanjut pada merek, platform, dan segmen pasar yang H1: Online marketing berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Content creator terhadap Minat Beli Menurut Coach . , content creator adalah individu yang berfokus pada pembuatan dan penyebaran konten dalam berbagai bentuk untuk platform digital. Secara umum, content creator merujuk pada pihak yang menghasilkan konten kreatif yang dipublikasikan melalui media digital (Kusuma & Prabayanti, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa content creator berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Sutarman et al. menemukan bahwa konten afiliasi e-commerce Shopee yang dibuat oleh content creator berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan ini diperkuat oleh Nada et al. dan Sari et al. yang menyatakan bahwa content creator berperan dalam mendorong ketertarikan konsumen terhadap produk. Luthfiani et al. juga menegaskan bahwa ulasan produk yang jujur, informatif, dan disampaikan oleh kreator yang kredibel mampu membangun kepercayaan konsumen. Indikator peran content creator meliputi content creation, content sharing, connecting dalam jejaring sosial, serta community building (Azzahri & Prabowo, 2. Namun, hasil berbeda ditemukan oleh Maulida et al. yang menunjukkan bahwa pengaruh content creator terhadap minat beli tidak selalu signifikan. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa efektivitas content creator sangat bergantung pada konteks, kredibilitas, dan relevansi konten terhadap kebutuhan audiens. H2: Content creator berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Pengaruh Produk bundling terhadap Minat Beli Produk bundling adalah strategi pemasaran dengan mengombinasikan beberapa produk ke dalam satu paket penawaran dengan harga lebih rendah dibandingkan jika dibeli secara Strategi ini bertujuan menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat beli melalui persepsi nilai yang lebih ekonomis (Sari, 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa produk bundling berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Arohman & Wibawanto. Rossanty et al. , dan Wijaya & Kinder . membuktikan bahwa bundling mampu meningkatkan ketertarikan konsumen untuk Namun. Siregar et al. memperoleh hasil yang berbeda, di mana pengaruh produk bundling tidak signifikan. Perbedaan temuan ini mencerminkan adanya evidence gap yang dipengaruhi oleh perbedaan konteks penelitian, metode, serta karakteristik responden (Wulandari et al. , 2. Indikator produk bundling meliputi kesesuaian harga, jumlah produk Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying dalam paket, dan kesesuaian dengan kebutuhan konsumen (Amin & Wijaya, 2. Dengan demikian, produk bundling memiliki peran strategis dalam meningkatkan minat beli konsumen, terutama ketika disesuaikan dengan preferensi dan persepsi nilai audiens. H3: Produk bundling berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Online Marketing Content Creator Minat Beli Konsumen Produk Bundling Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian Metode Penelitian Sampel dan Prosedur Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan Pendekatan kuantitatif berlandaskan pada paradigma positivisme dan digunakan untuk menganalisis populasi tertentu melalui data yang dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian, yang selanjutnya diolah dalam bentuk numerik untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Safika & Masnawati, 2. Pendekatan asosiatif bertujuan untuk mengkaji pengaruh online marketing, content creator, dan Produk bundling terhadap minat beli konsumen pada produk skincare Somethinc. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah menggunakan produk skincare Somethinc dan berdomisili di Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur. Indonesia (Fachruddin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu agar sesuai dengan karakteristik populasi yang diteliti (Baihaqki & Hariasih, 2. Adapun kriteria responden meliputi: . pernah membeli produk skincare Somethinc, . berusia minimal 17 tahun, dan . aktif menggunakan media sosial seperti Instagram. TikTok, dan YouTube. Karena penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dan jumlah populasi tidak dapat diidentifikasi secara pasti, penentuan ukuran sampel tidak didasarkan pada rumus probabilistik. Penentuan ukuran sampel mengacu pada pendekatan power analysis sebagaimana direkomendasikan dalam literatur PLS-SEM terbaru (Legate et al. , 2. Power analysis dinilai lebih tepat karena mempertimbangkan kekuatan statistik dalam pengujian hubungan antarvariabel. Dalam penelitian ini, jumlah responden sebanyak 100 orang dinilai telah memenuhi prinsip kecukupan ukuran sampel untuk analisis PLS-SEM, sehingga memberikan kekuatan statistik yang memadai dalam menguji pengaruh Online marketing, content creator, dan Produk bundling terhadap minat beli konsumen. DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan melalui media sosial, seperti WhatsApp dan Instagram. Kuesioner disusun dalam bentuk skala Likert untuk mengukur persepsi responden secara Pengukuran Pengukuran variabel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel penelitian. Seluruh item pernyataan diukur menggunakan skala Likert lima poin, yaitu: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, dan 5 = sangat setuju (Zuhroh & Febriansah, 2. Skala ini memungkinkan peneliti memperoleh data kuantitatif yang dapat dianalisis secara statistik. Variabel online marketing diukur melalui indikator yang mencerminkan kemudahan akses informasi produk, daya tarik promosi digital, serta efektivitas media online dalam mendukung keputusan pembelian. Indikator tersebut disusun mengacu pada Mahendra . dan Sari et al. yang menekankan bahwa pemasaran online berperan dalam menyediakan informasi produk, meningkatkan daya tarik promosi, dan memengaruhi keputusan pembelian Variabel content creator diukur berdasarkan persepsi responden terhadap kredibilitas, daya tarik, serta kemampuan content creator dalam menyampaikan informasi dan memengaruhi ketertarikan konsumen terhadap produk. Indikator pengukuran variabel ini mengacu pada Arohman & Wibawanto . dan Toruan et al. yang menunjukkan bahwa kredibilitas dan daya tarik content creator berpengaruh terhadap pembentukan minat beli konsumen. Variabel Produk bundling diukur melalui persepsi responden terhadap nilai ekonomis, kepraktisan, serta daya tarik penawaran produk dalam satu paket. Pengukuran variabel ini disusun berdasarkan Maulida et al. dan Siregar et al. yang menegaskan bahwa strategi bundling mampu meningkatkan persepsi nilai produk dan mendorong minat beli Sementara itu, variabel minat beli diukur berdasarkan kecenderungan responden untuk melakukan pembelian, melakukan pembelian ulang, merekomendasikan produk kepada orang lain, menjadikan produk sebagai pilihan utama, serta keinginan untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai produk Somethinc. Pengukuran minat beli mengacu pada Mahendra . dan Toruan et al. yang mengkaji minat beli konsumen dalam konteks pemasaran digital dan produk kecantikan. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode Partial Least SquaresAeStructural Equation Modeling (PLSSEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 3. Metode PLS-SEM dipilih karena sesuai untuk menguji model penelitian yang bersifat kompleks, melibatkan banyak konstruk, indikator, serta hubungan antarvariabel. Selain itu. PLS-SEM tepat digunakan pada kondisi ukuran sampel relatif kecil, data tidak sepenuhnya berdistribusi normal, serta model yang berorientasi pada prediksi dan pengembangan teori (Hair et al. , 2. Analisis PLS-SEM dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu evaluasi outer model . odel pengukura. dan inner model . odel struktura. Evaluasi outer model bertujuan untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator dalam menjelaskan konstruk laten. Validitas konvergen terpenuhi apabila nilai loading factor > 0,70 dan nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,50. Reliabilitas dievaluasi melalui CronbachAos Alpha. Composite Reliability, dan rho_A. Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying yang masing-masing harus bernilai > 0,70 agar konstruk dinyatakan reliabel (Sarstedt et al. Pengujian inner model mencakup penilaian terhadap nilai R-square (RA) yang menunjukkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Nilai RA sebesar 0,67 dikategorikan kuat, 0,33 sedang, dan 0,19 lemah. Selain itu, ukuran efek . ffect size atau fA) digunakan untuk menilai kekuatan pengaruh masing-masing variabel eksogen, di mana nilai fA > 0,15 menunjukkan pengaruh yang moderat dan bermakna (Legate et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Karakteristik responden disajikan untuk memberikan gambaran umum mengenai profil responden berdasarkan jenis kelamin, usia, domisili, pengalaman menggunakan produk Somethinc, serta penggunaan media sosial dan platform e-commerce. Informasi ini menjadi dasar dalam menginterpretasikan hasil analisis penelitian. Rincian karakteristik responden ditampilkan pada Tabel berikut. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Frequency Jenis kelamin Precent Perempuan 66,0% Laki-Laki 34,0% > 17 Ae 22 Tahun 84,0% 23 Ae 27 Tahun 13,0% >30 Tahun 3,0% Sidoarjo 91,0% Luar Sidoarjo 9,0% 92,0% Tidak 8,0% Pengguna aktif media sosial 100,0% Pengguna platforom e Ae commerce 97,0% Tidak 3,0% Total 100,0% Usia Domisili Pernah menggunakan produk somethinc Sumber: Hasil Pengolahan Data Koesioner . Berdasarkan Tabel 1, mayoritas responden adalah perempuan . ,0%) dan berada pada rentang usia >17Ae22 tahun . ,0%). Sebagian besar responden berdomisili di Sidoarjo . ,0%). Dari sisi pengalaman, 92,0% responden pernah menggunakan produk Somethinc. Seluruh responden merupakan pengguna aktif media sosial . ,0%), dan hampir seluruhnya juga menggunakan platform e-commerce . ,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa responden memiliki karakteristik yang relevan dengan konteks pemasaran digital dan konsumsi produk DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. Tabel 2. Validitas Konvergen dan Reliabilitas Indikator (Loadin. AVE CronbachAos Alpha Composite Reliability Online marketing 0,801 Ae 0,894 0,722 0,807 0,886 Content creator 0,705 Ae 0,913 0,690 0,849 0,898 Produk bundling 0,822 Ae 0,890 0,746 0,831 0,898 Minat Beli 0,722 Ae 0,886 0,687 0,845 0,897 Variabel Sumber: Data diolah SmartPLS 3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai loading factor di atas 0,7 dan nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,5, sehingga memenuhi kriteria validitas konvergen. Uji reliabilitas juga menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability di atas 0,7, yang menandakan konsistensi internal yang baik. Selain itu, hasil uji cross loading menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai tertinggi pada konstruk yang diukurnya masing-masing, sehingga seluruh konstruk dinyatakan memenuhi kriteria validitas diskriminan. Gambar 2. Bootstrapping Test Result Hasil analisis model struktural menggunakan metode PLS-SEM menunjukkan bahwa hubungan antara variabel Online Marketing. Content Creator, dan Produk Bundling terhadap Minat Beli memiliki tingkat signifikansi yang berbeda-beda. Pengujian dilakukan melalui prosedur bootstrapping untuk memperoleh nilai t-statistic sebagai dasar pengambilan keputusan hipotesis. Rincian hasil pengujian tersebut disajikan secara lengkap pada Tabel 3. Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying Tabel 3. Hasil Pengujian Model Struktural (RA. Effect Size fA, dan Uji Hipotesi. Variabel Endogen Hubungan RA 0,727 0,610 (Besa. 0,605 5,097 0,000 Diterima Content creator Ie Minat Beli 0,027 (Lema. 0,103 1,042 0,298 Ditolak Produk bundling Ie Minat Beli 0,105 (Lema. 0,239 2,359 0,019 Diterima Minat Beli Online marketing Ie Minat Beli Koefisien T-Stat P-Value Keputusan Sumber: Data diolah SmartPLS 3. Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,727, yang berarti bahwa variabel Online Marketing. Content Creator, dan Produk Bundling secara simultan mampu menjelaskan 72,7% variasi Minat Beli, sedangkan sisanya 27,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan nilai t-statistic dan p-value, dapat diketahui bahwa Online Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli . = 5,097. p < 0,. dengan effect size besar . A = 0,. Produk Bundling juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli . = 2,359. p < 0,. dengan effect size lemah hingga moderat . A = 0,. Sebaliknya. Content Creator tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli . = 1,042. p > 0,. dengan effect size lemah . A = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks penelitian ini. Minat Beli konsumen lebih dipengaruhi oleh efektivitas pemasaran online dan nilai ekonomis dari strategi produk bundling dibandingkan oleh peran content creator. Pembahasan Online marketing berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel online marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran berbasis digital mampu meningkatkan ketertarikan konsumen untuk melakukan pembelian. Melalui aktivitas pemasaran daring, seperti promosi di media sosial, penggunaan iklan interaktif, serta kemudahan dalam proses transaksi, konsumen memperoleh akses informasi yang cepat dan Hal ini menciptakan pengalaman berbelanja yang efisien dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Dengan demikian, online marketing menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Fuadi & Putri . yang menyatakan bahwa pemasaran online dan offline secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Selain itu. Mahendra . juga menyimpulkan bahwa online marketing berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Content creator tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel content creator tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun konten yang dihasilkan oleh kreator di berbagai platform bertujuan untuk menarik perhatian konsumen, faktor tersebut belum tentu mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara nyata. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap kreator, kurangnya relevansi konten dengan kebutuhan konsumen, atau pesan promosi yang tidak memberikan nilai manfaat yang jelas. Hasil penelitian ini sejalan dengan Toruan et al. yang menemukan bahwa content creator tidak berpengaruh terhadap minat beli. Namun demikian, temuan ini berbeda dengan DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. penelitian Sari et al. yang menunjukkan bahwa content creator memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Perbedaan hasil ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik responden, jenis produk, serta platform media sosial yang digunakan dalam penelitian. Produk bundling berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Produk bundling berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Temuan ini mengindikasikan bahwa penawaran produk dalam bentuk paket mampu menarik perhatian konsumen karena memberikan kesan nilai yang lebih ekonomis dan praktis. Konsumen cenderung merasa memperoleh keuntungan tambahan ketika membeli produk yang dikombinasikan dalam satu paket dengan harga yang lebih terjangkau atau disertai bonus tertentu. Dengan demikian, strategi product bundling menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan daya tarik produk dan mendorong minat beli konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Rossanty et al. yang menyatakan bahwa bundling product berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk lokal Gladtoglow di platform TikTok. Selain itu. Arohman & Wibawanto . juga menunjukkan bahwa Produk bundling berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Simpulan Temuan studi ini menunjukkan bahwa online marketing dan produk bundling berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen pada platform e-commerce Shopee di Sidoarjo, sedangkan variabel content creator tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital melalui berbagai media, seperti iklan daring, platform e-commerce, dan situs web, mampu meningkatkan ketertarikan konsumen dengan menyediakan kemudahan akses informasi serta promosi yang menarik. Selain itu, strategi produk bundling yang mengombinasikan beberapa produk dalam satu paket dengan harga yang lebih ekonomis terbukti efektif dalam menarik perhatian serta mendorong minat konsumen untuk mengeksplorasi dan membeli produk. Sebaliknya, konten yang dihasilkan oleh content creator, meskipun berperan dalam memperkenalkan produk, belum cukup kuat untuk memengaruhi minat beli secara langsung. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya relevansi konten, tingkat kredibilitas kreator, atau kedekatan emosional dengan audiens. Dengan demikian, konsumen Shopee di Sidoarjo cenderung lebih mempertimbangkan aspek fungsional, seperti efektivitas pemasaran digital dan nilai ekonomis produk, dibandingkan aspek komunikatif yang berasal dari content creator. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, ruang lingkup penelitian hanya mencakup konsumen Shopee di wilayah Sidoarjo sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Kedua, pengukuran variabel content creator masih bersifat umum dan belum merepresentasikan secara spesifik aspek kredibilitas, relevansi konten, maupun kedekatan dengan audiens. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek dan wilayah penelitian, menggunakan platform e-commerce yang berbeda, serta mengembangkan indikator content creator yang lebih komprehensif. Referensi Amin. , & Wijaya. Brand trust, celebrity endorser, and product bundling on purchasing interest and its impact on decisions to purchase Starbucks drink at Pekanbaru. Interconnection: Economic Perspective Horizon, 1. , 181Ae197. https://doi. org/10. 61230/interconnection. Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying Aprelyani. Ali. , & Hadita. Pengaruh harga, kualitas produk dan minat beli produk skincare Somethinc terhadap keputusan pembelian di e-commerce Shopee pada generasi Z. Jurnal Manajemen Pemasaran Digital, 163Ae173. https://doi. org/10. 38035/jmpd. Arohman. , & Wibawanto. The influence of advertising and product bundling on smartphone purchase intentions at Art Celluler: The mediating role of customer attitude. Journal Educational Management Research, 4. , 1790Ae1803. https://doi. org/10. 61987/jemr. Asharani. A study on online marketing and its impacts. ShodhKosh: Journal of Visual and Performing Arts, 4. https://doi. org/10. 29121/shodhkosh. Az-Zahra. , & Sukmalengkawati. Pengaruh Digital Marketing Terhadap Minat Beli Konsumen. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 6. , 2008-2018. https://doi. org/10. 31955/mea. Azzahri. , & Prabowo. Pengaruh Content Creator. Price Promotion. Sosial Media Marketting Terhadap Impulsive Buying Dalam Pembelian Produk Skincare Pada Aplikasi Tik Tok Shop (Studi Kasus Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Potensi Utam. JURNAL WIDYA, 5. , 1445-1458. Baihaqki. & Hariasih. The Influence of Digital Marketing. Online Customer Reviews, and Product Quality on Purchasing Decisions of Muhammadiyah University of Sidoarjo Students Shopee E-Commerce. UMSIDA Preprints Server. https://doi. org/10. 21070/ups. Coach. Pengertian Content Creator diakses melalui https://billionaricoach. id /bisnisonline/pengertian -content-creator. Fachruddin. Pengaruh online marketing dan word of mouth terhadap minat beli konsumen pada Hidden Place di Medan. Skripsi. Universitas Medan Area. Faradiba. , & Annas. Pengaruh daya tarik pesan pada konten review Rumah Parkville. Sentul City terhadap minat beli konsumen. Jurnal Komunikasi, 6 . https://doi. org/10. 31599/6nrkhs50 Fuadi. Febriyanto, & Putri. Pengaruh pemasaran online dan offline terhadap minat beli konsumen pada Toko Jaya Bakery Kota Magelang. UMMagelang Conference Series. Hair. Risher. Sarstedt. , & Ringle. When to use and how to report the results of PLS-SEM. Tinjauan Bisnis Eropa, 31. , 2Ae24. Hamas. Peran creator dalam pembuatan konten Instagram layanan dan motivasi di PT PLN UP3 Yogyakarta. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Yogyakarta. Kotler, & Amstrong. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Kurniawan. Pengaruh online marketing dan direct selling terhadap minat beli produk Fort. ID. Performa, 6, 143Ae151. https://doi. org/10. 37715/jp. Kusuma. , & Prabayanti. Content creator yang berkarakter berdasarkan analisis video YouTube Ningsih Tinampi. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21. , 210Ae225. https://doi. org/10. 32509/wacana. Lailia. , & Andriana. Pengaruh promosi online dan harga terhadap minat beli serta dampaknya pada keputusan pembelian belanja online di Shopee. Prosiding Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia, 1. https://doi. org/10. 47747/snfmi. Legate. Hair. Chretien. , & Risher. PLSAaSEM: Prediction-oriented solutions for HRD researchers. Human Resource Development Quarterly, 34. , 91Ae109. DOI: https://doi. org/10. 36406/jam. Luthfiani. , & Ahmadi. Pengaruh review produk dan content creator terhadap minat beli melalui affiliate marketing pada pengguna e-commerce Shopee. Januari: Economics and business economics in Humanity 2. https://doi. org/10. 62710/qwpxf796 Mahendra. Pengaruh Kualitas Produk. Online Marketing. Electronic Word Of Mouth. Dan Harga Terhadap Minat Beli Produk Fellas. Co. Performa, 6. , 255Ae264. https://doi. org/10. 37715/jp. Maulida. Edris. , & Utomo. The influence of product reviews and content creators on purchase interest through affiliate marketing of Shopee e-commerce users in Kudus Regency. Journal Finance Business Digital, 2. , 365Ae374. https://doi. org/10. 55927/jfbd. Nabillah. Taruna. , & Warsono. Pengaruh media sosial promosi, variasi produk dan kualitas produk terhadap minat beli produk skincare Somethinc. Jurnal Administrasi Bisnis (JADBIS), 3. https://doi. org/10. 31294/jab. Nada. Ilyana. , & Putri. Pengaruh content creator, review product, dan promosi dalam meningkatkan minat belanja generasi Z pada produk batik tulis. Jurnal Ekonomi Sakti (JES), 13. https://doi. org/10. 36272/jes. Nugeraha. , & Subagja. Pelatihan online marketing dalam meningkatkan penjualan produk bubuk kakao bagi generasi muda di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6. , 261Ae https://doi. org/10. 30595/jppm. Rossanty. Mahari. Lorencia. , & Pangabean. Pengaruh Bundling Product dan Diskon Harga Terhadap Minat Beli Produk lokal Gladtoglow di Tiktokshop (Studi Pada Mahasiswa di Kota Meda. IKRAITH-EKONOMIKA, 8. , 612-623. Safika, & Masnawati. Persepsi kualitas, efektivitas pemasaran, minat beli konsumen dan merek peningkatan penjualan produk skincare Scarlett. Joses: Journal of Sharia Economics Scholar, 2. , 1Ae5. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Sari. Hendayana. , & Wijayanti. Pengaruh social media marketing, brand ambassador dan bundling product terhadap keputusan pembelian pada produk MS Glow di Bekasi Utara. Jurnal Economina, 2. , 2579Ae2595. https://doi. org/10. 55681/economina. Sarstedt. Hair. , & Ringle. AuPLS-SEM: Indeed a silver bulletAyAeRetrospective observations and recent advances. Jurnal Teori dan Praktik Pemasaran, 31. , 261Ae275. Satriatama. , & Widyasthana. Marketing mix analysis of Somethinc brand skincare manufacturer in East Jakarta. International Journal of Current Science Research and Review. https://doi. org/10. 47191/ijcsrr/V7-i7-35 Siregar. Ginting. , & Gultom. The influence of product bundling and perceived value on continuance intention through the satisfaction of non-subsidized KPR debtors Bank BTN Medan Branch Office. Asian Journal of Management Analytics, 4. , 999Ae1018. https://doi. org/10. 55927/ajma. Sulindra. Ningsih. Wibowo. , & Permana. Pemanfaatan influencer produk Somethinc dalam strategi digital marketing di kalangan masyarakat. Journal of Business Finance and Economic (JBFE), 3. https://journal. id/index. php/jbfe Sutarman. Oxcygentri. , & Kusumaningrum. Pengaruh unggahan dari content creator program afiliasi e-commerce Shopee terhadap minat beli. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8. , 70Ae80. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Toruan. Mahardini. Hidayat. , & Kurniawan. Peran Digital Marketing. Content Creator. Dan Kualitas Konten Wardah Terhadap Minat Beli Gen Z. IKRAITH-EKONOMIKA, 7. https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Putri Nazilatul Fadhliyah et al. Online Marketing. Content Creator. Bundling Product. Interested in Buying Wijaya. , & Kinder. Pengaruh price bundling dan product bundling terhadap niat membeli yang dimoderasi oleh barang komplementaritas. Jurnal Manajemen, 17. Wulandari. Priyono. , & Saraswati. Pengaruh citra merek, persepsi kualitas, social media influencers terhadap minat beli skincare MS Glow (Studi kasus wanita Malan. E-JRM: Elektronik Jurnal Riset Manajemen, 12. Zuhroh. , & Febriansah. The influence of using social media platforms, price perceptions and service quality on purchasing decisions at Home Catering. Mother of PasuruanAos Kitchen. UMSIDA Preprints Server. https://doi. org/10. 21070/ups. Declarations