Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. ISSN: 1978-1520 UPAYA PENINGKATAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TUA TERKAIT UPAYA PENGETAHUANORANG ORANG TUA TERKAIT IMUNISASI DASAR MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DIDI IMUNISASI DASAR MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PUSKESMAS PUSKESMASMINASA MINASAUPA UPA Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Din Nurul Rasidin Rumi1*. Rosdianah Rahim2. Darmawansyih3. Rini Fitriani4. Najamuddin Andi Palancoi5. Purnamaniswaty Yunus6 1,2,3School of Medicine. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar *e-mail: drum2811@gmail. Abstract Abstract One effective method of controlling and eradicating infectious diseases that can cause death is One effective method of controlling and eradicating infectious diseases that can cause death is The Thelevel success isis determined determined not not only only by by the One availability of vaccines, but also by community behavior. One factor is parents' knowledge and The method consisted of a pre-test, a question and answer The method of a pre-test, a question post-test. The answer session, and a post-test. The results of the activity, which was attended by 14 people, showed that knowledge of the target group about basic immunization before the counseling was only 5 people in the good the level of knowledge of the target group about basic immunization before the counseling was only 5 . 7%), 12 people . 7%). toThe Wilcoxon test results showed atest effect ona people in the good . 7%), 12 people . 7%). The Wilcoxon results showed . -value was an significant effect on the increase in participants' knowledge after health promotion . -value = 0. conclusion, there was an increase in participants' understanding of basic immunization after the of health the success of health promotion through counseling. Keywords: Immunization. Public Health Center. Health Promotion Keywords: Immunization. Public Health Center. Health Promotion Abstrak Salah metode yang efektif dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian adalah melalui imunisasi. Tingkat cakupan dan keberhasilan imunisasi tidak hanya ditentukan melalui ketersediaan vaksin, tetapi juga oleh perilaku masyarakat. Salah satu diantaranya adalah pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap imunisasi. Metode kegiatan terdiri dari pre-test, penyuluhan interaktif, tanya jawab, serta post-test. Hasil pelaksanaan kegiatan yang diikuti sebanyak 14 orang didapatkan tingkat pengetahuan sasaran tentang imunisasi dasar sebelum penyuluhan hanya sebanyak 5 orang berada pada kategori baik . ,7%) meningkat menjadi 12 orang . ,7%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pegetahuan peserta seteha dilakukan penyuluhan . -value = 0,. Kesimpulannya, didapatkan peningkatan pemahaman peserta tentang imunisasi dasar setelah penyuluhan, yang menunjukkan keberhasilan penyuluhan melalui Kata kunci: Imunisasi. Puskesmas, penyuluhan PENDAHULUAN Salah metode yang efektif dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian adalah melalui imunisasi. Imunisasi secara nyata memberikan manfaat bagi semua kalangan tanpa menilai status dari masyrakat tersebut. Imunisasi untuk orang dewasa berperan dalam peningkatan mekanisme pertahanan tubuh sehingga penularan ataupun komplikasi dari penyakit tertentu dapat dihindari. Sementara itu, imunisasi bagi anak-anak manfaatnya lebih signifikan, khususnya dalam rangka penurunan angka kematian akibat penyakit. Imunisasi pada anakanak juga berfungsi untuk mencegah berbagai risiko kesehatan sejak usia dini hingga memasuki usia dewasa (Kemenkes, 2022. Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) adalah imunisasi yang telah diterima oleh bayi sejak usia 0Ae9 bulan sesuai dengan jadwal imunisasi. Dimulai dari pemberian HB-0 kurang dari 24 jam setelah lahir, pemberian BCG dan Polio 1 pada usia 1 bulan. DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 usia 2 bulan. DPT-HBHib 2 dan Polio 3 pada usia 3 bulan. DPT-HB-Hib 3. Polio 4, serta IPV pada usia 4 bulan, dan pemberian MR atau campak-rubela pada usia 9 bulan (Kemenkes, 2022. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 IJCCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Din Nurul Rasidin Rumi. Rosdianah Rahim. Darmawansyih. Rini Fitriani. Najamuddin Andi Palancoi. Purnamaniswaty Yunus Imunisasi menjadi bagian dari penguatan kesehatan masyarakat yang efektif dalam menghadapi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Selain membantu dalam mendukung pencegahan penyakit menular, manfaat lainnya yakni pemberian dukungan terhadap pembangunan pada bidang ekonomi dan pendidikan (Adiwiharyanto, 2. Keberhasilan cakupan imunisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan vaksin, tetapi juga oleh perilaku masyarakat yaitu mulai dari faktor predisposisi . isalnya sikap dan pengetahuan orang tu. , faktor pendukung . emudahan akses dan saran. , hingga faktor pendorong . ukungan dari Pada sisi faktor pendukung, peran fasilitas kesehatan, mutu pelayanan, dan kompetensi petugas sangat penting dalam peningkatan keberhasilan cakupan imunisasi. (Penilih, 2. METODE Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia 0-9 bulan dalam rangka melengkapi imunisasi dasar. Metode kegiatan ini disusun sistematis mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 23 September 2025 pukul 00 WITA di Puskesmas Minasa Upa. Kota Makassar. Penilaian terhadap peningkatan dari pengetahuan orang tua dinilai melalui perbandingan antara nilai pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan dengan sitem penilaian salah dan benar. Tingkat pengetahuan dari peserta dibagi ke dalam 3 kategori yakni baik . , cukup . , dan kurang . i bawah . Hasil yang diharapkan setelah dilakukan penyuluhan adalah peningkatan dan perbaikan tingkat pengetahuan dari perserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Agenda penyuluhan dengan topik imunisasi dasar yang dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 di Puskesmas Minasa Upa diikuti oleh 14 orang dari kalangan orang tua yang membawa anaknya untuk imunisasi. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dasar terkait imunisasi khususnya yang menjadi bagian dari program pemerintah. Tahapanan kegiatan : Tahap Persiapan A Koordinasi dengan kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab bagian Imunisasi Puskesmas Minasa Upa Pembuatan laporan perencanaa yang meliputi : Pengertian imunisasi Penyakit yang dapat dicegah deng imunisasi Jenis dan jadwal pemberian imunisasi dasar Kontraindikasi imunisasi Desain instrumen pre-test dan post-test . soal benar/sala. Persiapan alat bantu: banner, kartu jadwal imunisasi dan daftar hadir Tahap Pelaksanaan A Pengisian absensi peserta A Pembagian lembar pre-test Pengisian pre-test . A Penyuluhan interaktif (A15 meni. , meliputi: Ceramah menggunakan dengan bantuan media banner P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Tanya-jawab dan diskusi kelompok kecil A Pengisian post-test . A Penutupan ISSN: 1978-1520 Tahap Evaluasi Pengumpulan dan rekapitulasi hasil pre-test dan post-test Analisis data kuantitatif menggunakan perangkat statistik sederhana. Hasil Pre-Test dan Post-Test Peserta penyuluhan di Puskesmas Minasa Upa Penilaian pengetahuan dilakukan melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Setiap tes terdiri dari 10 soal dengan sistem penilaian benar = 1, salah = 0. Berdasarkan hasil pre-test, sebagian besar peserta penyuluhan masih memiliki tingkat pengetahuan yang kurang terhadap imunisasi . ,0%). Namun, terdapat peserta dengan pengetahuan cukup . ,3%) dan baik . ,7%). Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta. Proporsi peserta dengan kategori baik meningkat menjadi 85,7%, sementara kategori cukup memiliki proporsi yang tetap . , dan peserta dengan tingkat pengetahuan kurang sudah tidak ada . ,0%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang kurang, tetapi melalui kegiatan edukasi terjadi peningkatan terhadap pengetahuan peserta yang masuk kategori baik dan menurunkan jumlah peserta dengan pengetahuan kurang. Dengan demikian, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap imunisasi. PerubahanTingkat Pengetahuan Setelah dilakukan penyuluhan Hasil komparasi menggunakan aplikasi SPSS menunjukkan nilai rata-rata hasil pre-test sebesar 6,78, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 9,28. Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,003 . < 0,. , yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Dengan demikian, penyuluhan terbukti berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peserta terkait imuniasai Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Banyak penelitian terbaru menegaskan pentingnya penyuluhan kesehatan sebagai intervensi utama untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, dan menguatkan upaya promotif-preventif di Hasil literature review oleh Sutrisno . menyimpulkan bahwa sebagian besar studi menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan masyarakat setelah mengikuti program edukasi atau penyuluhan. Hasil pre-test dan post-test peserta penyuluhan berkisar antara peningkatan 10% hingga lebih dari 25%, tergantung pendekatan dan media yang digunakan. Dampak penyuluhan juga sering diperkuat melalui kegiatan berbasis komunitas seperti Kuliah Kerja Nyata yang melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator (Siregar et al, 2025. Abdi et al. , 2025. Cahyani, 2. Meskipun sebagian besar peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan, perbedaan tingkat penyerapan materi sering dipengaruhi oleh karakteristik individu. Faktor seperti usia, tingkat pendidikan, daya ingat, konsentrasi, dan kondisi fisik atau psikologis kemungkinan memeberikan pengaruh dalam keberhasilan edukasi. Peserta dengan pendidikan lebih tinggi cenderung lebih mudah memahami dan mengingat materi dibandingkan kelompok dengan pendidikan rendah. Sejalan dengan itu, penelitian lain juga mengamati bahwa motivasi, kesadaran diri, serta pengalaman personal sangat berperan terhadap efektivitas penyuluhan yang diterima. Faktor eksternal seperti kesibukan, lingkungan sosial, dan waktu pelaksanaan penyuluhan juga terkadang memengaruhi hasil. Oleh karena itu, identifikasi dan pemetaan karakteristik individu sejak awal dinilai penting untuk menyusun strategi intervensi yang lebih efektif (Ammar, 2025. Nurngafiah et al, 2. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 IJCCS Vol. No. July201x : first_pageAeend_page Din Nurul Rasidin Rumi. Rosdianah Rahim. Darmawansyih. Rini Fitriani. Najamuddin Andi Palancoi. Purnamaniswaty Yunus Temuan ini memperlihatkan bahwa penyuluhan harus terus dilakukan dan sebaiknya diperluas. Upaya meningkatkan efektivitas penyuluhan pada kelompok yang kurang responsif terus berkembang melalui inovasi metode dan media edukasi. Strategi yang adaptif dan berbasis karakteristik peserta mendorong pencapaian target minimal pelayanan kesehatan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan (Sunaeni et al. , 2023. Ratnawati, 2. Tabel dan Gambar Tabel 1. Distribusi Hasil Pre-Test Post-Test Peserta Penyuluhan Puskesmas Minasa Upa Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Pre Test Post Test Tabel 2 Hasil Uji Wilcoxon Sebelum dan Sesudah dilakukan Penyuluhan Jenis Tes Pre-test Post-test Nilai Rata-rata 6,78 9,28 . p-value 0,003 . Gambar 1. Kegiatan penyuluhan . penyampaian materi . tanya jawab dengan peserta kegiatan KESIMPULAN DAN SARAN Program penyuluhan melalui penyuluhan yang dilaksanakan bagi orang tua peserta imunisasi di Puskesmas Minasa Upa Makassar terbukti memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman terkait imunisasi dasar untuk anak. Hasil evaluasi memperlihatkan adanya pengaruh yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dari peserta dengan ratarata 6,78 pada pre-test menjadi 9,28 pada post-test, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Pada masa mendatang, diharapkan penyuluhan semacam ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan serta topik yang diberikan lebih dikembangkan. Pendekatan penyuluhan berbasis komunitas yang dilaksanakan pada kegiatan ini juga dapat dijadikan acuan di puskesmas lain dengan topik yang serupa atau dapat dikolaborasikan dengan lintas sektor. Dengan konsistensi dan keberlanjutan, kegiatan ini dapat menjadi upaya jangka panjang untuk meningkatkan capaian imunisasi dasar pada anak dan menurunkan angka kesakitan yang terjadi pada anak-anak. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. DAFTAR PUSTAKA