Elin Siska Dayani Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Elin Siska Dayani Magister Seni - Pengkajian Seni Media Rekam Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jln. Suryodiningratan No. 8 Yogyakarta E-mail: elinsiskadayani@gmail. ABSTRACT The documentary Ice. Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso examines the reality of national news coverage of the 2016 murder case. When released by Netflix, the documentary offered viewers the opportunity to reproduce the meaning of the film and give rise to new perspectives. Literature studies regarding cognitive perspectives are the offer of this research in producing documentary meaning. The cognitive perspective is a form of change in the psychological process of thinking, understanding and reasoning about developments that occur. Conceptualization of a cognitive perspective needs to involve filmmakers and audiences in harmonizing the meaning of the documentary so that reality can be conveyed. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The results of the research show that the activity of watching documentaries can involve a cognitive perspective that includes social media as an intermediary for delivery. Social media, with its power, creates involvement in watching the documentary film Ice. Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso. Keywords: Film Documentary. Ice cold. Cognitive perspective. Social Media ABSTRAK Film dokumenter Ice Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso memengaruhi cara publik memandang kembali kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun 2016. Setelah dirilis oleh Netflix, dokumenter ini memicu diskusi luas di media sosial dan membuka ruang bagi penonton untuk membentuk pemaknaan secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk mengkaji film dokumenter dapat memicu proses kognitif pengguna media sosial. Proses ini melibatkan aktivitas berpikir, memahami, dan menalar informasi yang berkontribusi pada pembentukan perspektif baru dalam menonton film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menonton dokumenter tidak hanya melibatkan penerimaan informasi secara pasif, melainkan ikut dalam memilah informasi secara aktif. Film dokumenter melibatkan penonton menyusun, menyesuaikan, dan merekonstruksi pengetahuannya melalui proses kognitif yang dipicu oleh narasi, data, dan kesaksian yang disajikan dokumenter menjadi bentuk pengalaman kognitif yang memungkinkan pembentukan makna secara aktif. Kata kunci: Film Dokumenter. Ice Cold, perspektif kognitif, media sosial PENDAHULUAN Pada Wongso diduga memasukkan racun sianida Indonesia ke dalam kopi milik Wayan Mirna Salihin digemparkan oleh kasus pembunuhan yang di sebuah kafe ternama di Jakarta. Olivier dikenal dengan kopi sianida. Kasus ini Cafy (Sari & Putera, 2. Pemberitaannya menjadi pemberitaan nasional setelah Jessica tersebar luas diberbagai media dan menarik Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial perhatian besar publik, saat itu rating berita salah satu pihak, menunjukkan dokumenter mencapai 15%, dua kali lipat dari angka ini berhasil memicu pergeseran opini dan rata-rata (Ariefana, 2. Televisi sebagai menciptakan wacana baru dalam masyarakat. media sumber informasi saat itu, memiliki Persoalan kebenaran dalam dokumenter kekuatan besar dalam membentuk opini menjadi kompleks ketika reaksi pengguna publik sehingga membangun perspektif atas media sosial tidak sejalan dengan realitas yang apa yang disaksikan (Eriyanto, 2. Namun. Isu kebenaran kembali diperdebatkan, pertumbuhan internet di Indonesia yang memunculkan diskusi terkait isi dokumenter semakin meningkat setiap tahunnya membuat rawan distorsi informasi (Mudjiyanto dkk. , sehingga diperlukan proses kognitif dalam menerima informasi, seperti informasi representasi pengetahuan ilmiah, yang justru pada film dokumenter. Tujuh Dokumenter terutama dikalangan pengguna media sosial. September 2023, kasus Jessica Wongso kembali Media sosial memiliki kekuatan dan kecepatan mencuat melalui film dokumenter Ice Cold: dalam menyebarkan opini, sehingga turut Murder. Coffee, and Jessica Wongso yang dirilis oleh Netflix. Film ini memunculkan kembali dokumenter ini. Penelitian ini menawarkan diskursus publik yang berkembang jauh lebih masif dan cepat dibandingkan tahun kekuatan media sosial, serta kaitannya dengan Dokumenter tersebut bahkan sempat perspektif kognitif pengguna media sosial. kembali ditayangkan oleh televisi berita Berdasarkan data dari detik. Indonesia nasional. TVOne yang menandakan pengaruh menempati posisi keempat tertinggi sebagai negara dengan pengguna internet aktif di perhatian publik terhadap kasus lama. Hal ini dunia (Zulfikar, 2. Fakta ini menunjukkan disebabkan oleh pengaruh media sosial yang bahwa isu sensitif seperti dokumenter Ice Cold semakin meningkat. sangat potensial menjadi diskursus di ranah Penelitian Selain didukung oleh konektivitas dokumenter Ice Cold: Murder. Coffee, and Jessica internet, berbagai pihak juga memanfaatkan Wongso membentuk perspektif baru pada momentum ini untuk memperoleh keuntungan penonton yang dibantu oleh media sosial. pribadi, misalnya dengan unggahan analisis Hal ini menjadi pemicu karena penonton ahli melalui akun masing-masing untuk menjangkau jutaan penonton. masing-masing dalam menikmati film dokumenter. Respons Beberapa kajian sebelumnya membahas penonton tidak lagi berhenti di ruang pribadi, keterkaitan tema yang relevan dengan fokus melainkan bergeser secara masif ke ruang penelitian ini, sehingga dapat memperkuat publik melalui media sosial. Banyak pengguna dasar penelitian. Berbagai sumber tersebut media sosial memberikan dukungan kepada tidak hanya menjadi referensi pembanding. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani tetapi juga memberikan perspektif yang memfokuskan kepada responden terhadap seimbang untuk memahami persoalan secara kegentingan dalam media maya dan secara lebih menyeluruh. Penelitian sebelumnya jelas menjadikan dokumenter sebagai contoh salah satu media penyampaian pesan urgensi memberikan landasan yang solid bagi arah terhadap kekhawatiran dari kejahatan dunia analisis dalam penelitian ini. maya (Kirana & Kusuma, 2. Penelitian Penelitian pertama ditulis oleh Renta Vulkanika Hasan. Lastoro dengan cara wawancara mandalam untuk Simatupang, dan Kurniwan Adi Sucipto. mendapatkan data primer. Rangkaian kajian Pemaparannya dilakukan dengan pemetaan penggunaan dokumenter dengan melibatkan pengalaman teori Struat Hall sebagai teori utama yang filmis dari kebenaran dokumenter. Persamaan dari penelitian yang ditulis oleh Renta informan yang tidak bekerja. Setelah berbagai dengan penelitian ini saling memberikan pengaplikasian tentang dokumenter melalui dengan teori resepsi Struat Hall dan diberikan Lono oleh Wangsit ini menggunakan informasi Perbedaanya terletak pada pokok bahasan Kajian selanjutnya ditulis oleh Chelsy utama dan komposisi penyelesaian. Artikel Yesicha dan Ratna Noviani yang memaparkan yang ditulis oleh Renta dan kawan-kawan kampanye perubahan dari film dokumenter mencoba berbagai teori rekonseptualisasi dan kontribusi penonton sebagai penghasil yang sesuai dengan permasalahan perihal makna aktif dalam menangkap berbagai kebenaran dalam dokumenter dan berujung isu sensitif film. pada penawaran sudut pandang. Berbeda dengan penelitian ini yang mempusatkan film kalangan umur dan jenjang pendidikan dokumenter dapat menimbulkan hadirnya yang berbeda untuk mengetahui perspektif persepsi baru yang disebabkan kekuatan tentang ancaman lingkungan dalam film Sexy media sosial, fungsi kognitif, serta dokumenter Killers yang dibahas oleh berbagai kalangan itu sendiri (Vulkanita Hasan dkk. , 2. usia, jenjang pendidikan, dan tenaga kerja. Kajian ini menggunakan Penelitian selanjutnya ditulis oleh Wangsit Penelitian yang ditulis oleh Chelsy dan Ratna Galuh Candra Kirana dan Ade Kusuma. ini memiliki sudut pandang persamaan Artikel ini mendeskripsikan kekhawatiran memunculkan penonton sebagai pemeran pengguna sosial terhadap kejahatan dunia maya yang tanpa batas dengan menggunakan penelitian ini akan menonjolkan peran media Persamaan sosial dan perspektif baru hadir dan membuat penelitian adalah dengan menggunakan sudut dokumenter dibicarakan publik (Yesicha & pandang penonton untuk mengetahui makna Noviani, 2. Struat Hall. dari dokumenter. Pembedanya, penelitian ini Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Pembedanya. Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial mencakup dokumen film dokumenter itu METODE Film dokumenter Ice Cold: Murder. Coffee, sendiri, artikel ilmiah, buku, berita daring, and Jessica Wongso menjadi tema analisis podcast, serta video-video pendukung yang utama dalam penelitian ini. Dokumenter ini tersebar di media sosial seperti YouTube, mengisahkan ulang peristiwa sensitif yang Instagram, dan TikTok. Platform-platform terjadi pada Januari 2016, yaitu kematian ini dipilih karena memiliki kontribusi besar Wayan Mirna Salihin yang menyeret Jessica dalam penyebaran opini karena merupakan Wongso sebagai tersangka. Film dokumenter bagian platform pengguna terbanyak di ini menyajikan berbagai perspektif dari pihak- Indonesia dan rekonstruksi makna publik pihak yang terlibat, mulai dari aparat hukum, terhadap dokumenter tersebut. Peneliti juga pakar forensik, keluarga korban, hingga mempertimbangkan konten yang diproduksi Penonton diperlihatkan dua kubu oleh influencer, kanal YouTube populer, dan Pertama, meyakini Jessica sebagai komentar pengguna media sosial sebagai dalang dari pembunuhan berencana tersebut. data pelengkap. Kehadiran para ahli dalam Kedua, menilai bahwa Jessica bukanlah dokumenter juga turut menjadi sumber Perbedaan perspektif ini menjadi penting dalam menelusuri konstruksi naratif kunci utama dalam pembentukan makna kebenaran mengenai film dokumenter. yang dihasilkan penonton setelah menonton Data dikumpulkan melalui observasi dokumenter, terutama dalam konteks media terhadap film dokumenter dan konten-konten sosial sebagai ruang artikulasi opini publik. digital yang membahas atau merespons Penelitian ini menggunakan metode dokumenter tersebut. Penelitian ini juga kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. dilakukan tinjauan ulang terhadap sumber- Pendekatan sumber sekunder yang relevan seperti artikel mengeksplorasi fenomena dan pemahaman akademik dan pemberitaan media daring. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dapat memengaruhi perspektif penonton, menelusuri komentar-komentar publik yang khususnya pengguna media sosial (Creswell, tersebar di media sosial serta menyusun Penelitian ini bertujuan menafsirkan dan mencatat adegan-adegan penting dari perspektif kognitif atas kebenaran yang para ahli. Video podcast yang menyertakan observasi untuk memahami bagaimana isu ini sebagai realitas baru yang berbeda dari narasi terus bergulir di ruang digital pasca-rilis film. Analisis media sebelumnya. Penelitian ini menekankan makna dalam peredaran diskursus setelah penayangan film. narasi dokumenter serta tanggapan publik peran aktif penonton sebagai subjek penghasil Sumber informasi dalam penelitian ini Peneliti terhadapnya melalui kategori makna yang Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani terbentuk di media sosial. Data dianalisis yang ditampilkannya (Aufderheide, 2. untuk mengidentifikasi pergeseran perspektif Dokumenter penonton, dari pandangan awal ketika kasus kasus Jessica Wongso melalui wawancara, pertama kali terjadi pada tahun 2016 hingga rekaman arsip, dan analisis dari berbagai setelah dokumenter dirilis pada tahun 2023 pihak memunculkan ruang baru bagi publik untuk menafsirkan ulang yang selama ini masa lalu dan konstruksi baru yang muncul mereka pahami. Setiap penonton merespons pasca-penayangan Ice Cold ini mencoba memahami dinamika persepsi belakang pengetahuan, pengalaman, dan publik sebagai bentuk pengalaman kognitif afiliasi emosional mereka terhadap kasus baru yang dipengaruhi kekuatan media visual tersebut (Staiger, 2. Respons ini terlihat dan sosial. dalam diskusi-diskusi di media sosial yang mencerminkan munculnya beragam tafsir, mulai dari dukungan, keraguan, hingga penolakan terhadap narasi yang ditampilkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Film dokumenter Ice Cold: Murder. Coffee. Hal and Jessica Wongso memunculkan dampak dokumenter bukan hanya menyampaikan yang nyata di ranah media sosial. Publik kembali membicarakan kasus tersebut setelah dirilis oleh Netlix, kali ini dengan perspektif modern, terutama yang berbasis digital, baru yang dipengaruhi oleh paparan fakta audiens tidak hanya menjadi penonton pasif dari para ahli dan wawancara dengan pihak- tetapi juga dapat berpartisipasi dalam narasi, pihak yang sebelumnya terlibat. Tayangan yang lebih lanjut memengaruhi persepsi mereka (Winston dkk. , 2. Film kembalinya topik kasus Jessica Wongso ke televisi, salah satunya melalui program di TV Respon awal pengguna media sosial ketika One. Meskipun sejak 2016 media sosial sudah jessica menjadi tersangka pembunuhan menjadi ruang diskusi publik dan penggunaan pada tahun 2016. Data dari arsip komentar YouTube smartphone semakin meluas, televisi tetap menjadi referensi informasi yang dikonsumsi masyarakat, walaupun terjadi pergeseran pola Twitter . ekarang X) yang ditampilkan pada menonton ke platform digital seperti YouTube. film dokumenter memperlihatkan bahwa Publik masih bisa menonton tayangkan ulang perbincangan publik tidak hanya terbatas televisi melalui Youtube dan mudah diakses pada aspek moral atau emosi, tetapi juga (Abdullah & Puspitasari, 2. memasuki ranah teknis forensik. Misalnya, salah satu komentar berbunyi. Au15 grams is dokumenter bertumpu pada faktualitas dan an outrageous dose, even an elephant can die membawa klaim kebenaran atas realitas instantlyAy . engguna: SepKL), menunjukkan Berbeda Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Table 1. Respon awal pengguna media sosial terhadap kasus Jessica Wongso Gambar 1. Respon awal pengguna media sosial (Sumber: film dokumenter Ice Cold. Murder. Coffer, and Jesicca Wongso. Netflix, 30 April 2. bahwa sebagian pengguna media sosial secara aktif menganalisis kelogisan dakwaan Hal No. Akun Komentar itAos scary bro, the wife also drank that long ago cyanide comes from KasCu Wow the poison is scary Aditz maybe the server or the Sugi Yes, try to finf the use of cyanide, one of which is a fungicide and rat poison Irwin isnAot the poison HCn? Santoso 90 milligrams causes death, she was given 15 gramsA SepKL 15 grams is an outrageous dose even en elephant can die instantly informasi yang disampaikan media. Respon kemudian berubah bentuk menjadi meme dan lelucon publik, seperti AuAti-ati ada Table 2. Respon bergeser ke arah humor (Sumber: Hens, 2016. Diakses 30 April 2. sianida hahaAy . engguna: @ebric. , yang menggambarkan terjadinya perubahan makna dari tragedi menjadi humor. Menurut Richard Darwin, meme digunakan untuk menjelaskan No. Respon 1 Respon 2 difusi ide dari fenomena budaya yang mengimplementasikan peniruan dari budaya. Fenomena perubahan kasus kriminal menjadi sebuah meme ini tersebar melalui komentarkomentar sosial media, imitasi dan parodi melalui berita media lain (Redia & Haryanto, sepenuhnya mengakhiri perdebatan publik. Sebaliknya, kasus ini terus hidup dalam Respons oleh representasi media yang membentuk menunjukkan perkembangan yang dinamis. persepsi kolektif. Berikut adalah rerspon Isu ini tidak hanya dipahami sebagai perkara dan masyarakat yang ditampilkan dalam dokumenter Ice Cold: dimensi sosial dan konstruksi media. Hal ini menunjukkan bahwa putusan hukum tidak Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani Table 3. Komentar media sosial sebelum dokumenter Ice Cold. Murder. Coffer, and Jessica Wongso rilis (Sumber: Netflix diakses pada 30 April 2. No. Komentar Sosial Media Terekam dalam Dokumenter Narasi dan Keterangan Kemarahan publik setelah kasus semakin pelik terekam dalam komentar media sosial yang mengandung dukungan pada korban. Akun Anne menuliskan: Rip MirnaA Jessica, may you realise what youAove done. Sadist! (Jessica, kau harusnya sadar apa yang telah kau lakukan. Sadis!) Meski persidangan belum selesai, publik media sosial telah siap mengutuk dugaan tersangka kriminal. Akun bernama Elena mengomentari: why donAot you just die Jess? (Kenapa kamu tidak mati saja. Jess?) Opini publik sudah mulai terbentuk saat posisi terduga tersangka makin terpojok dengan bukti cctv. Akun bernama Nikki G mengomentari: it has been proven A POISON KILLER revealed . ni sudah terbukti, pembunuh beracun terungka. Pembawa Berita Fristian Griec yang saat itu secara langsung mewawancarai Jessica mengatakan: AuOpini publik pada saat itu 100% sudah menghakimi Jessica telah Ay Tidak semua menghakimi, saat Otto Hasibuan pengacara tersohor memberikan beberapa bukti dalam persidangan, komentar publik berbalik mendukung terduga pelaku Jessica. Salah satu komentar dari Pam menuliskan: so itAos true what Otto this is a no case. (Jadi benar apa yang Otto bilangAini bukan kasu. Akun bernama Japra menuliskan: Sending prayers to Jessica (Mengirimkan doa untuk Jessic. Komentar publik saat itu tidak hanya tertuju pada praduga pelaku, tetapi salah satu ahli yang dihadirkan oleh pihak pelaku. Seeka: djaya closed his eyes end confused the facts for the fees that he received. djaya menutup mata karena fakta dia menerima bayara. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Kini, putusan sudah diambil. Jessica wongso dihukum selama 20 tahun masa tahanan oleh pengadilan. Ketika putusan baru saja diberikan, selembaran media memainkan triknya untuk konsumen dengan headline AuJessica Masih Bisa Menebar Senyum. Ay Sebelum dokumenter Jessica dirilis oleh Netflix, masih banyak orang-orang yang berpendapat tentang psikologis Jessica. AuKalau dari saya sendiri sih, kalau dilihat dari karakter dan muka Jessica kayaknya dia emang bisa menyimpan atau menyembunyikan sesuatu. Ay AuWaktu itu, waktu dia mau masuk penjara, dia sempet tersenyum kan?Ay Perspektif pengguna media sosial setelah film dokumenter ice, cold, murder, coffee, and jessica wongso dirilis oleh netflix Penelitian ini mengambil data dari media sosial dengan prosedur pemilihan Table 4. Akun media sosial yang membahas dokumenter Ice Cold. Murder. Coffer, and Jessica Wongso No. Akun Media Sosial Pengikut Akun tiktok @ 2 juta . ertanggal 30 April 2. Akun youtube Richard Lee. MARS 5,48 juta . ertanggal 30 April2. Akun Instagram @ dan kanal youtube Dedy Corbuzier 12,3 juta pengikut akun Instagram dan 24,3 juta kanal Youtube . ertanggal 30 April 2. Akun youtube Karni Ilyas Club 987 ribu . ertanggal 30 April 2. subjek yang terstruktur. Pengguna media sosial dipilih berdasarkan kapasitas mereka dalam menyebarkan konten, ditandai dengan jumlah pengikut dan subscriber yang tinggi. Selain itu, pengumpulan data juga mempertimbangkan konten yang menghadirkan bintang tamu yang sama dengan narasumber ahli dalam film dokumenter. Penelitian ini melibatkan analisis konten dari pengguna media sosial dengan jangkauan luas seperti TikTok. YouTube, dan Instagram. Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna TikTok terbanyak di seluruh dunia pada tahun 2024 (Fatika, 2. , pengguna pengguna Instagram di dunia tahun 2024 nomor empat terbanyak Youtube di tahun (Dixon, 2. menjadikan platform ini sebagai 2025 (Ceci, 2. , dan nomor empat terbanyak sumber utama dalam pengumpulan data Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani pascarilis film dokumenter Ice Cold: Murder, representasi dunia yang secara alami hasil Coffee, and Jessica Wongso. dari reproduksi realitas. Reproduksi realitas Salah satu akun media sosial TikTok, @vincentsius, mewakili arti bahwa segala sesuatu yang ditayangkan dalam dokumenter merupakan membahas isi dari film dokumenter Ice Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso. Akun ini kehidupan seseorang, tradisi, dan konflik dikenal sebagai kanal yang secara konsisten yang terjadi. Mengimplementasikannya ke mengulas kasus-kasus kriminal dan tragedi dokumenter Ice Cold. Murder. Coffer, and Jessica di Indonesia dengan pendekatan analitis. Wongso, kebenaran terkait isi dari dokumenter Vincent tersebut memberikan perspekti baru. Berbagai perspektifnya setelah menonton dokumenter kalangan yang memiliki indeks media sosial tersebut, menyatakan bahwa Netflix berhasil kuat, mencoba untuk memberikan wadah membentuk ulang opini publik melalui narasi untuk berbagai pengguna media sosial lain yang disusun secara persuasif. Ia menilai menawarkan perspektifnya. Posisi kebenaran bahwa dokumenter ini bertujuan memberikan akan konflik yang telah lama kembali tercuat sudut pandang baru bagi audiens. Ulasan dengan berbagai perspektif yang timbul tersebut dibagi ke dalam dua video. Pada (Nichols, 2. video pertama. Vincent mencoba memahami Penerimaan makna dari film dokumenter kasus dari sudut pandang korban, sementara Ice Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso pada video kedua ia mengambil posisi memengaruhi pengguna media sosial dalam seolah-olah Jessica Wongso tidak melakukan membentuk perspektif terhadap kasus yang Penelitian ini menemukan bahwa dan YouTuber Dr. Richard juga mengangkat terdapat proses kognitif yang berlangsung isu ini melalui kanal pribadinya dengan ketika pengguna media sosial memproduksi menghadirkan Otto Hasibuan, pengacara makna atas isi dokumenter tersebut. Menurut Jessica Wongso dan Dr. Djaja, saksi ahli dalam Jean kasus tersebut. Keterlibatan figur publik lain aktivitas berpikir, memahami, dan menalar seperti Deddy Corbuzier melalui platform dalam rangka memperoleh, mengurutkan. Instagram dan YouTube turut memperluas serta menggunakan pengetahuan. Individu Selain Vincent. Piaget, menguatkan posisi media sosial sebagai arena dunia melalui tiga mekanisme utama, yaitu pembentukan opini dalam kasus ini. asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi, yang bekerja dalam kerangka skema. Penonton Kebenaran yang sejak awal meyakini bahwa pelaku telah terbukti bersalah cenderung mengasimilasi kognitif pengguna media sosial Bill Nichols informasi baru ke dalam kerangka keyakinan dokumenter merupakan bagian dari realitas Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Namun, ketika dokumenter menyajikan Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial Table 5. Perpektif konten video dari media sosial serta komentar media sosial setelah dokumenter Ice Cold. Murder. Coffer, and Jessica Wongso rilis No. Tangkapan video dan komentar dari pengguna media Komentar di media sosial konten video pertama @vincentsius (Vincentcius, 2. konten video kedua @vincentsius (Vincentsius, 2. Komentar video pertama terbanyak dari 900 komentar pertanggal 30 April 2025 dan ditonton 1,9 juta kali. EL: Audari dulu juga dibikin bingung, alasan kenapa jasad mirna ga dibolehin otopsi sama keluarganya?Ay Konten d r . R i c h a r d (Richard, 2. Komentar ter atas dari 2699 komentar pertanggal 30 April 2025 dan ditonton 6 juta kali. Oleh akun Luth Aryo: Aupertanyaan terbesar gue, kemana suami mirna?Ay Salah satu komentar dari 002 ribu komentar yang ditonton 1,4 juta pertanggal 30 April 2025 oleh akun @ Aumulai ngikutin kasus ini sejak nonton ice cold dan sekarang tayangan ttg kasus ini berasa kuliah hukum gratis. Semangat bang otto!!!Ay Keterangan Konten video pertama tentang dokumenter yang diupload oleh Vincent di media sosial tiktok pribadinya membahas tentang memisalkan dirinya berada di kubu korban dan menjabarkan bukti-bukti untuk mendukung spekulasi bahwa pelaku bersalah. Konten video kedua ini. Vincent menempatkan dirinya sebagai kubu Jessica dan mengulas berbagai bukti yang membela dugaanya yang ada pada Presedur interview oleh Netflix sempat disebut di podcast ini, yaitu tentang perjanjian sebelum wawancara yang isinya narasumber tidak boleh untuk menerima bayaran, tidak boleh melihat hasil sebelum ditayangkan, tidak boleh mengarang atau merubah rubah dan mengarahkan hal Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani Konten di kanal youtube d r . R i c h a r d (Richard, 2. Komentar ter atas dari 25. ribu komentar yang ditonton oleh 7,4juta pertanggal 30 April 2025 oleh akun @ danrinvlog9342: Auyang setuju dibuka lagi kasusnya Jessica. Acungkan jempolnyaAy dan akun @sieoevi Aukasian loh doketer Jaya ini. Dulu dihujat netizen. Dimusuhin. Tp skrg kebukti, dia dokter yg gk pernah merekayasa apapun. Bener2 dokter sejati. Hands down to you Doc. Ay Postingan promosi . Wawancara Karni Ilyas bersama Edi Darmawan Salihin yang merupakan ayah korban. (Ilyas. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Kometar ter atas dari 493ribu kometar dengan like terbanyak pertanggal 04 Desember 2023 oleh akun arnoldpo: AuYa yang lucu karena adanya tiktok dll. documentary durasi 1 jam vs sidang berbulan bulanA netizen warganet bisa lebih conanA Komentar ter atas dari 351 ribu pertanggal 05 Desember 2023 dengan 4juta kali oleh akun @Bombbyzr: AuPanik saat stasiun tv dapat diatur beritanya dengan orangorang dalamnya. Tapi sosial media tidak dapat anda atur pak biarlah kebenaran akan terbuka saat ini. Ay Djaya menjelaskan kronologis dari bidang kedokteran serta menjelaskan tentang crew Netflix yang tidak memberitahu bahwa wawancara terkait untuk kepentingan Deddy Corbuzier podcast kanal youtubenya tentang episode dokumenter Jessica Wongso berkas baru yang tidak dimiliki oleh Netflix. Podcast di tonton 5,8 juta kali pertanggal 05 Desember Edi Darmawan yang ada di dalam dokumenter sempat menyebutkan Netflix tidak membayar untuk wawancara serta meminta untuk menjawab pertanyaan yang ada. Pengaruh Film Dokumenter dalam Membentuk Perspektif Kognitif Pengguna Media Sosial keyakinan awal, seperti pendapat ahli atau pemahaman penonton terhadap kejadian bukti forensik, terjadilah proses akomodasi, yang ditampilkan. Proses ini mengharuskan yaitu penyesuaian atau rekonstruksi skema adanya kerja sama antara pembuat film dan yang sudah ada. Ketegangan antara informasi penonton, sehingga makna tercipta melalui penyelarasan antara narasi pembuat film terciptanya ekuilibrasi, yakni usaha mencapai dan interpretasi audiens. Netflix sebagai keseimbangan kognitif (Piaget, 2. pihak yang bertanggung jawab atas produksi Oleh karena itu, dokumenter bukan hanya Ice Cold: Murder. Coffee, and Jessica Wongso, menjadi media penyampai informasi, tetapi perlu memastikan bahwa kebenaran yang juga alat stimulasi kognitif yang mendorong ditampilkan sesuai dengan fakta yang ada. penonton untuk membentuk pemahaman Perspektif kognitif menjadi elemen penting baru yang lebih reflektif dan terbuka. Hal dalam pengembangan konsep kebenaran ini tercermin dalam aksi pengguna media dalam pembuatan film dokumenter, karena sosial seperti @vincentsius di TikTok yang secara aktif mengulas film dengan dua sudut berdasarkan informasi yang diberikan. pandang berbeda, serta Deddy Corbuzier yang mengundang narasumber langsung untuk memperdalam informasi. Respons-respons ini SIMPULAN menunjukkan bahwa penonton mengaktifkan Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses kognitif untuk membandingkan dan pengalaman menonton Ice Cold: Murder. Coffee, menilai ulang fakta, yang menghasilkan and Jessica Wongso di media sosial menghasilkan makna yang berbeda dibandingkan persepsi berbagai temuan penting. Pertama, pengguna awal ketika kasus pertama kali mencuat ke media sosial secara tidak sadar memproduksi Sejumlah narasumber yang diwawancarai mencakup berpikir, memahami, dan menalar. Hal ini dibuktikan dengan aksi-aksi pengguna bahwa mereka diminta untuk berbicara secara jujur tanpa dipengaruhi naskah atau film dokumenter berdasarkan pengetahuan arahan, serta tidak diperbolehkan melihat hasil rekaman setelah wawancara selesai. dokumenter memerlukan penalaran kognitif Tidak adanya penjelasan tentang tujuan yang lebih mendalam untuk memperoleh wawancara bertujuan menghindari jawaban realitas yang disajikan dalam film tersebut. yang direkayasa, sehingga menjaga keaslian Ketiga, pembuat film dokumenter perlu kesaksian, dan memberi ruang bagi penonton memastikan adanya keselarasan pemahaman untuk membentuk penilaian berdasarkan antara pembuat film dan penonton, terutama informasi yang disampaikan. dalam menyampaikan kebenaran melalui Film Kedua, wawancara yang ketat, yang memungkinkan rangkaian realitas peristiwa yang membangun narasumber memberikan kesaksian yang Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Elin Siska Dayani otentik tanpa rekayasa. terhadap dokumenter ini seiring berjalannya Penelitian ini memberikan kontribusi waktu mungkin tidak sepenuhnya tercakup penting dalam memahami hubungan antara dalam penelitian ini. Kedepan, penelitian proses kognitif penonton dan konsumsi lanjutan dapat memperluas cakupan subjek, film dokumenter. Temuan yang diperoleh memperbanyak jumlah narasumber, serta menunjukkan bahwa film dokumenter tidak mengkaji lebih lanjut dinamika perubahan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perspektif penonton terhadap film dokumenter mendorong penonton untuk melalui proses dalam waktu yang lebih panjang. kognitif yang kompleks, termasuk asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi, dalam membentuk pemahaman mereka terhadap realitas yang *** Keselarasan antara pembuat film dan penonton dalam membangun makna menjadi kunci, karena penonton tidak hanya DAFTAR PUSTAKA