Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia REFNI SUKMADEWI Akademi Sekretari dan Manajemen Persada Bunda Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru 28116 Telp. (0761) 23181 Fax. (0761) 40218 E-mail: refni.dhewi@gmail.com Abstract: This research aims to prove influence of financial ratios on changes in company performance of various industrial sector companies that are measured by operating profit and the variables that most influence the change in company peformance. The object of research is various industrial sector companies operating in Indonesia in 2015-2016. The reseacrh uses purposive sampling with 16 companies. Analytical techniques used is multiple regression analysis. To determine the accuracy of the model testing the classical assumptions underlying the regression model. The result show that research is free from classical assumption tests. From the result of F test get value F equal to 2,178 with P value 0,173. It means P value more than 0,05 show that variable Net Profit Margin, Return On Investment together have significant effect on change in company performance. Based on the result ot the t test can be concluded that Net Profit Margin, Return On Investment partially influence the change in company performance while the ratio Current Ratio, Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, Gross Profit Margin, Return On Investment does not have partial effect Keywords: Financial Ratios, Changes in Company Performance Kehidupan ekonomi selalu mengalami perubahaan, menciptakan arus persaingan yang semakin ketat dan kondisi yang serba tidak menentu, hal tersebut menuntut para manajer untuk tetap meningkatkan kinerja perusahaannya. Salah satu faktor yang mencerminkan kinerja perusahaan adalah laporan keuangan yang harus dibuat oleh pihak manajemen secara teratur. Di dalam menjalankan suatu usaha, modal sangat berperan bagi para pengusaha dalam mengelola usahanya dengan tujuan agar usaha yang dilakukan dapat berkembang sehingga keuntungan yang diperoleh akan meningkat. Agar suatu perusahaan berkembang dan memperoleh keuntungan atau terhindar dari kerugian maka perusahaan membutuhkan dukungan informasi yang cepat dan berkesinambungan yaitu dibutuhkan berupa informasi dalam bentuk laporan keuangan. Para pengguna dan pemanfaat laporankeuangan adalah pemegang saham, investor, manajer, karyawan, pemasok dan kreditur, pelanggan, pemerintah dan pengguna lainnya. Antara pengguna laporan keuangan yang satu dengan yang lainnya mempunyai kepentingan yang berbeda. Pemegang saham akan menilai kinerja manajemen sebagai pihak yang diberi tanggung jawab untuk menjalankan dana pemegang saham. Investor memerlukan informasi keuangan untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasinya. Karyawan berkepentingan terhadap laporan keuangan agar perusahaan selalu berkembang dan menghasilkan laba. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusanyang tepat. Perencanaan yang tepat adalah kunci keberhasilan seorang manajer. Perencanaan yang baik harus bisa dihubungkan dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu sendiri. Salah Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) satu analisis untuk membuat perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan salah satu bentuk informasi akuntansi yang penting dalam proses penilaian kinerja perusahaan,sehingga dengan rasio keuangan tersebut dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu perioda tertentu Analisis rasio keuangan terutama bertujuan untuk mendapat gambaran tentang baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat dianalisis. Berdasarkan hasil analisis tersebut manajemen akan memperoleh suatu informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu manajer dalam memahami apa yang perlu dilakukan perusahan selain itu manajer dapat membuat keputusankeputusan penting di masa yang akan datang. Analisis rasio keuangan tidak hanya penting bagi pihak manajemen tetapi penting juga bagi pihak ekstern perusahaan. Bagi pihak ekstern, analisis rasio keuangan penting untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan. Dengan mengetahui perkembangan keuangan perusahaan tersebut mereka dapat memutuskan apakah akan tetap menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut atau tidak. Manfaat dari analisis rasio keuangan adalah dapat mengetahui adanya kekuatan atau kelemahan keuangan dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan membandingkan angka rasio keuangan dengan standar yang ditetapkan maka akan diperoleh manfaat lain yaitu dapat diketahui apakah dalam aspek keuangan tertentu perusahaan berada di atas standar di bawah standar. Apabila perusahaan berada di bawah standar, maka manajemen akan mencari faktor-faktor yang menyebabkannya untuk kemudian diambil kebijakan keuangan untuk dapat menaikkan rasio perusahaannya kembali. Analisis rasio keuangan merupakan metode Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) 107 yang paling baik digunakan untuk memperoleh gambaran kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Analisis ini berguna sebagai analisis intern bagi manajemen perusahaan untuk mengetahui hasil keuangan yang telah dicapai guna perencanaan yang akan datang dan juga untuk analisis ekstern bagi kreditur dan investor untuk menentukan kebijakan pemberian kredit dan penanaman modal suatu perusahaan. Salah satu cara yang dipakai untuk menilai kinerja perusahaan adalah melalui analisis rasio keuangan. Beberapa rasio yang sering digunakan dalam analisis laporan keuangan antara lain rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Satu rasio saja tidak cukup untuk memberi penilaian tentang kondisi keuangan serta kinerja perusahaan. Ada dua macam perbandingan, yaitu perbandingan internal dan perbandingan eksternal. Perbandingan internal adalah perbandingan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan rasio yang akan datang dalam perusahaan. Selanjutnya perbandingan eksternal melibatkan perbandingan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri pada periode yang sama. Baik buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan beberapa periode yang dilaporkannya. Laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi masyarakat, investor, pemegang saham, dan manajemen dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan aset yang dimiliki. Perkembangan perusahaan sangat bergantung pada modal yang ditanamkan oleh investor, sehingga perusahaan harus memiliki kinerja yang baik agar mendapatkan kepercayaan dari investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan. Kinerja perusahaan dapat dilihat melalui berbagai macam variable atau p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 108 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) indikator. Variabel atau indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Apabila kinerja sebuah perusahaan publik meningkat, nilai keusahaannya akan semakin tinggi. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI, 1995), kinerja perusahaan dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasi laporan keuangan. Informasi posisi dan kinerja keuangan dimasa laluseringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja dimasa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai seperti pembayaran deviden, upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Kinerja merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan dimanapun, karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung dari kinerja perusahaan dan manajer perusahaan didalam melaksanakan tanggungjawabnya. Kinerja perusahaan adalah pengukuran prestasi perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen yang kompleks, hal tersebut dikarenakan menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi dari kegiatan perusahaan. Kinerja suatu perusahaan dapat optimal bila operasi usahanya efektif dan efisien. Bila kinerja perusahaan ituu optimal maka perusahaan tidak hanya sekedar melangsungkan hidupnya tetapi juga perusahaan dapat tumbuh dan menguntungkan. Dengan meningkatnya kinerja perusahaan yang dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain meningkatkan laba operasi dan efisiensi penggunaan biaya operasi perusahaan, maka perusahaan akan semakin kuat dalam menghadapi persaingan Informasi laba yang merupakan bagian dari informasi akuntansi umumnya digunakan sebagai alat untuk mengukur Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) kinerja perusahaan. Di mana semakin besar laba, maka semakin baik penilaian atas kinerja perusahaan. Penyajian informasi laba merupakan pengukur kinerja perusahaan yang penting jika dibandingkan dengan pengukur kinerja yang lain, seperti meningkatnya atau menurunnya modal bersih. Selain itu, laba merupakan pengukuran atas perubahan kekayaan pemegang saham (perubahan nilai) maupun merupakan estimasi laba masa depan. Seiring dengan berkembangnya perekonomian, maka perusahaan dituntut untuk dapat hidup dan berkembang dalam bidang usaha yang dijalaninya. Salah satu bidang usaha tersebut adalah industri manufaktur. Perkembangan industri manufaktur yang sangan pesat membawa dampak pada persaingan antar perusahaan dalam industri. Oleh sebab itu, untuk dapat bertahan hidup dan mampu bersaing dengan perusahaan lan, perusahaan harus mencapai laba yang diinginkan sehingga dapat memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan. Pertumbuhan dan perkembangan industri manufaktur saat ini menyebabkan semakin pesatnya laju perekonomian dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk. Meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk menimbulkan persaingan industri manufaktur di Indonesia semakin ketat. Industri manufaktur memiliki prospek yang menguntungkan, karena menghasilkan devisa yang menjadi sumber dana bagi pembangunan perekonomian di Indonesia. Industri manufaktur diproyeksikan tumbuh mencapai 5,7% pada 2015 meskipun kondisi perekonomian di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa masih diwarnai ketidakpastian. Berbagai faktor negatif di Indonesia seperti kenaikan harga gas, tarif dasar listrik, upah minimum pekerja, infrastruktur yang belum dapat diandalkan, serta melemahnya nilai tukar, tetap tidak mengganggu p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) pertumbuhan sektor ini. Kinerja sektor industri manufaktur pada 2015 tumbuh akibat meningkatnya investasi disektor otomotif, industri pupuk, in dustri kimia dan semen . (www.kemenperin.go.id) Daya tahan sektor manufaktur terutama ditopang sektor konsumsi yang tumbuh 28% dan kontribusi industri dasar terhadap indeks manufaktur tergolong kecil yakni hanya sebesar 20%. Sementara itu, perusahaan dari aneka industri justru berperan sebagai penekan kinerja indeks karena mencatat penurunan 11% sejak awal tahun. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa sektor yang mengalami penurunan yang di akibatkan belum stabilnya perekonomian dalam bidang industri manufaktur yaitu aneka industri. Sehingga dalam penelitian ini yang diangkat adalah sektor aneka industri. Selain itu disebabkan karena perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam sektor aneka industri banyak yang mengalami kerugian dalam menjalankan kegiatan usahanya. METODE Penelitian dilakukan pada perusahaan aneka industri yang listing di Bursa Efek Indonesia yang memiliki data keuangan selama tahun 2015-2017 menggunakan rasiorasio keuangan dalam kategori likuiditas, aktivitas, profitabilitas, solvabilitas serta informasi laba operasional pada perusahaan aneka industri tahun 2015-2017. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan pengambilan sampel dengan berdasarkan pada kriteriakriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini mencakup, perusahaan sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode penelitian yaitu dari tahun 2015-2017, selama periode penelitian perusahaan mempublikasikan laporan keuangan tahunan, perusahaan sektor aneka industri yang memperoleh laba tahun 2015-2017. Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) 109 Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini berupa laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan data periode 2015-2017 yang dapat dilihat melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel independen adalah rasiorasio keuangan dalam kategori likuiditas, aktivitas, profitabilitas, solvabilitas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan kinerja perusahaan yang diperoleh dari hasil perhitungan perubahan laba operasi perusahaan aneka industri. Laba operasi digunakan untuk variabel terikat karena memberikan suatu dasar untuk menilai keberhasilan perusahaan terpisah dari kegiatan pendanaan, investasi dan pajak. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi dan uji hipotesa. HASIL Hasil uji normalitas yang ditunjukan dengan hasil perhitungan besarnya tingkat signifikansi kolmogorov smirnov. Jika besarnya nilai kolmogorov smirnov lebih dari 0,05 maka data terdistribusi normal, sedangkan jika kurang dari 0,05 maka data tidak terdistribusi secara normal. Hasil menunjukkan nilai Asim. Sig (2-tailed) 0,636>0,05 level significant. Berarti rasio Current Ratio, Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Gross Profit Margin, Return on Equity, Return On Investment terdistribusi secara normal. Uji Multikolinieritas dengan menggunakan nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan tolerance. Dari hasil pengujian model regresi menunjukkan tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai tolerance dibawah 0,1. Hasil perhitungan nilai VIF juga menunjukkan tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai VIF di atas 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 110 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) dalam model regresi. Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas antar variabel independen dapat dilihat dari grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat dengan residualnya. Berdasarkan grafik tersebut dapat diketahui bahwa data (titik-titik) menyebar secara merata di atas dan di bawah garis nol, tidak berkumpul disatu tempat, serta tidak membentuk pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa pada uji regresi ini tidak terjadi problem heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi dengan menggunakan uji statistik dari Durbin Watson. Langkah awal pendeteksian ini adalah mencari nilai du dari analisis regresi dan selanjutnya mencari nilai d1 dan du pada tabel dengan kriteria. Ketentuan uji autokorelasi adalah sebagai berikut: Kurang dari 1,10 = Ada autokorelasi 1,10 s/d 1,54 = Tanpa kesimpulan 1,55 s/d 2,46 = Tidak ada autokorelasi 2,46 s/d 2,90 = Tanpa kesimpulan Lebih dari 2,91 = Ada autokorelasi Untuk menguji apakah terhadap autokorelasi digunakan Durbin Waston Test. Pada uji regresi diatas, menghasilkan Durbin-Watson sebesar 2,228 sehingga disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Untuk mengetahui Current Ratio, Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Gross Profit Margin, Return on Equity, Return On Investment terhadap perubahan kinerja (Y) menggunakan analisis stasistik yaitu model analisis regresi linier berganda. Berdasarkan persamaan regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut : Y = -0,043 -7,547X1+7,4597X2+ 0,323X3– 3,994X4–2,505X5-0,445X6-5,470X7+ 2,218 X8-2,714X9+0,719 X10 +2,582 X12 Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh adalah variabel Quick Ratio dengan koefisien 7,459. Kemudian diikuti oleh variabel Return On Investment dengan koefisien 2,584, Debt Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) to Equity Rtio dengan koefisien 2,218, Gross Profit Margin dengan koefisien 0,719,. Sedangkan variabel yang berpengaruh paling rendah yaitu variabel Working Capital to Total Asset dengan koefisien 0,323. Dari persamaan tersebut dapat terlihat bahwa variabel bebas (Quick Ratio, Return On Investment,Debt to Equity Gross Profit Margin) berpengaruh positif terhadap perubahan kinerja yang berarti meningkatnya nilai (Quick Ratio, Return On Investment,Debt to Equity Gross Profit Margin) perusahaan tersebut, sehingga kinerja perusahaan meningkat. Sedangkan variabel Current Ratio, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, , Net Profit Margin, Return On Investment memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, yang berarti meningkatnya Current Ratio, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, Net Profit Margin, Return On Investment mengakibatkan menurunnya kinerja perusahaan. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian diketahui bahwa perubahan Current Ratio (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam menilai perubahan kinerja perusahaan (Y). Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan current ratio dalam menilai perubahan kinerja perusahaan sangat dimungkinkan karena dalam current ratio terkandung current asset dan current liabilities yang belum tentu menghasilkan laba. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Inventory Turnover(X5) terhadap perubahan kinerja perusahaan. Secara teori perputaran persediaan yang tinggi akan mencerminkan kinerja perusahaan secara financial. Pengaruh persediaan terhadap penjualan memang menyangkut jangka waktu yang relatif panjang. Jika perusahaan memiliki terlalu banyak aktiva, maka biaya modalnya akan menjadi terlalu tinggi sehingga keuntungannya akan tertekan. Di pihak lain, jika aktiva terlalu rendah, p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) penjualan yang menguntungkan juga akan hilang. Tidak adanya pengaruh mengindikasikan persediaan yang berputar tidak dapat digunakan sebagai prediktor perubahan kinerja yang signifikan. Perubahan Net Profit Margin (X9) berpengaruh negatif terhadap Perubahan kinerja perusahaan (Y). Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Semakin tinggi rasio ini, berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di masa yang akan datang juga diperkirakan semakin baik dan sebaliknya. Dari penelitian yang telah dilakukan terbukti perubahan NEt Profit Margin dapat menjadi prediktor perubahan laba yang signifikan. SIMPULAN Rasio Current Ratio, Quick Ratio, Working Capital to Total Asset, Assets turnover, Inventory turnover,Working Capital Turnover, Debt Ratio, Debt to Equity Ratio, Gross Profit Margin tidak berpengaruh terhadap perubahan kinerja perusahaan. sedangkan Net Profit Margin dan Return on Equity berpengaruh terhadap perubahan kinerja perusahaan. DAFTAR RUJUKAN Alexandri, Moh. Benny. 2008. Manajemen Keuangan Bisnis. Cetakan Kesatu. Bandung: Alfabeta. Cahyaningtyas. 2008. Penggunaan Analisis Ratio Finansial Untuk Mengetahui Prestasi Manajer Keuangan Dalam Mengelola Perusahaan (Perusahaan semen yang listing di BEJ). Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Merdeka Malang Fahmi, Irham. 2012. Analisis Kinerja Keuangan. Alfabeta. Bandung. 111 Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hariadi, Indra. 2013. Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan Analisis Rasio Keuangan Dan Economic Value Added (EVA). Skripsi. Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Brawijaya Malang James C. Van Horne dan John M. Wachowicz, 2012, Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Salemba Empat, Jakarta. Juliansyah, Noor. 2011. Metode Penelitian. PT. Bhuana Ilmu Populer. Jakarta Jumingan, 2008, Analisis Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Jakarta Masyhuri dan Zainuddin,M. 2008. Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama. Munawir, 2008, Analisis Informasi Keuangan, Liberty Yogyakarta, Yogyakarta Riduwan dan Sunarto. 2009. Pengantar Statistika untuk Penelitian. Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta. Riyanto, Bambang. 2010. Dasar–Dasar Pembelanjaan Perusahaan. BPFE. Yogyakarta. Sartono, Agus. 2011. Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi). BPFE. Yogyakarta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta. Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356 112 Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Kinerja Perusahaan Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Refni Sukmadewi) Sanusi Anwar, 2011, Metodologi Penelitian Bisnis, Salemba Empat, Jakarta. Sartono Agus, 2010, Manajemen Keuangan Teori Dan Aplikasi, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta. Jurnal Daya Saing (Vol. 5, No. 2 Juni 2019) p.ISSN: 2407-800X e.ISSN: 2541-4356