Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Tingkat Kemampuan Mengajar Kelas Bertaraf Internasional Guru Al Azhar Melalui TKT (Teaching Knowledge Tes. pada Tingkat SD. SMP, dan SMA Ria Herwandar* Program Studi Sastra Inggris. Fakultas Sastra. Universitas Al Azhar Indonesia. Jalan Sisingamangaraja. Jakarta 12110 *Penulis untuk Korespondensi : ria_herwandars@uai. Abstrak Ae Teaching Knowledge Test merupakan program yang sangat efektif bagi guru-guru Al Azhar sebagai senjata untuk mengajar di program sekolah bertaraf internasional (SBI). Penelitian ini diawali dengan pelatihan 30 jam dan ujian akhir yang diselenggarakan langsung oleh Cambridge University. Penelitian ini menggunakan teori perolehan Bahasa ke 2, membahas materi 3 modul pola pembelajaran dan pengajaran dan sejauh mana keberhasilan para guru dalam memahami pelatihan TKT ini. Temuan hasil penelitian akan menjadi ukuran bagaimana harus menanggulangi kelemahan yang ada. Tujuannya adalah agar program SBI dapat berjalan sempurna dan efektif sehingga mengajar sesuai standar internasional. Apabila standar internasional telah dimiliki maka sekolah Al Azhar mampu menciptakan kualitas guru dan murid yang sempurna. Abstract Ae Teaching Knowledge Test is an effective programme for teachers of Al Azhar, as a tool to equipt teachers in teaching under the program of international school known as SBI. The research has started by the implementation of 30 hour of TKT training and followed by an examination conducted by the Cambridge University. The research is basing on second language acquisition and has discussed the three Modu. es of teaching and learning and how far can the modules be understood by the teachers. The result finding will become the measurement of how the weakness should be overcome. The purpose of this research is to enable the SBI operates perfectly and effectively and produces qualified teaching and learning environment inline with the international standard. Once the international standard has been achieved. Al Azhar school would have been able to create qualified teachers and student perfectly. Keywords Ae Teaching Knowledge Test. Module. Al Azhar Teachers PENDAHULUAN Latar Belakang erdasarkan buku panduan penyelenggaraan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasioanl yang diterbitkan oleh Departemen Pendididkan Direktorat Jendral Management Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Atas tahun 2009, dijelaskan bahwa era globalisasi ditandai dengan persaingan ketat di bidang teknologi, management dan sumber daya manusia (SDM). Ke tiga faktor ini dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan yang Dengan kebutuhan untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional maka dikeluarkan Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional sebagai dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sistim pendidikan nasional. Pada pasal 50 ayat 3 AuPemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurangkurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang Bertaraf InternasionalAy Keputusan ini sejalan dengan visi dan misi pendidikan nasional yang menekankan bahwa pendidikan nasional harus mampu mengembangkan manusia Indonesia yang berkualitassehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah dengan cepat. Pendidikan harus mampu menciptakan manusia yang dapat bersaing di tingkat Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Tujuan khusus Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional antara lain adalah agar siswa mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. mampu menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris dengan baik dan benar. berdaya saing melanjutkan pendidikan di luar negeri. mengikuti sertifikasi dan meraih medali tingkat Dari sudut kepentingan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan bertaraf internasional maka beberapa kriteria harus dilaksanakan. Beberapa persyaratan antara lain: Sekolah tersebut harus terakreditasi A, memiliki tenaga pengajar fisika, kimia, biologi, matematika dan mata pelajaran lainnya yang berkompeten dalam menggunakan ICT dan pengantar bahasa Inggris. Sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memenuhi standar untuk menunjang proses pembelajaran bertaraf internasional dengan memiliki tiga laboratorium IPA ( Fisika,Kimia dan Biolog. , perpustakan, akses internet, web sekolah dan laboratorium computer. Kriteria yang diwajibkan diperkuat dengan makna atau pengertian dari Sekolah Bertaraf Internasional seperti yang tercantum dalam buku panduan yang diterbitkan Departemen Pendidikan . Sekolah Bertaraf Internasional adalah satuan pendidikan yang dikelola dengan menggunakan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan diperkaya dengan standar salah satu Negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan/ atau Negara maju lainnya. Sekolah Al Azhar di Jakarta mencoba mematuhi persyaratan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional. Sarana prasaran terus menerus Dari segi SDM, telah diselenggaran berbagai kursus bahasa bagi para guru terutama di bidang mata pelajaran Fisika. Matematika,Kimia. Biologi dan bahasa Inggris. Standar pendidikan luar negeri yang di pakai adalah pendidikan Cambridge. Beberapa kelas dibawah naungan bilingual class sudah menerapkan pengajaran mata pelajaran diatas dalam bahasa Inggris. Lebih jauh. Pimpinan Yayasan Pendidikan Al Azhar merasa bahwa pengembangan program pendidikan bertaraf internasional ini harus secara menyeluruh diterapkan mulai di tingkat SD. SMP dan SMA agar terjadi kesinambungan yang konsisten. Apabila di tingkat SMA menggunakan pola pendidikan Cambridge IGCSE, maka ditingkat SD program yang diterapkan adalah Primary Cambridge Education. Perubahan yang terjadi di tingkat SD sampai dengan SMA tentu menjadi suatu pekerjaan yang cukup besar yang harus dikerjakan oleh sekolah sekolah Al Azhar di Jakarta. Pembatasan Masalah Dengan adanya perubahan dalam memperbaiki pendidikan kearah internasional tentu banyak yang harus dilakukan. Salah satu kegiatan menuju sekolah bertaraf internasional,(SBI) adalah memberbaiki kualitas kemampuan para guru dalam menyajikan mata pelajaran dalam bahasa Inggris di kelima mata pelajaran diatas. Disamping diberikan pengarahan cara mengajar Fisika. Matematika biologi, dan Kimia dalam bahasa Inggris, para guru juga diberi kursus bahasa Inggris Dasar dan Toefl. Kursus yang paling diminati para guru adalah kursus Teaching Knowledge Test. Para guru yang telah memilik kemampuan bahasa Inggris yang baik berdasarkan tes TOEFL yang mereka capai, diberikan kursus yang didanai yayasan Al Azhar. Mereka yang mencapai TOEFL skor 400 dapat mengikuti kursus Teaching Knowledge Test yang akan mengukur kemampuan mereka dalam mengajar yang efektif dalam bahasa Inggris. Untuk mengikuti pelatihan Teaching Knowledge Test diperlukan memiliki bahasa Inggris yang baik agar mampu menyerap ilmu kepengajaran dan mampu menyelesaikan ujian pada akhir pelatihan. demikian, para peserta harus memiliki paling sedikit TOEFL 400. Di akhir pembelajaran mereka akan mendapat sertifikat yang dapat disamakan sebagai sertifikasi guru. Sertifikat TKT merupakan sertikat mengajar bertaraf Internasional dari Cambridge University yang telah diakui dunia, sehingga, seorang guru apabila telah memiliki sertifikat dengan nilai baik, dapat melamar pekerjaan sebagai pengajar di negaraa manapun. Masalah yang dihadapi para guru adalah bahwa pertama, mereka dituntut untuk segera siap mengajar dalam bahasa Ingris dalam bidang mata kuliah Matematika . Fisika, kimia. Biologi dan Bahasa Inggris sesuai dengan kurikulum Cambridge. Ke dua, proses peningkatan kemampuan berbahasa Inggris menyita waktu yang cukup lama. Walaupun berbagai kursus diberikan, mereka masih mendapat kesulitan yang cukup Kendala lain adalah tingkat kesibukan para guru yang dapat menghambat proses belajar Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. Maret 2013 Sementara mengajar mata pelajaran khusus memerlukan tingkat kemahiran berbahasa yang tinggi supaya mampu menjelaskan topik bahasan dengan jelas dan lugas. Kesulitan terberat adalah mengikuti standar pendidikan Cambridge yang sudah sangat baku dan terukur kualitasnya memberikan beban yang lebih besar bagi para guru. Oleh sebab itu, pelatihan Teaching Knowledge Test diberikan agar para guru dibekali strategi mengajar dalam bahasa Inggris. Rumusan Masalah Penelitian ini berkaitan dengan masalah yang dihadapi para guru SBI Al Azhar baik dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Matematika. Fisika. Biologi dan Fisika, berdasarkan hasil wawancara dan pelatihan informal. Kesulitan yang mereka hadapi adalah sebagai berikut. Mereka sudah memahami mata pelajaran yang harus diajarkan dalam bahasa Inggris, namun tidak mampu menyampaikan kepada murid dengan benar. Mereka tidak memiliki dasar dasar pengajaran formal untuk program SBI berkaitan dengan pemerolehan bahasa ke dua. Mereka mengembangkan pengajaran dan pembelajaran yang mandiri di dalam kelas. Mereka memiliki tingkat kemampuan bahasa Inggris yang berbeda beda. Manfaat Penelitian Hasil penelitian Teaching Knowledge Test yang dilaksanakan oleh para guru Al Azhar dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Bagi pimpinan dan para guru Al Azhar Dapat dengan mudah menganalisis tingkat kekurangan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran SBI. Para guru juga dapat secara individu dan mandiri mengembangkan sendiri tingkat kemahiran sesuai dengan kriteria yang tercermin dalam ke tiga module dalam Teaching Knowledge Test. Panduan yang meruju pada pola silabus dan kurikulum Cambridge ini menjamin kualitas lulusan SBI setelah dilaksanankan sesuai prosedur pembelajaran sehingga standar kualitas lulusan murid SBI sama dengan lulusan Cambridge di seluruh dunia. Bagi Mahasiswa Fakultas Sastra dan Peneliti Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan informasi ketika mahasiswa ingin memberdalam keilmuan dalam mengajar bahasa Inggris sebagai pembelajaran bahasa Bagi pemerhati dan pengamat SBI, informasi ini dapat menjadi informasi tambahan dalam memformulasi percepatan pembelajaran program SBI II. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pemetaan kemampuan para guru Al Azhar dalam memahami ilmu kebahasaan, pembelajaran dan pengajaran yang di sebut Teaching Knowledge Test sebagai alat bantu atau pendamping ketika harus mengajar mata pengajaran dibidang bahasa Inggris itu sendiri sebagai bahasa ke dua, matematika. Fisika. Biologi, dan Kimia dalam bahasa Inggris. Pemetaan kemampuan akan dilihat dari tiga unsur . Pemahaman tentang bahasa dan latar belakang belajar dan mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa ke dua. Pemanfaatan sumber sumber bahan ajar dan perencanaan pengajaran secara sistematis . Mengelola proses belajar dan mengajar di kelas dan penggunaan bahasa instruksional yang baku dalam bahasa Inggris KERANGKA TEORI/TINJAUAN PUSTAKA