RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 17-29 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal Ferry Halomoan Siburian STT Intheos Surakarta ferrysiburian521@gmail. Abstract The existence of digital media has greatly influenced the lives of today's humans, almost all areas of life have been elaborated with digital media ranging from buying and selling transactions, education, entertainment, family communication, to church life. This article is intended to explore the contribution of digital media in maximizing church services in the Pentecostal scope. Descriptive qualitative methods and literature reviews are used with the intention that the explanation related to the description of the influence of digital media in today's life, the description of the use of digital media in Pentecostal church services, and the contribution of digital media in maximizing servants in the Pentecostal church scope can be explained sequentially, systematically and in depth. It is concluded that digital media will contribute to maximizing services in the Pentecostal church scope because it has been proven to increase the abilities of God's servants, make services more relevant, a place to actualize themselves, and be able to expand the reach of services. Keywords: church. church ministry. digital media. pentecostal theology Abstrak Keberadaan media digital sudah sangat mempengaruhi kehidupan manusia masa kini, nyaris seluruh area kehidupannya terelaborasi dengan media digital mulai dari transaksi jual beli, dunia pendidikan, hiburan, komunikasi keluarga, hingga kehidupan bergereja. Artikel ini dimaksudkan untuk mengulik kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayanan gereja di lingkup pentakostal. Metode kualitatif deskriptif dan kajian literatur yang digunakan dengan maksud agar penjelasan terkait deskripsi pengaruh media digital dalam kehidupan masa kini, deskripsi penggunaan media digital dalam pelayanan gereja pentakostal, serta kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayan di lingkup gereja penakostal dapat dijelaskan secara runut, tersistimatik dengan baik serta mendalam. Disimpulkan bahwa media digital akan berkontribusi memaksimalkan bagi pelayanan di lingkup gereja pentakostal karena terbukti meningkatkan kemampuan para pelayan Tuhan, menjadikan pelayanan lebih relevan, wadah untuk mengaktualisasi diri, serta mampu memperluas jangkauan pelayanan. Kata Kunci: gereja. kaum pentakostal. media digital. pelayanan gereja. teologi pentakostal PENDAHULUAN Sejarah mendeskripsikan dengan begitu baik terkait perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia sepanjang peradabannya. Yoval Harari menyatakan dari zaman pemburu pengumpul, menjadi masyarakat petani, masyarakat industrial hingga masyarakat digital CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia seperti sekarang ini, daya pikir manusia sudah berevolusi sedemikian canggih. 1 Jika di zaman pemburu pengumpul, manusia sebagai ras hanya bekerja berburu hewan untuk di makan juga mengumpulkan biji-bijian liar untuk di makan keluarganya, dan terjadi pengulanan aktivitas keseharian terus menerus hanya seperti itu saja, maka di zaman di gital ini merujuk pemahaman Kai Zhao dan rekan, manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya ada begitu banyak varian pekerjaan yang bisa digarap. 2 Misalkan saja dari menjadi pegawai kantoran. ASN. TNI, guru, blogger, youtuber, dan banyak profesi lainnya yang bisa dikerjakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Ini juga bisa dimaknai, kehidupan di zaman seperti sekarang ini, asalkan mau bekerja dan memiliki cukup keahlian tentunya akan bisa mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga. 3 Namun, fakta lapangan menunjukan bahwa meskipun modernitas sudah sedemikian rupa canggihnya, sayangnya dibanyak tempat justru menunjukan kesenjangan yang semakin masif antara kaum ekonomi kuat dengan orang yang lemah tak berdaya secara ekonomi. Kemanjuan teknologi yang seharusnya mempermudah dan menyejahterakan manusia, justru berbalik menjadi masalah tersendiri bagi banyak orang. Gereja yang Alkitab gambarkan ada di dunia ini untuk menjadi garam dan terang, merujuk pada pandangan Manurung, hal ini juga bisa dimaknai bahwa kehadiran gereja di sebuah komunitas seharusnya berdampak positif baik bagi anggotanya, juga bagi masyarakat setempat di mana gereja ada. 5 Bicara gereja, misalkan saja gereja lokal di suatu komunitas tertentu, dalam gereja tersebut ada banyak anggota yang bisa saja sangat multi varian, artinya baik suku, latar belakang ekonomi maupun pendidikan yang sangat berbeda antar anggotanya. David Mansfield memaknai bahwa karena memang dari semula sesuai gambaran Alkitab gereja dirancang untuk semua orang. 6 Gereja tidak pernah dimaksudkan oleh Tuhan untuk hidup diruang hampa, melainkan gereja ada untuk terlibat aktif, berinteraksi, bahkan berdialektika dengan lingkungan sekitarnya agar bisa mengaraminya. Tentunya, gereja bisa mengarami komunitas dengan berbagai pelayanan yang dilakukannya seumpama pelayanan pemberitaan Kabar Baik, pelayanan melalui dunia pendidikan, pelayanan pembinaan iman, pelayanan diakonia, dan berbagai pelayanan lainnya. 7 Perlu juga dipahami bahwa dalam pemaham positif, gereja tidak pernah terbebas dari pengaruh sosial maupun kemajuan Karena gereja yang menutup diri diri pengaruh sosial lingkungannya, apalagi terhadap teknologi maka dalam banyak hal akan ketinggalan zaman dan kehadiran serta pelayanannya menjadi tidak relevan karena tidak bisa menjawab kebutuhan. Yuval Noah Harari. Sapiens Riwayat Singkat Umat Manusia (Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedi. , 2. Kai Zhao. Huijie Xu, and Wanshu Wu. AuDigital Economy and Urban Innovation Ability: From the Spatial Nonlinear Perspective,Ay SAGE Open 14, no. 4 (October 1, 2. Kosma Manurung. AuMenelisik Kontribusi Ayah Dalam Mengajarkan Kemandirian Pada Anak,Ay EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 3, no. : 61Ae77. Jianhong Fan. Le Yan, and Huaichao Chen. AuThe Impact of the Digital Economy on Provincial Carbon Productivity: Empirical Evidence from China,Ay SAGE Open 14, no. 3 (July 1, 2. Kosma Manurung. AuRekonstruksi Karya Pneumatologis Dalam Bingkai Aktivisme Sosial Pentakostal Di Indonesia,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 7, no. : 943Ae954. David F. Mansfield. AuA Modern Church for the Modern World?,Ay Journal of the European Pentecostal Theological Association 38, no. 1 (January 2, 2. : 79Ae83. Wonsuk Ma and Julie Ma. AuEmpowered by the Holy Spirit to Serve the Least: HawaiiAos (Korea. Cedar Church,Ay International Bulletin of Mission Research 46, no. 3 (July 1, 2. : 384Ae395. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Ivan Morris meyakini bahwa gereja harus mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan menggunakan teknologi untuk kepentingan pelayanan Tuhan. 8 Apalagi pada masa kini di mana nyaris semua anggota jemaatnya menjadi mahluk digital, dalam artian baik anggota yang masih sangat muda seumpama generasi beta hingga generasi baby boomer, kesemua generasi itu sudah melek digital. Di lingkup gereja pentakostal sendiri penggunaan media digital sudah sangat lumrah, bahkan sudah cukup lama mulai penggunaan overhead projector hingga penggunaan televisi layar lebar dan media lainnya untuk kepentingan ibadah. 9 Di tambah lagi, penggunaan media sosial seperti facebook, instagram, whatsapps, zoom, hingga youtube adalah bagian lainnya yang digunakan oleh gereja pentakostal untuk sarana pelayanan mereka. Di Gereja Pentakosta Cipayung, gereja di mana peneliti berasal dan mengambil bagian dalam pelayanan, gereja kami pun sudah sangat familiar dengan penggunaan teknologi digital dan sudah cukup lama pelayanan gereja kami terelaborasi dengan media digital. Pada masa kini pun penggunaan zoom, facebook, instagram, whatsapp dan perangkat media digital lainnya sudah menjadi seperti budaya bagi gereja kami. Sejatinya ada beberapa artikel yang bahasannya mencakup hal ini, seumpama penelitian Evendy Tobing bersama rekan yang menilik dampak pengaruh ibadah online terhadap ibadah onsite setelah pandemik,10 atau penelitian Amos Sukamto yang melihatnya dalam kultur bergereja di era digital akibat dampak Covid-19. 11 Ada juga penelitian Yosua Camerling dan rekan yang menyoroti strategi gereja dalam bermisi dengan menggunaan sarana media digital,12 atau penelitian Robertus Suryady dan rekan yang membingkai penggunaan media sosial dalam pembinaan etika serta tanggung jawab umat. 13 Namun, kajian mendalam terkait beberapa penelitian terdahulu, menunjukan bahwa belum ada yang memfokuskan kajiannya terhadap dampak penggunaan media digital dalam pelayanan di gereja bernuansa pentakostal. Artikel ini berupaya mengulik kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayanan di gereja pentakostal. METODE PENELITIAN Karya ilmiah tidak bisa dipisahkan dari metode penelitian baik demi tujuan pengerjaan, kekuatan landasan akademik, maupun untuk kepentingan evaluasi dari rekan sejawat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengarapan artikal ini adalah kualitatif deskriptif dan kajian Pemilihan kualitatif didasarkan pada hakikat dari metode ini yang mampu dengan gamblang, jelas, dan runut membahas obyek kajian, serta mempermudah dalam Ivan Morris Satyavrata. AuCritical Issues Facing the Global Church,Ay Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies 41, no. 3 (March 13, 2. : 190Ae204. Denise A. Austin and John F. Carter. AuAsia Pacific Theological Association: Three Decades of Contribution toward Pentecostal Research and Ministry Training,Ay International Bulletin of Mission Research 46, 4 (October 1, 2. : 505Ae515. Evendy Tobing et al. AuPengaruh Ibadah Online Terhadap Ketertarikan Beribadah Pasca Pandemi Di Kalangan Kaum Muda GPT Kristus Gembala Surabaya,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 2 (December 20, 2. : 137Ae155. Amos Sukamto. AuTren-Tren Kultur Hidup Bergereja Pada Era Digital-Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 4, no. : 1Ae18. Yosua Feliciano Camerling. Mershy Ch. Lauled, and Sarah Citra Eunike. AuGEREJA BERMISI MELALUI MEDIA DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4. 0,Ay VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN 2, no. 1 (June 12, 2. : 1Ae22. Robertus Suryady et al. AuPEMBINAAN ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DALAM PEMBINAAN WARGA GEREJA MELALUI MEDIA DIGITAL DI GEREJA BETHEL INDONESIA TABGHA CABANG UPPERROOM BATAM,Ay JURNAL BEATITUDES 3, no. 1 (August 31, 2. : 01Ae10. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia pemaparannya. 14 Deskriptif digunakan baik untuk memperjelas pembahasan pengaruh media digital dalam kehidupan manusia saat ini berupa pengaruh dalam bidang ekonomi, bidang pendidikan, hiburan, maupun komunikasi, hingga kehidupan bergereja dan pelayanannya. Deskriptif juga dipakai dalam bagian pembahasan penggunaan media digital di pelayanan gereja pentakostal, serta mendeskripsikan seperti apa kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayanan di lingkup gereja pentakostal. Kajian literatur digunakan untuk mengkaji berbagai pemikiran yang kemudian dielaborasi oleh peneliti dengan mengerucutkannya sesuai topik utama pembahasan artikel ini. Adapun, sebagian besar literatur yang dipilih bersumber pada artikel jurnal yang pokok kajiannya bersinggungan kuat dengan gagasan utama penelitian ini, serta ada nilai noveltynya. Namun, ada juga sumber literasi dari buku yang peneliti anggap cocok dengan kajian topik penelitian artikel ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Media Digital Dalam Kehidupan Manusia Masa Kini Melihat apa yang terjadi pada manusia masa kini, serta bagaimana media digital sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam keseharian hidupnya, merujuk pemahaman Robert Boute dan rekan maka sangatlah masuk akal jika mengatakan bahwa pada masa kini homo digitus atau socio digitus itu sangat tepat disematkan pada diri manusia modern yang hidup di zaman ini. 15 Pengamatan lapangan peneliti pun memperlihatkan bahwa nyaris semua hal yang ada dalam diri manusia, terhubung dengan media digital, khususnya bagi penduduk kota besar atau komunitas yang mana internet telah menjangkau daerah tersebut. Untuk bertransaksi saja, jika mundur beberapa dawasarsa sebelumnya maka biasanya ketika seseorang membutuhkan makanan maka dia akan pergi ke restoran atau warung makan. Namun pada masa kini, cukup dengan mengetik aplikasi tertentu semacam shophiefood atau gofood maka makanan yang diinginkan akan sampai di rumah. Transaksi atau sistem pembayaran yang digunakan pun, khusus dalam konteks indonesia jika mundur beberapa tahun lalu, masih banyak transaksi menggunakan uang tunai yang diserahkan oleh si pembeli ke si penjual, masa kini terjadi peningkatan dalam transaksi digital. Artinya transaksi yang menggunakan uang digital, setiap waktu terus mengalami pertumbuhan yang semakin besar. Bahkan bank-bank yang dulunya menyediakan uang konvensional dalam bertransaksi, saat ini juga menyediakan aplikasi tertentu seumpama BCA Mobile. BRI Mobile, dan banyak bank lainnya yang menyediakan aplikasi untuk bertransaksi digital. Pengaruh media digital lainnya dalam kehidupan manusia ditilik Naomi Johnson dan rekan juga sangat terasa dalam bidang pendidikan. 17 Sederhannya pada waktu dulu, sebelum maraknya media digital seperti sekarang ini, untuk belajar sesuatu katakan saja belajar bahasa asing semisal bahasa inggris, maka seseorang harus pergi ke tempat kursus. Namun, sekarang Kosma Manurung. AuMencermati Penggunaan Metode Kualitatif Di Lingkungan Sekolah Tinggi Teologi,Ay FILADELFIA Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. : 285Ae300. Robert N. Boute and Jan A. Van Mieghem. AuDigital Operations: Autonomous Automation and the Smart Execution of Work,Ay Management and Business Review 1, no. 1 (December 1, 2. : 177Ae186. Hanaya Tri Meyharin Sihotang and Muhammad Irwan Padli Nasution. AuPerbandingan Efisiensi Transaksi Uang Digital Dan Uang Tunai Di Indonesia,Ay Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen 3, no. 245Ae252. Naomi R. Johnson et al. AuScales for Assessing News Literacy Education in the Digital Era,Ay Journalism & Mass Communication Educator 76, no. 2 (July 30, 2. : 156Ae175. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia ada banyak anak-anak yang suka menonton youtube atau media digital lainnya, akhirnya mampu lancar berbahasa inggris atau bahasa asing lainnya. Ada begitu banyak mata pelajaran yang bisa dipelajari oleh seseorang melalu media digital, nyaris semua mata pelajaran sekarang sudah di upload di media digital. Bahkan kalau beberapa waktu lalu seorang mahasiswa/i misalnya ketika sedang mengerjakan tugas akhir dan perlu referensi, harus pergi ke perpustakaan kota atau perpustakaan kampusnya, namun saat ini mahasiswa/i tersebut cukup searching di internet dengan mudah mendapatkan referensi baik dari buku digital maupun artikel jurnal. Chen Siyi dan rekan memahami bahwa keberadaan media digital memberikan dambak sangat baik bagi para pelajar maupun mahasiswa, baik dalam mempermudah mendapatkan bahan pembelajaran, menghebat tenaga maupun biaya, juga menutupi lubang 18 Selama ini anak dari keluarga yang sederhana tidak bisa memiliki cukup banyak buku atau bahan ajar yang bisa dia pelajari, namun dengan adanya media digital buku maupun bahan ajar tersebut sangat mudah didapatkannya. Pengaruh media digital dalam kehidupan manusia saat ini juga terkait pada komunikasi dan hiburan keluarga. 19 Contohnya saja jika dulu peneliti ingin berkirim kabar dengan keluarga, di mana ketika peneliti meninggalkan kampung halaman di Sumatera Utara dan merantau di pulau Jawa, dulu untuk bertelepon sangat malah dan yang memiliki telepon kabel biasanya orang yang cukup berada, dan di perkampungan belum ada. Maka, satu-satunya cara yang murah dan efektif adalah berkirim surat melalui kantor pos, dan itu butuh waktu beberapa hari untuk sampai. Beda ceritanya dengan masa kini, untuk berkirim kabar di kampung tinggal seujung jari, maksudnya tinggal menggunakan telepon pintar sudah bisa, bukan saja hanya tulisan yang terbaca melainkan juga bisa saling sapa dengan melihan senyuman keluarga di Catherine Jeffrey menilai bahwa dalam konteks hiburan keluarga pun pengaruh media digital ini sangat terasa, jika pada beberapa dekade sebelumnya, kebanyakan hiburan yang bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat bersumber dari televisi konvensional, maka dengan adanya media digital, pilihan hiburan keluarga jadi semakin banyak. 20 Ada banyak jaringan yang bisa ditonton seumpama HBO. Netflik, dan banyak jaraingan langganan berbayar lainnya hingga yang gratis pun ada. Untungnya lagi, bagi keluarga yang punya anak kecil di rumah, ada begitu banyak pilihan tontonan yang bisa disajikan oleh orang tua untuk menjadi hiburan anak-anaknya baik dari aplikasi youtube maupun aplikasi media digital Merujuk pada pandangan Manurung, dampak baik penggunaan media digital yang berimbang, tentunya mampu mempererat hubungan keluarga juga secara psikologis pun hal ini berdampak sangat baik. Deskripsi Penggunaan Media Digital Dalam Pelayanan Gereja Pentakostal Mark Cartledge menilai bahwa penggunaan media digital dalam beberapa tahun terakhir begitu masifnya digunakan dari berbagai kalangan di komunitas masyarakat, dari Chen Siyi. Qi Yu, and Amjad Al-Samawi. AuEffects of Digital Education on Human Resource Development,Ay Human Systems Management 42, no. 6 (January 1, 2. : 691Ae706. Adelia Putri Agustina Adel. AuPerubahan Pola Komunikasi Keluarga Di Era Digital,Ay Global Komunikasi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 6, no. : 73. Catherine Page Jeffery. AuParenting in the Digital Age: Between Socio-Biological and SocioTechnological Development,Ay New Media & Society 23, no. 5 (February 21, 2. : 1045Ae1062. Kosma Manurung. AuKiat Ayah Mengharmoniskan Hubungan Dengan Anak Di Era Digital,Ay FILADELFIA Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. : 477Ae494. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia anak-anak hinga usia golongan tua terlihat nyaman menggunakan media digital ini baik untuk kepentingan komunikasi, hiburan, maupun sarana aktualisasi diri. 22 Dampak masif menggunakan media digital juga terlihat di kalangan gerejawi, kalau dulu ada banyak gereja yang nyaman dengan menggunakan buku nyanyian dalam ibadah mereka, maka dalam satu dasawarsa terakhir khususnya di daerah perkotaan, penggunaan teknologi media berupa televisi layar lebar dan berbagai perangkat digital lainnya sepertinya semakin dikedepankan Selain itu, suka atau tidak salah satu dampak positif dari pandemik Covid-19 membuat banyak gereja harus beradaptasi dengan cepat dalam menggunakan berbagai platform 23 Apalagi pada masa itu, adanya larangan pemerintah untuk berkumpul, tentunya demi memutuskan mata rantai penularan Covid. Hal ini pula yang menyebabkan gereja harus berubah dan menyesuaikan diri dengan kondisi waktu itu, agar bisa terus melayani umat dan tetap relevan dalam pelayanan. Manurung menanggapi bahwa awalnya selain ada banyak gereja yang menentang hal ini, bahkan tetap berusaha ngotot untuk menghimbun jemaatnya beribadah bersama, namun akhirnya karena ketegasan pemerintah akhirnya memilih jalan tengah dengan melayani via pelayanan digital. 24 Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan, nyaris seluruh gereja akhirnya mempu beradaptasi dan menggunakan media digital dalam pelayanan mereka, paling tidak dalam konteks waktu itu. Kondisi serupa juga dialami oleh gereja bernuansa pentakostal, dalam artian gereja pentakostal waktu itu dipaksa belajar cepat demi menyesuaikan dengan kondisi perubahan habitus masyarakat. 25 Gembala yang tadinya tidak terbiasa pelayanan dengan menggunakan media digital seumpama zoom, youtube, atau siaran langsung facebook akhirnya karena kondisi waktu itu, harus belajar dan akhirnya pun bisa menggunakan platform tersebut. Murujuk pada pemahaman Julia Kuhlin, dari sinilah kemudian asal muasal terbentuklah habitus penggunaan media digital terutama bagi banyak gereja kecil, gereja pinggir kota atau pedesaan di lingkup Pentakostal. Pasca pandemic Covid pun, karena sudah terbiasa dan merasa nyaman dalam penggunaan media digital ini, ada banyak gereja di lingkungan pentakostal yang akhirnya tetap menggunakannya. 26 Umpamanya saja untuk pembicara ibadah Minggu selanjutnya atau ibadah tengah Minggu, tidak perlu lagi mencetak selebaran atau menempel dengan warta jemaat seperti yang lalu-lalu, cukup hanya gunakan saja pengumuman di layar televisi selama ibadah atau dilanjutkan dengan menyebar flyer ke jemaat. Menggunakan cara seperti ini, peneliti menilai akan sangat efektif serta efesien dibandingkan dengan menggunakan baliho, atau selebaran seperti kebiasaan lama yang sudah terkesan ketinggalan Umumnya, media digital yang digunakan di lingkup gereja pentakostal, selain Mark J. Cartledge. AuPentecostalism and the Eucharist in a Digital Age: A Theological Reflection on Bill JohnsonAos Praxis,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 44, no. 2 (July 2, 2. : 93Ae109. Agnes Dwi Rahayu and Intansakti Pius X. AuTransformasi Media Digital Dalam Katekese Kontekstual: Studi Kasus Terhadap Pengelolaan Pelayanan Gereja-Gereja Kontemporer,Ay Jurnal Magistra 1, no. 4 (December 11, 2. : 19Ae26. Kosma Manurung and Ristan Rakim. AuRefleksi Teologis Kisah Pergumulan Yakub Dan Allah Dari Bingkai Kaum Pentakostal,Ay TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (December 12, 2. : 77Ae88. Yonatan Alex Arifianto et al. AuMedia Sosial Dan Perdebatan Politik: Upaya Gereja Mereduksi Konflik Pemilu Di Era Digital Dalam Bingkai Etis Teologis,Ay EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (November 27, 2. : 140Ae153. Julia Kuhlin. AuAlways Connected WhatsApp Use in Two Middle-Class Pentecostal Churches in India,Ay Australasian Pentecostal Studies 23, no. : 122Ae140. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia penggunaan teknologi di ruang ibadah selama ibadah berupa televisi layar lebar yang terhubung atau dikendalikan oleh leptop maupun smart phone, khususnya untuk jemaat yang hadir langsung atau onsite. Di Gereja Pentakosta Cipayung, di mana peneliti melayani sebagai wakil gembala sidang, kamu pun menggunakan televisi layar lebar dan berbagai perangkat media lainnya untuk kepentingan ibadah. Namun, untuk penjangkauan yang lebih luas, gereja kami juga menggunakan livestreaming baik itu di youtube, facebook atau penggunaan media digital lainnya, bahkan untuk renungkan singkat biasanya ditambah dengan tiktok, instagram maupun whatsapp grup. Intinya apapun media digital yang ada, tersedia, dan bisa digunakan, gereja kami akan berusaha terkoneksi dan menggunakannya untuk kepentingan pelayanan pemberitaan Kabar Baik, juga untuk kepentingan penjangkauan. Kontribusi Media Digital Memaksimalkan Pelayanan Di Gereja Pentakostal Meningkatnya kemampuan para pelayan Tuhan adalah kontribus pertama dari media digital dalam memaksimalkan pelayanan di gereja pentakostal yang peneliti simpulkan. 27 Jika pada era sebelum maraknya media digital, para pelayan di lingkup gereja pentakostal terutama pada gereja yang relatif jumlah jemaatnya kecil dan secara keuangan gereja pun belum mampu membeli peralatan media yang canggih seperti di gereja besar, yang artinya para hamba Tuhan ini juga jarang bersentuhan dengan media canggih tersebut yang harganya super mahal bagi jangkauan kemampuan gereja kecil. Maka, dengan maraknya media digital ditambah pula adanya pendemik Covid -19 lalu, seperti keberpihakan alam atau lebih tepatnya keterlibatan Tuhan menggunakan istilah yang kerap kaum pentakostal gunakan, untuk mempercepat proses konversi media digital ini. Alex Shiells pun menyepakati dampak penting media digital yang mampu meningkatkan kemampuan hamba Tuhan di lingkup pentakostal. 28 Tadinya banyak hamba Tuhan tidak bisa atau belum terbiasa menggunakan media youtube untuk livestreaming pelayanan atau paska pelayanan yang bisa diputar oleh jemaat, dalam hal ini akhirnya bisa terasah juga skil editing dari para hamba Tuhan itu. 29 Selain youtube, ada juga zoom, facebook, instagram, dan tiktok yang pada intinya media digital ini membuat para pelayan Tuhan memaksa dirinya untuk memahami alogaritma sistem dan cara menggunakan, serta membuat semenarik mungkin konten-konten tersebut agar jemaat tertarik untuk membuka dan Jika berbentuk tulisan, kemampuan literasi dari para pelayan Tuhan dituntut menjadi lebih baik, dalam artian sederhananya maka para pelayan Tuhan ini juga berupaya mengupgrade literasi mereka. Pelayanan di Gereja Pentakosta Cipayung di mana peneliti melayani pun, para pelayan Tuhan juga mengalami, merasakan dan berproses pada hal yang serupa, di mana melalui media digital kami merasakan peningkatan kemampuan individu kami untuk berelaborasi dalam menggunakan media digital untuk tujuan pelayanan. Asia E. Williamson and Joseph W. Handley. AuDeep Rivers: A Pentecostal Approach to DiscipleMaking,Ay International Bulletin of Mission Research 48, no. 1 (January 1, 2. : 113Ae123. Alex Shiells. AuA Critical Examination of Christian Leadership in the Light of Recent Trends within the Church of England,Ay Journal of the European Pentecostal Theological Association 39, no. 1 (January 2, 2. 39Ae47. Susanto Dwiraharjo. AuKonstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online Di Masa Pandemi Covid-19,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (May 29, 2. : 1. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Jean Daniel menilik bahwa aspek relevansi adalah hal lainnya terkait dengan kontribusi media sosial dalam meningkatkan pelayanan di gereja Pentakostal. 30 Adapun aspek relevansi yang peneliti maksudkan di sini adalah pelayanan menjadi relevan dikarenakan bersesuaian dengan budaya zaman. 31 Dalam artian lainnya, penggunaan media digital oleh para pelayan Tuhan di gereja bernuansa pentakostal, membuat pelayanannya selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh komunitas masyarakat. 32 Jika komunitas masyarakat luas terbiasa menggunakan media digital dalam berinteraksi maupun berkomunikasi, sedangkan gereja tetap dengan gayanya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan umatnya, bukankah ini akan terlihat bahwa gaya interaksi dan komunikasinya sudah sangat tidak relevan dan terlihat kolot. Padahal merujuk pada pemahaman Jared Bok, kunci untuk pelayanan dapat diterima oleh komunitas adalah ketika pelayanan yang dilakukan relevan dengan pihak yang disasar oleh pelayanan 33 Manurung pun mengingatkan para hamba Tuhan di lingkup pentakostal untuk berupaya relevan dalam pelayanan, karena bagaimanapun juga semakin relevan sebuah pelayanan maka pelayanan itu akan berdampak diterima, dihargai, dan diharapkan baik bagi umat maupun komunitas yang lebih luas. 34 Peneliti sangat sependapat dengan pemikiran Jean Daniel dan Manurung, karena di gereja tempat pelayanan peneliti pun, kami dan para pelayan lainnya menyadari benar kontribusi media digital dalam merelevansi pelayanan gereja kami. Dengan penggunaan media digital ini, gereja kami dalam konteks pelayanan secara khusus dalam pelayanan kaum muda dan generasi milenial, feed back dari mereka sangat positif terhadap penggunaan media digital dalam pelayanan gereja. Aspek aktualisasi adalah kontribusi lainnya dari media digital dalam meningkatkan pelayanan di gereja pentakostal yang peneliti amati. Meminjaam pemahaman Dolly Ramooky dan rekan, aspek aktualisasi di sini dalam artian bahwa melalui media digital gereja pentakostal maupun para pelayannya, mampu mengaktualisasikan dirinya. 35 Seperti ungkapan Abraham Maslow yang dikutip Nadine Weidman, dalam piramida kebutuhan bahwa kebutuhan tertinggi seseorang adalah mengaktualisasikan dirinya, maka dalam konteks gereja pentakostal di mana komunitas ini juga terbentuk dari kumpulan banyak individu yang tentunya perlu teraktualisasi 36 Namun, meminjam pemahaman Frank Macia, aktualisasi dalam konteks ini bukan sekedar aktualisasi individu secara pribadi saja, melainkan juga sebagai komunitas gereja, mereka dalam kesatuan komunitas yang mampu teraktualisasi. 37 Contohnya saja seorang Jean Daniel Plyss. AuCOVID-19, the Church, and the Challenge to Ecumenism,Ay Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies 37, no. 4 (October 14, 2. : 286Ae296. Ronaldo Pratama Simangunsong and Kosma Manurung. AuKajian Peranan Konseling Pastoral Terhadap Penyelesaian Konflik Di Keluarga Kaum Pentakostal,Ay SABDA: Jurnal Teologi Kristen 5, no. : 230Ae243. Katy Unwin and Armand Lyon van Ommen. AuAutistic and Non-Autistic Experience of the Sensory Aspects of the Church Service,Ay Journal of Psychology and Theology 52, no. 4 (December 1, 2. : 410Ae425. Jared Bok. AuDiversity within Protestant Transnationalism: Differences in the Scope and Reach of Pentecostal/Charismatic and Evangelical Missions,Ay Review of Religious Research 62, no. : 603Ae625. Kosma Manurung. AuCara Pandang Kaum Pentakostal Mencermati Pelayanan Petrus Sang Tokoh Kontraversi,Ay DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 5, no. : 71Ae83. Tshoganetso Dolly Ramooki. Gabriel Faimau, and Wame Maryjoy Kesebonye. AuTrends of Religious Marketing and the Transformation of Religious Practices among Prophetic Ministries in Botswana,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 44, no. 2 (July 2, 2. : 211Ae230. Nadine Weidman. AuAbraham Maslow. Utopian Realist,Ay https://doi. org/10. 1177/00221678211007670 63, no. 4 (July 14, 2. : 438Ae458. Frank D. Macchia. AuThe Spirit and the Common Good: A Theological Review,Ay Journal of Pentecostal Theology 30, no. 1 (May 5, 2. : 30Ae43. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia hamba Tuhan yang selama bertahun-tahun mempersiapkan diri untuk melayani Tuhan, telah menghabiskan ratusan jam untuk belajar, membaca Alkitab dan banyak buku, juga berdoa Untuk menyalurkan apa yang sudah dia pelajari dan direnungkannya ini, bisa disalurkannya melalui media digital. Entah dalam untaian kata-kata motivasi atau renungkan singkat di facebook, whatsapp atau instagram, bisa membuatnya dalam bentuk video yang di upload di tiktok atau youtube. Bahkan kalau kajian hamba Tuhan ini bersifat lebih akademik karena memang backgroundnya seorang Magister atau Doktor di bidang teologi, maka dia bisa menyalurkan melalui artikel jurnal. Seperti yang saat ini peneliti, gembala sidang gereja kami, juga beberapa tamban hamba Tuhan dari lingkup pentakostal lainnya yang peneliti kenal, kami melakukan penelitian dan memuatnya di jurnal bereputasi, selain untuk kepentingan syarat dalam ranah akademik, juga tentunya menjadi sarana aktualiasi pemikiran kami. Terkait media digital dan penggunaannya di lingkup gereja pentakostal ini, peneliti juga sepemahaman dengan Simo Frestadius dan rekan yang mengkritisi adanya hamba Tuhan di lingkup pentakostal yang justru menggunakan media sosial untuk mengaktualiasi gaya hidup 38 Dalam artian postingan-postingan media sosialnya berisikan berbagai gaya hidup mewah yang dalam pandangan peneliti sangat kurang sesuai dengan kesederhanaan Kristus dan gaya hidup kristiani yang Tuhan inginkan. Peneliti secara pribadi, selain kurang sependapat juga sangat menentang aktualisasi hamba Tuhan di lingkup pentakostal yang bersifat hedon seperti ini. Memperluas jangkauan pelayanan adalah kontribusi lainnya yang peneliti dapatkan terkait dengan penggunaan media digital dalam pelayanan di lingkup gereja pentakostal. Adam White mamahami bahwa penggunaan media digital dalam pelayanan di lingkup gereja pentakostal memiliki dampak yang sangat signifikan untuk memperluas jangkauan 39 Christina Cunha pun menyepakati bahwa salah satu hal positif lainnya dari keberadaan media digital adalah mampu memudahkan yang sekaligus juga memperluas komunikasi, serta memperbanyak relasi. 40 Katakan saja sebuah pelayanan yang tadinya hanya bersifat lokal dari sebuah gereja kecil di pedesaan, karena adanya media digital dan hamba Tuhan gereja tersebut juga melek digital, maka aktivitas pelayanan gereja yang kemudian diupload di media, bisa tersebar luas dengan sendirinya. 41 Dalam artin lainnya, kalau selama ini yang mengenal pelayanan tersebut hanyalah komunitas desa atau beberapa desa lainnya, maka setelah adanya media digital, ada banyak pihak di luar komunitas setempat bahkan dari jauh pun yang mengerti bahasanya, bisa mengakses dan terkoneksi dengan pelayanan ini entah lewat facebook, instagram, tiktok, youtube, atau media digital lainnya. Jika terjadi sesuatu misalkan hal yang tidak baik terhadap komunitas gereja ini, maka akan dengan sangat mudah tersebar beritanya bahkan tak jarang menjadi viral yang akhirnya terendus oleh pihak berwajib untuk turut campur tangan membantu dalam penyelesaikan. Begitu juga, misalnya gereja atau Simo Frestadius et al. AuAre We Still Perplexed by Pentecostalism? A Roundtable Discussion on Wolfgang VondeyAos Pentecostalism: A Guide for the Perplexed a Decade after Publication,Ay Journal of Pentecostal and Charismatic Christianity 43, no. 2 (July 3, 2. : 209Ae224. Adam White. AuNot in Lofty Speech or Media: A Reflection on Pentecostal Preaching in Light of 1 Cor 2:1Ae5,Ay Journal of Pentecostal Theology 24, no. : 117Ae135. Christina Vital da Cunha. AuPentecostal Culture in RioAos Peripheries: Graffiti and National Political Agency,Ay International Bulletin of Mission Research 46, no. 3 (July 1, 2. : 420Ae444. Simon Simon and Semuel Ruddy Angkouw. AuPerintisan Gereja Sebagai Bagian Dari Implementasi Amanat Agung,Ay Manna Rafflesia 7, no. 2 (April 30, 2. : 210Ae234. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia komunitas ini membutuhkan bantuan maka adanya media digital yang terkoneksi dengan pelayanan, mampu berkontribusi dalam memperbesar peluang mendapatkan bantuan dari pihak luar komunitas. Gereja Pentakosta Cipayung di mana peneliti melayani pun memahami benar kontribusi media digital dalam memperluas jangkauan ini, sehingga para pelayan Tuhan di gereja kami baik dalam konteks pribadi maupun komunitas, berupaya sebanyak mungkin mengelaborasi pelayanan dan menguploadnya diberbagai platform media digital yang ada, baik di facebook, whatsapp, tiktok, youtube, telegram maupun yang lainnya. Seperti kata Manurung, gunakanlah seluruh sarana yang bisa dijangkau untuk menyalurkan kasih dan keselamatan dari Tuhan Yesus pada yang terhilang. KESIMPULAN Salah satu karakteristik yang paling menonjol dari kehidupan manusia di era digital adalah adanya keterkaitan yang sangat erat antara manusia dan teknologi digital khususnya yang berkorelasi langsung dengan media digital. Dengan lain kata, pada era digital ini keberadaan media digital memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tak terkecuali pelayanan gereja di lingkungan pentakostal. Merujuk pada hasil pembahasan, media sosial sangat berkontribusi dalam memaksimalkan pelayanan di gereja pentakostal karena mampu meningkatkan kemampuan pelayan Tuhan. Kemampuan yang dimaksudkan di sini yaitu meningkatnya kemampuan dalam penggunaan teknologi media digital untuk kepentingan pelayanan maupun penjangkauan. Aspek relevansi adalah kontribusi lainnya penggunaan media digital dalam pelayanan di lingkup pentakostal. Dalam artian, kemauan dan kemampuan hamba Tuhan dalam beradaptasi dan mengakomodir media digital, akan membuat pelayanannya menjadi relevan. Bagaimanapun juga, jika media digital sudah menjadi budaya komunitas masyarakat maupun umat, sedangkan gereja tidak mengakomodirnya maka pelayanan yang dilakukan gereja berkecenderungan tidak relevan dan terkesan ketinggalan Selain itu, sebagai individu maupun komunitas, gereja perlu mengaktualisasi diri. Salah satu aktualisasi diri yang sesuai zaman dalam konteks era digital, adalam terkoneksi dan berelaborasi dengan media digital. Karena kegika gereja terlibat dalam penggunaan media digital, dampak yang paling signifikan lainnya adalah semakin meluasnya jangkauan Ini juga berarti bahwa penggunaan media digital oleh gereja pentakostal akan berdampak langsung pada meluasnya jangkauan pelayanan baik pelayanan hamba Tuhan secara pribadi maupun pelayanan gereja sebagai komunitas. DAFTAR PUSTAKA