Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Volume 5. Nomor 1. Januari-Juni 2022 pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 PENGETAHUAN. SIKAP,PERILAKU DAN PENCEGAHAN VIRUS COVID 19 MAHASISWA ADMINISTRASI RUMAH SAKIT IIK PELAMONIA MAKASSAR KNOWLEDGE. ATTITUDES. BEHAVIOR. AND PREVENT THE COVID 19 VIRUS IN HOSPITAL ADMINISTRATION STUDENTS OF IIK PELAMONIA. MAKASSAR Ryryn Suryaman Prana Putra1 1 Department of Hospital Administration. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar. Indonesia E-mail: uyaputra17@gmail. ABSTRAK Jumlah pasien positif penyakit Coronavirus-2019 (Covid-. meningkat secara tajam mengikuti sebaran Salah satu Provinsi di Indonesia di luar Pulau Jawa yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Selatan serta Kota Makassar menjadi kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus tertinggi di Provinsi Sulsel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan. Sikap. Perilaku, dan Pencegahan Virus Covid 19 Mahasiswa Administrasi Rumah Sakit IIK Pelamonia Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV Hasanuddin Makassar pada tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 119 responden yang berasal dari Angkatan 2016, 2017 dan 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik non random Alat pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk link google form yang disebarkan ke mahasiswa melalui grup media sosial. Data yang terkumpul diolah menggunakan aplikasi SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan Sangat Baik dan paling sedikit memiliki pengetahuan Cukup Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Sikap Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Sikap Sangat Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Perilaku Sangat Baik dan paling sedikit memiliki Perilaku Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Pencegahan Covid 19 Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Pencegahan Covid 19 Sangat Baik. Disarankan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa yang saat ini sudah tergolong baik melalui penyelenggaraan program edukasi tambahan, seminar, atau workshop yang fokus pada aspek-aspek tertentu terkait Covid-19. Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. Perilaku. Pencegahan. Covid 19 ABSTRACT The number of positive cases of Coronavirus Disease 2019 (Covid-. has sharply increased following an exponential spread. One of the provinces in Indonesia outside Java with the highest number of Covid-19 cases is South Sulawesi Province, and Makassar City is the district/city with the highest number of cases in South Sulawesi. The purpose of this study is to determine the Knowledge. Attitude. Behavior, and Prevention of the Covid-19 Virus among Students of Hospital Administration IIK Pelamonia Makassar. This research is a descriptive quantitative study conducted at the Pelamonia Health Science Institute Kesdam XIV Hasanuddin Makassar in 2020. The sample in this study consisted of 119 respondents from the 2016, 2017, and 2018 The method used in this research is non-random sampling technique. Data collection tools used a questionnaire in the form of a Google form link distributed to students through social media groups. The collected data were processed using the SPSS application and presented in tables and descriptions. The results showed that the majority of students have Very Good knowledge, with the least having Good knowledge. The majority of students have Good attitudes, with the least having Very Good attitudes. The majority of students have Very Good behavior, with the least having Good behavior. The majority of students have Good prevention of Covid-19, with the least having Very Good prevention. It is recommended to improve the understanding and knowledge of students who currently have a good level of knowledge through additional educational programs, seminars, or workshops focusing on specific aspects related to Covid-19. Keywords: Knowledge. Attitudes. Behavior. Prevention. Covid 19 PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) pada 31 Desember 2019 mengeluarkan informasi tentang adanya kasus pneumonia berkelompok dengan penyebab yang tidak jelas di Kota Wuhan. Provinsi Hubei. China. Kasus ini terus bertambah dengan laporan kematian dan penyebaran di luar wilayah China. Pada 30 Januari 2020. WHO menetapkan Covid-19 Kedaruratan Kesehatan Putra : PengetahuanA JPKPI Vol 5 No 1 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC). Pada 12 Februari 2020. WHO secara resmi menamakan penyakit yang disebabkan oleh novel coronavirus ini sebagai Coronavirus Disease (Covid-. Pada 2 Maret 2020. Indonesia melaporkan 2 kasus konfirmasi Covid-19. Kemudian, pada 11 Maret 2020. WHO menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi . alam Marwang & Sudirman, 2. Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh corona virus jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 yang selanjutnya disebut Sars-Cov2 (Severe Acutere Spiratory Syndrome Corona Virus . Virus ini berukuran sangat kecil . -160 n. yang utamanya menginfeksi hewan termasuk diantaranya adalah kelelawar dan unta. Saat ini penyebaran darimanusia kemanusia sudah menjadi sumber penularan utama sehingga penyebaran virus ini terjadi sangat agresif. Penularan penyakit ini terjadi dari pasien positif COVID-19 melalui droplet yang keluar saat batuk dan bersin (Han Y, 2020 dalam Purnamasari & Raharyani, 2. Akan tetapi, diperkirakan juga bahwa virus ini dapat menyebar dari orang yang tidak bergejala, namun hasil pemeriksaan menunjukkan positif COVID-19. Selain itu, telah diteliti bahwa virus ini dapat hidup pada media aerosol . ang dihasilkan melalui nebulize. selama setidaknya 3 jam (Susilo dkk, 2020 dalam Purnamasari & Raharyani, 2. Jika virus ini memasuki saluran pernafasan manusia, dapat menyebabkan kerusakan pada alveoli paru dan mengakibatkan kesulitan bernafas. Meskipun demikian, banyak individu yang terinfeksi Sars-Cov-2 mengalami gejala ringan hingga sedang pada saluran pernafasannya, yang dapat sembuh tanpa penanganan khusus. Namun, bagi kelompok orang dengan kondisi kesehatan seperti penyakit diabetes, dan kanker, infeksi COVID-19 dapat menyebabkan masalah yang lebih serius (WHO. Pandemi atau epidemi global menunjukkan penyebaran cepat infeksi COVID-19, yang hampir melibatkan setiap negara atau wilayah di dunia. Lonjakan kasus terjadi dengan cepat, memerlukan respons segera. Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19 (Sagala dkk, 2. Menurut WHO. Eropa kini menjadi pusat pandemi global, mengalami lebih banyak kasus dan kematian daripada China. Jumlah individu yang terinfeksi virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 2,24 juta orang, dengan Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah kasus terbanyak, mendekati 700 ribu orang. Pandemi Covid-19 telah menjangkiti 185 negara dan menyebabkan 153,822 kematian (WHO, 2020 dalam Sagala dkk, 2. Di Indonesia, hingga pertengahan April 2020, jumlah kasus positif mencapai 5,923. Menurut data Kementerian Kesehatan. DKI Jakarta masih menjadi pusat penyebaran COVID-19 di Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh Jawa Timur menempati posisi berikutnya dengan 94 pasien sembuh, diikuti oleh Sulawesi Selatan dengan 43 pasien sembuh. Jawa Barat menyusul dengan 41 pasien sembuh, disusul oleh Bali dan Jawa Tengah masing-masing dengan 33 pasien sembuh (Kemenkes RI, 2020 dalam Sagala dkk, 2. Jumlah pasien positif penyakit Coronavirus2019 (Covid-. meningkat secara tajam mengikuti sebaran eksponensial. Salah satu Provinsi di Indonesia di luar Pulau Jawa yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Selatan. Diantara 24 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar sebagai ibukota Sulawesi Selatan memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi. Terdapat sekitar 127 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan dengan 21 orang sembuh dan 6 orang meninggal dunia. Selanjutnya. Kota Makassar yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi di antara 24 kabupaten/kota (CNN, 2. Penyebaran Covid-19 terkait dengan aktivitas manusia, termasuk jumlah orang dalam satu ruangan atau dalam suatu kegiatan tertentu (Kisser et al. , 2020 dalam Zulhafandi & Ariyanti. Penularan antar manusia dipengaruhi oleh interaksi sosial yang terjadi, dan tingkat penularan dapat berbeda tergantung pada faktor usia dan lokasi kontak, seperti di sekolah, kantor, atau di Sebagai contoh. Wuhan, sebagai tempat asal mula virus Covid-19, menerapkan konsep physical distancing sebagai salah satu non-farmakologis penularan Covid-19 (Prem et al. , 2020 dalam Zulhafandi & Ariyanti, 2. Usaha untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang memadai dari berbagai elemen, termasuk masyarakat. Pengetahuan didefinisikan sebagai hasil dari proses sensoris, terutama melalui indra seperti mata dan telinga, terhadap objek tertentu. Pengetahuan juga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku (Donsu, 2017 dalam Purnamasari & Raharyani, 2. Tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pendidikan, pekerjaan, usia, lingkungan, dan faktor sosial-budaya (Notoatmodjo, 2010 dalam Purnamasari & Raharyani, 2. Perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap rangsangan (KBBI. Menurut Robert Kwick yang dikutip oleh Donsu . , perilaku dapat dipelajari dan diamati sebagai bagian dari tindakan seseorang. Salah satu elemen yang memengaruhi perilaku manusia atau masyarakat adalah tingkat pengetahuan (Donsu, 2017 dalam Purnamasari & Raharyani, 2. Berdasarkan penjelasan di atas peneliti memilih untuk melakukan penelitian tentang Pengetahuan. Sikap. Perilaku, dan Pencegahan Virus Covid 19 Mahasiswa Administrasi Rumah Sakit IIK Pelamonia Makassar. Putra : PengetahuanA JPKPI Vol 5 No 1 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 tahun yakni sebanyak 70 orang . ,8%) dan paling sedikit berusia >25 tahun yakni sebanyak 3 orang . ,5%). METODE Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Sugiyono . menjelaskan bahwa metode penelitian kuantitatif berdasarkan menginvestigasi sampel dan populasi penelitian. Penelitian kuantitatif menghasilkan data berupa angka sebagai output dari penelitiannya. Metode penelitian deskriptif, di sisi lain, merupakan suatu kelompok manusia, objek tertentu, kondisi, pemikiran, atau peristiwa saat ini. Metode deskriptif digunakan untuk membuat gambaran sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena yang sedang diteliti. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah jenis penelitian yang menguraikan variabel secara obyektif, didukung oleh data berupa angka yang diperoleh dari keadaan nyata. Penelitian ini dilakukan di Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV Hasanuddin Makassar pada tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV Hasanuddin Makassar dimana sampel dalam penelitian ini sebanyak 119 responden yang berasal dari Angkatan 2016, 2017 dan 2018. Dalam pengambilan sampel, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik non Alat menggunakan kuesioner yang diubah menjadi format kuesioner elektronik yang tertuang dalam link google form yang disebarkan ke mahasiswa melalui grup media sosial. Data yang terkumpul diolah menggunakan aplikasi SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel dan deskripsi. Tabel 2. Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-Laki Perempuan Total Sumber : Data Primer, 2020 Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 111 orang . ,3%) dan sisanya berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 8 orang . ,7%). Tabel 3. Angkatan Masuk Angkatan Jumlah Total Sumber : Data Primer, 2020 Persentase Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar berasal dari Angkatan 2017 yakni sebanyak 61 orang . ,3%) dan paling sedikit berasal dari Angkatan 2018 yakni sebanyak 24 orang . ,2%). Pengetahuan Hasil pengolahan data pada variable Pengetahuan ditemukan hasil sebagai berikut. Tabel 4. Pengetahuan Responden Pengetahuan Jumlah Sangat Baik . Baik . Cukup Baik (<. Total Sumber : Data Primer, 2020 HASIL Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2020 dengan menggunakan teknik non random sampling pada sampel sebanyak 119 mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV Hasanuddin Makassar dengan membagikan kuesioner dalam bentuk link google form. Persentase Tabel 4 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan Sangat Baik dengan nilai 90-100 yakni sebanyak 79 orang . ,4%) dan paling sedikit memiliki pengetahuan Cukup Baik dengan nilai di bawah 80 yakni sebanyak 10 orang . ,4%). Karakteristik Responden Karakteristik responden dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan Angkatan masuk mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV Hasanuddin Makassar. Sikap Hasil pengolahan data pada variable Sikap ditemukan hasil sebagai berikut. Tabel 5. Sikap Responden Tabel 1. Usia Responden Usia Jumlah < 20 tahun 21-25 tahun >25 tahun Total Sumber : Data Primer, 2020 Persentase Sikap Jumlah Sangat Baik . Baik . Cukup Baik (<. Total Sumber : Data Primer, 2020 Persentase Persentase Tabel 5 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki Sikap Cukup Baik Tabel 1 menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar adalah mahasiswa usia 21-25 Putra : PengetahuanA JPKPI Vol 5 No 1 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 dengan nilai <80 yakni sebanyak 100 orang . ,0%) dan paling sedikit memiliki Sikap Sangat Baik dengan nilai 90-100 yakni sebanyak 3 orang . ,5%). Perilaku Hasil pengolahan data pada Perilaku ditemukan hasil sebagai berikut. Hasil sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan Sangat Baik dan paling sedikit memiliki pengetahuan Cukup Baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanti, dkk . , yang mencatat bahwa 99% masyarakat Indonesia memiliki Hasil pengetahuan yang baik cenderung memiliki sikap dan perilaku yang positif. Selain itu, tingkat pengetahuan yang tinggi ini juga berkaitan dengan tingkat pendidikan, dimana sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan tinggi . iploma dan sarjan. Tingkat pendidikan yang tinggi dapat mempermudah seseorang dalam mendapatkan akses informasi mengenai suatu permasalahan (Yanti dkk, 2. Temuan ini juga konsisten dengan hasil penelitian oleh Clements JM . yang menunjukkan bahwa masyarakat Amerika Serikat memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik. Penelitian Zhong, et al . pada masyarakat China, tempat awal penemuan Virus Corona, yang juga menunjukkan tingkat pengetahuan dan perilaku yang baik dan positif. Zulhafandi & Ariyanti . menemukan bahwa pengetahuan tentang Covid 19 berhubungan dengan kepatuhan physical distancing pada subyek di kota Tarakan Kalimantan Utara. Serta dari 444 responden mahasiswa kesehatan di Indonesia, ditemukan bahwa pengetahuan tertinggi mengenai pencegahan Covid-19 berada pada kategori baik, yaitu sebanyak 228 orang . ,35%) (Sukesiha dkk, 2. Pengetahuan masyarakat mengenai Covid19 merupakan aspek yang sangat krusial dalam situasi pandemi saat ini. Ini mencakup pemahaman mengenai penyebab Covid-19 dan karakteristik virusnya, tanda dan gejala, istilah yang terkait, proses pemeriksaan yang diperlukan, serta cara penularan dan upaya pencegahan penyakit Tingginya pengetahuan masyarakat di Kabupaten Wonosobo tentang Covid-19 memiliki dampak signifikan pada kejadian dan upaya pencegahan penyakit ini. Pengetahuan yang baik dapat diperoleh melalui penerimaan informasi yang beredar di masyarakat mengenai Covid-19 (Sulistyaningtyas, 2. Berdasarkan Model Pengetahuan-SikapPerilaku, pengetahuan dianggap sebagai elemen kunci yang memiliki potensi untuk mengubah perilaku, dan individu dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan melalui proses pembelajaran (Liu et al. , 2. Oleh karena itu, upaya untuk menyempurnakan pengetahuan masyarakat dan mengubah perilaku yang negatif dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan edukasi dari pihak yang Dalam konteks masyarakat, forum kesehatan di tingkat desa atau sejenisnya dapat berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan Sikap dapat dijelaskan sebagai tanggapan yang terjadi pada seseorang terhadap stimulus atau objek khusus, yang mencakup unsur pendapat dan Tabel 6. Sikap Responden Perilaku Jumlah Sangat Baik . Baik . Cukup Baik (<. Total Sumber : Data Primer, 2020 Persentase Tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki Perilaku Sangat Baik dengan nilai 90-100 yakni sebanyak 80 orang . ,2%) dan paling sedikit memiliki Perilaku Baik dengan nilai 80-90 yakni sebanyak 17 orang . ,3%). Pencegahan Hasil pengolahan data pada variable Pencegahan ditemukan hasil sebagai berikut. Tabel 7. Pencegahan Covid 19 Perilaku Jumlah Sangat Baik . Baik . Cukup Baik (<. Total Sumber : Data Primer, 2020 Persentase Tabel 7 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki Pencegahan Covid 19 Cukup Baik dengan nilai <80 yakni sebanyak 69 orang . ,0%) dan paling sedikit memiliki Pencegahan Covid 19 Sangat Baik dengan nilai 90100 yakni sebanyak 16 orang . ,4%). PEMBAHASAN Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai hasil dari proses penginderaan manusia atau pemahaman seseorang terhadap suatu objek melalui indera yang dimilikinya, menghasilkan pemahaman tentang suatu hal (Notoatmodjo. Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan melibatkan informasi yang dimiliki oleh seseorang atau responden terkait dengan topik kesehatan, seperti informasi tentang penyakit . enyebab, cara penularan, cara pencegaha. , gizi, sanitasi, layanan kesehatan, lingkungan kesehatan, keluarga berencana, dan aspek-aspek lainnya terkait Salah satu faktor internal yang memengaruhi tingkat pengetahuan individu adalah tingkat pendidikan, di mana semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya (Putri, 2. Putra : PengetahuanA JPKPI Vol 5 No 1 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 emosi (Notoatmodjo, 2. Sikap bersifat pasif, yang berarti bahwa meskipun seseorang memiliki sikap positif terhadap nilai-nilai kesehatan, hal tersebut tidak selalu tercermin dalam tindakan Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki Sikap Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Sikap Sangat Baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanti, dkk menunjukkan sikap positif. Hasil penelitian lain juga menemukan bahwa dari 444 responden mahasiswa kesehatan di Indonesia, ditemukan bahwa sikap yang paling tinggi berada dalam kategori baik, mencakup 206 orang . ,39%) (Sukesiha dkk. Menurut Notoatmodjo . , perilaku merujuk pada kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh organisme atau makhluk hidup. Perilaku ini merupakan produk dari berbagai pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya, yang dapat melibatkan aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Perilaku manusia cenderung memiliki sifat holistik, yang berarti melibatkan sudut pandang psikologi, fisiologi, dan sosial secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki Perilaku Sangat Baik dan paling sedikit memiliki Perilaku Baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanti, dkk . dan menemukan bahwa sebesar 93% menunjukkan perilaku yang baik terkait upaya pencegahan Covid19. Pencegahan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat dari potensi ancaman penyakit. Pencegahan penyakit dilakukan dengan mengendalikan perkembangan penyakit, memperlambat kemajuan penyakit, dan melindungi tubuh dari dampak yang mungkin lebih berbahaya. Tindakan pencegahan dilakukan sebelum terjadinya suatu kejadian, didasarkan pada informasi yang diperoleh dari hasil analisis epidemiologi atau penelitian epidemiologi (Nasry, 2. Hasil sebagian besar mahasiswa telah memiliki Pencegahan Covid 19 Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Pencegahan Covid 19 Sangat Baik. Sagala dkk . menemukan bahwa pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Covid-19 masih rendah. Selain itu tingkat kepatuhan masyarakat untuk melakukan social distance juga masih terlihat rendah, karena masih terlihat warga beraktivitas keluar rumah untuk tujuan rekreasi, duduk bergerombol, berkumpul tanpa menggunakan masker ataupun menjaga jarak, sehingga kemungkinan penyebaran masih menjadi tugas besar. Tindakan promotif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sangat diperlukan agar bisa meningkatkan pengetahuan mereka tentang isolasi mandiri yang sesuai standar operasional prosedur. Mempraktikkan perilaku yang positif dapat menjadi langkah preventif terhadap penularan COVID-19 (Audria, 2. Analisis mengenai perilaku kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk persepsi mengenai risiko penyakit, hambatan dalam upaya pencegahan, penilaian manfaat pencegahan, dorongan untuk melakukan tindakan preventif, serta keyakinan melakukan upaya pencegahan (Almi, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan Sangat Baik dan paling sedikit memiliki pengetahuan Cukup Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Sikap Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Sikap Sangat Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Perilaku Sangat Baik dan paling sedikit memiliki Perilaku Baik. Sebagian besar mahasiswa telah memiliki Pencegahan Covid 19 Cukup Baik dan paling sedikit memiliki Pencegahan Covid 19 Sangat Baik. Beberapa hal yang dapat disarankan adalah : Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa yang saat ini sudah tergolong baik. Ini dapat dilakukan melalui penyelenggaraan program edukasi tambahan, seminar, atau workshop yang fokus pada aspek-aspek tertentu terkait Covid-19. Meskipun menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, tetapi perlu dilakukan upaya penguatan untuk mencapai tingkat sikap dan perilaku yang lebih Hal ini dapat dilakukan melalui mendukung praktik hidup bersih, sehat, dan gizi Peningkatan pemahaman mahasiswa dalam pencegahan Covid-19 perlu menjadi prioritas. Ini dapat diwujudkan melalui pengembangan program pencegahan yang lebih terfokus, termasuk promosi praktek-praktek hidup bersih dan sehat di lingkungan kampus. Disarankan untuk melibatkan mahasiswa dalam inisiatif pencegahan Covid-19 secara aktif, seperti menjadi agen perubahan di lingkungan kampus, mengorganisir kegiatan penyuluhan, kesehatan di lingkungan kampus. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif berkontribusi dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, dan menjadi contoh positif dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat. Putra : PengetahuanA JPKPI Vol 5 No 1 Jan-Jun 2022, pISSN 2620-9683, eISSN 2654-9921 Reduce Social Mixing on Outcomes of the COVID-19 Epidemic in Wuhan. China: a Modelling Study. The Lancet Public Health, 2667. , 1Ae10. https://doi. org/10. 1016/s24682667. 30073-6 Putri Retno. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Perilaku Hidup Sehat Kualitas Lingkungan Rumah. Skripsi. Universitas Lampung Sri Handayani Sagala. Yesi Maifita, dan Armaita. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Covid-19: Literature Review. Jurnal Menara Medika Vol September https://jurnal. id/index. php/menara medika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet. Sukesiha. Usman. Setia Budic. Dian Nur Adkhana Sari. Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Kesehatan Tentang Pencegahan Covid-19 di Indonesia. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol. No. Sulistyaningtyas Tri. Informasi Wabah Virus Covid-19: Kuasa Pengetahuan dan Kelas Sosial. Institut Teknologi Bandung Sumarni Marwang & Jumrah Sudirman. Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih. Sehat, dan Gizi Seimbang di Panti Asuhan. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia. Volume 1 No 2. JuliDesember . , pp. Susilo. Rumende. Pitoyo. Santoso, . Yulianti. Herikurniawan. Sinto, . Singh. Nainggolan. Nelwan, and Chen. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7. World Health Organization (WHO). Risk Communication Community Engagement Readiness Initial Response For Novel Coronaviruses . CoV). World Health Organization (WHO). Corona Virus (Covid-. Outbreak. https://w. int/emergencies/diseases/ novel-coronavirus-2019 Yanti B. Eko Wahyudi. Wahiduddin, dkk. Community Knowledge. Attitudes. And Behavior Towards Social Distancing Policy As Prevention Transmission Of Covid- 19 In Indonesia. JAKI (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesi. Volume 8 . http://dx. org/10. 20473/jaki. Zhong BL. Luo W. Li HM. Zhang QQ. Liu XG. Li WT. Li Y. Knowledge. Attitudes, and Practices Towards COVID-19 Among Chinese Residents During The Rapid Rise Period of the COVID-19 Outbreak: a Quick DAFTAR PUSTAKA