Analisis Sistem Pengendalian Internal Penerimaan Kas Tunai pada Pegadaian Marcianus Raya Goa1. Rai Gina Artaningrum2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Bisnis dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia *Corresponding Author: raigina86@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada evaluasi sistem pengendalian internal penerimaan kas tunai di pegadaian abianbase. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum, pegadaian telah menerapkan sistem pengendalian internal yang cukup Namun, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti kurangnya pemisahan tugas antara petugas yang menerima kas dan petugas yang melakukan pencatatan, serta belum optimalnya pemantuan terhadap transaksi tunai yang bernilai besar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian internal penerimaan kas tunai pada pegadaian serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perlu adanya perbaikan pada beberapa aspek pengendalian internal untuk meningkatkan keamanan dan akuntabilitas peneriman kas tunai di pegadaian. Kata Kunci : Kas Tunai. Sistem Pengendalian Internal. Pegadaian Pendahuluan Perkembanganposisikeuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi Untuk melihat sehat tidaknya suatu perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaan fisiknya saja, misalnya dilihat dari gedung, pembangunan atau Laporan keuangan pada perusahaan dapat menunjukan kinerja yang telah dicapai pada suatu waktu serta untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Menurut Muslich . menyatakan bahwa analisis rasio keuangan merupakan alat utama dalam analisis keuangan, karena analisisini dapat digunakan untukmenjawab berbagai pertanyaan tentang keadaan perusahaan. PT. Pegadaian (Perser. yang sebelumnya berbentuk badan usaha PERUM inimerupakan salah satu dari Badan Usaha Milik Negara. PT. Pegadaian (Perser. adalah lembaga formal di Indonesia yang berdasarkan hukum yang diperbolehkan melakukan pembiayaan dengan bentuk penyaluran kredit atas dasar hukum gadai. MenurutUndang-undangHukum Perdata (KUHP) Pasal 1150 disebutkan bahwa gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang yang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang memiliki utang atau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada orangyangberpiutangituuntuk mengambil pelunasan dari barang tersebut diprioritaskan dari pada orang yang berpiutang lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkan setelah barang itu digadaikan Landasan hukum kegiatan pegadaian atau usaha gadai yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1990 tentang Perusahaan Umum Pegadaian. Dalam PP tersebut, pegadaian atau usaha gadai dimaknai sebagai kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna mendapatkan sejumlah uang senilai barang yang dijaminkan yang akan ditebus sesuai dengan kesepakatan antara nasabah dengan lembaga gadai. Dalam penelitian ini penulis mengambil PT pegadaian Abianbase sebagai objek Kantor PT. Pegadaian cabang UPC Abian Base di Badung. Bali melayani Gadai. Gadai Flexi. Kreasi. Krasida. Krista. EmasKu. Mulia. MPO (Pembelian dan Pembayaran Tagihan Telepon. Listrik. Air. Tiket. Internet. TV Berbayar. Pembayaran Iuran BPJS, dl. Kantor PT Pegadaian persero ini menyediakan berbagai layanan terkait dengan produk-produk PT Pegadaian. Layanan produk PT Pegadaian yang tersedia mulai dari investasi emas pegadaian, cek harga emas pegadaian, tabungan emas, pendaftaran pegadaian digital atau pegadaian online. Kredit Cepat Aman (KCA) pegadaian, pegadaian syariah dan lainnya. Pada kantor ini juga nasabah bisa mengajukan pinjam uang atau kredit dengan jaminan muali dari surat BPKB kendaraan motor atau mobil, surat tanah dan lainnya. Proses pegadaian terjamin. Segera kunjungi PT Pegadaian terdekat untuk memenuhi kebutuhan finansial Anda, mencari informasi bunga pegadaian, pengajuan pinjaman, dan lainnya. Anda juga bisa menghubungi kontak call center dan customer service atau mengakses langsung website PT Pegadaian secara online. PT Pegadaian, termasuk cabang Abianbase, memiliki beberapa sumber pendapatan utama. Meskipun data spesifik untuk cabang Abianbase mungkin tidak tersedia secara publik, secara umum pendapatan Pegadaian berasal dari: Jasa Gadai: Ini adalah sumber pendapatan terbesar bagi Pegadaian. Nasabah menggadaikan barang berharga seperti emas, perhiasan, kendaraan, atau barang elektronik lainnya untuk mendapatkan pinjaman dana tunai. Pegadaian kemudian mengenakan biaya administrasi dan bunga atas pinjaman tersebut. Penjualan Barang Lelang: Barang-barang yang tidak ditebus oleh nasabah akan dilelang. Pendapatan dari hasil lelang ini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Pegadaian. Produk Keuangan Lainnya: Selain jasa gadai. Pegadaian juga menawarkan produk keuangan lainnya seperti tabungan emas, pembiayaan, dan asuransi. Pendapatan dari produk-produk ini juga turut menyumbang pada total pendapatan perusahaan. Menurut Jadongan Sijabat. AuKas merupakan asset likuid yang mudah digunaan, banyak yang menginginkan sehingga mudah dicuri oleh pihak yang tidak Ay Penerimaan Kas merupakan kas yang diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan. Pengendalian intern merupakan bagian yang sangat penting agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Semakin besar perusahaan semakin penting juga arti dari pengendalian intern dalam perusahaan. Sebagaimana diketahui baha definisi pengendalian intern yang dikemukakan oleh Anastasia Diana dan Lili Setiawan menyatakan bahwa: AuPengendalian intern adalah semua rencana operasional, metode dan pengukuran yang dipilih oleh suatu kegiatan usaha untuk mengamankan harta kekayaan, mengecek keakruratan dan kendala data akuntansi perusahaan tersebut, meningkatkan efisiensi operasional, dana mendukung dipatuhinya kebijakan manajerial yang ditetapkanAy. Pengendalian intern mempunyai tujuan yaitu untuk mendapatkan data dengan tepat dan dapat dipercaya, melindungi harta atau aktiva perusahaan, dan meningkatkan aktivitas dari seluruh anggota perusahaan sehingga perusahaan dapat berjalan dengan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan pengendalian adalah tersedianya berbagai perangkat bagi manajer untuk mengarahkan dan memotivasi para bawahannya agar mereka dapat bekerja mencapai tujuan organisasi serta menyediakan umpan balik atau . bagi para manajer mengenai seberapa bagus kinerjapara bawahannya. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriptif. Kualititaif deskriptif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena atau peristiwa secara mendalam dan menyeluruh, sebagaimana adanya di Metode ini lebih menekankan pada pemahaman makna dan pengalaman subjek penelitian daripada generalisasi statistik. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari dua metode: Wawancara Melakukan wawancara dengan karyawan yang terlibat langsung dalam proses penerimaan kas, seperti teller, kepala cabang, dan petugas akuntansi. Wawancara bertujuan untuk memahami pemahaman mereka tentang prosedur, kendala yang dihadapi, dan saran perbaikan. Observasi Langsung Melakukan pengamatan langsung terhadap proses penerimaan kas untuk melihat bagaimana prosedur dilaksanakan dalam praktik. Hal ini memungkinkan untuk mengidentifikasi penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan dan potensi risiko. Hasil dan Pembahasan Proses penerimaan kas tunai dimulai dengan pelanggan yang melakukan transaksi pembayaran terhadap cicilan atau pinjaman. Kas yang diterima kemudian disetorkan ke kasir dan dicatat dalam buku kas oleh petugas yang bertanggung Pencatatan dilakukan secara manual dan juga di-input dalam sistem Setiap transaksi pembayaran yang diterima dari pelanggan dicatat dengan menggunakan bukti transaksi yang sah, seperti kwitansi pembayaran. Setiap pembayaran kemudian direkap dan diawasi oleh kepala bagian keuangan untuk memastikan kesesuaian dengan data yang ada. Pemantauan kas dilakukan secara rutin, dengan melakukan perhitungan fisik kas oleh bagian pengawasan secara berkala . arian/minggua. Setiap akhir bulan, dilakukan rekonsiliasi antara kas fisik dengan kas yang tercatat dalam sistem untuk memastikan tidak ada selisih. Sistem pengendalian internal di Pegadaian Abianbase memisahkan tugas antara penerimaan kas dan pencatatan kas. Kasir bertugas menerima kas dan memberikan kwitansi, sementara staf bagian akuntansi atau keuangan bertugas untuk mencatat dan memonitor transaksi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecurangan atau kesalahan. Terdapat pengawasan internal dari pihak manajer dan audit internal yang secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengendalian kas tunai untuk memastikan prosedur berjalan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Audit dilakukan setiap bulan dan dilaporkan kepada pimpinan untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Penerimaan kas tunai dibagi antara beberapa Misalnya, petugas penerimaan kas bertanggung jawab atas penerimaan uang tunai, sementara petugas lain menangani pencatatan dan penyimpanan dokumen terkait transaksi tersebut. Hal ini mencegah kemungkinan kecurangan dan kesalahan yang bisa terjadi apabila satu orang memiliki akses ke seluruh proses. Akses ke kas tunai dibatasi hanya kepada petugas yang berwenang. Dalam sistem pengendalian ini, kas disimpan di tempat yang aman . eperti branka. , dan hanya orang-orang tertentu yang dapat mengaksesnya. Hal ini mengurangi risiko pencurian atau penyalahgunaan kas tunai. Salah satu aspek penting dalam pengendalian internal penerimaan kas tunai adalah segregasi tugas. Dalam hal ini. Pegadaian Abianbase telah membagi peran antara kasir, yang hanya berwenang menerima pembayaran, dan staf akuntansi yang bertugas mencatat transaksi. Pembagian ini mengurangi potensi manipulasi data atau penggelapan kas, karena seseorang tidak dapat memegang kontrol penuh atas penerimaan dan pencatatan kas. Prosedur dokumentasi dan pencatatan yang dilakukan dengan cermat sangat penting untuk menjaga keakuratan data kas. Bukti transaksi berupa kwitansi yang diberikan kepada pelanggan menjadi dasar yang sah dalam setiap transaksi, yang memudahkan verifikasi dan audit. Pencatatan dalam sistem komputer juga memudahkan pelacakan dan pemeriksaan secara real-time. Pemantauan kas tunai yang dilakukan oleh bagian pengawasan dan dilanjutkan dengan rekonsiliasi antara kas fisik dengan kas yang tercatat dalam sistem menjadi langkah yang efektif untuk mendeteksi adanya perbedaan. Prosedur ini memastikan bahwa jika terdapat ketidaksesuaian antara kas yang tercatat dan kas fisik, maka akan segera dilakukan investigasi dan tindakan perbaikan. Pengawasan dan audit yang dilakukan secara rutin merupakan salah satu bentuk pengendalian internal yang penting. Audit internal tidak hanya berfungsi untuk memeriksa ketepatan pencatatan kas, tetapi juga untuk menilai apakah prosedur yang ada sudah efektif dalam mencegah potensi fraud atau kesalahan. Audit yang dilakukan dengan baik akan memberikan kepercayaan kepada manajemen bahwa sistem pengendalian kas berjalan dengan baik. Keunggulan dari sistem pengendalian internal di Pegadaian Abianbase adalah adanya pemisahan tugas yang jelas, dokumentasi yang rapi, serta adanya pengawasan yang ketat. Namun, tantangan yang dihadapi adalah risiko ketergantungan terhadap sistem manual dalam pencatatan, yang rentan terhadap human error. Oleh karena itu, disarankan untuk memperbarui dan meningkatkan sistem yang ada dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern dan terintegrasi untuk meminimalisir Kesimpulan Pegadaian Abianbase telah memiliki sistem pengendalian internal yang memadai untuk mengelola kas tunai, termasuk pemisahan tugas yang jelas, pembatasan akses, pencatatan yang akurat, serta rekonsiliasi kas yang rutin. Sistem ini bertujuan untuk memastikan setiap transaksi penerimaan kas dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pembagian tugas antara petugas penerimaan kas, pencatatan, dan penyimpanan kas di Pegadaian Abianbase sudah diterapkan dengan Hal ini meminimalkan risiko kesalahan dan penyalahgunaan kas tunai, serta meningkatkan pengawasan internal terhadap proses transaksi. Daftar Rujukan SINAGA. ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN KAS PADA PT PEGADAIAN CABANG KP. LALANG. Aigamas. , & Sa'diah. Analisis Sistem Akuntansi dan Pengendalian Internal Produk Tabungan Emas Pada PT Pegadaian (Perser. Cabang Pasar Mawar. Jurnal Buana Akuntansi, 7. , 134-149. Well. SISTEM INFORMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PT. PEGADAIAN. SKYLANDSEA PROFESIONAL Jurnal Ekonomi. Bisnis dan Teknologi, 4. , 58-61.