P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 SYSTEMATIC REVIEW: METODE PEMBELAJARAN DALAM MATERI ILMU TAJWID AL-QURAoAN HADITS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DI INDONESIA SYSTEMATIC REVIEW: TEACHING METHOD IN TAJWEED DISCIPLINE OF ALQURAoAN HADITS FOR MADRASAH TSANAWIYAH STUDENT IN INDONESIA Nurul Hasanah1. Muhammad Nur Habibi2 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1. Jl. Nangka KM. Panorama. Kota Bengkulu. Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia. Jl. Dr. Setiabudi No. Isola. Kota Bandung. Indonesia e-mail: nurul. 5353@gmail. ABSTRACT Learning methods are part of pedagogical competence that must be explored continuously, so there is a need for literature specifically developed to examine how these learning methods have been applied in previous research. This research aims to explore what kind of learning methods teachers use in recitation science material in Al-Qur'an Hadith subjects among Islamic boarding school students in Indonesia from 2014 to 2024. The research design used is a systematic review using the Preferred Reporting Items method for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA), which will select articles collected through the Identification. Screening. Eligibility, and Included stages. Based on the results of exploration through this article, it was found that there are three learning methods used in Tajwid science material, namely Index Card Match. Peer Tutor, and Contextual Teaching Learning. Keywords: Tajwid. Al-QurAoan Hadits. Systematic Review. Madrasah Tsanawiyah. PRISMA ABSTRAK Metode pembelajaran merupakan bagian dari kompetensi pedagogik yang harus dieksplorasi secara berkelanjutan, sehingga sangat diperlukan sebuah literatur yang secara khusus dibangun untuk mengkaji bagaimana metode pembelajaran tersebut telah diterapkan dalam penelitian-penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi seperti apa metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam materi ilmu tajwid mata pelajaran al-qurAoan hadits pada siswa madrasah tsanawiyah di Indonesia dari tahun 2014 hingga tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) yang akan menyeleksi artikel-artikel yang telah dikumpulkan melalui tahap Identification. Screening. Eligibility, dan Included. Berdasarkan hasil eksplorasi melalui artikel ini, ditemukan bahwa terdapat 3 metode pembelajaran yang digunakan dalam materi ilmu tajwid yaitu Index Card Match. Tutor Sebaya, dan Contextual Teaching Learning. Kata Kunci: Tajwid. Al-QurAoan Hadits. Systematic Review. Madrasah Tsanawiyah. PRISMA FIRST RECEIVED: 17 April 2024 REVISED: 13 May 2024 ACCEPTED: 16 May 2024 PUBLISHED: 11 October 2024 Funna, 2019. Muziyarti, 2. Tajwid adalah dasar untuk membaca al-qurAoan dengan benar sehingga harus benar-benar dipahami oleh siswa madrasah (Widiastuti. Rokhmatun, 2. Membaca ayat-ayat al-qurAoan yang bertuliskan bahasa arab PENDAHULUAN Salah satu materi pelajaran penting yang disediakan pada mata pelajaran AlQurAoan Hadits pada tingkat Madrasah Tsanawiyah mengeksplorasi hukum bacaan tajwid (Athfal. Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 dengan tajwid yang benar berarti akan menghasilkan pemaknaan dari ayat-ayat yang dibaca secara benar pula (Muhammad, 2010. Saputri, 2. Terlepas dari seperti apa konsensus untuk penyebutan materi ini, baik disebut materi hukum bacaan tajwid, materi ilmu tajwid, ataupun dengan terminologi lain, mempelajari tajwid adalah mempelajari bagaimana seorang individu tajwid adalah disiplin ilmu dalam agama islam yang berkaitan dengan cara-cara melafalkan hurufhuruf al-qur'an dengan akurat, terang dan jelas aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam al-qurAoan dan sunnah (Khasanah, 2015. Nul Hakim, 2. Secara spesifik, tajwid mencakup berbagai aspek seperti cara mengucapkan huruf-huruf secara jelas dan tepat, mengenal posisi-posisi huruf-huruf . , panjangpendeknya huruf, dan cara menghubungkan satu huruf dengan huruf lainnya . dgham, iqlab, dan lain-lai. (Fauzi et al. , 2021. Muzdalifah. Tajwid memperhatikan faktor-faktor seperti emosi dan intonasi yang digunakan dalam membaca Al-Qur'an, karena pengucapan yang tepat tidak hanya mencakup aspek fisik tetapi juga aspek spiritual dan makna yang ingin disampaikan (Anas, 2020. Marni, 2. Setelah mempelajari tajwid, umat Islam diharapkan dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik, menghormati kitab suci mereka, dan memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dengan lebih mendalam. Materi yang berkaitan dengan ilmu tajwid secara khusus dianggap sebagai materi yang sulit bagi siswa madrasah karena beberapa penyebab, seperti latar belakang siswa-siswa yang belum memiliki bekal ilmu tajwid yang sama dari pendidikan sebelumnya (MaAoani, 2. , konsep pembelajaran yang tidak relevan dengan metode dan media yang P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 digunakan oleh guru (Ulfah, 2. , metode mengajar yang terlalu sederhana sehingga mengurangi antusias dan minat belajar dari siswa di kelas (Udzma & Farid, 2. , sumber belajar seperti buku-buku yang kurang memadai sehingga tidak menarik bagi siswa (Rahmani, 2. , dan penyebabpenyebab lainnya. Berkaitan dengan konteks masalah yang disebutkan, maka salah satu alternatif cara untuk mengatasinya adalah guru mata pelajaran al-qurAoan hadits diharapkan memiliki kemampuan untuk menerapkan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran materi tajwid kepada siswa madrasah. Sebagai upaya untuk mengetaui trend metode pembelajaran yang digunakan oleh mengajarkan materi tajwid di Indonesia, diperlukan adanya penelitian literatur yang secara khusus dibangun untuk mengkaji bagaimana metode pembelajaran tersebut telah diterapkan dalam penelitian-penelitian Oleh karena itu, artikel ini dibuat dengan desain tinjauan sistematis . ystematic revie. yang bertujuan untuk mengeksplorasi seperti apa metode-metode pembelajaran yang digunakan dalam materi ilmu tajwid pada mata pelajaran al-qurAoan hadits. Hasil penelitian ini memberi implikasi bagi guru-guru, peneliti bidang pendidikan, dan praktisi pendidikan lainnya terkait dengan metode pembelajaran yang digunakan dalam mata pelajaran al-qurAoan hadits, secara khusus pada materi tajwid. METODE PENELITIAN Strategi Pencarian Kriteria Penyaringan Penelitian menggunakan desain tinjauan sistematis . ystematic revie. dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Review and Meta-Analysi. Tinjauan sistematis merupakan desain penulisan literatur tinjauan, dimana perumusan dalam mengidentifikasi, memilih, dan menilai penelitian harus ditetapkan secara jelas, kritis, dan eksplisit (Moher et al. , 2. Model PRISMA merupakan model dukungan yang berisi beberapa alur pelaporan dan pencarian artikel sehingga penulis dapat menyajikan literatur yang trasnparan dan jelas (Liberati et , 2. Dengan menggunakan desain tinjauan sistematis dan model PRISMA, penulis dapat menghasilkan artikel yang memadai secara ilmiah, dapat diterima secara metodologi dan tetap memiliki standar Pencarian dilakukan terhadap literaturliteratur pada domain negara Indonesia yang dipublikasikan pada satu dekade terakhir, yaitu antara tahun 2014 hingga tahun 2024. Literatur yang menjadi target tinjauan diperoleh melalui bantuan aplikasi pencarian Harzing Publish or Perish, dengan domain pencarian basis data berupa Google Scholar. Kata yang dimasukkan ke dalam fitur pencarian adalah Autajwid alquran haditsAy. Autajwid alqurAoan haditsAy, tajwid al-quran haditsAy dan Autajwid al-qurAoan haditsAy pada kolom Title words. Strategi pencarian ini tidak melibatkan penyaringan khusus seperti nama penulis, tipe dokumen, sumber pendanaan atau editor. Literatur yang telah didapatkan dari proses pencarian akan diseleksi kembali melalui model PRISMA dengan melibatkan kriteria inklusi yang ditetapkan secara independen pada tahap Screening. Literatur yang tidak relevan dengan kriteria inklusi menandakan bahwa literatur tersebut akan diekslusi sehingga tidak dilibatkan ke dalam tinjauan penelitian. Adapaun kriteria inklusi yang ditetapkan untuk literatur-literatur yang telah didapatkan antara lain: . P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 literatur dapat dijangkau dan diperoleh. literatur yang diperoleh berupa penelitian skripsi atau artikel penelitian . literatur secara spesifik menentukan siswa madrasah tsanawiyah sebagai sampel penelitian atau sebagai salah satu sampel penelitian. mengeksplorasi peran, efek, atau keterlibatan metode atau strategi pembelajaran tertentu terhadap kemampuan atau pemahaman siswa dalam materi ilmu tajwid pada mata pelajaran al-qurAoan hadits. Ekstraksi Data Pencarian . ahap identificatio. mendapatkan sebanyak 32 literatur yang berpotensi memenuhi kriteria inklusi dan tidak ditemukan dokumen literatur yang terduplikasi. Selanjutnya, pada tahap Screening, dilakukan penyaringan kelayakan artikel dengan menerapkan kriteria inklusi melalui pemeriksaan judul dan abstrak. Berdasarkan penyaringan tersebut didapatkan sebanyak 28 literatur yang tidak memenuhi kriteria inklusi sehingga 28 literatur tersebut diekslusi atau tidak dilibatkan dalam tinjauan Setelah dilakukan pemeriksaan teks literatur secara penuh dalam tahap Eligibility, terdapat 3 literatur yang terkonfirmasi akan menjadi bahan tinjauan sistematik dalam penelitian ini. Seluruh literatur yang terkonfirmasi merupakan penelitian skripsi. Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Dahlianawati . Kuantitatif Gambar 1. Diagram Model PRISMA HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah mendapatkan 3 artikel melalui penyaringan terhadap 32 artikel dari tahun 2014-2024, berikutnya akan ditampilkan secara rinci metode yang digunakan beserta hasil penelitian dalam 3 artikel tersebut. Selain itu, akan ditampilkan pula beberapa pembahasan terkait dengan penerapan dan relevansi metode tersebut dalam penelitianpenelitian mata pelajaran lain. Tabel 1 Artikel-artikel yang Dilibatkan dalam Tinjauan Sistematis Artikel - Desain Penelitian Metode Huda . - Kuantitatif Hasil Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada MaAoani . Index card materi - Kuantitatif memenuhi nilai KKM bertambah pada setiap tahap mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II, hingga siklus i Terjadi peningkatan hasil belajar untuk materi Tajwid pada siklus I, siklus II, dan siklus i pada siswa kelas Vi. Persentase ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan pada Tutor tahap pra siklus ke Sebaya tahap I dan peningkatan dari tahap I ke tahap II. Hasil pelaksanaan pada siklus II ini telah mencapai melebihi nilai batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) Hasil belajar siswa pada materi memperoleh nilai rata-rata 85,37 Contextual Konvesional hasil Teaching belajar siswa Learning memperoleh nilai rata-rata 67,43. Strategi Contextual Teaching Learning lebih efektif sebesar 26,61%. Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Metode Index card match Metode pertama yang diulas dalam artikel ini adalah metode yang diterapkan dalam penelitian MaAoani . Penelitian metode indeks card match oleh MaAoani . melibatkan prasiklus, siklus I. II, dan i dimana hasil penelitian menunjukkan peningkatan pencapaian KKM materi Tajwid dari nilai rata-rata kelas sebesar 57,67 pada prasiklus yang kemudian meningkat sebanyak 10% . yang mendapatkan nilai tuntas dengan nilai rata Ae rata kelas 67,33 setelah siklus I. Selanjutnya terdapat peningkatan sebesar 46,67% . dengan nilai rata rata kelas yang didapat 75,33 dari siklus I ke siklus II. Pada siklus ke i terjadi peningkatan sebesar 86,67% . dengan nilai rata - rata kelas yang didapat 82. Ketika penerapan metode Index card match . encocokan kartu indek. , terdapat dua kelompok kartu indeks kosong yaitu kartu pertanyaan dan kartu jawaban yang akan dibagikan kepada dua kelompok siswa. Setelah kartu kosong diberikan kepada siswa, guru akan memberikan kata kunci untuk pertanyaan terkait dengan materi pelajaran yang sedang berlangsung, yang kemudian pertanyaan tersebut akan dirancang oleh siswa-siswa di kelompok pertanyaan dan kata kunci untuk jawaban yang akan ditulis oleh siswa-siswa di kelompok jawaban. Setelah setiap siswa dari masing-masing kelompok mendapatkan kartu, siswa yang mendapat kartu soal diintruksikan untuk mencari siswa lain yang memiliki kartu jawaban, begitupula Siswa secara berpasangan akan berdiskusi dan bekerjasama untuk memahami mempresentasikannya di kelas (Silberman. Pada beberapa penelitian dalam konteks Indonesia, metode ini disebut sebagai metode yang menarik karena mengandung P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 unsur permainan yang juga akan melibatkan keakraban antar siswa yang pada akhirnya menimbulkan rasa kebersamaan dan suasana senang di kelas (Yuniantika, 2018. Sitompul. Tarapanjang et al. , 2022. Darojah. Udzma & Farid, 2. Metode indeks card match juga diperkenalkan dapat membangun suasana kelas yang bahagia dan menarik, membuat siswa akan lebih terlibat secara aktif dan responsif terhadap materi yang disampaikan ketika aktivitas belajar menumbuhkan hasil belajar yang mengarah pada penguasaan, berpikir analistik melalui permainan, dan memberi efek lebih lama dalam mengingat materi (Silberman, 2006. Damayanti, 2. Namun guru yang ingin menerapkan metode pembelajaran indeks card match dihadapkan oleh keterbatasan relatif berupa persiapan waktu yang cukup banyak, komitmen untuk tetap memegang manajemen kelas dan murid yang efektif (Norhayati, 2. Keterbatasan lain dari metode ini adalah kelas menjadi bising dan membutuhkan waktu yang lebih lama bagi siswa untuk presentasi hasil (Damayanti. Darojah, 2. Tutor Sebaya Metode pembelajaran ke dua yang dibahas pada tinjauan ini adalah metode Tutor Sebaya yang diterapkan oleh Dahlianawati . pada materi tajwid. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar materi tajwid pada siswa kelas Vi, dimana rata-rata kelas pada tahap pra siklus dengan 53,8, pada siklus I meningkat menjadi 60,4 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 83,7. Adapun persentase ketuntasan klasikal pada tahap pra siklus sebesar 14,8%, mengalami peningkatan saat siklus I menjadi 37,03% dan pada siklus II meningkat lagi Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 menjadi 92,6%. Hasil pelaksanaan pada siklus II ini telah mencapai keberhasilan melebihi batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 85%. Metode tutor sebaya adalah metode yang memberdayakan siswa lain untuk menjadi pengajar terhadap siswa yang membutuhkan bantuan untuk memahami materi yang sulit (Fauzan et al. , 2019. Febianti, 2014. Nurmiati & R, 2017. Ramdania, 2020. Rosanti, 2. Esensi dari metode tutor sebaya adalah sebagai metode alternatif ketika siswa sekolah sering kali menemui beragam kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang disebabkan oleh beragam faktor seperti lingkungan belajar yang kurang menyenangkan, siswa merasa takut atau tidak percaya diri untuk berinteraksi secara aktif dengan guru di kelas, atau siswa merasa bahwa pembelajaran yang diperoleh akan lebih bermakna jika diperoleh dari proses interaksi dengan teman sebaya (Nurhasanah & Gumiandari, 2021. Ramadhan et al. , 2. Siswa yang menjadi tutor sebaya akan membantu siswa lain dalam memahami pokok bahasan materi pelajaran yang sedang berlangsung di kelas, sehingga siswa yang menjadi tutor adalah siswa yang memiliki kemauan dan kemampuan dalam memahami materi pelajaran yang lebih baik dibandingkan siswa lainnya di dalam kelas (Fauzan et al. Nurmiati & R, 2017. Rosanti, 2. Metode ini dapat diterapkan dengan jumlah maksimal 20 orang siswa yang akan ditangani oleh 1 siswa tutor, dan penerapannya dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung atau setelah proses pembelajaran di kelas (Fauzan et al. , 2019. Nurhasanah & Gumiandari, 2. Terdapat beragam format dalam menerapkan metode tutor sebaya, namun pada umumnya guru akan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, dimana P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 masing-masing kelompok tersebut setidaknya terdapat 1 atau 2 orang siswa yang memiliki kemampuan lebih baik. Selanjutnya, guru bisa menginstruksikan setiap siswa kelompok untuk saling membuat pertanyaan terkait materi pelajaran yang dibahas lalu siswa-siswa dalam kelompok tersebut saling berdiskusi dengan siswa yang menjadi tutor untuk mendapatkan pemahaman. Cara lainnya adalah guru secara langsung memberikan beberapa soal yang kemudian akan diselesaikan secara berkelompok oleh siswasiswa masing-masing kelompok dengan bantuan dari siswa tutor (Pribadi, 2009. Rosanti, 2. Metode Contextual Teaching Learning Metode pembelajaran materi tajwid ke tiga yang diulas dalam penelitian ini adalah metode yang diterapkan dalam penelitian Huda . Penelitian dengan metode Contextual Teaching Learning (CTL) oleh Huda . bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perbandingan hasil belajar materi hukum bacaan tajwid pada siswa ketika guru Contextual Teaching Learning dan ketika guru menggunakan metode Konvensional pada mata pelajaran al-qurAoan hadits. Hasil pembelajaran Contextual Teaching Learning memperoleh nilai rata-rata 85,37, sedangkan pembelajaran dengan metode Konvesional memperoleh nilai rata-rata 67,43. Pembelajaran CTL adalah metode mengajar yang mendukung guru untuk menciptakan keterkaitan antara materi pelajaran yang sedang berlangsung dengan kondisi aktual di dunia nyata yang dapat dikenali oleh siswa, sehingga pada membentuk hubungan antara pengetahuan Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 yang dipelajarinya dengan bentuk penerapan dalam kehidupan sehari-hari (Jhonson, 2007. Akbar, 2015. Usman, 2015. Hanik et al. Umayah et al. , 2. Dalam CTL, rangkaian proses penting untuk diperhatikan oleh guru, yaitu . Konstruktivisme (Constructivis. yang merupakan paradigma belajar dimana siswa tidak hanya secara pasif diharapkan secara aktif dapat membangun Pada komponen ini guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik memperoleh informasi dari berbagai referensi dan menyediakan kegiatan-kegiatan yang dapat menstimulus gagasan dari siswa (Suparno, 1997. Saputra, 2. Menemukan (Inquir. , merupakan proses pengamatan dan eksplorasi penemuan berdasarkan cara berpikir yang sistematis selama terjadinya pembelajaran. Tugas guru pada tahap ini adalah mendorong siswa untuk peka terhadap masalah sehingga pada akhirnya siswa mempunyai kesadaran untuk menemukan bagaimana solusinya (Saputra. Lestari et al. , 2. Bertanya (Questionin. , merupakan tahap dimana refleksi dari rasa ingin tahu/ keingintahuan siswa terhadap penggalian informasi, diekspresikan dalam bentuk pertanyaan. Proses ini tidak hanya dilakukan oleh siswa, namun juga oleh guru. Tugas guru pada tahap ini adalah memberi informasi-informasi pengetahuan yang bersifat eksploratif dan menarik sehingga siswa terdorong untuk mengekspresikan ketertarikan mereka melalui pertanyaan dan guru pada intinya tetap mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk membimbing siswa memahami poin-poin dipelajari (Endrawati, 2017. Saputra, 2. Komunitas belajar (Learning communit. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 merupakan tahap dimana pembelajaran memberikan hasil positif yang didapatkan dari kerja sama antar anggota komunitas/ orang lain sehingga setiap orang akan menjadi kaya akan pengalaman dan pengetahuan. Tugas guru dalam proses ini adalah membentuk kelompok belajar dan memberi pengarahan agar anggota kelompok tersebut dapat saling belajar bertukar informasi dalam format kelompok (Sanjaya, 2005. Saputra, 2. Pemodelan (Modellin. , merupakan tahap yang dilibatkan untuk mendemonstrasikan ide-ide dan gagasan yang masih abstrak dalam suatu pengetahuan agar lebih mudah Peran guru pada tahap ini adalah melibatkan berbagai jenis sumber daya untuk dijadikan contoh, seperti tokoh terkenal, kegiatan yang lebih sederhana, atau melibatkan siswa lain (Nurhadi, 2003. Saputra, 2. Refleksi (Reflectio. , adalah tahap respon siswa terhadap pengalaman dan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya, dimana tahap ini dilakukan ketika mengakhiri pembelajaran. Peran guru pada tahap ini adalah membantu siswa menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki dengan tujuan agar siswa dapat melakukan perenungan terhadap pengetahuan tersebut (Johnson, 2002. Saputra, 2. Penilaian authentic assessment, merupakan pengembangan, dan perolehan gambaran perkembangan belajar siswa yang didapatkan Peran guru pada tahap ini adalah guru mengumpulkan berbagai sumber penilaian yang ada, tidak hanya terpaku pada jenis asesmen tes. Asesmen yang dilakukan oleh guru bertumpu pada kedalaman pengetahuan siswa, bukan pada performa diatas kertas (Hanik et al. , 2018. Nurhadi. Saputra, 2014. Usman, 2. Nurul Hasanah. Muhammad Nur Habibi: Systematic Review: Metode Pembelajaran Dalam Materi Ilmu Tajwid Al-QurAoan Hadits Siswa Madrasah Tsanawiyah Di Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 SIMPULAN Terdapat pembelajaran yang digunakan oleh guru AlQurAoan Hadits untuk mengajarkan materi tajwid pada siswa Madrasah Tsanawiyah di Indonesia. Metode-metode mengajarkan materi tajwid yang ditemukan melalui artikel tinjauan sistematis ini diketahui dapat melibatkan media tertentu, melibatkan siswa sebagai pengajar, dan penggunaan strategi pembelajaran yang bersifat kosntruktif. Penggunaan media yang dioperasikan sebagai bentuk permainan akan membentuk suasana menyenangkan selama proses pembelajaran materi tajwid di kelas, begitu pula dengan metode yang melibatkan siswa sebaya sebagai pengajar . , metode seperti ini akan membuat siswa menjadi lebih terbuka untuk bertanya dan berusaha memahami materi pelajaran yang sulit. Siswa yang menjadi tutor diharapkan akan terlatih untuk berani berbicara dan mengalami proses Adapun strategi pembelajarn yang bersifat konstruktif, diharapkan memberi efek mengingat jangka panjang karena metode ini memberi instruksi kepada siswa untuk membangun sendiri pengetahuan yang mereka peroleh dari informasi-informasi dan arahan yang diberikan oleh guru. Selanjutnya, melalui tinjauan sistematis ini, diketahui bahwa sebanyak 25% dari total literaturliteratur pembelajaran pada mata pelajaran al-qurAoan hadits dengan materi tajwid tidak dapat didapatkan dan diperoleh oleh penulis. Persentase ini cukup menjadi pertimbangan untuk dibahas karena sering ditemukan adanya kesulitan untuk memperoleh atau mendapatkan dokumen literatur-literatur yang diterbitakn oleh penulis dari Indonesia, secara khusus terhadap dokumen literatur bidang P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 DAFTAR PUSTAKA