Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf Yudha Sakti Pratama1*. Meyliana Astriyantika2. Rifka Simbolon1. Enggar Dwi Cahyo2. Yunita Fitri Yanti1. Budi Rahman1 Pengelolaan Perhotelan. Politeknik Negeri Lampung Perjalanan Wisata. Politeknik Negeri Lampung *Email korespondensi: yudhasaktipratama@polinela. Abstrak Homestay menjadi alternatif akomodasi yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman autentik berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, namun terdapat permasalahan dalam pengelolaan homestay saat ini, banyak homestay yang belum mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Ketidaksesuaian terhadap standar ini berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan dan fasilitas, yang pada akhirnya dapat mengurangi daya saing homestay sebagai alternatif akomodasi wisata. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif kualitatif, di mana peneliti tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga terlibat langsung bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat, yang berlokasi di Hotel Ono Liwa dan berlangsung selama 4 hari. Pada pengabdian ini terdapat 20 Homestay yang terlibat. Hari pertama dan kedua dipaparkan materi terkait Standar Usaha Homestay. Pengelolaan dan Pelayanan Homestay. Evaluasi terhadap Praktik Homestay. Hari ke 3 melakukan simulasi dan mendampingi peserta dalam hal teknis seperti, penerimaan tamu, menangani keluhan pelanggan, hingga penyiapan kamar tamu. Hari keempat tahap pendampingan yakni membuat Standard Operating Procedures. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keseluruhan peserta telah mendapatkan pembekalan atas unit usaha yang mereka jalankan guna menjaga dan meningkatkan tingkat kepuasan tamu dalam meniginap di homestay yang dikelola oleh peserta. Pembekalan ilmu pengetahuan dan juga hasil Standarisasi homestay yang diturunkan menjadi Standard Operating Procedures sebagai bentuk implementasi merupakan hasil dari penelitian ini dan juga sebagai wujud nyata dari kesadaran masyarakat untuk saling bersinergi membangun pariwisata di daerah Lampung Barat. Kata Kunci: Optimalisasi. Pengelolaan. Homestay. Lampung Barat Riwayat artikel Diajukan Diterima Dipublikasikan : 24 Februari 2025 : 6 Mei 2025 : 31 Mei 2025 Abstract Homestays have become an alternative form of accommodation that not only offers comfort but also provides an authentic experience through direct interaction with local communities. However, current homestay management faces several challenges, as many homestays do not yet adhere to the standards established by the Ministry of Tourism. Non-compliance with these standards has led to lower service quality and facilities, ultimately reducing the competitiveness of homestays as a tourism accommodation option. This community service activity employed a participatory qualitative approach, where the researchers acted not only as facilitators but also actively engaged with the local community. The activity was https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 conducted in West Lampung Regency, based at Ono Liwa Hotel, over a period of four days, involving 20 homestays. On the first and second days, materials were presented covering Homestay Business Standards. Homestay Management and Services, and Evaluation of Homestay Practices. On the third day, simulations were conducted, accompanied by technical assistance on aspects such as guest reception, handling customer complaints, and guest room The fourth day focused on mentoring participants in developing Standard Operating Procedures (SOP. Based on the activities carried out, it can be concluded that all participants received knowledge enrichment regarding their businesses, aiming to maintain and improve guest satisfaction levels at their managed The provision of knowledge and the resulting standardization of homestays, formalized through the development of Standard Operating Procedures, serve as both the tangible outcomes of this project and a manifestation of community awareness and collaboration in advancing tourism in West Lampung. Keywords: optimization. Management. Homestay. West Lampung Pendahuluan Lampung Barat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang kaya akan keindahan alam dan budaya. Terletak di wilayah barat provinsi. Lampung Barat memiliki topografi yang beragam, mulai dari pesona hutan tropis yang asri, hingga perbukitan yang menghijau. Keanekaragaman alam ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga potensi besar dalam sektor pariwisata, khususnya wisata alam dan ekowisata. Selain keindahan alamnya seperti, panas bumi suwoh, kebun raya liwa, bukit bakung, panas bumi suoh, danau ranau dan yang lainnya. Lampung Barat juga dikenal dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih sangat kental Disporapar Lampung Barat . Masyarakat di daerah ini menjunjung tinggi tradisi dan nilai-nilai adat yang tercermin dalam berbagai festival dan kegiatan budaya. Salah satu contohnya adalah festival masyarakat seperti Skura yang menjadi ajang unjuk kebolehan seni dan budaya lokal. Festival ini, bersama dengan kegiatan budaya lainnya, menampilkan pertunjukan tari, musik tradisional, pameran kerajinan tangan, serta ragam kuliner khas yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat Lampung Barat. Salah satu destinasi menarik di Lampung Barat adalah Kota Liwa. Kota Liwa menawarkan berbagai pilihan wisata alam yang sangat cocok untuk mereka yang mencari pengalaman berbeda, jauh dari keramaian kota. Dengan kekayaan alamnya, tempat ini memberikan ketenangan dan keindahan yang mengesankan bagi setiap pengunjung yang datang. Sebagai salah satu destinasi wisata dan ekowisata di kota Liwa berupaya untuk memenuhi semua unsur daya tarik wisata termasuk di dalamnya adalah akomodasi Lalika et al. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Gambar 1. Peta Administrasi Lampung Barat Sumber : perkim. Konsep homestay menjadi alternatif akomodasi yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman autentik berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Bagi wisatawan yang berlibur untuk mencari sensasi yang berbeda, bukan sekedar menikmati keindahan dan kesenangan di daya tarik wisata, menginap di homestay pun menjadi sesuatu sensasi pengalaman yang sulit dibandingkan apabila memilih menginap di hotel (Wijayanti & Dewi, 2. Homestay adalah penyedia akomodasi yang berupa rumah tempat tinggal pemilik asli dan keluarganya yang sebagian rumahnya digunakan untuk disewa sehingga wisatawan yang menyewa rumah tersebut dapat lebih dekat untuk mengetahui aktivitas pemiliknya dalam kehidupan sehari-hari dan merasa seperti tinggal dalam suatu keluarga (Dewi & Darmaesti, 2. Salah satu kelebihan dari homestay adalah wisatawan bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenal keluarga pemilik, bahkan lebih jauh mengetahui tentang alam dan budaya sekitar (Ningrum, 2. Maka oleh sebab itu konsep ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal lebih dalam kehidupan, budaya, dan tradisi lokal, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pariwisata yang dikelola berbasis Pengelolaan homestay yang profesional dan berstandar menjadi hal yang penting bagi Lampung Barat yang dikenal dengan keragaman destinasi wisata. Dalam menjalankan usaha homestay dibutuhkan pengelolaan homestay yang baik. Pengelolaan homestay menjadi salah satu hal penting agar wisatawan yang menginap merasa betah seperti di rumah sendiri, sehingga dapat tinggal lebih lama di desa wisata (Panghastuti & Wigati, 2. Pengelolaan homestay yang baik dapat mempengaruhi kualitas pengalaman menginap pengunjung bahkan keberlanjutan dari usaha tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian terkait homestay yang terpelihara dengan baik, akan menyenangkan tamu atau wisatawan, baik dari segi bangunan rumah yang terawat,lingkungan yang bersih, dan kenyamanan (Dewi & Darmaesti, 2. Penerapan pedoman dari Kemenpar dan ASEAN diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan serta memaksimalkan kontribusi homestay dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lampung Barat. Pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan lingkungan yang menjadi ciri khas daerah ini. Standar produk homestay terdiri dari unsur-unsur. Bangunan Rumah Tinggal. Kamar Tidur. Fasilitas Penunjang. dan Dapur. Standar Pelayanan terdiri dari unsur Tata Cara Pelayanan Sederhana. Standar Pengelolaan meliputi unsur-unsur. Tata Usaha. Keamanan dan Keselamatan. serta Sumber Daya Manusia (KEMENPAREKRAF, 2. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Dibalik potensi wisata dan budaya yang melimpah terdapat permasalahan dalam pengelolaan homestay yang dimiliki oleh masyarakat. Banyak homestay yang belum mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpa. dan ASEAN. Ketidakpatuhan terhadap standar ini berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan dan fasilitas, yang pada akhirnya dapat mengurangi daya saing homestay sebagai alternatif akomodasi wisata. Permasalahan ini menjadi kendala utama dalam upaya mengoptimalkan potensi pariwisata Lampung Barat, mengingat standar tersebut merupakan pedoman penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para wisatawan. Penerapan standar dalam pengelolaan homestay menjadi solusi yang penting untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, agar dapat memberikan panduan bagi pengeloaan homestay dalam menjaga kualitas alam menjaga kualitas layanan, keamanan, serta memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengunjung (Yanti et al. Pengelolaan homestay yang tidak standar memunculkan keluhan dari wisatawan yang menginap, serta berdampak pada animo wisatawan untuk berkunjung. Standarisasi homestay memiliki urgensi yang kuat untuk mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan karena didukung oleh keberadan homestay yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan (Wijayanti & Dewi, 2. Pendekatan pengelolaan homestay yang mengacu pada standar sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan fasilitas, sekaligus menjaga serta mempromosikan identitas budaya Sejalan dengan kegiatan pelatihan pengelolaan homestay yang dilakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat, pemilik homestay dan pokdarwis agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola homestay yang lebih professional (Santi & Tristanti, 2. Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan permasalahan ini melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi pedoman pengelolaan homestay dapat menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Lampung Barat. Berdasarkan hal tersebut, maka program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis, edukasi, dan sosialisasi terkait standar pengelolaan homestay berbasis pedoman Kemenparekraf kepada masyarakat, pemilik homestay, dan pokdarwis di Kabupaten Lampung Barat, guna meningkatkan kualitas layanan dan mendorong terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan. Metode Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif kualitatif, di mana peneliti tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga terlibat langsung bersama masyarakat setempat. Pendekatan ini memungkinkan interaksi yang intens antara peneliti, pengelola homestay, dan stakeholder terkait guna mengidentifikasi permasalahan serta solusi yang relevan dengan penerapan standar operasional homestay berdasarkan pedoman Kemenpar dan ASEAN. Tabel 1. Daftar Pemateri Dalam Kegiatan Nama Pemateri Meyliana Astriyantikan Enggar Dwi Cahyo Yudha Sakti Pratama Rifka Simbolon Pokok Bahasan Homestay / Pondok Wisata dalam Sistem Kepariwisataan Kebijakan dan Program Pembangunan Pariwisata Daerah Standar Usaha Homestay / Pondok Wisata Pengelolaan dan Pelayanan Homestay Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat, yang berlokasi di hotel Ono Liwa, dan kegiatan ini berlangsung selama 4 hari dimana hari pertama hingga ke 3 dilakukan dengan diskusi, praktik, dan simulasi, dan dihari ke-4 dilakukan dengan berkunjung ke Homestay Sumatera Surf Kab. Pesisir Barat sebagai ajang studi banding. Sasaran dalam kegiatan ini adalah pengelola dan pemilik homestay di daerah Lampung Barat yang dimitrai langsung oleh Dinas Pemuda. Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kab. Lampung Barat. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahap berikut : Identifikasi Pelatihan Mengadakan pertemuan awal dengan stakeholder dan pengelola homestay untuk permasalahan yang ada serta menyosialisasikan tujuan dan manfaat Menyelenggarakan sesi pelatihan mengenai manajemen homestay, teknik pembersihan, towel art, dan pengelolaan administrasi dan layanan yang berkualitas. Mengadakan workshop interaktif untuk menyusun dan merumuskan SOP (Standard Operating Procedur. yang mengacu pada pedoman yang ada Penyampaian materi tentang pentingnya penerapan standar operasional homestay sesuai pedoman Kemenpar dan ASEAN. Pendampingan Pendampingan langsung kepada pengelola homestay melalui bimbingan lapangan untuk menerapkan SOP yang telah disusun Fasilitasi forum diskusi dan konsultasi untuk membahas kendala serta mencari solusi bersama dalam penerapan standar Gambar 2. Tahapan dan Metode Pengabdian Sumber : Hasil olahan Penulis . Tahapan Identifikasi Dalam tahapan ini tim melakukan pertemuan dengan DISPORAPAR Kab Lampung Barat guna menguatkan informasi yang sebelumnya didapat dari berbagai sumber, kemudian melakukan identifikasi permasalahan, serta menjabarkan manfaat yang akan didapatkan baik dari masyarakat hingga daerah nantinya. Kemudian melakukan diskusi dengan pokdarwis dari perwakilan pekon . yang telah dikumpulkan oleh mitra dan memberikan sosialisasi tentang standar homestay yang digunakan di Indonesia dan Asean. Tahapan Pelatihan Pada tahap ini tim dibagi menjadi 2 dimana tim yang pertama akan membahas tentang aspek fundamental dari homestay, dan struktur yang membagun homestay, selanjutnya tim yang lain akan membahas tentang teknis dari pengelolaan homestay. Berangkat dari hal tersebut maka peserta diminta membuat SOP untuk masing masing homestay yang mereka kelola mengacu pada pedoman dan panduan yang ada. Tahapan Pendampingan Dalam hal ini tim berkerjasama dengan mitra melakukan pendampingan dan bimbingan langsung atas SOP yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian melakukan kunjugan lapang ke Homestay yang dinilai lebih baik agar menjadi motivasi kepada seluruh pengelola homestay. Hasil dan Pembahasan Selama proses pengabdian dan pelaksanaan tahapan yang telah dirumuskan sebelumnya, hasil yang dicapai dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Liwa. Kab. Lampung Barat 1 Tahap Identifikasi https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Kegiatan yang dilakukan pada tahap identifikasi yang dilakukan bersama oleh mitra yakni DISPORAPAR Kab Lampung Barat sebagai berikut : Diketahui bahwa ada 20 Homestay yang terlibat dalam kegiatan kali ini dengan peserta tiap homestay yang beragam, data tentang peserta dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 2. Daftar Homestay dan Jumlah Peserta Nama Homestay Homestay Dinanti Homestay Sukaraja Homestay Asri Homestay Blapau Homestay Zulaimin Homestay Puncak Sumber Jaya Homestay C Rumah Panggung Homestay Lamban Liku Homestay Safana Homestay Ratu Bns Homestay 4 Putra Homestay Diah Ayu Homestay Zanze Homestay Mubarok Homestay Kepor Homestay Palau Homestay Singal Homestay Belido Homestay Guning Aji Jumlah Peserta Sumber : Hasil Olahan Penulis . Melakukan diskusi terkait dengan masalah yang dihadapi oleh masing masing masyarakat atau pokdarwis dalam hal mengelola homestay yang mereka miliki/kelola. Hasil dari diskusi yang terjadi adalah seluruh masyarakat yang terdaftar sama sekali tidak mengetahui bahwa dalam proses penyelenggaraan homestay ternyata memiliki aturan atau standar yang harus dipenuhi sesuai dengan arahan dari buku panduan kemeparekraf. Selain dari pada itu, sebagian besar dari masyarakat belum mengetahui bagaimana mengelola tamu saat datang, tinggal, dan meninggalkan homestay mereka, administrasi apa saja yang terjadi, hingga alur yang efisien dalam mengelola homestay. 2 Tahapan Pelatihan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tahap kedua ini merupakan inti dari kegiatan ini. Pada tahapan ini, pertama-tama tim dibagi menjadi 2 bagian, dimana ibu Meyliana Astriyantika, dan bapak Enggar Dwi Cahyo merupakan tim yang akan membahas masalah masalah fundamental yang bersifat mendasar dari pengelolaan homestay, mulai dari peraturan, undang-undang terkait, hingga aturan daerah yang bersinggungan dengan hal ini. Selanjutnya pada tim kedua ada bapak Yudha Sakti Pratama, dan Ibu Rifka Simbolon yang berperan untuk memberikan pelatihan yang sifatnya kepakaran atau teknis dari pengelolaan homestay itu sendiri. Berikut merupakan tahapan pelatihan yang dilakukan - Diawal, peserta mengisi daftar hadir dan duduk di kursi yang telah disediakan. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Gambar 3. Dokumentasi sebelum memulai kegiatan. Selanjutnya dilakukan prosesi pembukaan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas PORAPAR Lampung Barat Bapak Drs. Dahlin. Pd. Untuk hari pertama, dilakukan pemaparan oleh tim pertama dengan topik yakni . Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan Daerah, . Wisata dalam sisitem Kepariwisataan, . Standar Usaha Homestay, dan untuk di hari ke 2 dilakukan pemaparan oleh tim kedua dengan topik yakni . Pengelolaan dan Pelayanan Homestay, . Penerapan Kebersihan. Kesehatan. Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Alam dan Budaya . Evaluasi terhadap Praktik Homestay Gambar 4. Kegiatan foto bersama Dinas. Peserta, dan Narasumber. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 2. No 1. Halaman 13-21. Tahun 2025 e-ISSN 3063-1777 Gambar 5. Pemberian Materi dan Simulasi Pengelolaan Homestay Pada hari ke 3 tim kedua melakukan simulasi dan mendampingi peserta dalam hal teknis seperti, penerimaan tamu, menangani keluhan pelanggan, melakukan making bed, hingga penyiapan kamar tamu secara keseluruhan dan memberikan keterampilan tambahan berupa membuat towel art yang mudah untuk memperindah tampilan homestay mereka. 2 Tahapan Pendampingan Pada tahap akhir kegiatan pengabdian ini, tim dari Politeknik Negeri Lampung bersama mitra, yaitu Dinas Kepemudaan. Olahraga, dan Pariwisata (Disporapa. Kabupaten Lampung Barat, melaksanakan pendampingan setelah terselenggaranya kegiatan bimtek. Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan homestay. Setiap peserta diberikan tugas untuk menyusun draft SOP berdasarkan panduan standar pengelolaan homestay yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekra. Proses penyusunan ini didampingi langsung oleh tim dosen untuk memastikan bahwa dokumen yang dihasilkan sesuai dengan standar dan dapat diterapkan secara praktis. SOP yang telah disusun oleh peserta ini kemudian menjadi dokumen acuan bersama yang akan dijaga dan dimonitor penerapannya oleh Tim Pengabdian dari Politeknik Negeri Lampung dan pihak Disporapar Kabupaten Lampung Barat. Pendampingan lanjutan akan difokuskan pada upaya implementasi SOP secara konsisten guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan homestay sesuai dengan standar nasional. Tabel 3. Contoh Standar Operasional Prosedur Penyiapan Kamar Tamu Pada Salah Satu Homestay Yang Menjadi Peserta Pendampingan Tahapan Deskripsi Kegiatan Pemeriksaan Kamar Kosong Pembersihan Umum Standar Catatan Penting Waktu 10 menit Periksa laci, kolong tempat tidur, dan kamar mandi. 20 menit - Pastikan kamar benar-benar kosong dari barang tamu sebelumnya. Bersihkan lantai, perabot, dan Sapu, pel, dan lap permukaan meja, kursi, dan lemari. Pergantian Seprai Ganti seprai, sarung bantal, selimut, 10 menit dan handuk dengan yang bersih dan telah dicuci. Pemeriksaan Fasilitas Pastikan AC/kipas angin, lampu, 10 menit Kamar remote TV, air panas, dan semua fasilitas berfungsi dengan baik. Pengisian Amenitas Siapkan perlengkapan tamu seperti 5 menit Kamar air minum, gelas, sabun, sampo, sikat Pemeriksaan Aroma dan Pastikan kamar tidak pengap, 3 menit Ventilasi memiliki aroma segar. Final Check Lakukan pemeriksaan akhir: 5 menit kebersihan, kelengkapan amenitas, kerapihan penataan, dan kenyamanan Pastikan tidak ada noda dan Laporkan segera jika ada Buka jendela atau nyalakan ac sebelum tamu datang untuk Simpulan Berdasarkah hasil kegiatan yang dilakukan di Liwa Kab. Lampung Barat yang melibatkan 20 Homestay dengan total peserta 40 orang dapat disimpulkan bahwa dari total peserta yang ikut dalam kegiatan ini, keseluruhan peserta telah mendapatkan pembekelan atas unit usaha yang mereka https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Vol. No. Halaman. Tahun e-ISSN 3063-1777 jalankan hingga saat ini guna menjaga dan meningkatkan tingkat kepuasan tamu dalam meniginap di homestay yang dikelola oleh masyarakat daerah. Standarisasi homestay yang diturunkan menjadi SOP sebagai bentuk implementasi merupakan wujud nyata dari kesadaran masyarakat untuk saling bersinergi membangun pariwisata di daerah lampung barat. Diharapkan kegiatan sejenis dapat dilakukan berulang kali untuk menjangkau keseluruhan homestay yang ada di Lampung Barat utamanya dan provinsi Lampung pada umumnya. Referensi Dewi. , & Darmaesti. Dampak pengelolaan homestay terhadap masyarakat di desa wisata tetebatu lombok timur. 4, 23Ae33. Disporapar Lampung Barat. Wisata Alam - Lampung Barat. Https://Tic. Lampungbaratkab. Go. Id/?Cat=3. KEMENPAREKRAF. Peraturan Kemenparekraf no 9 th 2014 TENTANG STANDAR USAHA PONDOK WISATA. Lalika. Herwanti. Febryano. gumay, & Winarno. Persepsi Pengunjung Terhadap Pengembangan Ekowisata DI Kebun Raya Liwa. Jurnal Belantara, 3. , 25Ae31. https://doi. org/10. 29303/JBL. V3I1. Ningrum. HOMESTAY DESA WISATA DI INDONESIA Ae Bagaimana Persepsi Masyarakat Kota? Jurnal Pariwisata, 6. , 80Ae91. https://doi. org/10. 31311/par. Panghastuti. , & Wigati. PENGELOLAAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT DI DESA EKOWISATA PANCOH SEBAGAI DAYA TARIK WISATA. ABDIMAS: Journal Tourism & A, 7. , 41Ae48. Santi. , & Tristanti. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Homestay di Desa Wisata. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 5. , 45Ae53. https://doi. org/10. 15294/pls. Wijayanti. , & Dewi. Analisis Performa Homestay Desa Wisata untuk Mewujudkan Standarisasi di Kabupaten Kulon Progo. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 4. , 108Ae124. https://doi. org/10. 36256/ijtl. Wijayanti. , & Dewi. Analisis Performa Homestay Desa Wisata untuk Mewujudkan Standarisasi di Kabupaten Kulon Progo. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 4. , 108Ae124. https://doi. org/10. 36256/ijtl. Yanti. Astriawan. Simbolon. , & Pratama. Evaluasi Implementasi Standar Homestay Di Kabupaten Lampung Barat. Ucapan Terima Kasih