MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP Durrotun Nafisah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember nafisahdurrotun83@gmail. Moh. Sahlan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mohsahlan@uinkhas,ac. Abstract: This study aims to determine the evaluation, the scope of development of attitude competency assessment towards PAI lessons in junior high school. The attitude assessment has several techniques which include spiritual and social aspects. Some of these techniques include observation techniques, self-assessment, peer assessment, and journals written by the teacher. In this study, researchers used qualitative methods by collecting all information regarding aspects that support research both from textual sources and some realities. The tools used are information from observational activities carried out by researchers at junior high schools as well as reference sources from various research journals, theses, scientific articles or scientific texts related to the title of the research being carried out. There are two kinds of sources in this study, namely primary sources in the form of research results in junior high schools. The second is secondary sources, where sources come from internet sources, scientific articles, books or manuscripts and so on. The research results included include indicators and stages in evaluating learning outcomes, namely educators make assessment instruments, carry out the scoring process, and carry out administration related to assessment. Keyword: Learning. Evaluation. Affective competency assessment Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi, ruang lingkup pengembangan assessment kompetensi sikap terhadap pembelajaran PAI di SMP. Penilaian sikap tersebut memiliki beberapa teknik yang meliputi aspek spiritual dan sosial. Beberapa teknik tersebut diantaranya ialah teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal yang ditulis oleh guru. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan segala informasi mengenai aspek-aspek yang mendukung penelitian baik dari sumber naskah-naskah dan beberapa realitas. Alat-alat yang digunakan adalah informasi dari kegiatan pengamatan yang dilakukan peneliti pada SMP serta sumber referensi dari berbagai penelitian jurnal, skripsi, artikel ilmiah atau teks ilmiah yang berhubungan dengan judul penelitian yang dilakukan. Ada dua macam sumber dalam penelitian ini yakni sumber primer berupa hasil penelitian. Kedua ialah sumber sekunder, dimana sumber berasal dari sumbersumber internet, artikel ilmiah, buku ataupun naskah dan lain sebagainya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni penilaian terhadap kompetensi sikap pada pembelajaran PAI memiliki beberapa teknik yang diperlukan. Diantaranya, observasi, yakni hal yang menjadi kebutuhan Artinya, pendidik melakukan pengamatan terhadap sikap yang menjadi kebiasaan peserta didik. Kedua, penilaian antar-teman yang mengetahui keseharian peserta didik karena teman ialah seseorang yang ditemui setiap harinya dan mengetahui karakter teman lainnya. Kemudian, penilaian diri untuk mengimplementasikan nilai kejujuran yang dibangun untuk menjadi identitas yang melekat terhadap peserta didik tersebut. Dan terakhir ialah jurnal guru. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Hal tersebut dilakukan terhadap aspek sosial dan spiritual peserta didik. Kata kunci: Pembelajaran. Evaluasi. Assesment kompetensi sikap. PENDAHULUAN Problematika edukasi yang terjadi pada masa sekarang ialah terkait moralitas atau akhlak. Sebelum peserta didik memiliki moralitas yang tinggi, maka perlu adanya pengetahuan dan keterampilan sehingga mereka dapat mengetahui value atau nilai yang terkandung didalamnya. Dan pandangan terkait value tersebut menjadikan peserta didik mempunyai moral yang baik Dan proses peserta didik dalam belajar membutuhkan waktu panjang melalui pembelajaran. Dan proses tersebut dapat dievaluasi sehingga diketahui hasil belajar tersebut mencapai tujuan pembelajaran atau belum. Berangkat dari tujuan pembelajaran yang dirumuskan, terdapat penyusunan instrumen kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam penilaian. Dan penilaian yang kurang diperhatikan ialah penilaian sikap sehingga perlu adanya pembahasan mendalam terkait hal tersebut, khususnya dalam instrumennya. Instrument penilaian sikap tersebut dapat dilihat dengan cara mengumpulkan data yang berkaitan dengan sikap yang dimiliki oleh pesaerta didik guna untuk mengisi rapor pada aspek Instrument penilaian sikap ini bertujuan untuk mempermudah pendidik dalam melakukan evaluasi mengenai perilaku peserta didiknya. Artinya, perilaku atau sikap yang menjadi kebiasaan kesehariannya. Dan peserta didik melakukan hal tersebut secara refleks. Dan berbicara terkait pengembangan penilaian sikap, instrument penilaian . sikap adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui atau mengukur tingkat pencapaian peserta didik dalam mempunyai perilaku yang baik dengan melalui penerapan cara atau program yang telah disusun dan disepakati. Tujuan penilaian sikap tersebut berorientasi untuk seberapa jauh peserta didik mencapai tujuan pendidikan. Tetapi, sistem evaluasi yang terealisasi di Indonesia biasanya mengedepankan konsep kognitif dibandingkan dengan sikap yang berorientasi untuk pembiasaan akhlak yang Padahal, perlu diketahui bahwa terdapat komponen dalam ruang lingkup evaluasi Pertama ialah evaluasi dan menilai tentang program edukasi, pelaksanaan, dan hasil dari sistem edukasi. Kedua, evaluasi tersebut juga dilaksanakan untuk mengedukasi MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 1 Evaluasi ialah sangat penting dilakukan karena berhasil tidaknya proses atau pelaksanaan pembelajaran dilihat dari evaluasi atau penilaian. Orientasinya sangat penting dalam proses pembelajaran, baik untuk merevisi sistem pembelajaran, mengembangkan pembelajaran, dan menetapkan pembelajarannya. Evaluasi tersebut sesuai dengan teori yang berasal dari hasil penelitian Ina Magdelena menyatakan bahwa fungsi dari penilaian pada perkembangan peserta didik ada banyak. Diantaranya berlandasan penilaian yang digapai, menginformasikan informasi terkait peserta didik, dan menemukan petunjuk terkait program pembelajaran apakah mencapai tujuan atau belum terealisasi. Hal tersebut sesuai dengan analisis terkait hasil pembelajaran. 2 Hasil pembelajaran tersebut menyesuaikan tujuan yang diinginkan yang diketahui dari assessment. Assessment yang perlu dilakukan karena dianggap sepele ialah assessment kompetensi sikap guna mempertanggungjawabkan perilaku yang baik. Penilaian . adalah suatu usaha yang sangat penting dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang status peserta didik selama proses pembelajaran. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan dalam rangka membuat keputusan-keputusan yang terkait untuk meningkatkan perkembangan peserta didik. 3 Dan sikap ialah perilaku yang dijalankan oleh setiap Dalam konteks pembelajaran yang bertujuan untuk pembiasaan terhadap sikap peserta didik, objek dari assesmen sikap tersebut ialah peserta didik. Adapun sikap menjadi hal mendasar untuk mengetahui moralitas seseorang. Karena sikap ialah aspek yang mendasari penilaian apakah seseorang tersebut memiliki perilaku baik atau Dan sikap yang baik terealisasi dengan adanya pembiasaan yang baik melalui proses Karena pendidikan berorientasi untuk beberapa hal, yakni meningkatkan kognitif aktualisasi pengetahuannya seseorang dengan mengembangkan dan membiasakan sikap yang baik, dan mengembangkan skill atau keterampilan sebagai output pembelajaran yang baik. Adapun output yang diinginkan guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari beberapa aspek, yakni intelektual, emosional, dan spiritual. Berbicara mengenai penilaian sikap. Asesment kompetensi sikap dalam pembelajaran Tatang Hidayat. Konsep Dasar Evaluasi dan Implikasinya dalam Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Al-Tadzkiyyah, vol. 10, no. 1, 2019, 159-181. Ina Magdalena. Pentingnya Evaluasi dalam Pembelajaran dan Akibat Memanipulasinya. Jurnal Pendidikan dan Sains, vol. 2, 2. Agustus 2020, 244-257. Tania Filtiani Sipayung. Pengembangan Instrumen Asesmen Sikap Sosial pada Materi Pemisahan Campuran (Lampung: Skripsi, 2. , 9. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 juga dapat dirancang untuk mengukur nilai-nilai atau pandangan hidup yang diperoleh peserta didik sebagai hasil suatu pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan penilaian terhadap kecenderungan perilaku siswa sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar 4 Pendidik dapat melakukan suatu penilaian autentik terkait sikap dengan beberapa teknik. Diantaranya ialah teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat . eer evaluatio. oleh peserta didik, dan jurnal. Instrumen yang diterapkan untuk teknik pengamatan, penilaian pribadi, dan penilaian antar siswa yakni menggunakan daftar cek, atau skala penilaian . ating scal. yang disertai rubrik, dan jurnal menggunakan catatan keseharian perilaku peserta didik yang ditulis oleh pendidik. 5 Hal tersebut juga memudahkan ketercapaian sikap yang dimiliki peserta didik, khususnya sikap sosial dan spiritual, dapat dinilai dengan tertata dan autentik. Seperti halnya penilaian diri yang melatih konsep kejujuran dengan melaporkan pribadi peserta didik masingmasing terkait kegiatan-kegiatan dalam kehidupannya. Contoh kegiatannya diantaranya praktik pengalaman ibadah salat fardu, salat jumAoat, puasa ramadhan, membaca Al-QurAoan, mengaji di TPQ/TPA dan di masjid, dan banyak contoh lainnya terkait hal-hal yang menjadi muhasabah yang perlu ditinjau ulang guna meningkatkan semangat berbuat hal-hal yang menyangkut ubudiyah . yang bersifat dan spiritual dan sosial atau gemar melakukan kebaikan sesame manusia. Sikap spiritual ditunjukkan dengan beberapa perilaku yang dimiliki peserta didik seperti beriman, bertaqwa, dan bersyukur. Sedangkan sikap sosial ini terkait pembentukan karakter baik atau akhlak mulia, berjiwa mandiri dan sosial, demokratis, dan tanggung jawab. Hal tersebut sesuai ketetapan KI-1 dan KI 2 tentang sikap spiritual dan sosial. Berdasarkan permendikbud nomor 104 tahun 2014 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam kurikulum 2013, kompetensi sikap dibagi menjadi dua yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Aspek yang perlu dinilai pada kompetensi sikap spriritual yaitu yang berkaitan dengan pembentukan perilaku peserta didik yang bertaqwa serta beriman kepada Tuhan, sedangkan yang perlu dinilai pada kompetensi sikap sosial yaitu yang berkaitan pembentukan perilaku peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab dalam upaya mewujudkan keharmonian dalam kehidupan. Sikap spiritual mengacu pada kompetensi inti 1 (KI-. pada kurikulum 2013 yang menyebutkan Amalia Nur Jannah. Penilaian Sikap Berbasis Kurikulum 2013 Di Sekolah Menengah Pertama. AuRaudhah Proud To Be Professionals Jurnal Tarbiyah LamiyahAy. Vol. No. 1, (Juni 2. , 35 Anis Marfuah. Penilaian Autentik pada Pembelajaran PAI di Sekolah dan Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 3, 2. September 2019, 35-58. Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar Siswa MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 bahwa sikap spiritual merupakan sikap untuk selalu menerima, menghargai, menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sedangkan dalam kurikulum 2013 sikap sosial mengacu pada kompetensi inti 2 (KI-. yang menyebutkan bahwa sikap sosial terdiri sikap : jujur, disiplin, tanggung jawab, toleran, gotong royong, santun, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, seperti dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Adapun evaluasi terhadap pembelajaran diantaranya ialah kemampuan menilai hasil Hal tersebut berorientasi untuk menilai secara riil pada kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Adapun indikatornya ialah membuat instrument penilaian, melaksanakan proses penskoran, dan melakukan administrasi yang bersangkutan dengan Evaluasi terhadap penilaian tersebut juga dijelaskan dalam pendidikan agama islam. Karena agama memiliki landasan untuk memberikan keleluasaan dalam kegiatan pembelajaran dengan berbagai metode seperti ceramah, ucapan yang baik seperti memotivasi, dan banyak cara Dan hasil pembelajaran tersebut nantinya dinilai apakah pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Hal tersebut menyesuaikan materi terkait agama islam karena materi tersebut menjadi identitas dalam pembelajaran yang dilakukan. Sekaligus, edukasi terhadap keagamaan menjadi hal yang sangat berpengaruh besar pada moralitas seseorang di zaman yang dinamis dan Pembelajaran PAI sangat penting diterapkan karena ajaran dan nilai yang terkandung didalamnya memuat aspek akidah, syariAoah, dan ibadah yang menjadi pedoman untuk seluruh aspek kehidupan. 8 Hal tersebut dapat diketahui bahwa aspek akidah terkandung dalam materi PAI yang perlu untuk dikaji mendalam. Pembelajaran tersebut menjadikan ideologi peserta didik yang moderat dalam kehidupannya sesuai dengan tujuan pendidikan. METODE Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan segala informasi mengenai aspek-aspek yang mendukung penelitian baik dari sumber naskahnaskah dan beberapa realitas di SMP. Alat-alat yang digunakan adalah informasi dari kegiatan Jannah. Penilaian Sikap Berbasis, 36. Rifka Herliani. Urgensi Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Multietnik Perspektif Tokoh Agama Islam dan Budayawan di Jember, (Skripsi: IAIN Jember, 2. , hal 5. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 pengamatan yang dilakukan peneliti pada SMP di Kabupaten Banyuwangi serta sumber referensi dari berbagai penelitian jurnal, skripsi, artikel ilmiah atau teks ilmiah yang berhubungan dengan judul penelitian yang dilakukan. Ada dua macam sumber dalam penelitian ini yakni sumber primer berupa hasil penelitian di SMP di Banyuwangi. Kedua ialah sumber sekunder, dimana sumber berasal dari sumbersumber internet, artikel ilmiah, buku ataupun naskah dan lain sebagainya. HASIL DAN PEMBAHASAN Sikap ialah aspek penting yang perlu dikaji mendalam oleh pendidik. Pendidik juga perlu menilai dengan otentik, valid, dan riil sebagai acuan memperbaiki atau mengembangkan akhlak peserta didiknya. Penilaian terhadap perilaku tersebut juga direncanakan dengan adanya teknik yang disusun. Berbicara terkait teknik assesmen sikap, pembahasan pertama ialah teknik Teknik observasi dalam penilaian diartikan sebagai teknik yang saling berhubungan antara perilaku yang diamati dengan pengamatan melalui indera yang dilakukan oleh guru, baik secara langsung dan tidak langsung. Hal tersebut membuat guru menentukan aspek yang dibutuhkan sebelum observasi yang dilengkapi dengan rubrik dan petunjuk penskoran. Teknik ini berkaitan tentang pengamatan yang dilakukan oleh pendidik terkait sikapsikap peserta didiknya dengan melalui perantara indera pendidik tersebut, baik secara langsung dan tidak langsung yang memerlukan bantuan orang lain yang paham terkait karakter peserta Seperti guru lain, siswa, wali, dan karyawan sekolah. Hal tersebut dilakukan dengan panduan pedoman observasi yang meliputi beberapa indikator perilaku yang diamati. Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian . ating scal. yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. 10 Pedoman observasi tersebut mencakup pernyataan sikap yang dapat diamati seesuai realitas yang dilakukan peserta didik secara riil, baik perilaku positif ataupun negative yang diperlihatkan. Dan indikator atau ciri-ciri dari penjabaran sikap dalam KI dan KD dapat ditulis sesuai rentangan skala hasil pengamatan. Seperti pertama ialah selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Kedua, baik sekali, baik, cukup baik, dan kurang baik. Ghufran Hasyim Achmad. Penilaian Autentik pada Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 4, 4, 2022. Darmansyah. Teknik Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar 08 Surau Gadang Nanggalo. Jurnal Al-TaAolim, vol. 21, 1. Februari 2014, 10- 17. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Acuan untuk observasi tersebut juga dapat dilengkapi dengan rubrik dan petunjuk Rubrik yang dimaksud ialah berupa petunjuk ataupun penjelasan dalam penilaian skala atau disebut dengan daftar cek. Rubrik diartikan sebagai panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang diingikan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan siswa. Dan petunjuk penskoran menjadi acuan dalam pemberian skor dan pengolahan skor dan berorientasi menjadi nilai akhir. Dan langkah-langkah pelaksanaan observasi yang baik, efektif, dan terarah dilakukan dengan beberapa hal berikut. Pertama, adanya target atau tujuan yang jelas dan terencana. Dan perencnaan yang dimaksud ialah meliputi indikator-indikator atau aspek yang perlu diamati pada sebuah proses. Kedua, penilaian sikap perlu menggunakan pedoman observasi yang dapat berupa daftar cek atau skala dan model-model lain. Ketiga, catatan observasi dilakukan secepat mungkin dan tanpa diketahui oleh peserta didik. Terakhir, kesimpulan dilaksanakan setelah program observasi telah Berikut contoh rubrik penilaian sikap teknik observasi: Gambar 1. Contoh Rubrik Penilaian Sikap Teknik Observasi MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Contoh rubrik tersebut memberikan pedoman yang efektif terhadap pendidik dalam melakukan penilaian terhadap sikap yang dilakukan oleh peserta didik. Tabel 1. Rubrik Penilaian Sikap Teknik Observasi Kedua, yakni penilaian diri ialah penilaian peserta didik terhadap diri sendiri, baik terhadap kekurangan dan kelebihannya sebelum ulangan secara reflektif. Penilaian ini melatih kejujuran yang dimiliki peserta didik. Penilaian diri tersebut dijadikan sebagai evaluasi terhadap diri sendiri sehingga dapat meningkatkan proses pembelajaran dan mencapai tujuan. Juga, penilaian pada sikap yang dilakukan tersebut berorientasi untuk memudahkan pencapaian karir dan mampu menyesuaikan diri serta dapat bertahan di lingkungan kerja di masa yang akan Penilaian diri berorientasi memberi pemantapan pada kesuksesan langkah-langkah belajar Hal ini mengacu terhadap teori belajar mandiri atau disebut dengan autonomous learning. Perlu adanya standar yang spesifik dan objektif guna menghilangkan kecenderungan peserta Suwarno. Pentingnya Rubrik Penilaian dalam Pengukuran Kejujuran Peserta Didik. Edukasi: Jurnal Pendidikan, vol. 19, 1, 2021, 161-173. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 didik yang menilai dirinya sendiri sangat tinggi dan dapat dikatakan subjektif. Hal tersebut perlu dengan beberapa langkah. Diantaranya menjelaskan makna penilaian diri terhadap peserta didik agar mereka paham makna kejujuran. Kedua, menentukan dan menetapkan skill yang dinilai. Lalu, menentukan standar penilaian yang digunakan. terakhir ialah menginterpretasikan bentuk penilaian, bisa berwujud skedul tanda cek, maupun skala penilaian. Penilaian diri dilaksanakan karena terdapat pendapat bahwa yang memahami keadaan afektfif individu adalah dirinya sendiri. Dan peserta didik tersebut dibiasakan dengan melakukan penilaian terhadap hasil belajarnya mereka sendiri. Hal tersebut memberi peluang untuk pengelolaan belajar dan menghargai hal-hal yang dilakukan secara mandiri. Sehingga dapat diketahui bahwa hasil penilaian diri peserta didik dipakai sebagai data untuk konfirmasi. Instrument yang digunakan dalam penilaian diri ialah lembar penilaian diri. Anis Marfuah. Penilaian Autentik pada Pembelajaran PAI di Sekolah dan Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Dasar,A, 35-58. Sri Wahyuni. Model Authentic Assesment dalam Pembelajaran Sastra Terintegrasi Karakter Multikultural. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 2022, 134-150. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Tabel 2 Rubrik Penilaian Sikap Teknik Penilaian Diri Keterangan: TP . idak perna. KK . adang-kadan. SR (Serin. SL( Selal. = skor 1 = skor 2 = skor 3 = skor 4 E Jumlah skor diperoleh E EE x 100 S A EE Skor Maksimal E Selanjutnya ialah Penilaian teman sejawat. Penilaian teman sejawat atau antar peserta didik adalah sistem penilaian dengan cara menyuruh peserta didik untuk sama-sama menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Penilaian antarteman juga diartikan sebagai teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 14 Dan instrumen yang digunakan berbentuk lembar observasi antar peserta didik. Format yang digunakan untuk penilaian sejawat bisa menggunakan format seperti contoh pada penilaian pribadi. Penilaian antar teman diartikan sebagai teknik penilaian yang digunakan untuk menilai antara peserta didik satu dan peserta didik lainnya tentang sikap yang dilakukan sehari-hari. Dan penilaian ini baik dilakukan saat kegiatan pembelajaran berkelompok. Dan instrument yang digunakan yakni lembar penilaian antar peserta didik. Tabel 3 Rubrik Penilaian Sikap Teknik Penilaian Antar Teman 4 = Selalu 3 = Sering 2 = Jarang 1 =Sangat jarang Contoh lain dari rubrik penilaian antar teman dari aspek sosial, yakni terkait bagaimana interaksi yang baik antara peserta didik satu dengan lainnya. Hal tersebut dikatakan sebagai hubungan sesame manusia dan alam. Adapun gambaran yakni berbentuk tabel sebagai berikut. Kusaeri. Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, vol. 5, no. 2m Agustus 2019, 61-70. Umi Salamah. Penjaminan Mutu Penilaian Pendidikan. Evaluasi, vol. 2, no. Maret 2018, 274-293. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Tabel 4 Rubrik Penilaian Sikap Teknik Penilaian Antar Teman Terakhir ialah jurnal. Jurnal diartikan sebagai catatan yang dimiliki pendidik atau disebut dengan notulen pendidik yang berasal dari kumpulan dokumen catatan guru atau tenaga kependidikan tentang perilaku peserta didik yang ditampilkan, baik ataupun buruk, saat di luar jam pembelajaran. Anis Marfuah. Penilaian Autentik pada Pembelajaran PAI di Sekolah dan Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Dasar,A, 35-58. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Tabel 5 Contoh Jurnal dari Kumpulan Catatan Harian Melalui Hasil Pengamatan Guru Jurnal tersebut dilakukan dengan mencatat peristiwa-peristiwa yang dilakukan peserta hal tersebut membuat jurnal tersebut riil dan dikatakan objektif dalam menilai dan memahami peserta didik. dan kelemahan jurnal tersebut yakni adanya realibilitas yang rendah, membutuhkan banyaknya waktu, perlunya kesabaran untuk menunggu kejadian-kejadian hingga kemungkinan dapat mengganggu tugas pendidik dan perhatiannya. Dan ketika pendidik tidak mencatat dengan secepat dan sesegera mungkin, maka objektivitasnya kurang. Pemaparan tersebut senada dengan teori Sholihah dan Fahrurrozi yang termaktub dalam Menurutnya, penilaian sangat urgen karena memiliki korelasi sebuah alat yang baik guna menilai terhadap pencapaian prestasi. Selain itu, penilaian ini juga berorientasi terhadap hasil belajar, faktor yang berkoorelasi terhadap pembelajaran, perkembangan, dan berhasil atau tidaknya suatu upaya program dan hasil pendidikan yang ingin digapai. Hal tersebut dapat diketahui bahwa teknik assessment sikap sangat urgensi dengan Fahrurrozi dan Siti Nur Laili Rahmawati. AuPengembangan Model Instrumen Evaluasi menggunakan Aplikasi Kahoot Pada Pembelajaran EkonomiAy. Jurnal Profit Vol. 8 No. 1, 2021, 2 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 penggunaan alat seperti rubrik yang digunakan sebagai teknik, baik penilaian terhadap sikap spiritual dan sosial. Diantaranya, observasi, yakni hal yang menjadi kebutuhan pendidik. Artinya, pendidik melakukan pengamatan terhadap sikap yang menjadi kebiasaan peserta didik. Kedua, penilaian antar-teman yang mengetahui keseharian peserta didik karena teman ialah seseorang yang ditemui setiap harinya dan mengetahui karakter teman lainnya. Kemudian, penilaian diri untuk mengimplementasikan nilai kejujuran yang dibangun untuk menjadi identitas yang melekat terhadap peserta didik tersebut. Dan terakhir jurnal atau catatan guru. KESIMPULAN Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni penilaian terhadap kompetensi sikap pada pembelajaran PAI memiliki beberapa teknik yang diperlukan. Diantaranya, observasi, yakni hal yang menjadi kebutuhan pendidik. Artinya, pendidik melakukan pengamatan terhadap sikap yang menjadi kebiasaan peserta didik. Kedua, penilaian antar-teman yang mengetahui keseharian peserta didik karena teman ialah seseorang yang ditemui setiap harinya dan mengetahui karakter teman lainnya. Kemudian, penilaian diri untuk mengimplementasikan nilai kejujuran yang dibangun untuk menjadi identitas yang melekat terhadap peserta didik tersebut. Dan terakhir ialah jurnal guru. Hal tersebut dilakukan terhadap aspek sosial dan spiritual peserta didik. DAFTAR RUJUKAN Abdul Majid. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014 Afifatur Rahma. Implementasi Metode Amtsilati dalam Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Karomah Galis Madura. Skripsi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2020 Ahri Ida Agustina. Implementasi Pembelajaran Nahwu Sharaf Dengan Kitab Amtsilati Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Kelas IX di MTs Falahul Huda Pelantungan Kendal Jawa Tengah. Skripsi Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Aliyah. AuPesantren Tradisional Sebagai Basis Pembelajaran Nahwu dan Sharaf dengan Menggunakan Kitab KuningAy. Al-TaAorib: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban. Vol. 6 No. 1, 2018 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Annisa Eka Fitri, et al. AuPerencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (Penelitian Deskriptif Kuantitatif di PAUD Auladana Kota BengkuluAy. Jurnal Potensia. Vol. 2 No. Bashirotul Hidayah. AuPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Melalui Pembelajaran Arab PegonAy. Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan. Vol. 3 No. 1, 2019 Endah Wahyu Sugiharti et al. AuAnalisis Model Pembelajaran Klasikal Terhadap Minat Belajar Anak Usia Dini di RA DarussaAoadah TulungagungAy. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No 2, 2021 Farida Nugrahani. Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta, 2014 Ina Magdalena et al. AuPentingnya Evaluasi dalam Pembelajaran dan Akibat MemanipulasinyaAy. Jurnal Pendidikan dan Sains. Vol. 2 No. 2, 2020 Irawan. AuKlasifikasi Model dan Teknik Evaluasi PembelajaranAy. Jurnal Islamika. Mei 2017 M. Fahrurrozi dan Siti Nur Laili Rahmawati. AuPengembangan Model Instrumen Evaluasi Menggunakan Aplikasi Kahoot Pada Pembelajaran EkonomiAy. Jurnal Profit Vol. 8 No. 1, 2021 Misbah. AuTaufiqul Hakim Amtsilati dan Pengajaran Nahwu-SharafAy. Insania. Vol 3. No. Misbah. AuTaufiqul Hakim AuAmtsilatiAy dan Pengajaran Nahwu SharafAy. Jurnal Insania. Vol. 11No. 3, 2006 Matthew B. Miles. A Michael Huberman & Johnny Saidafia. Qualitative Data Analysis A MethodsSourchebook. United Kingsom: SAGE Publication inc. Maulana Restu dan Siti Wahyuni. AuImplementasi Metode Al-Miftah Lil Ulum Dalam Membaca Kitab Kuning Fathul Qorib Bagi Pemula di Pondok Pesantren Sidogiri Salafi Kabupaten PasuruanAy. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman. Vol. No. Desember Roviatul Adawiyah, et al. AuMetode Amtsilati Untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Kitab KuningAy. Jurnal Imtiyaz. Vol. No. 01, 2022 Serlis Rusandi. AuPola Pendekatan Evaluasi Hasil Belajar Siswa di SekolahAy. Jurnal Bawi Ayah Vol. No. 1, 2017 Siti Nurohmah. AuPenggunaan Metode Amtsilati Dalam Pembelajaran QowaAoid (Nahwu dan Shara. di Pondok Pesantren Al-QurAoan Al-Amin Pabuwaran Purwokerto Kabupaten BanyumasAy,Skripsi. IAIN Purwokerto, 2019 Sugiyono. Metode Penelitan Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2018 Syarboini. AuPelaksanaan Pembelajaran Kitab Kuning di MaAohad JamiAoah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe Provinsi AcehAy. IQTAN. Vol 11. No. 1, 2020 Tufiqul Hakim. Amtsilati: Metode Praktis Mndalami Al-QurAoan dan Membaca Kitab Kuning jilid 1. Jepara: Al-Falah Offset, 2003 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 2. Desember 2023 Wahyu Najib Fikri. Efektivitas Pembelajaran Metode Amtsilati dalam Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Demak. Skripsi Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2016