149 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Pengaruh Tourism Destination Familiarity dan Perceived Nostalgia Terhadap Revisit Intention Tempat Wisata Coban Rondo Malang Pada Wisatawan Gen-Z Novan Fithrianto. Raihan Wishal Nafis. Mufid Andrianata. Judi Suharsono. Prodi Manajemen Universitas Panca Marga email: mnovanfithrianto@upm. Prodi Bisnis Digital Universitas Panca Marga email: raihannafis27@gmail. Prodi Bisnis Digital Universitas Panca Marga email: mufriandria@upm. Prodi Akuntansi Universitas Panca Marga email: judisuharsono@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tourism Destination Familiarity dan Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention wisatawan di Coban Rondo. Malang, dengan mempertimbangkan Gen-Z sebagai variabel Penelitian ini melibatkan 186 responden dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa familiaritas terhadap destinasi dan nostalgia yang dirasakan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap niat berkunjung kembali. Namun. Gen-Z tidak memoderasi hubungan antara kedua variabel tersebut terhadap revisit intention. Artinya, baik familiaritas maupun nostalgia berpengaruh secara langsung terhadap niat kunjungan ulang, namun pengaruh tersebut tidak berbeda signifikan pada wisatawan Gen-Z dibandingkan generasi lainnya. Kata kunci: Tourism Destination Familiarity. Perceived Nostalgia. Revisit Intention. Gen-Z ABSTRACT This study analyzes the influence of Tourism Destination Familiarity and Perceived Nostalgia on tourists' Revisit Intention at Coban Rondo. Malang, with Gen-Z as a moderating variable. Involving 186 respondents, the data were processed using PLS-SEM analysis. The results show that both destination familiarity and perceived nostalgia have a significant positive influence on revisit However. Gen-Z does not moderate the relationship between these Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X variables and revisit intention. This indicates that familiarity and nostalgia directly affect revisit intention, but this effect is not significantly different for GenZ tourists compared to other generations. Keywords: Tourism Destination Familiarity. Perceived Nostalgia. Revisit Intention. Gen-Z PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial suatu daerah (Fadila, 2. Anisa & Lindawati . menjelaskan bahwa keberadaan destinasi wisata yang menarik mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di wilayah Malang adalah Coban Rondo, sebuah air terjun yang terletak di kawasan Pujon. Kabupaten Malang dengan keindahan alam yang asri dan berbagai fasilitas penunjang wisata yang terus berkembang. Meskipun memiliki daya tarik yang kuat, tingkat kunjungan ulang atau revisit intention dari wisatawan masih menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat (Rahmawati & Hanif, 2. Wahdiniawati et al . menjelaskan dalam konteks pemasaran destinasi, revisit intention merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur keberhasilan suatu tempat wisata dalam menciptakan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Semakin tinggi niat wisatawan untuk berkunjung kembali, semakin besar peluang destinasi tersebut untuk mempertahankan eksistensinya di pasar pariwisata (Riskayanti, 2. Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh terhadap revisit intention adalah Tourism Destination Familiarity, yakni sejauh mana wisatawan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kedekatan emosional dengan suatu destinasi. Familiaritas ini terbentuk melalui kunjungan sebelumnya, informasi dari media, maupun rekomendasi dari orang-orang terdekat. Irfandi & Nain . menjelaskan bahwa destinasi yang familiar cenderung memberikan rasa nyaman dan aman, sehingga dapat meningkatkan minat untuk kembali Selain itu, aspek emosional seperti Perceived Nostalgia juga menjadi variabel penting dalam membentuk niat kunjungan ulang (Ratih, 2. Nostalgia Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X merujuk pada perasaan sentimental terhadap masa lalu yang menyenangkan, yang dapat diaktifkan melalui pengalaman wisata yang memberikan kesan mendalam dan membekas dalam ingatan wisatawan. Fatimah & Primadewi . menjelaskan ketika wisatawan merasa bahwa suatu destinasi membangkitkan kenangan indah, mereka cenderung ingin mengulangi pengalaman tersebut. Dalam konteks Coban Rondo, suasana alam yang tenang dan cerita-cerita lokal yang melekat dapat menjadi pemicu munculnya perasaan nostalgia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tourism Destination Familiarity dan Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention wisatawan di tempat wisata Coban Rondo. Malang. Dengan memahami kedua variabel tersebut, pengelola wisata diharapkan dapat merancang strategi yang lebih efektif dalam membangun koneksi emosional dan pengalaman yang bermakna bagi wisatawan, sehingga mendorong mereka untuk kembali berkunjung. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan literatur terkait perilaku wisatawan dan manajemen destinasi wisata berbasis pengalaman. TINJAUAN PUSTAKA Tourism Destination Familiarity Familiaritas dapat terbentuk melalui berbagai sumber, baik secara langsung melalui kunjungan sebelumnya, maupun secara tidak langsung melalui media, cerita dari orang lain, atau paparan informasi digital seperti ulasan di media social (Zakiah, 2. Semakin tinggi tingkat familiaritas seseorang terhadap sebuah destinasi, maka semakin kuat pula persepsi positif yang terbentuk dalam Misalnya, wisatawan yang pernah berkunjung ke Coban Rondo dan memiliki kenangan positif seperti menikmati suasana air terjun yang sejuk atau berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah, cenderung akan merasa lebih terikat secara emosional. Bambang Supriadi & Roedjinandari . menjelaskan destinasi yang familiar dianggap lebih AuamanAy secara psikologis karena wisatawan telah memiliki ekspektasi yang jelas terhadap kualitas pengalaman yang akan didapat. Hal ini tentu berbeda dengan destinasi yang masih asing, yang mungkin menimbulkan ketidakpastian dan risiko terhadap kepuasan wisata. Variabel ini terbentuk dari indicator-indikator sebagai berikut: . Previous Visit Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Experience. Knowledge About The Destination. Information Awareness. Emotional Connection. Ease of Accessing Information Perceived Nosatalgia Dalam konteks pariwisata, nostalgia tidak hanya mencerminkan ingatan terhadap destinasi itu sendiri, tetapi juga suasana, momen, dan interaksi yang terjadi selama kunjungan sebelumnya (Sihombing & Antonio, 2. Di Coban Rondo, misalnya, suara gemericik air terjun, kesegaran udara pegunungan, dan kisah legenda asal-usul tempat ini dapat membentuk pengalaman emosional yang membekas dalam ingatan wisatawan. Putra . menjelaskan bahwa destinasi yang mampu menciptakan pengalaman yang bermakna secara emosional berpotensi menciptakan hubungan yang lebih kuat dan tahan lama dengan Variabel ini terbentuk dari indicator-indikator sebagai berikut: . Memorable Past Experience. Sentimental Feelings. Emotional Connection with the Past. Sights and Atmosphere. Similarity with Past Experiences Revisit Intention Variabel ini menjadi indikator penting dalam mengukur kepuasan dan keberhasilan suatu destinasi dalam menciptakan pengalaman wisata yang Dalam penelitian ini, revisit intention dilihat sebagai outcome dari dua variabel utama, yaitu tourism destination familiarity dan perceived nostalgia. Tidak hanya berfokus pada menarik kunjungan pertama, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan wisatawan agar mereka mau kembali dan bahkan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain. Varibel ini terbentuk dari indicator-indikator sebagai berikut: . Revisit in the Future. Willingnes to Spend Time and Money. Recommendation to Others. Preference over other Destinations. Satisfaction. Hubungan Tourism Destination Familiarity dengan Revisit Intention Familiaritas dengan destinasi mencerminkan tingkat pengetahuan, pengalaman sebelumnya, dan persepsi kenyamanan yang dimiliki wisatawan terhadap suatu tempat wisata (Sulistiowati, 2. Daru et al . menjelaskan ketika wisatawan merasa akrab dengan suatu destinasi, mereka cenderung merasa Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X lebih percaya diri, aman, dan nyaman saat merencanakan kunjungan ulang. Familiaritas dapat terbentuk dari pengalaman langsung . eperti kunjungan sebelumny. maupun pengalaman tidak langsung . eperti informasi dari media sosial, cerita orang lain, atau pencitraan destinasi melalui ikla. Ketika wisatawan memiliki pengalaman yang menyenangkan pada kunjungan sebelumnya, mereka menyimpan memori positif yang menjadi motivasi kuat untuk Kembali (Tela, 2. (Nafis, 2. Monika . menjelaskan bahwa familiaritas dengan suasana alam, rute perjalanan, atau bahkan cerita legenda yang melekat pada tempat tersebut membentuk rasa keterikatan dan kenyamanan. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat tourism destination familiarity yang dimiliki oleh wisatawan, maka semakin besar pula peluang mereka untuk memiliki niat melakukan kunjungan ulang. Nafis . serta Pradina et al . juga menjelaskan bahwa bagi pengelola destinasi, harus ada Upaya atau inovasi baru untuk membangun dan mempertahankan tingkat familiaritas melalui strategi komunikasi yang konsisten, pengalaman yang berkesan, serta pemanfaatan media digital sangat penting untuk mendorong loyalitas wisatawan. H1: Tourism Destination Familiarity berpengaruh positif terhadap Revisit Intention Hubungan Perceived Nostalgia dengan Revisit Intention Dalam konteks pariwisata, nostalgia menjadi salah satu pemicu emosional yang kuat, yang dapat memengaruhi perilaku wisatawan, khususnya dalam membentuk niat untuk kembali mengunjungi suatu destinasi . evisit intentio. Wisatawan yang merasakan nostalgia umumnya menilai suatu destinasi bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga dari keterikatan emosional yang mendalam (Anggraeni, 2. Sihombing & Antonio . menjelaskan bahwa wisatawan yang memiliki kenangan indah di masa lalu akan mencari pengalaman serupa sebagai bentuk pelarian dari rutinitas, atau sebagai usaha untuk menghidupkan kembali momen-momen emosional yang bernilai. Pada destinasi seperti Coban Rondo di Malang, yang menawarkan keindahan alam, ketenangan, serta cerita legenda yang melekat, nostalgia dapat muncul dari pengalaman sederhana seperti suara gemericik air terjun, udara sejuk pegunungan, atau kebersamaan dengan keluarga dan teman saat berkunjung. Jika Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X pengalaman tersebut menyentuh sisi emosional wisatawan, maka kemungkinan besar mereka akan terdorong untuk kembali demi merasakan kembali momen Oleh karena itu, semakin kuat nostalgia yang dirasakan oleh wisatawan terhadap suatu destinasi, maka semakin tinggi pula kemungkinan mereka untuk memiliki niat berkunjung kembali. Pengelola destinasi dapat memanfaatkan elemen-elemen pemicu nostalgia, baik melalui desain pengalaman wisata maupun strategi promosi yang menekankan pada kenangan, kehangatan, dan keterikatan H2: Perceived Nostalgia berpengaruh positif terhadap Revisit Intention Hubungan Wisatawan Gen-Z sebagai Variabel Moderasi Salah satu kelompok yang kini menjadi segmen dominan dalam industri pariwisata adalah generasi Z (Gen-Z), yaitu individu yang lahir sekitar tahun 1997Ae2012. Gen-Z cenderung aktif mencari informasi melalui media sosial, konten video, serta review digital sebelum membuat keputusan wisata (Anggraini & Ahmadi, 2. Ketika destinasi seperti Coban Rondo menjadi akrab di benak merekaAibaik melalui pengalaman langsung maupun paparan media digitalAi tingkat familiaritas tersebut bisa memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap niat kunjungan ulang dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Meskipun mereka tergolong generasi muda. Gen-Z memiliki ketertarikan yang kuat terhadap konsep nostalgia, terutama nostalgia yang dikemas dalam bentuk visual, retro, atau momen emosional yang dapat dibagikan secara digital. Mereka kerap merindukan hal-hal sederhana yang AuvintageAy, alami, dan emosional, seperti suasana air terjun, kabut pagi pegunungan, atau pengalaman masa kecil yang bisa dibangkitkan kembali melalui kunjungan ke tempat seperti Coban Rondo. Dengan demikian, wisatawan Gen-Z dapat memoderasi hubungan antara familiarity dan nostalgia terhadap niat berkunjung ulang, baik dalam memperkuat maupun memperlemah pengaruh kedua variabel tersebut tergantung pada tingkat keterkaitan emosional dan digital engagement mereka dengan destinasi. Pengelola wisata perlu memahami preferensi dan perilaku digital Gen-Z agar dapat merancang strategi pemasaran dan pengalaman wisata yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan visual yang relevan Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X dengan generasi ini (Tunjungsari, 2. Kerangka Konseptual Penelitian Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian METODE PENELITIAN Populasi pada penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung pada tempat wisata Coban Rondo di Kabupaten Malang. Dengan confidence interval, significant level 5%, dan margin of error sebesar 10%, maka banyaknya responden minimal adalah 96 orang. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel 186 responden dari 1 Desember 2024 Ae 31 Januari 2025 dengan kriteria wisatawan Coban Rondo yang pernah atau sedang berkunjung pada tempat wisata Coban Rondo. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif analisis bivariat. Selanjutnya, peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk melihat apakah variabel yang digunakan sudah tepat dan andal. Untuk batas nilai validitas, digunakan outer loadings dengan nilai ambang > 0,7 dan discriminant validity. Selanjutnya, variabel penelitian dinyatakan reliabel saat nilai CronbachAos alpha > 0,6 dan nilai AVE > 0,5 (Hair et al. , 2. Penelitian ini menggunakan PLS-SEM yang menerapkan algoritma mean centering untuk mereduksi multikolinearitas antar variabel. Implementasi bootstrapping untuk mereduksi potensi bias residual non-normal dan untuk menghitung koefisien juga peneliti kerjakan untuk menjamin hasil model memenuhi kriteria best linear Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X unbiased estimators (BLUE) sebaik mungkin (Mehmetoglu & Venturini, 2. Terakhir, peneliti mengukur GoodnessAeofAeFit (GoF) untuk mengevaluasi seberapa cakap model estimasi mampu menjelaskan variasi data yang diamati. Ini menggunakan nilai koefisien determinasi (R. (Hair et al. , 2. PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Tabel 1 menunjukan hasil pengujian validitas dan reliabilitas variabel laten. Tidak semua indikator yang dirancang memenuhi kriteria valid . oadings > 0,. dan reliabel (CronbachAos Alpha > 0,6 dan AVE > 0,. Tabel 3 hanya menampilkan indikator yang memenuhi kriteria valid. Tabel 1. Measurement model of latent variables Loadings Revisit Intention RI1 RI2 RI3 Tourism Destination Familiarity TDF1 TDF2 TDF4 TDF7 Perceived Nostalgia PN1 PN2 PN3 PN4 PN5 PN6 PN7 PN8 CronbachAos Alpha AVE Tabel 2 menggambarkan validitas diskriminan dari ketiga variabel yang menampilkan perbandingan squared interfactor correlation terhadap AVE (Average Variance Extracte. Tidak ada squared interfactor correlation antara BF. PN, dan PPI yang melebihi nilai AVE yang dinormalisasi sebesar 1,000. Ini menunjukkan ketiga variabel secara statistik mengukur konsep yang berbeda. Tabel 2. Discriminant Validity Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Tourism Destination Familiarity Perceived Nostalgia Revisit Intention AVE TDF Tabel 3. Structural Model Coef. TDF Ie RI PN Ie RI TDF Ie RI (Gen-Z) PN Ie RI (Gen-Z) . Table 3 menampilkan hasil PLS-SEM. Tabel tersebut memberikan hasil H1 diterima: Tourism Destination Familiarity berpengaruh positif terhadap Revisit Intention . =0,501, p-val. < 0,. Hal ini juga berlaku untuk H2: Perceived Nostalgia berpengaruh positif terhadap Revisit Intention . =0,223, p-val. < 0,. Berdasarkan hasil uji validitas seluruh item variabel memiliki nilai koefisien lebih dari 0,374. Dan berdasarkan uji reliabilitas nilai koefisien cronbach Alpha seluruh variabel lebih dari 0,6. Sehingga item pernyataan seluruh varaibel valid dan reliabel. Data yang diperoleh kemudian dilakukan Uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, heteroskedastisitas, dan uji multikolinieritas. Berdasarkan hasil uji Berdasarkan heteroskedastisitas, data penelitian bebas heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil uji multikolinieritas, data penelitian tidak terjadi multikolinieritas. Analisis Inferensial 1 Pengaruh Tourism Destination Familiarity terhadap Revisit Intention Terdapat pengaruh positif antara variabel Tourism Destination Familiarity terhadap Revisit Intention. Hasil penelitian ini (H1 diterim. serupa dengan yang dilaporkan Wahdianawati et al . tentang penelitian terhadap kunjungan wisata ke Pulau Bali. Selain itu. Sihombing et al . juga melaporkan hasil yang mirip, tetapi mengambil objek penelitian pada wisata Pantai-pantai di Kota Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X Batam. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif Tourism Destination Familiarity terhadap Revisit Intention juga berlaku terhadap wisatawan-wisatawan yang berkategori Gen Z. 2 Pengaruh Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention Terdapat pengaruh positif antara variabel Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention. Hasil penelitian ini (H2 diterim. serupa dengan yang dilaporkan Havifa . tentang penelitian terhadap kunjungan wisata ke Taman Ismail Marzuki. Selain itu. Rendusara . juga melaporkan hasil yang mirip, tetapi mengambil objek penelitian pada wisata Art Museum AuSudut CeritaAy di Kota Bandung. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention juga berlaku terhadap wisatawan-wisatawan yang berkategori Gen Z. KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa pertama. Tourism Destination Familiarity berpengaruh positif terhadap Revisit Intention wisata Coban Rondo Malang (H1 Ini berarti familiaritas wisatawan terhadap tempat wisata Coban Rondo berpengaruh pada Revisit Intention. Semakin akrab wisatawan dengan wisata Coban Rondo, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk melakukan kunjungan Kedua. Perceived Nostalgia berpengaruh positif terhadap Revisit Intention wisata Coban Rondo Malang (H2 diterim. Ini menunjukkan Perceived Nostalgia dapat menciptakan ikatan emosional antara wisatawan dengan tempat wisata Coban Rondo, yang kemudian akan berdampak positif terhadap Revisit Intention. Ketiga. Gen Z tidak memiliki efek moderasi terhadap pengaruh Tourism Destination Familiarity dan Perceived Nostalgia terhadap Revisit Intention wisata Coban Rondo (H3 ditola. Majalah Ilmiah AuCAHAYA ILMUAy Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN CETAK: 2715-3339 ISSN ONLINE: 2722-208X DAFTAR PUSTAKA