Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI PADA DAERAH RENTAN KONVERSI DI KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH STRATEGIES FOR DEVELOPING RICE FARM IN THE VUKNERABLE TO CONVERSION AREA OF PRAYA DISTRICT CENTRAL LOMBOK REGENCY Candra Ayu1*. Taslim Sjah1. Tajidan1 Program Doktor Pertanian Berkelanjutan - Universitas Mataram. Mataram. Indonesia *Email penulis korespondensi: ayucandra22@unram. ac,id Abstrak Di Kelurahan Renteng. Kecamatan Praya terjadi konversi lahan pertanian ke non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan usahatani padi di daerah rentan konversi lahan di Kelurahan Renteng-Kecamatan Praya. Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian adalah deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik survei dan studi literatur. Data primer diperoleh dari wawancara 10 petani padi serta stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah sedangkan data sekunder berasal dari penelitian sebelumnya di Kelurahan Renteng. Penyusunan strategi pengembangan usahatani padi menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan usahatani padi di Kelurahan Renteng agar berkelanjutan ni adalah strategi S-O (Strengths-Opportunitie. yang agresif, berfokus pada pelatihan teknologi ramah lingkungan, pengembangan usaha/agrowisata, dan pemanfaatan subsidi. Faktor kekuatan dalam strategi ini meliputi minat dan pengalaman petani, ketersediaan lahan serta air irigasi, dan aktifnya kelompok tani. Kelemahannya adalah kurangnya: modal dan pengetahuan bertani optimal, tempat penjualan, mekanisasi, akses pupuk subsidi, dan rendahnya minat generasi muda bertani. Kata Kunci: konversi lahan. usahatani padi, lahan pertanian, strategi agresif Abstract In Renteng Village. Praya District, there is a conversion of agricultural land to non-agricultural land. This study aims to develop a strategy for developing rice farming in areas vulnerable to land conversion in Renteng Village-Praya District. Central Lombok Regency. The research method is descriptive and data collection using survey techniques and literature studies. Primary data were obtained from interviews with 10 rice farmers and stakeholders from the Environmental Service and Food Security Service of Central Lombok Regency, while secondary data came from previous research in Renteng Village. The preparation of a rice farming development strategy uses SWOT Analysis. The results of the study indicate that the strategy for developing rice farming in Renteng Village to be sustainable is an aggressive S-O (StrengthsOpportunitie. strategy, focusing on environmentally friendly technology training, business/agrotourism development, and utilization of subsidies. The strength factors in this strategy include the interests and experiences of farmers, the availability of land and irrigation water, and the activeness of farmer groups. The weaknesses are the lack of: optimal farming capital and knowledge, sales locations, mechanization, access to subsidized fertilizers, and the low interest of the younger generation in farming. Keywords: land conversion. rice farming, crop land, aggressive strategy PENDAHULUAN Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, tercermin dari kontribusinya terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto. Peran strategis sektor ini juga sebagai penyerap 28,21 persen tenaga kerja, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2023 serta sebagai penyedia bahan pangan bagi penduduk Indonesia (BPS dan BRIN, 2024. Sihombing, 2. Produksi pangan pokok . merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Namun, luas lahan pertanian produktif menurun Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 akibat pembangunan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2023, luas panen padi berkurang 238,97 ribu hektar . ,29%) dengan produksi 53,98 juta ton GKG, turun 1,40% dari tahun 2022 (BPS dan BRIN, 2. Penelitian Putri et al. , . menunjukkan produksi beras tahun 2024 hanya mencapai dua pertiga target nasional, turun 5,34% atau 1,66 juta ton dari 2023. Penurunan ini disebabkan oleh dampak iklim ekstrim El-Nino dan alih fungsi lahan pertanian (BPS, 2. Laju alih fungsi lahan sawah di sentra produksi pangan nasional, termasuk NTB cukup tinggi, mencapai 3. 303 ha/tahun, dengan rata-rata laju secara nasional sekitar 512 ha/tahun pada periode 2000-2015 (Mulyani et al. , 2. Irawan et al. , . mencatat laju alih fungsi 90. 417 ha/tahun pada 1981-1999. Artinya, luas lahan sawah yang 8,1 juta ha pada tahun 2014 diperkirakan menyusut menjadi 5,1 juta ha pada tahun Pemerintah mengantisipasi melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Iemaaniah & Selvia, 2. Di NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, alih fungsi lahan mengancam ketahanan pangan nasional karena pertambahan penduduk 3,4 juta jiwa per tahun dan konversi lahan hingga 96. 500 ha per tahun (Mulyani et al. , 2. Padahal Lombok Tengah menyumbang 25% produksi beras NTB dan pertanian menjadi sektor prioritas pembangunan karena menyerap tenaga kerja terbesar. Di sisi lain pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Tengah adalah tertinggi di NTB, rata-rata 11% per tahun (Zainuri, 2021. BPS, 2024. Yasin et al. , 2. Namun, pembangunan ekonomi yang tinggi ini mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan pertanian untuk pengembangan infrastruktur dan kawasan pemukiman sehingga menurunkan kemampuan berswasembada pangan daerah ini (Ayu et al. , 2. Berdasarkan data Sektoral BPS, sawah di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2011 seluas 54. 562 ha, tahun 2016 meningkat akibat pelaksanaan Program Upsus Pajale 352 ha. namun kembali menurun pada tahun 2018 menjadi 56. 196 ha dan tahun 2020 menjadi 50. 994 ha (BPS Kabupaten Lombok Tengah, 2024. Kementerian Pertanian RI, 2. Selama tahun 2011-2020 terjadi alih fungsi lahan sawah seluas 3. ha atau rata-rata 396 ha/tahun. Fakta di lapangan menunjukkan jumlah yang lebih besar karena sampai tahun 2020 di Kabupaten Lombok Tengah telah dibangun Bandara Internasional Lombok dan jalan poros penghubungnya dengan ibu kota Provinsi NTB yakni Kota Mataram. Selain itu telah dibangun Gedung IPDN NTB. areal Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah. Politeknik Pariwisata Lombok. Gedung DPRD. RSUD Praya. perluasan pemukiman, berbagai infrastruktur sektor ekonomi dan transportasi pendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, serta penggunaan lain yang tidak tersedia data resminya (Ayu & Wuryantoro, 2. Praktik alih fungsi lahan di Kabupaten Lombok Tengah terluas di Kecamatan Praya karena menjadi tempat ibu kota kabupaten. Umumnya lahan yang dialihfungsikan merupakan sawah produktif untuk usahatani padi (Mujahid & Marsoyo, 2. Hal ini mengakibatkan menurunnya luas lahan pertanian untuk padi dan menjadikan Kecamatan Praya rawan mengalami defisit pangan. Di sisi lain, permintaan terhadap beras semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk (Khairati & Syahni, 2016. Nur et al. , 2. sehingga seharusnya praktik alih fungsi lahan dapat dikendalikan untuk mempertahankan kemampuan berproduksi beras. Agar petani dapat mengelola lahannya secara berkelanjutan maka perlu ditingkatkan produksi dan pendapatan dari usahatani di lahan Berdasarkan hasil penelitian Ayu & Wuryantoro, . menunjukkan kontribusi ekonomi usahatani di lahan sawah di Lombok Tengah hanya 39,49 % dan menurut Sucita et al. , . , petani padi di Kecamatan Praya tergolong miskin dengan pemilikan lahan sawah yang sempit. Kondisi ini menguatkan alih fungsi lahan. Mujahid & Marsoyo, . mengungkapkan rasio nilai ekonomi lahan sawah sebelum dan Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 sesudah dialihfungsikan sebesar 1:32,7. Nilai ini menunjukkan besarnya opportunity cost yang menguat-kan terjadinya alih fungsi lahan di Kecamatan Praya, terutama wilayah Namun, karena sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan ketahanan pangan maka harus dikelola dengan pendekatan holistik dan berbasis masyarakat. Dalam hal ini, penguatan kapasitas petani kecil dan penerapan sistem pertanian berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan hasil pertanian dan konvergensi antara pertanian dengan sektor-sektor lain untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik (Djibran et al. , 2023. Ishaq, 2. Di sisi lain, profesi bertani menjadi sumber mata pencaharian utama bahkan satu-satunya bagi sebagian besar penduduk di lokasi tersebut. Dengan alih fungsi lahan menjadikan mereka sebagai petani berlahan sempit atau bahkan tanpa lahan dan menjadi pengangguran. Berdasarkan uraian permasalahan terdahulu maka diperlukan strategi pengembangan usahatani padi di lahan sawah tersebut untuk meningkatkan pendapatan petani agar praktik alih fungsi lahan pertanian dapat direduksi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal sistem usahatani padi serta menyusun strategi pengembangan usahatani padi di daerah rentan konversi lahan di Kecamatan Praya Ae Kabupaten Lombok Tengah. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik survei dan studi literatur (Nasir, 2. Data primer diperoleh dari wawancara 10 petani padi di Kelurahan Renteng serta para stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah. NTB. Data sekunder berasal dari penelitian Ayu & Wuryantoro, . mengenai deskripsi kondisi kemiskinan petani padi di Kelurahan Renteng. Kelurahan Renteng mengalami konversi lahan sawah tertinggi di Kecamatan Praya akibat pengembangan pemukiman baru. Penyusunan strategi pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya berdasarkan data primer tahun 2025. Perumusan strategi pengembangan usahatani menggunakan metode SWOT . weaknesses, opportunities dan threat. , meliputi pengumpulan data, pencocokan matriks SWOT, dan pengambilan keputusan. Matriks internal mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dan matriks eksternal mengidentifikasi peluang dan ancaman. Hasilnya berupa empat alternatif strategi, yakni strategi S-O, strategi W-O, strategi W-T, dan strategi S-T (Rangkuti, 2004. Muharto, 2020. The University of Kansas, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Usahatani Padi di Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini di Kelurahan Renteng, yang merupakan salah satu dari delapan kelurahan/desa di Kecamatan Praya yang masuk dalam program konsolidasi tanah tahun 2018 (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Dengan program ini maka Kelurahan Renteng ditargetkan menjadi kawasan pemukiman meskipun penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2023 diketahui bahwa petani di Kelurahan Renteng menanam padi pada musim tanam (MT) I dan MT II. sedangkan pada MT i petani menanam jagung, kacang hijau dan kedelai. Lebih lanjut diketahui bahwa petani di lokasi penelitian berlahan sempit, dengan luas tanam padi dan jagung masing-masing seluas 0,34 ha. kacang hijau seluas 0,42 ha dan kedelai seluas 0,21 ha. Dengan kondisi Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 ini menyebabkan pendapatan per kapita petani sebesar Rp 3. 445/kapita/tahun atau setara beras 312,18 kg/kapita/tahun sehingga tergolong miskin (Ayu & Wuryantoro. Menurut Sajogyo dalam Sumodiningrat et al. , . , bahwa untuk tergolong sejahtera . idak miski. seseorang yang bertempat tinggal di kelurahan minimal berpendapatan setara beras 720 kg/kapita/tahun. Dibandingkan dengan standar tersebut maka pendapatan usahatani di lokasi penelitian hanya mencapai 43 % dari standar untuk tidak tergolong miskin/sejahtera. Diperlukan suatu strategi pengembangan usahatani padi di lahan sawah tersebut agar meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Aspek-Aspek Situasional Masyarakat Petani Padi di Kecamatan Praya Aspek-aspek situasional yang dihadapi masyarakat petani padi di Kecamatan Praya. Kabupaten Lombok Tengah dapat diidentifikasi sebagai berikut (Ayu, et al. Faktor internal kekuatan, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelebihan yang dimiliki oleh petani, meliputi: . Petani berpengalaman dalam berusahatani, . petani bertanam padi tinggi, . ketersediaan air irigasi lahan tinggi, . mengutamakan penggunaan benih padi unggul . , . luas pemilikan lahan petani cukup tersedia, dan . kelompok tani aktif berperan untuk aktivitas usahatani Faktor internal kelemahan, adalah situasi atau kondisi yang merupakan faktor negatif yang dapat menghambat dalam usahatani, meliputi: . kurang pengetahuan tentang dosis pemupukan optimal, . kurang modal untuk bertani . ntuk biaya pupuk dan upah buruh tan. , . terbatas teknologi yang digunakan, non mekanisasi, . mengakses pupuk subsidi, . terbatas tempat jual hasil gabah, dan . anak dan cucu/generasi muda tidak bersedia menjadi petani. Faktor Eksternal peluang, adalah berbagai aspek dari lingkungan di luar masyarakat petani yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing bisnis, meliputi: . ketersediaan lahan di Kabupaten Lombok Tengah untuk pencetakan sawah baru, . potensi pengem-bangan paket teknologi budidaya padi optimal, . pengembangan agrowisata dari minapadi, dan UT padi monokultur, . pengembangan pola tanam yang menyuburkan tanah, . adanya BumDes/koperasi untuk saprodi dan jual hasil panen, . adanya lembaga penyuluh di tingkat kecamatan, dan . adanya bantuan pemerintah/subsidi pupuk. Faktor Eksternal ancaman, adalah situasi, kondisi atau aspek yang berasal dari lingkungan di luar masyarakat petani yang menghambat atau menimbulkan risiko pada aktivitas bisnis pertanian, meliputi: . kebijakan pemerintah yang mendukung konversi lahan pertanian, . aktivitas konversi lahan pertanian oleh petani untuk rumah anak, . harga gabah fluktuatif sehingga merugikan petani, dan . tanah sawah menurun. Faktor Internal Faktor-faktor strategis internal dalam kerangka penyusunan kekuatan (Strengt. dan kelemahan (Weaknes. petani pelaksana usahatani padi di lokasi penelitian disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Matrik IFAS (Internal Factors Analysis Strategi. Faktor Strategi Internal Bobot Rating Kekuatan (Strenght. Petani berpengalaman dalam berusahatani 0,10 3,54 Minat petani bertanam padi tinggi 0,20 3,92 Ketersediaan air irigasi lahan tinggi 0,10 2,77 Ayu. Sjah. , dan Tajidan Skor 0,35 0,78 0,28 Agroteksos, 35 . Desember 2025 Pengutamaan penggunaan benih unggul Luas pemilikan lahan petani cukup tersedia Kelompoktani aktif berperan untuk aktivitas Total Kekuatan Kelemahan (Weaknes. Kurang pengetahuan petani tentang dosis pemupukan optimal Kurang modal untuk bertani . iaya pupuk dan upah tenaga kerj. Terbatas teknologi/non mekanisasi Sulit mengakses pupuk subsidi Terbatas tempat jual hasil gabah Anak dan cucu tidak bersedia menjadi petani Total Kelemahan Total Faktor Internal EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 0,02 0,15 0,03 2,31 2,08 2,46 0,60 0,05 0,31 0,07 1,84 0,10 1,62 0,16 0,10 2,31 0,23 0,05 0,05 0,05 0,05 0,40 1,00 1,69 1,31 2,46 1,54 0,08 0,07 0,12 0,08 0,74 2,58 Pada tabel IFAS (Tabel . , bobot menunjukkan tingkat pentingnya faktor tersebut terhadap keberhasilan usahatani padi di lokasi penelitian, dengan total bobot = 1. Rating menunjukkan seberapa kuat faktor tersebut dengan skala 1 Ae 4. dengan ketentuan 4 menunjukkan kekuatan utama . ajor strengt. 3 menunjukkan kekuatan minor . inor 2 menunjukkan kelemahan minor . inor weaknes. dan 1 menunjukkan kelemahan utama . ajor weaknes. Total skor semua faktor IFAS berjumlah 2,58. menggambarkan posisi faktor internal . ekuatan dan kelemaha. secara keseluruhan pada skala 1 sampai 4. Berarti posisi internal masyarakat petani cukup kuat, yang menunjukkan kekuatan internal lebih kuat dibandingkan kelemahannya. Faktor kekuatan berbobot 0,60 dengan total skor 1,84. Hal ini berarti faktor-faktor kekuatan yang meliputi: minat petani yang tinggi untuk menanam padi, petani yang cukup berpengalaman berusahatani, tersedianya lahan sawah dan ketersediaan air irigasi untuk aktivitas usahatani padi mendukung keberhasilan usahatani tersebut di lokasi penelitian. Namun petani umumnya tidak menggunakan benih unggul dan peran kelompok tani kurang aktif. Berdasarkan tabel IFAS diketahui bahwa masyarakat motivasi kuat untuk menanam padi karena tujuan utamanya untuk stok pangan keluarga. Faktor kelemahan pada tabel matriks IFAS memiliki bobot 0,40 dengan total skor sebesar 0,74. Hal ini berarti ada beberapa kelemahan yang harus diperhatikan terutama keterbatasan ekonomi untuk pengadaan modal untuk mengadopsi teknologi bertani optimal, kurangnya pengetahuan petani tentang dosis pemupukan dan terbatasnya tempat penjualan hasil panen dengan harga yang layak. Kelemahan lain yang perlu ditekan agar eksistensi usahatani padi terjaga adalah peralatan berusahatani yang sederhana sehingga memerlukan biaya tenaga kerja yang banyak, kurang akses ke pupuk subsidi karena jenis dan jumlah pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan petani dan kecenderungan generasi muda yang menolak menjadi petani setelah berpendidikan tinggi. Hasil matriks IFAS digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani padi yang memaksimalkan kekuatan dan memperbaiki kelemahan agar eksistensi usahatani di lahan sawah irigasi Kecamatan Praya dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Faktor Ekternal Faktor-faktor strategis eksternal dalam kerangka (Opportunitie. dan ancaman (Threat. untuk strategi pengembangan usahatani padi di lokasi penelitian disajikan dalam Tabel 2. Berdasarkan data pada Tabel 2, terdapat empat Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 peluang utama untuk pengembangan usahatani padi di lokasi penelitian, yakni potensi pengembangan pola tanam yang dapat menyuburkan tanah secara alamiah, potensi pengembangan agrowisata di areal persawahan tanaman padi, pengembangan paket teknologi budidaya optimal yang sesuai rekomendasi dan peningkatan peran lembaga penyuluh pertanian dalam membantu petani mengambil keputusan terbaik dalam mengelola usahataninya. Jumlah skor peluang sebesar 2,32 dari 0,80. Peluang tersebut masih menghadapi ancaman utama berupa alih fungsi lahan untuk pemukiman keluarga petani dan kurang ada dukungan pemerintah untuk tentang peraturan yang melarang alih fungsi lahan di kawasan pertanian produktif . ermasuk areal persawahan untuk usahatani Ancaman lainnya yang tidak terlalu kuat adalah fluktuasi harga produksi yang sering merugikan petani serta kesuburan tanah pertanian yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang. Total skor ancaman sebesar 0,31 dari 0,20. Tabel 2. Matrik EFAS (External Factors Analysis Strategi. Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor Peluang (Opportunitie. Ketersediaan lahan di Kabupaten Lombok 0,15 2,38 0,24 Tengah untuk pencetakan sawah baru Potensi pengembangan paket teknologi budidaya 0,15 3,23 0,48 Potensi pengembangan agrowisata dari minapadi 0,15 3,31 0,50 dan usahatani padi Potensi pengembangan pola tanam yang 0,15 3,38 0,51 menyubur-kan tanah Adanya BumDes/koperasi untuk saprodi dan 0,10 1,38 0,14 tempat jual hasil panen Adanya lembaga penyuluh di kecamatan 0,10 3,77 0,38 Adanya bantuan pemerintah/subsidi pupuk 0,05 1,62 0,08 Total Peluang 0,80 2,32 Ancaman (Threat. Kebijakan pemerintah mendukung konversi 0,08 1,31 0,10 lahan pertanian Aktivitas konversi lahan oleh petani untuk rumah 0,05 2,23 0,11 Berfluktuatifnya harga gabah dan merugikan 0,03 1,46 0,04 0,04 1,23 0,05 Menurunnya kesuburan tanah sawah Total Ancaman 0,20 6,23 0,31 Total Faktor Eksternal 1,00 2,63 Skor agregat faktor eksternal sebesar 2,63 yang artinya usahatani padi dalam masyarakat petani menempati posisi moderat, karena sudah ada upaya memanfaatkan peluang dan mengurangi ancaman, namun, masih ada potensi besar untuk peningkatan. Hasil yang diperoleh dari Tabel EFAS dan IFAS untuk memastikan posisi organisasi dalam matriks SWOT dan untuk mengidentifikasi pendekatan strategis yang paling sesuai (SO. WO. ST, atau WT). Strategi Pengembangan Usahatani Padi di Daerah yang Rentan Konversi Lahan di Kecamatan Praya - Kabupaten Lombok Tengah Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Matrik SWOT menggambarkan peluang dan ancaman yang dihadapi untuk pengembangan usahatani padi yang dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, menghasilkan empat kelompok strategi pengembangan usahatani padi di daerah yang rentan konversi di Kelurahan Renteng Ae Kecamatan Praya. Kabupaten Lombok Tengah. Selengkapnya tentang alternatif strategi pengembangan usahatani padi di lokasi penelitian pada Tabel 3. Tabel 3. Alternatif Strategi Pengembangan Usahatani Padi IFAS STRENGTHS (S) Petani berpengalaman . Minat petani bertanam padi tinggi . Tersedia air irigasi lahan Pengutamaan penggunaan benih padi unggul. Luas pemilikan lahan cukup . Kelompok tani berperan aktif OPPORTUNITIES (O) Tersedia lahan luas di Lombok Tengah untuk pencetakan sawah baru . Potensi pengembangan paket teknologi budidaya padi yang . Potensi pengembangan agrowisata dari minapadi, dan UT padi monokultur . Potensi pengembangan pola tanam yang menyuburkan . Ada BumDes/koperasi untuk saprodi dan jual hasil panen . Ada lembaga penyuluh di . Ada bantuan pemerintah/ subsidi pupuk. STRATEGI S-O Menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang: a Pemanfaatan pengalaman petani untuk mengembangkan skala usahatani (S1,O. a Pemanfaatan minat petani untuk meningkatkan produksi padi melalui adopsi paket teknologi rekomendasi untuk budidaya padi optimal (S2,O. a Pengembangan tanaman penyubur tanah agar petani tetap dapat berusahatani padi dua kali per tahun (S2,O. a Pemanfaatan air irigasi untuk pengembangan agrowisata berbasis usahatani padi, mina padi, wisata memancing dan wisata kuliner di areal persawahan (S3,O. a Pengembangan BumDes/koperasi untuk pengadaan benih padi unggul bersertifikat (S4. a Memaksimalkan penggunaan lahan melalui pengembangan agrowisata (S3. a Meningkatkan peran penyuluh pertanian untuk meningkatkan peran kelompoktani (S6,O. a Meningkatkan peran kelompok tani untuk meningkatkan akses terhadap pupuk subsidi (S6,O. EFAS Ayu. Sjah. , dan Tajidan WEAKNESSES (W) . Kurang pengetahuan tentang dosis pemupukan optimal . Kurang modal bertani . Terbatas teknologi yang digunakan, non mekanisasi . Sulit akses pupuk subsidi . Terbatas tempat jual gabah . Anak dan cucu tidak bersedia menjadi petani. STRATEGI W-O Menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang: a Perlu penyuluhan pertanian untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pemupukan (W1,O. a Pembentukan BumDes/koperasi agar dapat memberi kredit saprodi dan menampung hasil produksi petani (W2,W5,O. a Perlu penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan petani untuk adopsi alat-alat inovatif (W3,O. a Perlu perbaikan dan pendampingan pemerintah agar bantuan pupuk subsidi diterima petani (W4,O. a Pelibatan aktif peran generasi muda dalam pengembangan agrowisata terpadu . isata memancing dan kuline. (W6,O. Agroteksos, 35 . Desember 2025 THREATS (T) Kebijakan pemerintah mendukung konversi lahan . Aktivitas konversi lahan oleh petani untuk rumah . Berfluktuasinya harga gabah merugikan petani . Menuurunnya kesuburan tanah sawah. EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 STRATEGI S-T Menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman: a Memanfaatkan pengalaman petani untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi dan lainnya agar pendapatan dan kesejahteraan meningkat sehingga menolak mengkonversi lahan (S1. S2. a Pemanfaatan lahan sawah untuk usaha perikanan air tawar. Mina padi dan usahatani padi agar lahan tidak dikonversi menjadi pemukiman (S3. a Penggunaan benih padi unggul bersertifikat agar produksi lebih tinggi (S4. a Peningkatan skala usahatani agar pendapatan meningkat & mencegah konversi lahan (S5. a Pengembangan kerjasama petani dalam kelompoktani agar petani memiliki kekuatan penentuan harga jual yang menguntungkan (S6. STRATEGI W-T Menciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman: a Meningkatkan pengetahuan petani tentang pupuk agar produksi meningkat & menolak konversi lahan (W1. a Menjual produk pertanian ke pedagang lain yang bersedia membayar dengan harga layak agar keuntungan dan modal petani tersedia secara mandiri (W2. W5. a Mengembangkan sistem pemasaran secara online agar jangkauan pemasaran meluas dan menguntungkan (W3,T. a Mengembangkan dan mengaplikasi pupuk organik agar kesuburan tanah meningkat dengan biaya murah (W4. a Meningkatkan minat generasi muda menjadi petani melalui peningkatan produktivitas tanah dan usahatani (W6. Rancangan strategi pengembangan usahatani padi di lahan sawah Kelurahan Renteng-Kecamatan Praya ini berpedoman pada prinsip-prinsip pengembangan masyarakat oleh Ife & Tesoriero, . , terutama prinsip keberlanjutan dan prinsip Prinsip berkelanjutan menjadi terpenting agar sistem usahatani sawah berkembang dalam jangka panjang, mensyaratkan penggunaan minimal sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui dan mendaur ulang sehingga sesuai untuk sistem pertanian organik dan usahatani campuran . adi dan ika. yang menjadi komponen strategi Prinsip partisipasi/keterlibatan dan kesetaraan akses bagi seluruh anggota masyarakat dan pengakuan keragaman, non-diskriminatif serta penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat (Sholichah et al. , 2025. UGM, 2020. Siti, 2. Tujuan perancangan strategi pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya adalah meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah. Rincian rancangan strategi sebagai berikut: Strategi S-O (Memanfaatkan Kekuatan untuk Memanfaatkan Peluan. Strategi S-O ini meliputi strategi: pemanfaatan pengalaman petani untuk memperluas skala usahatani. pemanfaatan minat petani tinggi untuk menanam padi dengan menerapkan paket teknologi budidaya optimal agar produksi tinggi serta penerapan pola tanam yang tanamannya menyuburkan tanah . ketersediaan air irigasi untuk mendukung pengembangan agrowisata berbasis keterpaduan usahatani padi, mina padi, wisata memancing dan wisata kuliner di areal pengembangan BumDes/koperasi untuk pengadaan benih padi unggul peningkatan peran kelompoktani dalam aktivitas usahatani padi agar meningkat aksesibilitasnya terhadap pupuk subsidi dan terhadap akses pengetahuan inovatif melalui peningkatan peran penyuluh. Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Strategi W-O (Meminimalkan Kelemahan untuk Memanfaatkan Peluan. Strategi W-O merupakan strategi pengembangan usahatani padi yang memerlukan koordinasi aktivitas masyarakat petani untuk mengatasi kurangnya pengetahuan petani tentang pemupukan optimal, perlu pembentukan BumDes/koperasi agar memberi kredit saprodi dan menampung hasil produksi petani. perlu penyuluhan untuk meningkatkan kemampuan petani untuk adopsi alat-alat inovatif. perlu perbaikan dan pendampingan pemerintah agar bantuan pupuk subsidi diterima petani. dan perlu pelibatan peran generasi muda dalam pengembangan agrowisata terpadu Strategi S-T (Memanfaatkan Kekuatan untuk Mengatasi Ancama. Strategi S-T merupakan strategi memanfaatkan kekuatan yang dimiliki masyarakat petani, yakni menggunakan pengalaman petani untuk meningkatkan produktivitas usahatani padi agar pendapatan dan kesejahteraan meningkat sehingga menolak alih fungsi lahan. pemanfaatan lahan sawah untuk usaha perikanan air tawar, mina padi dan usahatani padi agar tidak terjadi alih fungsi lahan untuk pemukiman, penggunaan benih padi unggul bersertifikat untuk meningkatkan produksi, peningkatan skala usahatani agar pendapatan meningkat dan mencegah alih fungsi lahan, dan strategi pengembangan kerjasama petani dalam kelompoktani agar petani memiliki kekuatan penentuan harga jual yang menguntungkan. Strategi W-T (Meminimalkan Kelemahan dan Menghindari Ancama. Strategi W-T merupakan strategi pengembangan usahatani padi dengan cara mengatasi kelemahan dan meminimalkan ancaman, yakni dengan meningkatkan pengetahuan petani tentang pemupukan agar produksi meningkat dan menolak alih fungsi lahan. menjual produk pertanian ke pedagang lain yang membayar dengan harga layak agar petani memiliki modal secara mandiri. mengembangkan sistem pemasaran online agar pemasaran meluas dan menguntungkan. meningkatkan peran dan minat generasi muda dalam pembuatan pupuk organik dan aplikasinya produktivitas usahatani meningkat dengan biaya murah. Diagram Matrik SWOT Untuk menentukan jenis strategi yang terbaik (Grand strateg. dalam pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya dengan menghitung total skor faktor internal (Tabel . dan total skor eksternal (Tabel . Total skor faktor internal (X) sebanyak 2,58 dan total skor faktor eksternal (Y) sebanyak 2,63 sehingga Grand strategy berada pada kuadran I . ada S-O). Selengkapnya tentang diagram Analisis SWOT pada Diagram 1: Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Diagram 1. Penentuan Strategi Matrik SWOT Rumusan Grand Strategy (Strategi Utam. dan Strategi Pendukung Berdasarkan Gambar 1. Strategi pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya - Kabupaten Lombok Tengah berada pada Kuadran I, yakni Strategi S-O, merupakan strategi agresif/growth-oriented. Artinya, usahatani padi di Kelurahan Renteng memiliki kekuatan internal yang kuat dalam menghadapi peluang eksternal yang baik. Strategi SO (Strengths-Opportunitie. menjadi Strategi Utama (Grand Strateg. Kekuatan utama adalah minat dan pengalaman petani yang tinggi, ketersediaan irigasi, kelompok tani aktif dalam aktivitas usahatani padi. Peluang utama adalah pengembangan teknologi budidaya optimal, pengembangan agrowisata berbasis usahatani padi atau usahatani campuran, pola tanam baru yang menyuburkan tanah, dukungan lembaga penyuluhan dan subsidi input dari Adapun rumusan Strategi S-O untuk pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya Mengoptimalkan kegiatan Pelatihan dan Pendampingan dari Penyuluh Pertanian, meliputi: memanfaatkan secara maksimal pengalaman bertani dan minat petani menanam padi yang tinggi melalui pelatihan teknologi budidaya padi modern dan ramah lingkungan serta meningkatkan peran dan kinerja penyuluh untuk transfer teknologi dan inovasi bertani optimal. Pelatihan ini harus melibatkan penyuluh dan lembaga pendidikan guna memastikan transfer teknologi dan inovasi yang efektif Pengembangan agrowisata dan diversifikasi usaha berbasis pada sistem usahatani padi, mendorong kelompok tani untuk mengembangkan agrowisata di kawasan pertaniannya secara berkelompok karena umumnya petani berlahan sempit. Selain itu, perlu dikembangkan pola tanam dengan variasi padi dan tanaman pangan lain tanah secara alamiah agar terjamin keberlanjutan peningkatan produktivitas usahatani padi. Pemanfaatan dukungan pemerintah dan kelembagaan untuk sektor pertanian, meliputi: upaya memanfaatkan bantuan/subsidi pupuk, fasilitas BumDes/koperasi dan akses modal untuk memperkuat usahatani. serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program pencetakan sawah baru dan untuk penguatan kelompok tani sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang. Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Strategi Pendukung untuk pengembangan strategi utama sebagai berikut: Strategi ST (Strengths-Threat. menekankan pentingnya menggunakan kekuatan yang ada untuk menghadapi ancaman, seperti alih fungsi lahan maupun fluktuasi harga. Keterlibatan petani dalam advokasi dapat menjaga perlindungan lahan pertanian dengan lebih efektif Strategi WO (Weaknesses-Opportunitie. berfokus pada penanganan kelemahan, seperti keterbatasan modal dan teknologi, melalui pemanfaatan bantuan pemerintah, pelatihan, dan akses ke lembaga keuangan Strategi WT (Weaknesses-Threat. meliputi upaya untuk meminimalkan kelemahan dan ancaman dengan diversifikasi usaha serta peningkatan pengetahuan petani melalui pelatihan berkelanjutan Berdasarkan Strategi S-O . trategi utama. Grand Strateg. dan strategi pendukung maka grand strategy yang paling efektif untuk pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya adalah strategi meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani, memperkuat kelembagaan kelompok tani, memanfaatkan teknologi dan peluang pengembangan usaha, serta mengoptimalkan dukungan pemerintah dan lembaga terkait. Untuk dapat dicapai tujuan strategi secara optimal maka ini harus didukung dengan mitigasi risiko melalui strategi S-T. W-O, dan W-T secara simultan agar dapat meminimalkan berbagai risiko yang muncul dari kelemahan internal maupun dari ancaman eksternal. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan hal-hal berikut ini: Strategi utama (Grand strateg. untuk pengembangan usahatani padi di Kecamatan Praya adalah strategi S-O (Strengths-Opportunitie. yang bersifat agresif, memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal, dengan kekuatan utama meliputi: minat dan pengalaman petani yang tinggi, ketersediaan irigasi, serta kelompok tani yang aktif. sedangkan peluang utama berupa teknologi budidaya baru, agrowisata berbasis usahatani, pola tanam inovatif, serta dukungan penyuluhan dan subsidi pemerintah. Fokus strategi S-O adalah: optimalisasi pelatihan dan pendampingan penyuluh pertanian untuk transfer teknologi modern dan ramah lingkungan. agrowisata dan diversifikasi usaha secara berkelompok. pemanfaatan dukungan pemerintah seperti subsidi pupuk, akses modal, dan pencetakan sawah baru. Strategi pendukung mencakup: . strategi S-T untuk menghadapi ancaman alih fungsi lahan dan fluktuasi harga dengan advokasi petani. strategi W-O mengatasi kelemahan modal dan teknologi melalui bantuan pemerintah dan pelatihan. strategi W-T meminimalkan kelemahan dan ancaman lewat diversifikasi usaha dan pelatihan Saran Berdasarkan strategi pengembangan usahatani padi di wilayah rawan alih fungsi lahan Kecamatan Praya maka rekomendasi yang diperlukan agar strategi utama dapat dilaksanakan secara optimal adalah perlu dilakukan pelatihan berkelanjutan dengan peningkatan peran penyuluh untuk peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pemanfaatan teknologi dan peluang usaha, serta optimalisasi dukungan pemerintah secara simultan dengan mitigasi risiko kelemahan dan Ayu. Sjah. , dan Tajidan Agroteksos, 35 . Desember 2025 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada Universitas Mataram sebagai penyandang dana penelitian, terima kasih kepada instansi pemerintah atas data/informasi yang diperlukan untuk pendalaman analisis, ucapan terimakasih kepada tim peneliti yang menjadi sumber data sekunder, serta ucapan terimakasih kepada Pemerintah Pemerintahan Kelurahan Renteng, petani responden di Kelurahan Renteng, stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat petani pelaku usahatani padi di lahan sawah Kelurahan Renteng-Kecamatan Praya Ae Kabupaten Lombok Tengah atas penerimaan dan kerjasamanya dalam pemberian informasi yang diperlukan guna kelengkapan penulisan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA