Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article The Influence Of Providing Education About Early Detection Of Cervical Cancer On Knowledge In Women Of Childbearing Age Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Pada Wanita Usia Subur Rusmalina Agus ,Yulis Marita . Fera Novitry3. Eka Joni Yansyah 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-MaAoarif. Baturaja,Indonesia *Corresponding Author: Rusmalina Agus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AlMaAoarif. Baturaja,Indonesia. Baturaja. South Sumatra. Indonesia Email: rusmalina15111970@gmail. Keyword: Education, early detection of cervical cancer, knowledge, women of childbearing age, audio-visual Kata Kunci: Edukasi, deteksi dini kanker serviks, pengetahuan, wanita usia subur, audio A The Author. 2025 Abstract Cervical cancer is a serious reproductive health issue for women, especially in Indonesia. Early detection through methods such as IVA (Visual Inspection with Acetic Aci. and pap smear is crucial to reduce the morbidity and mortality rates of cervical cancer. However, the coverage of early detection in Indonesia remains low, including in Muara Enim Regency. Education on early detection of cervical cancer is needed to increase the knowledge and awareness of women of childbearing age (WUS). This study aims to determine the effect of education on early detection of cervical cancer on the knowledge of women of childbearing age in Lubuk Empelas Village, working area of Muara Enim City Health Center. This study used a pre-experimental design with a one group pretestposttest design approach. The sample consisted of 64 women of childbearing age selected through accidental sampling. Data were collected through questionnaires before and after education using the audio-visual method. Data analysis was performed using the paired ttest. The results showed a significant increase in the knowledge of women of childbearing age after receiving education. The average knowledge score before education . re-tes. 0625, while after education . ost-tes. it increased to 7. The statistical test results showed a p-value = 0. 000, indicating a significant effect of education on increasing Education on early detection of cervical cancer using the audio-visual method significantly increased the knowledge of women of childbearing age in Lubuk Empelas Village. It is recommended that the Muara Enim City Health Center enhance health promotion efforts using audio-visual media to increase public awareness and knowledge about early detection of cervical cancer. Abstrak Article Info: Received : August 2, 2024 Revised : January 23, 2025 Accepted : March 12, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang serius pada wanita, terutama di Indonesia. Deteksi dini melalui metode seperti IVA (Inspeksi Visual Aseta. dan pap smear sangat penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Namun, cakupan deteksi dini di Indonesia masih rendah, termasuk di Kabupaten Muara Enim. Edukasi tentang deteksi dini kanker serviks diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi tentang deteksi dini kanker serviks terhadap pengetahuan wanita usia subur di Desa Lubuk Empelas, wilayah kerja Puskesmas Kota Muara Enim. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 64 wanita usia subur yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan setelah pemberian edukasi dengan metode audio visual. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan wanita usia subur setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum edukasi . re-tes. adalah 4,0625, sedangkan setelah edukasi . ost-tes. meningkat menjadi 7,5156. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari edukasi terhadap peningkatan Edukasi tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode audio visual secara signifikan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur di Desa Lubuk Empelas. Disarankan agar Puskesmas Kota Muara Enim meningkatkan upaya promosi kesehatan dengan menggunakan media audio visual untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini kanker serviks. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 PENDAHULUAN Kesehatan reproduksi adalah kondisi di mana individu merasa sehat secara fisik dan mental, tanpa adanya penyakit, yang berkaitan dengan semua aspek sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Salah satu isu yang mencolok dalam bidang reproduksi, yang menarik perhatian di seluruh dunia termasuk di Indonesia, khususnya di kalangan perempuan, adalah kanker serviks. Kanker serviks menempati posisi sebagai kanker yang paling umum keempat di kalangan wanita di dunia, setelah kanker payudara, kanker kolorektum, dan kanker paru-paru. Hampir seluruh kasus kanker serviks, yaitu 99%, dihubungkan dengan Human Papilloma Virus (HPV), sebuah virus yang sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual. Di Indonesia, angka kanker serviks mencapai 23,4 per 100. 000 penduduk dengan tingkat kematian rata-rata 13,9 000 penduduk, menempatkannya di posisi kedua setelah kanker payudara, yang memiliki angka 42,1 per 100. penduduk dan tingkat kematian 17 per 000 penduduk. Menurut data Riskesdas, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1. 000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 1,79 per 1. penduduk pada tahun 2018 3. Berdasarkan penelitian dari Global Burden of Cancer Study (Globalca. yang dipublikasikan dalam artikel Indonesia Cancer Care Community (I. , kanker serviks di Indonesia menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita kedua oleh perempuan setelah kanker payudara, dengan sekitar 32. 469 kasus . ,2%) dan angka kematian mencapai 18. 279 orang . ,8%) 4 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 396. 914 kasus kanker serviks di Indonesia, dengan jumlah kematian mencapai 234. 5 Kepulauan Bangka Belitung menempati posisi teratas di tingkat nasional untuk deteksi dini kanker rahim dan payudara, dengan 30,24%. Sumatera Selatan menyusul di urutan kedua dengan 25,16%, dan Nusa Tenggara Barat di tempat ketiga dengan 23,22%6 Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Muara Enim, tercatat pada tahun 2021 ada 10 kasus kanker serviks, dengan rincian 1 kasus di Puskesmas Pulau Panggung dan 9 kasus di Puskesmas Gunung Megang. Pada tahun 2022, jumlah kasus menurun menjadi 8, dengan Puskesmas Beringin mencatat jumlah tertinggi sebanyak 3. Sedangkan di tahun 2023, terdapat 4 kasus, di mana salah satunya ditemukan di Puskesmas Muara Enim. Tingkat deteksi dini kanker serviks di Indonesia melalui pap smear dan Inspeksi Visual Asetat (IVA) pada tahun 2021 masih sangat minimal, berada di sekitar 10,5% dari target 30%. Meskipun demikian, untuk efektif menekan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks, cakupan deteksi dini yang ideal adalah sebesar 85%7 Sumber dari Dinkes Kabupaten Muara Enim mencatat bahwa pada tahun 2022, ada sejumlah Puskesmas dengan cakupan deteksi dini kanker leher rahim dan Puskesmas Muara Enim yang hanya 1,08%. Puskesmas Tanjung Enim 1,63%. Puskesmas Pulau Panggung 2,06%, dan Puskesmas Pajar Bulan sebesar 5,54%. Angka-angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan Kemenkes sebanyak 80% untuk pelaksanaan deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test 9 https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur adalah dengan memberikan edukasi mengenai deteksi awal kanker Tujuannya adalah agar ada perubahan perilaku dalam mendeteksi kanker serviks lebih awal. Edukasi ini bisa dilakukan di puskesmas sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesehatan pasangan usia subur. Edukasi ini perlu menggunakan media, sebab dengan media, pesan yang disampaikan menjadi lebih menarik dan mudah Hal ini memungkinkan audiens untuk lebih mendalami informasi yang disajikan dan memilih untuk mengadopsi perilaku yang lebih positif. Terdapat berbagai jenis media yang bisa digunakan untuk edukasi, salah satunya adalah video animasi. Video animasi efektif dan menarik karena menggabungkan unsur audio dan visual. Menurut teori pembelajaran dalam piramida pengalaman yang dijelaskan oleh Edgar Dale, lebih dari 50 persen pembelajaran berasal dari apa yang dilihat dan didengar. Oleh sebab itu, peneliti merasa terdorong untuk menyelidiki AuDampak Edukasi Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Di Desa Lubuk Empelas. Daerah Kerja Puskesmas Kota Muara Enim Tahun Ay METODE Desain penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah pre eksperimental satu kelompok dengan desain pretest-posttest, menggunakan data kuantitatif melalui Tujuannya untuk memeriksa apakah ada dampak dari edukasi mengenai deteksi pengetahuan wanita di usia subur di Desa Lubuk Empelas yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Kota Muara Enim pada Subjek penelitian ini terdiri dari ibu-ibu WUS yang telah menikah yang berada di Desa Empelas, jumlahnya mencapai 396 Dalam penelitian ini, sampel diambil dari ibu-ibu WUS yang berkunjung ke Puskesmas Muara Enim saat sesi penyuluhan, totalnya sebanyak 64 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental Penelitian ini berlangsung di Puskesmas Muara Enim Kabupaten Muara Enim dari bulan Februari hingga Juli 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, daftar cek, dan evaluasi pengetahuan responden setelah mereka dijelaskan mengenai tujuan dan maksud penelitian. Instrumen yang digunakan adalah angket yang diisi dengan pengawasan langsung oleh peneliti saat mengumpulkan angket dan Analisis univariat dalam penelitian ini berdasarkan usia, serta pengetahuan responden sebelum dan setelah penyuluhan. Untuk analisis bivariat, jika data memenuhi syarat parametrik . ata homogen dan norma. , maka analisis yang digunakan adalah uji rata-rata dua kelompok . aired ttes. Namun, jika data tidak memenuhi syarat parametrik . ata tidak normal atau tidak homoge. , maka analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank Analisis bivariat dilakukan untuk membuktikan hipotesis penelitian dalam mengevaluasi Pengaruh Edukasi tentang Deteksi Dini Kanker Serviks terhadap Pengetahuan Pada Wanita Usia Subur di Desa Lubuk Empelas dalam Wilayah Kerja Puskesmas Kota Muara Enim pada tahun Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Paired TTest. Pengetahuan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan setelah Jikapun nilai p O . , berarti https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN terdapat perbedaan signifikan antara ratarata pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Ini menunjukkan adanya pengaruh dari penyuluhan dengan metode audio visual terhadap tingkat pengetahuan responden. Hasil Analisa Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Metode Audio Visual Pre Test Sebelum Penyuluhan Nilai Frekuensi 1,71 2,16 2,28 2,73 3,18 3,63 3,75 4,32 4,65 4,77 5,22 5,67 5,79 6,69 Total Setelah Penyuluhan 5,16 5,63 5,71 6,18 6,65 7,28 7,67 7,75 8,22 8,69 8,77 9,32 9,79 Total Persentase Stastistik Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum Sum Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum Sum Pretest Valid Missing https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / PreTest 7,5156 7,75a 481,00 Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 normalitas di peroleh masing-masing nilai p 0,200dan 0,183 dimana nilai tersebut >0,05 artinya datanya normal. Hasil uji homogenitas diperoleh p value 0,464, artinya data homogeny untuk data visual. Berdasarkan hasil tersebut memenuhi syarat analisis parametric. Oleh karena itu analisis data yang digunakan untuk melihat perbedaan nilai rerata sebelum dan setelah penyuluhan adalah paired t-test. Dan analisis Independent T-test untuk melihat Hasil Analisa Bivariat perbedaan nilai pengetahuan wanita usia Analisis data terlebih dahulu dilakukan uji subur antara metode penyuluhan audio normalitas dan homogenitas dari hasil uji Tabel 2. Hasil Analisis Perbedaan Nilai Pengetahuan dengan Metode Penyuluhan Audio Visual Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Audio Visual Post Test Berdasarkan tabel 1 Analisa Univariat dapat diketahui dari 64 Wanita Usia Subur nilai rata-rata pengetahuan Wanita Usia Subur sebelum penyuluhan dengan metode audio visual bernilai 7. Dengan nilai tertinggi 69. 79 dan terendah Nilai yang paling sering muncul yaitu 7,75. Pengaruh Pretest Postest Mean 4,0625 7,5156 Rata-rata skor pemahaman perempuan usia subur mengenai deteksi awal kanker serviks sebelum tes adalah 4,0625 dengan deviasi standar 1,10559. Setelah tes, ratarata skor pemahaman perempuan usia subur menjadi 7,5156 dengan deviasi standar 1,18256. Terlihat adanya perbedaan rata-rata antara pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah tes sebesar 3,4531. Hasil dari analisis uji t berpasangan menunjukkan nilai 0,000, menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap ratarata pemahaman perempuan usia subur tentang deteksi awal kanker serviks di Desa Lubuk Empelas dalam wilayah kerja Puskesmas Kota Muara Enim pada tahun PEMBAHASAN Rata-rata skor pemahaman wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks saat evaluasi awal adalah 4,0625, 1,10559 1,18256 P Value 0,000 sementara saat evaluasi terakhir, skornya mencapai 7,5156. Terlihat adanya selisih rata-rata antara pengukuran pada tahap awal dan akhir sebesar 3,4531. Hasil dari analisis menggunakan metode paired t-test 0,000, mengindikasikan bahwa terdapat dampak dari edukasi mengenai deteksi dini kanker serviks terhadap pengetahuan wanita usia subur di Desa Lubuk Empelas, wilayah kerja Puskesmas Kota Muara Enim, pada Penelitian yang dilakukan oleh Mardiana dan Utami8 dengan desain satu kelompok pre-test post-test menghasilkan nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan menggunakan media audiovisual. Pengetahuan adalah hasil dari proses memahami, yang terjadi setelah seseorang merasakan atau mengamati objek tertentu. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Pengamatan ini berlangsung melalui lima pendengaran, penciuman, pengecap, dan Sebagian besar informasi yang kita peroleh berasal dari penglihatan dan Salah satu faktor yang dapat memperluas wawasan adalah penyuluhan Penyuluhan adalah aktivitas yang berkaitan Penyuluhan kesehatan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan individu melalui metode pembelajaran praktik atau instruksi, dengan maksud untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku seseorang, kelompok, atau masyarakat agar lebih mampu mencapai tujuan hidup secara mandiri12,13. Penyuluhan dapat dilakukan secara langsung, yaitu melalui komunikasi verbal, yang menghasilkan sekitar 10% dari apa yang dilihat, 20% hanya dari mendengar, 50% dari mendengar dan melihat secara bersamaan, 80% melalui pengucapan, dan 90% dari pengucapan yang diiringi dengan penerapan praktik yang telah disampaikan oleh penyuluh. untuk meningkatkan pengetahuan dan pemeriksaan IVA. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN Kesimpulan pada penelitian ini adalah Ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan Wanita Usia Subur sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dengan metode audio visual Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Pengetahuan Pada Wanita Usia Subur Di Desa Lubuk Empelas Wilayah Kerja Puskesmas Kota Muara Enim Tahun 2024 . value 0,. SARAN