JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 STRES KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. CIPTA PERKASA UTAMA DI JAKARTA Yuli Wahyudi1*. Putra Pardamean Nauli2 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia. dosen02563@unpam. id , dosen02562@unpam. Abstrak Kondisi pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan PT. Cipta Perkasa Utama Jakarta haruslah memperoleh perhatian dari manajemen antara lain pengukuran kemampuan dan kuantitas yang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Cipta Perkasa Utama di Jakarta. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan sampel sebanyak 85 responden. Teknik analisis menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini variabel stres kerja diperoleh rata-rata skor sebesar 3,70 dengan kriteria baik. Variabel kinerja karyawan diperoleh rata-rata skor sebesar 2,88 dengan kriteria baik. Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 51,884 - 0,622X, dan nilai korelasi -0,603 atau memiliki tingkat hubungan yang negatif kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 36,3% serta uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (-6,883 > -1,. dan juga diperkuat dengan sig. 0,000 < 0,05. Kata Kunci: stres kerja. kinerja karyawan Abstract The conditions of work assigned to employees of PT Cipta Perkasa Utama Jakarta must receive attention from management, including balanced measurements of ability and quantity. This research aims to determine the effect of work stress on employee performance at PT Cipta Perkasa Utama in Jakarta. The method used is explanatory research with a sample of 85 respondents. The analysis technique uses statistical analysis with regression testing, correlation, determination and hypothesis The results of this research showed that the work stress variable obtained an average score 70 with good criteria. The employee performance variable obtained an average score of 2. with good criteria. Work stress has a significant effect on employee performance with the regression equation Y = 51. 884 - 0. 622 > -1. and also reinforced with sig. 000 < 0. Keywords: job stress. employee performance PENDAHULUAN Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan suatu diperlukan oleh hampir setiap manusia dalam bisnis dalam perusahaan. Pada hakikatnya. Perkembangan MSDM didorong sumber daya manusia sebagai penggerak oleh kemajuan peradaban, pendidikan ilmu untuk mencapai tujuan organisasi itu. Apabila pengetahuan dan tuntutan masyarakat untuk tujuan dan keinginan itu dapat terwujud, maka bersaing dalam memproduksi barang atau sumber daya tersebut tentu akan mendapatkan balasan berupa nilai-nilai yang sesuai dengan Sejalan organisasi yang telah diperjungkan selama ini. 200 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Sebenarnya stres kerja merupakan hal memperhatikan faktor tenaga kerjannya. yang wajar karena stres kerja ini terbentuk Ketika seorang memasuki dunia kerjanya, dari diri manusia sebagai respon dan banyak sekali tantangan yang harus dihadapi merupakan dari kehidupan sehari-hari dari untuk memperoleh suatu kinerja yang baik. Fenomena yang sering dialami tenaga kerja kemajuan dibidang yang menghadapi dengan salah satunya adalah stres kerja. Stres kerja kegiatan dan kesibukan yang harus dilakukan, adalah masalah yang sering dibicarakan salah satu pihak beban kerja di satuan unit karena sangat berpengaruh pada kinerja organisasi semakin bertambah, keadaan ini Seorang karyawan dituntut untuk akan menuntut energy karyawan yang lebih memiliki standar kinerja yang baik atau lebih besar dari sebelumnya. tinggi agar dapat membantu perusahaan Perusahaan harus mempunyai cara memperoleh keuntungan, sebaliknya bila untuk menyikapi tingkat stres kerja yang di kinerja turun maka akan dapat merugikan Oleh karena itu stres kerja dapat langsung kepada kinerja karyawan, apabila ditimbulkan dari faktor-faktor internal pada kinerja karyawan menurun maka sangat perusahaan seperti konflik kerja, beban kerja, merugikan bagi perusahaan dikarenakan dan lingkungan kerja. Selain itu, faktor eksternal dari perusahaan juga turut menjadi kemungkinan besar resiko yang timbul dalam penyebab terjadinya stres yang dialami perusahaan besar serta menurunnya omset sering ada konflik dengan sesama Kondisi karyawan ataupun kurangnya kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tanggung memperoleh perhatian antara lain pengukuran jawab pekerjaan yang berlebih, maka itu kemampuan dan kuantitas yang berimbang, adalah pertanda ada sesuatu yang tidak beres sebab jika tidak berimbang maka bisa jadi karyawan akan mengalami suatu kondisi karyawan selalu stres dalam pekerjaan. Kinerja menurut Mangkunegara . proses berpikir, dari kondisi seseorang. Stres merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai kemampuan seseorang untuk menghadapi dalam melaksanakan tugas sesuai dengan lingkungan, sebagai hasilnya pada diri para tanggung jawab yang diberikan kepadanya. pegawai berkembang berbagai macam gejala Salah satu faktor yang mempengaruhi tangkat stres yang dapat mengganggu pelaksanaan keberhasilan suatu perusahaan adalah kinerja kerja mereka, gejala-gejala ini menyangkut Kinerja karyawan merupakan baik fisik maupun kesehatan mental. suatu tindakan yang dilakukan karyawan 201 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 dalam melaksankan pekerjaan yang diberikan menunjukkan bahwa secara umum kinerja karyawan mengalami penurunan diakibatkan oleh terjadinya stres kerja dan disiplin kerja prestasi, karena dengan memiliki karyawan pada karyawan. Hal ini menggaris bawahi bahwa keunggulan dalam sumber daya sumbangan optimal bagi perusahaan. Selain manusia dalam sebuah perusahaan, berarti juga keunggulan bagi perusahaan tersebut, berprestasi karyawanakan dapat menigkatkan maka perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja perusahaannya. Setiap Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan adalah Kinerja menstabilkan beban pekerjaan karyawan yang Kinerja suatu organisasi dipengaruhi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh beberapa faktor salah satunya stres kerja karyawan dalam melaksankan pekerjaan yang pada karyawan dalam perusahaan tersebut. diberikan perusahaan. Setiap perusahaan Stres kerja mengacu pada kemampuan seseorang untuk menghasilkan pekerjaan mempunyai prestasi, karena dengan memiliki karyawan yang berprestasi akan memberikan diinginkan perusahaan. Oleh karena itu, sumbangan optimal bagi perusahaan. Selain perusahaan diharapkan mampu menyusun dan mengolah divisi yang baik dan bijaksana berprestasi karyawanakan dapat menigkatkan kepada karyawannya. kinerja perusahaannya. Penyebab stres kerja yang dialami METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan berlebihan atau target yang begitu tinggi sehingga dampak dari stress kerja tersebut memastikan bahwa data yang diperoleh dapat adalah banyak pekerjaan yang tidak dapat dianalisis dengan tepat sesuai dengan tujuan diselesaikan dengan tepat waktu. Dari dampak Populasi penelitian terdiri dari stress ini akan akan berakibat pada gangguan seluruh karyawan PT Cipta Perkasa Utama di Jakarta yang berjumlah 85 orang. Populasi ini kehadiran pegawai sehingga menurunnya dipilih karena sesuai dengan lingkup dan disiplin kerja. Kedisiplinan seorang karyawan fokus penelitian, yaitu untuk menganalisis dalam suatu perusahaan dapat dilihat dan hubungan antara stres kerja sebagai variabel diukur dari tingkat kehadiran mereka dalam independen dengan kinerja karyawan sebagai melakukan suatu pekerjaan. Berdasarkan Teknik sampel yang digunakan adalah metode sampel 202 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 jenuh, yaitu teknik di mana seluruh anggota pengaruh langsung antara stres kerja terhadap populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. kinerja karyawan. Analisis ini memungkinkan Dalam hal ini, tidak ada pengambilan sampel peneliti untuk mengidentifikasi seberapa secara acak atau selektif karena jumlah besar perubahan dalam kinerja karyawan yang populasi yang cukup kecil memungkinkan disebabkan oleh stres kerja. Selain itu, analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengukur Dengan demikian, jumlah sampel dalam tingkat hubungan antara dua variabel tersebut, penelitian ini adalah sebanyak 85 orang, sama yang akan memberikan informasi apakah dengan jumlah populasi yang ada. hubungan yang terjalin kuat, sedang, atau Jenis penelitian yang digunakan adalah Analisis koefisien determinasi juga penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen . tres kerj. dapat antara variabel-variabel yang sedang dikaji, yakni untuk mengetahui sejauh mana stres karyawa. dalam model penelitian ini. Terakhir, uji hipotesis dilakukan untuk . inerja menguji hipotesis penelitian yang diajukan, variabel dependen. Penelitian ini dilakukan untuk memahami apakah terdapat hubungan berdasarkan data empiris yang diperoleh. Uji signifikan antara kedua variabel tersebut dan ini dilakukan dengan membandingkan nilai bagaimana arah serta tingkat pengaruhnya. signifikansi yang dihasilkan dengan tingkat Pendekatan asosiatif ini sangat relevan karena signifikansi yang telah ditentukan, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang valid dan mendeskripsikan fenomena, tetapi juga untuk berbasis data. mencari pola hubungan kausal antara dua Dengan variabel yang menjadi fokus penelitian. diharapkan penelitian dapat memberikan Metode analisis data yang digunakan gambaran yang jelas dan terukur mengenai mencakup berbagai teknik statistik untuk hubungan antara stres kerja dan kinerja memastikan validitas dan reliabilitas hasil karyawan di PT Cipta Perkasa Utama. Uji validitas digunakan untuk Kombinasi teknik pengambilan sampel yang mengukur sejauh mana instrumen yang mencakup seluruh populasi, jenis penelitian digunakan mampu mengukur apa yang asosiatif yang relevan, dan metode analisis seharusnya diukur, sedangkan uji reliabilitas data yang komprehensif diharapkan dapat digunakan untuk memastikan konsistensi dan menghasilkan temuan yang dapat dipercaya keandalan instrumen dalam menghasilkan Selanjutnya, analisis regresi linier kebijakan perusahaan, terutama dalam upaya 203 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Pada pengujian ini digunakan untuk meminimalkan stres kerja. mengetahui skor minimum dan maksimum skor tertinggi, ratting score dan standar HASIL PENELITIAN deviasi dari masing-masing variabel. Adapun Analisis Deskriptif hasilnya sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Analisis Descriptive Statistics Descriptive Statistics Stres Kerja (X) Kinerja Karyawan (Y) Valid N . Minimum Maximum Stres Kerja diperoleh varians minimum sebesar 18 dan varians maximum 50 dengan Std. Deviation standar deviasi 7,842. Analisis Regresi Linier Sederhana ratting score sebesar 3,70 dengan standar deviasi 7,604. Mean Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan variabel dependen jika Kinerja karyawan diperoleh varians minimum sebesar 10 dan varians maximum 46 variabel independen mengalami perubahan. Adapun hasil pengujiannya sebagai berikut: dengan ratting score sebesar 2,88 dengan Tabel 2. Hasil Pengujian Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Stres Kerja (X) Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 2, stres kerja sebesar -0,622 point maka diperoleh persamaan regresi Y = 51,884 - akan mengakibatkan kinerja karyawan 0,622X. Dari persamaan tersebut dapat akan mengalami penurunan sebesar dijelaskan sebagai berikut: 0,622 point. Konstanta diperoleh sebesar 51,884 diartikan jika stres kerja tidak ada atau konstan, maka telah terdapat nilai kinerja karyawan sebesar 51,884 point. Koefisien regresi stres kerja diperoleh sebesar -0,622, dimana angka tersebut negatif artinya setiap ada peningkatan Analisis Koefisien Korelasi Analisis kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen baik. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: 204 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Tabel 3. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Correlationsb Stres Kerja (X) Kinerja Karyawan (Y) Stres Kerja (X) Pearson Correlation Sig. -taile. Kinerja Karyawan (Y) Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=85 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel Analisis 3, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar - dimaksudkan untuk mengetahui besarnya 0,603 nilai ini negatifve sehingga diartikan persentase pengaruh dari variabel independen variabel stres kerja memiliki hubungan yang terhadap variabel dependen. Adapun hasil negatif kuat terhadap kinerja karyawan. pengujian sebagai berikut: Analisis Koefisien Determinasi Tabel 4. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Model Summary Model R Square Predictors: (Constan. Stres Kerja (X) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Uji Hipotesis 4, diperoleh nilai koefisien determinasi Pengujian hipotesis dengan uji t sebesar 0,363 artinya stres kerja memiliki digunakan dengan tujuan untuk mengetahui hipotesis mana yang diterima. Rumusan karyawan sebesar 36,3% dan sisanya sebesar hipotesis: Terdapat pengaruh yang negatif dan 63,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak signifikan antara stres kerja terhadap kinerja dilakukan penelitian. Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Stres Kerja (X) Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel terdapat pengaruh yang negatif signifikan 5, apabilan dilakukan uji sisi kiri maka antara stres kerja terhadap kinerja karyawan. diperoleh nilai -t hitung < -t tabel, tolak Ho (-6,883 < -1,. , dengan demikian 205 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN KESIMPULAN DAN SARAN Kondisi Jawaban Responden Variabel Kesimpulan Stres Kerja Setelah dilakukan pengujian data atas Berdasarkan hasil jawaban yang hasil penelitian ini maka dapat dberikan diberikan responden, variabel stres kerja kesimpulan antara lain variabel stres kerja diperoleh nilai ratting score sebesar 3,70 diperoleh nilai ratting score sebesar 3,70 dimana angka tersebut berada di rentang dimana nilai tersebut berada di rentang skala skala antara 3,40 Ae 4,19 dengan kriteria antara 3,40 Ae 4,19 dengan kriteria baik atau baik atau setuju, artinya stres kerja sudah setuju, variabel kinerja karyawan diperoleh dalam keadaan baik. nilai ratting score sebesar 3,88 dimana nilai tersebut berada di rentang skala antara 3,40 Ae Kondisi Jawaban Responden Variabel Kinerja Karyawan kerja berpengaruh negatif dan signifikan Berdasarkan hasil jawaban yang diberikan responden, variabel kinerja karyawan diperoleh nilai ratting score sebesar 3,88 dimana angka tersebut berada di rentang skala antara 3,40 Ae 4,19 dengan kriteria baik atau setuju, artinya kinerja karyawan sudah dalam keadaan baik. Pengaruh Stres 4,19 dengan kriteria baik atau setuju dan stres Kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai persamaan regresi Y = 51,884 - 0,622X, nilai -0,603 memiliki tingkat hubungan yang negatif kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 36,3% sedangkan sisanya sebesar 63,7% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai - Terhadap thitung< -t tabel atau (-6,883 < -1,. dan hal ini juga diperkuat dengan nilai signifikansi Kinerja Karyawan Stres kerja berpengaruh negatif dan 0,000 < 0,. signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 51,884 0,622X, nilai koefisien korelasi sebesar 0,603 atau memiliki tingkat hubungan yang negatif kuat dengan nilai kontribusi 36,3%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai -t hitung < -t tabel atau (-6,883 < -1,. Dengan demikian hipotesis yang diajukan bahwa terdapat signifikan antara stres kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Saran Beberapa berdasarkan hasil penelitian, diantaranya menjalankan pekerjaannya, maka sebaiknya karyawan sehingga memiliki semangat yang lebih tinggi lagi, disamping memberikan hakhak karyawan, perusahaan perlu memberikan untuk meningkatkan kinerja sesuai harapan perusahaan 206 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 DAFTAR PUSTAKA Abdullah M . Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Penerbit Aswaja Pressindo. Kharis. Ismu Fadli . Studi Mengenai Impulse Buying dalam Penjualan Online. Semarang : Skripsi Universitas Diponegoro Algifari . Analisis Regresi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE. Luthans Fred . Organizational Behavior. Ney York: McGraw-Hill. New York. Arikunto. Suharsimi . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Mangkunegara. Prabu Anwar . Evaluasi Kinerja SDM. Cetakan ke tujuh. PT Refika Aditama: Bandung. Bangun. Wilson . Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga Robbins. S, & Judge. Organizational Behavior. Jakarta: Salemba Empat. Bejo Siswanto . Manajemen Tenaga Kerja Rancangan Pendayagunaan dan Pengembangan Unsur Tenaga Kerja. Bandung: Sinar Baru. Santoso. Singgih . Menguasai Statistik Multivariat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Dessler. G . ) Manajemen Sumber Daya Manusia. Jilid II. Jakarta: Indeks. Sedarmayanti . Manajemen Sumber Daya Manusia. Reformasi Birokrasi dan Manajemen Karyawan Negeri Sipil. Cetakan Kelima. Bandung: PT Refika Aditama. Edi Sutrisno . Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenadamedia Group. George Terry R & Rue. Leslie W. Rue . Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta Bumi Aksara. Gerry Dessler . Human Resources Management. Prenticehall. London: International Inc. Handoko . Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE. Sugiyono . Metode Penelitian Administrasi : dilengkapi dengan Metode R & D. Bandung: Alfabeta. Suhartanto . Metode Riset Pemasaran. Bandung: Alfabeta Veithzal Rivai . Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Wibowo . Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hasibuan. Malayu S. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: PT Bumi Aksara. Imam Ghozali . Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSSAy. Edisi Kelima. Semarang: Badan Penerbit Undip. Istijanto . Riset Sumber Daya ManusiaAy. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka