JurnalPendidikan Ekonomi NERACA JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI UMP http://journal. id/index. php/neraca Volume 7 Nomor 2. Mei 2022 . IMPLEMENTASI KURIKULUM ISMUBA PADA MATERI PEMBELAJARAN ALISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PALANGKA RAYA Implementation Of Ismuba Curriculum On Al-Islam And Kemuhammadiyah Learning Materials At Muhammadiyah 1 SMA Palangka Raya Evan Bastian IAIN Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Indonesia. ARTIKEL INFO Diterima Maret 2022 Dipublikasi Mei 2022 ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi kurikulum ISMUBA pada materi pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Sumber data dan sebagai subjek dalam penelitian ini adalah Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Implementasi kurikulum ISMUBA pada materi pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dilihat dari aspek perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Pada konteks perencanaan pembelajaran diimplementasikan dengan menyandingkan antara kurikulum nasional dan kurikulum ISMUBA. Sedangkan pada konteks pelaksanaan pembelajaran diimplementasikan secara langsung melalui penyampaian materi yang telah diadakan penyesuaian isi kandungannya dan dalam bentuk kegiatan pembiasaan yang diintegrasikan berupa kegiatan ibadah, hapalan, pengajian dan praktek berorganisasi Muhammadiyah. Sedangkan faktor utama dalam implementasinya ialah guru. Standar guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya bisa dikatakan sudah hampir memenuhi standar guru AIK, yaitu memiliki pemahaman atau berlatar belakang Muhammadiyah, kualifikasi akademik dan profesional juga terpenuhi, namun belum pernah mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi guru AIK seperti pelatihan dan uji kompetensi guru ISMUBA karena sejauh ini belum pernah diadakan. Kata Kunci : Implementasi. Kurikulum. ISMUBA ABSTRACT *e-mail : bastianevan51@gmail. The purpose of this research is to describe how implementation of ISMUBA curriculum in AlIslam and Kemuhammadiyahan learning material at SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Sources of data and subject in this research are the Head of SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Deputy Principal for Curriculum, and Al-Islam and Kemuhammadiyahan Teacher. The data in this study are collected using interview, observation and documentation techniques. This research uses qualitative approach. Implementation of ISMUBA curriculum on Al-Islam and Kemuhammadiyahan learning material at SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya seen from aspect of learning planning and learning implementation. In context of learning planning, it is implemented by accompanying between national and ISMUBA curriculum. Meanwhile, in context of learning implementation, it is implemented directly through the explanation of adapted material to its content and it is integrated habituation activities they are worship activities, memorization, recitation and practice of Muhammadiyah While its implementation main factor is the teacher. The standards of Al-Islam and Kemuhammadiyahan teachers at SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya have almost fulfilled the standards of AIK teachers, they are understanding or having Muhammadiyah background, fulfilled academic and professional qualifications too, but they have never yet participated AIK teacher competency improvement activities such as training and ISMUBA teacher competence test because it has never been held before. Keywords : Implementation. Curriculum. ISMUBA A Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 JurnalPendidikan Ekonomi PENDAHULUAN Pendidikan Islam. Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) merupakan ciri khusus dan keunggulan bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah secara berkesinambungan. Majelis Pendidikan Dasar Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengembangkan kurikulum pendidikan ISMUBA, baik untuk sekolah maupun madrasah Muhammadiyah, meliputi pengembangan Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. Standar Proses dan Standar Penilaian. Pengembangan kurikulum ini diharapkan secara signifikan mendorong dan meningkaatkan mutu keunggulan sekolah dan madrasah Muhammadiyah, sehingga mampu memenuhi hajat pendidikan umat Islam yang berkemajuan dan relevan dengan kompetensi generasi emas. Sistem pendidikan ini memiliki ciri utama, yaitu diajarkan ilmu agama Islam dan bahasa Arab, dan dalam perkembangannya Kemuhammadiyahan. Ketiga mata pelajaran ini, yaitu Al-Islam. Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab lazim disebut ISMUBA bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah merupakan ciri khusus dan keunggulan. Sejak awal berdirinya, sekolah dan madrasah Muhammadiyah dirancang sistem pendidikan Islam modern yang integratif-holistik, sehingga menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan umum sesuai jenjangnya, dan agama Islam. Kemuhammadiyahan, serta bahasa Arab. Masyarakat menilai dan menaruh Muhammadiyah justru karena adanya ciri khusus dan keunggulan tersebut. Selanjutnya muncul sebuah pertanyaan kenapa keislaman ditempatkan di urutan pertama? Sebab sejauh ini salah satu ciri pendidikan dalam lingkungan Muhammadiyah yang paling menonjol adalah dalam bidang Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 agama Islam. Melalui kegiatan pendidikan ini Muhammadiyah sebuah misi pencerahan kepada masyarakat Dengan karakter demikian maka lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak ada yang tidak melaksakan butir-butir pelajaran ISMUBA. Sejak awal sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah telah memiliki materi ISMUBA sebagai ciri khas lembaga pendidikan Muhammadiyah Indonesia, sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah 98/KEP/I. 4/F/2017 Kurikulum Al-Islam. Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya merupakan lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah Kalimantan Tengah pada tanggal 12 Desember 1977 di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan Pengajaran Kebudayaan No: 4154/II-1/KTG-77/1983. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang kini berusia 44 tahun, merupakan salah satu sekolah tertua dan terbesar yang dimiliki oleh Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan tentu kedepannya diharapkan akan menjadi model bagi sekolah Muhammadiyah lainnya di Kalimantan Tengah mengimplementasikan kurikulum ISMUBA. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya terus berusaha menjadi sekolah yang Sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keislaman serta sekolah unggulan yang ingin dicapai Muhammadiyah adalah sekolah yang mampu mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah secara optimal yaitu membentuk manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri dan berguna bagi masyarakat, serta turut JurnalPendidikan Ekonomi masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sebagai Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dalam setiap aktivitas pembelajarannya tidak lepas dari karakter dan pemikiran Muhammadiyah, kurikulum ISMUBA yang menjadi salah satu ciri khas di sekolah Muhammadiyah yang dalam implementasinya menjadi indikator sejauh mana sekolah Muhammadiyah dapat mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah. Kurikulum ISMUBA perlu perhatian khusus dalam implementasinya. Kebijakan sekolah dalam mengelola kurikulum ISMUBA menjadi penentu sejauh mana tujuan pendidikan yang diinginkan Muhammadiyah Sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki ciri khas yang mungkin berbeda-beda ISMUBA. Hal ini dikarenakan dipengaruhi oleh kultur yang dimiliki oleh masing-masing Persoalan yang terjadi di sekolah Muhammadiyah dalam mengimplementasikan kurikulum ISMUBA yang sering dijumpai ialah seperti penyesuaian antara kurikulum ISMUBA dengan kurikulum pemerintah, kualifikasi dan kompetensi guru sesuai standar guru ISMUBA, dan penggunaan bahan ajar ISMUBA. Dengan penerapan kurikulum ISMUBA sesuai dengan standar implementasinya, diharapkan tujuan pendidikan Muhammadiyah tercapai sepenuhnya yaitu selain menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama Islam serta Kemuhammadiyahan secara utuh . , serta memiliki pemahaman agama menurut Muhammadiyah, sehingga sekolah Muhammadiyah sebagai amal usaha telah berhasil menjalankan salah satu misi Amal Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 Usaha Muhammadiyah yaitu mencetak generasi penerus gerakan persyarikatan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum ISMUBA pada materi pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. METODOLOGI PENELITIAN Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Wakil Kepala Bidang Kurikulum dan Guru AlIslam dan Kemuhammadiyahan. Selain itu untuk memperkuat data dilakukan juga wawancara dengan informan dalam hal ini siswa, alumni dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Wilayah Kalimantan Tengah selaku pembina SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan disebut juga penelitian lapangan karena datadata yang dikumpulkan berasal dari lapangan. Metode kualitatif adalah metode risert yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis. Metode kualitatif ini cocok digunakan dalam penelitian ini, karena fokus perhatian dari penelitian ini untuk menjelaskan dan menganalisis sejauhmana implementasi kurikulum ISMUBA pada materi Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya diimplementasikan sesuai dengan standarnya. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara langsung kepada subjek terkait implementasi kurikulum ISMUBA, dan juga melakukan observasi terhadap kegiatan-kegiatan pembelajaran serta mengumpulkan dokumen-dokumen terkait dengan penelitian. Dalam pemeriksaan keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi JurnalPendidikan Ekonomi sumber untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebagai kurikulum wajib di sekolahsekolah di bawah naungan Muhammadiyah, kurikulum ISMUBA menjadi ciri khusus sekolah Muhammadiyah. Muatan materi pembelajaran Al-Islam di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya sebagaimana dalam struktur kurikulum ISMUBA mencakup bahasan Akidah Akhlak. Al-QurAoan dan Hadits, dan ibadah yang merupakan bagian dari mata pelajaran Al-Islam/PAI. Beban belajar dari ketiga bahasan materi pembelajaran tersebut dialokasikan sebanyak 3 jam pelajaran. Sedangkan muatan materi pembelajaran Kemuhammadiyahan digabung dengan materi tarikh/sejarah Islam dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh siswa untuk mengikuti pembelajaran melalui sistem terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak Semua kegiatan belajar itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan secara terpadu dengan memperhatikan tingkat perkembangan siswa. Pembiasaan yang dimaksud adalah bagian dari pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yaitu kegiatan ibadah shalat wajib . zuhur dan asha. berjamaah dan keterampilan baca surat-surat/ayat Al-QurAoan, tadarus, pembiasaan infaq untuk kegiatan sosial, kultum dan pengajian rutin. Implementasi kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dapat dilihat dari aspek pembelajaran dan aspek Perencanaan Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 1 Palangka Raya dirancang dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu kepada isi kurikulum ISMUBA. Silabus dan RPP yang digunakan oleh guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya merupakan penyesuaian terhadap kurikulum pemerintah dan kurikulum ISMUBA. Dari segi konten silabus lebih mengacu kepada kurikulum pemerintah namun kandungan materi pembelajaran disesuaikan dengan ISMUBA. Materi pembelajaran dalam mata pelajaran Al-Islam/PAI sebagaimana dalam kurikulum ISMUBA terdiri dari berbagai bahasan, yaitu Pendidikan Al-QurAoan dan Hadits. Pendidikan Akidah Akhlak. Pendidikan Fiqih dan Tarikh yang sebenarnya memiliki alokasi waktu yang terpisah masing-masing Namun karena SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya mengimplementasikan materi pembelajaran Al-Islam dengan melakukan penyesuaian antara kurikulum ISMUBA dan kurikulum pemerintah yang digunakan, maka keseluruhan bahasan-bahasan materi tersebut dijadikan satu kesatuan dalam mata pelajaran Al-Islam/PAI. Selanjutnya dalam pengimplementasian. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya kurikulum ISMUBA dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 digunakan karena sebagai kurikulum nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan RI, sedangkan kurikulum ISMUBA adalah kurikulum yang disusun oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga wajib digunakan di sekolah Muhammadiyah. Lembaga pendidikan formal di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah selain menggunakan kurikulum nasional yang berlaku juga menggunakan kurikulum dari Majelis Dikdasmen, yang bertujuan untuk membentuk JurnalPendidikan Ekonomi manusia muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cakap, percaya diri, disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta masyarakat utama adil dan makmur yang diridhai oleh Allah SWT. Materi-materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang secara umum disampaikan oleh guru-guru dalam hal ini sesuai dengan penyesuaiannya dengan kurikulum ISMUBA, dalam perencanaannya dilakukan analisis terhadap muatan materi untuk selanjutnya dilakukan penyesuaian dengan kurikulum ISMUBA. Penyesuaian ISMUBA dengan kurikulum pemerintah Yng dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya agar implementasi materi Al-Islam Kemuhammadiyahan berjalan dengan efektif dan efisien serta mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah maupun nasional. Selanjutnya dalam aspek pelaksanaan Al-Islam Kemuhammadiyahan ISMUBA memiliki beban belajar dengan alokasi waktu 12 jam pelajaran sehingga tidak akan cukup waktu jika diimplementasikan Hal ini tentu menjadi kendala bagi SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya untuk menerapkan kurikulum ISMUBA secara penuh dikarenakan keterbatasan waktu. Tatap muka hanya bisa dialokasikan 5 jam perminggunya, yaitu mata pelajaran Al-Islam sebanyak 3 jam dan Kemuhammadiyahan 2 Hal ini disebabkan beban struktur kurikulum yang sudah melebihi batas dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan. Maka untuk memenuhi ketercapaian dari penerapan tersebut maka dilaksanakan implementasi dalam bentuk pembiasaan seperti berupa kegiatan ibadah Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 . halat wajib dzhuhur dan asha. berjamaah dan shalat sunnah dhuha, hapalan dan keterampilan baca surat-surat/ayat Al-QurAoan, tadarus, pembiasaan infaq untuk kegiatan sosial, kultum dan pengajian rutin. Sedangkan Kemuhammadiyahan berupa praktek ibadah yang mencakup bacaan dan gerakan berdasarkan Tarjih Muhammadiyah serta dorongan untuk aktif berorganisasi di Muhammadiyah seperti ikut aktif dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Kepanduan Hizbul Wathan. Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan KOKAM Pemuda Muhammadiyah. Selanjutnya dilakukan penyesuaian Mata Pendidikan Al-QurAoan dan Hadits. Pendidikan Akidah Akhlak, dan Pendidikan Fiqih dijadikan satu dalam mata pelajaran Al-Islam/PAI dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran. Sedangkan materi pendidikan Tarikh digabung dengan mata pelajaran Kemuhammadiyahan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Walaupun tidak sepenuhnya muatanmuatan materi pembelajaran dalam Al-Islam Kemuhammadiyahan kepada siswa, hasil dari implementasi tersebut di atas bisa dikatakan untuk tujuan dari pendidikan Muhammadiyah sudah cukup tercapai dilihat dari ketercapaian hasil belajar siswa serta pengamalan ibadah sesuai dengan pedoman yang dimiliki Muhammadiyah. Implementasi materi pembelajaran AlIslam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya selain memberikan pengetahuan juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana Muhammadiyah dalam menjalankan agama Islam serta membentuk karakter siswa. Latar belakang siswa yang mayoritas bukan berasal dari keluarga Muhammadiyah tidak menjadi masalah saat proses pembelajaran karena dari awal disampaikan dan diberikan pemahaman Muhammadiyah. JurnalPendidikan Ekonomi Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya, tidak hanya dalam ranah kognitif dalam bentuk pemberian materi atau pengetahuan saja, tetapi penekanannya pada pembiasaan yang diteladankan langsung oleh para guru Al-Islam Kemuhammadiyahan dan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan lainnya, seperti pembiasaan shalat berjamaah di masjid komplek perguruan, tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan selalu mengingatkan dan mengarahkan kepada siswa untuk segera menuju masjid saat adzan berkumandang. Pelaksanaan tadarus Al-QurAoan pada sebelum jam pertama pembelajaran dimulai guru-guru yang mengajar di jam tersebut membimbing dan bersama siswa melaksanakan tadarus AlQurAoan. Selanjutnya terkait penggunaan bahan terutama pada penggunaan bahan belajar. Guru Al-Islam lebih dominan menggunakan buku bukan dari Dikdasmen sebagai bahan ajar dan acuan, dan buku-buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan hanya sebagai pelengkap untuk penyesuaian. Padahal buku teks pelajaran Al-Islam yang diterbitkan oleh Majelis Dikdasmen pembelajaran dan menjadi buku wajib siswa dan acuan bagi guru. Oleh karena itu penggunaan buku yang bersumber dari Dikdasmen dalam proses pembelajaran AlIslam Kemuhammadiyahan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan edaran tentang penggunaan buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai buku teks pelajaran wajib dalam pembelajaran ISMUBA yang efektif. Meskipun begitu sumber atau bahan belajar dari Dikdasmen Muhammadiyah tidak Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 juga dikesampingkan. Bahan ajar tersebut tetap digunakan sebagai bahan untuk penyesuaian dalam materi pembelajaran AlIslam/PAI di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya misal pada materi Fiqih ibadah, thaharah dan shalat, tata cara dan bacaannya menyesuaikan dengan yang bersumber dari Tarjih Muhammadiyah. Bahan ajar terbitan Dikdasmen tersebut menjadi pegangan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan menjadi bahan belajar tambahan bagi siswa. Sedangkan Kemuhammadiyahan menggunakan buku Dikdasmen Muhammadiyah. Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya bahwa dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan sumber utama bahan belajar dari buku-buku terbitan Dikdasmen Muhammadiyah. Selain buku-buku pelajaran, terkadang guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan juga meminta siswa untuk mencari literasi-literasi terkait materi pembelajaran melalui internet sebagai bahan belajar tambahan untuk memperkaya literasi Misalnya seperti artikel-artikel terkait atau berupa konten video di Youtube yang terkait dengan materi pembelajaran, seperti video ceramah-ceramah dai Muhammadiyah atau video tentang kegiatan Muhammadiyah. Setelahnya para siswa terkadang diminta untuk menjelaskan terkait literasi atau video Artinya disini guru melakukan inovasi memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait materi pembelajaran dengan tidak hanya menggunakan sumber belajar yang ada, tetapi juga meanfaatkan teknologi informasi. Hal ini sangat perlu dilakukan, karena materi Al-Islam Kemuhammadiyahan dikembangkan sehingga siswa mendapatkan JurnalPendidikan Ekonomi pengetahuan yang luas melalui konsep Selanjutnya pembelajaran, faktor guru menjadi salah satu indikator untuk tercapainya tujuan pendidikan Muhammadiyah. Profil AIK dipersyaratkan memiliki kemampuan mengajar di bidang AIK, paham tentang Muhammadiyah dan dapat menyampaikan materi AIK kepada peserta didik. Tidak semua guru AIK kompeten dalam bidang yang diajarkannya. Guru hanya mengajarkan ilmu saja secara tekstual tetapi jarang yang memahami Muhammadiyah secara mendalam. Dalam ketentuan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 100/KTN/I. 4/F/2017 tentang Kepegawaian pada Sekolah. Madrasah, dan Pesantren Muhammadiyah disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional yang berkepribadian Muhammadiyah dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengevaluasi peserta didik. Salah satu Al-Islam Kemuhammadiyahan wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Muhammadiyah. Guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya ratarata memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Namun salah satu persyaratan Al-Islam Kemuhammadiyahan masih belum terpenuhi karena belum pernah mengikuti uji Al-Islam Kemuhammadiyahan. Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya terhadap tenaga pendidik dan kependidikan termasuk Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 guru-guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berupa melaksanakan pengajian-pengajian rutin guru dan karyawan, mendorong guruguru dan karyawan untuk aktif dalam berorganisasi di Muhammadiyah. Selain itu sekolah juga bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Pendidikan Kader melaksanakan re-orientasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan atau dalam internal Muhammadiyah disebut dengan Baitul Arqam. Latar belakang guru-guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya bisa dikatakan sudah memiliki latar belakang Muhammadiyah. Mereka juga ikut tergabung dalam AoAisyiyah (Organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak dibidang perempua. , mengamalkan ibadah sesuai tarjih Muhammadiyah, dan aktif mengikuti pengajian-pengajian rutin guru dan karyawan yang dilaksanakan sekolah. Berdasarkan pengakuan dari salah satu guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang awalnya tidak mengenal jauh bagaimana Muhammadiyah, setelah lama mengajar di sekolah Muhammadiyah dan mengampu mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan akhirnya mengalami proses seiring waktu dengan terbiasa dalam amalan ibadah seharihari berdasarkan pemahaman Muhammadiyah. Ditambah lagi dengan ikut aktif di kegiatankegiatan Muhammadiyah persyarikatan menjadikan pemahaman tentang Muhammadiyah menjadi kuat dan menjadi identitas diri pribadi sebagai warga Muhammadiyah. Namun jika dibandingkan dengan Standar Guru Al-Islam Kemuhammadiyahan yang disebutkan dalam kurikulum ISMUBA tentu hal ini masih kurang. Guru belum pernah mengikuti pelatihan atau uji kompetensi guru ISMUBA sebagaimana yang disayaratkan dalam Standar Guru ISMUBA. Tetapi guru selama mengabdi mengalami proses pembentukan pemahaman JurnalPendidikan Ekonomi tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Sehingga saat muncul pedoman atau aturan baru tentang pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan guru dapat cepat Selain itu, guru-guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya juga sudah memenuhi kualifikasi dari segi akademik yaitu sarjana, ditambah juga guru Al-Islam yang berstatus PNS sudah sertifikasi, artinya dari segi profesionalisme sudah terpenuhi, namun dari segi ISMUBA sekolah dan Dikdasmen harus tetap melakukan pembinaan. SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah mengimplementasikan kurikulum ISMUBA tentunya berpedoman kepada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Muhammadiyah. Walaupun dalam prosesnya tidak bisa sepenuhnya untuk diterapkan, namun dengan pengelolaan yang baik segala kendala dan terbentuknya suatu keunggulan yang menjadi ciri khas dari SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang secara administratif sebagai sekolah umum namun menjadikan siswa-siswanya terutama yang beragama Islam memiliki Islami keagamaan luas serta memahami akan adanya perbedaan sehingga ketika siswa berada di tengah masyarakat yang majemuk dalam pemahaman dapat bisa memposisikan dirinya dengan pemahaman yang dimilikinya. KESIMPULAN Implementasi kurikulum ISMUBA pada Al-Islam Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dalam implementasinya sudah baik karena tetap memperhatikan unsur-unsur ataupun tujuan dari kurikulum ISMUBA, sehingga dalam implementasinya tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan kriteria Evan Bastian ISSN :24607274 E-ISSN :26858185 yang telah ditetapkan dalam kurikulum ISMUBA. Walaupun masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi seperti penggunaan buku atau sumber belajar yang sepenuhnya masih belum menggunakan buku dari Dikdasmen Muhammadiyah, keterbatasan waktu dalam alokasi materi Semua implementasinya dapat dikatakan bisa teratasi dengan kebijakan yang telah dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. DAFTAR PUSTAKA