Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. Volume. Nomor. Tahun 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar Hanafi Hanafi 1*. Pasaribu Pasaribu 2 1,2 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email : napih5357@gmail. com 1, pasaribu@fpp. Alamat: Jl. Prof. Dr. Hamka. Air Tawar Bar. Kec. Padang Utara. Kota Padang. Sumatera Barat 25171 Korespondensi penulis: napih5357@gmail. Abstract :Batu Basurek is one of the cultural tourist attractions in Tanah Datar Regency that has high historical As a tourist destination. Batu Basurek attracts both domestic and international tourists to learn more about the culture and historical heritage. However, the facilities at this location still do not meet the standards that should be possessed by a cultural tourist attraction. This research aims to analyze the level of importance and performance of tourist facilities in Batu Basurek. This research uses a quantitative descriptive method with a survey approach, where a questionnaire is used as a data collection tool. The analysis technique applied is Importance Performance Analysis (IPA) to measure the gap between the level of importance and the performance of tourist facilities. This research was conducted from January 14 to 20, 2025, with a total sample of 131 The research results show a gap between visitor expectations and the actual condition of the tourist The Total Suitability Index (TSI) of 152% indicates that the performance of the tourist facilities still needs improvement. Some attributes that require primary attention are hotels . %) and prayer rooms, toilets, and trash bins . %), as despite being considered important by visitors, their performance is still inadequate. Meanwhile, the friendliness of the community . %) and restaurants . %) show quite good performance and need to be maintained. Tourist attractions . %) and souvenir shops . %) provide quite high satisfaction levels, even though their importance levels are relatively lower. As for attributes like travel agents . %) and information centers . %), they are not the main priorities for improvement. Keywords : Level of Importance. Performance of Tourist Facilities. Tourist Attraction Abstrak. :Batu Basurek merupakan salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Tanah Datar yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Sebagai destinasi wisata. Batu Basurek menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dalam kebudayaan dan peninggalan sejarah. Namun, fasilitas di lokasi ini masih belum memenuhi standar yang seharusnya dimiliki oleh sebuah daya tarik wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja sarana wisata di Batu Basurek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis yang diterapkan adalah Importance Performance Analysis (IPA) guna mengukur kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja fasilitas wisata. Penelitian ini dilakukan pada 14Ae 20 Januari 2025 dengan total sampelsebanyak 131 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan pengunjung dan kondisi aktual fasilitas wisata. Tingkat Kesesuaian Total (TKT) sebesar 152% mengindikasikan bahwa kinerja sarana wisata masih perlu ditingkatkan. Sejumlah atribut yang memerlukan perhatian utama adalah hotel . %) serta mushalla, toilet, dan tempat sampah . %), karena meskipun dianggap penting oleh pengunjung, kinerjanya masih belum memadai. Sementara itu, keramahan masyarakat . %) dan rumah makan . %) menunjukkan kinerja yang cukup baik dan perlu dipertahankan. Atraksi wisata . %) serta toko oleh-oleh . %) memberikan kepuasan yang cukup tinggi meskipun tingkat kepentingannya relatif lebih Adapun atribut seperti travel agent . %) dan pusat informasi . %) tidak menjadi prioritas utama untuk Kata kunci : Tingkat Kepentingan. Kinerja Sarana Wisata. Daya Tarik Wisata. PENDAHULUAN Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu tujuan destinasi wisatawan atau tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan di Indonesia. Salah satu Kabupaten yang Received Desember 30, 2024. Revised Januari 17, 2025. Accepted Februari 04, 2025. Online Available Februari 11, 2025 Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar mempunyai destinasi wisata unggulan di Provinsi Sumatera Barat yakni Kabupaten Tanah Datar. Banyak cerita sejarah yang dapat dijadikan informasi penting bagi Tanah Datar untuk dijadikan potensi wisata. Selain mempunyai potensi peninggalan sejarah dan budaya Tanah Datar juga mempunyai potensi alam yang sangat besar sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Di Kabupaten Tanah Datar ini terdapat salah satu daya tarik wisata yang terkenal yakni Batu Basurek. Batu Basurek merupakan salah satu bentuk peninggalan sejarah berupa prasasti yang mempunyai daya tarik sebagai tujuan wisata nusantara maupun mancanegara untuk mengenal lebih dalam kebudayan dan peninggalan sejarah. Prasasti ini juga sering di sebut dengan Batu Basurek bukik Gombak 1 yang merupakan peninggalan Rajo Adityawarman, batu tersebut tertulis dalam bahasa sanskerta dan melayu kuno dan merupakan salah satu dari delapan Batu Basurek yang di pindahkan dari situs arkeologi di Bukik Gombak. Batusangkar, dan kini sudah ditempatkan di komplek prasasti Adityawarman tepatnya di Gudam. Nagari Pagaruyuang. Kecamatan Tanjuang Emas. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Batu Basurek pada tahun 2022 630 orang, sementara pada tahun 2023 sebanyak 3. 094 orang , data yang bersumber dari laporan BPK Wilayah 3 Sumatera Barat tahun 2023 dan 2024. Berdasarkan hasil observasi awal, mayoritas pengunjung yang datang adalah individu atau kelompok dari bidang pendidikan sejarah, serta badan atau organisasi yang peduli terhadap pelestarian budaya Minangkabau. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata ini lebih sering dikunjungi oleh mereka yang mempunyai kepentingan khusus dalam studi atau apresiasi Namun, sangat jarang ditemukan kunjungan yang dilakukan oleh kalangan muda atau keluarga yang datang atas inisiatif sendiri untuk tujuan rekreasi. Fenomena ini mengindikasikan bahwa daya tarik Batu Basurek belum sepenuhnya berhasil menarik minat wisatawan umum, khususnya generasi muda, sebagai destinasi liburan. Berdasarkan temuan awal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut tingkat kepentingan dan kinerja sarana wisata di Batu Basurek. Penelitian ini mempunyai urgensi tinggi mengingat pentingnya identifikasi permasalahan utama yang menyebabkan sarana tidak memadai, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi ini. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi strategis yang tidak hanya relevan bagi pengembangan Batu Basurek, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata Kabupaten Tanah Datar secara keseluruhan. Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. LITERATURE REVIEW Sarana Wisata Pengertian wisata Menurut Suswantoro . dalam Setiawan . Tindakan satu orang atau lebih meninggalkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu guna bepergian ke lokasi lain dikenal sebagai pariwisata. Motivasi ekonomi, sosial, politik, budaya, agama, kesehatan, atau motivasi lain seperti rasa ingin tahu, pengalaman, atau pendidikan merupakan sejumlah alasan orang-orang pergi. Wisata adalah aktivitas mengunjungi tempat tertentu yang bertujuan untuk rekreasi, pengembangan diri, atau mempelajari keunikan daya tarik yang ada, dengan durasi kunjungan yang bersifat sementara. Jenis wisata Host and Guest . dalam (Gusandra et al. , 2. mengklasifikasikan jenis pariwisata sebagai berikut Pariwisata Etnik (Etnhic Touris. adalah perjalanan untuk melihat bagaimana budaya serta cara hidup penduduk setempat yang menarik diekspresikan. Perjalanan untuk mengalami atau menyerap cara hidup yang sudah terhapus dari ingatan manusia dikenal sebagai Pariwisata Budaya (Culture Touris. Pariwisata Rekreasi (Recreatin Touris. , yakni jenis perjalanan yang berfokus pada olahraga dan mengutamakan interaksi sosial dalam suasana santai. Pariwisata Alam (Eco Touris. , yakni perjalanan ke suatu daerah yang sebagian besar belum dikembangkan atau belum tercemar dengan tujuan untuk mempelajari, menghargai, serta menikmati flora, fauna, serta perwujudan budaya setempat. Pariwisata Kota (City Touris. , yakni perjalanan wisata di dalam kota untuk menikmati keindahan alam, flora serta fauna, serta perwujudan budaya Resort City, yakni kota atau desa yang mengandalkan penyediaan prasarana atau amenitas pariwisata, seperti penginapan, tempat makan, hiburan, olahraga, serta perlengkapan wisata lainnya. Petualangan untuk merasakan serta mempelajari industri pertanian, perkebunan, peternakan, serta kehutanan dikenal sebagai Pariwisata Agro . uga dikenal sebagai wisata pertanian atau wisata pedesaa. Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar Pengertian sarana wisata Sudarwan et al. , . Menjelaskan bahwa Sarana pariwisata adalah segala sesuatu yang dirancang dan dilengkapi untuk memastikan bahwa kegiatan pariwisata berjalan dengan baik. Fasilitas utama dan mendasar yang memungkinkan keberadaan dan pertumbuhan fasilitas pariwisata guna memberikan layanan kepada pengunjung disebut fasilitas pariwisata. Kemudian, hotel, restoran, kantor pos, mesin faks, fasilitas keamanan, pemandu wisata, layanan keuangan, penukaran mata uang, operator tur, biro perjalanan wisata, dan toko suvenir merupakan contoh fasilitas pariwisata. Indikator sarana wisata Menurut Lothar A. Kreck dalam Junda . Sarana kepariwisataan mempunyai tiga kategori atau indikator utama, yakni sarana pokok, sarana pelengkap, serta sarana penunjang. Dijelaskan lebih rinci seperti yang dikutip dalam (Setiawan, 2. Sarana Pokok Sarana pokok kepariwisataan ialah perubahan-perubahan yang hidup dan kehidupannya sangat bergantung pada lalu lintas wisatawan dan traveler lainnya. Sarana Pelengkap Sarana meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan, seperti pusat informasi wisata, pusat oleh-oleh, dan fasilitas rekreasi. Sarana Penunjang Sarana penunjang adalah sarana yang disediakan untuk melengkapi sarana pokok dan sarana penunjang, seperti Tempat Sampah maupun keramahan Staff/ Masyarakat. Tujuan Pemeliharaan Sarana Wisata Dikutip dalam (Setiawan, 2. Pemeliharaan sarana mempunyai sejumlah tujuan yang mencakup, yakni. Pastikan infrastruktur serta fasilitas selalu dalam kondisi prima, siap mendukung operasional bisnis serta beroperasi sebagaimana mestinya. Tingkatkan umur pakai infrastruktur serta fasilitas yang digunakan dalam operasional Pastikan pengguna merasa nyaman serta aman. Kenali kerusakan sejak dini sehingga tindakan perbaikan yang tepat dapat dilakukan. Mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diharapkan pada peralatan vital. Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. Mencegah terjadinya kerusakan fatal yang memerlukan perbaikan yang mahal serta memakan waktu. Mengembangkan sistem manajemen perawatan yang baik dengan meningkatkan budaya perusahaan, yang akan meningkatkan efektivitas serta efisiensi kerja. Meningkatkan motivasi pekerja. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey yang menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah teknik dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) atau analisis tingkat kepentingan dan kinerja. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah Sarana Wisata. Sarana pariwisata adalah semua fasilitas yang dirancang dan dilengkapi untuk mendukung infrastruktur pariwisata, memastikan kegiatan pariwisata berjalan dengan baik, serta memberikan pelayanan kepada wisatawan. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengunjung yang datang berkunjung pada daya tarik wisata Batu Basurek di Nagari Pagaruyung. Untuk penentuan sampel pengunjung yang datang berkunjung pada daya tarik wisata Batu Basurek, penulis menggunakan rumus slovin dan pada rumus ini penulis menggunakan 5% atau 0,05. Adapun untuk instrumen dan pengembangannya penulis menggunakan data primer. HASIL DAN PEMBAHASAN Batu Basurek atau prasasti merupakan cagar budaya yang dilindungi di Kabupaten Tanah Datar. Sumatera Barat, yang memuat informasi penting tentang masa lampau, khususnya terkait dengan raja Adityawarman. Prasasti ini, yang menggunakan aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta, ditemukan di berbagai lokasi, salah satunya di Prasasti Pariangan yang terletak di tepi Sungai Mengkaweh, dekat kaki Gunung Marapi. Prasasti tersebut terbuat dari batu trachyt dengan ukuran besar dan dipahat berbentuk setengah lingkaran, memuat enam baris tulisan yang sebagian sudah aus. Selain itu. Batu Basurek, yang dikenal karena tulisan Jawa Kuno, menjadi simbol penting dalam budaya Minangkabau, khususnya Nagari Saruaso, dan berfungsi sebagai alat pendidikan serta kontrol budaya untuk menciptakan solidaritas Isi prasasti ini sering berkaitan dengan kebesaran Adityawarman, seperti pembangunan saluran irigasi, tempat pemujaan Buddha, dan taman untuk raja. Banyak batu Basurek ini disatukan dan dipajang di museum untuk menjaga kelestariannya. Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar Dalam penelitian ini, terdapat 131 responden yang terdiri dari 70 perempuan . %) dan 61 laki-laki . %), dengan profil responden yang mencakup jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Dari segi pendidikan, responden terbagi dalam sejumlah kategori: 20% mempunyai pendidikan SLTP, 40% SLTA, 16% diploma, dan 24% S1, sementara tidak ada responden yang mempunyai pendidikan S2 atau S3. Profil ini memberikan gambaran tentang latar belakang karakteristik responden yang beragam, dan penting untuk menganalisis lebih dalam mengenai pandangan mereka terhadap topik yang dibahas dalam penelitian. Analisis TCR dilakukan untuk memahami karakteristik setiap variabel dalam Proses ini meliputi penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, perhitungan nilai rata-rata, skor total, serta tingkat pencapaian responden (TCR), yang kemudian diinterpretasikan. Tabel 1 Hasil TCR Jenis Item Total Rata-Rata TCR Kategori 58,4% Cukup Cukup Cukup TCR Cukup Tingkat Cukup Kinerja Cukup Cukup Cukup Cukup Akumulasi Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik TCR Sangat Baik Tingkat Sangat Baik Kepentingan Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Akumulasi Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kinerja secara keseluruhan berada dalam kategori "Cukup" dengan nilai rata-rata 3. 06 dan tingkat pencapaian responden (TCR) sebesar 2%, yang menunjukkan adanya peluang untuk perbaikan. Meskipun TCR setiap item berkisar antara 56. 6% hingga 69. 6%, item 8 mempunyai nilai tertinggi . 6%) dan item 5 terendah . 6%). Hal ini menunjukkan bahwa kinerja yang diukur melalui delapan item pertanyaan masih memerlukan perhatian lebih untuk mencapai tingkat yang optimal. Sementara itu, tingkat kepentingan secara keseluruhan berada dalam kategori "Sangat Baik" dengan nilai rata-rata 4. 68 dan TCR 93. 6%, dimana setiap item memperoleh TCR di atas 90%, dengan nilai tertinggi 94. 8% pada item 3 dan 8, serta nilai terendah 90. 8% pada item 5. Penilaian yang sangat positif ini mengindikasikan bahwa responden sangat menghargai pentingnya faktor-faktor yang diukur dalam penelitian ini dan melihatnya sebagai aspek yang sangat mendukung keberhasilan yang lebih baik di masa mendatang. Analisis data mengenai tingkat kinerja dan tingkat kepentingan di Daya Tarik Wisata Batu Basurek, yang mencakup berbagai aspek fasilitas dan layanan yang tersedia di lokasi Analisis ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesesuaian antara harapan pengunjung dan kenyataan yang ada, serta memberikan gambaran tentang area mana yang sudah memenuhi harapan dan mana yang masih membutuhkan perbaikan. Dengan mengetahui tingkat kesesuaian ini, diharapkan dapat diidentifikasi langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas guna meningkatkan pengalaman wisatawan yang Tabel 2 Analisis Data No. Pernyataan Jumlah Jumlah Tingkat Tingkat Kepentingan Tki Kinerja Travel agent di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Hotel di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Rumah makan di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Atraksi wisata di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar Toko souvenir atau oleh-oleh di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Pusat informasi di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Mushalla. Toilet. Tempat Sampah di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Keramahan dari masyarakat di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Analisis tingkat kinerja dan tingkat kepentingan di Daya Tarik Wisata Batu Basurek menunjukkan adanya berbagai tingkat kesesuaian antara layanan dan fasilitas yang ada dengan harapan pengunjung. Aspek dengan tingkat kesesuaian tertinggi adalah keramahan masyarakat, yang mencapai 73%, menandakan interaksi yang baik antara penduduk lokal dan Hal ini mencerminkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap peran wisata dalam meningkatkan perekonomian lokal. Di sisi lain, mushalla, toilet, dan tempat sampahmempunyai tingkat kesesuaian 66%, yang menunjukkan bahwa fasilitas umum sudah cukup baik, namun perlu ada peningkatan pada kebersihan dan pemeliharaan rutin agar kenyamanan wisatawan semakin terjaga. Aspek yang memerlukan perhatian lebih adalah travel agent, pusat informasi, dan atraksi wisata, dengan tingkat kesesuaian yang lebih rendah, yakni 61% hingga 62%. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam penyediaan informasi dan atraksi yang dapat meningkatkan pengalaman wisatawan. Peningkatan fasilitas informasi dan pengembangan Sedangkan, hotel dan rumah makan mempunyai tingkat kesesuaian masingmasing 69% dan 68%, yang menunjukkan bahwa sektor akomodasi dan tempat makan sudah cukup memadai, namun masih ada ruang untuk perbaikan terutama dalam hal variasi menu, kebersihan, dan kualitas pelayanan. Secara keseluruhan, meskipun terdapat aspek yang sudah memenuhi ekspektasi pengunjung, sejumlah area masih memerlukan peningkatan, terutama yang mempunyai kesesuaian rendah. Upaya untuk memperbaiki sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan, serta menarik lebih banyak pengunjung ke Batu Basurek di masa mendatang. Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengelompokkan atribut-atribut layanan dalam empat kuadran berdasarkan perbandingan antara tingkat kepentingan dan kinerja. Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai seberapa baik layanan dan fasilitas yang ada dalam memenuhi harapan wisatawan serta untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih guna meningkatkan kepuasan pengunjung. Keterangan. Travel agent di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Hotel di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Rumah makan di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Atraksi wisata di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Toko souvenir atau oleh-oleh di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Pusat informasi di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Mushalla. Toilet. Tempat Sampah di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Keramahan dari masyarakat di daya Tarik Wisata Batu Basurek. Hasil analisis menunjukkan bahwa Daya Tarik Wisata Batu Basurek mempunyai sejumlah atribut yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas layanannya. Dalam Kuadran I (Prioritas Utam. , tidak ada atribut yang mempunyai kinerja rendah meskipun dianggap penting, yang berarti seluruh aspek yang dianalisis sudah cukup baik dalam memenuhi ekspektasi wisatawan. Sementara itu. Kuadran II (Pertahankan Prestas. mencakup fasilitas hotel, rumah makan, dan keramahan masyarakat yang mempunyai kinerja dan tingkat kepentingan tinggi. Aspek-aspek ini sudah memberikan pengalaman memuaskan, sehingga pengelola perlu mempertahankan kualitas melalui peningkatan fasilitas dan pelatihan Kuadran i (Prioritas Renda. menunjukkan bahwa atribut seperti toko oleh-oleh kurang dianggap penting oleh wisatawan, namun tetap perlu adanya peningkatan untuk menarik perhatian lebih banyak pengunjung. Di Kuadran IV (Berlebiha. , terdapat atribut dengan Tingkat Kepentingan dan Kinerja Sarana Wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek di Kabupaten Tanah Datar kinerja baik tetapi tingkat kepentingannya rendah, seperti travel agent, atraksi wisata, pusat informasi, dan fasilitas umum, yang perlu evaluasi kembali dalam hal alokasi sumber daya agar lebih efisien. Secara keseluruhan, pengelola harus fokus pada mempertahankan kualitas pada aspek yang sudah baik dan memperbaiki area yang mempunyai kepentingan lebih rendah namun masih berpotensi meningkatkan daya tarik wisata Batu Basurek. Pembahasan Hasil analisis tingkat kinerja dan tingkat kepentingan di Daya Tarik Wisata Batu Basurek menunjukkan variasi dalam tingkat kesesuaian berbagai fasilitas dan layanan wisata. Tingkat kesesuaian yang diperoleh berkisar antara 61% hingga 73%, dengan aspek keramahan masyarakat mempunyai tingkat kesesuaian tertinggi . %). Hal ini mengindikasikan bahwa interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan sudah memberikan pengalaman yang positif dan berkontribusi terhadap kepuasan wisatawan. Namun, sejumlah aspek lainnya, seperti layanan travel agent dan pusat informasi, mempunyai tingkat kesesuaian yang lebih rendah, menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realisasi layanan. sejalan dengan hasil penelitiaan yg dilakukan oleh (Hanunnindya & Marsoyo, 2. dengan hasil penilaian tingkat kepentingan dan kinerja destinasi wisata Taman Tebing Breksi dapat dinyatakan bahwa penilaian tingkat kinerja berada di bawah tingkat kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam penyediaan informasi wisata dan peningkatan kualitas layanan perjalanan guna meningkatkan kenyamanan wisatawan. Fasilitas umum seperti mushalla, toilet, dan tempat sampah mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 66%, yang berarti fasilitas tersebut sudah cukup baik, tetapi masih memerlukan peningkatan dalam hal kebersihan, pemeliharaan, dan ketersediaan untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Sementara itu, sektor akomodasi dan kuliner menunjukkan tingkat kesesuaian yang cukup tinggi, masing-masing sebesar 69% dan 68%, yang menunjukkan bahwa keberadaan hotel dan rumah makan di Batu Basurek sudah mampu memenuhi sebagian besar harapan Meski demikian, aspek kualitas layanan, variasi menu makanan, serta kebersihan tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan daya tarik wisata lebih jauh. Melalui analisis Importance Performance Analysis (IPA), atribut layanan wisata dikategorikan ke dalam empat kuadran berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja. Tidak terdapat atribut yang masuk dalam Kuadran I . rioritas utam. , yang menunjukkan bahwa tidak ada aspek yang sangat penting tetapi mempunyai kinerja rendah. Namun, aspek seperti keramahan masyarakat, hotel, dan rumah makan masuk dalam Kuadran II . ertahankan prestas. , yang berarti perlu upaya untuk mempertahankan kualitas layanan yang sudah baik. Sementara itu, toko oleh-oleh termasuk dalam Kuadran i . rioritas renda. , mengindikasikan Jurnal Pariwisata Indonesia (Tamasy. - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 E-ISSN . : 3064-3260. dan P-ISSN . : 3064-3287. Hal. bahwa aspek ini kurang menjadi perhatian wisatawan. Sedangkan travel agent, atraksi wisata, pusat informasi, serta fasilitas umum masuk dalam Kuadran IV. Hasil ini sesuai tidak sejalan dengan pendapat Suwena . bahwa ketersediaan atraksi wisata dianggap penting oleh wisatawan karena menjadi faktor penarik . ull factor. pada suatu tempat tujuan wisata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja sarana wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek. Tingkat Kesesuaian Total (Tk1 Tota. yang dihitung sebesar 152% menunjukkan bahwa kinerja sarana wisata masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan pengunjung. Sejumlah atribut, seperti Hotel . %) dan Mushalla. Toilet, serta Tempat Sampah . %), memerlukan perhatian utama karena meskipun penting bagi pengunjung, kinerjanya masih belum memadai. Atribut seperti Keramahan masyarakat . %) dan Rumah makan . %) sudah cukup baik dan perlu dipertahankan kualitasnya. Sementara itu. Atraksi wisata . %) dan Toko oleh-oleh . %) sudah memberikan kepuasan yang cukup tinggi meskipun tingkat kepentingannya tidak terlalu Atribut seperti Travel agent . %) dan Pusat informasi . %) tidak menjadi prioritas utama untuk perbaikan, mengingat tingkat kepentingannya relatif rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola perlu fokus pada perbaikan atribut yang mempunyai kesenjangan terbesar antara harapan dan kenyataan untuk meningkatkan kepuasan REFERENCES